Badai Matahari

Isu badai matahari pada awal Januari 2012 silam cukup menyita  perhatian publik. Ini bukan persoalan sepele. Karena  bercermin pada kejadian dulu, tak ayal dampak badai matahari  I sampai ke bumi dan mengganggu jaringan interkoneksi. Dari  sambungan telegraph tahun 1859 (peristiwa Carrington Event)  hingga gangguan navigasi penerbangan pesawat.  Menurut peneliti matahari, dari Lembaga Penerbangan dan  Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Clara Yono Yatini, badai  matahari yang terjadi Senin sore, 23 Januari 2012, termasuk tipe  II. “Tipe itu menandakan adanya gelombang kejut karena ada  partikel matahari yang meloncat,” katanya, Rabu, 25 Januari 2012.  

Dari hasil pengamatan Lapan, dampak badai itu sudah sampai ke  Bumi dan terasa di Indonesia. “Lapisan ionosfera terganggu  sehingga menimbulkan gangguan komunikasi radio pada 23  Januari sore. Dari tadi ngomongin badai matahari. Kayak yang ngeh aja  pengertianya. Hehehe.. Nih, biar obrolannya  nyambung, badai matahari adalah peristiwa yang  berkaitan dengan bagian atmosfer. Badai  matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika  energi magnetik yang terbentuk di atmosfer  Matahari. Ini adalah siklus 11 tahunan matahari  serta mempunyai kekuatan 10 kali lipat lebih  besar dibanding ‘angin matahari’ biasa. Plasma  Matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan  Kelvin beserta partikel-partikel lainnya  berakselerasi mendekati kecepatan cahaya. Total  energi yang dilepaskan setara dengan jutaan  bom hidrogen berukuran 100 megaton.  

Jumlah dan kekuatan badai Matahari  bervariasi. Ketika Matahari aktif dan memiliki  banyak bintik, badai Matahari lebih sering  terjadi bersamaan dengan luapan massa korona.  Korona merupakan lapisan terluar dari  Matahari. Lapisan ini berwarna putih, namun  hanya dapat dilihat saat terjadi gerhana karena cahaya yang  dipancarkan tidak sekuat bagian Matahari yang lebih dalam. Saat  gerhana total terjadi, korona terlihat membentuk mahkota cahaya  berwarna putih di sekeliling Matahari. Lapisan korona memiliki  suhu yang lebih tinggi dari bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat Fahrenheit, namun di beberapa bagian bisa  mencapai suhu 5 juta derajat Fahrenheit.

Badai Matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar  terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronot, dan terutama  sistem telekomunikasi Bumi. Tapi sebenarnya kejadianya bisa  lebih parah jika bumi tidak memiliki daya magnet yang berfungsi  sebagai perisai dari dampak badai matahari.  Sempet beredar berita hoax terkait badai matahari yang  menyebar di BBM atau pesan singkat seperti  “Pengumuman..PENTING!!! tepat jam 11 nti mlm adalah puncak  BADAI Matahari paling tinggi yg pernah trjd dr thn 2005  silam..suhu bumi meningkat ckp signifikan mulai malam ini  sampai bsk mlm, jadi yg mau keluar rumah tolong lindungin  kulit..yg pake hape jgn pake tlp kalo bs krn radiasi ckp bsr.” ” tulis  pesan berantai itu, yang okezone kutip Rabu (25/1/2012).  

Padahal yang bener, bagi kita yang berada di permukaan  Bumi, relatif aman terlindungi oleh medan magnetik Bumi.  Pengaruh langsung dari badai matahari ini hanya dialami oleh  binatang-binatang yang peka terhadap medan magnetik Bumi.  Misalnya burung-burung, lumba-lumba, dan paus, yang  menggunakan medan magnetik Bumi untuk menentukan arah,  untuk sesaat ketika badai matahari terjadi, mereka akan  kehilangan arah. Driser, ketika ada fenomena semacam badai matahari, kita  nggak perlu panik dan terjebak dalam kepercayaan yang  menyesatkan. Tenang dulu terus kaji lebih dalam faktanya. Please  deh…! Hari gini kan informasi bisa didapat secepat kilat. Tinggal  koneksi internet terus tanya mbak google. Tadaaa…! keluar deh  informasinya. Yang penting, kita tahu kalo badai matahari adalah  bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang harus kita yakini  untuk menambah keimanan. Sip! [Ridwan]

Beberapa peristiwa yang berkaitan dengan badai matahari yang  terjadi dalam abad ke-20 dan 21:

