Majalahdrise.com – DI GEMPUR J-POP CULTURE Doraemon. Siapa yang nggak kenal tokoh kartun fenomenal ini. Kucing ajaib asal negeri matahari terbit ini pertama kali menyapa anak-anak nusantara tahun 1988. Tepatnya tanggal 06 November yang tayang di stasiun televisi swasta RCTI.
Tak perlu waktu lama, serial Doraemon dengan kantong ajaibnya ini mampu menghipnotis dan menjadi tontonan idola. Sampai sekarang. Termasuk film terakhir bertajuk “Stand By Me” yang menyita perhatian masyarakat dunia. Kesuksesan Doraemon diikuti dengan munculnya serial-serial kartun Jepang lain yang meramaikan jagat hiburan televisi.
Ada Sun Go Kong dengan pencarian 7 bola naganya, kepiawaian kaki Kapten Tsubasa memainkan si kulit bundar dengan tendangan Drive Shoot-nya atau perjalanan Ash Ketchum untuk menjadi seorang Pokemon Master. Nggak ketinggalan petualangan Chinmi dari Kuil Dairin juga turut meramaikan tayangan kartun jepang yang bikin kesengsem.
Walhasil, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia untuk jumlah pembaca manga, atau komik Jepang. Rata-rata seseorang membaca 3,11 buku komik Atau sekitar 3 buku per orang!
(jogja.tribunnews.com, 29/11/2013)
Potret Budaya Jepang ( J-POP culture )
Di Jepang, komik dikenal dengan sebutan Manga. Manga 漫画 terdiri dari dua kata, yaitu ‘man’ 漫 yang berarti penuh, dan ‘ga’ 画yang berarti gambar. Secara harfiah dapat diartikan bahwa manga memiliki arti penuh dengan gambar tidak beraturan.
Yang bikin Manga namanya Mangaka. Buat Jepang sendiri, Manga tuh udah jadi bagian dari karya seni yang menawarkan cerita all about Jepang melalui gambar apik dan cerita ringan yang dikemas sebagai sebuah hiburan.
Asli keren. Manga punya bidikan untuk berbagai kalangan berdasarkan jenis pembacanya. Untuk anak-anak (kodomo), wanita (redikomi atau josei), remaja perempuan (shojo), atau remaja lelaki (Shounen). Untuk kalangan dewasa, ada manga khusus yang isinya berbau mesum pin porno yang dikenal dengan sebutan Hentai yang artinya “penampilan yang aneh” atau “abnormalitas”.
Orang Jepang ngasih label “jū hachi kin” (untuk 18 tahun ke atas), “ecchi/H anime” (seksual/anime pornografi), “eroanime” (singkatan dari erotic anime), atau “seinen” (dewasa) untuk hentai. Jepang dikenal sebagai sentra komik Asia. Lantaran negeri matahari terbit itu menjadi pelopor kemunculan komik setelah akhir Perang Dunia ke-2.
Kali pertama oleh Osama Tezuka yang dikenal sebagai “The God of Manga” dengan karyanya: New Treasure Island dan Shintakarajima. Dan kini, komik Jepang kian mendunia. Berdasarkan data penerbitan bulan Desember 2010, dari daftar komik yang dicetak oleh m&c, unit Komik dan Majalah dari Gramedia Majalah, terdapat 475 judul komik Jepang atau sekitar 86.4% dari total komik yang diproduksi oleh perusahaan percetakan itu.
Manga sebagai bagian dari wujud budaya populer jepang (J-Pop Culture), isinya nggak bisa dipisahin dari kepercayaan masyarakatnya yang mayoritas beragama Shinto atau Budha. Pastinya mengandung nilai-nilai budaya Jepang yang sekuler dan pola hidup masyarakatnya yang cenderung bebas dan materialis. Coba aja perhatiin, setiap cerita yang dibesut Manga. Mayoritas menggambarkan gaya hidup tanpa aturan agama yang dikemas dalam cerita-cerita khayalan, glamour, instant, serba bebas, en yang pasti jauh dari unsur-unsur Islam. Hati-hati ah!
di muat di majalah remaja islam drise edisi 50
Save