Evolusi Ponsel: From Jadul to Unggul

drise-online.com – Hari gini gak punya ponsel?! Hadooh…! Rasanya terkucil dari dunia manusia deh. Terutama bagi remaja yang getol banget melototin tren teknologi dan pergaulan. Apalagi kini, ponsel udah bermetamorfosis menjadi sebuah teknologi telekomunikasi yang kaya feature. Bukan cuman layanannya yang beragam, panggilannya juga macem-macem. Saking macem-macemnya, kita ampe bingung bedainnya. Makanya, kita kenalan yuk ama varietas ponsel masa kini. Loading……!

  1. Mobile Phone

Mobile phone lebih dikenal dengan nama telepon seluler alias ponsel. Ponsel terkoneksi dengan jaringan komunikasi wireless melalui gelombang radio atau transmisi satelit. Layanan ponsel biasanya komunikasi suara, SMS (Short Message Service), MMS (Multimedia Message Service). Kalo yang baruan udah support Internet untuk browsing web, IM (Instant Messaging) dan email.

  1. PDA

PDA merupakan kependekan dari Personal Digital Assistant. Perangkat telepon yang kecil, yang diperkaya fungsi komputer, telepon/fax, internet dan jaringan. Sehingga bisa dipake buat nelpon, ngirim fax, browsing web, dan organizer personal. PDA biasanya dilengkapi pena unik alias stylus sebagai pengganti keyboard untuk inputan. Namun, PDA sekarang ini tampil dengan stylus dan keyboard.

  1. smartphone (dengan ‘s’ huruf kecil)

Smartphone merupakan kombinasi dari PDA tradisional dan ponsel, namun lebih berfokus kepada bagian ponsel. Smartphone ngasih kemudahan konsumen untuk menyimpan informasi, email, instalasi program, plus fungsi ponsel secara umum. Belon ada definisi standar untuk smartphone, gampangnya sih perangkat mobile yang melebihi kemampuan ponsel boleh dipanggil smartphone.

  1. PDA phone

Beberapa tahun lalu, banyak orang membedakan PDA dan smartphone dengan mudah, yakni dari sisi touchscreen-nya. Kalo ada fitur layar sentuhnya, maka device tersebut termasuk dalam golongan ponsel PDA, kalo nggak ada berarti smartphone. Tapi kini, Smartphone banyak yang ada touchscreen. Intinya sih, PDA phone ini lebih berorientasi kepada fungsi PDA dengan kemampuan ponsel.

  1. Smartphone (dengan ‘S’ huruf besar)

Smartphone lebih merujuk ke platform Smartphone Microsoft, yang digunakan untuk variasi mobile device. Versi terbarunya, Windows Mobile 6.5 belakangan telah menghapus istilah Smartphone, dan diharapkan akan memperkecil bentang perbedaan smartphone dan Smartphone. Sementara 3 versi dari Windows Mobile 6 juga dikenal dengan nama Windows Mobile 6 Standard for Smartphone, dimana istilah Smartphone di sini berarti ponsel tanpa touchscreen.

  1. Pocket PC

Sementara untuk Pocket PC bukan kategori dari mobile device, namun lebih kepada perangkat PDA yang menggunakan system operasi Microsoft Windows Mobile. Hampir sama dengan PDA, fitur Pocket PC juga berfokus di computing dan pengolahan data dengan kemampuan ponsel dan fungsi PDA. Pocket PC merupakan salah satu device standard yang memiliki fitur touchscreen, termasuk touchpad, dan spesifikasi lainnya.

D’riser, kesimpulan perbedaan antara masing-masing device komunikasi mobile adalah PDA phone lebih dari sekedar PDA daripada ponsel, sebuah smartphone lebih dari sekedar ponsel daripada PDA, dan ponsel lebih merupakan ponsel daripada yang lainnya. Gitchu![341, diolah dari berbagai sumber]

 

BOX

Tips Cerdah memilih ‘Ponsel Cerdas’

Smartphone banyak dilirik remaja buat keren-kerenan. Tapi kalo kita beli tapi gak tau ilmunya, berabe juga. Niatnya kesohor, eh malah tekor. Makanya, simak tips berikut sebelum membeli smartphone. Penting nih!

  1. Operating System

Pertama, pastiin tuh smartphone mau dipake untuk kebutuhan apa. Sekedar aksesoris atau alat bantu aktifitas. Cari OS yang kamu enjoy pakenya. Familier dan nggak ribet. Ada berbagai macam pilihan OS smartphone, seperti Windows, BlackBerry, Linux Mobile, Android, dan Palm OS. Tentang OS, pernah kita bahas di D’Rise edis Desember 2010.

