<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Girly Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/girly-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Jun 2019 23:41:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Trend Hijab : Reject Or Follow</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/trend-hijab-reject-follow/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/trend-hijab-reject-follow/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2019 23:37:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baju baru, alhamdulillah….. ngga baju baru, tetap alhamdulillah ya… Pas cari-cari baju lebaran kemarin, Alga &#160;baru tau kalau di pasaran lagi gandrung yang namanya “Hijab Fatin”. Apaan tu ya? Hemm,,, ternyata istilah ini booming lantaran dipake sama Fatin Shidqia yang sekarang udah tenar nyanyi dimana-mana. Sebelum hijab ala Fatin, ternyata ada hijab&#160; Cetarrr ala Syahrini. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/trend-hijab-reject-follow/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Trend Hijab : Reject Or Follow</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/trend-hijab-reject-follow/">Trend Hijab : Reject Or Follow</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Baju baru, alhamdulillah….. ngga baju baru, tetap alhamdulillah ya…</em> Pas cari-cari baju lebaran kemarin, Alga &nbsp;baru tau kalau di pasaran lagi gandrung yang namanya “Hijab Fatin”. Apaan tu ya? Hemm,,, ternyata istilah ini booming lantaran dipake sama Fatin Shidqia yang sekarang udah tenar nyanyi dimana-mana. Sebelum hijab ala Fatin, ternyata ada hijab&nbsp; Cetarrr ala Syahrini. Segitu doang? Belum loh. Kerudung ala Zaskia juga sempat populer. &nbsp;Aneka tren hijab memang makin nge-gemesin. Mulai dari yang ribet sampe yang simpel. Dari yang lilit sampe yang penuh dengan jarum peniti di kepala. Pernah nyobain?</p>
<p>Berrr…. Jangan coba-coba kecuali dikawal sama yang ahli, entar bisa ketusuk. Maklum, namanya juga wanita. Selalu punya sesuatu untuk dipercantik dan diotak-atik. Termasuk &#8216;hijab&#8217; (penutup aurat). Lebay ngga sih ? Lebay atau tidak, tergantung sudut pandang kita menilai. Bagi dunia bisnis, adanya &#8216;Hijab Fatin&#8217; dan sejenisnya, mampu menambah omzet penjualan loh. Coba cek ke &nbsp;butik-butik di pasaran.</p>
<p>Makin ramai aja kan. Dari sisi fashion pun tampaknya senengseneng aja. Bagaimana islam memandang ? Cara islam dari jaman Nabi Saw sampai hari kiamat tidak akan berubah. Yaitu halal dan haram. Artinya, selama tren tersebut sesuai batas-batas hukum syara&#8217; artinya boleh diikuti. Kalau udah mulai nyerempet yang&nbsp; haram, harus ditinggalkan.&nbsp;</p>
<p>Batasan aurat dari dulu sampai sekarang masih sama, yaitu : muka dan telapak tangan. <em>Al-&#8216;Amash meriwayatkan dari Said bin Jubair dari Ibni Abbas: “Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali apa-apa yang nampak darinya”, Ibnu Abas menegaskan: “Wajah dan telapak tangan”.</em> <em>&#8220;Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu&#8217;min semua hendaklah mereka menghulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu.</em>&#8221; (al-Ahzab: 59)</p>
<p>Jilbab, yaitu pakaian lebar dan terhulur tanpa potongan.Sebagian perempuan jahiliah apabila keluar rumah, mereka menampakkan sebagian kecantikannya, misalnya dada, leher dan rambut, sehingga mereka ini diganggu oleh laki-laki fasik plus iseng, kemudian turunlah ayat di atas yang memerintahkan kepada orang-orang perempuan mu&#8217;minah untuk menghulurkan jilbabnya itu sehingga tidak timbul fitnah. Definisi ini pada akhirnya membuat batasan khusus. Dimana jilbab syar&#8217;I itu tidak boleh membentuk tubuh alias ketat. Di ayat lainnya, ada kewajiban memakai khimar (kerudung). Sering salah kaprah loh, membedakan antara jilbab dan kerudung.</p>
<p>Sering disama-samain, padahal berbeda. Dalil kerudung terumat dalam firman Allah An-Nur ayat 31 : &nbsp;“<em>Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan </em>&nbsp;H <em>pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…</em>”. So, tren hijab : ditolak atau diikuti ?</p>
<p>Jawabnya : &#8216;<em>terserah Allah aja&#8217;</em>, artinya &nbsp;&#8216;aku berhijab bukan karena tren atau ngga nge-tren, melainkan karena Allah semata.&#8217; Jika kenyataannya tren hijab sekarang tidak sesuai Islam, jangan malu untuk menolak alias tidak ikut-ikutan gitu loh. Barangkali Fatin dan artis-artis lainnya belum tau tentang batasan-batasan ini. Semangat berhijab boleh aja, tapi bukan berarti kita berhenti untuk berhijab sempurna yang sebenarnya. Begitulah sikap kita sebagai muslimah sejati. Tegas, jelas dan tidak gampang terikut arus. YES YES YES! ALLAHU AKBAR!<strong>[Alga Biru]</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/trend-hijab-reject-follow/">Trend Hijab : Reject Or Follow</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/trend-hijab-reject-follow/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3762</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wanita Dan Pena</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/wanita-dan-pena/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/wanita-dan-pena/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2018 23:53:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3701</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minder karena tidak berpendidiakn tinggi ? bukan lagi zamannya Lingkungan hari ini memang begitu berpihak pada gelar, status pendidikan. Tetapi pahamilah, asal kita memiliki keinginan kuat dan usaha yang keras yang tak pernah mati dayanya, sesungguhnya kita sudah tentu jauh lebih hebat dari siapa pun. Inilah diantara hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/wanita-dan-pena/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Wanita Dan Pena</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/wanita-dan-pena/">Wanita Dan Pena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Minder karena tidak berpendidiakn tinggi ? bukan lagi zamannya Lingkungan hari ini memang begitu berpihak pada gelar, status pendidikan. Tetapi pahamilah, asal kita memiliki keinginan kuat dan usaha yang keras yang tak pernah mati dayanya, sesungguhnya kita sudah tentu jauh lebih hebat dari siapa pun. Inilah diantara hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup seorang penulis wanita nasrani.</p>
<p>Dia adalah Agatha Christie, penulis kisah detektif yang santun dan paling terkenal di Inggris setelah Shakespeare seperti diumumkan oleh UNESCO. Saat membaca biografinya di buku “Tanpa Sekolah Tapi Sukses” (Agatha adalah orang pertama yang dibahas di buku ini) tergambar bahwa kesuksesan memang tidak membutuhkan syarat-syarat yang diberlakukan oleh lingkungan. Agatha Christie tidak pernah sekolah sama sekali di masa hidupnya.</p>
<p>&nbsp;Tetapi ia bisa menghasilkan karya tulis yang dicetak hampir satu milyar eksemplar dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa. Bahkan di dalam biografinya tertulis, jika seluruh bukunya dicetak dan ditumpuk menjadi satu maka akan mencapai 20.000 tumpuk buku yang tingginya menyamai menara eiffel di Perancis.</p>
