Ibu Zulia Ilmawati : LGBT merupakan gerakan budaya harus di lawan !

dRISEr yang soleh dan solehah, berita seputar L GB T tak henti-hentinya  menghiasi media massa. Bahkan jadi tr ending topic di sosial media. Banyak yang  pro namun tak sedikit yang k ontr a. Seor ang  muslim udah mafhum kalo perilaku homoseksual dan turunannya ialah jenis penyimpangan yang dilaknat Allah Swt. Sayangnya, ada sebagian yang ngaku muslim mengganggap perilaku LGB T nggak perlu  diambil pusing. Lantar an bagian dari  k ebebasan individu. Bagaimana kita mensikapinya? Simak obr olan r edaksi berikut  dengan Ibu Zulia Ilmawati , ustadzah sekaligus psik olog. Yuk!  

Ustadzah, sekarang lagi marak opini LGBT di Indonesia. Bagaimana menurut ustadzah? Terutama bagi remajanya.

Sangat memprihatinkan. LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) makin merebak, para pemilik perilaku seks menyimpang sekarang sudah semakin berani memperlihatkan dirinya di masyarakat. Mungkin karena saat ini semakin banyak masyarakat yang tidak lagi mempedulikan orientasi seksual seseorang dan menganggap hal tersebut adalah urusan pribadi yang tidak perlu dicampuri. Mereka sangat agresif, tidak malu-malu dalam menegaskan keberadaannya.  LGBT ini sudah menjadi gerakan yang menyesatkan tidak hanya di kalangan orang dewasa, remaja bahkan anak- anak.

Tidak hanya ada di kota-kota besar, tapi juga di pelosok daerah dan di semua kalangan. Makin hari kaum LGBT semakin banyak jumlahnya, membentuk komunitas yang beraktifitas di sekitar masyarakat. Menularkan kerusakannya kepada siapa saja melalui beragam cara dan media. Ribuan anak-anak SD-SMP menjadi pengguna sekaligus korban  media social LGBT.   

Apa sebenarnya penyebab fenomena ini?

Keberadaan dan perkembangan kelompok  LGBT tidak terlepas dari perkembangan globalisasi, serangan budaya barat. Globalisasi telah berkontribusi secara nyata dalam  09 d’rise #55 maret 2016 menyebarkan budaya dan identitas kelompok ini. Pergerakan organisasi dan komunitas LGBT di negeri ini pun banyak disokong oleh dana dari lembaga asing seperti USAID, Aus AID, UNAIDS dan UNFPA dan lain-lain. Dari sini terlihat jelas sekali, bahwa penyebaran LGBT menjadi salah satu agenda Barat khususnya AS dan Eropa.

Ada klaim bahwa homoseksual adalah faktor genetik. Bagaimana pendapat ustadzah?

Memang ada yang mengatakan bahwa perilaku penyimpangan seksual LGBT karena pengaruh genetis. LGBT bukan bawaan, bukan karena faktor genetik dan bukan pula sesuatu yang kodrati. Penyakit ini bisa terjadi karena pengaruh pola asuh orang tua dan lingkungan. Klaim bahwa homoseksual tidak bisa diubah secara psikologis juga keliru besar. Faktanya, penyakit ini bisa diobati dan disembuhkan jika memang punya niatan kuat untuk sembuh.  

Kalau ada teman kita yang memiliki gejala homoseksual sebaiknya gimana sih? Kan teman sendiri.

Segera cari tahu kenapa berperilaku demikian, hampir sebagian besar pemilik perilaku seksual menyimpang ini memiliki latar belakang yang “buruk”. Bantu teman kita untuk mencari solusi. Jika diperlukan minta bantuan pihak ke tiga (tenaga ahli) yang bisa memberikan bantuan. Insya Allah bisa disembuhkan kalau memang ada niatan yang sungguh-sungguh dan keinginan yang kuat untuk berubah.

Diawali dengan merubah cara  pandang tentang seks dan bagaimana  pemenuhannya. Bahwa seks bukanlah hanya untuk menyalurkan hasrat seksual   semata dan mencari kepuasan semu, tetapi seksualitas merupakan jalan rasional untuk melanjutkan keturunan, disamping tentu saja akan didapat kenikmatan. Munculnya kesadaran untuk berubah harus diikuti  08 d’rise #55 maret 2016 dengan usaha yang keras untuk mengendalikan ketika muncul keinginan untuk melakukan hubungan dengan yang sejenis. Dan yang juga sangat penting adalah keluar dari komunitas dan lingkungan yang seperti itu. Tidak lagi kembali.  

Apa sih gejala dan ciri LGBT, jangan2 kita punya potensi Homoseksual dan turunannya nih?

 Yang pasti ya punya kecenderungan dengan sesama jenis, terlalu mengagumi sesama jenis, bahkan terobsesi sampai memuja-muji. Ekspresinya juga beda, terlihat dari bagaimana dia bersikap dengan teman sejenisnya dari tatapan matanya misalnya. Biasanya nampak pada perhatian yang lebih terkait dengan penampilan dirinya. Fashion update, Modis, dandy,  gay biasanya punya selera fashion yang bagus dan up-to-date. Terkadang terlihat juga memakai riasan wajah, seperti blush on atau pelembab bibir berwarna.  