  1. 13 maret 1989. Badai geomagnetik menghasilkan arus listrik induksi eksesif hingga ribuan ampere pada sistem interkoneksi kelistrikan Ontario Hydro (Canada). Arus induksi eksesif ini  menyebabkan sejumlah trafo terbakar. Akibat dari terbakarnya  trafo tsb, jaringan listrik di seluruh Quebec (Canada) putus  selama 9 jam. Guncangan magnetik badai sekitar seperempat  Carrington event, (sekitar 400 nT). Aurora teramati sampai di  Texas.  
  2. Januari 1994 : 2 buah satelit komunikasi Anik milik Canada rusak akibat digempur elektron-elektron energetik dari Matahari. Satu satelit bisa segera pulih dalam waktu beberapa  jam, namun satelit lainnya baru bisa dipulihkan 6 bulan  kemudian. Total kerugian akibat lumpuhnya satelit ini disebut  mencapai US $ 50 – 70 juta.
  3. November 2003 : Mengganggu kinerja instrumen WAAS berbasis GPS milik FAA AS selama 30 jam. 4. Januari 2005: Berpotensi mengakibatkan black-out di frekuensi HF radio pesawat, sehingga penerbangan United Airlines 26  terpaksa dialihkan menghindari rute polar (kutub) yang biasa  dilaluinya.

BATU HITAM BERCAHAYA

hajar Aswad kayanya bagian Ka’bah yang paling populer dan  menyedot banyak perhatian, khususnya pada puncak ibadah haji.  Bayangin aja, jamaah haji yang berduyun-duyun tawaf di sekeliling  H ka’bah berlomba-lomba agar bis mendekati Hajar Aswad dan menciumnya.  

Ada yang berhasil, tapi tak sedikit yang tersingkir. Untung-untungan gitu  deh. Ampe segitunya jamaah haji rebutan mencium Hajar Aswad alias batu  hitam. Emang apa keistimewaannya?  Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Hajar Aswad  turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi  hitam akibat dosa-dosa bani Adam. Dan konon cahayanya bisa menerangi  seluruh zajirah Arab.

Subhanallah! Hajar Aswad kini ada di salah satu sudut Ka`bah yang mulia yaitu di  sebelah tenggara dan menjadi tempat start dan finish untuk melakukan  ibadah tawaf di sekeliling Ka`bah. Dinamakan juga Hajar As`ad, diletakkan  dalam bingkai dan pada posisi 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Batu  yang berbentuk telur dengan warna hitam kemerah-merahan. Di dalamnya  ada titik-titik merah campur kuning sebanyak 30 buah.

Dibingkai dengan  perak setebal 10 cm buatan Abdullah bin Zubair, seorang shahabat  Rasulullah SAW.  “Hajar Aswad yang sekarang tidak seperti masa nabi Ibrahim ketika  pertama kali membangun ka’bah , namun sekarang hanya beberapa  fragmen,” begitulah yang dikatakan Dr Ahmad Moraei, profesor dari Umm  al-Qura University, seperti dimuat situs Al Arabiya. Lantas, kemana pecahan  batu yang lainnya? Awalnya, Hajar Aswad adalah sebuah batu yang utuh berdiameter  sekitar 30 centimeter tapi pada musim haji tahun 317 H.

Bani Qarmati  mengambil batu itu dan menguasainya hingga 22 tahun. Baru pada tahun  339 H  batu itu dikembalikan ke Mekah oleh Khalifah Abbasiyah Al-Muthi’  lillah setelah ditebus dengan uang sebanyak 30.000 Dinar.  Kisah menarik tentang batu ini adalah ketika masa Rasulluwlah ketika  beliu belum di angkat menjadi nabi. Ketika itu usia beliau 35 tahun. Waktu  itu kota Makkah dilanda banjir besar yang meluap sampai ke Masjidil  Haram. Orang-orang Quraisy menjadi khawatir banjir ini akan dapat  meruntuhkan Ka’bah. Selain itu, bangunan Ka’bah dulunya belumlah  beratap. Tingginya pun hanya sembilan hasta. Oleh karena itu bangsa  Quraisy akhirnya sepakat untuk memperbaiki bangunan Ka’bah tersebut  dengan terlebih dahulu merobohkannya.  

Nah, ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad,  bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan  untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Mereka berselisih  sampai empat atau lima hari. Perselisihan ini bahkan hampir menyebabkan  pertumpahan darah. Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi kemudian memberikan saran kepada  mereka agar menyerahkan keputusan kepada  orang yang pertama kali lewat pintu masjid.  Bangsa Quraisy pun menyetujui ide ini. Allah swt  kemudian menakdirkan bahwa orang yang  pertama kali lewat pintu masjid adalah  Rasulullah saw.

