<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>MUDA Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/muda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Oct 2017 04:25:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Bangkit Tanpa Penyakit!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bangkit-tanpa-penyakit/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bangkit-tanpa-penyakit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2017 13:08:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Prelude]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Setiap tanggal 20 Mei, rakyat negeri kita tercinta ini merayakan satu momen yang ironis. D’Riser juga pasti udah ngeh dong. Yep, hari kebangkitan nasional. Kenapa dibilang ironis, seenggaknya ada dua alasannya.  Alasan pertama, hari kebangkitan nasional tanggal 20 mei  ditetapkan dari tanggal brojolnya organisasi Boedhi Oetomo (BO). Padahal, organisasi BO sangat loyal kepada &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bangkit-tanpa-penyakit/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Bangkit Tanpa Penyakit!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bangkit-tanpa-penyakit/">Bangkit Tanpa Penyakit!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Setiap tanggal 20 Mei, rakyat negeri kita tercinta ini merayakan satu momen yang ironis. D’Riser juga pasti udah ngeh dong. Yep, hari kebangkitan nasional. Kenapa dibilang ironis, seenggaknya ada dua alasannya.  Alasan pertama, hari kebangkitan nasional tanggal 20 mei  ditetapkan dari tanggal brojolnya organisasi Boedhi Oetomo (BO).</p>
<p>Padahal, organisasi BO sangat loyal kepada penjajah Belanda. Mayoritas anggotanya adalah golongan priyayi elit lulusan dari sekolah Belanda, dan dipimpin oleh para ambtenaar alias “pegawai negeri”. Maka wajar jika mereka manut kepada induk semangnya yang telah “berjasa” memberi mereka “makan” dan “pendidikan”. Di dalam rapat-rapat organisasi dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar pun, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Melayu yang jadi <i>lingua franca</i> di nusantara saat itu. Keanggotaannya pun dibatasi hanya untuk orang jawa dan madura, orang betawi saja nggak boleh masuk. Jadi BO ini nggak nasionalis banget, malah cenderung jawa-madura sentris. Kok bisa jadi pelopor kebangkitan nasional?</p>
<p>Apalagi kalau melihat sikap BO  yang anti agama, terutama Islam. Bagi BO, agama Islam adalah penghalang bagi mereka yang ingin makmur dibawah pemerintahan Ratu Belanda. Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang <i>Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging</i>berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya&#8230; Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ” Belum cukup dari itu, pentolan BO sendiri, Dr. Soetomo menghina Islam dengan mengatakan bahwa “Digul lebih utama daripada Makkah”!</p>
<p>Alasan kedua, setiap tahun merayakan hari kebangkitan, kenyataan yang ada malah kita semakin mundur dan terpuruk, ekonomi makin ambruk, dan moral kian membusuk. Ironis kan?</p>
<p>Saatnya kita nyadar. Sebuah kebangkitan hanya bisa dicapai dengan meningkatnya taraf berpikir masyarakat secara keseluruhan. Bukan sekelompok orang saja. Dan tentu saja nggak sembarang pemikiran dong. Tapi pemikiran yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal, dan memberikan ketentraman hati. Itulah pemikiran Islam. Sehingga kebangkitan yang hakiki adalah dengan menggiring umat pada pemikiran Islam. Makanya, ayo belajar islam dan jadi pejuang Islam![]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>di muat di majalah drise edisi 13</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bangkit-tanpa-penyakit/">Bangkit Tanpa Penyakit!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bangkit-tanpa-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI #8</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-8/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-8/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2017 23:38:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Prelude]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yoooo&#8230;yooo..yooo..!! pa kabar driser?! Semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah swt. Eh, tau gak sih loe, Drise terbaru dah nongol lho. Dengan bahasan yang agak gimana&#8230; gitchu. Edisi kali ini kita kupas “Media Porno Bikin Parno” terkait makin merajalelanya content porno yang mengisi media remaja. Langsung deh cekidot daftar isinya: &#8211; Bukamata: bahas media &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-8/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI #8</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-8/">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI #8</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yoooo&#8230;yooo..yooo..!! pa kabar driser?! Semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah swt. Eh, tau gak sih loe, Drise terbaru dah nongol lho. Dengan bahasan yang agak gimana&#8230; gitchu. Edisi kali ini kita kupas “Media Porno Bikin Parno” terkait makin merajalelanya content porno yang mengisi media remaja. Langsung deh cekidot daftar isinya:<br />
&#8211; Bukamata: bahas media yang berbau esek-esek plus bahaya media porno untuk kesehatan jiwa dan mental. Jangan sampe ketinggan inpohnya.<br />
&#8211; Support: Gaya Hidup Mesum Oriented. Maraknya media porno yang mudah dan murah diakses remaja, bikin isi kepala remaja en remaji dicekoki fantasi mesum!<br />
&#8211; Interview: ngobrol bareng Mbak Asri, penulis remaja yang cukup populer. Salah satu bukunya berjudul, ‘Indonesia dalam Dekapan Syahwat’. Pas banget!<br />
&#8211; The Most: The Youngest Doctor. Kecil-kecil udah jadi manten, eh doctor. Simak kisah Doktor Kecil Husein asal Iran yang inspiring. Kueren bo!<br />
&#8211; Girly I: Cinta putih Abu-abu. Serunya masa SMA bikin dunia terasa penuh warna. Dari jaman kuda ngigit besi sampe kuda maen facebook, cerita cinta SMA gak ada abisnya. Sttt&#8230;.di sini Alga ngingetin kita soal cinta remaja. Langsung aja yaa..<br />
&#8211; Girly I: I Lup You Mom. Hmmm&#8230;di bulan Desember terselip satu hari yang bisa bikin kita mengharu biru. Gak terkecuali Hikari yang ‘curhat’ untuk kita tentang Ibu. Kalo cinta Ibu, kamu mesti baca rubrik ini!<br />
&#8211; Info Tekno: Ngintip ‘Jendela’ Ponsel. Rubrik baru yang bakal nambah info kamu soal teknologi informasi. Kali ini kita sodorkan macam-macam ‘program’ yang bikin ponsel kita powerfull.<br />
&#8211; Melek Media: Bencana Obama. Yup, selain bencana alam, bencana Obama juga patut kita waspadai. Kedatangannya yang disambut euforia, ternyata mesti dibayar mahal dengan kebijakan swastanisasi pabrik baja Krakatau Steel. Oh ladalah&#8230;!<br />
&#8211; Reportase: Diakonia Saat Bencana. Ternyata, selain bantuan logistik ada juga misi pemurtadan yang diusung para misionaris yang berlagak jadi volunteer. Simak reporatse Pak Nurbowo di Mentawai dan Jogja.<br />
&#8211; Help Center: bahasa tips shalat khusyu dan gimana ngadepin virus merah jambu.<br />
&#8211; Recommended: Novel Kemi karya pak Adian Husaini. Menelanjangi ide-ide liberal yang dikemas dalam cerita unik dan menarik plus sarat makna yang mudah dipahami. Asli keren.!<br />
