Drise Edisi #36 Cewek Cenat-Cenut

drise-online.com – Geliat kaum hawa tak ayal selalu menyita perhatian media. Jumlahnya yang melebihi kaum adam, so pasti banyak ditemui di dunia nyata maupun dunia maya dengan segudang tingkahnya yang menarik. Apalagi pihak media paling getol nyari berita yang berkaitan dengan sensasi wanita. Pasti laku dijual dan layak jadi headline media massa. Sialnya, cerita perempuan yang naik ke permukaan, lebih banyak mengurai air mata. Ada berita TKW yang disiksa, pelecehan seksual di ibukota, atau korban kekerasan rumah tangga. Fisiknya yang lemah, seolah menakdirkan perempuan jadi objek penderita. Masa sih?

Bisa jadi…bisa jadi..! lantaran dari dulu, tiap bangsa seolah punya kesepatakan yang sama dengan memandang sebelah mata terhadap wanita. Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma, kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.  Mereka menganggap perempuan yang lemah itu nggak produktif. Cuman jadi beban kaum laki-laki aja. Prof Will Durrant bilang “..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan, sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”.  Waduh!

Sementara dalam peradaban Yunani, tempat wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat.  Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus ngomong kasar pada Tuhannya. “Wahai Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?” Deeu..segitunya?

Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap suami. Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra. Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum perempuan dalam posisi yang rendah”.

Kasian banget ya nasib kaum hawa. Zaman dulu selalu jadi objek penderita. Gimana nasibnya di era modern ya?

 

Pelecehan Perempuan di Sekitar Kita

Memasuki peradaban modern, ternyata nasib kaum wanita masih gelap bin kelabu. Segelap jaman jahiliyah dulu. Prostitusi dan pornografi plus pornoaksi yang jelas-jelas merendahkan martabat wanita malah dilegalisasi. Para aktivisnya pun berlindung dibalik profesi pekerja seni atau Pekerja Seks Komersil. Belon lagi fenomena aborsi akibat gaya hidup seks bebas yang mengancam kehidupan wanita dan janin yang dikandungnya. Nggak ketinggalan kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual di tempat kerja yang sering menimpa wanita jadi langganan berita.

Yang lebih parah, ketika kaum hawa kehilangan harga dirinya. Upayanya untuk menepis anggapan sebagai makhluk lemah, malah menjerumuskannya dalam gaya hidup yang menginjak-injak martabatnya. Berikut beberapa gaya hidup kaum hawa yang terekspos oleh media. Yuk simak!

 

  1. Cewek cabe-cabean.

Fenomena kehadiran cewek cabe-cabean banyak diberitakan media. Tingkah polahnya yang nakal dan liar tentu bikin gak nyaman penduduk sekitar. Usia mereka yang masih belia dihabiskan untuk bersenang-senang menggoda lawan jenisnya. Kesan genit dan seksi seolah jadi bagian dari setiap penampilannya. Atasan tank top dan bawahan hot pants jadi busana kebangsaannya. Satu sama lain berlomba-lomba mengumbar aurat dan berperilaku alay. Biar cowok-cowok pada melongo dan ngiler ngelamun jorok. Demi laki-laki, sampe rela ‘menjual diri’. Ngenes!

 

  1. Cewek selfish.

Cewek selfish doyannya foto-foto sendiri pake smartphone. Sesuai dengan sifatnya yang cinta banget ama diri sendiri, gak kenal tempat dan waktu asyik aja dengan dunianya sendiri. Berfoto dengan berbagai pose dan penampilan. Gak papa sih kalo mau narsis untuk konsumsi pribadi. Masalahnya, cewek selfish suka banget mengupload foto selfishnya yang sok imut di sosial media. Dari yang wajar sampe yang terkesan exhibisionist. Berpose dengan menonjolkan daya tarik seksualnya demi menuai pujian dari cowok gatelan. Merendahkan harga diri, demi sebuah sensasi. Waduh!

 

  1. Tukang asongan cantik.

Tukang asongan yang biasa nawarin rokok di perempatan lampu merah sepertinya bakal dapat saingan. Lantaran belakangan banyak ditemui tukang asongan rokok cantik yang turun ke jalan. Ya, SPG rokok yang biasanya cuman nawarin produknya di pameran atau stand pusat perbelanjaan, kini banyak bekeliaran di perkantoran dan pusat keramaian. Dengan seragam seksi, cewek-cewek bening ini aktif menawarkan sebungkus rokok kelas kakap ke karyawan, tukang jualan, atau siapa saja yang ditemuinya. Rayuannya yang menggoda kaum pria jadi senjata andalannya demi mengejar target penjualan.

 

  1. Caleg perempuan minim pengalaman.

Kursi di gedung senayan banyak diperebukan menjelang pemilu legislatif mendatang. Dari masyarakat bawah hingga kalangan selebritis yang biasa hidup wah juga pengen ngerasain empuknya kursi legislatif. Jatah 30% anggota legislatif perempuan banyak dimanfaatkan artis idola dan cewek belia untuk ambil bagian. Meski karir politiknya pas-pasan, yang penting bisa jadi anggota dewan. Kesan asal comot caleg perempuan yang dilakukan parpol untuk memenuhi kuota terlihat dari kapasitas calegnya yang buta politik. Kebanyakan bermodal popularitas atau kecantikan, giliran ditanya visi dan misi jika terpilih pada gelagapan.

 

  1. Cewek dan lingkaran korupsi.

Kasus korupsi yang terjadi di negeri ini seringkali melibatkan kaum hawa. Mulai dari anggota Dewan yang terlibat langsung hingga cewek-cewek cantik dan selebriti yang kena seret lantaran ikut ‘menikmati’ uang hasil korupsi. Seperti kasus Tb. Chaeri Wardana alias Wawan yang mengalirkan uang hasil korupsinya ke beberapa selebriti di balik bisnis production house sebagai kedoknya. Begitu juga dengan berbagai kasus skandal anggota dewan dengan cewek panggilan sebagai gratifikasi seks biar kejahatan korupsinya berjalan mulus. Parah!

Driser, beberapa fakta di atas yang terkait dengan kondisi kaum hawa pantas bikin kepala cenat-cenut mikirinnya. Gimana nggak, wanita yang sejatinya punya kedudukan mulia malah banyak yang terhanyut dalam gaya hidup sekuler dengan ‘menjual’ harga dirinya demi materi. Semuanya berlomba-lomba untuk eksis semampunya. Dari kelas bawah model cabe-cabean hingga kelas atas yang ikut audisi anggota dewan. Duuh.. bener-bener bikin cenat-cenut mikirinnya. Gimana nasibnya bangsa ini kalo wanita yang jadi tulang punggung peradaban malah terhanyut dalam gaya hidup hedonis. Miris!

 

Janji Manis Kaum Feminis

Siapa sih yang betah hidup tertindas? Dipandang sebelah mata? Dinjak-injak martabatnya? Pastinya nggak ada dong. Kucing aja bakal berteriak kalo buntutnya nggak sengaja kita injak. Gitu juga dengan kaum perempuan. Meski wanita dikenal akan kelembutannya, bukan berarti mereka nggak punya kekuatan untuk berontak. Yap, itulah yang pengen ditunjukkin oleh aktivis feminisme. Bergerak melawan dominasi laki-laki. Tapi nggak pake acara tomboy-tomboyan lho.

Feminisme menurut kamus wikipedia online berati suatu gerakan perempuan yang menuntut kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Aktivisnya disebut feminis. Feminisme pertama kali lahir di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. Mereka bikin Perkumpulan perempuan pertama di Middelburg, sebuah kota di selatan Belanda pada tahun 1785 yang memperjuangkan kesamaan hak perempuan. Soalnya waktu itu, kaum perempuan (feminin) dirugikan oleh kaum laki-laki (maskulin) di semua bidang. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, politik, sampe agama. Gimana nggak bete coba.

Dalam perjalanannya, gerakan feminisme banyak melahirkan aliran-aliran baru. Ada feminisme liberal, radikal, post modern, marxis, sosialis, hingga postkolonial. Masing-masing aliran ini punya ciri khas dalam kegiatannya. Ada yang menuntut kebebasan total bagi perempuan (liberal); memperjuangkan hak pribadi perempuan termasuk lesbianisme (radikal); penyetaraan gender (post modern); menghancurkan dominasi laki dalam kursi pemerintahan (anarkis); anti kapitalisme (marxis); menghapusken ‘kepemilikan’ pria atas perempuan (sosialis); menggugat penjajahan fisik yang bikin kaum perempuan di dunia ketiga hidup nelangsa (post kolonial).