Bagaimana terapi yang tepat dari sudut pandang Islam?

Diberikan pemahaman untuk sungguhsungguh bertobat. Juga diingatkan bahwa pelaku homoseks, gay atau lesbian akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.  Dalam Islam, baik yang menghomoi atau yang dihomoi keduanya di hukum mati. Bukan malah difasilitasi dengan berbagai sarana.  Juga, ada yang mesti kita perhatikan dalam memberikan solusi. Selain memperbaiki,  mencegah adalah solusi yang lebih tepat. Islam telah memberikan gambaran yang jelas agar aktivitas homoseksual ini tidak berkembang. Langkah perventif itu antara lain dengan menjauhkan anak dari berbagai rangsangan, menguatkan identitas diri anak sebagai laki-laki dan perempuan, membatasi pergaulan sejenis, secara sistemik menghilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang dapat merangsang orang untuk melakukan homoseksual.

 Apa saja yg harus remaja persiapkan menghadapi gelombang arus LGBT ini?

Gerakan dan propanda LGBT jelas akan membawa bahaya besar bagi negeri ini dan peduduknya. Gerakan dan propaganda LGBT dan serangan budaya itu merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memadamkan Islam. Yang mesti dipersiapkan para remaja adalah membina diri agar memiliki kepribadian Islam yang tangguh. Memiliki cara berpikir dan bersikap dengan Islam sebagai tolok ukurnya. Termasuk dalam memenuhi gharizahnya. Tidak terpengaruh dengan berbagai arus budaya menyesatkan. Melakukan amar makruf nahi mungkar,  mencegah terjadinya kemunkaran  LGBT agar tidak terjadi perluasan di masyarakat, karena sungguh banyak kerusakan dan penyakit yang akan timbul dari perilaku seksual menyimpang tersebut.   

Apa peranan negara dalam menanggapi fenomena ini?

 Negara berperan besar dalam memupuk ketakwaan individu rakyat agar memiliki benteng dari penyimpangan  perilaku semisal  LGBT. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menjadikan  kebebasan sebagai standar perilaku. Ketakwaan dan keterikatan terhadap syariat harus melekat dalam setiap diri muslim. Pendidikan pada masyarakat  penting dilakukan, agar masyarkat tahu  mana yang boleh dan terlarang dalam kaitan pemenuhan naluri seksual.

Melalui kurikulum pendidikan di sekolah atau pola asuh di dalam keluarga meski ditanamakan langkah-langkah preventif . Secara sistemis, Islam memerintahkan negara  menghilangkan rangsangan seksual dari publik termasuk pornografi dan pornoaksi. Begitu pula segala bentuk tayangan dan sejenisnya yang menampilkan perilaku LGBT atau mendekati ke arah itu juga akan dihilangkan. Tanpa kompromi menghapus semua konten dan aplikasi porno maupun menyimpang.    

Perlawanan terhadap agenda LGBT itu tidak bisa total jika kita masih terus mempertahankan demokrasi, mengagungkan HAM ala Barat, paham kebebasan, ideologi kapitalisme dan sekulerisme. Pasalnya, semua itu adalah sebab mendasar berkembangnya LGBT. Perlawanan terhadap LGBT harus disempurnakan dengan perjuangan untuk mewujudkan penerapan syariah Islam secara total dan menyeluruh di bawah sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Hanya dengan itu masalah LGBT akan benarbanar bisa diatasi secara tuntas.  

Apa pesan ustadzah untuk pembaca DRISE seluruh Indonesia?

LGBT ini merupakan gerakan budaya yang harus dilawan!  Untuk itu umat harus menggalakkan dakwah dan tegas menolak LGBT. Harus dinyatakan bahwa LGBT adalah penyimpangan perilaku. Remaja juga punya peran yang sangat penting dalam hal ini. Tidak hanya membentengi diri agar tidak terbawa arus budaya yang menyesatkan, tetapi juga melakukan amar ma’ruf  dengan menyadarkan pelaku LGBT sehingga mereka menyadari kesalahan mereka dan mereka mau bertobat. Sikap awas dan kewaspadaan  pada diri umat terhadap segala bentuk propaganda dan seruan LGBT harus dibangun. Umat Islam juga harus dikuatkan dengan membina ketakwaan dan  ketaatan pada syariah Islam.[]

Ustadz Fadlan Garamatan Da’i ‘Sabun Mandi’ Dari Papua

Bukan perkara mudah meniti dakwah di daerah yang mayoritas non muslim. Ustadz Fadlan Garamatan Dai ‘Sabun Mandi’ Dari Papua Pastinya bakal menghadapi  berbagai tantangan yang tak berkesudahan. Baik secara lisan atau fisik yang mengancam jiwa. Hanya mereka yang ikhlas yang bisa melewatinya. Salah satunya adalah Ust. Fadlan. Sejak 1983 memulai dakwahnya di bumi Papua sampai sekarang.

