<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Muslim Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/muslim-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Oct 2019 22:37:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Love Communication</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/love-communication/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/love-communication/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2016 23:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Monogatari]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1912</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAHDRISE.COM &#8211; Tes … Tes … Air hujan yang telah mereda—namun  cukup untuk membuat kuyup itu—masih  menjadi alasan Ramya untuk tak beranjak  pulang saat itu juga. Ia masih merenung.  Berteduh di bawah atap halte bus. Ia  memang sedang sial hari itu. Lupa tak  membawa jas hujan. Sahabatnya resmi  pacaran. Dan ia lupa tak membawa uang  &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/love-communication/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Love Communication</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/love-communication/">Love Communication</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAJALAHDRISE.COM &#8211; Tes … Tes … Air hujan yang telah mereda—namun  cukup untuk membuat kuyup itu—masih  menjadi alasan Ramya untuk tak beranjak  pulang saat itu juga. Ia masih merenung.  Berteduh di bawah atap halte bus. Ia  memang sedang sial hari itu. Lupa tak  membawa jas hujan. Sahabatnya resmi  pacaran. Dan ia lupa tak membawa uang  saku untuk makan siang. Ah, bagaimanalah.  Perutnya kan benar-benar tak bisa diajak  kompromi. Jika perut sudah mengamuk kan,  otak (pikiran) juga susah untuk diajak  toleransi.</p>
<p>Hahh … Itulah salah satu alasan  dari 1.327.593 faktor yang membuatnya jadi  semakin galau hari ini. “Ram, aku beritahu deh,” Ramya  mengingat kembali kejadian saat istirahat  pertama tadi pagi. Ramya  yang sedang  membaca mushaf menoleh bingung. “Ada apa Mil?” Ramya bertanya lembut.  Millie, sahabat karibnya mendekat. Membisi  telinga Ramya yang tertutupi oleh hijab putih  susu. “Kamu tahu engga, kemarin aku  ditembak Kak Sofyan. Dia kan ketua rohis  Ram! Jadi ….,” mata Ramya membelo kaget.  Untung saja detak jantungnya tak berhenti  mendadak saat itu juga.  “Jadi ….?” Tanya Ramya penasaran. “Jadi …. Ya kamu  tahu sendirilah, aku  memang udah dari dulu naksir dia secara  diam-diam. Eh engga tahunya dia juga naksir  aku. Ya udah, jadinya pasti kuterimalah!  Intinya …. Hari ini aku resmi pacaran sama  dia Ram! Jadian! Ih, excited banget deh …,”  tukas Millie dengan semangat menggebu- gebu.</p>
<p>Kedua pipi sepasang sahabat itu sama-sama memerah. Kedua pipi Millie merah  padam saking malu dan bahagia. Sedangkan  Ramya, kedua pipinya merah karena sedikit  terkejut dan malu akan satu hal. “Jadi … Kapan kamu akan punya pacar?”  NAH! Itu dia yang membuatnya malu dan  galau bersamaan dalam satu waktu. Kata-kata itu yang sampai sekarang masih  terngiang-ngiang di kepalanya. Membungkus  akal sehatnya sampai sulit bernafas. Sesak!  Ingin mati rasanya -.-v. Iiiih …. Millie nyebelin!! Benar kan selama  ini dia juga memendam rasa sama kak Sofyan!</p>
<p>Kelihat banget dari tatapannya setiap mencuri  pandang ke kelas sebelah! Tapi … Kok dia tega  banget sih menceritakan itu kepadaku?  Bukankah dari mataku ia tahu bahwa aku juga  amat menyukai kak Sofyan? Eh tunggu-tunggu  …. Tapi, Kak Sofyan rupanya juga bisa pacaran  toh? Bukannya dalam Islam itu …. Kita dilarang  pacaran ya? Tapi, ah, lihat saja, kak Sofyan  yang ketua rohis saja pacaran, kenapa aku  tidak? Lagian. Aku juga engga mau kali jadi  satu-satunya anak yang ngejomblo di sekolah!  Ah, kayak gini aku jadi sebal sama Millie! Dia  tega banget ninggalin aku jadi anak yang satu-satunya berstatus jomblo di kelas!</p>
<p>Kesannya  aku kan jadi cewek gak laku! Lagian. Kok bisa-bisanya sih kak Sofyan jadian sama Millie yang  engga berhijab? Ah, ini menyebalkan! Illfeel  tahu engga sih? Batin Ramya ngedumel. Ia  menghentak-hentakkan kakinya beberapa  kali. Mangkel. Sebel. Sedih. Gemes. Keki.  Jengkel. Dan satu lagi kata yang populer  untuk menggambarkan isi hati Ramya saat  ini galau.</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise 49</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/love-communication/">Love Communication</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/love-communication/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1912</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kisah-indah-ibnu-hajar-dengan-seorang-yahudi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kisah-indah-ibnu-hajar-dengan-seorang-yahudi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2016 05:53:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Nama lengkapnya Ahmad bin  Ali bin Muhammad bin  Muhammad bin Ali bin  Mahmud bin Ahmad binHajar Al Kinani  Al Asqalani. Ia lahir, tinggal dan  meninggal dunia di Mesir. Ia adalah  penganut madzhab Syafi&#8217;I yang dikenal  sebagai seorang hakim agung (Qadhi  Qudhat) dan ulama besar Islam. Murid beliau, Syaikh Ibnu Taghri  Burdi mengatakan, bahwa &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kisah-indah-ibnu-hajar-dengan-seorang-yahudi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Kisah Indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kisah-indah-ibnu-hajar-dengan-seorang-yahudi/">Kisah Indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Nama lengkapnya Ahmad bin  Ali bin Muhammad bin  Muhammad bin Ali bin  Mahmud bin Ahmad binHajar Al Kinani  Al Asqalani. Ia lahir, tinggal dan  meninggal dunia di Mesir. Ia adalah  penganut madzhab Syafi&#8217;I yang dikenal  sebagai seorang hakim agung (Qadhi  Qudhat) dan ulama besar Islam. Murid beliau, Syaikh Ibnu Taghri  Burdi mengatakan, bahwa Ibnu Hajar  adalah orang yang memiliki dedikasi  tinggi, berwibawa, bersahaja, cerdas,  bijaksana, dan pandai bergaul.</p>
<p>” Syaikh  Al Biqa&#8217;i -muridnya juga- berkata, “<a href="http://majalahdrise.my.id/perawi-hadits-terbanyak/">Ibnu Hajar</a> adalah orang yang memiliki  pemahaman dan hafalan yang luar  biasa, sehingga memungkinkan untuk  mencapai derajat kasyaf, yang dapat  menyingkap sesuatu yang  tersembunyi. Ia juga memiliki  kesabaran yang kokoh, semangat yang  tinggi dan hati yang istiqamah.”</p>
<p>Najmuddin bin Fahd, seorang ahli  hadits negeri Hijaz mengatakan,   “Beliau adalah muhaqqiq yang handal,  pintar, fasih, berakhlak mulia dan  teguh dalam melaksanakan perintah  agama. Dalam syair dikatakan,  Mustahil akan datang suatu masa  seorang seperti Ibnu Hajar</p>
<p>Sesungguhnya masa seperti itu  sangatlah sulit. Pada masa hidupnya, jika beliau  pergi ke tempat kerjanya berangkat  dengan naik kereta yang ditarik oleh  kuda-kuda atau keledai-keledai dalam  sebuah arak-arakan. Pada suatu hari beliau dengan  keretanya melewati seorang yahudi  Mesir. Si yahudi itu adalah seorang  penjual minyak.</p>
<p>Sebagaimana  kebiasaan tukang minyak, si yahudi itu  pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan  itu, si yahudi itu menghadang dan  menghentikannya. Si yahudi itu berkata kepada Ibnu  Hajar: “Sesungguhnya Nabi kalian berkata: “Dunia itu penjaranya orang yang  beriman dan surganya orang kafir. ”  (HR. Muslim) Namun kenapa engkau sebagai  seorang beriman menjadi seorang  hakim besar di Mesir, dalam arak-arakan yang mewah, dan dalam  kenikmatan seperti ini. Sedang aku -yang kafir- dalam penderitaan dan  kesengsaran seperti ini.” Maka Ibnu Hajar menjawab: “Aku  dengan keadaanku yang penuh dengan  kemewahan dan kenimatan dunia ini  bila dibandingkan dengan kenikmatan</p>
<p>surga adalah seperti sebuah penjara.  Sedang penderitaan yang kau alami di  dunia ini dibandingkan dengan yang  adzab neraka itu seperti sebuah surga.” Maka si yahudi itupun kemudian  langsung mengucapkan syahadat:  “Asyhadu anla ilaha illallah. Wa asyhadu  anna Muhammad rasulullah,” tanpa  berpikir panjang langsung masuk Islam.</p>
<p>Subhanallah, sangat menakjubkan  hadits Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam dalam kisah ini… Imam An-Nawawi menjelaskan  hadits ini: “Dunia itu penjaranya orang  yang beriman dan surganya orang  kafir.” “Maknanya bahwa setiap mukmin itu  dipenjara dan dilarang di dunia ini dari  kesenangan-kesenangan dan syahwat-syahwat yang diharamkan dan dibenci.</p>
<p>Dia dibebani untuk melakukan  ketaatan-ketaatan yang terasa berat.  Jika dia meninggal dia akan beristirahat  dari hal ini. Dan dia akan berbalik  kepada apa yang dijanjikan Allah berupa  kenikmatan abadi dan kelapangan yang  bersih dari cacat. Sedangkan orang kafir, dia hanya akan mendapatkan dari kesenangan  dunia yang dia peroleh, yang  jumlahnya sedikit dan bercampur  dengan keusahan dan penderitaan.  Dan bila dia telah mati, dia akan pergi  menuju siksaan yang abadi dan  penderitaan yang selama-lamanya.”(Syarah Shohih Muslim No.  5256)</p>
<p>Driser, kisah Ibnu Hajar di atas  udah seharusnya menguatkan kita  untuk selalu bersabar atas hukum  Allah dan ridha dengan yang  ditetapkan dan ditaqdirkan oleh Allah.  Hidup kita nggak akan punya nilai  berarti kalo jauh dari ridho illahi.  Emang nggak gampang tetep  istiqomah pake aturan syariah dalam  keseharian.</p>
<p>Tapi justru, hanya  ketaatan itu yang memantaskan diri  kita menjadi<a href="http://majalahdrise.my.id/islam-itu-satu/"> penghuni surga</a>. Biarlah  kita menjadi &#8216;narapidana&#8217; selama di  dunia, kelak di akhirat akan bahagia.  Karena Dunia itu penjaranya orang  yang beriman dan surganya orang  kafir. Tetep istiqomah ya!  []</p>
<p>di muat di Majalah remaja islam drise edisi 49</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kisah-indah-ibnu-hajar-dengan-seorang-yahudi/">Kisah Indah Ibnu Hajar dengan Seorang Yahudi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kisah-indah-ibnu-hajar-dengan-seorang-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1864</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Sekularisasi!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hati-hati-sekularisasi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hati-hati-sekularisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2016 14:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1848</guid>

					<description><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Banyak yang ngiri dengan ajaran Islam  yang sempurna. Terutama mereka yang  belon dapat hidayah dari yang Maha Kuasa.  Musuh-musuh Islam getol mengajak umat  Islam untuk hidup sewajarnya. Nggak perlu  fanatik apalagi sampai kaku banget dengan  perubahan jaman. Salah satu caranya  dengan mengkampanyekan ide Islam nusantara.  Secara umum, Islam Nusantara  mengajak umat Islam untuk &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hati-hati-sekularisasi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Hati-Hati Sekularisasi!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hati-hati-sekularisasi/">Hati-Hati Sekularisasi!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Banyak yang ngiri dengan ajaran Islam  yang sempurna. Terutama mereka yang  belon dapat hidayah dari yang Maha Kuasa.  Musuh-musuh Islam getol mengajak umat  Islam untuk hidup sewajarnya. Nggak perlu  fanatik apalagi sampai kaku banget dengan  perubahan jaman. Salah satu caranya  dengan mengkampanyekan ide <a href="http://majalahdrise.my.id/islam-selera-nusantara/">Islam nusantara</a>.  Secara umum, Islam Nusantara  mengajak umat Islam untuk lebih terbuka  dengan kondisi, toleran terhadap ajaran  agama lain dan fleksibel dengan budaya  keindonesiaan. Muslimah nggak perlu  ngotot menutup aurat harus sempurna  dalam balutan khimar (kerudung) dan jilbab  sesuai syariat.</p>
<p>Ikutin aja perkembangan  fashion muslimah yang memadukan hijab  dengan legging, model punuk unta, atau  gaya jilboobs. Yang penting nutup aurat.  Nggak mesti juga anti dengan perayaan  agama lain sebagai bentuk toleransi. Toh  cuman ngasih ucapan selamat atau ikut  doa bersama aja. Atau fanatik dengan  penerapan syariah oleh negara, terima aja  konsep demokrasi yang ada.    Islam Nusantara kesannya emang  indonesia banget. Cinta tanah air gitu.  Padahal menggiring umat Islam masuk  dalam jebakan gaya hidup sekuler.</p>
<p>Agar  seorang muslim hidup seperti kebanyakan  penganut agama lain. Ibadahnya aja  digetolin. Kesehariannya, lepas dari aturan  agama. Saat shalat nutup aurat, giliran  sekolah mengumbar aurat. Nikah pake  aturan agama, pas nyari harta malah  menghalalkan segala cara.  Yang paling berbahaya, ketika gaya  hidup sekuler memasung kesempurnaan  syariah Islam. Ajaran Islam yang komplet  diiris-iris jadi sepihan ibadah yang mangkal  di pojokon mesjid atau musholla.</p>
<p>Gaung  Islam cuman kedengeran saat ramadhan.  Tapi dalam keseharian, syariah  dicampakkan.  Negara ngurus rakyatnya pake aturan  demokrasi. Ekonomi berbasis liberal bikin  invesor asing jingkrak-jingkrak kegirangan.  Gimana nggak, sumber daya alam yang  berlimpah bisa mereka privatisasi dengan  mudah. Umpan utang luar negeri, dilahap  pemerintah neo liberal. Walhasil, nilai tukar  rupiah terjun bebas tak tertahan. Bikin para  pengusaha dan pemerintah kelabakan.</p>
<p>Toleransi  beragama  dipake dalih  untuk  mempersempit  ruang gerak  dakwah Islam.  Pengemban  dakwah yang  istiqomah dicap  radikal. Para  pejuang syariah  dicap  fundamentalis  atau dikaitkan  dengan teroris.  Opini  penegakkan syariah dianggap memancing  konflik. Dan muslim yang tunduk dengan  gaya hidup sekularisasi dikasih gelar  moderat sesuai keinginan barat.  Ternyata, sekularisasi termasuk salah  satu yang direkomendasikan oleh Ariel  Cohen kepada AS dalam menghadapi  gerakan Islam yang mengusung syariah dan  khilafah.Menurut peneliti Amerika  keturunan Yahudi ini, salah satu cara  melawan kelompok Islam radikal adalah  dengan cara membenturkan kelompok  tersebut dengan kelompok Islam moderat.  Biar umat Islam ribut dengan sesama  saudaranya. Sementara musuh Islam tinggal  menikmati hasilnya. Hati-hati ah!</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 49</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hati-hati-sekularisasi/">Hati-Hati Sekularisasi!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hati-hati-sekularisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1848</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Iman Pasca Ramadhan!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/jaga-iman-pasca-ramadhan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/jaga-iman-pasca-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2016 00:40:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Rasul pernah ngingetin, kalo keimanan itu terkadang naik turun kaya harga tukar rupiah dengan dollar. Kalo iman lagi naik, kita semangat banget ibadahnya seperti saat ramadhan. Giliran iman lagi turun, jangankan ibadah, bawaannya pengen maksiat mulu. Ih ngeri! Perkara iman naik turun itu manusiawi. Makanya udah seharusnya kita jagain tuh iman biar tetep &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/jaga-iman-pasca-ramadhan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Jaga Iman Pasca Ramadhan!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/jaga-iman-pasca-ramadhan/">Jaga Iman Pasca Ramadhan!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Rasul pernah ngingetin, kalo keimanan itu terkadang naik turun kaya harga tukar rupiah dengan dollar. Kalo iman lagi naik, kita semangat banget ibadahnya seperti saat <a href="http://majalahdrise.my.id/bulan-ramadhan-cuman-tren-tahunan/">ramadhan</a>. Giliran iman lagi turun, jangankan ibadah, bawaannya pengen maksiat mulu. Ih ngeri!</p>
<p>Perkara iman naik turun itu manusiawi. Makanya udah seharusnya kita jagain tuh iman biar tetep naik. Seorang shahabat bernama Sufyan bin Abdillah ats-Tsaqofi pernah berkata pada Rasulullah saw. <em>“Wahai Rasulullah! Katakanlah kepadaku satu perkara yang dapat aku jadikan pegangan.”</em>Beliau bersabda: <em>“Katakan, ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian beristiqomalah.” </em><strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p>Yup, kuncinya itu ada pada sikap istiqomah biar iman kita tetap terjaga. Dalam bahasa arab, Istiqomah adalah anonim dari <em>thughyan</em> (penyeimbang atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser. Karena akar kata istiqomah dari kata <em>&#8220;qooma&#8221;</em> yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqomah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqomah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.</p>
<p>Driser, kalo saat ini usia kamu delapan belas tahun terus tahun depan ada yang tanya usia dan kamu jawab delapan belas tahun, itu berarti kamu istiqomah dengan jawabanmu. Hehehe.. nggak gitu kaleee!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Istiqomah, Penuh Berkah!</strong></p>
<p>Rasulullah saw. ngasih kabar gembira bagi kita-kita yang selalu bersabar dan tetep istiqomah. Sabda beliau: <em>“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. </em><em>Ada yang berkata,’Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka?” Rasululah saw. menjawab,”Bahkan lima puluh orang di antara kalian (para shahabat).”</em><strong>(HR Abu Dawud, dengan sanad hasan)</strong></p>
<p>Kita sering ngerasa khawatir kalo istiqomah bikin kita sengsara. Rizki kita berkurang dan ajal lebih cepat datang. Padahal mah kenyataannya, yang nggak istiqomah juga banyak yang rizkinya seret dan ajalnya deket. Justru yang pasti, Allah swt bakal ngejamin kebaikan bagi yang berani istiqomah. Seperti ditegaskan dalam firman-Nya: <em>“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ”Robb kami ialah Allah” kemudian mereka beristiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”</em><strong>(QS. Fushshilat [41]: 30).</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Driser, sikap istiqomah adalah produk dari keimanan yang ada dalam diri kita. Makanya, untuk memelihara sikap istiqomah kita juga perlu memupuk keimanan kita. Berikut beberapa tips untuk menjaga agar iman kita tetap terjaga pasca ramadhan.</p>
<p><em>Pertama</em>, banyak berpikir. Para sahabat, generasi awal kaum Muslimin yang berhasil dididik Rasulullah saw. mengaitkan aktivitas berpikir dengan keimanan. Mereka menjelaskan bahwa, <em>“Cahaya dan sinar iman adalah banyak berpikir”</em><strong>(Kitab ad-Durrul Mantsur, Jilid II, hlm. 409)</strong>. Semakin kita banyak berpikir tentang kebesaran Allah swt dan mengkaji Islam lebih dalam, lambat laun cahaya keimanan kita akan semakin bersinar. Dan setan pada kabur. Makanya ikut ngaji. #YukNgaji!</p>
<p><em>Kedua</em>, perbanyak ibadah dan jauhi maksiat. Rasul pernah bilang, <em>“iman bertambah dengan taat, dan iman bekurang dengan maksiat”</em>. Makanya kita kudu getol beribadah, baik yang sunahapalagi yang wajib. Dan jangan lupa, jauhi pelaku maksiat juga tempat maksiat. Biar kita nggak kebawa-bawa sesat.</p>
<p><em>Ketiga</em>, bergaul dengan orang-orang alim. Perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh teman dekatnya. Makanya, sering-sering deh ngumpul dengan teman yang bisa mengajak kita untuk tetap taat dan mengingatkan kita agar jauh dari maksiat. Dengan begitu, tanki semangat kita untuk istiqomah selalu terisi penuh.</p>
<p>Emang nggak mudah menjadikan ridho Allah swt di atas pertimbangan materi, kepentingan keluarga, atau solidaritas teman. Tapi percaya deh, Allah swt pasti akan mengganti setiap pengorbanan kita dengan kebaikan dunia akhirat. Bukan cuman untuk kita, tapi juga untuk keluarga, teman, dan orang-orang yang kita sayangi. Makanya, pasca ramadhan ngajinya jangan kendor. Tak sekedar baca quran, tapi kenali Islam lebih dalam. #YukNgaji! <em>[@hafidz341]</em></p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 48</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/jaga-iman-pasca-ramadhan/">Jaga Iman Pasca Ramadhan!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/jaga-iman-pasca-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1819</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MAJALAH REMA ISLAM DRISE EDISI 48 : Jangan Balik Maksiat Ya..!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/jangan-balik-maksiat-ya/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/jangan-balik-maksiat-ya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2016 12:45:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1747</guid>

					<description><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Ramadhan telah berlalu. Ada yang berduka, tak sedikit yang bersukacita. Mereka yang bersedih, nggak rela putus hubungan dengan nyamuk, eh Ramadhan. Persis kaya remaja kasmaran yang ditinggal pergi pujaan hatinya. Duh…kerasa banget sedihnya. Gimana nggak, cuman di bulan Ramadhan Allah swt ngobral pahala nggak ada abisnya. Cuman di bulan Ramadhan juga Allah swt &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/jangan-balik-maksiat-ya/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MAJALAH REMA ISLAM DRISE EDISI 48 : Jangan Balik Maksiat Ya..!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/jangan-balik-maksiat-ya/">MAJALAH REMA ISLAM DRISE EDISI 48 : Jangan Balik Maksiat Ya..!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Ramadhan telah berlalu. Ada yang berduka, tak sedikit yang bersukacita. Mereka yang bersedih, nggak rela putus hubungan dengan nyamuk, eh Ramadhan. Persis kaya remaja kasmaran yang ditinggal pergi pujaan hatinya. Duh…kerasa banget sedihnya. Gimana nggak, cuman di bulan <a href="http://majalahdrise.my.id/idul-fitri-ala-rasulullah/">Ramadhan</a> Allah swt ngobral pahala nggak ada abisnya. Cuman di bulan <a href="http://majalahdrise.my.id/idul-fitri-ala-rasulullah/">Ramadhan </a>juga Allah swt buka pintu ampunan dan hidayah selebar-lebarnya. Jarang-jarang kita dapetin kesempatan langka itu di bulan laen. Apalagi tahun depan belum tentu kita masih bisa ‘nge-date’ bareng bulan mulia ini. Who knows.</p>
<p>Eits…<em>the show must go on</em>. Gitu kata pepatah. Waktu bakal terus berjalan nggak pake nengok ke belakang meski orang-orang pada manggil biar tuh waktu balik lagi. Ini udah sunatullah. Ramadhan mesti pergi dan berganti Syawal. Setelah sebulan puasa, ketemu deh ama Idul Fitri. Hari spesial yang berlimpah penganan mak nyos khas lebaran. Hari yang pas buat maaf-maafan. Dan momen yang indah untuk jalan-jalan. Berkunjung ke sanak kerabat, bersilaturahmi dengan sahabat, atau piknik ke tempat-tempat yang asyik. Mumpung libur panjang.</p>
<p><strong>Manisnya Kemenangan Kembali ke Fitrah</strong></p>
<p>Idul fitri identik dengan hari kemenangan. Selama satu bulan, kita ikut dalam pertandingan melawan hawa nafsu. Setiap hari kita jaga tuh perkataan maupun perbuatan agar nggak bocorin puasa maupun pahalanya. Kegiatan gosip dijauhin. Godain lawan jenis ditahan. Pacaran apalagi, stop dulu. Biar siap kasih jawaban saat silaturahmi lebaran lalu ditanya, kapan nikah, eh… puasanya poll nggak?Pastinya!</p>
<p>Kemenangan idul fitri itu istimewa banget. Karena cuman dirasakan oleh mereka yang bener-bener puasa saat ramadhan. Ibarat ikut lomba marathon, saat pistol tanda mulai dibunyikan kita berlari dan terus berlari. Sampe akhirnya dada kita menyentuh garis finish. Lega banget rasanya. Kerasa manisnya kemenangan setelah bermandi peluh lelah perjuangan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu.</p>
<p>Oh ya, satu lagi. Pasca satu bulan berpuasa, kaum muslim juga kembali fitrah. Ibarat bayi yang baru lahir, secarik kertas putih, polos tanpa cacat cela. Itu artinya, kalo amal ibadah puasa kita benar, ikhlas dan diterima Alah swt insya Allah dosa-dosa kita diampuni. Dan saat lebaran, catatan amal kita bersih dari dosa. Amin banget dong.</p>
<p>Makanya, berbahagialah kamu yang puasanya poll anti bocor. Bagi remaji yang nggak cacap lantaran kedatangan tamu berinisial “H” tiap bulannya, jangan lupa ganti. Biar kalo ketemu Ramadhan berikutnya nggak punya utang puasa. Tapi…. Bukan berarti abis puasa kita merdeka mau ngapain saja. Idih..kaya anak kecil aja.</p>
<p>Sayang banget kalo pasca ramadhan kita kembali maksiat. Kaya yang nggak bersyukur banget sama Allah yang udah kasih kesempatan bisa mendulang keberkahan saat ramadhan kemaren. Kalo bener sudah jadi pemenang, gak perlu mundur jadi pecundang. Tapi siapkan badan dan getol menimba ilmu. Biar semangat taat ramadhan tetap menyala meski bukan di bulan mulia. Oke?</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 48</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/jangan-balik-maksiat-ya/">MAJALAH REMA ISLAM DRISE EDISI 48 : Jangan Balik Maksiat Ya..!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/jangan-balik-maksiat-ya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Muhammad Shiddiq Ilham Noor “…bukan hanya agent of Change, remaja adalah architec of Change!”</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/muhammad-shiddiq-ilham-noor-bukan-hanya-agent-of-change-remaja-adalah-architec-of-change/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/muhammad-shiddiq-ilham-noor-bukan-hanya-agent-of-change-remaja-adalah-architec-of-change/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2016 09:56:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1737</guid>

					<description><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Segudang prestasi pernah diraihnya. Mulai dari juara lomba penulisan Essay tingkat Propinsi hingga lomba Karya Ilmiah tingkat nasional. Hobynya dalam berorganisasi mencatatkan namanya dalam berbagai kepengurusan di sekolahnya. Bahkan sempat mengantarkanya untuk ikut studi kepemimpinan di negeri kanguru. Dicky, begitu ia biasa disapa. Salah satu siswa berprestasi yang duduk di bangku SMA Islam &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/muhammad-shiddiq-ilham-noor-bukan-hanya-agent-of-change-remaja-adalah-architec-of-change/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Muhammad Shiddiq Ilham Noor “…bukan hanya agent of Change, remaja adalah architec of Change!”</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muhammad-shiddiq-ilham-noor-bukan-hanya-agent-of-change-remaja-adalah-architec-of-change/">Muhammad Shiddiq Ilham Noor “…bukan hanya agent of Change, remaja adalah architec of Change!”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Segudang prestasi pernah diraihnya. Mulai dari juara lomba penulisan Essay tingkat Propinsi hingga lomba Karya Ilmiah tingkat nasional. Hobynya dalam berorganisasi mencatatkan namanya dalam berbagai kepengurusan di sekolahnya. Bahkan sempat mengantarkanya untuk ikut studi kepemimpinan di negeri kanguru. Dicky, begitu ia biasa disapa. Salah satu siswa berprestasi yang duduk di bangku SMA Islam Terpadu Insantama Bogor. Kang Isa dari Drise, berkesempatan ngobrol dengan doi seputar kondisi pelajar saat ini. Kita simak yuk!</p>
<p><strong><em>Biasanya setelah UN banyak remaja yang pawai dan corat-coret baju seragamnya. Komentar Dicky?</em></strong></p>
<p>Wah, kalau ditanya tentang kondisi  remaja saat ini, jelas kita semua akan menjawab tanpa ragu bahwa remaja sedang sakit kronis, kacau balau, dan gak punya arah.Banyak dari saudara-saudara kita yang identitasnya gak jelas karena mudah terbawa arus yang dicekokan oleh peradaban sekuler ini. Gambarannyaseperti kertas dengan mudah terbawa angin. Hanya dengan dasar tak mau dibilang cupu(gak gaul) atau dibilang kuper mereka mengejar semua hal yang membuat eksis. Kalaulagi nge-trend boyband, kerjaanya koleksi lagu/poster boyband. Kalaulagi nge-trend BB (blackbarry), dengan susah payah minta orangtua untuk membelikan BB. Pastrend ganti jadi android, semua remaja berbondong-bondong beli android. Bahkanbatu akik! Yang kalau dulu cuma bapak-bapak, sekarang remaja juga ikut-ikutan, karena lagi nge-trend dan itu semua akan terus berlanjut karena mereka gak punya arah.</p>
<p>Oke, buat sebagian orang contoh tadi memang masih simpel dan cuma kasus sehari-hari. Tapisayangnya kehilangan arah ini menyebabkan dampak yang lebih besar dari sekedar remaja mengejar ‘trend’ yang akhirnya bisa kita katakan remaja sedang sakit kronis. Gimana enggak, ada berapa puluh remaja yang meninggal berkaitan aksi geng motor? Beraparatus remaja yang meninggal karena melakukan tawuran? Beraparatus ribu remaja yang melakukan aborsi akibat seks bebas? Berapajuta remaja yang hidupnya berantakan akibat menggunakan narkoba? Berapabelas juta yang merusak otaknya dengan menyaksikan video porno? Dan itu semua masih sebagian kecil dari permasalahan remaja. Belumditambah bullying, rokok,penyakit dan lain lain. Makatidak salah kalau remaja dikatakan dalam keadaan sakit dan kacau balau.</p>
<p>Untuk coret-coret baju setelah UN, hal ini sepertinya sudah menjadi tradisi turun-temurun kakak kelas-adik kelas. Daritradisi coret-coret baju dapat dikatakan kalau sebagian dari saudara-saudara kita memiliki sifat hura-hura dan cuek pada sekitar. Danhal itu hasil dari terjebaknya saudara-saudara kita dalam kehidupan masa kini yang telah rusak akibat gaya hidup sekuler. Dan sekali lagi ini adalah akibat dari remaja yang tidak memiliki arah dan pijakan dalam bertindak, tidak memiliki penerang dalam mengarungi gelapnya dunia. Dan akhirya berakhir dengan sifat hura-hura mencoret-coret pakaian.</p>
<p><em> </em><strong><em>Ada kasus pelajar yang ‘pesta seks’ setelah selesai UN. Bagaimana menurut Dicky?</em></strong></p>
<p>Ya, ini juga sebuah budaya tak beradab yang sudah dijadikan tradisi dengan alasan meluapkan rasa senang setelah menyelesaikan ulangan terakhir dalam pendidikan 12 tahun. Banyakdari saudara-saudara kita akhirnya kelewatan batas. Padahaltanpa memperhatikan apapun, pesta seks adalah budaya yang ‘hewani’. Bahkan jauh-jauh hari Islam sudah mengharamkan dengan tegas zina walau hanya mendekatinya dengan cara pacaran. Lalu dengan ngotot sebagian dari kita (remaja) mengatakan kalau masih bisa menahan diri dalam berpacaran. Ternyata hasilnya, budaya seks bebas ini. Allah swt sudah mengingatkan kita, <em>Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.</em>(<strong>QS. Al-Isrâ 17</strong>)</p>
<p><em> </em><strong><em>Menurut Dicky, sosok pelajar yang baik itu kaya gimana sih?</em></strong></p>
<p>Menurut saya teman-teman remaja itu dibagi ke beberapa kelompok. Pertama, kelompok yang telah terjebak dalam kehidupan sekuler yang menjadi pelaku-pelaku bermasalah sebagian besar remaja. Kedua, mereka yang tidak melakukan kerusakan/kebodohan dalam berperilaku tetapi cuek bebek terhadap sekitar, tidak peduli terhadap nasib generasi-generasinya yang sesama dan hanya peduli pada urusan sendiri. Danyang ketiga adalah mereka yang tidak terjebak bahakan malah menjadi remaja yang peduli terhadap sekitar, peduli untuk memperbaiki kerusakan generasinya. Mereka selalu gelisah pada kerusakan yang terjadi pada remaja saat ini. Dan sadar bahwa perbaikannya adalah dengan menghapus kehidupan sekuler dan mengembalikan islam sebagai cahaya kehidupan. Islam sebagai pijakan dan penerang dalam bertindaknya remaja. Dan kelompok ketiga inilah yang menjadi remaja ideal yang seharusnya.</p>
<p><em> </em><strong><em>Bagaimana cara kita memperbaiki kondisi remaja saat ini?</em></strong></p>
<p>Allah swt berfirman, <em>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kamu kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka</em>” (<strong>QS. Ar-ra’du: 11</strong>). Untuk memperbaiki kondisi remaja saat ini satu-satunya cara adalah dengan membentuk kelompok remaja yang ketiga tadi. Dengan begitu akan banyak agen-agen remaja yang peduli untuk memperbaiki sesama remaja, makin banyak yang peduli, maka akan makin banyak remaja yang terselamatkan. Dan tentu kuncinya adalah mengajak para remaja untuk kembali kepada cahaya dunia yaitu islam. Yang dengan itu mereka akan mendapat penerangan dalam gelapnya dunia. Karena jelas Islam sudah memberikan kunci keselamatan untuk para remaja dalam mengarungi hidupdan dalam mencari jati diri. Sehingga akan lahir kembali kembali generasi seperti para sahabat Ali bin Abi Thalib, Muhammad alFatih, Zaid bin Tabit, Aisyah binti Abu Bakar dll.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Saat ini, kehidupan kita lekat dengan aturan kapitalisme. Menurut Dicky, seberapa bsar aturan ini mempengaruhi remaja?</em></strong></p>
<p>Sangat dalam. Kapitalisme dengan senjata sekularisme sudah berhasil mengacau balau kondisi remaja saat ini melalui food, film, fashion, dan fun. Remaja jadi terpengaruh dengan budaya barat yang membuang-buang umur. Semua lini kehidupan remaja sudah dimasukin berbagai aturan kapitalisme</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Menurut Dicky, bagaimana Islam memandang remaja dan memperbaiki kondisinya?</em></strong></p>
<p>Remaja adalah para manusia yang sudah baligh maka sudah terbebani hukum. Artinya, remaja adalah manusia yang perbuatannya sudah terikat dengan hukum Allah. Maka sudah seharusnya kita sebagai remaja selalu memiliki islam dalam bersandar untuk bertindak melakukan aktivitas sehari-hari. Remaja adalah generasi pelanjut generasi sekarang. Bukanhanya <em>agen</em><em>t</em><em> of </em><em>c</em><em>hange</em> remaja adalah <em>architec of </em><em>c</em><em>hange</em>. Yang seharusnya bukan menjadi beban dalam kehidupan bermasyarakat melainkan pembawa ide pembaharu dan selanjutnya akan jadi leader di tengah masyarakat. Remaja seharusnya pembawa peringatan terhadap masyarakat rusak. Dan satu-satunya cara untuk memperbaiki remaja  agar mau menjadi perubah adalah membentuk remaja kelompok ketiga yang intinya adalah mau untuk melakukan dakwah. Pendakwahyang dapat menjadi dokter dari penyakit kronis, pendakwah yang menjadi penertib kekacau balauan, dan pendakwah yang menjadi penerang bagi yang tak punya arah. Kitabutuh remaja yang mau berdakwah. Obat dari hancurnya remaja adalah remaja itu sendiri!</p>
<p>Driser, semoga oborolan drise dengan Dicky di atas ngasih banyak inspirasi. Bener banget apa yang dikatakan Dicky, obat dari hancurnya remaja adalah remaja itu sendiri.<a href="http://majalahdrise.my.id/remaja-broken-home-dont-break-your-future/"> Remaja </a>yang harus berubah. Remaja yang harus berani berbenah cara berpikir dan berperilakunya agar sesuai dengan Islam. Sehingga bisa melahirkan generasi yang peduli dengan lingkungan dan aktif berdakwah. Saat itulah mereka akan menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. #YukNgaji, sampai nanti sampai mati!</p>
<p>di muat di Majalah remaja Islam Drise Edisi 47</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muhammad-shiddiq-ilham-noor-bukan-hanya-agent-of-change-remaja-adalah-architec-of-change/">Muhammad Shiddiq Ilham Noor “…bukan hanya agent of Change, remaja adalah architec of Change!”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/muhammad-shiddiq-ilham-noor-bukan-hanya-agent-of-change-remaja-adalah-architec-of-change/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1737</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Derap Rantai Episode 18</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-18/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-18/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2016 06:50:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kegelapan semakin suram, perjalanan semakin mencekam seiring dengan anak-anak tangga yang menurun tajam. Mutsana bin Harits menuruni tangga yang landai itu menuju ke bagian benteng yang lebih dalam. Ke tempat yang disebut Gerbang Neraka. Keremangan yang dipancarkan obor-obor yang tertempel di dinding semakin meradang. Bau udara yang lembab dan apak ditingkahi desis api &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-18/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Derap Rantai Episode 18</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-18/">Derap Rantai Episode 18</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kegelapan semakin suram, perjalanan semakin mencekam seiring dengan anak-anak tangga yang menurun tajam. Mutsana bin Harits menuruni tangga yang landai itu menuju ke bagian benteng yang lebih dalam. Ke tempat yang disebut Gerbang Neraka. Keremangan yang dipancarkan obor-obor yang tertempel di dinding semakin meradang. Bau udara yang lembab dan apak ditingkahi desis api yang meretih-retih. Bau-bauan harum yang sejak tadi membuai penciuman Mutsana sudah sirna sama sekali. Tangga batu itu kemudian berbelok ke kiri dan terus memutar ke bawah. Mutsana melangkah dengan amat hati-hati, jika kakinya tergelincir bisa berakibat fatal. Dia bertanya-tanya di manakah anak tangga itu akan berakhir? Apakah di sisi lain dunia?</p>
<p><a href="http://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-17/">Derap Rantai</a></p>
<p>Menuruni sesuatu sebenarnya hampir sama beratnya dengan mendaki sesuatu. Bahkan bisa jadi menuruni sesuatu itu jauh lebih berat daripada mendaki. Mutsana melangkah dengan amat hati-hati dan menjaga keseimbangannya sebaik mungkin. Kondisi ruangan yang lembab membuat anak tangga batu menjadi licin, dan upaya menuruninya harus dilakukan dengan amat hati-hati.</p>
<p>Beberapa kali dia berpapasan dengan beberapa orang prajurit hitam yang sedang naik. Semuanya berwajah tegang dan bermata keruh. Mutsana terus turun hingga tibalah dia di dasar benteng itu. Dia bertanya-tanya sudah seberapakah dalamnya dia menuruni benteng itu, namun dia tidak tahu pasti jawabannya. Dia berhadap-hadapan lagi dengan sebuah lorong gelap yang entah di mana ujungnya. Obor-obor yang tadinya banyak tertempel di dinding kini sudah semakin jarang. Berbekal kepasrahan kepada Allah, dia melangkah maju.</p>
<p>Semakin dalam Mutsana menyusuri koridor gelap itu indra penciumannya menangkap bau yang tak enak, bau busuk bangkai. Seiring dengan langkahnya, bau bangkai itu kian kuat. Ketika dia berdiri di depan sebuah pintu di ujung koridor, dia sadar bahwa bau bangkai itu berasal dari balik pintu itu.</p>
<p>Tepat di akhir koridor itu terhamparlah sebuah pintu yang amat sederhana. Pintu itu terbut dari kayu dan dicat berwarna hitam. Jelas sekali, dari balik pintu itulah menguar bau bangkai. <em>Apakah ini gerbang neraka?</em> Mutsana bertanya-tanya. Karena aroma bangkai yang menyengat itu, Mutsana menutup hidung dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya bersiap di atas gagang belati. Sambil menahan napas diraihnya daun pintu, ternyata tidak terkunci, atau mungkin sengaja tidak dikunci? Dengan sanubari yang berpasrah kepada Allah s.w.t, dia menyelinap ke balik pintu itu hanya untuk menyaksikan kengerian yang lain.</p>
<p><em>Apakah ini neraka?</em> Mutsana membelalak lebar. Bau anyir bangkai dan darah bercampur menjadi satu di tempat yang tidak pernah dia duga akan memasukinya. Dia telah terlibat dalam banyak peperangan dan telah sering menyaksikan kengeriannya, tapi apa yang dia saksikan saat ini melampaui imajinasinya. Mutsana hampir saja menyangka bahwa ruangan itu adalah neraka yang sebenarnya. Sebuah aula yang gelap dan remang-remang terbentang di hadapannya. Seluruh permukaan di dalam ruangan itu berwarna hitam, atas, bawah, kanan, dan kiri, semuanya berwarna hitam. Untuk ruangan seluas itu sedikit sekali obor yang tersedia, sehingga lebih banyak sisi-sisinya yang tidak tersentuh cahaya.</p>
<p>Di ruangan itu ada puluhan orang yang sedang disiksa. Berbagai bentuk alat penyiksaan tersedia di sana. Suara lolong dan raungan pantul-memantul, sambar-menyambar menyisakan pilu dan kesakitan. Darah berceceran di mana-mana, dan di tengah-tengah ruangan itu ada kolam darah. Potongan-potongan anggota tubuh timbul tenggelam di dalam kolam darah itu. Para prajurit hitam sibuk menyiksa orang-orang yang entah siapa. Mereka telah menjadi algojo haus darah yang tak kenal belas kasihan. Mutsana menahan napasnya yang sudah sesak karena bau busuk yang sangat. Dia mengedarkan pandangannya, berharap Jabal ditemukannya. Alat-alat penyiksaan yang mengerikan itu mengelilingi kolam darah, menemani daging-daging yang tersayat.</p>
<p>Mata Mutsana tertuju pada salah satu sudut remang ruangan itu. Dia melihat ada seseorang yang sedang duduk di kursi, yang dikelilingi oleh tiga orang prajurit hitam. Orang itu tertunduk, wajahnya lebam dan membiru, tangannya terikat ke belakang. Seorang prajurit hitam kemudian membentak dan menjambak rambutnya hingga wajah orang itu terlihat lebih jelas oleh Mutsana. Dia berzikir kepada Allah, sebab dia telah menemukan rekannya, Jabal.</p>
<p>“APA YANG SEDANG DIRENCANAKAN ABU BAKAR!!!” Bentak prajurit hitam itu. “Kau lihat orang-orang yang sedang disiksa di sana? KAU AKAN BERNASIB SAMA DENGAN MEREKA.”</p>
<p>Sebongkah tinju kembali menghantam wajah Jabal. Darah mengucur dari hidung dan pelipisnya. Jabal hanya menggeleng pelan, dia tak sudi berkata-kata.</p>
<p>“KAU TETAP TAK MAU BICARA?” Kepalan tangan itu terayun lagi.</p>
<p>“HENTIKAN!!!” Sesosok suara dengan tegas menghentikan kezaliman itu. Mutsana telah hadir di sana. “LEPASKAN ORANG INI SEKARANG JUGA!!!”</p>
<p>Jabal hampir-hampir tak sanggup menegakkan kepalanya lagi, tapi dia berusaha keras dan tampaklah Mutsana yang sedang berdiri di hadapannya. Mulutnya terkatup dan diam saja, tetapi hatinya ramai mendendangkan rasa syukur dan pujian kepada Allah sang penguasa semesta. Saat dia melihat sahabatnya di hadapannya, terbitlah kebahagiaan di sanubarinya.</p>
<p>“Jangan memerintah kami,” sergah seorang prajurit hitam.</p>
<p>“ADA APA INI???” Terdengar lagi suara bentakan dari belakang Mutsana. Ternyata ada lagi orang yang datang. Prajurit hitam yang satu ini amat berbeda. Tubuhnya amat besar, wajahnya hitam legam dan menyeramkan. Dialah yang berbadan paling besar di antara semua orang di dalam ruangan itu. Sepertinya dialah pemimpinnya.</p>
<p>“Tiba-tiba dia datang dan menyuruh kami melepaskan orang ini,” kata seorang prajurit hitam.</p>
<p>“Kau ini siapa?” Lelaki hitam berbadan besar itu melotot menatap Mutsana. “Mereka tak punya kuasa untuk melepaskan siapa pun dari sini. Akulah yang berkuasa, aku Assad bin Qais yang sekuat singa.”</p>
<p>Jantung Mutsana gemetar, bagaimana cara dia melawan orang sebesar itu? Namun dia tetap tenang, dia berkacak pinggang dan mendongak kepada lelaki besar bernama Assad bin Qais itu.</p>
<p>“Aku utusan Sayyidi Ibnu Sabah,” katanya. Tangannya menyelinap ke sakunya dan mengeluarkan medali perak yang tadi dia tunjukkan di gerbang batu. “Sekarang lepaskan orang ini sebab Sayyidi menginginkannya dan aku diperintahkan untuk membawanya ke Alamut. CEPAT, SEKARANG JUGA!!!”</p>
<p>Ketika melihat medali perak itu terhampar sekelebat rasa takut di mata keruh Assad dan para prajurit hitam itu. Tanpa bertanya, mereka segera memerintahkan apa yang dikatakan Mutsana, seolah surga dan neraka mereka terletak pada medali perak itu. Tak perlu menghabiskan waktu lama, semua ikatan yang membelenggu tubuh Jabal telah lepas. Mutsana langsung menggandeng lengan Jabal dan membantunya melangkah. Saat lewat di depan Assad, Mutsana memelototinya. Tak ada seorang pun yang bicara ketika Mutsana membimbing Jabal ke pintu.</p>
<p><em>Alhamdulillah</em>, bisik Jabal.</p>
<p><em>Allah akan menyelamatkanmu</em>, gumam Mutsana pelan. [@sayfmuhammadisa]</p>
<p><em>Bersambung..</em></p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-18/">Derap Rantai Episode 18</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-18/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1691</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lahirkan Pelajar Hebat!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/lahirkan-pelajar-hebat/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/lahirkan-pelajar-hebat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2016 07:11:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1689</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kalo kita telusuri jejak rekam perjalanan para pelajar berprestasi, dapet deh benang merahnya kalo kesuksesan mereka ditunjang dengan lingkungan sekitarnya. Ada yang berasal dari sekolah dengan fasilitas pembelajaran yang super lengkap. Ada juga yang terpilih jadi siswa binaan masuk dalam karantina untuk mengasah kemampuannya. Selain kemampuan pribadi, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/lahirkan-pelajar-hebat/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Lahirkan Pelajar Hebat!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/lahirkan-pelajar-hebat/">Lahirkan Pelajar Hebat!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kalo kita telusuri jejak rekam perjalanan <a href="http://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-punya-prinsip/">para pelajar berprestasi</a>, dapet deh benang merahnya kalo kesuksesan mereka ditunjang dengan lingkungan sekitarnya. Ada yang berasal dari sekolah dengan fasilitas pembelajaran yang super lengkap. Ada juga yang terpilih jadi siswa binaan masuk dalam karantina untuk mengasah kemampuannya.</p>
<p>Selain kemampuan pribadi, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap pencapaian para pelajar berprestasi. Kalo kita ngeliat kondisi pendidikan dalam negeri, ngelus dada juga. Masih banyak lembaga pendidikan formal yang hidup segan mati pun enggan. Yang penting kegiatan belajar mengajar tetap jalan meski minim fasilitas bahkan nombokin biaya operasional. Ngenes!</p>