Nikmati aja kalo kamu mengernyitkan dahi ngunyah bahasan feminisme ini. Yang penting kamu tahu. Soalnya, hari gini feminisme nongol ke permukaan dengan penampilan yang menawan. Dalam kesehariannya, para feminis getol menyuarakan ide-ide emansipasi agar perbedaan jenis kelamin nggak dijadikan alasan untuk melecehkan perempuan. Kalo laki bisa jadi presiden, perempuan juga dong. Kalo cowok bisa berlagak di panggung politik, cewek juga harus punya kesempatan yang sama. Kalo pria boleh poligami, mestinya perempuan juga boleh poliandri. Nah lho? Emangnya kucing!

 

Be Carefull Sis!

Driser, kita turut prihatin dengan nasib perempuan yang hidupnya sering jadi bulan-bulanan. Seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga yang gencar menghiasi layar kaca. Siapa sih yang nggak terusik dengan berita-berita menyedihkan itu. Cuman masalahnya, apa bener gerakan feminisme layak kita jadikan kendaraan buat memperbaiki hidup kaum hawa? Atau kamu yang cewek ngerasa ‘kurang beruntung’ dilahirkan sebagai wanita? Hmm… kayanya kita mesti jeli nih.

Coba tengok, dari sejarahnya udah keliatan kalo gerakan feminisme lahir dan berkembang di Eropa yang hidup dengan prinsip sekuler. Nggak ngasih ruang bagi aturan agama dalam kesehariannya. Otomatis, standar yang mereka pake  dalam perjuangannya adalah untung rugi dalam kacamata manusia. Jauh dari pertimbangan akherat. Hasilnya, mereka bakal ngotot untuk melabrak setiap aturan yang dianggap bisa merendahkan wanita. Termasuk aturan Islam. Nah lho?

Feminisme menganggap banyak aturan Islam yang berat sebelah terhadap perempuan. Soalnya, Islam cuman ngasih kesempatan ama laki-laki untuk duduk di kursi kepemimpinan negara. Kewajiban wanita untuk taat pada suami dan menjalani perannya sebagai Ibu sekaligus pengurus rumah tangga dinilai memasung produktifitas kaum hawa. Pada akhirnya, feminisme getol mengajak muslimah untuk keluar dari kerangkeng aturan Islam, hidup bebas sesuai keinginannya, dan melepaskan ketergantungannya pada pria. Waduh bahaya tuh!

Padahal, banyaknya penindasan terhadap kaum hawa justru akibat sistem kapitalis sekuler yang ngatur hidup kita. Bukan lantaran aturan Islam yang sangat memuliakan wanita. Kalo aturan Islam diterapkan dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat. Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—Eastern Mail.  ia menyebutkan “Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehor­matannya.”

Satu lagi yang mesti kita inget baik-baik. Kalo perlu, dicatat dalam reminder smartphone. Biar nggak lupa. Allah swt nggak akan menjebloskan kita ke neraka cuman karena kita wanita. Asli, nggak bo’ong. Karena jenis kelamin itu kodrat, udah dari sononya sesuai kehendak Allah. Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama cowok. Justru mesti bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya. Allah swt berfirman:

 “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa`: 32)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)

So, buat driser cewek yang cantik bin imut hati-hati ya dengan ide feminis. Jangan mau dikibulin harus eksis, narsis bin selfish biar setara dengan anak cowok. Itu cuman akal-akalan musuh Islam biar remaji muslim terjerumus dalam gaya hidup hedonis yang bikin masa depan dunia akhirat kita suram. Secara gitu lho, cewek dan cowok udah dari sononya lahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Nggak usah minder dengan perbedaan jenis kelamin atau paras yang pas-pasan. Yakin deh, Allah nggak menilai kita dari penampilan fisik. Tapi ketakwaan. Rasul saw bersabda:

Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa/fisik dan harta kalian, tetapi Allah memandang hati dan amal kalian.” [HR. Muslim]

Allah swt juga berfirman:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).

Cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diubah. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga emang kudu dilawan. Sikap diskriminasi yang dialami wanita di luar rumah juga wajib dihilangkan. Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Biar cewek cenat-cenut pada cabut. Mulia bersama Islam. Yuk![341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36

Mahkota Kemuliaan Abu Hamzah

drise-online.com – Amazing Islam kali ini akan mengangkat sebuah hikayat dikisahkan bahwa salah seorang raja Arab yang dijuluki dengan Abu Hamzah menikah dengan seorang perempuan. Sang raja sangat ingin memiliki seorang anak lelaki, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Sang istri melahirkan anak perempuan. Abu Hamzah sangat marah, sehingga ia meninggalkan istrinya dan tinggal di tempat lain. Sekitar setahun kemudian, Abu Hamzah berjalan-jalan dan tanpa sengaja melewati rumah sang istri. Ketika itu, istrinya sedang menimang anak perempuannya, sambil mengucapkan beberapa syair.

Mengapa Abu Hamzah tidak datang kepada kami,

Dia hilang dari rumah yang kami tempati.

Marah karena kami tidak melahirkan seorang anak laki-laki,

Padahal kami tidak punya kehendak dalam urusan kami.

Akan tetapi, kami hanya mengambil apa yang diberikan kepada kami,

kami bagaikan tanah, bergantung yang menanami,

kami tumbuhkan apa yang telah mereka tanam pada diri kami.

 

Abu Hamzah tertegun. Ia bergegas masuk ke dalam rumahnya, lalu mencium kepala istri dan anaknya. Akhirnya, timbullah rasa kasih sayang di dalam hatinya, hingga perasaan benci itu berubah menjadi cinta.

Kisah di atas adalah salah satu kisah yang menggambarkan betapa pentingnya anak laki-laki bagi bangsa Arab di zaman jahiliyah dulu. Mereka menganggap anak laki-laki lebih penting karena mereka adalah kaum yang fanatik dan gemar berperang. Kelahiran anak laki-laki adalah anugerah, sementara anak perempuan adalah musibah. Anak perempuan dianggap tidak berguna, tidak berharga, dan diperlakukan dengan semena-mena. Anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup, ditenggelamkan, disembelih, ataupun dijual. Sadiz!

Alhamdulillah, Islam kemudian datang dengan cahayanya yang menyinari seluruh dunia. Perbuatan yang menistakan perempuan pun dihilangkan. Abdurrazzaq meriwayatkan dari Umar bin Khattab ra. Dia berkata bahwa Qais bin ‘Ashim datang menemui Rasulullah Saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, pada zaman jahiliyah, aku pernah mengubur hidup-hidup anak-anak perempuanku.”

“Merdekakanlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu budak” kata Rasulullah Saw.

“Ya Rasulullah, aku punya banyak unta,” lanjut Qais.

“Sembelihlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu unta,” jawab Rasulullah Saw.

Begitu Islam datang, perempuan dikembalikan ke kedudukannya yang mulia. Kehadiran Islam telah menghancurkan kekufuran, kebodohan, dan kekejaman yang dilakukan terhadap perempuan. Hak-hak perempuan yang hilang dikembalikan pada tempatnya, dan mereka memperoleh kemuliaan yang tidak bisa didapatkan di tempat lainnya.

Mari kita perhatikan perbuatan Ummul Mukminun Aisyah ra. berikut ini.

“Datang kepadaku seorang wanita miskin dengan kedua anak perempuannya. Lalu kuberi dia tiga kurma dan dia memberikan kepada kedua anaknya masing-masing satu butir kurma. Ketika dia ingin memakan kurma yang masih tersisa, kedua anaknya memintanya, sehingga perempuan itu membagi dua kurma tersebut dan memberikannya kepada kedua anaknya. Aku sangat kagum dengan sikapnya itu. Lalu kuberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah Saw., maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah mewajibkan wanita tersebut masuk surga dan membebaskannya dari api neraka.’

