majalahdrise.com – buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kayaknya pepatah itu emang mewakili kebanyakan fakta. Tak terkecuali di dunia artis. Orangtuanya artis, anaknya pun jadi artis. Sekarang telah hadir artis-artis baru yang lahir dari rahim para artis generasi pendahulu. Dipopulerkan, dipertontonkan supaya terkenal dan jadi tuntunan. Yang terbaru web seri #AnakArtis yang mengorbitkan nama-nama Brandon Nicholas Salim, Valerie Thomas, Shawn Adrian, Stephanie Poetri Dougharty, Daffa Jenaro Muchtar, dan Nadine Waworuntu. Mereka adalah anak artis Ferry Salim, Jeremy Thomas, Andy Soraya, Titi DJ dan Ruth Sahanaya. Lagi heboh-hebohnya tuh, makanya langsung melejit. Apa yang dipertontonkan? Mulai kegiatan sehari-hari, pergaulannya, hingga hobi dan aktivitas di bidang entertaiment seperti musik, modeling atau syuting. Artinya, bakal diulik habis sisi-sisi kehidupan publik sekaligus privat mereka. Apa bagusnya?
Parade Kemewahan
Umumnya kehidupan anak artis ini bak putri atau pangeran dalam kehidupan istana. Dalam hal materi, tentu bergelimang harta. Kebutuhan hidup udah pasti nggak kekurangan. Bahkan berlebih. Fasilitas mewah selalu tersedia. Rumah mewah, kamar nyaman, busana branded, aksesori favorit, gadget tercanggih, mobil berderet dan sebagainya. Makan enak udah pasti. Restoran mahal tinggal tunjuk.
Liburan ke mana-mana tinggal berangkat. Kehidupan yang sempurna, bukan? Parade kemewahan itulah yang menonjol dari kehidupan dunia artis. Bagaimana dengan prestasi? Mungkin ada yang memiliki prestasi akademik, tapi lebih banyak yang “prestasinya” juga di dunia artis. Paling-paling berapa banyak single-nya, albumnya, sinetron atau film yang dibintanginya, dan sejenisnya. Kalau itu bisa disebut “prestasi” loh, ya.
Yang parah, udah pasti ada parade pergaulan bebas di sana. Cowok-cewek gaul ga ada batasnya. Cipika cipiki dengan lawan jenis, semobil atau sekamar, nggak pakai risih. Lihat aja di salah satu episode #AnakArtis, ada pool party alias pesta di kolam renang. Kehidupan glamour nan hura-hura itu sungguh bikin iri para remaja yang memimpikan hidup bak di surga.
Teladan Keburukan
Jelas saja, apa yang diperlihatkan dari kehidupan para anak artis itu tidak layak jadi teladan bagi remaja. Apalagi remaja muslim seperti kamu, ya kamu. Tayangan-tayangan dunia artis, dikemas dengan bentuk apapun, pasti membawa efek negatif. Remaja yang melihatnya, apalagi terus menerus dan diulang-ulang, akan menjadi pemuja kemewahan. Akibatnya tak memiliki rasa syukur atas apa yang dianugerahkan Allah SWT padanya. Muncul perasaan seandainya bisa hidup semewah itu. Akibatnya, mereka juga kurang menghargai jerih payah orangtuanya.
Selalu menuntut dan merasa kurang, hanya demi memenuhi kebutuhan tersiernya. Lihat saja, banyak remaja di sekitar kita yang lebih mengutamakan penampilan dibanding pendidikan. Apalagi pemahaman agama, nol. Fashion dan tetek bengeknya jadi prioritas. Cara berbusananya selalu mengikuti gaya terkini. Misalnya Korean Style yang lagi up date.
Belum lagi remaja yang terjerumus pergaulan bebas. Akibat tersihir ratusan kali oleh akting para aktor-artis di tayangan televisi, baik sinetron maupun infotaiment, mereka mengusungnya di dunia nyata. Cewek pun kerjanya sibuk cari gebetan. Mudah galau kalau ditinggal pacar. Mau-maunya dijadikan budak seks, gara-gara ancaman kata putus. Bahkan tega kabur dari rumah demi lelaki buaya daratnya. Akibatnya diperkosa, hamil di luar nikah atau malah pulang tinggal nama. Astaghfirullah. Seperti itulah profil remaja-remaja pemuja gaya hidup ala artis yang selalu pamer kemewahan. Tak ada sisi positifnya. Jadi, nggak usah tersihir dan terpesona. Bahkan, sebenarnya kasihan hidup mereka. Di luar kelihatan bahagia, sejatinya dalam hati hancur-hancuran.
Generasi Takwa
Bersyukurlah kamu, ya, kamu, lahir dari orangtua yang bukan artis. Bahkan lebih bersyukur lahir dari orangtua yang memiliki pemahaman Islam yang baik. Orangtua yang ikut berkontribusi pada dakwah Islam. Orangtua yang ustad-ustazah, dai-daiyah, motivator, trainer Islam dan sejenisnya. Lebih bersyukur lagi, karena orangtuamu juga mengarahkan kamu supaya
menjadi penerusnya. Menjadi para (calon) pengemban dakwah, pejuang Islam. Memang sudah seperti itulah seharusnya. Bukan semata-mata karena buah tak akan jauh dari pohonnya, tapi memang itu sudah kewajibanmu. Seandainya kamu lahir dari orangtua artis pun, sebagai muslim, kamu harus mengubah kondisi untuk tidak mengikuti jejak orangtuamu. Tetap harus menjadi pejuang Islam. Bahkan dari orangtua apapun, kamu adalah kamu.
Muslim yang dilahirkan untuk menjadi hamba Allah SWT, mengabdi untuk-Nya. Sebagai muslim, kamu adalah generasi harapan umat. Kalau di kalangan artis saja sudah terjadi regenerasi, di kalangan generasi muslim juga harus segera mewujudkan generasi-generasi baru pejuang Islam. Itu adalah kamu. Kamu harus bercita-cita jadi pembela Islam. Tentu saja, duniamu bertolakbelakang dengan remaja mainstream.
Ya, remaja muslim memang beda. Remaja ideal yang berkepribadian Islam, bertakwa dan mengisi hidupnya dengan kegiatan yang bermanfaat. Nggak sempat deh hura-hura. Belum saatnya deh bermewah-mewah. Itu nanti di surga sana. Remaja muslim harus berkontribusi memerangi kemaksiatan, bukan ikut melanggengkannya. Maka itu, kalo kamu muslim, masih suka terpesona dengan dunia artis, mendingan stop deh! Stop follower para artis, selebgram atau seleb you tube yang cuma merusak pikiranmu. Membuat hidupmu cuma mimpi.
Membuat dirimu kurang bersyukur. Membuat dirimu galau karena membanding-bandingkan dengan yang lain. Dan lebih parah, nggak bikin kamu fokus pada kewajiban utamamu: belajar dan mengkaji Islam. Catet![]
di muat di majalah remaja islam drise edisi 50