&#8211; Sehat Ala Nabi: Minyak Zaitun. Banyak manfaatnya lho. Apalagi untuk kaum hawa. Bejibun manfaatnya.<br />
&#8211; Tafakkoor: Sungai di Dalam Laut. Allah nunjukkin kebesaranNya dalam sebuah fenomena keberadaan sungai dalam laut. Penasaran? Go!<br />
&#8211; Jangan ketinggalan juga kisah inspiratif kirimin driser dalam rubrik Share Your Mind plus Monogatari. Lengkapi sambungan epik Mawar perangnya di edisi Desember ini.</p>
<p>Wokeh deh, moga inpoh ini cukup menggelitik driser en para pengedar untuk segera berburu Drise Edisi Desember 2010. JANGAN SAMPE KEHABISAN!!</p>
<p>di muat di majalah drise edisi 08</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-8/">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI #8</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-8/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2338</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akhwat Digoda Cowok</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/akhwat-digoda-cowok/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/akhwat-digoda-cowok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2017 13:12:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Male Corner]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Suatu kali Alga ngeliat sinetron semi islami yang nampilin akhwat berkerudung yang diuber-uber ama cowo semi jahiliyah. Si cowo ini mendekati sang akhwat dengan segala cara. Mulai dari ikut pengajian (biar bisa sering ketemuan), sampai merubah penampilan jadi lebih islami (misal: pake peci plus baju koko). Dari sudut luarnya, keliatan si cowo jadi &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/akhwat-digoda-cowok/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Akhwat Digoda Cowok</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/akhwat-digoda-cowok/">Akhwat Digoda Cowok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Majalahdrise.com &#8211; Suatu kali Alga ngeliat sinetron semi islami yang nampilin akhwat berkerudung yang diuber-uber ama cowo semi jahiliyah. Si cowo ini mendekati sang akhwat dengan segala cara. Mulai dari ikut pengajian (biar bisa sering ketemuan), sampai merubah penampilan jadi lebih islami (misal: pake peci plus baju koko). Dari sudut luarnya, keliatan si cowo jadi bernuansa aktivis islam atawa anak pengajian, tapi kelakuannya <i>teteeuuuppp</i> mata jelalatan mencari-cari akhwat bening lainnya.</p>
<p>Selain mata jelalatan, kelakuan aneh lainnya ialah seringnya si cowo tersebut menebar pesona di tempat-tempat strategis (misal: musholla, forum-forum hingga nangkring di dunia maya). Kalau ngegodain cewek seksi, cowo ini biasa ‘suit-suit’ di pinggir jalan atau bahkan ngajak kencan. Tapi khusus untuk ngedeketin akhwat islami, trik dan siasat sedikit diubah. Mulailah si cowo penggoda tersebut menebar salam: <i>”assalamualaikum, ukhti….”</i>, berbicara yang kurang penting sampai menebar curahan hati yang memang tak pada tempatnya.</p>
<p>“<i>Assalamualaikum ya ukhtifillah. Ukhti, ane pusing nih dengan hidup ane. Gimana ya ukhti agar ane tidak futur dan kembali dekat kepada Allah?</i>” SMS sang cowo penggoda masuk.</p>
<p>Nahh…. Berhubung yang namanya hati perempuan itu lembut dan ‘ngga tegaan’, akhirnya SMS itu pun dibalas dari lubuk hati yang paling dalam, dengan simpati melihat keluhan orang.</p>
<p>“<i>waalaikumsalam…. Sebaiknya antum banyak-banyak membaca al-Qur’an dan meminta bantuan orang-orang shalih</i>” jawab akhwat di SMS.</p>