Kalo kita lihat di jaman sekarang saat ideologi Kapitalisme-sekular merajalela, kaum wanita diperlalukan seolah-olah seperti ‘bidadari’. Mereka didandanin sampe kayak Barbie dan digiring ikut kontes-kontes kecantikan untuk menyematkan mahkota kemuliaan di atas kepala mereka. Padahal sebenernya yang terjadi adalah sebaliknya. Kaum wanita justru direndahkan serendah-rendahnya. Kecantikan dan kemolekan tubuh mereka hanya dijadikan alat untuk menarik pelanggan dan melariskan barang dagangan. Miris!

Islam memperlakukan wanita selayaknya bidadari. Aturan Islam telah memuliakan wanita sebagaimana fitrahnya sebagai Ibu dan pengatur rumah tangga. Islamlah yang paling mengerti kebaikan bagi wanita. So, berbahagialah menjadi muslimah yang taat syariah. Karena, mahkota kemuliaan bakal tersemat di atas kepalanya. Di dunia hidup berkah, di akhirat jadi penghuni jannah. Mau?[Isa]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#36

Memulai dan Mengeksiskan Bisnis Dengan Rumus IRT & 3 ‘Be’

drise-online.com – Apa kabar Muslimpreneur? Alhamdulillah … luar biasa … Allahu akbar!!! (dengan ekspresi khas tangan ditengadahkan lalu membentuk lingkaran besar dan dipungkasi dengan mengepalkan tangan kanan ke udara sembari tangan kiri bersiap di pinggang kiri, red.). Pokoknya mantap deh. Apalagi kalo ditambah dengan 3 x ucapan ‘Yes’.

Setelah lama tak jumpa, kali ini kita akan berbagi tentang trik dan tips memulai bisnis yang halal lagi thoyyib hingga bisa eksis dengan rumus IRT dan 3 ‘Be’. Selamat menikmati.

Rumus pertama dipake untuk mensiasati bisnis tanpa harus mengeluarkan fulus. Ini gara-gara sistem kapitalisme yang bobrok dari sejak lahirnya itu telah sukses menyesatkan pola pikir pengusaha atau calon pengusaha saat ini. Mereka mikir kalo bisnis itu harus pake modal uang. Uang dipake untuk memperlancar urusan bisnis kita, dari mulai memuluskan, melicinkan dan melempengkan tanpa pandang halal dan haramnya. Peribahasanya nih – menurut kapitalisme – ‘laisa fulus manfus’, maksudnya kalo urusan bisnis kagak pake duit, kita mampus!

Dalam Islam, ternyata solusi modal untuk bisnis sukses banyak sekali dan tidak melulu pake duit. Ada yang namanya ide alias gagasan atawa konsep, keahlian, keterampilan, pengalaman, pendidikan, kepercayaan dan lain-lain yang semuanya ini melekat dalam badan kita. Dari modal ini lahirlah kemudian ikatan bisnis dengan pihak lain yang dikenal dengan istilah syirkah badan atau syirkah abdan, yaitu kerjasama bisnis dengan modal yang melekat pada badan kita yang tadi itu dari mulai ide sampe dengan kepercayaan. Bahkan Islam juga sangat respek dengan kepercayaan sebagai modal bisnis. Ini terlihat pada skema kerjasama bisnis yang bernama Syirkah Wujuh, yakni kerjasama bisnis yang melibatkan modal berwujud ketokohan (wujuh) karena tokoh tersebut memiliki kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah) yang tinggi, misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan keuangan. Dan masih banyak lagi yang lainnnya. Jadi, jelas banget modal tak melulu berarti duit! (Makanya yuk buruan ngaji biar jadi ngerti dan bisa action secara syar’i…hehehe)

Itulah mengapa lahir rumus pertama untuk memulai bisnis yaitu IRT : Ide, Relasi dan Trust (kepercayaan). Siapapun yang punya 3 modal ini, ia sangat layak untuk memulai bisnis. Please, trust me!

