Karpet Merah untuk Bulan Berkah

drise-online.com – Akhir Juni ini, kita bakal berjumpa lagi dengan bulan suci ramadhan. Bulan mulia yang ‘memaksa’ sebagian besar umat Islam untuk inget akherat. Soalnya di bulan-bulan laen, banyak dari kita yang pura-pura lupa dengan surga atau neraka. Asyik aja berlomba-lomba mengejar kenikmatan dunia. Boro-boro inget ama pahala dan dosa. Kita bukannya nuduh atau sok tahu. Cuman kaya gitu kondisinya kalo hidup dalam dunia kapitalis sekuler. Makanya beruntung banget kita masih bisa ketemuan lagi dengan bulan puasa ini. Jadi masih dikasih kesempatan untuk tobat. Baik ya.

Nggak salah kalo kita manfaatkan Ramadhan sebagai ajang untuk bertobat. Atau minimal menggenjot kesadaran kita tentang akherat. Lantaran di bulan suci, geliat Islam menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Di dunia nyata, dunia maya, juga dalam dunia layar kaca. Segala hal yang berbau gaya hidup hedonis kudu rela di karantina. Mulai dari tayangan yang mengumbar aurat sampe hiburan malam di klub dan diskotik. Demi menghormati bulan mulia dan kita-kita yang setengah hidup berpuasa. Betul?

Ini bukan bohongan lho. Kalo bulan Ramadhan selalu dinanti kehadirannya. Karena di bulan ini kita punya kesempatan guede banget untuk mendongkrak tabungan pahala kita. Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

“Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

Tuh kan, bener pan apa yang kita bilang. Banyak banget amal kebaikan yang berbuah pahala berlipat di bulan ramadhan. Makanya sayang kalo kita cuman bengang-bengong nunggu bedug magrib dipukul. Meskipun tidurnya orang puasa berpahala, tetep aja masih jauh lebih baik ikut kajian Islam, tilawah qur’an, atau menebar infak selama Ramadhan. Jadi, jangan biarkan ramadhan cuman berakhir di pelaminan, eh tempat tidur. Rugi!

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#38

Hei,,, Masbuloh…!

drise-online.com – Masbuloh alias masalah buat lho! Lgi ngetrend dlm obrolan remaja. Klo remaja diingetin trus doi gak suka, keluar deh kalimat ini dengan nada sinis. Trus, masbuloh…. Masalah buat loh!

Ya iyalah masalah. Bukan buat yang ngingetin, tpi bener buat loh yg diingetin. Masbuloh melengkapi kosakata egp alias emang gue pikirin atau urus aja diri lu, gak usah mikirin orang laen. Koleksi kosakata yang nunjukin sikap egois remaja. Gak terima kalo diingetin kelakuannya yg salah. Ogah bin risih kalo diajak ke jalan yang bener. Pengennya orang gak usah peduli urusannya. Maunya orang cuek dengan apa yang dikerjainnya. Doi ngerasa badan badan sendiri, tangan tangan sendiri, kaki kaki sendiri. Ngapain juga orang lain yang repot.

Hey..! Jangan ngerasa geer ya. Klo aja Allah gak perintahkan kita untuk saling mengingatkan dan menasihati, males juga kita negor ente yang egois dan sok jagoan. Inget bro, kemaksiatan yang ente kerjain akibatnya gak cuman ente yang nanggung. Tapi bakal ngerembet ke orang lain. Malah bisa juga menimpa orang-orang dekat yang ente sayangi. Tega bener ente ngorbanin ortu, adek, kakak, atau sohib demi menuhin syahwat bertingkah seenak udel.

Nyadar bro, gak ada untungnya punya sikap egois. Seorang muslim gak pernah diajarin sikap egois. Lantaran egois bakal nutup hati kita dari petunjuk Allah. Hidup kita makin suram dan dijejali banyak masalah. So, hapus deh kosakata masbuloh dan kawan-kawannya dari kamus hidup kita. Biar kita bisa saling mengingatkan dan menguatkan. Jadi, kalo ada yg bilang masbuloh saat diingetin, jawab aja ‘Ya…Masalah buat loh..!!!’ [341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36

Revolusi, Pasti Terjadi!

drise-online.com – Jazirah Arab bergejolak. Tak disangka, aksi bakar diri seorang penjual sayur di Tunisia itu membakar amarah rakyat terhadap ketidakadilan di negeri itu. Bola revolusi pun bergulir. Zine el-Abidin ben Ali sang pemimpin korup itu pun kabur ke Saudi Arabia. Bak bola salju, revolusi itu makin membesar dan meluas di negara-negara Arab dan Afrika utara. Tak lama kemudian, Mesir pun menyusul Tunisia, menendang bokong penguasa untuk segera hengkang dari singasananya. Seolah jadi tren, kini hari-hari di Jazirah Arab dihiasi dengan demonstrasi anti pemerintah.

Meletusnya gerakan revolusi di timur tengah bukan tanpa sebab. Karena saat ini, kebanyakan negeri Arab diperintah oleh pemimpin diktator yang otokratis, korup, represif, penindas rakyat. Apalagi keadaan semakin diperparah dengan harga-harga yang melonjak naik, pengangguran yang meningkat, inflasi terus meroket, dan kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin semakin melebar. Wajar kalau rakyat ngamuk-ngamuk.

Cuma sayang, revolusi yang terjadi lebih didorong oleh urusan perut, bukan revolusi ideologis. Sehingga arah perubahan yang ditawarkan pun akhrnya nanggung. Sebatas tambal sulam sistem pemerintah yang sudah ada. Padahal, penyebab segala kebangkrutan, kemelaratan dan kebobrokan yang terjadi adalah diterapkannya sistem kapitalisme oleh pemerintah untuk ngatur rakyatnya. Jadi, selama kapitalisme masih diterapkan, kebangkrutan, kemelaratan dan kebobrokan itu akan terus berlanjut, bahkan jadi lebih parah. Dan ketika kesabaran rakyat sudah sampai batas boiling point, akhirnya rusuh lagi deh. Seolah revolusi tak punya arti demi meraih perubahan hakiki yang dinanti. Mau begitu sampai kapan?

Karena pemerintah kita tingkahnya gak jauh beda dengan para penguasa di Tunisia atau Mesir, tidak mustahil revolusi yang serupa akan terjadi di Indonesia. Tinggal tunggu waktu aja. Makanya, kita sebagai kaum muslim mesti siap menawarkan konsep revolusi total, yaitu dengan menerapkan syariat Islam secara kaaffah oleh negara. Karena hanya itu satu-satunya harapan menyelamatkan kehidupan manusia di Indonesia dan di seluruh dunia. So, mari sambut datangnya revolusi dengan konsep Islam ideology. The world can’t wait![]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #11

Tiga ‘Ta’

godaan tiga taKalau ingat sama KH. Zainuddin MZ, tentu kita akan ingat juga dengan istilah Tiga ‘Ta’. Apa aja sih Tiga ‘Ta’ itu? Ia adalah harTa, tahTa, waniTa. Tiga hal inilah yang biasanya diburu oleh umat manusia. Sayangnya, Tiga ‘Ta’ ini lebih sering jadi fitnah dibanding berkah buat umat manusia. Gara-gara tiga ‘ta’, banyak manusia yang hidupya jadi kacau beliau dan nggak jelas juntrungannya. Kasus-kasus yang terjadi belakangan di negeri kita bisa jadi fakta nyata yang memperlihatkan betapa ngerinya fitnah yang ditimbulkan oleh Tiga ‘Ta’.

Continue reading Tiga ‘Ta’