  1. Operator Seluler

Pertimbangkan jaringan seluler yang mau dipake. Saat ini banyak smartphone yang bekerjasama dengan beberapa operator melalui sistem bundling alias paket penjualan. Cari info kualitas jaringan dari operator seluler tersebut serta tarif yang ditawarkan. Jangan kemakan iklan!

  1. Download Speed

Perhatiin download speed atau kecepatan dalam pengambilan data, terutama bagi yang doyan ambil data di Internet dan kirim e-mail. Beberapa smartphone menawarkan kecepatan data dengan menggunakan fasilitas GPRS, EDGE, 3G, hingga HSDPA. Fasilitas koneksi ini udah kita kupas di info tekno drise edisi Januari 2011

  1. Keypad

Beberapa smartphone pake keypad QWERTY yang susunan hurufnya kaya keyboard komputer. Tapi ada juga yang masih pake keypad numerik. Kalo smartphone sering dipake buat ngetik, mending beli yang keypad QWERTY. Tapi kalo lebih sering dipake buat ngitung, mending beli kalkulator daripada smartphone. Hehehe….

  1. Connectivity

Penting nih. Liat dulu apa smartphone yang mau dibeli punya sambungan ke perangkat lain seperti bluetooth maupun kabel data. Biar gampang mindahin data.

  1. Memory

Pastikan jumlah memory yang tersedia sesuai dengan kebutuhan. Lebih bagus kalo tersedia slot eksternal memory sehingga Anda dapat menambah kapasitas memori.

  1. Layar

Ukuran layar yang besar lebih gampang dipake buat baca dan nulis.

  1. Aplikasi

Pastikan apakah aplikasi yang ada dalam smartphone tersebut sudah memenuhi kebutuhan. Baik untuk aplikasi pengolahan dokumen, push e-mail, maupun aplikasi entertainment.

  1. Daya Tahan Baterai

Catet daya tahan baterai, baik waktu bicara maupun daya tahan baterai saat digunakan untuk mendengarkan musik dan memutar video, ataupun untuk keperluan entertainment lainnya.

  1. Garansi

Pastikan garansinya resmi dan lebih bagus beli di distributor resmi juga. Biar ngurus garansinyanya lebih jelas dan mudah.[]

 

di muat Majalah Drise edisi #10

Ngenet Dimana Aja, Kapan Aja

drise-online.com – Hari gini, kemudahan yang ditawarkan teknologi informasi, ngasih kesempatan ke semua orang dan semua golongan untuk eksis di dunia maya. Menjamurnya warnet dan koneksi internet via ponsel bikin kegiatan surfing, browsing, and chatting jadi kegiatan harian. Kalo pepatah bilang banyak jalan menuju roma, untuk urusan koneksi internet, banyak jalan untuk ngenet. Berikut diantaranya.

  • Dengan Dial Up

Koneksi internet dial up adalah koneksi dengan menggunakan telepon biasa (rumah).  Katanya sih modem dial-up mampu mencapai kecepatan transmisi data hingga 56 kbps (klilobit per detik). Kenyatannya nggak selalu. Kecepatan realnya hanya sekitar 12 sampai 20 kbps. Karena koneksi ini memanfaatkan jalur telelpon rumah, maka kalo lagi dipake internetan otomatis telepon rumah bakal kedengaran sibuk kalo dihubungi. Sebaliknya, kalo telepon rumah lagi dipake, pastinya gak bisa koneksi ke internet.

 

  • Dengan TV Kabel

Koneksi internet dengan TV kabel memanfaatkan fasilitas tambahan yang ditawarkan oleh penyedia jasa TV berlangganan. Seperti halnya saluran TV Kabel yang bisa kita tonton seharian semalaman, koneksi internetnya juga unlimited alias nggak dibatasi waktu. Bisa internetan sepuasnya tanpa ganggu jalur telepon. Koneksi internet dengan TV kabel mempunyai variasi kecepatan akses antara 64 Kbps, 384 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps, dan 1536 Kbps.

 

  • Dengan ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

Koneksi ini menghubungkan komputer menggunakan modem khusus dengan saluran telepon biasa (rumah), seperti pada koneksi dial up tapi pada frekwensi yang berbeda. Modem konvensional menggunakan frekwensi di bawah 4 KHz, sedangkan modem ADSL menggunakan frekwensi antara 34 KHz sampai 1104 KHz. Sehingga line telepon rumah tidak terganggu ketika sedang online. Teknologi modulasi yang dikembangkan dengan discrete multitone (DMT), yang memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi . Walaupun sama-sama pake jalur telepon, kecepatan pada modem ADSL berkisar antara 1.5 Mbps sampai 9 Mbps. Bandingkan dengan koneksi dial up yang maks cuman 54 kbps. Jauh banget kan?