<p>Untuk menebar kedekatan, si cowo penggoda tau betul, dia harus lebih agresif dan memberi sanjung puji kepada perempuan yang lemah lembut tersebut. Maka dibalaslah SMS tersebut: ”<i>Subhanallah, nasihat ukhti sangat bijaksana. Ane ingin menjadi sahabat dekat ukhti. Pasti diri ini lebih bersemangat dengan adanya ukhti. Ukh, besok kalau ketemu di kampus, tegur ane yaaa</i>”</p>
<p>Gubrakss!!!! Ujung-ujungnya pengen ketemu bin jalin kedekatan. Nahh, begini nih. Di kasi hati malah minta jantung, hehe. Si cowo penggoda mencari titik lemah akhwat dan mengelabui banyak orang dengan tingkah polahnya. Jika tidak lebih tegas dan diperjelas, setapak demi setapak pastilah akhwat tersebut masuk dalam perangkap gombal si cowo.</p>
<p>Apa sih sebenarnya motif cowo penggoda ngegombalin akhwat? Hemm, banyak motif. Bisa jadi si cowo tersebut tipe orang kesepian yang tidak menyibukkan diri dalam aktivitas kebaikan. Kalaupun dia orang yang aktif, boleh jadi itu hanya alibi pelengkap strategi supaya tersamarkan. Cowo penggoda kadang-kadang orang yang gampang bosan dan suka mengumbar nafsu. Berhubung cewe seksi sudah biasa ‘digarap’, akhirnya garapan sang cowo beralih kepada komunitas akhwat-akhwat yang sedang berproses menjaga diri dari fitnah dan kemaksiatan. Mungkin si cowo penggoda merasa bangga jika ada iman seorang akhwat yang berhasil dia cabik-cabik. “<i>Jangankan Jenifer Lopez, si Fatimah yang jilbaber aja berhasil gue taklukkin</i>”, begitulah kira-kira.</p>
<p>Mudah-mudahan rubrik singkat ini bisa menggelitik Driser sekalian supaya lebih mawas dan membuka cakrawala di tengah dunia yang semakin menggila. Untuk driser akhwat, tetep jaga izzah (kemuliaan). Biarkan cowok penggoda menggonggong, kita tetep berlalu!. <i>Wallahu’alam</i>. <b>[Alga Biru] </b></p>
<p><b>BOX</b></p>
<p><b>Serba Serbi Digoda Cowo: Warning untuk Akhwat!</b></p>
<p>Sedikit tambahan buat Driser yang mungkin pernah menyaksikan atau bahkan ngerasain sendiri fenomena akhwat digoda cowo. Semoga Bermanfaat!</p>
<p>1. <b>Bersikap Tegas tapi Soft (Lembut)</b>: Jika kita sebagai akhwat sudah mencium gelagat adanya usaha-usaha cowo atau lelaki non mahrom menggoda hati, maka kita perlu mengambil langkah tegas namun dengan bahasa kelembutan. Misalnya untuk menolak ajakan cowo untuk ketemuan berdua di suatu tempat dengan alasan tertentu (misal: menanyakan pelajaran atau meminta bantuan yang belum jelas kepentingannya). Bisa ditolak dengan berkata: “<i>Maaf, saya ada keperluan lain. Mudah-mudahan ada rekan ikhwan yang lain yang bisa membantu kamu</i>”.</p>
<p>2. <b>Tidak Mengandung ‘Umpan’</b>. Ada kalanya kesalahan berawal dari diri akhwat sendiri. Ya, sebenarnya secara tidak langsung, akhwat-akhwat telah mengundang hati cowo yang lemah imannya untuk menggodanya. Misal: Akhwat yang gemar memakai wewangian, menggunakan busana hingga jatuh pada tabarruj maupun mengeluarkan suara-suara ngegemesin yang bikin penasaran. So, mulai sekarang, kita harus lebih sering mengoreksi diri, supaya kehinaan tidak datang menimpa kita.</p>
<p>3. <b>Menjadi ‘BuNga Dakwah’</b>. Weitss, apaan tuh??? BuNga Dakwah ialah “Buku, Ngaji dan Dakwah”. Artinya, kita menyibukkan diri pada ketiga aktivitas ini. Kalau kita secara ikhlas telah tersibukkan dengan ketiganya, maka kita bisa sering berkumpul dengan orang-orang intelektual, peduli bahkan berdakwah. Dengan berkumpulnya kita pada jamaah BuNga Dakwah, maka akan banyak rekan seperjuangan yang memotivasi dan mengingatkan kita dikala tersalah. <i>Boro-boro digodain cowo, untuk ngelayanin dia aja kita pasti ngga punya waktu</i>. Cuittt siuwww!!! ^_^<b><br />
</b></p>
<p>di muat di Majalah Drise Edisi 17</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/akhwat-digoda-cowok/">Akhwat Digoda Cowok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/akhwat-digoda-cowok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>GARDEN OF DEATH</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/garden-of-death/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/garden-of-death/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2017 07:41:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakoor]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2319</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Mangkatnya Rasulullah saw. pada 632 Masehi adalah musibah yang amat besar bagi umat Islam. Kabilah-kabilah murtad pada nongol hampir di seluruh jazirah Arab. Ada juga kabilah yang ogah bayar zakat dan bahkan, sebagaimana yang dikisahkan Imam Ibnu Katsir, solat Jumat cuma dilaksanakan di Makkad dan Madinah. Parah banget nggak sih? Khalifah Abu Bakar &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/garden-of-death/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">GARDEN OF DEATH</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/garden-of-death/">GARDEN OF DEATH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Mangkatnya Rasulullah saw. pada 632 Masehi adalah musibah yang amat besar bagi umat Islam. Kabilah-kabilah murtad pada nongol hampir di seluruh jazirah Arab. Ada juga kabilah yang ogah bayar zakat dan bahkan, sebagaimana yang dikisahkan Imam Ibnu Katsir, solat Jumat cuma dilaksanakan di Makkad dan Madinah. Parah banget nggak sih?</p>
<p>Khalifah Abu Bakar ra. kemudian mengambil tindakan tegas untuk memerangi semua kalangan yang dimurkai Allah itu. Salah satu kabilah terkuat yang murtad adalah Bani Hanifah yang tinggal di kawasan Yamamah. Mereka dipimpin oleh seorang lelaki yang mengaku nabi, Musailamah al-Kadzab. Khalifah Abu Bakar mengirim jenderalnya yang terbaik, Khalid bin Walid, untuk menumpas gerombolan murtad ini. Perang Yamamah pun pecah antara tentara Islam di bawah pimpinan Khalid bin Walid dan bani Hanifah di bawah pimpinan Musailamah al-Kadzab.</p>
<p>Imam Ibnu Katsir mengisahkan dalam Bidayah wan Nihayah: “Pada peperangan ini tampak kesabaran dan keuletan para sahabat yang tiada bandingannya. Mereka terus menerus maju ke arah musuh hingga Allah menaklukkan musuh, dan orang kafir lari tungganglanggang. Kaum Muslimin terus mengejar mereka sambil menebas leher-leher mereka, dan mengayunkan pedang ke arah mana saja yang mereka maui. Maka terdesaklah orang-orang kafir hingga Kebun Kematian (Hadiqatul Maut). Para sahabat dan pasukan Islam dengan semangat jihad yang berkobar terus menekan pasukan kafir. Salah seorang penguasa Yamamah, Muhakkam bin Thufail, memberi isyarat kepada anak buahnya agar membuka gerbang besar kebun itu dan seluruh pasukan kaum murtad itu masuk ke dalam kebun. Naasnya, Muhakkam bin Thufail yang sedang berpidato untuk memerintahkan anak buahnya masuk ke dalam kebun harus tewas di tangan Abdurrahman bin Abu Bakar.</p>
<p>Abdurrahman melepaskan sebatang anak panah ke leher Muhakkam hingga dia tewas. Sayangnya, pasukan kaum murtad itu berhasil memasuki kebun dan hanya beberapa orang saja yang berhasil dikejar dan dihabisi oleh pasukan Islam. Gerbang kebun itu pun ditutup rapat-rapat dan dikunci dari dalam. Musailamah dan pasukannya dari kalangan kaum murtad itu berlindung di dalam kebun. Mereka mengira bisa menipu maut dengan cara seperti itu.</p>
<p>Padahal Allah swt. berfirman: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,” (An-Nisa&#8217;: 78). Pasukan Islam mengepung perkebunan yang dipagari oleh tembok yang cukup tinggi itu. Mereka tertahan oleh tumpukan-tumpukan batu dan tanah liat. Datanglah seorang sahabat bernama al- Bara&#8217; bin Malik: “Wahai kaum Muslimin, lemparkan aku ke dalam perkebunan itu.” Maka beberapa prajurit Muslim pun mengangkat al-Bara&#8217; di atas sebuah perisai dan menopangnya untuk naik ke tembok dan kemudian melompat hingga ke bagian dalam tembok.</p>
<p>Begitu mendarat di bagian dalam perkebunan, al-Bara&#8217; segera diserang oleh beberapa pasukan musuh, namun dengan gigih al-Bara&#8217; berjuang hingga pada akhirnya ia berhasil membukakan gerbang perkebunan itu. Ketika melihat gerbang sudah menganga lebar, tanpa membuang-buang waktu, pasukan Islam menyerbu masuk, mengalir deras bagai air bah. Pasukan murtad yang sudah gelagapan itu kocar-kacir dan menemui kematian mereka di bawah tebasan pedang kaum Muslimin. Peperangan yang sengit pecahlah di dalam perkebunan orang-orang Yamamah itu. Pasukan Islam berjuang habis-habisan untuk melenyapkan kekuatan orang-orang murtad yang dipimpin Musailamah al- Kadzab, namun pertanyaannya di manakah sang nabi palsu itu?</p>
<p>Sepasang mata dari seorang budak hitam mengawasi peperangan itu dengan jeli. Ia adalah Wahsyi bin Harb, pembantu Jubair bin Muth&#8217;im. Saat itu ia telah masuk Islam, dan berjihad bersama pasukan kaum Muslimin. Dulu, pada Perang Uhud ketika ia masih musyrik, ia berperang di pihak kaum Quraisy dan dengan lemparan tombaknya yang jitu, ia membunuh Hamzah bin Abdul Muthallib, paman Rasulullah Muhammad saw. Dengan tombak yang sama, Wahsyi menyusuri medan perang itu untuk memburu Musailamah al-Kadzab.</p>
<p>Ia ingin menebus kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Dengan amat sabar Wahsyi memburu mangsanya, hingga dia melihat sosok Musailamah di kejauhan. Pada salah satu bagian dari perkebunan itu ada sebuah tembok yang retak, Musailamah sedang berdiri di depan tembok itu dan mengawasi peperangan. Beberapa orang prajuritnya melindunginya, tanpa mengetahui bahwa maut sedang mengintainya. Musailamah sedang berada dalam keadaan galau yang amat sangat karena ia menyaksikan pertahanannya di perkebunan itu sudah berhasil ditembus dan pasukannya sudah terdesak. Tiba-tiba tubuh Musailamah kejangkejang seperti orang ayan. Dari mulutnya keluar busa yang menjijikkan, dan orangorang mengetahui bahwa dia sedang kerasukan. Setan yang merasuki tubuhnya itulah yang membisikkan kata-kata yang dia klaim sebagai wahyu.</p>
<p>Wahsyi mencium sebuah kesempatan yang sangat baik. Ia mencari sebuah posisi yang tepat sambil menenteng tombaknya. Dengan tatapan yang tajam diacungkannya tombaknya, tak ubahnya malaikat maut yang sedang membidik sasarannya. Tepat, tombak itu melesat cepat dan menembus dada Musailamah hingga ke punggungnya. Nabi palsu itu tewas seketika. Itulah akhir dari petualangan dan kesesatannya. Dengan cepat Abu Dujanah Simak bin Kharasyah melesat ke arahnya dan menebaskan pedangnya hingga Musailamah tersungkur dan mati. “Aduhai malangnya nasib pemimpin kita, dia dibunuh oleh budak hitam,” pekik para wanita yang berlindung di dalam sebuah bangunan di kebun itu. Di sanalah berakhirnya petualangan dan kekufuran Musailamah al Kadzab.[]</p>
<p>DI MUAT DI MAJALAH DRISE EDISI 53</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/garden-of-death/">GARDEN OF DEATH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/garden-of-death/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2319</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2017 07:54:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Writepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2302</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kini, saya mo berbagi tips agar kita ngerti soal penerbitan ini, sekaligus kita mafhum kedudukan kita sebagai penulis yang dibutuhkan penerbit, istilah dari sononya adalah simbiosis mutualisme alias saling membutuhkan gitu, lho: 1 kamu biasa nulis apaan? tema apaan? siapa pembaca yang kamu bidik? kalo dah segmented, ayo cari tau penerbit yang sesuai. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/">ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kini, saya mo berbagi tips agar kita ngerti soal penerbitan ini, sekaligus kita mafhum kedudukan kita sebagai penulis yang dibutuhkan penerbit, istilah dari sononya adalah simbiosis mutualisme alias saling membutuhkan gitu, lho:</p>
<p>1 kamu biasa nulis apaan? tema apaan? siapa pembaca yang kamu bidik? kalo dah segmented, ayo cari tau penerbit yang sesuai. So, jangan nyari penerbit soal peternakan en perkebunan kalo kamu nulis soal teknologi en strategi militer;</p>
<p>2 kalo dah nemu penerbit yang sesuai, ayo bergaol ria and sok akrab sama redaksinya, sapatau dapet jodoh! Eit&#8217;s jangan ge-er duluan, maksudnya adalah&#8230; kamu berjodoh sama penerbit tadi yang siap nerbitin tulisanmu;</p>
<p>3 kalo dah berjodoh, jangan sungkan usul ide-ide kreatif tuk nunjang performa bukumu, pastiin juga kamu siap bantu jika mereka minta kreativitasmu. So, jangan lempar batu sembunyi tangan, geto!;</p>
<p>4 kamu pun harus siap jika dibutuhin penerbit untuk nunjang performa promo and marketing bukumu. Bilang aja, kita siap road show ke seluruh Indonesia untuk ajang launching and diskusi bukunya. Asyik dunk, keliling Indonesia gratisan&#8230;;</p>
<p>5 kamu tetep seorang penulis, so selidikilah naskah apa yang dibutuhin penerbit, sangat dibutuhin en sangat mendesak bagi penerbit. Kalo dah dapet, eksekusi segera&#8230; ayo nulis, nulis dan nulis&#8230;.[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/">ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2302</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Balon Internet Google</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/balon-internet-google/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/balon-internet-google/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2017 06:40:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ngoprek Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Koneksi internet sudah jadi kebutuhan primer di era digital saat ini. Gimana nggak, hampir semua aktifitas keseharian kita digiring untuk selalu terhubung dengan dunia maya. Mulai dari pertemanan, kerjaan kantor, tugas sekolah, sampe pesan makanan juga bisa online. Kita tinggal klik, diam di rumah, tunggu kurir datang, bayar, beres. Gak pake macet dan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/balon-internet-google/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Balon Internet Google</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/balon-internet-google/">Balon Internet Google</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Koneksi internet sudah jadi kebutuhan primer di era digital saat ini. Gimana nggak, hampir semua aktifitas keseharian kita digiring untuk selalu terhubung dengan dunia maya. Mulai dari pertemanan, kerjaan kantor, tugas sekolah, sampe pesan makanan juga bisa online. Kita tinggal klik, diam di rumah, tunggu kurir datang, bayar, beres. Gak pake macet dan buang waktu. Asyik guys! Nggak heran kalo orang rela nggak makan yang penting bisa ngenet.</p>