<p>Kalo negara kita tetap bertahan dengan aturan demokrasi sekuler kaya sekarang untukngatur rakyatnya, maka bibit-bibit pelajar hebat makin sulit ditemui. Lantaran kurikulum pendidikan sekuler menggiring siswa untuk menjadi <a href="http://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-dunia-akhirat/">pelajar instant</a> yang berorientasi pada prestasi hasil belajar. Bukan proses pembelajarannya. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis dan cerdas (<em>chritical thinking</em>) siswa pada mem… mem… memble! Daya analisisnya tumpul.</p>
<p>Sebaliknya, saat negara ngurus rakyat dengan aturan Islam justru para pelajar hebat lahir di setiap tempat. Untuk ngukur kualias pelajar, Islam nggak menjadikan nilai ujian tulis sebagai satu-satunya tolok ukur. Karena ujian tulis hanya akan mematikan daya cipta dan kreatifitas siswa alias nggak produktif di tengah perkembangan ilmu pengetahuan. Ujian tulis juga bisa mendorong masyarakat mengarahkan cita-citanya hanya untuk meraih gelar pendidikan tanpa dilihat kemampuannya dalam mengajar, berijtihad, berfatwa, dan berkreasi. Kalo udah gini, kebangkitan pemikiran dan materi yang menjadi tujuan pendidikan makin jauh.</p>
<p>Sebagai evaluasi siswa, dalam pendidikan Islam dikenal teknik <em>munadhoroh</em> (diskusi). Ini semacam ujian lisan bagi pelajar untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami dan kreatifitasnya dalam menciptakan atau mengerjakan sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dia pelajari. Teknik diskusi ini nggak dibatasi oleh waktu. Tergantung dari kesiapan anak didik. Dan hasil diskusi ini, anak didik diberikan semacam ijazah atau bentuk pengakuan tertulis dari guru terhadap kecakapan muridnya.</p>
<p>Untuk menunjang peningkatan mutu pelajar, kelengkapan sarana dan prasaran pendidikan dijamin oleh negara. Mulai dari perpustakaan yang lengkap, asrama yang disertai jaminan sandang dan pangan, aula untuk ceramah, kertas dan tinta, pemandian umum, serta rumah sakit dan dokter-dokter. Semuanya disediakan gratis..tis..tis… bagi para siswa dan penuntut ilmu. Seperti dicontohkan Khalifah al-Muntashir yang mendirikan Madrasah al-Mustanshiriah di kota Baghdad.</p>
<p>Malah bukan cuman fasilitas gratis, siswa juga dikasih beasiswa alias pendidikan bebas biaya. Inilah salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan rakyatnya. Rasul saw bersabda: “<em>Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya).</em>” [<strong>HR. Imam al-Bukhari</strong> dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.].</p>
<p>Hasilnya, para pelajar menjadi ilmuwan yang menjadi pelopor kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa. Seperti <strong>Harrani as-Sabi al-Battani (Al Battani</strong>seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab (858-929 M). Al Battani berhasil menemukan sejumlah persamaan trigonometri dan memecahkan persamaan sin x = a cos x. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.</p>
<p>Atau <strong>Ibn al-Haytham (Alhazen). </strong>Ia lahir tahun 965 M di Basra kemudian meninggal tahun 1040 M di Kairo. Dikenal sebagai bapak optik modern karena penemuan dan karya-karyanya di bidang ilmu optik dan pencahayaan benda. Penemuan itu menjadi cikal bakal kamera yang masih digunakan sampai sekarang ini.</p>
<p>Jadi, kalo pemerintah kita pengen meningkatkan mutu pendidikan, bisa bercermin pada sistem pendidikan Islam. Lebih bagus lagi kalo pemerintah nggak cuman ngaca, tapi pake sistem pendidikan Islam untuk melahirkan para pelajar hebatdunia akhirat. Saatnya keluar dari jeratan pendidikan kapitalis sekuler dan beralih pada sistem pendidikan Islamdalam bingkai daulah khilafah islamiyah yang mengikuti jejak kenabian. Yuk! <em>[hafidz341]</em></p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise 47</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/lahirkan-pelajar-hebat/">Lahirkan Pelajar Hebat!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/lahirkan-pelajar-hebat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1689</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 47 &#8211; Pelajar Hebat Dunia Akhirat</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-dunia-akhirat/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-dunia-akhirat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2016 04:04:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Puluhan pelajar pasca ujian nasional di Kabupaten Kendal hari Kamis (16/04/2015) terjaring razia satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal saat hendak melakukan pesta seks.Mereka digerebek Satpol PP di kawasan objek wisata Pantai Muara Kencan, di Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon Kendal.(news.detik.com, 13/04/2015) Sementara di kota-kota lain, aksi corat-coret seragam mewarnai hari terakhir &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-dunia-akhirat/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 47 &#8211; Pelajar Hebat Dunia Akhirat</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-dunia-akhirat/">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 47 &#8211; Pelajar Hebat Dunia Akhirat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Puluhan pelajar pasca ujian nasional di Kabupaten Kendal hari Kamis (16/04/2015) terjaring razia satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal saat hendak melakukan pesta seks.Mereka digerebek Satpol PP di kawasan objek wisata Pantai Muara Kencan, di Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon Kendal.(news.detik.com, 13/04/2015)</p>
<p>Sementara di kota-kota lain, aksi corat-coret seragam mewarnai hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional. Nggak seru rasanya kalo luapan kegembiraan cuman ‘ngotorin’ seragam aja. Makanya banyak <a href="http://majalahdrise.my.id/woles-aja-cuy-ketika-pelajar-nakal-jadi-brutal/">pelajar melanjutka</a>n aksinya turun ke jalan raya. Bermodalkan konvoi kendaraan, mereka memadati ruas jalan perkotaan tanpa helm dan bunyi klakson yang saling bersahutan. Udah pasti mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.</p>
<p>Ekspresi bebas para pelajar pasca UN kerap menyita perhatian masyarakat. Terutama tingkah semaunya yang berlindung dibalik jiwa muda. Mulai dari aksi corat-coret, konvoi kendaraan, tawuran, hingga pesta prom night yang lengket dengan budaya seks bebas. Potret buram pelajar yang sering menghiasi media massa, udah lama jadi PR ibu pertiwi. Saking lamanya, Ibu Pertiwi mungkin lupa kalo punya PR untuk benahin perilaku para pelajar. Walhasil, dari tahun ke tahun kelakuan anak didik makin nggak asyik. Nyesek!</p>
<p><strong>&nbsp;</strong></p>
<p><strong>Cermin Pelajar Idaman</strong></p>
<p>Indonesia bukan negara tanpa pelajar berprestasi di kancah dunia. Segudang penghargaan internasional, telah diraih oleh para pelajar dalam negeri. Dari lomba olimpiade sains tingkat dunia hingga kompetisi penemuan alat yang bermanfaat bagi masyarakat. Berikut beberapa prestasi pelajar pribumi yang telah mengharumkan nama Ibu Pertiwi.</p>
<ul>
<li><strong>Sabut Kelapa Diubah Menjadi Rompi Anti Peluru</strong></li>
</ul>
<p>Sabut kelapa yang biasanya hanya dijadikan kayu bakar atau bahkan malah hanya jadi sampah, disulap menjadi rompi anti peluru oleh dua orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Semarang, Jawa Tengah. Aristio Kevin Ardyaneira Pratama dan M Iqbal Fauzi mengolah sabut kelapa dan fiber, menjadi rompi anti peluru yang tahan dari tembakan serta senjata tajam. Saat ini rompi anti peluru mereka masih terus disempurnakan agar tahan terhadap tembakan senjata laras panjang juga. Temuan mereka telah memenangi ajang <em>International Science Project Olympiad</em> dan memperoleh medali perak. Mereka berharap temuan mereka dapat diproduksi masal agar bisa dimanfaatkan oleh TNI dan Polri.</p>