Orang-orang Quraisy pun ridha  dengan diri beliau sebagai penentu keputusan  dalam permasalahan tersebut. Rasulullah pun kemudian menyarankan  suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak  terpikirkan oleh mereka. Beliau mengambil  selembar selendang. Kemudian Hajar Aswad itu  diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut.  Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah  yang berselisih untuk memegang ujung-ujung  selendang itu. Mereka kemudian mengangkat  Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah  saw-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut.  Driser, Hajar Aswad menjadi simbol kebesaran Islam. Bayangin aja,  dari jamannya Nabi Ibrahim sampe hari gini, batu hitam itu masih eksis.  Malah meski sudah milyaran mulut menciumnya, tak menghilangkan bau  harumnya. Inilah salah satu kebesaran Allah yang patut kita syukuri dan  makin mendekatkan kita pada-Nya. Amin. [Ridwan]

MISTERI JENIS BATU HAJAR ASWAD

Banyak yang menduga tentang jenis batuan  Hajar Aswad  ini. Ada yang menyebutnya sebagai batu basalt, batu  Bagate atau akik, kaca alami, atau yang paling populer,  meteorit. pada tahun 1974, Robert Dietz dan John McHone  mengajukan pendapat, Hajar Aswad adalah batu akik atau agate.  

Mereka mendasarkan hiopotesisnya pada atribut fisik dan  laporan ahli geologi Arab. Sedangkan Paul Partsch, kurator koleksi  mineral kekaisaran Austria-Hungaria yang menerbitkan catatan  sejarah komperehensif tentang Hajar Aswad pada tahun 1857.

Ia  condong pada dugaan, itu adalah meteorit.  Namun dugaan ini terbantah oleh laporan tentang seputar  pemulihan Hajar Aswad pasca mengalami kejadian pencurian  pada tahun 951 Masehi. Ada laporan, bahwa batu suci itu bisa  mengapung, jika itu akurat, maka itu akan menepis dugaan  bahwa Hajar Aswad adalah batu basalt atau meteorit, sebaliknya  daftar dugaan bertambah, ia adalah kaca atau sejenis batu  apung.

 Apapun jenis batu itu bisakah berbau harum  selamaribuan tahun. Mungkin inilah kebenaran dari hadist  Rasullulah saw bahwa batu ini dari surga. Wallahu a’lam. []

KATAK SI PERAMAL HUJAN

Kodok (bahasa Inggris: frog) dan katak alias bangkong (b. Inggris:  toad) adalah hewan amfibia yang dikenal sebagai salah satu  Khewan yang bisa meramalkan datangnya hujan. Kodok dan katak  kawin pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat bulan mati atau  ketika menjelang hujan. Saat itu kodok-kodok jantan akan bersuara  nyaring untuk memanggil betinanya, dari tepian atau tengah perairan.  Beberapa jenisnya, seperti kodok tegalan (Fejervarya limnocharis) dan  kintel lekat alias belentung (Kaloula baleata), kerap membentuk ‘grup  nyanyi’, (bukan berarti membentuk boyband lho!).

Beberapa katak  jantan berkumpul berdekatan dan berbunyi bersahut-sahutan. Suara  keras kodok dihasilkan oleh kantung suara yang terletak di sekitar  lehernya, yang akan menggembung besar manakala digunakan.  Wokok…! Wokok…! Wokok..! Biar gak ketuker, penting deh kita bedain antara kodok dan katak.  

Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Kodok bertubuh pendek,  gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak  berekor (anura:a tidak, ura ekor). Kodok umumnya berkulit  halus, lembap, dengan kaki belakang yang panjang.  Sebaliknya katak atau bangkong berkulit kasar berbintil-bintil  sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki  belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan kurang  pandai melompat jauh.

Keistimewaan katak bin kodok, sekali bertelur bisa  menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas  induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun.  Proses pembuahannya pun terjadi di luar tubuh. Kodok  jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk  erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air,  kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina  dan merangsang pengeluaran telur.

Pada saat yang  bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air,  sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si  betina. Selain sebagai peramal hujan, katak juga bisa berfungsi  sebagai indikator pencemaran lingkungan. Tingkat  pencemaran lingkungan pada suatu daerah bisa dilihat dari  jumlah populasi katak yang ditemukan di daerah tersebut.  Semakin sedikit, berarti lingkungan yang bersangkutan sudah  tercemar parah.  