Keluar masuk hutan, naik turun gunung, sudah menjadi kegiatan hariannya dalam rangka syiar Islam ke suku pedalaman. Gimana kiprah perjuangan da’i Papua yang sempat meraih penghargaan sebagai Tokoh Republika tahun 2010 ini? Berikut hasil wawancara redaksi Drise, Hikari dengan Ust. Fadlan. Sila dinikmati tetesan hikmahnya…

Motif Ustadz membentuk AFKN (AlFatih Kaaffah Nusantara) apa sih, share doooong?

Sejak dulu hingga sekarang orang di luar Papua atau kami menyebutnya dengan Nuu Waar, mengidentikkan daerah kami ini sebagai mayoritas agama Kristen, tidak ada Islam, tertinggal, koteka, perang antar suku, dan imej negatif lainnya. Persepsi ini jelas tidak benar. Dirasa perlu ada gerakan untuk merubah persepsi itu kepada masyarakat, baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Itu sudah dipikirkan ketika saya masih duduk di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Makassar. Bahkan, ketika itu saya sendiri  dianggap sebagai agama non Muslim, hingga saat mata kuliah agama Islam, saya diminta untuk meninggalkan ruangan.

Interaksi saya di perguruan tinggi dengan organisasi mahasiswa Islam, memotivasi saya untuk melakukan gerakan perubahan persepsi itu dengan satu kata: Dakwah. Agar dakwah ini lebih tersistematisasi maka diperlukan lembaga berupa yayasan yang kemudian kami berinama Al-Fatih Kaaffah Nusantara atau AFKN. Insya Allah, lembaga ini kami dedikasikan untuk dakwah dalam bidang sosial, pendidikan, dan dakwah. Selain daripada kami menguatkan Islam penduduk Nuu Waar yang sudah Islam, kami juga membawa anak-anak mereka ke Jawa untuk diberikan pendidikan yang terbaik. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai usaha dakwah kami ini.

Tantangan Dakwah di Papua yang mayoritas Non Muslim, apa harus membenturkan ‘aqidah dengan ‘aqidah?

Sejujurnya kami tidak sedang membenturkan akidah Islam dengan “akidah” agama atau kepercayaan lain. Islam terlalu mulia untuk  dibenturkan dengan yang lain. Islam itu tinggi dan tidak ada lagi yang lebih tinggi darinya. Tugas kami dalam berdakwah adalah menguatkan akidah saudara kami yang ada di Nuu Waar yang sudah beragama Islam, serta kepada masyarakat pedalaman di Nuu Waar kami mengajarkan nilai dalam Islam yaitu kebersihan. Kami mengajarkan mereka mandi, membersihkan diri dari yang haram dan kotor, mengajarkan mereka berpakaian, dan  mengajarkan pemberdayaan.

Serta, menyampaikan kebenaran Islam dengan menjaga silaturahim. Dari situ, alhamdulillah, di antara mereka ada yang tertarik dengan Islam, lalu memutuskan untuk masuk Islam.   Di situlah mungkin kalangan pemimpin agama lain menganggap dakwah kami ini sebagai bentuk benturan akidah. Bahkan, di dunia maya kini beredar banyak tulisan yang menganggap dakwah yang dilakukan AFKN sebagai bentuk ancaman misi gereja. Sehingga segala bentuk ancaman telah kami lalui. Insya Allah semua itu kami hadapi dengan gembira, karena sesungguhnya yang kami hadapi belum seberapa dengan tantangan yang dihadapi oleh para Nabi dan Rasul Allah di zamannya. Untuk mendapatkan kekuatan itu, kami senantiasa mengharapkan pertolongan Allah SWT. Tidak ada yang dapat menolong kami, kecuali pertolongan Allah SWT.

Benarkah Islam merupakan agama tertua di Nuu War (Papua)?

Ya, Islam merupakan agama pertama orang Nuu Waar. Salah satu cerita yang berkembang di  Fakfak, Papua Barat, bahwa Islam masuk ke Papua dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah dari Kerajaan Samudera Pasai. Syaikh Iskandar Syah yang diperintahkan oleh Syaikh Abdurrauf  yang merupakan putra ke-27 dari waliyullah Syaikh Abdul Qadir Jailani ini mulai menjejakkan dakwahnya di Papua pada abad XIII tepatnya 17 Juli 1214 di Mesia atau Mes, daerah itu kini lebih dikenal Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak.

Orang pertama yang diajarkan oleh Syaikh Iskandar Syah bernama Kris-kris. Kris-kris ketika itu sudah menjadi menjadi Raja Patipi pertama. Kepada Kris-kris, Syaikh Iskandar Syah mengatakan, “Jika kamu mau maju, mau aman, mau berkembang, maka kamu harus mengenal Alif Lam Lam Ha (maksudnya Allah) dan Mim Ha Mim Dal (maksudnya Muhammad).” Tertegun Raja Kris-kris dengan nasihat dari ulama asal Pasai itu, hingga akhirnya ia menyatakan ingin memeluk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kris-kris banyak menimba ilmu kepada Syaikh Iskandarsyah. Kebetulan dalam perjalanan itu, Syaikh Iskandar membawa beberapa kitab, di antaranya mushaf al-Qur’an tulisan tangan, Hadits, Ilmu Tauhid, dan kumpulan doa-doa. Tiga bulan kemudian, Kriskris diangkat menjadi imam pertama di Mesia.

Ustadz Fadlan Garamatan Da’i ‘Sabun Mandi’ Dari Papua

Dalam buku Studi Sejarah Masuknya Islam di Fakfak yang diterbitkan oleh Pemda Kab Fakfak, Papua Barat menjelaskan pada tanggal 8 Agustus 1360 datang seorang mubaligh bernama Abdul Ghafar di Fatagar Lama. Kehadiran mubaligh asal Aceh ini di Semenanjung Onin dalam rangka mencari rempah-rempah yang melimpah ruah di Fakfak. Salah satu rempah yang terkenal di daerah ini  adalah buah pala. Sebagai seorang mubaligh, Abdul Ghafar sangat tekun menjalankan shalat lima waktu.

Kegiatan ibadah itu mendapat perhatian dari masyarakat sekitar, bahkan di antara mereka saling bertanyatanya perihal yang dilakukan oleh Abdul Ghafar. Setelah Abdul Ghafar berhasil beradaptasi dengan masyarakat dan mempelajari bahasa lokal, ia mulai mengajarkan agama Islam kepada masyarakat  termasuk tentang kegiatan ibadah yang ia lakukan setiap hari.

Abdul Ghafar  menjelaskan, dicatat dalam buku tersebut,  bahwa yang dirinya sedang menyembah Allah pencipta langit dan bumi, serta segala isinya.  Penjelasan ini menyentuh dan menggugah  hati penduduk setempat, hingga akhirnya  masyarakat mulai membuka diri untuk  menerima Islam.   Banyak lagi versi yang menceritakan tentang sejarah kedatangan Islam di Nuu Waar.

Namun, dari semua versi itu, para peneliti sejarah sepakat bahwa Islam lah agama yang lebih dulu masuk ke Nuu Waar. Bahkan, dua missionaris Kristen, Ottow dan Geisler, yang datang ke Mansinam (Manokwari) pada tahun 1855 bersama dengan penjajah Belanda.

Apa pengalaman yang paling berkesan bagi Ustadz dan AFKN saat dakwah di Nuu War?

Yang paling tidak lupa, ketika ratusan orang di Nuu Waar dalam satu kampung mengucapkan dua kalimat syahadat setelah diperkenalkan dengan sabun mandi, shampo, dan cara  mandi yang benar. Bayangkan hanya dengan cara itu mereka mengakui Islam sebagai agama benar dan lurus. Makanya, kalau dakwah di Jakarta dan daerah lainnya, saya seringkali menerima bantuan sabun mandi dan shampo untuk kami bawa ke Nuu Waar.

Tak heran kalau banyak orang menyebut saya sebagai dai ‘sabun mandi’.   Yang lainnya, ketika saya masuk ke dalam satu kampung di Nuu Waar. Subhanallah, kepala suku di kampung itu menyambut dengan mengarahkan panah ke arah saya. Bahkan, sejurus kemudian, busur panah itu dilepaskan hingga mengenai ke tangan saya. Tapi,  alhamdulillah, kepala suku itu akhirnya masuk Islam.

Masih ada nggak Stadz masyarakat Nuu War yang pakai koteka?

Iya, faktanya memang masih ada. Sepertinya memang sengaja dilestarikan dengan alasan budaya yang harus dilestarikan. Mohon doanya, insya Allah dengan dakwah yang terus kami lakukan ini mampu mencerahkan masyarakat Nuu Waar dengan nilai-nilai Islam.

Di satu sisi potensi kekayaan alam di Nuu War begitu luar biasa. Tapi di sisi lain banyak masyarakat mengakui Nuu War merupakan wilayah di Indonesia yang paling nggak keurus (terbelakang). Tanggapan Ustadz?

Ini memang satu tantangan tersendiri yang mesti dijawab dengan bahasa dakwah. Otonomi daerah yang dituntut oleh pejabatpejabat hanya dinikmati oleh segelintir orang.  Diperlukan sumber daya yang berkualitas dan amanah dalam mengelola SDA dan SDM di Nuu Waar. Itulah yang menjadi salah satu  fokus dakwah AFKN, yaitu menciptakan  generasi muda Nuu Waar yang memiliki intelektualitas, spiritualitas, dan cinta NKRI. Makanya, kami juga membawa anak-anak dari Nuu Waar untuk disekolahkan di pesantren,  sekolah, dan perguruan tinggi yang ada di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Mudahmudahan ketika mereka kembali ke Nuu Waar  nanti, akan mampu memecah persoalan di Nuu Waar.

Akhir-akhir ini sepertinya Ustadz sangat gencar ya mensosialisasikan donasi jilbab (hijab)? Gimana hasilnya selama ini?

Sebetulnya tidak hanya di akhir-akhir ini saja, selama saya berdakwah pun selalu mengimbau kepada kaum Muslimin, khususnya para Muslimat yang memiliki kelebihan jilbab agar bisa berbagi dengan para Muslimat yang ada di Nuu Waar. Salah satu dakwah AFKN yang mencerahkan adalah merubah kebiasaan dari tidak berjilbab menjadi berjilbab. Dengan berjilbab mereka nampak lebih rapi dan terlihat anggun, layaknya Muslimat dari Yaman.

Alhamdulillah, banyak umat Islam yang mendukung program ini. Tahun lalu, AFKN mendapat bantuan dari Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) berupa pakaian dan jilbab sebanyak 4 ton. Namun, barang itu hingga kini masih mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok karena terganjal dalam hal pengurusan. Lalu, belum lama ini juga saya hadir dalam acara Gerakan Seribu Hijab dari Solo untuk Irian. Jika ada kaum Muslimin yang ingin mendonasikan hijab atau jilbab, kami sangat menerima.

baca juga :

Agar Semangat Berdakwah

DAKWAH BIL SOSMEND

 

Masyarakat Nuu War sebenarnya tahu tidak sih Stadz, dengan fenomena privatisasi SDA yang dilakukan pemerintah di wilayahnya?

Sebagian besar masyarakat tahu mengenai hal itu, reaksi mereka pun berbeda-beda. Ada yang diam saja tak tahu melakukan apa, ada juga yang diam-diam mengambil keuntungan, bahkan ada juga yang akhirnya menuntut merdeka (disintegrasi). Sejujurnya memang pembangunan ini tidak berkeadilan. Tapi bagaimana kita menuntut keadilan, kalau secara SDM saja kita masih sangat kurang dan tidak memadai. SDM yang tidak memadai ini juga terjadi karena pendidikan di Nuu Waar masih sangat terbatas. Wallahu’alam.

Tahun ini, bakal diadakan Pemilu. Komentar Ustadz?

Umat Islam di Indonesia sudah beberapa kali mengikuti pemilu. Seharusnya, umat Islam ini bersatu dalam menghadapi pesta rakyat itu, tanpa memperhatikan golongan, partai, atau pun harakah. Semua bersatu, apapun bentuk perjuangan kita, untuk merancang sebuah siyasah Islam. Terkadang kita menginginkan terwujudnya syariat, tapi sikap kita tidak sesuai dengan syariat.

Pesan-pesan untuk D’Riser (pembaca D’Rise)

Jangan pernah berhenti untuk berjuang dalam Islam, serta mengharap pertolongan Allah SWT. Dengan itu kita pasti memenangkan pertarungan antara haq dan bathil. Doakan kami agar tetap istiqamah dalam perjuangan mencerahkan masyarakat Nuu Waar dengan cahaya Islam. Serta, sampaikan kabar gembira tentang Nuu Waar ini kepada kaum Muslimin lainnya. Wallahu’alam bishawab.*

Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD : Bergeraklah bersama pengemban dakwah

Pria kelahiran tahun 1973 ini telah menghabiskan saparuh usia dewasanya di negeri Paman Sam.Bukan sebagai TKI tapi justru pelajar dengansegudang prestasi. Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD Beliau berbagi ceritamenarik tentang pendidikan di luar negeri,perjalanannya meraih gelar doktor, hinggadunia remaja. Asli menarik dan inspiratif. Gakpake lama, silakan nikmati tetesan hikmahhasil interview kang Hafidz dengan pakarpenyakit kanker ini. Monggo…!

Gimana ceritanya Pak Rusdan bisameraih predikat Doktor di usia relatifmuda?


Sebenarnya merupakan kombinasiantara cita-cita, kesempatan, dan ijin Allahta’ala. Doktor usia muda (dibawah 30 tahun)bukan hal aneh di pendidikan tinggi amerika.Karena gelar doktor bukan puncak capaianakademik. Gelar doktor baru sebatas ijazahbahwa ia telah menjalani programpendidikan yang mestinya membuat diamampu berpikir secara independen danmestinya mampu menghasilkan ilmu barudengan melakukan aktifitas penelitian. Makakeberhasilan akademik akan diukur 10-20tahun setelah dia meraih gelar doktor,seperti seberapa banyak mahasiswa S3 yangdia bimbing, berapa banyak publikasi yang iabuat, dlsb. Jadi sejak sma, hingga S3 sayatidak jeda untuk bekerja dulu. Saya baru’semi bekerja’ sebagai postdoc seusai S3.Emang udah cita-cita Bapak meraihgelar doctor hingga ke luar negeri?


Alhamdulillah saya bersyukur sayadilahirkan di keluarga yang menghargaiprestasi ketimbang kekayaan materi. Sayajuga bersyukur memiliki guru-guru SMA yangsangat membangun motivasi. guru kami dulusangat peduli dengan moto ‘otak bolehjerman tapi hati tetap mekah’ dan selaluditekankan ke kami. Guru biologi saya punsangat taat dalam ibadah dan seringbercerita tentang kemajuan sains terutamabidang biologi molekuler.Awalnya saya memang fokus untukmenjadi dokter karena kebetulan saya inginmembantu orang dengan mengobatinya.Sains meski menarik tetapi saya di masaremaja di indonesia belum terpapar dengankehidupan saintis. Namun sejak saya gagalmasuk fakultas kedokteran UNDIP dan UI,saya lalu memutuskan untuk meneruskan keluar negeri.

