Majalahdrise.com – Dalam keadaan miskin, Lola mengembara menjelajahi Eropa. Dia tiba di Warsawa, Polandia, dan berkenalan dengan seorang kekasih gelap yang kembali mengorbitkannya menjadi aktris dan penari. Dia kembali melambung dalam ketenaran, dan namanya pun dikenal di kalangan para bangsawan. Pangeran Polandia, Paskieviech, tergila-gila padanya. Tetapi Lola tidak tertarik sama sekali kepada Pangeran Polandia itu. Sang pangeran kemudian menandatangani sepucuk surat pengusiran dan Lola pun harus angkat kaki dari Polandia.
Di Prancis, Lola nggak begitu hoki, maka dia melanjutkan perjalanan ke Bavaria. Ketika wanita asing ini tiba di Munich (ibukota Kerajaan Bavaria), para bangsawan, pejabat, dan para agamawan di kota itu langsung menyadari bahwa Lola adalah sebuah ancaman. Pihak gereja bahkan menyerukan propaganda anti-Lola ketika wanita itu ikut audisi di Royal Theatre Munich. Karena propaganda itu pun Lola ditolak dari audisi. Namun Lola adalah wanita yang berkemauan kuat.
Dia nggak sudi ditolak. Dia pun mengirimkan surat resmi kepada Raja Ludwig I, meminta diberikan kesempatan agar bisa tampil untuk sang raja. Izin pun diberikan, Ludwig menyaksikan penampilan Lola, dan saat itulah sang raja mengalami puber kedua. Ludwig tergila-gila kepada Lola dan mabuk kepayang. Ludwig memberikan segalanya kepada Lola, uang, rumah, harta, dan gelar kebangsawanan. Walau menghadapi banyak tentangan, Ludwig mengangkat Lola sebagai Countess of Lansfeld. Pandangan politik Lola yang liberal banyak mempengaruhi Raja Ludwig, sehingga sang raja yang pada awalnya amat dicintai oleh rakyatnya ini menjadi begitu dibenci.
Aliran Calvinis (Protestan) yang dianut Lola pun membuatnya tidak disukai oleh kalangan Katolik. Revolusi dan kerusuhan pecah di mana-mana. Berbagai propadanda dan tuduhan beredar, bahkan Lola dikatakan sebagai penyihir yang memelihara dedemit berbentuk burung-burung hitam berukuran besar. Rakyat Bavaria begitu ingin Lola disingkirkan dari Bavaria. Karena keadaan yang semakin genting, mau tak mau, Ludwig pun menandatangani surat pengusiran Lola. Hanya diberi waktu satu jam, Lola harus angkat kaki dari Bavaria. Dia tidak sempat merapikan barang-barangnya, hanya beberapa perhiasan saja yang dibawanya. Ketika Lola sudah pergi dengan menaiki kereta kuda, rumahnya yang mewah, pemberian Ludwig, langsung diserbu massa dan dijarah. Ludwig tahu-tahu nongol dan segera menghentikan penjarahan itu. dia telah kehilangan keluarganya, dan negaranya kacau balau hanya karena godaan wanita.
Driser, berhati-hatilah dengan fitnah yang bisa bikin kita sengsara. Seperti diingatkan Rasullulah sawa dalam sebuah hadits, “Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita” (HR. Bukhari no. 5096). Maksud fitnah disini bukannya kayak fitnah-fitnah di sinetron-sinetron gitu lho ya, kita nggak ngerjain perbuatan itu, tetapi kita dituduh alias difitnah telah ngerjain perbuatan itu, bukan yang kayak gitu. Maksud fitnah di sini adalah potensi bahaya yang sangat besar. Waspadalah![]
dimuat di majalah remaja islam drise edisi 49