Untuk menghadapi para pemangsanya, kodok  membela diri dengan melompat jauh, mengeluarkan lendir  dan racun dari kelenjar di kulitnya. Ada yang menghasilkan  semacam lendir pekat yang lengket, sehingga mulut  pemangsanya akan melekat erat dan susah dibuka. Bahkan  ada juga kodok beracun jika dimakan.

Seperti Dendrobates  pumilio, kodok berukuran 18–22 mm dengan kulit beracun  dari Amerika Tengah.  Segala keistimewaan katak bin kodok van bangkong,  pada hakekatnya tidak ada dengan sendirinya. Namun telah  diciptakan sejak kali pertama oleh Allah yang telah  menciptakan katak. Allah swt menegaskan: “Sesungguhnya  aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak  ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang  memegang ubun-ubunnya*. ” (QS. Huud, 11:56). So, ingat  katak, ingat keMahaBesaran Allah swt. Dan kita sudah  sepatutnya tunduk pake aturan Allah untuk ngurus  kehidupan kita. Biar selamat dunia akhirat. Amiin. [Ridwan]

SWIKEE YANG KATANYA OKE

Kodok bagi sebagian orang dianggap kotor bin jijay. Tapi di tangan koki,  bisa jadi hidangan yang katanya oke. Namanya Swike. Kalau di artikan   “swikee” berasal dari dialek Hokkian (Tionghoa) sui (air) dan ke  K (ayam), yang merupakan slang atau penghalusan untuk menyebut kodok  sebagai “ayam air”.  

Penyajian makanan ini yaitu sup, digoreng kering, atau ditumis. Swikee atau  sweekee merupakan salah satu jenis masakan Cina. Masakan yang dapat  dikelompokkan dalam jenis sup ini berbahan dasar paha kodok ijo (kodok sawah)  dengan kuah berwana coklat, berasa manis kedelei perpaduan antara taoco dan  kecap. Sebagai penyedap ditaburkan irisan bawang goreng dan seledri. Buat kita sebagai seorang muslim, pastinya gak asal caplok aja Swike yang  udah tersaji di meja makan.

Cari tahu dulu hukumnya meski air liur sudah menetes.  Dalam Islam, mayoritas pendapat madzhab mengharamkan daging kodok.  Dalam hadits riwayat Ahmad, Abu Daud dan Nasa-i, bahwa shahabat Abdur-Rahman bin Utsman berkata: Ada seorang dokter yang menyebut obat pada  Rasulullah, yang diantaranya menyebut “kodok” sebagai obat, maka Rasulullah saw  melarang untuk membunuh kodok “. Imam Ali As-Syaukani (pengarang buku ”  Nailul Authar “), setelah menyebutkan hadits tersebut lalu berkata : larangan  Rasulullah saw untuk membunuh kodok tersebut, menunjukkan HARAMNYA  MAKAN KODOK “.

dansetiap yang haram untuk dimakan, haram untuk dijadikan  sebagai OBAT. Driser, jangan mentang-mentang penikmat kuliner kita maen serobot aja  setiap jenis makanan termasuk swike. Masih banyak kok yang lebih enak dan halal  bin thoyib ketimbang makan swike. Oke?[Ridwan]  

Keliling Dunia Bersama Ibnu Batutah

ada yang pernah nonton film Jackie chan yang judulnya  Around the World in 80 days? Film yang diambil dari buku  karangan Jules Verne tahun 1873 ini menceritakan  A seorang Phileas Fogg yang bertaruh uang sebesar £20.000  dengan kawan-kawannya di Klub Reform, London. Doi bilang ia  bisa mengelilingi dunia dalam tempo 80 hari! Dan ternyata, bisa!  Seru ya bisa keliling dunia kaya Phileas Fogg. Tapi lebih asyik lagi  kalo kita keliling dunianya dengan Ibnu Batutah.

Eits, siapa nih? Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin  Abdullah Al-Lawati Al-Tanji adalah seorang pengembara  (traveler), petualang (adventurer), dan pengamat (observer) yang  membuat catatan harian tentang negeri-negeri yang ia kunjungi  dalam pengembaraannya. Catatan perjalanan yang dikenal  dengan buku “Rihlah Ibnu Bathuthah” ini ditulis setelah dirinya  mengunjungi berbagai belahan dunia, kemudian mengamati  kebudayaan, adat istiadat, dan perilaku masyarakat di negeri-negeri yang ia kunjungi, terutama wilayah yang dipimpin oleh  kesultanan Islam. Beliau dilahirkan di Tangiers, Morocco, Afrika  Utara pada 24 Februari 1304M. Besar dalam keluarga yang taat  memelihara tradisi Islam, Ibnu Batutah giat mempelajari fiqh dari  para ahli yang sebagian besarnya menduduki jabatan qadhi  (hakim).