Waktu SMA saya sempatmenjadi pertukaran pelajar sebelum sayapulang ke indonesia saya sempat mendapatijazah SMA di amerika dan mendaftar keuniversitas di sana. Namun setelah gagalmasuk universitas di indonesia, saya kembalike amerika untuk menemukan kata-kataguru biologi saya dulu.Dan subhanallah, selama S1 sayamagang di MD Anderson Cancer Center (kotaHouston negara bagian Texas, USA). Sayamendapat tugas untuk meneliti mekanismegenetik penyebab kanker. Dari situ sayabelajar bahwa memahami sains danmelakukan eksperimen dalam memahamipenyakit tidak kalah pentingnya denganmengobati penyakit. Dengan penelitian kitabisa menemukan inovasi untukmengendalikan bahkan mencegah kankersebelum terjadi.Paparan magang tersebut menjadibekal untuk bisa melamar S3.Kenapa S3 tidak S2 dulu?


karenadi amerika, tidak ada beasiswauntuk S2 biologi molekuler,tetapi banyak kesempatan untukmendapatkan beasiswa S3. Tapibagi saya bukan sekedar S3,tetapi saya memang memilihpembimbing S3 yangkepakarannya di bidang genetikkanker diakui dunia. Saat itu diindonesia bidang seperti inibelum pernah saya dengar, makasesuai dengan perintah quran utk ‘fasalu alaahl dzikr’ maka saya harus berguru ke luarnegeri. Di jaman saya mayoritas orang indolebih suka belajar bisnis dan engineering diluar negeri. Jadi pilihan saya memangtermasuk langka. Tetapi pilihan itupunkarena termotivasi oleh tantangan quranuntuk memperhatikan bagaimana untadiciptakan, menguasai sains sehingga kitabisa mengapresiasi sang Pencipta.Gimana kesan Bapak cukup selamatinggal di luar negeri sambilmengenyam pendidikan?


Saya tinggal di amerika selama 17tahun (1 tahun sma, 4 tahun S1, 8 tahun S3,4 tahun postdoctoral fellowship). Kira-kiraseparuh umur dewasa saya di sana. Diamerika saya banyak belajar mengenaikeragaman umat islam, problema dandinamikanya. Umat islam di amerika adalahkomunitas yang unik, terbelah antara arusuntuk integrasi (berbaur) atau untuk separasi(memisahkan diri). Generasi awal muslimcenderung untuk separasi dengan membuatkomunitas ‘eksklusif’. Tapi anak-anaknyayang tidak pernah hidup di negeri asal orangtuanya, cenderung untuk integrasi karenabagaimanapun mereka adalah ‘remajaamerika’. Maka di masjid, diskusi seputarintegrasi dan separasi selalu mewarnaiprogram kerja komunitas muslim di sana.Seperti apa sih kehidupan remaja diluar negeri sana?


Apakah seperti difilm-film yang keren, modern, danmaju?
Gambaran remaja dalam film-filmholywood memang tidak jauh berbeda darikehidupan nyata. Perilaku casual sexmemang seperti itulah. Tapi ada beberapahal yang menarik. Remaja di sana dibesarkandalam lingkungan yang menuntut merekauntuk mengekspresikan passion mereka danmempertanggungjawabkannya. Mereka jugadilatih untuk tidak bergantung kepada orangtua. Maka sejak sma mereka sudah bekerjapart-timer di gerai fastfood seperti macdonald sehingga bisa punya uang sakusendiri.

Mereka juga punya kepercayaan diriyang tinggi dengan pribadi mereka.Mereka pun sangat kompetitif dandisalurkan ke banyaknya ajang kompetisibaik olah raga, adu debat, seni, drama,musik. Pendanaan ajang-ajang tersebutditarik dari pajak dan para remaja tidak perlucari dana utk ikut kompetisi-kompetisitersebut, sehingga mereka cukup fokusuntuk mengekspresikan diri mereka secarakompetitif. Jadi peradaban sekuler memangmereka yakini benar-benar bahwa hidup inijangan terlalu di kekang oleh agama.Apakah remaja di sana juga samahebohnya dalam perayaan tahun baruatau valentine days?


Tentu saja, karena kehidupan merekabermuara ke pandangan hidup sekuler danmanisnya hidup adalah dengan bersenangsenang.Merekatidak memiliki konsep’sweetnessof iman’. Bagi merekaiman(faith) justru membosankan tidak menyenangkan sama sekali. Sebisa mungkinmerekamenjauhi agamakecualidalamtradisiritual komunal.Kunjungangerejapunlebihdipentingkanaspek komunalnya(kumpul2)bukanibadahnya.Makabagimerekatidak penting’asal muasal’

tahunbaru(yangmerupakanpraktikpaganyngbertentangandenganagamamerekasendiri).Valentin pun yang asalnya merupakanpenghormatan terhadap ‘wali’ mereka santovalentin, justru di artikan sebagai momenberbagi hawa nafsu. Jadi agama bagi merekasebisa mungkin disesuaikan untukkesenangan hidup, bukan hidup sesuaiagama, jadi kebalik-balik. Yah tapi wajarlah,ini kan mabda’nya sekuler, jadi begitulah.Menurut Bapak, apa masalah yangdihadapi remaja muslim di negerikita?


