drise-online.com – Gemah ripah loh jinawi alias kekayaan yang berlimpah identik dengan Indonesia. Pesona sumber daya alam Ibu Pertiwi yang bejibun bikin air liur para penjajah barat ngiler untuk mampir ke negeri kita. Dari jaman nenek moyang, hingga nenek-nenek bisa kayang, kekayaan alam baik di daratan hingga lautan nggak ada abisnya. Inilah salah satu kenikmatan yang Allah swt anugerahkan ke negeri khatulistiwa ini.
Sayangnya, keberlimpahan yang terkandung dalam kekayaan alam negeri kita belum sepenuhnya bisa dinikmati rakyat. Lantaran makin hari, makin banyak kekayaan alam yang dirampok investor asing berkedok swastanisasi. Liat aja, sebagian wilayah udara kita dikontrol oleh Singapura. Minyak dikuasai oleh Chevron. Emas juga diangkut ke AS. Batubara terbang ke Cina. Gas alam ke Jepang, Prancis, dll. Rakyat pribumi kebagian kerusakan alamnya.
Bagaimana dengan air? Setali tiga uang. Air yang sejatinya milik umum pun masih harus beli ke Asing, seperti yang terjadi di Jakarta. Saat ini hampir seluruh pengelolaan air di Jakarta dikelola pihak asing, yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) yang merupakan lini usaha perusahaan asal Perancis Suez Environnement dan bagian dari PT Astratel Nusantara lini usaha Grup ASTRA Indonesia, serta PT Aetra yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan Singapura Acuatico Pte Ltd.
Sejatinya, kekayaan alam Indonesia yang berlimpah anugerah dari Allah swt bisa bener-bener dikelola oleh negara biar hasilnya bisa dinikmati rakyat. Bener sistem pengelolaan SDA-nya bener juga orang-orang yang ngaturnya. Kayanya ini cuman jadi mimpi kalo negara kita masih bermesraan dengan #Demokrasi. Lantaran sistem pemerintahan rakyat ini yang melegalkan swastanisasi kekayaan alam dan memuluskan penjajahan ekonomi melalui utang riba. Kran kebebasan kepemilikan yang diagungkan Demokrasi, bikin para investor asing dengan seenak perut menjarah kekayaan negeri. Akibat tekanan IMF, pemerintah cuman bisa gigit jari. Saatnya tinggalkan demokrasi, terapkan syariah dan khilafah. Karena Indonesia Milik Allah…[341]
di Muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #37