Habits, begitu judul besar buku ini. Sebuah hasil kajian fakta dari seorang Felix Y Siauw yang telah malang melintang di dunia Training Inspirasi selama kurang lebih 10 tahun, seperti dia sebutkan sendiri di buku tersebut.
Felix menulisnya berdasarkan pengalaman dan tentu saja berdasarkan hasil kajiannya terutama terhadap 2 buku yang sebelumnya sudah dia tulis (Beyond The Inspiration, Muhammad Al Fatih 1453), yang menguliti seputar Muhammad Al Fatih. Kebiasaanlah yang membuat seorang Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel, mampu menjadi seorang khalifah, panglima, hingga seorang ksatria.
Sama seperti Imam Syafii yang di usia belia sudah hafal al-qur’an dan mengajarkan fiqih pun, juga hasil dari pembiasaan. Tak lupa, Felix juga mengungkapkan pengalaman pribadinya menjadi seorang seperti sekarang ini, menurutnya juga hasil dari pembiasaan. Dimana habits (pembiasaan) itu hasil perkawinan antara practice (latihan) dengan repetition (pengulangan), dan semua orang siapa saja, jika berhasil menemukan dan mengawin silangkan dua hal tersebut, akan bisa menghasilkan habits. Menariknya, di buku ini pembaca diajak untuk melihat, membayangkan, mengimajinasikan fakta-fakta keseharian yang sebenarnya juga bisa dan mampu menghasilkan habits pada diri seseorang.
Termasuk jika kita yang telah memilih menjadi seorang pengemban dakwah, maka untuk menjadi yang ‘berkualitas’, butuh yang namanya habits. Sehingga kesimpulannya, siapapun orangnya jika ingin sesuatu karakter tertanam pada diri kita, maka mulai sekarang membiasakan untuk menanam karakter tersebut pada diri kita. Namun ada beberapa saran khususnya dari saya, jika anda ingin membaca buku ini, sepertinya anda harus membaca 2 buku Felix yang sebelumnya. Kenapa begitu?
(1) Karena saya rasa ini buku ini (habits) mempunyai korelasi yang cukup kuat dengan 2 buku sebelumnya;
(2) Karena Felix sendiri, di buku ini (habits) juga sering menyebut-nyebut dua buku tersebut. Artinya, jika diposisikan sebagai sebuah buku pembinaan, maka buku habits ini tidak bisa berdiri sendiri.
Kecuali kalau memang Felix menulis buku ini hanya untuk sekedar memotivasi orang yang membacanya agar punya habits yang baik. Tapi saya pikir, tidak seperti itu Felix dan buku habits ini. Saya juga agak sedikit ‘tersenyum simpul’ ketika membaca buku habits ini, karena yang saya harapkan ada di buku ini ternyata, sedikit sekali porsinya dibahas. Yaitu tentang ‘mindset’, yang mana ini harusnya mendapat porsi yang sama, karena menurut saya, mindset itu mendahului sebelum pembahasan tentang habits, bahkan bisa dibilang faktor orang untuk memilih atau tidak memilih suatu habits tertentu adalah karena faktor mindset (pola pikir).
Ya, mungkin memang Felix mendedikasikan buku ini agar terkait dengan dua buku Felix yang sebelumnya. Satu lagi, yang saya harapkan ada di buku ini tapi sepertinya terlewat pembahasannya oleh Felix adalah mengenai pembedaan habits antara hewan (binatang) yang lebih instingtif (naluriah), sementara habits manusia harusnya dibedakan berdasarkan pemikirannya (pemaksimalan penggunaan otak). Driser, kalo kamu pengen membaca buku ini dan menginginkan perubahan pada diri sendiri, kayanya lebih joss kalo kamu lengkapi dengan bacaan buku Felix yang pertama Beyond The Inspiration, dan buku kedua Muhammad Al Fatih 1453.
Biar lebih nyambung dan nyaman bacanya. Okeh?!(LBR)