Krisis jati diri dan hilangnyapanutan. Mungkin mereka menganggapjadi aktifis itu ndak keren, dan jugabarometer kesuksesan sangat kentaldengan akumulasi materi (gadget, gayahidup).Gimana ya biar remaja muslimbisa berprestasi baik dari sisiakademis maupun skill nonakademis?


Memiliki komunitas yang memilikipandangan hidup islam ideologis sangatpenting. Remaja perlu pede bahwa taqwasebenarnya adalah kunci sukses. Merekajuga ndak boleh nge-les kalo prestasiakademik jeblok karena aktif ngaji. Salahbesar itu. Justru mereka harus ingat sabdanabi bahwa sebaik-baik muslim adalahmuslim yang kuat, termasuk kuat dalamakademik dan kuat dalam prestasi nonakademik(olah raga,seni, dan ekskullainnya).

Tapi di sisi lain mereka sebenarnya jugaperlu mentor, semacam ‘kakak’ yang ngertibahasa mereka dan bisa mengarahkan. Itusebabnya komunitas menjadi penting supayabisa saling menguatkan.Banyak remaja yang pengen bangetkuliah di luar negeri. Kayanya hebatdan pasti sukses. Menurut Bapak?

Sukses perlu di definisikan dulu barometernya apa dulu. Karena jangan sampai dalam mengejar kesuksesan jati diri sebagai muslim pun hilang. Maka niat awal itu penting banget. Kalau kita berangkat dengan niat untuk memperkuat barisan dakwah, membuat jaringan dengan anak2 muda muslim, tentu akan dahsyat sekali, karena di luar negeri wawasan kita terbuka tidak hanya di bidang yang kita ingin kuasai, tapi lebih dari itu kesempatan untuk bertemu dengan umat islam dengan berbagai ragam madhab dan pemikiran. Terakhir, ada pesan yang ingin disampaikan ke pembaca drise. Jadikan islam sebagai sumber inspirasi dan motivasi, jadilah ‘orang asing’ (ghuraba) dan bergeraklah dalam barisan pengemban da’wah. []

Ust Adian Husaini Praktisi Pemberantas arus Liberalisme

Jika driser pencinta novel sejati seharusnya nama ust Adian tidak asing lagi di telinga. Karya novelnya berjudul “KEMI-Cinta Kebebasan Yang Tersesat” yang menceritakan tentang lika-liku hidup penganut ajaran Liberal dan “dakwahnya”, sungguh menarik perhatian D’Rise sejak awal kemunculan novel tersebut beredar. Sebutan novelis memang kurang begitu afdhal untuk Ustadz Adian. Karena keluasan geraknya meliputi banyak hal (berbagai artikel lepas di web pribadi, harian surat kabar, audio di youtube, buku-buku non fiksi karangannya, dll). Tapi yang jelas karakter beliau selalu vulgar menelanjangi kebusukan Barat yang sarat dengan kebebasan peradabannya. Dan Alhamdulillaah, dalam edisi kali ini, di tengah kesibukannya yang super padat itu, beliau masih bisa dan mau menyempatkan ngobrol dengan HikariD’Rise via e-mail, Alhamdulillaah. So, ini dia! Cekidot!

Apa sih tantangan terbesar Ustadz dalam  menghadapi orang-orang Liber al yang bebal  itu? Jawab:  Tantang an terberat adalah  menghadapi or ang-orang yang secara formal  memiliki legitimasi k e’ilmuan (apak ah itu  professor ,kyai, doktor , dll) tetapi keliru atau  seng aja mengeliruk an orang lain.

Boleh gak tadz kita vonis orang liberal, kalo mereka itu sudah pasti susah untuk taubat? Jawab: Sebagai Muslim kita wajib berdakwah kepada mereka dengan hikmah, mauidzoh hasanah, dan mujadalah (debat) yang lebih baik.  Betapa pun, mereka manusia, bisa saja berubah. Meski pun, pengalaman saya, biasanya yang kadung jadi tokohnya, susah sekali berubah.

Apa y ang mes ti dilakukan pemerintah biar  sepak terjang orang Liberal bisa dikaran tina?  

Jawab:  Seharusn ya pemerintah memben tuk  B N P L  ( B a d a n  N a s i o n a l  P e n a n g g u l a n g a n   Liber alisme).

