Mayhem band black metal sejatI

dalam dunia musik ada aliran musik cadas yang namanya  Black Metal. Aliran ini bukan Cuma dikenal akan  musiknya yang keras. Tapi juga identik dengan ritual- D ritual penyembahan setan, antiTuhan, kekerasan, kematian,  seks, dandanan menjijikan bin menyeramkan, dan hal-hal ‘gelap’  lainnya. Salah satu band black metal yang besar adalah band  asal Norwegia yang bernama Mayhem.

Mayhem memang band black metal sejati. Aliran musik  mereka yang keras dengan lirik-lirik yang gelap tidak hanya ada  di atas panggung, tapi juga merasuk dalam keyakinan dan jalan  hidup mereka. Karena itulah mereka bisa mengatakan bahwa  band-band black metal di amerika Cuma band black metal  kacangan yang dandanan dan tingkahnya palsu. Hanya untuk  mendapatkan uang.

Mayhem didirikan tahun 1984 di Oslo, Norwegia, dan  dinobatkan sebagai band pelopor Norwegia Black Metal Scene.  Awalnya personel Mayhem hanya 3 orang: Oystein Aarseth  (alias Euronymous); Jorn Stubberurd (alias Necrobutcher), dan  Kjetil Manheim. Pada tahun 1986 masuklah Eirik Nordheim  (alias Messiah), dan Sven Erik Kristiansen (alias Maniac). Mereka  mulai melakukan tur di Eropa dengan mempertunjukkan aksi  panggung yang gila dan sadis! Aksi Euronymous dan Maniac yang paling ditunggu-tunggu.

Apalagi Maniac, dia sering mabuk berat, muntah, dan  jatuh pingsan di panggung. Bahkan dia pernah mencoba bunuh  diri di panggung. Karena ulahnya yang gila ini dia dipecat dan  ternyata dia benar-benar gila hingga harus dijebloskan ke rumah  sakit jiwa. Karena nggak tahan dengan dunia yang gelap dan  brutal seperti itu, Manheim pun hengkang dari Mayhem.  Sebagai pengganti mereka berdua, masuklah Per Yngve Ohlin  (alias Dead) dan Jan Axel Blomberg (alias Hellhammer). Di  antara mereka, Dead adalah orang yang paling aneh sekaligus  berdarah. Bard Eithun, personel band Emperor, berkomentar  tentang Dead: “Dia bukanlah orang yang bisa kamu kenal  dengan baik.

Saya rasa personel Mayhem yang lain pun tidak  mengenalnya dengan baik. Dia sangat sulit didekati. Saya  bertemu dengan dia 2 minggu sebelum dia mati. Dia punya  banyak sekali ide yang aneh. Saya ingiat Aarseth bicara  tentang dia, katanya dia tak punya sedikit pun selera humor.  Saya rasa dia tidak menikmati hidup di dunia ini.” Dead adalah seorang yang melankolis, menyukai  tema-tema kematian, pembusukan, dan kegelapan. Dan dia  memang benar-benar aneh. Suatu kali dia pernah  mengubur pakaiannya di dalam tanah. Setelah beberapa  minggu dia menggalinya lagi, dan pakaian yang sudah  membusuk itu dia pakai ketika konser Mayhem.

Dia juga  pernah memasukkan bangkai gagak ke dalam sebuah  kantong plastik, untuk menghirup aroma kematian. Dia juga  sering melukai dirinya sendiri dan seolah-olah senang  dengan darah yang tertumpah di tubuhnya. Kepala-kepala  babi yang ditusukkan ke tombak pun dijajarkan di sekitar  panggung. Gila dan serem banget kan? Pada tahun 1990 ketika mempersiapkan album De Mysteriis  Dom Sathanas, Mayhem menyewa sebuah rumah di hutan pinggiran  Oslo.