Sekarang rumus yang kedua, 3 ‘Be’. Rumus ini kelanjutan dari yang pertama. Jika bisnis sudah kita mulai, maka pantang kita surut langkah. Bisnis mesti eksis. Caranya? Pake 3 ‘Be’. ‘Be’ yang pertama adalah ‘Be The First’. Maksudnya, jadilah kita orang yang pertama kali berbisnis di bidang yang kita masuki. Kalau ternyata, di bidang bisnis yang kita geluti sudah ada pemain lain, jangan takut, kita pake ‘Be’ yang kedua yaitu ‘Be Better’. Maksudnya, produk kita mesti lebih baik dari produk yang sudah ada. Kalo ternyata …eh ternyata… gak bisa juga, mainkan ‘Be’ yang ketiga : ‘’Be Different’ atau berikan konsumen kita produk yang khas dan berbeda dengan produk sejenis yang sudah ada sebelumnya. Produk-produk yang berseliweran dan eksis di sekitar kita saat ini, dipastikan juga menggunakan pedoman 3 ‘Be’ ini.

Jika rumus kedua ini dimainkan, insya Allah, selain bisa dimulai, bisnis kita juga bisa eksis terus…terus… dan terus. Jadi bisnis sesuai syariah tak sulit kan?

 

Muhammad Karebet widjajakusuma

www.seminstitute.co.id

www.pengusaharindusyariah.com

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #12

Mengatasi Cepat Paham dan Cepat Lupa

Assalamu’alaikum

Teh, boleh brtanya?Klw d izinkan, ingin brtanya, apa sja yg bisa membuat pikiran Qta itu menjadi lbih cpat dalam menangkap yg d sampaikan oleh guru maupun orang lain, dan apa yg bisa mmbuat ilmu Qta itu, menjadi lupa bgitu sja? (San_ Purwakarta)”

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik San yang cerdas

drise-online.com – Kemampuan seseorang menangkap dan memahami sesuatu berbeda-beda, ada yang cepat dan sebaliknya. Sesuatu yang disampaikan guru atau orang lain baik materi pelajaran atau informasi lebih cepat ditangkap jika kita sungguh-sungguh memperhatikannya (berkonsentrasi). Rasulullah mencontohkan cara memberikan perhatian. Saat berbicara dengan seseorang, Rasulullah menghadap ke arah orang tersebut sebagai kesungguhan beliau memperhatikannya. Kesungguhan memperhatikan terwujud jika kita menyadari apa yang disampaikan adalah hal penting untuk dipahami. Disinilah perlunya pencermatan yaitu tidak hanya mendengarkan, akan tetapi berusaha memahami makna di balik apa yang disampaikan. Ini bisa terjadi jika kita mempunyai informasi awal, tentunya diperoleh dengan banyak membaca, misalkan di rumah mempelajari materi pelajaran sebagai persiapan sebelum esoknya diterangkan guru. Suasana hati (mood) juga berpengaruh dalam menerima pelajaran. Jagalah suasana hati dengan menganggap belajar sebagai kegiatan menyenangkan, karena dengan belajar akan memiliki banyak pengetahuan, dan masa depan lebih cerah.

Dik San yang cerdas

Ilmu merupakan harta berharga yang dengannya Allah meninggikan derajat seseorang (QS 58:11), akan tetapi sering seseorang lupa dengan ilmunya. Selepas ujian (UTS/UAS) dan mendapat nilai lepas juga ilmu yang dipelajari selama ini. Ini terjadi karena proses belajar di sekolah selama ini bersifat teoritis. Guru menerangkan teori tanpa mengkaitkan dengan fakta sehari-hari, sehingga kita hanya mengetahui teori, hafal materi pelajaran, akan tetapi tidak memahaminya, apalagi mengamalkan. Dalam proses belajar seharusnya ilmu lil amal yaitu ilmu untuk diamalkan, contohnya saat pelajaran agama guru menjelaskan bahwa kita harus berbakti kepada ortu, maka harus dipraktekkan dalam keseharian dengan mentaatinya selama tidak menyuruh berbuat dosa. Begitu pula dengan ilmu lain, misalkan dalam pelajaran kimia kita mengetahui makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya bagi tubuh, maka kita harus berhati-hati dengan menjauhi makanan berpengawet. Dengan menggunakan ilmu dalam keseharian akan menjadikan ilmu kita hidup, tidak hanya sebatas teori yang tersimpan di memori otak yang mudah dilupakan. Begitu dik San, semoga bermanfaat.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #12