#KAMI TIDAK TAKUT

Majalahdrise.com – Tragedi bom Thamrin awal 14 Januari Lalu, cukup menyita perhatian media dan masyarakat. Terutama netizen. Banyak hashtag yang berkeliaran di sosial media. Dari yang bernada negatif hingga positif. Salah satunya #KamiTidakTakut.

Sebagai ekspresi perlawanan terhadap aksi teroris. Berikut catatan redaksi tentang #BomThamrin #KamiTidakTakut gak sekedar berani berjualan di tengah baku tempat yang memakan korban. Hingga menjadi santapan media karena unik dan punya nilai berita. #KamiTidakTakut bukan hanya ramerame bikin meme dengan nada mengejek terhadap aksi teroris.

Tadinya sebagai bentuk perlawan, jadi malah ajang hiburan dan bahan tertawaan. Seru sih, tapi jadi nggak dapet feel-nya. #KamiTidakTakut nggak harus masuk dalam permainan mereka yang berada dibalik aksi terorisme. Popularitas hashtag menjadi liar dan membesarkan opini teroris dan menutup aksi ‘perampokan’ bahan tambang emas oleh freeport. #KamiTidakTakut sejatinya menjadi pemicu semangat untuk terus mengingatkan pemerintah dan umat tentang kondisi masyarakat yang sarat dengan maksiat.

#KamiTidakTakut menyampaikan kebenaran. Walau musuh-musuh Islam tak berhenti melempar opini yang memfitnah ajaran Islam dan pengemban dakwah. #KamiTidakTakut membongkar makar dibalik aksi pengeboman. Meski bola panas perang melawan terorisme tengah bergulir mengarah pada pengemban dakwah yang dianggap vokal. #KamiTidakTakut melawan penyesatan opini media sekuler. Meski hanya melalui surat pembaca, status di sosial media, atau broadcast yang disebar via whatsapp atau telegram yang sudah membudaya.

#KamiTidaktakut menjadi bagian dari pejuang Islam. Meski orang mungkin menggap masa depan kita suram. Tapi bagi kami, ridho Allah yang membuat hidup tentram. #KamiTidakTakut untuk tetap istiqomah dalam dakwah. Meski kerap dihadapkan pada berbagai masalah. Tapi itulah jalan yang harus ditempuh agar hidup penuh berkah. #KamiTidakTakut pada manusia, karena rasa takut kami hanya kepada Allah. ”…..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada- Ku……. (QS. Al-Maa’idah [5]: 44)

di muat di majalah remaja islam drise edisi 54

Remaja dan Rvolusi

 

Majalahdrise.com – Jazirah Arab bergejolak. Tak disangka, aksi bakar diri seorang penjual sayur di Tunisia itu membakar amarah rakyat terhadap ketidakadilan di negeri itu. Bola revolusi pun bergulir. Zine el-Abidin ben Ali sang pemimpin korup itu pun kabur ke Saudi Arabia. Bak bola salju, revolusi itu makin membesar dan meluas di negara-negara Arab dan Afrika utara. Tak lama kemudian, Mesir pun menyusul Tunisia, menendang bokong penguasa untuk segera hengkang dari singasananya. Seolah jadi tren, kini hari-hari di Jazirah Arab dihiasi dengan demonstrasi anti pemerintah.

 

Meletusnya gerakan revolusi di timur tengah bukan tanpa sebab. Karena saat ini, kebanyakan negeri Arab diperintah oleh pemimpin diktator yang otokratis, korup, represif, penindas rakyat. Apalagi keadaan semakin diperparah dengan harga-harga yang melonjak naik, pengangguran yang meningkat, inflasi terus meroket, dan kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin semakin melebar. Wajar kalau rakyat ngamuk-ngamuk.

 

Cuma sayang, revolusi yang terjadi lebih didorong oleh urusan perut, bukan revolusi ideologis. Sehingga arah perubahan yang ditawarkan pun akhrnya nanggung. Sebatas tambal sulam sistem pemerintah yang sudah ada. Padahal, penyebab segala kebangkrutan, kemelaratan dan kebobrokan yang terjadi adalah diterapkannya sistem kapitalisme oleh pemerintah untuk ngatur rakyatnya. Jadi, selama kapitalisme masih diterapkan, kebangkrutan, kemelaratan dan kebobrokan itu akan terus berlanjut, bahkan jadi lebih parah. Dan ketika kesabaran rakyat sudah sampai batas boiling point, akhirnya rusuh lagi deh. Seolah revolusi tak punya arti demi meraih perubahan hakiki yang dinanti. Mau begitu sampai kapan?

 

Karena pemerintah kita tingkahnya gak jauh beda dengan para penguasa di Tunisia atau Mesir, tidak mustahil revolusi yang serupa akan terjadi di Indonesia. Tinggal tunggu waktu aja. Makanya, kita sebagai kaum muslim mesti siap menawarkan konsep revolusi total, yaitu dengan menerapkan syariat Islam secara kaaffah oleh negara. Karena hanya itu satu-satunya harapan menyelamatkan kehidupan manusia di Indonesia dan di seluruh dunia. So, mari sambut datangnya revolusi dengan konsep Islam ideology. The world can’t wait![]

di muat di majalah Remaja islm Drise Edisi 011

 

Ketika Umat Islam Dikibulin

Majalahdrise.com – Meski bukan tanggal merah dan nggak ada keterangannya di almenak, 1 April dikenal masyarakat Barat sebagai hari April Mop. Hari dimana kita ’boleh’ ngerjain dan bikin panik orang lain. Dengan syarat, hanya dilakukan tanggal 1 April dan sang korban juga ngeh dengan perayaan April mop. Ya iya dong, kalo korban nggak nyadar, bisa-bisa doi marah abis. Apalagi kalo aksi April Mop berakibat fatal sampe makan korban harta atau malah korban jiwa, bakal berurusan dengan pengadilan. Niatnya cuman bercanda, eh malah masuk penjara. Kan berabe tuh!

Bagi kita sebagai Muslim, April mop lumayan sensitif. Lantaran ada yang menuliskan asal-muasalnya dikaitkan dengan pembantaian umat Islam di Spanyol dulu. Versi lengkapnya seperti tercantum dalam buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?”.

Tepatnya tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Seluruh Muslim Spanyol habis dibunuh dengan kejam di sebuah pelabuhan. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day). (Rizki Ridyasmara, Pustaka Al-kautsar, 2005)

Belakangan, ada yang menolak pemberitaan yang mengkaitkan April Mop dengan pembantaian Umat Islam di Spanyol tahun 1487. Seperti tertulis dalam site IslamTomorrow.com. Salah satu alasan penolakannya adalah kejanggalan tanggal jatuhnya kekuasaan Islam di Spanyol. Dalam berita yang tersebar tercatat 1 April 1487. Sementara fakta sejarah Muslim Spanyol menuliskan tanggal 12 Januari 1492. Dan perayaan April Mop sendiri baru populer lebih dari 50 tahun sesudah jatuhnya kekuasaan Islam di Spanyol. Makanya pemberitaan itu dianggap sebagai hoax alias cerita bohong. Nah lho!

Terlepas dari hoax atau bukan, yang pasti pembodohan terhadap umat Islam terus terjadi setiap hari. Dibalik tren dan gaya hidup, ide-ide sesat dijajakan dengan kemasan ciamik yang membidik pasar remaja. Gaya hidup modern dilekatkan dengan perilaku permissif alias serba boleh. Remaja diajak untuk bebas berekspresi dalam segala hal selama nggak bikin rugi orang lain. Dalam berpenampilan, remaja putri dikomporin agar berani tampil dengan dandanan yang sexy, naughty, bitchy. Mereka berlomba-lomba mengumbar aurat demi menarik perhatian lawan jenis. Yang kaya gini bisa memancing kejahatan seksual. Gimana angka pemerkosaan bisa turun kalo rok perempuan semakin naik?

Dalam urusan cinta, tak lagi sekedar jalan bareng tapi sudah mengarah pada tidur bareng. Cinta dan perilaku seks bebas jadi sulit dipisahkan. Cowok mengobral cinta untuk mendapatkan seks dan sebaliknya cewek ngasih seks untuk dapetin cinta. Itulah pameo yang kental dalam dunia cinta remaja sekarang. Indikasinya semakin menguat ketika ratusan kasus video porno pelajar kian sering menghiasi media massa. Seks bebas seolah menjadi ajang pembuktian cinta sejati. Padahal kenyataannya, hanya pelampiasan cinta birahi layaknya nafsu hewani.

Geliat remaja dalam menggali potensinya dapat angin segar dalam pagelaran pencarian bakat. Iming-iming popularitas, kehidupan glamour, dan materi berlimpah cukup jitu menjerat remaja untuk ikut audisi. Cuman suara merdu, wajah eye catching, dan rasa pede bin nekat yang kudu diasah. Walhasil, remaja makin jauh dengan kehidupan yang mengasah intelektualnya. Kalo dibiarkan, bisa-bisa otak para remaja tetep original sampe mati lantaran gak pernah dipake. Masa muda banyak dihabiskan untuk mengejar kesenangan dunia yang kering dari nilai ruhiyah dan ilmiah. Dibalik gencarnya ajang pencarian bakat, lahirlah remaja-remaja yang bermental instant.

D’RISEr, gara-gara sekulerisme Umat Islam makin jauh dari agamanya dan gampang dikibulin. Serangan budaya dan pemikiran sekuler Barat yang sesat dan menyesatkan dengan mudah merasuki alam berpikir kaum Muslimin. Padahal, kalo aja umat Islam nyadar dan mau mengenal Islam lebih dalam sebagai aturan Hidup, nggak akan ada lagi pembodohan massal. Sebaliknya, musuh-musuh Islam bakal keteteran menghadapi pemikiran Islam yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal, dan menentramkan hati. Makanya, D’RISEr! Jangan pura-pura o’on dengan menganggap ngaji itu gak penting. Seperti kang Hary Moekti pernah bilang, NGAJI SEKARANG JUGA, JANGAN TUNGGU ESOK![341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 02

Dibalik Senyum Kazumi

majalahdrise.com – Hiruk pikuk piala dunia mengguncang jagat raya. Semua mata tertuju ke negerinya Nelson Mandella. Baik yang di kota maupun di pelosok desa. Gak kenal usia, jenis kelamin, status sosial, atawa status pendidikan. Hajatan empat tahunan ini emang paling ditunggu para bola mania. Nggak heran kalo FIFA rela ngucurin dana sampe $1,1 miliar, sementara Afrika Selatan menghabiskan $5 miliar untuk membangun stadion baru dan jalur transportasi.