Di sanalah mereka mulai menulis lagu dan aransemen musik.  Pada tahun 1991, Dead benar-benar ‘dead’ di rumah itu dengan  menembakkan sebuah shotgun ke kepalanya. Mayat Dead pertama  kali ditemukan di sebuah kamar yang terkunci oleh Euronymous.  Selain luka tembak yang membuat kepalanya pecah, ditemukan juga  luka sayatan di pergelangan tangannya.  Di dekat mayat Dead juga ditemukan surat terakhir yang  isinya: “Excuse all the blood, cheers” (sori banget darahnya ye). “The  knife was too dull to finish the job so I had to use the shotgun”  (pisaunya tumpul banget buat ngerjain beginian, jadi ane pake  shotgun aja ye).

Saat perama kali Euronymous menemukan mayat  Dead, bukannya manggil ambulance atau polisi, eehh dia malah  ngambil kamera, trus asyik motret-motret mayat kawannya sendiri  yang mati dengan tragis. Foto orang bunuh diri itu kemudian jadi  cover album bootleg Mayhem yang bertajuk Dawn of the Black  Hearts. Emang udah pada koplak. Occultus, yang menggantikan Dead di Mayhem, bercerita:  “Dia nggak ngerasa dirinya itu manusia.

Dia nganggap dirinya itu  semacam makhluk dari dunia laen. Katanya dia sering ngerasa  darahnya tu beku, dan dia sering ngerasa bahwa dia udah mati.  Karena itulah dia pake nama ‘Dead’. Dia tahu dia bakal mati.”  (Akhirnya beneran mati kan lu Dead?) Kata Hellhammer, waktu Euronymous nemuin mayat Dead  dia mengambil beberapa potong otaknya dan bikin sop dicampur  daging, sayuran, dan merica, trus dicampur otaknya si Dead yang  udah ‘dead’. Euronymous juga bikin kalung dari beberapa serpihan  tengkoraknya si Dead. Dasar, koplak kok dipelihara.

Untuk  mengamalkan ajaran-ajaran satanisme, personel-personel Mayhem  pun sering terlibat upaya pebakaran gereja. Berkali-kali dikejar polisi  dan masuk penjara. Nah, keliatan banget kan, ternyata musik itu  bukan Cuma enak didenger, tapi juga sering kali di dalamnya ada  ajaran tertentu yang sangat berbahaya buat keimanan dan diri kita.  So, waspadalah sama musik![Isa]

AUDIO TERBAIK UNTUK SANG BUAH HATI

Seorang ibu tengah asyik memegang  headset audionya di sebuah  Staman. Sayup-sayup terdengar  alunan musik klasik dari gadget itu.  Meski terhanyut, tapi sang Ibu tetep  bisa dengar dengan jelas celoteh  anak-anak yang lagi bermain mengisi libur  sekolahnya. Kok bisa ya? Apa sang  Ibu termasuk bionic women yang  punya daya pendengaran fantastis?  

Jawabannya mutlak bukan. Lantaran  headsetnya dia taro di perutnya yang tengah  hamil. Bukan dikedua telinganya.  Hehehehe… Yup, sebuah penelitian pernah bilang,  musik klasik bagus untuk perkembangan otak  janin. Tapi itu dulu. Sekarang, ternyata  penelitian terbaru menyatakan kalo musik  klasik tidak memiliki pengaruh apapun  terhadap kemampuan kognitif seorang anak.  Itu artinya, mendengarkan musik klasik tidak  mencerdaskan anak sebagaimana yang  selama ini sering digembor-gemborkan  selama lebih dari 15 tahun!

Salah seorang ibu bertutur “Dulu,  sebelum saya mengenal banyak keajaiban Al-Qur’an, saya cenderung memegang  pendapat bahwa musik klasik dapat  merangsang perkembangan otak janin dan  mencerdaskan anak. Tapi, beberapa tahun  kemudian, saya mulai berpikir, jika mozart  yang ciptaan manusia saja bisa  mencerdaskan anak, maka tentu Al-Qur’an  yang merupakan mukjizat yang telah Allah  berikan kepada kita ini lebih dapat  mencerdaskan anak.” Musik Klasik Bukan yang Terbaik Pada tahun 1998, Don Campbell,  seorang musisi sekaligus pendidik, bersama  Dr. Alfred Tomatis yang psikolog,  mengadakan penelitian untuk melihat efek  positif dari beberapa jenis musik.

Hasilnya  dituangkan dalam buku mereka yang di  Indonesia diterbitkan dengan judul ‘Efek  Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik  Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan  Kreativitas dan Menyehatkan Tubuh’. Banyak fakta menarik yang diungkap  Campbell dan Tomatis. Diantaranya, adany hubungan yang menarik antara musik  dan kecerdasan manusia. Musik (klasik)  terbukti dapat meningkatkan fungsi otak  dan intelektual manusia secara optimal.  

Campbell kemudian mengambil  contohkarya Mozart, Sonata in D major K  488 yang diyakininya mempunyai efek  stimulasi yang paling baik bagi bayi. Sedangkan menurut Dra. Louise,  M.M.Psi., psikologi sekaligus terapis musik  dari Present Education Program RSAB  Harapan Kita, Jakarta, sesungguhnya bukan  hanya musik Mozart yang dapat digunakan.  Semua musik berirama tenang dan  mengalun lembut memberi efek yang baik  bagi janin, bayi dan anak-anak. Lebih sering  disebut efek Mozart sebab musik-musik  gubahan Mozart-lah yang pertama kali di  teliti. Dan ternyata itu benar.

Beberapa  orang peneliti dari University of Vienna,  Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin  Voracek dan Anton K. Formann dalam riset  mereka yang diberi judul “Mozart Effect”  mengemukakan kesalahan besar dari hasil  penelitian musik yang melegenda ini.  Pietschnig dan kawan-kawannya  mengumpulkan semua pendapat dan  temuan para ahli terkait dampak musik  Mozart terhadap tingkat intelegensi  seseorang kemudian mereka membuat  riset terhadap 3000 partisipator.

Hasilnya  ternyata sangat mengejutkan! Berdasarkan  penelitian terhadap ribuan partisipator itu,  Pietschnig dan rekan-rekannya  menyimpulkan bahwa tidak ada stimulus  atau sesuatu yang mendorong peningkatan  kemampuan spasial seseorang setelah  mendengarkan musik Mozart. Senada dengan Jacob Pietschnig dan  kawan-kawannya, sebuah tim peneliti  Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog,  filsuf, pendidik, dan ahli musik  mengumpulkan berbagai literatur dan fakta  mengenai efek mozart ini.

Mereka  mengemukakan bahwa sangat tidak  mungkin mozart dapat membuat seorang  anak menjadi jenius. Penelitian terbaru ini  membantah habis-habisan hasil riset  psikolog Frances Rauscher dan rekan-rekannya di University of California pada  tahun 1993 yang mengemukakan bahwa  musik Mozart ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal  mengenai spasial.

Wow…padahal, selama  ini kita sudah terlanjur percaya pada  legenda musik klasik ini, ya? Ayat Suci Al-Qur’an, Yang Terbaik! Al-Qur’an adalah mukjizat yang telah  Allah jamin kemurniannya hingga hari  kiamat kelak. Ada banyak kemuliaan dan  kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an. Salah  satunya adalah Al-Qur’an dapat  merangsang perkembangan otak anak dan  meningkatkan intelegensinya. Setiap suara  atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan  panjang gelombang tertentu. Nah,  ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca  dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan  tajwid memiliki frekuensi dan panjang  gelombang yang mampu mempengaruhi  otak secara positif dan mengembalikan  keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang  sangat baik untuk tubuh, seperti;  memberikan efek menenangkan,  meningkatkan kreativitas, meningkatkan  kekebalan tubuh, meningkatkan  kemampuan konsentrasi, menyembuhkan  berbagai penyakit, menciptakan suasana  damai dan meredakan ketegangan saraf  otak, meredakan kegelisahan, mengatasi  rasa takut, memperkuat kepribadian,  meningkatkan kemampuan berbahasa, dsb. Pada asalnya, milyaran sel saraf  dalam otak manusia bergetar secara  konstan. Sel ini berisi program yang rumit  dimana milyar sel-sel di sekitar berinteraksi  dalam sebuah koordinasi yang luar biasa  yang menunjukkan kebesaran Allah. Sebelum bayi lahir, sel-sel otaknya  mulai bergetar berirama secara seimbang.  