<ul>
<li><strong>Biofungisida dari Kulit Randu</strong></li>
</ul>
<p>Aprillyani Sofa, siswi SMA PGRI 2 Kayen, juga turut mengharumkan nama Indonesia. Ia berhasil membuat biofungisida dari bahan alami yakni kulit randu. Biofungsi adalah pembunuh jamur pada tanaman. Di pasaran, biasanya dibuat dari bahan kimia yang tentu saja berbahaya jika menumpuk di dalam tubuh. Aprilliyani membuat biofungisida dari kulit randu yang telah diolah terlebih dahulu. Penemuannya membuatnya menjadi juara I dunia dalam bidang Biologi Molekuler di Brasil dan mengalahkan peserta-peserta dari negara lain.</p>
<ul>
<li><strong>Detektor Telur Busuk</strong></li>
</ul>
<p>Pelajar SMA Taruna Nusantara Magelang berhasil mencuri perhatian dunia intenasional dengan temuannya. Wisnu, nama pelajar tersebut, menciptakan detektor telur busuk yang dilengkapi sensor dan kalibrator. Detektor dibuat dari bahan sederhana yakni senter. Telur yang diuji akan disinari dengan cahaya dari senter tersebut. Bila cahaya tembus, lampu akan berwarna hijau dan berarti telur tersebut aman dikonsumsi. Sedangkan bila gelap, lampu merah yang menyala dan mengeluarkan bunyi pertanda telur tersebut busuk. Temuan Wisnu banyak diincar penggiat industri yang ingin membeli hak cipta temuannya. Ke depannya, Wisnu berencana membuat alat detektor telur busuk tersebut dengan karet roda.</p>
<ul>
<li><strong>Pengharum Ruangan dari Kotoran Sapi</strong></li>
</ul>
<p>Siapa bilang kotoran sapi tak bisa dimanfaatkan? Dwi Nailul Izzah dan Rintya Aprianti Miki, pelajar dari Lamongan berhasil memanfaat kotoran sapi menjadi pengharum ruangan yang ramah lingkungan. Kotoran sapi difermentasi selama tiga hari kemudian diekstraksi dan dicampur dengan air kelapa, lalu disuling untuk menghilangkan kotorannya. Produk akhirnya berupa pengharum ruangan dengan aroma alami tumbuh-tumbuhan. Pengharum ruangan ini dikatakan ramah lingkungan karena bebas dari aerosol.</p>
<p>Masih banyak karya anak bangsa yang cukup menyita perhatian dunia. Pastinya nggak cukup kalo dipaparkan dalam tulisan ini. Satu yang pasti, masih ada para pelajar idaman yang bercokol di bumi pertiwi. Sayang, jumlahnya bisa dihitung oleh jari. Kebanyakan pelajar, malah terhanyut dalam gaya hidup hedonis yang dijajakan media. Boro-boro kepikiran untuk berkontribusi, ngurus dirinya sendiri aja masih keteteran. Kacian!</p>
<p>di muat di Majalah remaja islam Drise 47</p>

<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-dunia-akhirat/">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 47 &#8211; Pelajar Hebat Dunia Akhirat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pelajar-hebat-dunia-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1684</post-id>	</item>
		<item>
		<title>April Fools Day</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/april-fools-day/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/april-fools-day/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2016 15:38:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ONLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SMAR]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1667</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; April telah tiba, april telah tiba, hatiku gembira.. J. Eiiiitss&#8230;.. di Bulan April ada suatu kebiasaan jahiliahharus kita waspadai !!!!! Apa itu&#8230;???.pada tanggal 1 April ada sebuah perayaan yang dimana orang-orang diperbolehkan untuk menipu atau berbohong kepada orang lain tanpa dianggap bersalah , misalnya, kepada orang tua, teman, dan kepada siapapun. Agar tau &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/april-fools-day/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">April Fools Day</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/april-fools-day/">April Fools Day</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; April telah tiba, april telah tiba, hatiku gembira.. J. Eiiiitss&#8230;.. di Bulan April ada suatu kebiasaan jahiliahharus kita waspadai !!!!! Apa itu&#8230;???.pada tanggal 1 April ada sebuah perayaan yang dimana orang-orang diperbolehkan untuk menipu atau berbohong kepada orang lain tanpa dianggap bersalah , misalnya, kepada orang tua, teman, dan kepada siapapun. Agar tau lebih lanjut mari kita bahas bersama! <a href="http://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-april-2015/">Chek it dot!</a></p>
<p>Biasanya orang akan menjawab bahwa April Fools Day atau April Mop yang hanya berlaku pada tanggal 1 April adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan. Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan Matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret).</p>
<p>Ada beberapa contoh lelucon April Mop dan efek sampingnya, Di Jerman, kantor jaringan telepon setempat pernah dibuat pusing, karena diberitakan bahwa teroris telah mampu memasukkan bom peledak secara digital. Virus Bom Peledak itu masuk ke dalam pesawat telpon, setelah anda menelpon keluar kota. Berdasarkan ultimatum dari sang teroris, pada pkl 18.00 sore waktu setempat bom akan meledak. Cara satu-satunya untuk memusnahkan atau melumpuhkan ledakan bom tersebut ialah dengan memasukkan telepon ke dalam ember penuh dengan air. Akibatnya ribuan telepon setempat jadi rusak, karena terendam air dalam ember.</p>
<p>Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April. Pada 1 April 1946, tsunami gempa Pulau Aleutian membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan &#8220;Tsunami April Mop&#8221;, karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.</p>
<p>Sudah pada tau enggak sih? Sejarah April Fools Day atau yang biasa disebut April Mop? Nah, kalau belum tau nih ada sedikit informasi tentang sejarah April Mop. Cekidot!</p>
<p>Sejarah 5 abad silam about April’s Fool Day<strong>, </strong>ditaklukkannya spanyol oleh panglima thariq bin ziyad. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh.  Penduduk spanyol yang beragama nasrani berbondong-bondong masuk Agama Islam. Kelicikan Orang-orang kafir di sekitar Spanyol, menghasut kaum muslimin. Tentara Salib berhasil menguasai Spanyol,Penduduk Muslim Spanyol, tentara kaum muslimin, orang tua, wanita, bahkan anak-anak dibunuh. So, april fools day atau april mop adalah sebuah perayaan dimana hari kemenangan atas pembantaian umat muslimin di spanyol.Haram hukumnya merayakan “APRIL FOOLS DAY” Why?? Because kalau kita masih saja meryakan April Mop, sama saja kita merayakan pembantaian saudara-saudari kita di Spanyol</p>
<p>Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya barat ini sesuai dengan hukum syara’ atau tidak. Nah, dapat kita simpulkan sekarang, generasi muslim menjadi pembebek budaya barat. Umat terbaik tidak layak membebek, namun memimpin dunia dengan agamanya. Layaknya Rasulullah dan khulafaurrasyidin yang menghapuskan kebudayaan jahiliyah dan menghidupkan kebudayaan islam.[]</p>
<p><em>Oleh : Najwa*</em></p>
<p><em>*Penulis adalah siswa SMA Bina Insan Mandiri kelas 10</em></p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 46</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/april-fools-day/">April Fools Day</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/april-fools-day/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1667</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