Gimana caran y a seor ang Muslim biar dan mudah berkorban dalam membela  agama ALLAH? Jawab:  Seseorangakan mau berkorban jika  ada motivasi yang melebihi kecin t aan k epada  aspek-aspek duniawi dan materi. K eimanan  adalah landasan y ang paling k ok oh. Seor ang  y ang y akin k epada ALLAH dan akhir ak an cin t a peng orbanan, sebab dia y a t, pas ti  akhir a t dia ak an mendapa tk an balasan y ang  melimpah dari ALLAH S WT . Karena itulah,  misi ut ama Nabi Ibr ahim dan par a Nabi  lainn y a adalah memperjuangk Tauhid. akin, di  an tegaknya  

Ada yang bilang, ‘Ilmu tersusah adalah ‘Ilmu Ikhlas. Menurut Ustadz? Jawab: Ya, ikhlas itu manifestasi iman. sehingga surat al-Ikhlas memang membahas tentang ketauhidan. Orang yang tidak ikhlas, apalagi riya’, beramal untuk mencari pujian manusia, mencerminkan kurang kokohnya keimanan, sehingga Rasulullah saw menyebutnya sebagai syirik kecil. Jadi, kalau mau ikhlas, ya harus yakin dengan ALLAH dan segala janji-janji ALLAH ini harus dilatih terus-menerus, agar bisa ikhlas. Saya yakin, sebelum kita bisa berjuang secara ikhlas untuk meraih ridho ALLAH, perjuangan kita tidak akan pernah menang. Apalagi kalau hanya untuk mencari hebat-hebatan dan pujian manusia, atau saling berlomba-lomba dan berbangga-bangga dengan kelompoknya.

Oh ya tadz, negara kita dapet predikat 5 besar negara terkorup. Padahal pemerintah gencar kampanye katakan “TIDAK! Pada Korupsi.”? Jawab: Korupsi itu berakar dari sikap serakah terhadap dunia dan salah pandang terhadap hakekat dunia dan akhirat. Orang yang korupsi itu bodoh sekali, karena semakin banyak dia punya harta, maka dia semakin berat tanggung jawabnya di akhirat. Harta yang halal saja berat tanggung jawabnya, apalagi harta yang haram. Jadi, bodoh sekali orang yang korupsi atau mengambil hak orang lain. Sayangnya, pendidikan kita secara umum diarahkan kepada kecintaan kepada dunia. Yang berhasil hanya yang berhasil secara ekonomi. Tidak ada tolok ukur kesuksesan secara kejiwaan. Bahwa orang yang sukses adalah yang berhasil melakuan tazkiyyatun nafs. Qad aflaha man zakkaahaa.

HAM sering dipak e or ang liber al un tuk  memojokk an s y ariah Islam. Menurut Ust?  Jawab:  Konsep HAM sek ular saa t ini perlu  dikritisi, k ar ena lepas dari aspek k e tuhanan.  Harusn y a HAM diliha t dalam per spektif Islam,  buk an sebalikn y a, Islam diliha t dari aspek  HAM. Itu artin y a mele t akk an k onsep HAM  l e b i h  t i n g g i  d a r i  k o n s e p  I s l a m  y a n g   ber dasark an w ah yu. Sa y angn y a, k onsep HAM  sek ular itu jus tru y ang diajark an di sek olah- sek olah saa t ini.

Nama : Adian Husaini

Tempat Tanggal Lahir : Bojonegoro, 17  Desember 1965

Pendidikan : – Madrasah Diniyah Nurul Ilmi Bojonegoro  (1971-1977) – Pondok Pesantren Ar-Rasyid Kendal  Bojonegoro ( 1981-1984) – Pondok Pesantren Ulil Albab Bogor (1988- 1989) – Lembaga Pendidikan Bahasa Arab, LIPIA  Jakarta (1988) – Lulusan Sarjana Kedokteran Hewan IPB  dan Master Hubungan Internasional Universitas Jayabaya Jakarta. Saat kuliah di Jayabaya, beliau memutuskan untuk berhenti menjadi wartawan dan fokus kuliah seraya aktif di KISDI-Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam sebagai Sekretaris Jenderal. – Saat ini sedang menempuh pendidikan program Doktor di Institute of Islamic Tought and Civilization-International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) dalam bidang pemikiran dan peradaban. – Sempat ditawari kuliah di Amerika tetapi beliau menolak karena idealismenya dan lebih jatuh cinta untuk kuliah di ISTAC karena menurut rekomendasi dari Ustadz Hamid Fahmi Zarkasyi, kampus ISTAC adalah kampus Islam yang tidak ada duanya di dunia Islam.

Aktivitas : – Ketua Program Doktor Pendidikan Islam  Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah  Indonesia (DDII) – Wakil Ketua Komisi Kerukunan Umat  Beragama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat – Peneliti aktif INSIST (Institute For The Study of Islamic Thought And Civilization) – Penulis Tetap acara Catatan Akhir Pekan Adian Husaini di Radio Dakta 107 FM Jakarta dan hidayatullah.com. – Dan masih banyak lagi yang tidak disebutkan.

Karya : Sudah sekitar 25 buku yang beliau tuliskan dan semuanya bernafaskan pemikiran yang secara tegas menentang ideologi di luar Islam. Sempat bukunya yang berjudul “Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi” meraih peringkat kedua sebagai buku terbaik di Islamic Book Fair 2007. Dan kini buku paling terbarunya ada “KEMI” Jilid 2 dan “Filsafat Ilmu, Perspektif Barat dan Islam” yang digarap bersama teman-temannya dan pakar di UIKA