Tapi setelah kelahirannya, tindakan masing-masing akan mempengaruhi sel-sel otak  dan cara mereka bergetar. Jadi jika  beberapa sel otak tidak siap untuk  mentoleransi frekuensi tinggi, ini dapat  menyebabkan gangguan dalam sistem getar otak yang pada gilirannya  menyebabkan banyak penyakit fisik dan  psikologis. Seorang peneliti bernama Enrick  William Duve menemukan bahwa otak  bereaksi terhadap gelombang suara  tertentu. Dan gelombang tersebut dapat  berpengaruh secara  positif dan negatif.  Ketika beredar  informasi bahwa  musik klasik  berpengaruh  terhadap  perkembangan  otak  manusia,  banyak  kalangan  menggunakan  musik klasik sebagai obat terapi.

Tapi, Al-Qur’an tetaplah obat yang  terbaik. Terapi dengan Al-Qur’an terbukti  mampu meningkatkan kecerdasan seorang  anak, menyembuhkan berbagai penyakit,  dsb. Ini dikarenakan frekuensi gelombang  bacaan Al-Qur’an memiliki kemampuan  untuk memprogram ulang sel-sel otak,  meningkatkan kemampuan, serta  menyeimbangkannya. Satu lagi, Al-Qur’an diturunkan  dengan bahasa Arab, yakni bahasa yang  memiliki nilai sastra yang tinggi, dan  bahasa nomor satu yang paling sulit untuk  dipelajari. Kita tahu, bahwa tidak ada  satupun dari kita yang mampu menandingi  keindahan bahasa Al-Qur’an. Namun,  tahukah Anda, bahwa ternyata jika kita  mampu berbahasa Arab dapat  memudahkan kita untuk menguasai  bahasa asing lainnya? Anak-anak yang terbiasa membaca  Al-Qur’an disertai dengan memahami  maknanya, ternyata memiliki  kemampuan berbahasa yang lebih baik  daripada anak-anak lain.

Bahkan meski  bahasa tersebut masih asing, ia tidak  membutuhkan waktu yang lama untuk  kemudian menguasainya, insya Allah. Driser, janin usia 7 bulan sudah dapat  merespon suara-suara di sekitar ibunya.  Nah, untuk itulah, penting bagi ibu hamil  untuk banyak-banyak memperdengarkan  Al-Qur’an kepada janinnya. Kita tidak  mengharapkan mereka mengerti dan  memahami apa yang kita baca. Namun,  membiasakannya mendengarkan Al-Qur’an  sejak dalam kandungan, membantunya  untuk tumbuh dengan intelegensi tinggi,  kemampuan berbahasa yang baik, dan  kepribadian yang baik pula. Dan kalo buat  kita yang udah remaja en remaji, pastinya  al-Qur’an gak sekedar bacaan dong. Tapi  dijadikan panduan untuk jalani kehidupan.  Biar hidup jadi lebih hidup! [341, dari  berbagai sumber]

Olah Raga paling populer

goooooooolll….!!!” teriakan  komentator dari stadion  Gmemancing sorak-sorai dan  keramaian para bola mania di rumah,  lapangan, sampe cafe-cafe yang  menggelar acara nonton bareng. Yup,  pastinya bukan lagi pada nonton idol-idolan dong.

Tapi tingkah polah 22  orang yang berebut 1 bola. It’s soccer  time! Kayaknya semua orang  sepakat, bahwa sepakbola merupakan  permainan dan olahraga paling populer  sejagat. Kalau dijumlah-jamleh,  penggemar sepakbola di seluruh dunia  terhitung sebanyak 3,5 milyar orang.  Nggak heran juga sih, dalam satu  pertandingan saja, permainan yang di  Amerika disebut soccer dan di Inggris  disebut football ini selalu menyedot  puluhan sampai ratusan ribu penonton.  Menurut situs resmi FIFA,  permainan sepakbola ini sejarahnya  bisa dilacak sampai zaman Dinasti Han  di Cina, yaitu sekitar abad 3 sampai 2  sebelum masehi. 

Permainan ini disebut  cuju (bukan SuJu ya!) dan sangat  populer di kalangan militer dan  bangsawan. Pada zaman dinasti Song  (960-1279), cuju sudah dimainkan oleh  semua kalangan, bahkan sudah dikenal  adanya pemain cuju profesional. Era  persepakbolaan modern dimulai  dengan dibentuknya Football  Association di Inggris tahun 1863.  Sepakbola ala Inggris itu kemudian  menyebar di koloni-koloni jajahan  Inggris dan negeri-negeri yang  terpengaruh budaya Inggris. Sebagai salah satu bentuk  olahraga, sepakbola sangat bermanfaat  untuk kesehatan.

Menurut hasil riset  yang dipublikasikan dalam  “Scandinavian Journal of Science and  Medicine in Sports”, sepakbola yang  dilakukan 2-3 jam per minggu dapat  meningkatkan ketahanan jantung, otot  tulang belakang dan metabolisme  tubuh. Permainan yang cocok buat  semua umur ini juga direkomendasikan  bagi penderita hipertensi.

Selain  manfaat medis, sepakbola juga  mempunyai manfaat sosiologis dan  psikologis lho, diantaranya melatih  teamwork dan empati sesama anggota  tim. Serunya bermain sepakbola juga  baik untuk mengobati depresi. Jadi  buat yang stress, sepakbola patut  dicoba. Selain sisi positif, ternyata  sepakbola juga seringkali digunakan  sebagai ajang berjudi dan taruhan.  Mulai dari yang ecek-ecek, sampai judi  kelas kakap. Perjudian ini bahkan  sempat dilegalkan pemerintah kita  pada tahun 1985 dengan diresmikan  dan diedarkannya Kupon Undian  Berhadiah Porkas Sepak Bola. Kupon  tebakan Menang-Seri-Kalah ini  diterbitkan seminggu sekali oleh  Departemen Sosial, yang konon  keuntungannya mencapai 1 Milyar per  minggu! Duit haram tuh!  

Walaupun sekarang porkas  sudah punah, tapi judi sepakbola itu  sendiri masih eksis. Coba saja ketik  keyword “judi bola” atau “taruhan  bola” di google, dijamin halaman  pertama alias ‘pej-wan’ dihiasi  oleh urutan situs judi bola yang  beroperasi terang-terangan.  Bahkan bandar-bandar judi bola  yang besar jadi sponsor resmi klub-klub sepakbola ternama. Sebut saja  Bwin, 888.com, Mansion, dan  SBOBet. Keuntungan menggiurkan  dari bisnis judi ini nggak jarang  menimbulkan konflik kepentingan  di tubuh asosiasi persepakbolaan.  Pertandingan pun diintervensi,  mulai dari menyuap wasit, sampai  pengaturan skor pertandingan.  

Nggak jarang juga sepakbola dijadikan  tunggangan demi kepentingan  kampanye dan politik.  Selain judi dan skandal politik,  hal negatif lain yang sering jadi sorotan  adalah fanatisme suporter klub  sepakbola yang ekstrim. Fanatisme  buta ini seringkali menyebabkan  bentrok antar suporter yang bisa  meluas hingga keluar stadion. Seperti  kelakuan kaum hooligan, fans fanatik  Inggris yang hampir selalu menyulut  kerusuh di setiap pertandingan.