 

  • Dengan GPRS (General Pocket Radio Service)

Koneksi internet dengan GPRS adalah koneksi yang menggunakan handphone GSM sebagai modem. Supaya bisa meng-akses internet, kita harus mengaktifkan layanan GPRS-nya terlebih dahulu. Setelah fitur GPRS diaktfkan, baru kita bisa menghubungkan komputer ke internet dengan menggunakan handphone, baik melalui kabel data, infrared, atau bluetooth. Kalo sinyalnya lagi bagus, kecepatan bisa lebihd ari 60 Kbps. Tapi giliran lagi lemot, maksimal 12 Kbps aja.

 

  • Dengan 3G (UMTS)

3G merupakan pengembangan teknologi GPRS dengan akses internet berkecepatan tinggi. Saat ini sistem yang umum digunakan adalah UMTS (jaringan 3G). Kecepatan akses bisa mencapai 384 Kbps. Kecepatan aksesnya lebih tinggi daripada GPRS. Tapi kalo pas daerah kamu nggak terjangkau fasilitas 3G, gigit jari deh. Mau nggak mau, pake GPRS lagi yang jauh lebih lambreta. Nikmatin aja!

 

  • Dengan 3.5G / HSDPA (High Speed Downlink Packet Acces)

HSDPA merupakan pengembangan lebih lanjut dari UMTS yang dapat memberikan kecepatan akses hingga 7.2 Mbps. Koneksi ini lebih stabil dan lebih cepat dari 3G. Cuman belum semua daerah terjangkau oleh fasilitas ini. Kalo di kota-kota besar sih, biasanya udah terjangkau.

 

  • Dengan CDMA (Code Division Multiple Access)

Koneksi CDMA adalah koneksi dengan menggunakan modem CDMA untuk meng-akses internet. Komputer terhubung ke telepon atau ponsel CDMA melalui kabel data, infrared, atau bluetooth. Untuk telepon yang difungsikan sebagai modem, kecepatannya mencapai 153.6 Kbps (Kilobyte per second). Namun kecepatan sebenarnya tergantung pada penyedia layanan dan tergantung besarnya sinyal dan cuaca. Untuk modem dengan menggunakan telepon biasa, misalnya Wifone, kecepatannya maksimal 115.2 Kbps

 

  • Dengan Broad Band ISDN (Integrated Services Digital Network)

Broad band menyediakan layanan terpadu dengan kecepatan tinggi dan menggunakan serat optik sebagai media transmisi yang pastinya lebih stabil. Gak terganggu cuaca seperti koneksi GPRS, 3G, atau HSDPA. Koneksi modem jenis ini sanggup menyediakan kecepatan (bandwith) yang melebihi 200 Kbps , baik dari provider ke konsumen (downstream) maupun dari konsumen ke provider (upstream).

 

Driser, berbagai macam pelayanan yang ditawarkan dunia maya, cukup banyak membantu kegiatan kita di sekolah, kampus, kantor, atau memperat hubungan dengan sanak sodara yang terpisah jarak. Tapi tetep, kita mesti inget kalo pengawasan Allah swt dan malaikat Rokib dan Atid juga menjangkau dunia maya. So, meski kita bisa ngenet kapan aja dan dimana aja, gunakan internet dengan bijaksana-bijaksini. Jadikan sebagai ladang pahala, bukan justru menjerumuskan kita ke lembah dosa. Otreh? Siip! [341]

 

Di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#9

Flashdisk: Bentuknya Mini, Manfaatnya Maksi!

Bendanya kecil bin imut. Dari anak sekolahan hingga orang kantoran udah akrab ama benda ini. Saking akrabnya, jadi sering kelupaan naro atau malah ketinggalan. Kadang terselip di sela-sela buku. Kadang lupa dicabut dari CPU. Padahal kalo udah kehilangan, yang punyanya dijamin kelabakan. Gimana nggak, ukurannya yang mini berbanding terbalik dengan manfaatnya yang maksi. Pasti tahu dong benda apa yang dimaksud? Yup bener banget, flash disk!

Continue reading Flashdisk: Bentuknya Mini, Manfaatnya Maksi!

Berbagai macam Web Browser

web browserMau googling, facebooking, atau twittering, kita perlu alat bantu yang namanya web browser alias penjelajah web. Kalo gak pake browser, kita kerepoten mengakses sumber informasi yang dikenal sebagai Uniform Resource Identifier (URI). Dan hari gini, macam-macam browser merajalelal di dunia maya. Dari yang populer sampe yang new comer. Penjelajah web pertama bernama bernama WorldWideWeb (tanpa spasi) diciptakan Tim Berners-Lee. Nama penjelajah tersebut kemudian diubah menjadi Nexus. Selanjutnya, perkembangan web browser melahirkan beberapa penjelajah web yang paling banyak dipake. Diantaranya: Continue reading Berbagai macam Web Browser