Namun dibalik gegap gempita perayaan wordcup di negeri yang sarat dengan kemiskinan dan konflik, banyak yang luput dari perhatian dunia. Pertama, lagu Wavin Flag yang didaulat jadi lagu resmi piala dunia yang didendangkan oleh K’Naan . iriknya ceria dan videonya juga melambangkan euforia dari para pendukung negara peserta. Ternyata lagu itu remix alias hadil modifikasi. Sebenernya lagu asli k’naan menggambarkan keadaan kemiskinan di Afrika, keadaan dimana negara yang sedang dalam bencana, perang tidak berkepanjangan dan negara yang sedang dibodohi oleh negara adidaya. Ini salah satu lirik lagu aslinya: So many wars, settling scores, Bringing us promises, leaving us poor, I heard them say, love is the way, Love is the answer, that’s what they say, But look how they treat us, Make us believers, We fight their battles, then they deceive us, Try to control us, they couldn’t hold us, Cause we just move forward like Buffalo Soldiers. (Begitu banyak perang, penyelesaian akhir, Membawa kami janji, meninggalkan kami kemiskinan, Aku mendengar mereka berkata, cinta adalah jalan selesainya, Cinta adalah jawabannya, itulah yang mereka katakan, Tapi lihatlah bagaimana mereka memperlakukan kita, membuat kita percaya, Kita melawan pertempuran mereka, lalu mereka menyesatkan kami, Coba untuk mengendalikan kita, mereka tidak dapat menahan kami, Karena kami hanya bergerak maju seperti pasukan banteng).

Kedua, keuntungan piala dunia idealnya bisa dinikmati oleh masyarakat dan pemerintah negerinya Kazumi (simbol piala dunia). Kenyataannya, Hanya sedikit keuntungan yang merembes ke bawah. Pedagang makanan yang biasanya memperoleh keuntungan besar dari kegiatan olahraga semacam ini dengan berjualan di luar stadion, ‘diungsikan’ paling tidak 1 kilometer dari arena stadion.  “Ini adalah negara di mana kemakmuran dan kemiskinan berdiri berdampingan,” ujar wartawan olahraga AS, Dave Zirin, seperti dilansirgreenleft.org.au.

Piala Dunia bahkan harus mengorbankan murid sekolah. Lebih dari 1.000 pelajar berdemonstrasi menentang pembangunan Stadion Mbombela. Karena proyek mercusuar tersebut menggusur keberadaan sekolah mereka. Meski pemerintah menjanjikan untuk membangun sekolah pengganti bagi mereka, namun janji itu tak kunjung terrealisasi. Hal ini membuat berang murid-murid sekolah.

Pada akhirnya, pembangunan stadion-stadion megah di Afsel juga dipertanyakan oleh insan sepakbola Afsel. “Apa yang akan kita lakukan dengan stadion berkapasitas 70.000 penonton di Durban, ketika Piala Dunia berakhir?  Durban hanya mempunyai dua tim sepakbola kecil yang hanya menarik ribuan penonton,” ujar Trevor Phillips, mantan direktur Liga Primer Afsel.

Ketiga, bagi umat Islam, piala dunia amat sangat melenakan ummat. Gencarnya tayangan seputar piala dunia memaksa memory dalam kepala umat Islam ngasih space lebih buat nampung info-info gak penting world cup. Krisis di Gaza Palestina, budaya mesum yang kian kental setelah terungkapnya skandal seks selebriti, hingga rencana kenaikan TDL untuk kesekian kalinya luput dari perhatian ummat. Sedih..sedih..sedih.

Driser, hajatan piala dunia atau event olahraga apapun tak pernah luput dari kepentingan para kapitalis. Mereka berbahagia di atas penderitaan rakyat kecil. Mereka turut mensukseskan rencana zionis untuk menguasai dunia yang tertuang dalam Protocols of Zion poin ke 13 yang diterbitkan Prof. Sergyei Nilus di Rusia tahun 1902. Intinya “Zionisme merencanakan hendak mengundang masyarakat melalui surat-surat kabar waktu itu, untuk mengikuti berbagai lomba yang sudah diprogram. Diharapkan kesenangan baru yang diciptakan itu secara perlahan akan melenakan muslim dari konflik- konflik politik kaum muslimin dengan bangsa Yahudi.”. So, tetep waspada dan jangan alihkan perhatian kita dari urusan ummat![341]

di muat di majalah drise edisi #5