Apalagi  kalau kesebelasan yang mereka jagokan  kalah. Karena itulah suporter bola di  manapun yang suka mengacau disebut  hooligan.  Ekstrimisme kaum hooligan  bukan cuma soal sepakbola, beberapa  ada yang beraliran anarkis, rasis dan  neo-Nazi. Liputan investigasi Harian  The Sun mengungkap rencana yob  (hooligan) Ukraina untuk melakukan  kerusuhan dalam laga lawan Inggris di  Piala Eropa 2012. Para yob ini dilatih ala  militer oleh kelompok ekstrim ‘The  Patriot of Ukraine’ supaya lihai dalam  membuat kerusuhan. Dalam video yang  direkam diam-diam oleh tim The Sun,  tampak para pemuda & pemudi yang  berlatih melempar pisau dan  menggunakan senjata api seperti dalam  perang sungguhan. Paraahh! Bukan cuma di luar negeri,  budaya rusuh juga sering mewarnai  pertandingan bola di negeri mayoritas  muslim ini.

Mulai dari level kampung  sampai liga resmi nan bergengsi.  Kayaknya kalau nggak rusuh, nggak  rame!  Padahal Rasulullah Saw  melarang fanatisme kelompok  (‘ashabiyah) dengan keras. “… Dan  barangsiapa berperang di bawah panji  ‘ashabiyyah, marah karena  ‘ashabiyyah, atau menyeru kepada  ‘ashabiyyah, atau menolong kerabat  (dalam kedzaliman), kemudia ia  terbunuh, maka matinya adalah mati  jahiliyyah…” [HR. Imam Muslim]

Driser, kita musti hati-hati dengan  sepakbola. Jangan sampai permainan  yang hukumnya mubah ini malah  menyeret kita kedalam maksiat. Ujung-ujungnya melenakan dan mengalihkan  umat Islam dari kewajibannya untuk  berdakwah memperjuangkan dan  melaksanakan syari’at Alloh. Carefull  guys![Ihsan]

THE MOST PRODUCTIVE PEOPLE

Sebelum datangnya Islam, bangsa Arab  hanyalah sekumpulan orang-orang  Scupu bin kampungan. Terjepit di antara  dua peradaban besar dunia, Romawi dan  Persia. Bahkan keberadaannya diantara dua  peradaban itu sama sekali tak dipedulikan.

Tapi setelah Islam menjadi nafas bangsa  Arab, bangsa yang kuper itu seketika bangkit,  menyaingi bahkan akhirnya mengalahkan  peradaban Romawi dan Persia yang sudah  lebih dulu eksis ribuan tahun.  Kemajuan peradaban Islam terlihat  dengan pesatnya perkembangan ilmu  pengetahuan yang ditandai bejibunnya  jumlah perpustakaan yang tersebar di kota-kota kaum muslimin.

Ada Perpustakaan  Baitul Hikmah yang didirikan oleh Khalifah  Harun Al Rasyid di akhir abad 8 M  menyimpan 2 juta jilid buku. Perpustakaan Al  Hakim di Andalusia mempunyai berbagai  buku dalam 40 kamar yang setiap kamarnya  berisi 18.000 jilid buku sedangkan  perpustakaan Cordova pada abad 10 Masehi  mempunyai 600.000 jilid buku.  Sementara di  Eropa abad 14 M, perpustakaan Gereja  Canterbury yang merupakan perpustakaan  dunia Barat yang paling komplit saat itu  jumlah bukunya hanya 1.830 jilid buku.

Perpustakaan-perpustakaan dalam  peradaban Islam selain menjadi gudangnya  buku, juga berfungsi sebagai universitas  sebagai tempat menuntut berbagai macam  ilmu, lembaga penelitian dan aktivitas-aktivitas  intelektual seperti  menerjemahkan teks-teks penting dari  bahasa Yunani, Latin atau Syria. Menurut  sejarawan Oliver Leaman, proses  penerjemahan yang dilakukan ilmuwan  muslim terhadap karya-karya Yunani ini  tidak hanya terjemahan secara literal,  tetapi meliputi kajian teks, memberi  komentar, memodifikasi dan  memperbaharui  sehingga melahirkan  teori dan pemikiran baru yang berbeda  sama sekali dari sumber Yunani.