<p>Atau mencapai 3.400 tumpuk buku yang tingginya sama dengan puncak everest (puncak gunung tertinggi di dunia). Ciyus?! Ibunya berperan begitu penting untuk hidupnya. Semenjak kecil, ia selalu diarahkan bagaimana menuangkan isi pikiran dan perasaannya lewat sebuah tulisan. Bahkan di saat ia sakit sekali pun. Meski Agatha bilang ia yakin tidak bisa menulis, Ibunya bilang cobalah dan kau akan mengetahui hasilnya. Dan benarlah, Agatha terus menulis karena ia menyukainya dan bukan lagi terpikir untuk sebuah nobel atau penghargaan lainnya. Hanya menulis aktivitas yang paling dicintainya. Seolah-olah versi sukses yang ada di dalam kepalanya adalah tatkala ia mampu merdeka melakukan apa yang paling diinginkannya di dunia ini.</p>
<p>Mungkin karena memang lingkungannya yang menjadikan Agatha penulis produktif. Menurut suami dari pernikahan keduanya, setelah dibuatkan ruangan kecil khusus di pojok rumah untuk Agatha, semenjak pagi Agatha duduk hanya untuk menulis. Dan hasilnya, 6 novel rampung di satu musim. Itu dilakukannya karena ia ingin melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri dan orang lain. Driser, tidak dapat melanjutkan sekolah bukan sebuah masalah besar. Itu bisa kita lakukan di lain waktu jika memang ilmu di sekolah tetap ingin kita rasakan.</p>
<p>Nggak perlu meratapi, tapi justru mesti kita tanya pada diri sendiri. Sukses seperti apa yang ingin kita wujudkan untuk usia, hidup, agama dan ummat ini? Seperti apa pun kondisi lingkungan di sekitar kita, cobalah untuk terus menuangkan dengan berani ide-ide yang ada di kepala. Bebas mengeksplorasi lingkungan yang kita sukai dan yakini, lewat tulisan sehingga orang lain bisa ikut merasakan kebaikan yang kita hasilkan. Menulislah. Menulis bukan untuk sementara melainkan selamanya. Cintai menulis. Bukan kalimat paksaan tetapi kampanye besar-besaran. Sungguh menulislah. Apalagi menulis adalah salah satu media yang cukup efektif untuk menunaikan kewajiban dakwah. Maka menulislah.</p>
<p>&nbsp;Jadilah penulis perempuan yang tidak kalah dengan penulis-penulis sekular. Dunia ini butuh sekali para penulis hebat yang menyebarkan syi&#8217;ar Islam. Islam membutuhkan orang-orang yang tidak lagi sungkan untuk menyebarkan keimanan dan pemahaman Al-Qur&#8217;an. Kelak karya tulis sekular tidak akan lebih dari sekedar bangkai. Karena Khilafah tidak akan membiarkan tulisan yang membahayakan &#8216;aqidah dan mental kaum Muslimin. Tulisan adalah sebuah perlawanan. Terlebih, penamu adalah nyawa keduamu! [Hikari]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/wanita-dan-pena/">Wanita Dan Pena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/wanita-dan-pena/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3701</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lanjut Kuliah : demi ilmu atau gengsi ?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/lanjut-kuliah-demi-ilmu-atau-gengsi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/lanjut-kuliah-demi-ilmu-atau-gengsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2018 10:15:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3640</guid>

					<description><![CDATA[<p>Percakapan dua muslimah di kantin sekolah* Intan : Fin, bakal lanjut kemana entar abis UN ? Fina : Rencananya sih kalau ngga ke UGM ya… ke UI deh ! kamu? (Dalam hati Intan, “wah keren amat”) Intan : Oh… belum tau nih. Kayanya sih ngga kemana-mana, bantu-bantu ibu aja di rumah. Adik-adikku masih banyak yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/lanjut-kuliah-demi-ilmu-atau-gengsi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Lanjut Kuliah : demi ilmu atau gengsi ?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/lanjut-kuliah-demi-ilmu-atau-gengsi/">Lanjut Kuliah : demi ilmu atau gengsi ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Percakapan dua muslimah di kantin sekolah*</strong></p>
<p>Intan : Fin, bakal lanjut kemana entar abis UN ?</p>
<p>Fina : Rencananya sih kalau ngga ke UGM ya… ke UI</p>
<p>deh ! kamu?</p>
<p>(Dalam hati Intan, “wah keren amat”)</p>
<p>Intan : Oh… belum tau nih. Kayanya sih ngga</p>
<p>kemana-mana, bantu-bantu ibu aja di</p>
<p>rumah. Adik-adikku masih banyak yang</p>
<p>harus dibiayai.</p>
<p>*****</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Percakapan seperti di atas mungkin &nbsp;pernah kita denger atau bahkan dialami oleh kita. Apalagi buat &nbsp;anak-anak SMA yang sedang H2C menunggu hasil UN terus mikirin &nbsp;masa depannya. Jenjang terakhirnya di kampus putih abu-abu &nbsp;sebagai “siswa” akan segera berakhir. Akankah ini benar-benar jadi &nbsp;yang terakhir juga dalam menimba ilmu? Belum tentu. Kan ada &nbsp;bangku kuliah yang sudah menunggu. &nbsp;Macem-macem sih alasan orang lanjut ke jenjang &nbsp;berikutnya alias masuk kampus (trus dapet gelar “mahasiswa”). &nbsp;</p>
<p>Pertama, cari ilmu. Selanjutnya, setelah dapat ilmu, terus lulus, &nbsp;yang ujung-ujungnya dapet titel. Bakal diapain tuh titel? Tentu &nbsp;ijazah kelulusan dan titel tersebut berhubungan dengan &nbsp;kemudahan dalam mencari pekerjaan dan menambah &nbsp;penghasilan. Apalagi di era kapitalisme kaya gini. Jangankan kerja &nbsp;kantoran, jadi tukang sapu aja butuh ijazah.</p>
<p>So, walaupun kita &nbsp;orangnya pintar, jujur dan cekatan, tapi kalo nggak lengkap dengan &nbsp;ijazah, siap-siap aja tereliminasi. Tuntutan pekerjaan yang biasanya bikin orang &#8216;maksa&#8217; &nbsp;pengen kuliah. Walau biaya kuliah itu… selangiiiit! Ada juga sih &nbsp;yang milih lanjut kuliah juga dalam rangka menaikkan derajat &nbsp;sosial. Yup, orang yang di belakang namanya ada embel-embel &nbsp;“sarjana”, dianggap lebih bergengsi dan status sosialnya lebih &nbsp;tinggi. Kuliahnya belon kelar, eh terkadang gengsinya udah &nbsp;berkoar-koar. &nbsp;&nbsp;</p>
<p>“Allah akan meninggikan orang-orang beriman di &nbsp;antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu &nbsp;pengetahuan beberapa derajat” (QS.Al Mujadalah:11)</p>
<p>Ya, Allah Swt memang memuji orang yang berilmu. Tapi &nbsp;yang dimaksud bukan orang bertitel apalagi yang cuma gengsi-gengsian lho. Siapa saja yang getol belajar untuk meningkatkan &nbsp;kapasitas diri, layak disebut orang berilmu. Makanya, kalo mau &nbsp;lanjutin kuliah jangan jadi mahasiswa bermasalah. Jadilah generasi &nbsp;intelek penebar berkah. Biar titelnya cocok dengan predikatnya &nbsp;sebagai orang yang berilmu. Akur? DRISEr, biar kita bisa jadi bagian dari generasi intelek &nbsp;penebar berkah, berikut tips untuk mewujudkannya. &nbsp;</p>
<p><strong>Ambil langkah 4P : PILIHAN, PERENCAAN, PERMODALAN, &nbsp;PEMATANGAN! </strong></p>
<ul>
<li><strong> PILIHAN </strong>Seleksi pilihan kita. Lanjut kuliah artinya kita harus siap dengan biaya, waktu yang lumayan lama di kampus, minat (jangan Cuma &nbsp;ngikut ya) dan restu dari ortu. Salah satu saja tidak terpenuhi, &nbsp;jalan kita bisa tersendat di tengah jalan. <strong>· PERENCAAAN </strong>Rencanakan agenda kita sesuai apa yang kita pilih. Misalnya: pilih &nbsp;kampus yang sesuai dengan &#8216;derajat kesiapan&#8217;, supaya gampang &nbsp;lulusnya. Jangan muluk-muluk, tapi juga ngga boleh pesimis. &nbsp;</li>
<li><strong> PERMODALAN </strong>Sebelum melangkah, pikirkan sumber modal. Kalau masih kurang, pikirkan darimana kira-kira bisa kita dapatkan? Dari usaha sampingan, atau beasiswa, yakinlah masih banyak pintu rezeki. &nbsp;Yang penting, dipersiapkan ya segala kemungkinannya.</li>
<li><strong> PEMATANGAN </strong>Minta dukungan orang-orang terdekat, minimal minta do&#8217;a gitu loh. Jika kita mengalami banyak tantangan, matangkan mental kita dengan amal soleh. Sedekah, Sholat malam, menjauhi &nbsp;kemaksiatan dan laksanakan kewajiban.&nbsp; Semua itu untuk &nbsp;membangun sinyal kita kepada Allah Swt, Sang Pengatur Segala &nbsp;Urusan. &nbsp;Selamat merangkai masa depan! [Alga Biru]</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/lanjut-kuliah-demi-ilmu-atau-gengsi/">Lanjut Kuliah : demi ilmu atau gengsi ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/lanjut-kuliah-demi-ilmu-atau-gengsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3640</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MUSLIMAH ANTI PELECEHAN</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-pelecehan-2/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-pelecehan-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2018 22:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3589</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada suatu siang yang cerah, &#160;&#160;tersebutlah seorang muslimah &#160;&#160;berkerudung mini, berbaju ketat dan&#160; P&#160; celana panjang nge-press body. Berjalanlah &#160;&#160;ia melewati kerumunan cowo di simpang &#160;&#160;jalan. Cowo usil bersiul-siul ketika sang &#160;&#160;muslimah &#8216;sexy&#8217; itu lewat sembari &#160;&#160;berlenggok badan. Merasa &#8216;ditaksir&#8217; &#160;&#160;muslimah pun membalas siulan tersebut &#160;&#160;dengan tersenyum. Maka tampaklah bibir &#160;&#160;merah mengembang di wajahnya. Cowo-cowo &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-pelecehan-2/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MUSLIMAH ANTI PELECEHAN</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-pelecehan-2/">MUSLIMAH ANTI PELECEHAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu siang yang cerah, &nbsp;&nbsp;tersebutlah seorang muslimah &nbsp;&nbsp;berkerudung mini, berbaju ketat dan&nbsp; P&nbsp; celana panjang nge-press body. Berjalanlah &nbsp;&nbsp;ia melewati kerumunan cowo di simpang &nbsp;&nbsp;jalan. Cowo usil bersiul-siul ketika sang &nbsp;&nbsp;muslimah &#8216;sexy&#8217; itu lewat sembari &nbsp;&nbsp;berlenggok badan. Merasa &#8216;ditaksir&#8217; &nbsp;&nbsp;muslimah pun membalas siulan tersebut &nbsp;&nbsp;dengan tersenyum. Maka tampaklah bibir &nbsp;&nbsp;merah mengembang di wajahnya.</p>
<p>Cowo-cowo jadi makin gemes karena aksinya &nbsp;&nbsp;disambut. Ya, mungkin karena gemas, salah &nbsp;&nbsp;satu dari cowo iseng itu merambah aksinya. &nbsp;&nbsp;Ia pun mencolek pinggul sang cewe, toel &nbsp;&nbsp;toel !!! Kontan malunya bukan kepayang. &nbsp;&nbsp;Lalu cewe itu mempercepat lajunya &nbsp;&nbsp;menahan malu. Pelecehan!&nbsp; FENOMENA!&nbsp; Kejadian seperti di atas &nbsp;&nbsp;merupakan gambaran kecil dari tindak &nbsp;&nbsp;pelecehan. Bahkan kasus yang lebih &nbsp;&nbsp;dahsyat sering diliput di berbagai media. &nbsp;&nbsp;Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap &nbsp;&nbsp;Perempuan (Komnas Perempuan) &nbsp;&nbsp;mengungkapkan dalam periode 1998 &#8211; &nbsp;&nbsp;2010 telah terjadi 91.311 kasus. &#8220;Itu artinya &nbsp;&nbsp;dalam sehari rata-rata terjadi 28 kejadian &nbsp;&nbsp;kekerasan seksual terhadap perempuan,&#8221; &nbsp;&nbsp;ungkap Andy Yentriyani” (23/9/2011). &nbsp;&nbsp;</p>
<p>Insyaf diri, kadang kala &nbsp;&nbsp;munculnya pelecehan karena ada umpan &nbsp;&nbsp;dari cewe sediri loh. Atas nama kebebasan &nbsp;&nbsp;berekspresi, kaum hawa malah mengobral &nbsp;&nbsp;aurat dan kecantikannya. Ada cewe yang &nbsp;&nbsp;senang digoda laki-laki, menganggap yang &nbsp;&nbsp;ngga digoda itu ngga laku. &nbsp;&nbsp;Weits, apa iya? Jangan-jangan, karena cewenya &nbsp;&nbsp;murahan, makanya &nbsp;&nbsp;dilecehkan. Padahal, &nbsp;&nbsp;justru cewe yang &nbsp;&nbsp;&#8216;eksklusif&#8217;, cowo ngga &nbsp;&nbsp;berani macem-macem &nbsp;&nbsp;alias iseng. Bener dong? &nbsp;&nbsp;Ada beberapa &nbsp;&nbsp;hal yang membuat &nbsp;&nbsp;cewe jadi gampang &nbsp;&nbsp;dilecehkan.</p>
<p>Pertama, &nbsp;&nbsp;aurat bertebaran. &nbsp;&nbsp;Kalau mau jujur, cewe &nbsp;&nbsp;macam apa sih yang &nbsp;&nbsp;biasanya auratnya &nbsp;&nbsp;kelihatan? Dari &nbsp;&nbsp;Sabang sampe &nbsp;&nbsp;Merauke, dari Inggris sampe Amerika, &nbsp;&nbsp;biasanya para pengumbar aurat ini dari &nbsp;&nbsp;kalangan pelacur. Urat malu mereka bisa &nbsp;&nbsp;dibeli, makanya gampang dilecehkan. Oh &nbsp;&nbsp;Dear, janganlah kita mengumbar, sebelum &nbsp;&nbsp;datang fitnah bagi kehormatan kita. &nbsp;&nbsp;</p>
<p>Kedua, tampil menor alias tabarruj. Selain &nbsp;&nbsp;mengumbar aurat, penyakit &#8216;tampil menor&#8217; &nbsp;&nbsp;susah dicegah, sudah ditahan. Maunya &nbsp;&nbsp;pake dandanan yang rame, penuh gairah, &nbsp;&nbsp;lagi-lagi demi jadi pusat perhatian. &nbsp;&nbsp;</p>
<p>Ketiga, suara menggoda. Suara pada &nbsp;&nbsp;dasarnya bukan aurat. Tapi kalau digunakan &nbsp;&nbsp;dengan mendayu-dayu, dilemah-lembutkan, bikin orang kepo alias &nbsp;&nbsp;penasaran. Apalagi saat bicara sama &nbsp;&nbsp;cowok, sama aja mancing setan untuk &nbsp;&nbsp;merasuki lawan bicara. Ih ngeri ah!&nbsp;</p>
<p>Keempat, sifat plin plan. Wanita memang &nbsp;&nbsp;perasa, bahkan memilih jalan hidupnya &nbsp;&nbsp;pake perasaan doang. Mau menutup aurat, &nbsp;&nbsp;takut dibilang sok taat. Mau jaga diri, &nbsp;&nbsp;khawatir dijauhi. Wah, gawat juga nih. &nbsp;&nbsp;Berdayakan alam pikir kita, matang dalam &nbsp;&nbsp;pikir insyaallah ngga plin plan dan neko-neko. &nbsp;&nbsp;</p>
<p>Kelima, mental kerupuk. Hemm… Perasaan tidak islami, pikiran tidak islami, &nbsp;&nbsp;ujung-ujungnya mental juga kaya kerupuk. &nbsp;&nbsp;Kena angin jadi &#8216;anyep&#8217;, dikasi air malah &nbsp;&nbsp;&#8216;melempem&#8217;. Hanya dengan islam, mental &nbsp;&nbsp;kita setegar karang, ngga gampang &nbsp;&nbsp;dilecehkan. Makanya ikut pengajian, biar &nbsp;&nbsp;kita bisa lebih menjaga diri, jaga iman, dan &nbsp;&nbsp;pastinya jaga kehormatan. Yup! Selamat &nbsp;&nbsp;menjadi pribadi yang tangguh! [Alga Biru]&nbsp;</p>
<p><strong>Khilafah save muslimah </strong></p>
<p>hilafah adalah institusi Islam yang &nbsp;diterapkan bukan hanya untuk orang &nbsp;KIslam tapi juga rahmat bagi sekalian &nbsp;alam. Sebab Islam mampu menjaga &nbsp;manusia dari kesengsaraan termasuk &nbsp;tindak pelecehan. Ada hal yang menarik di &nbsp;jaman Khilafah Abbasiyah. Konon, seorang &nbsp;muslimah melewati sekumpulan prajurit &nbsp;Romawi, kemudian perempuan itu &nbsp;diganggu dengan disingkapkan jilbabnya &nbsp;oleh para prajurit itu. Perempuan tadi &nbsp;kemudian menjerit dan memanggil Khalifah &nbsp;yang berkuasa saat itu, yakni al Mu&#8217;tashim &nbsp;billah. “Wahai Mu&#8217;tashim di manakah &nbsp;engkau?”</p>
<p>Jeritan itu terus merambat dan &nbsp;pada akhirnya terdengar di telinga al &nbsp;Mu&#8217;tashim. Segeralah beliau mengirimkan &nbsp;angkatan bersenjata muslim yang kepala &nbsp;pasukannya telah sampai di Amuriyah dan &nbsp;ekor pasukannya masih di Baghdad. &nbsp;Takluklah kota Amuriyah yang kala itu &nbsp;masih berada di bawah kekuasaan Romawi &nbsp;ke tangan Khilafah Islam hanya karena ingin &nbsp;membela seorang perempuan. &nbsp;Subhanallah. Bandingkan dengan sekarang, &nbsp;berapa perempuan yang dilecehkan tapi &nbsp;para penguasa muslim bungkam seribu &nbsp;bahasa?! [Alga Biru] &nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-pelecehan-2/">MUSLIMAH ANTI PELECEHAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-pelecehan-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3589</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cowok Nangis Tabu?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu-2/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 May 2018 22:42:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3553</guid>

					<description><![CDATA[<p>cowok pada umumnya terkesan maskulin bin gentle gitu, jadi &#160;kalo cowok nangis itu kesannya feminis binti cemen gitu. &#160;CApalagi, di kehidupan umum, nangis itu dianggap hanya jadi &#160;hak paten kaum hawa, yang terkenal sensitive. Wajar kalo cowok &#160;jadi tengsin kalo ketahuan nangis. &#160;Boys, nangis itu bahasa universal bin manusiawi sebagai &#160;salah satu bentuk pengungkapan perasaan. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu-2/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cowok Nangis Tabu?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu-2/">Cowok Nangis Tabu?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>cowok pada umumnya terkesan maskulin bin gentle gitu, jadi &nbsp;kalo cowok nangis itu kesannya feminis binti cemen gitu. &nbsp;CApalagi, di kehidupan umum, nangis itu dianggap hanya jadi &nbsp;hak paten kaum hawa, yang terkenal sensitive.</p>
<p>Wajar kalo cowok &nbsp;jadi tengsin kalo ketahuan nangis. &nbsp;Boys, nangis itu bahasa universal bin manusiawi sebagai &nbsp;salah satu bentuk pengungkapan perasaan. Berhubung cowok juga &nbsp;manusia, pastinya gak bisa dicegah tuh airmata jatuh kalo udah &nbsp;mendung di pelupuk mata. Apalagi saat ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya.</p>
<p>Wajar banget kalo cowok menangis sebagai &nbsp;bentuk ungkapan perasaannya. Pemicu orang menangis bisa macem-macem. Bisa karena terinjak &nbsp;roda kereta api yang melintas di depan mata, kelilipan sepatu, &nbsp;tertipu bisnis online, atau ditinggal orang-orang tercinta. Tapi dari &nbsp;semua keadaan yang membuat kita menangis, menangis karena &nbsp;Allah itu yang paling joss! Nah, apa yang terkategori menangis &nbsp;karena Allah itu?</p>
<ol>
<li>Menangis karena ingat dosa Putus dari pacar atau berniat memutuskan untuk tidak pacaran lagi, dan kemudian tobat, itu menangis yang manis. Dalam islam, &nbsp;dosa bagaimanapun bentuknya besar atau kecil banyak ataupun &nbsp;sedikit selagi yang mengerjakan dosa memiliki kemauan untuk &nbsp;bertaubat Insya Allah akan diampuni. &nbsp;</li>
<li>. Menangis karena ingat akhirat Pada saat sendirian di malam hari pas saat sholat tahajud, kemudian ingat akhirat, trus ditambah belum banyak amal sholih &nbsp;yang kita lakukan, saat itulah menangis yang dianjurkan. Dari Abu &nbsp;Hurairah, di berkata, Rasulullah bersabda, “Tujuh macam orang &nbsp;yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan kecuali &nbsp;naungannya … dan seorang yang mengingat Allah dalam &nbsp;kesendiriannya, lalu kedua matanya berlinangan air mata.” (HR. &nbsp;Bukhari dan Muslim)</li>
<li>Menangis karena amanah yang khawatir tidak tertunaikan Ketika kita dapat amanah apalagi yang terkait dengan jabatan, maka kebanyakan dari kita bersuka ria, tapi tidak dengan yang &nbsp;sadar kalo amanah itu pertanggujawaban, pasti akan menangis &nbsp;karenanya. Seperti yang terjadi ketika Umar bin Abdul Aziz &nbsp;diangkat menjadi khalifah.</li>
<li>Menangis karena dibacakan ayat-ayat Allah Seringlah banyak membaca Alquran, apalagi jika mau memahami arti dan maknanya, karena itu yang bisa bikin kita nangis. Seperti &nbsp;layaknya para sahabat Rasulullah Saw. “Wahai Rasulullah Saw, &nbsp;sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh &nbsp;hatinya. Apabila ia membaca al-Qur&#8217;an, maka ia tidak akan bisa &nbsp;menahan air matanya.” (Mutafaq &#8216;alaih).</li>
<li>Menangis karena khawatir &#8216;terjebak&#8217; dunia Abdurrahman bin Auf menangis karena kekayaannya, ia iri dengan Mushab begitu miskinnya hingga kain kafan Mush&#8217;ab tak cukup &nbsp;menutupi seluruh tubuhnya. Salman al Farisi menangis jelang &nbsp;wafatnya, ia takut tak bisa penuhi nasehat Nabi untuk zuhud &nbsp;padahal harta Salman saat itu hanya ember untuk mencuci dan &nbsp;mandi. &nbsp;</li>
<li>Menangis karena bersedih atas nasib kaum muslimin Dan yang cukup membuat kita harusnya juga menangis adalah ketika melihat nasib kaum muslimin yang terpuruk bin terzhalimi &nbsp;saat ini. Umat muslim di Palestina, Rohingnya, Syiria dan &nbsp;sebagainya saat ini mengalami pembantaian yang tiada henti. &nbsp;</li>
</ol>
<p>Belum permasalahan negeri kita sendiri yang notabene negeri &nbsp;muslim terbesar, tapi kemaksiatan macam pornografi, seks bebas, &nbsp;prostitusi masih marak di negeri ini. &nbsp;Jadi boys, menangislah sebelum menangis itu dilarang. &nbsp;Menangis koq dilarang? Iya, nanti ketika sudah mati, maka &nbsp;menangis tentu tidak bisa dan tidak ada gunanya. Perawakan boleh &nbsp;gagah layaknya gatotkaca, tapi hati kalo bisa seperti arjuna . &nbsp;Menangislah selagi bisa dan menangis hanya untuk Allah. Jangan &nbsp;nangis bombay cuman karena ditinggal pacar yang aduhai. Yuk &nbsp;berlindung kepada Allah dari hati yang mengeras, agar kita &nbsp;dibisakan menangis karena Allah. Yuuk! [LBR]</p>
<p>Menangis itu manusiawi sekali. Malah banyak manfaatnya. &nbsp;Mau tahu? Silahkan nangis! Hehehe….Cekidot:</p>
<ol>
<li>Membantu Penglihatan Setelah menangis biasanya penglihatan kita justru akan lebih jernih. Hal ini dikarenakan air mata yang keluar saat menangis mencegah dehidrasi pada membran mata yang dapat &nbsp;menyebabkan pengelihatan mata menjadi kabur (bukan diculik &nbsp;yaa hehehe..). &nbsp;</li>
<li>Pereda Stress Menangis juga efektik mengurangi stress. Air mata yang keluar ternyata mengandung hormon stress yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine- enkaphalin dan prolactin. Dengan &nbsp;begitu, datangnya beberapa penyakit yang disebabkan karena &nbsp;stress seperti darah tinggi pun bisa diminimalisir.</li>
<li>Pemicu Mood Saat kita sedang sedih, mungkin sedang tidak mood, biasanya menangis menjadi luapan emosi kita. Dan setelahnya, apa yang kita rasakan? Sedikit lega? Yupz, pantas memang, hal ini &nbsp;dikarenakan menangis dapat memicu mood seseorang. Sebab air &nbsp;mata yang keluar karena emosi mengandung 24% protein &nbsp;albumin yang berfungsi untuk meregulasi sistem metabolisme &nbsp;tubuh dibandingkan dengan air mata yang dihasilkan karena &nbsp;iristasi mata.</li>
<li>Penghilang Bakteri Menangis juga bisa membunuh bakteri? Bener bangt, karena air mata memiliki antibakteri alami. Adalah lisozom, antibakteri alami yang berguna membunuh bakteri 90-95% hanya dalam &nbsp;kurun waktu 5 menit saja.[]</li>
</ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu-2/">Cowok Nangis Tabu?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MUSLIMAH KOK BERTATO ?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-bertato/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-bertato/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2018 07:03:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3547</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suatu hari seorang cewe lagi duduk di sebuah café. Pake kaca &#160;mata hitam, dengan kaos yang menampakkan lengannya.&#160; &#160;SEh… ada tatto di lengan kanannya. Ups! Ada juga tatto kecil &#160;di bawah telinga kirinya. Alga cumin bias geleng-geleng kepala. &#160;Miris! Jaman sekarang, tatto udah jadi lintas gender dan identitas. &#160;Dulu, tatto identik dengan preman yang keluar &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-bertato/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MUSLIMAH KOK BERTATO ?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-bertato/">MUSLIMAH KOK BERTATO ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang cewe lagi duduk di sebuah café. Pake kaca &nbsp;mata hitam, dengan kaos yang menampakkan lengannya.&nbsp; &nbsp;SEh… ada tatto di lengan kanannya. Ups! Ada juga tatto kecil &nbsp;di bawah telinga kirinya.</p>
<p>Alga cumin bias geleng-geleng kepala. &nbsp;Miris! Jaman sekarang, tatto udah jadi lintas gender dan identitas. &nbsp;Dulu, tatto identik dengan preman yang keluar masuk penjara. &nbsp;Jaman gini, tatto malah digandrungi juga sama cewe-cewe yang &nbsp;wajahnya &#8216;sweet&#8217; dan berpendidikan, jauh dari kesan angker. Tato dibuat dengan alat yang dipasangi jarum tunggal &nbsp;atau beberapa jarum di ujungnya dan dapat bergerak naik turun &nbsp;dengan kecepatan 50-3.000 kali per menit.</p>
<p>Jarum dicelup ke tinta &nbsp;berwarna kemudian digerakkan sesuai pola yang diinginkan pada &nbsp;kulit, masuk dengan kedalaman 0.5-2 mm, menempatkan pigmen &nbsp;warna pada lapisan dermis. Sakiiittt ! Konon, tiap tatto pun memiliki arti. Mungkin daya &nbsp;eksistensi ini yang jadi &#8216;pesona&#8217; tatto, makanya seleb cewek yang &nbsp;tubuhnya bertatto, sebut aja Julia Perez, Fahrani, atau Tamara &nbsp;Geraldine rela ditusuk jarum suntik dan menahan sakitnya ditatto &nbsp;demi eksistensi dan aktuliasasi diri. Seolah-olah, pengen bilang &nbsp;“ini loh gue”!</p>
<p>Hukum Tato Dari Alqomah dari Abdullah bin Mas&#8217;ud, beliau &nbsp;mengatakan, “Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato &nbsp;dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis &nbsp;dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, demikian pula &nbsp;wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan. Merekalah &nbsp;wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah” (HR Bukhari no &nbsp;4604 dan Muslim no 5695).</p>
<p>Dalam Al-Qur&#8217;an juga disebutkan, yaitu : “Dan aku &nbsp;benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan &nbsp;membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan &nbsp;menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), &nbsp;lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh &nbsp;mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka &nbsp;mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi &nbsp;pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita &nbsp;kerugian yang nyata.”(An-Nisa`: 119).</p>
<p>Makna mengubah ciptaan Allah, menurut seorang &nbsp;tabi&#8217;in Al-Hasan Al-Bashri adalah dengan mentato. (Lihat Tafsir &nbsp;Ibnu Jarir Ath-Thabari, 4/285, Tafsir Ibnu Katsir, 1/569) Betul DRISEr, syaithan akan merayu kita dengan &nbsp;berkata :”ayooo pakai tato saja, kamu akan bertambah keren, &nbsp;anak gaul itu perlu pakai tato”.</p>
<p>Sehingga kita ngerasa enteng &nbsp;aja pasang tato, entah kecil maupun besar, sedikit atau &nbsp;banyak, demi ngikutin tren atau artis idola. Kita udah nggak &nbsp;peduli dengan segala macam efek buruknya bagi tubuh, &nbsp;apalagi teringat dosanya Ketimbang kena dosa, mending sadari sekarang, &nbsp;terimalah tubuh kita ini apa adanya. Udah mulus kok &nbsp;digambar yang aneh-aneh?</p>
<p>Ketahuilah, tato sifatnya merusak &nbsp;jaringan kulit manusia. Tubuh kita hanyalah titipan dari Allah &nbsp;Swt selama kita di dunia. Kok barang titipan diotak-atik sih? &nbsp;Entar Yang Punya marah loh. Berani ? [Alga Biru]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-bertato/">MUSLIMAH KOK BERTATO ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-bertato/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Big Sale Big Problem</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/big-sale-big-problem-2/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/big-sale-big-problem-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2018 02:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3500</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun Baru tibaaa…. Beuhhh, &#160;ngaruh? Ya ngaruh lah. &#160;Mungkin kita udah paham&#160; T untuk ngga latah ngucapin &#8216;selamat &#160;tahun baru dan natal&#8217;, tapi bukan &#160;berarti kita bebas dari perangkap &#160;tahunan. Namanya juga tahun baru &#160;ala jahiliyah. Ada aja hal-hal yang &#160;aneh untuk menggerogoti aqidah &#160;kita. Mulai dari paranormal untuk &#160;membaca hoki di tahun depan, &#160;sampai &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/big-sale-big-problem-2/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Big Sale Big Problem</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/big-sale-big-problem-2/">Big Sale Big Problem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun Baru tibaaa…. Beuhhh, &nbsp;ngaruh? Ya ngaruh lah. &nbsp;Mungkin kita udah paham&nbsp; T untuk ngga latah ngucapin &#8216;selamat &nbsp;tahun baru dan natal&#8217;, tapi bukan &nbsp;berarti kita bebas dari perangkap &nbsp;tahunan. Namanya juga tahun baru &nbsp;ala jahiliyah. Ada aja hal-hal yang &nbsp;aneh untuk menggerogoti aqidah &nbsp;kita. Mulai dari paranormal untuk &nbsp;membaca hoki di tahun depan, &nbsp;sampai tren mode yang akan &nbsp;datang. Hasilnya?</p>
<p>&nbsp;Bikin kita gerah &nbsp;kalau ngeliatnya tapi penasaran kalau ngga diliatin. Hehe. &nbsp;Bimbang kan? ^_^ Big Sale &amp; Miss Sophaholic Salah satu kebiasaan menyambut awal tahun : Diskon &nbsp;gede-gedean, yang artinya ngajak kita ngeluarin duit besar-besaran. Kadang-kadang justru barang itu belum terlalu penting. &nbsp;Sebenarnya pengen nahan diri untuk ngga ngebeli, tapi karena &nbsp;iklannya jor-joran, ujung-ujungnya…. Bablas juga.</p>
<p>DRISEr,…. Yuk kita bedakan antara butuh (need) dengan &nbsp;keinginan (want). Sesuatu yang kita inginkan belum tentu itu jadi &nbsp;kebutuhan. Contoh : Kita seorang mahasiswa dengan tingkat &nbsp;mobilitas yang ngga terlalu sibuk, rasanya belum &nbsp;terlalu butuh punya iPad, iPhone, BlackBerry &nbsp;secara bersamaan. Miliki aja salah satu, cukup &nbsp;kan? &nbsp;Lain cerita kalau benda tersebut &nbsp;termasuk &#8216;need&#8217; alias kebutuhan. Misal : beli &nbsp;buku pelajaran atau buku-buku agama.</p>
<p>Nah, ini &nbsp;sifatnya wajib &#8216;ain alias memang harus punya. &nbsp;Artinya, kalau kita ngga punya, resikonya kita &nbsp;bisa ketinggalan pelajaran bahkan jadi orang &nbsp;o&#8217;on. Malu ah! Miss sophaholic alias ratu belanja, &nbsp;kebanyakan belanja itu mengandung banyak &nbsp;bahaya langsung maupun tidak langsung. &nbsp;Catet nih! Bahaya langsung : Duit habis, &nbsp;kaki pegal, dan ingeet…. perilaku boros itu &nbsp;ganjarannya dosa! Berfirman Allah ta&#8217;ala &nbsp;dalam surat Al-Isra ayat 26-27:</p>
<p>&nbsp;“Dan &nbsp;berikanlah haknya kepada kerabat &nbsp;dekat, juga kepada orang miskin dan &nbsp;orang yang dalam perjalanan; dan &nbsp;janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. &nbsp;Sesungguhnya orang-orang yang &nbsp;pemboros itu adalah saudara setan &nbsp;dan setan itu sangat ingkar kepada &nbsp;Tuhannya.”</p>
<p>&nbsp;Bahaya tidak langsung : Kita &nbsp;terseret dalam arus gaya hidup yang tidak &nbsp;islami. Woi.. orang islam adalah orang yang &nbsp;menyadari bahwa setiap sikap &nbsp;mengandung nilai. Makin bijaksana &nbsp;menggunakan uang (misalnya), makin &nbsp;tinggi nilainya di hadapan Allah Swt. Sikap &nbsp;&#8216;semau gue&#8217; adalah budaya orang kafir yang &nbsp;tidak berpikir panjang. Mereka baru jera jika &nbsp;sudah tertimpa musibahnya. Dari pada uang kita &nbsp;hambur-hamburin di lantai belanja, mending &nbsp;disedekahin. Mantep! [Alga Biru]</p>
<p><strong>the power of sedekah &nbsp;</strong></p>
<p>Berikut ini kekuatan sedekah yang berhasil Alga &nbsp;rangkum, simak ya!</p>
<ol>
<li>Allah Swt telah memerintahkan kita menyisihkan harta. Kenapa Allah memerintahkan? Banyak faktor, yang pasti seluruhnya demi kemaslahatan manusia &nbsp;di duia dan akhirat.”Allah memusnahkan &nbsp;riba dan menyuburkan sedekah. Dan &nbsp;Allah tidak menyukai setiap orang yang &nbsp;tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat &nbsp;dosa.”(TQS. Al-Baqarah: 276)</li>
<li>Terkait pemberian sedekah, Allah berfirman : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu)[172], maka itu adalah baik &nbsp;sekali. Dan jika kamu &nbsp;menyembunyikannya[173] dan kamu berikan &nbsp;kepada orang-orang fakir, maka &nbsp;menyembunyikan itu lebih baik bagimu. &nbsp;Dan Allah akan menghapuskan dari &nbsp;kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui &nbsp;apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al-Baqarah: 172-173).Yang pertama, &nbsp;tujuannya supaya menjadi teladan &nbsp;bagi yang lain. Jika sedekah ingin &nbsp;disembunyikan jika boleh, jika kuatir &nbsp;menjadi riya. Dua-duanya, mantep! &nbsp;Yang ngga mantep itu, yang kaga &nbsp;sedekah, cuma komentar doang. Ups! &nbsp;Ayooo galakkan sedekah!</li>
<li>Sedikit motivasi tambahan nih : “Sedekah merupakan salah satu kunci untuk mengundang &nbsp;datangnya rezeki. Logika &nbsp;matematika 1 &#8211; 1 = 0, tapi tidak &nbsp;demikian dengan logika sedekah. &nbsp;Tidak akan berkurang harta yang &nbsp;disedekahkan, bahkan justru akan &nbsp;bertambah dan bertambah.” (Ust. Yusuf &nbsp;Mansur)</li>
</ol>
<p>*Semoga tulisan Alga kali ini, jadi umpan buat kita &nbsp;semua dalam berbuat kebaikan! Aamiin* [Alga &nbsp;Biru]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/big-sale-big-problem-2/">Big Sale Big Problem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/big-sale-big-problem-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PINKY SWEAR KELINGKING KITA, JANJI KITA</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita-2/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2018 23:19:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3496</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Bila mata sudah lelah dan logika sudah menyerah, keyakinan &#160;yang mengambil alih. Keyakinan tidak MEMILIH jalan, dia &#160;MEMBUAT jalan.” [Ustadz Felix Siauw]&#160; pernah liat orang berjanji menggunakan jari kelingking? &#160;Lucu, saling menautkan jari kelingking kemudian berjanji.&#160; &#160;PSampai-sampai kalau di Jepang ada lagunya tuh, &#8216;Yubikiri &#160;genman, uso tsuitara hari senbon nomasu&#8217; (Pinky Swear, kalau &#160;kamu berbohong &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita-2/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">PINKY SWEAR KELINGKING KITA, JANJI KITA</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita-2/">PINKY SWEAR KELINGKING KITA, JANJI KITA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Bila mata sudah lelah dan logika sudah menyerah, keyakinan &nbsp;yang mengambil alih. Keyakinan tidak MEMILIH jalan, dia &nbsp;MEMBUAT jalan.” [Ustadz Felix Siauw]&nbsp;</p>
<p>pernah liat orang berjanji menggunakan jari kelingking? &nbsp;Lucu, saling menautkan jari kelingking kemudian berjanji.&nbsp; &nbsp;PSampai-sampai kalau di Jepang ada lagunya tuh, &#8216;Yubikiri &nbsp;genman, uso tsuitara hari senbon nomasu&#8217; (Pinky Swear, kalau &nbsp;kamu berbohong aku akan membuatmu menelan 1000 jarum!). &nbsp;Widih.. Sadis ye? Terus jika dijawab, &#8216;Yubi kitta!&#8217; Itu artinya &nbsp;kesungguhan pun terjadi. Sehingga orang-orang di Jepang yang &nbsp;membuat janji dengan koneksi Yubikiri itu benar-benar akan &nbsp;menagih janji yang sudah terucapkan. Bagi orang-orang Jepang, &nbsp;Yubikiri adalah janji terbaik yang mereka begitu mempercayainya. &nbsp;</p>
<p>Dijamin! Tapi ternyata, Yubikiri adalah rekayasa hasil plesetan &nbsp;cerita khayali yang berasal dari umat Nashrani pembenci Kaum &nbsp;Muslimin. Seorang pasukan perang Salib yang menautkan jari &nbsp;kelingking dengan sang Putri untuk bersama hidup atau pun mati &nbsp;selamanya. Bertahun-tahun Putri itu menunggu kepulangan &nbsp;Pangeran tapi ternyata Pangerannya sudah tewas dalam &nbsp;peperangan. Akhirnya sang Putri pun minum racun untuk &nbsp;menyusul sang Pangeran karena mereka memang sudah berjanji &nbsp;untuk hidup semati selamanya. Janji sehidup semati dimaknai jika &nbsp;salah satu ada yang mati lebih dulu, maka yang lain pun harus ikut &nbsp;mati juga.</p>
<p>Di Indonesia, kelingking lebih populer untuk &nbsp;merukunkan anak-anak yang bertengkar. Nggak ngerti juga kenapa &nbsp;maknanya bisa bergeser. Sementara di Barat, Yubikiri pun &nbsp;menjelma menjadi ucapan &#8216;cross your/my heart!&#8217; sebagai &nbsp;ungkapan aku janji, aku serius, aku tak akan ingkar, silang &nbsp;hatiku/mu! Hal itu D&#8217;Rise lihat di film animasi yang berjudul Up! &nbsp;Dan lagu Bon Jovi yang berjudul Thank You For Loving Me. Disitu &nbsp;liriknya bilang, “Cross my heart. I wear no disguise. If I tried, you&#8217;d &nbsp;make believe. That you believed my lies.” Hmm.. Terus gimana nih menyikapinya? Itu kan hal &nbsp;sepele kan ya? Nggak apa-apa kali? Itu bagian dari ekspresi &nbsp;manusia, jadi sah-sah saja dong?! Eits! Siapa bilang?! Sebagai &nbsp;Umat Islam, harusnya kita yakin bahwa Islam adalah satu-satunya &nbsp;agama yang nggak bakal ngebiarin umatnya bebas berekspresi. &nbsp;</p>
<p>Islam adalah satu-satunya agama yang benar, yang menasakh &nbsp;ajaran agama lain yang pernah ada sebelumnya. Untuk perkara &nbsp;janji, itu masuk dalam perkara akhlaq. Dan D&#8217;Riser harus tau jelas. &nbsp;Bahwa yang namanya berakhlaq, itu harus dibangun di atas dasar &nbsp;&#8216;aqidah. Karena akhlaq tidak terpisahkan dari syari&#8217;at, merupakan &nbsp;bagian dari perintah dan larangan Rabb.</p>
<p>Jadi, sebagai seorang &nbsp;Muslim, saat kita berakhlaq, jika salah satu contohnya itu adalah &nbsp;menepati janji, ya itu karena memang semata-mata karena ALLAH &nbsp;saja. Bukan karena Yubikiri, cross my/your heart, dlsb. Apalagi &nbsp;kalau ternyata ekspresi kita keliru telah jatuh pada tasyabuh bil &nbsp;kuffar (meniru kaum kafir), kan serem ya? So, yuk hiasi diri dengan &nbsp;akhlaq yang menawan. Akhlaq yang dilakukan karena &nbsp;pemahaman-pemahaman kita terhadap hukum syara&#8217;. Itulah &nbsp;sebenar-benarnya karakter (akhlaq). [Hikari]</p>
<p><strong>JANJI ADALAH HARGA DIRI </strong></p>
<p>Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk bisa &nbsp;menjadi orang yang selalu terpercaya:</p>
<ol>
<li>Sadari bahwa kita adalah hamba ALLAH. Segala hal akan dimintai pertanggungjawabannya oleh ALLAH, cek Surah Al-Isra&#8217; ayat 36.</li>
<li>Mengukur Diri. Jadi jika sekiranya tidak sanggup untuk memenuhi, jangan berjanji. Lebih baik pahamkan lawan bicara kita agar mendapatkan pemahaman dan tidak salah &nbsp;paham.</li>
<li>Komunikatif-Aktif. Artinya jika sudah terlanjur berjanji kemudian di tengah perjalanan kita tidak dapat memenuhi janji tersebut, harus aktif untuk up-date kabar. Jaga &nbsp;kepercayaan karena itu mahal. Demi ALLAH!</li>
<li>Membuktikan. Sungguh-sungguh mencapai bukan karena apa-apa, siapa-siapa, tetapi karena pilihan sendiri bahwa kita ingin baik dan mendapat keridhoan ALLAH.</li>
<li>Mengikatnya Dengan Hukum Syara&#8217;. Tidak ada ikatan paling sempurna melainkan ikatan &#8216;aqidah. Karena ikatan &#8216;aqidah tidak bersifat temporal, emosional, rendah dan fasad seperti &nbsp;halnya Nasionalisme, Sukuisme, dlsb. Ketika sudah terikat &nbsp;atas nama ALLAH, Insyaa ALLAH itu yang paling kuat janjinya. &nbsp;</li>
</ol>
<p>Makanya jangan sembarangan bilang, Wallaahi! Kita nggak butuh Yubikiri atau Cross My/Your Heart. Kita &nbsp;nggak perlu takut apa pun hingga harus melakukan itu untuk &nbsp;mendamaikan hati kita. Kita cukup pegang prinsip, janji adalah &nbsp;harga diri dan kepercayaan itu dihadirkan, bukan diminta. Semoga &nbsp;kita semua dimudahkan ALLAH untuk bisa senantiasa berakhlaq &nbsp;baik, aamiin. Agar surga layak untuk kita diami selama-lamanya. &nbsp;Ya. [Hikari]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita-2/">PINKY SWEAR KELINGKING KITA, JANJI KITA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3496</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BE FIGHTER, BE REVOLTER!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/be-fighter-be-revolter/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/be-fighter-be-revolter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2018 09:15:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3440</guid>

					<description><![CDATA[<p>sebagai perempuan, apa perasaan D&#8217;Riser jika melihat Ibu-Ibu &#160;lusuh, kumal, kemudian bernyanyi di dalam bus sambil &#160;menggendong seorang bayi dengan suara yang tak begitu&#160; S merdu? Atau pemandangan anak perempuan usia sekolah yang juga &#160;mengamen dan hidup di jalanan? Mereka membiarkan dirinya tak &#160;terurus dengan baik demi mendulang rasa iba dan mendapatkan &#160;uang receh yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/be-fighter-be-revolter/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">BE FIGHTER, BE REVOLTER!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/be-fighter-be-revolter/">BE FIGHTER, BE REVOLTER!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai perempuan, apa perasaan D&#8217;Riser jika melihat Ibu-Ibu &nbsp;lusuh, kumal, kemudian bernyanyi di dalam bus sambil &nbsp;menggendong seorang bayi dengan suara yang tak begitu&nbsp; S merdu? Atau pemandangan anak perempuan usia sekolah yang juga &nbsp;mengamen dan hidup di jalanan?</p>
<p>Mereka membiarkan dirinya tak &nbsp;terurus dengan baik demi mendulang rasa iba dan mendapatkan &nbsp;uang receh yang tak seberapa. Namun bagi mereka receh itu pun &nbsp;berharga. Sangat. Sebagai perempuan, apa perasaan D&#8217;Riser jika melihat ada &nbsp;seorang karyawati yang mendapat tuntutan di kantor untuk memakai &nbsp;busana seronok demi menggaet pelanggan lebih banyak?</p>
<p>Mereka &nbsp;dihargai hanya karena paras wajah dan elok tubuhnya saja. Seperti &nbsp;yang terjadi pada waitress di resto-resto cepat saji, sales promotion &nbsp;girls di berbagai mall, sekretaris, cashier, teller, operator, dlsb. &nbsp;Kebanyakan dari mereka diwajibkan untuk tampil semenarik &nbsp;mungkin dengan dempul kosmetik juga busana super ketat dan mini. Sebagai perempuan, apa perasaan D&#8217;Riser jika melihat banyak &nbsp;sekali perempuan yang saat ini diperdagangkan oleh negara secara &nbsp;sengaja? Perempuan yang sudah merasa kehabisan kesempatan di &nbsp;negerinya sendiri untuk mendapat rezeki, sehingga dengan sangat &nbsp;terpaksa mengadu nasib di negeri orang lain dengan menjadi TKI. &nbsp;</p>
<p>Banyak dari mereka yang tak memiliki keahlian cukup bahkan hanya &nbsp;bermodalkan pendidikan ala kadarnya. Sehingga di luar negeri, hanya &nbsp;bisa menjadi &#8216;budak&#8217; yang siap diperlakukan apa saja oleh &nbsp;majikannya. Sedih D&#8217;Riser. Sedih sekali. Belum lagi dengan fenomena remaja putri yang sudah tak &nbsp;peduli lagi dengan kesuciannya. Banyak yang jual diri menjadi PSK, &nbsp;rela ditiduri oleh pacarnya, melakukan aborsi, menjadi lesbi, atau &nbsp;menjadi single parent karena hamil diluar nikah.</p>
<p>&nbsp;Ada &nbsp;juga Ibu rumah tangga yang lebih banyak di luar rumah, &nbsp;melalaikan kewajibannya sebagai ummun wa rabbatul &nbsp;bayt (Ibu/pendidik anak-anak dan Istri/pengatur rumah &nbsp;tangga). Belum lagi dengan perempuan yang ada di &nbsp;industri hiburan. Karena tuntutan pekerjaan, mereka &nbsp;menggadaikan kehormatannya dengan mejeng di &nbsp;sampul di majalah-majalah dalam tampilan fashionable &nbsp;yang mengumbar aurat, sexy dan hot pants, kontes-kontes kecantikan, dan masih banyak lagi. Perempuan &nbsp;negeri ini bahkan dunia, mayoritas sedang tak sadar &nbsp;sedang berada pada JURANG KEBODOHAN! Jangan Jadi Korban.</p>
<p>&nbsp;Jadilah Solusi! Kita semua mampu menyebutkan apa-apa saja &nbsp;ketidakberesan yang saat ini menjangkiti sekitar. Lantas, &nbsp;apakah kita salah satu korbannya? Bisa jadi. Meski tak &nbsp;separah dengan saudara-saudara kita yang lainnya &nbsp;mungkin. Namun sebagai kesatuan masyarakat, &nbsp;setidaknya kita pun pastilah terkena imbasnya. Sulit &nbsp;melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, harus bekerja keras &nbsp;memenuhi kebutuhan hidup, ini-itu serba mahal, yeah, begitu, &nbsp;dlsb. Merasa pula, “Iya. Gue ini juga korban. Korban sistem!” &nbsp;</p>
<p>Tak salah terbersit bahwa kita ini korban. Sebab siapa &nbsp;saja yang terzholimi adalah korban. Sistem yang memisahkan &nbsp;hukum ALLAH dari kehidupan bernegara ini sudah begitu &nbsp;menzholimi manusia dunia bahkan yang belum lahir sekali &nbsp;pun. Namun, ingatlah! Kita ini seorang Muslimah. Mukminah. &nbsp;Paham mana takdir mana nasib. Hidup di bawah sistem &nbsp;sekulerisme-kapitalisme adalah nasib. Bukan takdir. Sehingga &nbsp;sangat jelas itu sangat bisa dirubah. Merujuk firman ALLAH &nbsp;surah Ar-Ra&#8217;du ayat 11. So, yes! Posisikan diri sebagai solusi. Gunakan marah &nbsp;pada tempatnya. Dan disinilah marah kita dihalalkan oleh &nbsp;ALLAH.</p>
<p>Marah karena Islam sebagai aturan terbaik dipisahkan &nbsp;dari kehidupan. Jangan mau terpengaruh dan ikut pada arus &nbsp;kesesatan yang sudah kadung membiak, tetapi segera &nbsp;bertindak dengan dakwah. Merubah keadaan! Insyaa ALLAH. &nbsp;Berjuanglah! Berontaklah! [Hikari</p>
<p><strong>keep calm and carry on!</strong></p>
<p>ini adalah quotes dari Tetsuya Ogawa sebenarnya. Bassist &nbsp;Laruku yang mengukir kata-kata tersebut di gitarnya. Tapi &nbsp;bisa juga menjadi inspirasi.</p>
<p>Karena memang menjadi seorang&nbsp; I fighter dan revolter, bukan berarti harus menjadi pribadi &nbsp;yang tak mengenal kelembutan, ketenangan, kedamaian. Justru &nbsp;seorang fighter dan revolter adalah seseorang yang memiliki &nbsp;wibawa dan kecakapan dalam setiap tindakannya. Dakwah &nbsp;pemikiran bukan kekerasan. Bukan anarkisme. Mochiron desu. &nbsp;So, asah terus senjatamu! Senjata itu adalah tsaqofah, do&#8217;a dan &nbsp;karya.</p>
<p>&gt;&gt; Tsaqofah: Sehari dirutinkan membaca buku, up date berita &nbsp;seputar dunia keIslaman, tilawah-tadabbur Al-Qur&#8217;an, disiplin &nbsp;mengikuti halqoh.</p>
<p>&gt;&gt; Do&#8217;a: Di setiap usai shalat wajib mau pun sunnah, di sela &nbsp;waktu shaum, di penghujung adzan, setiap waktu, berdo&#8217;alah &nbsp;dengan sabar dan sungguh-sungguh.</p>
<p>&gt;&gt; Karya: Menyebarkan Islam lewat berbagai media. Dengan &nbsp;segala potensi, kemampuan, kebisaan. Selamat muhasabah, selamat memperbaiki diri, selamat &nbsp;bekerja keras, selamat menjadi manusia yang lebih dekat &nbsp;padaNya! Raih kemenangan! Be Fighter, Be Revolter! Keep Calm &nbsp;And Carry On! [Hikari]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/be-fighter-be-revolter/">BE FIGHTER, BE REVOLTER!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/be-fighter-be-revolter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MERAJUT UKHUAWAH DI BALIK PERSAHABATAN</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/merajut-ukhuawah-di-balik-persahabatan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/merajut-ukhuawah-di-balik-persahabatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2018 10:49:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap orang tidak akan tahan hidup sendiri. Pasti selalu &#160;mencari sahabat untuk menemani, berkawan berbagi &#160;Ssuka duka. Bukan sahabat namanya, jika saat senang dia &#160;ada, saat sedih dia menghindar. Alasan sibuk, pusing, bukan &#160;nolongin malah nambah galau. Persahabatan itu&#160; kadang &#160;mengingat kita dengan hal-hal yang aneh. Misal : cemburu &#160;kalau kita seru-seruan dengan yang lain. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/merajut-ukhuawah-di-balik-persahabatan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MERAJUT UKHUAWAH DI BALIK PERSAHABATAN</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/merajut-ukhuawah-di-balik-persahabatan/">MERAJUT UKHUAWAH DI BALIK PERSAHABATAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang tidak akan tahan hidup sendiri. Pasti selalu &nbsp;mencari sahabat untuk menemani, berkawan berbagi &nbsp;Ssuka duka. Bukan sahabat namanya, jika saat senang dia &nbsp;ada, saat sedih dia menghindar. Alasan sibuk, pusing, bukan &nbsp;nolongin malah nambah galau. Persahabatan itu&nbsp; kadang &nbsp;mengingat kita dengan hal-hal yang aneh. Misal : cemburu &nbsp;kalau kita seru-seruan dengan yang lain. Ehh… giliran bersama, &nbsp;kita sering diacuhkan bin disia-siakan.</p>
<p>Sebel ? Pasti! Sahabat imitasi, ngakunya sahabat tapi sebenarnya tidak &nbsp;benar-benar mengasihi. Ia tidak berteman dengan hati dan &nbsp;keikhlasan, melainkan ada kepentingan suatu&nbsp; hal. Begitu &nbsp;kepentingan itu hilang, maka lenyaplah persahabatan selama &nbsp;ini. Bukan sahabat namanya, jika kita berbuat salah, dia cuma &nbsp;diam bahkan mungkin menggunjing di belakang kita. Aduuhh… &nbsp;itu sih mirissss! Persahabatan merupakan perlambang ikatan cinta dan &nbsp;kasih antar insan&nbsp; di dunia.</p>
<p>Apalagi antar sesama&nbsp; kaum &nbsp;muslimin dalam jalinan&nbsp; ukhwah islamyah&nbsp; (persaudaraan &nbsp;islam). Resapilah! “Perumpamaan&nbsp; seorang&nbsp; mukmin&nbsp; dengan&nbsp; mukmin &nbsp;lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan &nbsp;satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, &nbsp;maka&nbsp; seluruh&nbsp; bagian&nbsp; tubuh&nbsp; lainnya&nbsp; turut &nbsp;merasakannya.” (HR. Imam Muslim) Sejatinya, jika ada teman kita yang sedang merasakan &nbsp;kesusahan, niscaya turut merasakannya. Laksana satu tubuh! &nbsp;</p>
<p>Kalau gigi sakit, pasti tangan mencari obat dan pertolongan &nbsp;untuk gigi yang lagi kesakitan. Jika rasa bersaudara ini sudah &nbsp;hilang, jangan-jangan kita sudah tertular penyakit E.G.P alias &nbsp;Emang Gue Pikirin! Penyakit egois bin individualis&nbsp; yang &nbsp;hidupnya habis buat mikirin diri sendiri. Ukhwah islamyah tidak&nbsp; terpisah jarak maupun waktu. &nbsp;Apalagi jaman&nbsp; serba online seperti sekarang. Masih banyak &nbsp;saudara&nbsp; sesama&nbsp; muslim&nbsp; yang&nbsp; kelaparan,&nbsp; sedang&nbsp; kita &nbsp;kekenyangan.</p>
<p>Pernahkah kita memikirkan mereka? Saudara kita &nbsp;di Rohingya dibantai, sadarkah kita kesulitan mereka? Mungkin &nbsp;yang mereka minta dari kita tidak banyak. Hanya kepeduliaan dan &nbsp;doa. Masyaallah… jangan-jangan kita tidak pernah atau sering &nbsp;lupa &nbsp;mendoakan&nbsp; mereka?&nbsp; Kalau&nbsp; doa&nbsp; aja&nbsp; lupa,&nbsp; apalagi &nbsp;memperjuangkan nasib mereka. Boro-boro kaleeee ?! Mudah-mudahan ini&nbsp; jadi&nbsp; pengingat buat Alga dan kita &nbsp;semua. Oya satu lagi, mohon doakan (juga perjuangkan!) agar &nbsp;Khilafah Islamyah tegak di muka bumi. Ehhh… buat apa?? Supaya &nbsp;persaudaraan muslim di seluruh dunia tidak lagi tersekat negara. &nbsp;Yup! Cukup satu negara: Hidup NKRI ! (Negara Khilafah Rasyidah &nbsp;Islamiyah). [Alga Biru]</p>
<p><strong>Yuk, kita simak beberapa proses yang menguatkan &nbsp;ukhwah islamyah : </strong></p>
<ol>
<li>Ta&#8217;aruf (Saling Mengenal) : Antar kita saling mengenal dan bertemu fisik, juga bertukar pikiran. Melalui proses ini kita akan mengetahui emosi, karakter dan sudut pandang &nbsp;orang yang kita kenal. Boleh deh tukar HP, tanya alamat, &nbsp;akun FB dan lainnya.</li>
<li>Tafahum (Saling Memahami) : Seiring waktu dan pertemuan, kita mulai memahami kekurangan maupun kelebihan teman. Sehingga kita mengetahui bagaimana &nbsp;harus memperlakukan satu sama lain</li>
<li>Ta&#8217;awun (Saling Menolong) : Ketika kita sudah memahami keadaan orang lain, tumbuh keinginan untuk membantu. Action! Lebih dari sekedar merasakan. Dari &nbsp;simpati muncul empati.</li>
<li>Takaful (Saling Menanggung) : Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Barangsiapa meringankan beban saudaranya, niscaya Allah Swt meringankan bebannya di &nbsp;akhirat. Luar biasa! &nbsp;</li>
<li>Itsar (Mendahulukan orang lain) : yup! Atau yang lebih dikenal dengan &#8216;altruisme&#8217;. Sifat memuliakan sahabat ini kerap kita jumpai dalam pertalian antara Rasul Saw &nbsp;dengan para sahabat.</li>
</ol>
<p>&nbsp;Dalam suatu riwayat, Abu Bakar rela &nbsp;menahan sakit digigit ular demi menjaga tidur lelap &nbsp;Rasulullah Saw yang tengah kelelahan. Nah, sahabat,… &nbsp;sudah dimanakah derajat kita ?! Wallahu&#8217;alam [Alga &nbsp;Biru/diolah dari berbagai sumber]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/merajut-ukhuawah-di-balik-persahabatan/">MERAJUT UKHUAWAH DI BALIK PERSAHABATAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/merajut-ukhuawah-di-balik-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3437</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