Beliau juga mempelajari sastra dan syair Arab. Beliau melakukan perjalanannya yang panjang, jauh  sebelum Columbus (1451-1506M) menemukan Benua Amerika.  Perjalanannya dimulai ketika beliau menunaikan ibadah haji pada  usia kurang dari 21 thn. Menurut catatan sejarah, kepergian itu  tepat pada 14 Jun 1325M. Beliau menyeberangi Tunisia dan  hampir seluruh perjalanannya ditempuh dengan berjalan kaki.  Beliau tiba di Alexandria pada 15 April 1326 dan mendapat  bantuan dari sultan Mesir berupa uang dan hadiah untuk  bekal menuju Tanah Suci.

Menurut sejarahwan Barat, George Sarton, yang  mengutip catatan Sir Henry Yules, Ibnu Batutah telah  mengembara sejauh 75,000 batu melalui daratan dan lautan.  Jarak ini jauh lebih panjang dari yang dilakukan Marco Polo  dan penjelajah mana pun sebelum datangnya zaman mesin  uap. Ketika Marco Polo meninggal dunia, Ibnu Batutah baru  berusia 20 thn. Ahli sejarah seperti Brockellman  mensejajarkan namanya dengan Marco Polo, Hsien Teng,  Drake dan Magellan. Keterangan yang lain menyebutkan  Perjalanan itu baru sepenuhnya berhenti 27 tahun kemudian  (menurut tarikh Masehi — sekitar 30 tahun menurut tarikh  Hijriah), setelah ia menempuh jarak total sekitar 120.000 km.

Dalam perjalanannya keliling dunia, ternyata Ibnu  Batutah juga pernah mampir ke Indonesia. Tepatnya  singgah  di kerajaan Samudera Pasai (kini Aceh). Kedatangan Ibnu  Batutah disambut Amir (panglima) Daulasah, Qadi Syarif  Amir Sayyir Al-Syirazi, Tajuddin Al-Asbahani dan beberapa  ahli fiqh atas perintah Sultan Mahmud Malik Zahir (1326-1345). Walau hanya berkunjung selama 15 hari, beliau  berpendapat “negeri nan hijau dan subur”, “rakyat dan  alamnya indah dan menawan”, “negeri yang menghijau dan  kota pelabuhannya besar dan indah”.

Dalam versi lainnya,  beliau menulis pulau Sumatra sebagai “Pulau Jawa yang  menghijau”. Kisah seluruh perjalanan Ibnu Batutah didiktekan dan  ditulis oleh Ibnu Jauzi, juru tulis Sultan Morroco, Abu Enan. Karya  itu diberi judul Tuhfah Al-Nuzzar fi Ghara’ib Al Amsar wa Ajaib Al-Asfar (Persembahan Seorang Pengamat tentang Kota-kota Asing  dan Perjalanan yang Mengagumkan). Lebih di kenal dengan  Rihlah Ibnu Bathuthah.  Pada tahun 1829 di Inggris, kisah  perjalanan ini diterjemahkan oleh Samuel Lee diterbitkan dengan  judul  The Travels of Ibn Battuta. Kini judul lengkap buku ini  menjadi The Travels of Ibn Battuta in the Near East, Asia and  Africa 1325-1354. 

Terbit tahun 2004 (Dover Publications, New  York) , karya ini telah menjadi perhatian berbagai kalangan di  Eropa sejak diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Perancis,  Inggris dan Jerman. Tahun 1369 pada usia 65 tahun Ibnu Battuta meninggal  dunia.12 tahun setelah dia selesai menulis rihlah. Karya  fenomenal Ibnu Batutah mengingatkan kita tentang kebesaran  peradaban Islam dan kecerdasan para ilmuwan Islam. Terbukti,  kiprah ilmuwan Islam seperti Ibnu Batutah memberikan  kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.  

Makanya, gak ada alasan bagi kita untuk minder sebagai remaja  muslim yang istiqomah dengan aturan Islam. Seperti Rasul bilang,  Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. So,  bangga deh sebagai remaja muslim dan terus berdakwah!  [Ridwan]