Oliver Leaman melanjutkan,  bahwa pada masa peradaban agung  (Islam) di Andalus, siapapun di Eropa yang  ingin mengetahui sesuatu yang ilmiah ia  harus pergi ke Andalus. Di waktu itu  banyak sekali problem dalam literatur Latin  yang masih belum terselesaikan, dan jika  seseorang pergi ke Andalus maka  sekembalinya dari sana ia tiba-tiba mampu  menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi  Islam di Spanyol mempunyai reputasi  selama ratusan tahun dan menduduki  puncak tertinggi dalam pengetahuan  filsafat, sains, teknik dan matematika.

Buku-buku yang jumlahnya  melimpah dalam peradaban Islam lahir  dari para ulama dan ilmuwan muslim yang  merupakan orang-orang yang paling  produktif berkarya. Seorang  ulama/ilmuwan bahkan bisa menulis  puluhan hingga  ratusan buku. Sebut saja  Al-Ghazali (1058–1111),  ulama besar yang digelari  Hujjatul Islam itu menulis  tak kurang dari 100 buku.

Contoh lain misalnya Al-Razi (865–925), yang di  Barat dikenal dengan Rhazes  itu menghasilkan 224 judul  buku, setengah diataranya khusus  membahas kedokteran.  Banyaknya karya yang dihasilkan  para ulama dan ilmuwan tersebut  menunjukkan betapa luas dan banyaknya  ilmu yang mereka kuasai. Yep, kebanyakan  ilmuwan-ilmuwan islam adalah polymath,  alias menguasai banyak banyak bidang  ilmu. Bahkan banyak diantara mereka  merupakan ulama yang faqih sekaligus.

Ibnu Khaldun (1332–1406) misalnya, selain  ulama yang faqih dan hafiz, beliau juga  seorang ekonom, sejarawan, astronom,  sosiolog, matematikawan, dan ahli strategi  militer.Selain seorang mujtahid, Ibnu  Rusydi atau Averroes (1126–1198) juga  psikolog, astronom, geografer,  matematikawan, fisikawan dan musisi.  Driser, pencapaian yang  luarbiasa ini pastinya bukan hanya karena  kejeniusan para ulama-ilmuwan tersebut,  tapi juga karena kerja keras dan ketekunan  dalam menuntut ilmu.

Seperti sosok Abu  Hurairah ra., sang penghafal hadits Nabi  Saw itu ternyata membagi waktu  malamnya untuk shalat malam, menghafal  dan sedikit untuk tidur. Imam al-Bukhari  mengkaji kitab Ar-Risalah karya imam  Syafi’i berulang-ulang sampai 700 kali!  Beliau juga menyusun kitab Al-Jami’ yang  dipilih dari 600.000 hadits selama 16  tahun. Widih widih…! Satu lagi yang gak  boleh kita lupain, peran negara khilafah  yang mendukung sepenuh hati setebal  dompet terhadap perkembangan ilmu  pengetahuan sehingga peradaban Islam  bisa eksis dan mendunia.[ihsan]

BUKU YANG MENGUBAH DUNIA

Para ulama dan ilmuwan muslim banyak menulis kitab-kitab yang  sangat penting dan berpengaruh, berikut ini sedikit diantaranya  Pyang paling terkenal:

  1. Al-Jabr wa-al-Muqabilah Kitab ini ditulis oleh Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing”. Kitab yang  dirampungkan tahun 820 M ini adalah peletak dasar matematika  modern, dan masih dijadikan rujukan hingga sekarang.
  2. Muqaddimah Kitab ini merupakan karya monumental Ibnu Khaldun ada abad ke-14 M. Kitab yang juga dikenal sebagai Prolegomena ini adalah karya pertama yang mengkaji filsafat sejarah, ilmu-ilmu sosial,  demografi, histografi serta sejarah budaya.  IM Oweiss dalam  karyanya bertajuk  Ibn Khaldun: A fourteenth-Century Economist  menilai, Muqaddimah merupakan salah satu buku perintis ekonomi  modern.