Majalah Remaja Islam Drise

Kardinal Ascanio Sforza dan Kardinal Giuliani della Rovere.

majalahdrise.com – Ada dua pesaing terberat Rodrigo: Kardinal Ascanio Sforza dan Kardinal Giuliani della Rovere. Kedua kandidat ini mendapat sokongan dana dari Prancis, Genoa, dan beberapa kerajaan lainnya. Sementara Rodrigo hanya ada di urutan ketiga. Hanya saja berbagai persaingan dan konspirasi diantara kedua kandidat kuat itu telah menambah peluang menang bagi Rodrigo. Pada titik inilah keyakinan Rodrigo untuk bisa terpilih menjadi Paus amatlah besar, dan dia segera mengumbar berbagai iming-iming dan janji kepada para Kardinal yang tidak mungkin bisa mereka tolak. Berbagai harta, emas dan perak, jabatan, tanah, kastil, dan segalanya dijadikan alat untuk menyuap. Rodrigo memang memiliki banyak harta. Dan suap terbesar dia sisakan untuk Kardinal Ascanio Sforza. Jika Rodrigo berhasil menjabat sebagai Paus, dia menawarkan jabatan terpenting sebagai Wakil Pemimpin Gereja, dan sebagai tambahan bujukan, Rodrigo menawarkan istananya yang indah yang terletak di tepi Sungai Tiber, berseberangan dengan Vatikan. Ada banyak istana yang indah tetapi istana ini tiada bandingannya.

Semua suap yang ditawarkan Rodrigo adalah suap terbesar yang pernah diterima seorang Kardinal, dan Ascanio Sforza hanya mampu bertahan lima hari saja untuk mengabaikan tawaran itu. Pada hari keenam dia pun menerima semua tawaran Rodrigo dan mengundurkan diri dari sebagai kandidat Paus. Dengan mundurnya Ascanio Sforza, seluruh dukungan untuknya kemudian mengalir kepada Rodrigo. Tepat sebelum fajar tanggal 11 Agustus 1492, Rodrigo Borgia, yang telah menjadi Paus Alexander VI, berpakaian jubah Kepausan, muncul di balkon lantai pertama Vatikan di hadapan kerumunan besar untuk membuat pengumuman tradisional: “Saya sri Paus dan Wakil Kristus… saya memberkati kota ini, saya memberkati tanah ini, saya memberkati Italia, saya memberkati dunia.” [Sayf Muhammad Isa]