<p>Segitunya… tapi memang faktanya banyak yang bete bin uring-uringan kaya kaum hawa lagi dapet kalo ketinggalan ponsel atau kehilangan sinyal. Serasa kehilangan separuh jiwa gitu. Apalagi penyebabnya sepele, blank spot! Tahu kan blank spot? Itu lho tempat pembuangan air kecil. Ups, itu mah pispot atuh. Hehehe..blank spot itu titik kosong alias daerah yang nggak kebagian sinyal internet. Biasanya di tempat yang banyak gedung tinggi, nggak ada tower BTS, atau malah di wilayah yang masih berhutan. Handphone keren, tapi nggak ada sinyal. Ngenes!</p>
<p><strong>Solusi Blank Spot </strong></p>
<p>Demi menjawab masalah blank spot, raksasa search engine dunia bikin balon internet google yang dikenal dengan nama Project Loon. Mulai diuji coba pada tahun 2013 di New Zealand, Project Loon sejatinya berawal dari program incubator Google X di mana terlibat sejumlah ahli riset terbaik yang dimiliki<a href="https://www.google.com/"> Google</a>. Konsep awal dari Project Loon terbilang sederhana, yakni menerbangkan router wireless untuk mencari tahu apakah dengan jarak setinggi apakah sinyal yang dipancarkan dari router masih bisa diterima. Ini bukan balon biasa yang mudah menyusut atau diledakan hanya dengan tusukan jarum.</p>
<p>Baloon buatan Google ini memiliki bagian yang mampu menampung udara alias bisa ditiup yang bernama <em>balloon envelope </em>(sampul balon). Bagian sampul ini terbuat dari lembaran plastik <em>polyethylene </em>yang ringan dan fleksibel namun kuat. Dari publikasi resmi Google, jika dalam keadaan digembungkan, ukuran lebar sampul balon Loon mencapai 15 meter dengan tinggi 12 meter. Sampul ini sifatnya kritis, sebab ia yang membuat balon bisa bertahan selama 100 hari di stratosfer. Pada versi pertama, balon udara internet tersebut memiliki diameter 15 meter, di mana setiap balon memerlukan sekitar 12 tangki helium.</p>
<p>Pada tahap awal pengujian, balon yang siap memancarkan Wi-Fi tersebut diterbangkan dengan ketinggian sekitar 10 km dari atas laut. Untuk dapat menerima sinyal Wi-Fi yang dipancarkan maka dipasang sebuah antenna khusus pada rumah-rumah penduduk. Adapun jika dibanding dengan cara kerja ponsel dalam menerima sinyal dari BTS atau menara pemancar selular, maka konsep dari Project Loon berkebalikan dari itu. Yup, jika ponsel yang kita miliki akan menerima sinyal dari satu menara ke menara lain ketika dalam keadaan bergerak sehingga ponsel tetap terhubung. Lewat Project Loon, Google mengganti router wireless yang memancarkan Wi-Fi menjadi jaringan 4G LTE.</p>
<p>Nah, balon-balon tadi justru bergerak secara bergilir untuk terhubung dengan ponsel yang kita gunakan. Bicara mengenai kemampuannya, setiap balon internet tersebut mampu mengudara selama lebih dari 100 hari dengan wilayah cakupan yang mencapai 5000 km per segi. Sementara untuk kecepatan 4G LTE yang bisa diterima oleh pengguna ponsel bisa mencapai hingga 15Mbps. Untuk perangkat Wi-Fi, balonbalon internet tersebut bisa memberikan kecepatan akses yang disebut bisa menyentuh angka 40Mbps. Bila pada tahap awal balon Project Loon diterbangkan dengan ketinggian 10 km dari permukaan laut. Namun, untuk menghindari balon tersebut menggangu lalu lintas pesawat di udara, maka Google menyatakan bahwa balon-balon tadi akan diterbangkan dengan ketinggian 60.000 kaki atau sekitar 20 km dari atas permukaan laut atau dua kali dari ketinggian maksimal pesawat komersial. Mengudara di ketinggian 20 km, balon Project Loon berada di lapisan stratosfer. Mengapa stratosfer?</p>
<p>Dari publikasi resmi di blog Google, angin di stratosfer sifatnya berlapis-lapis, di mana tiap lapisannya memiliki variasi kecepatan dan arah. Nah, dengan bergerak bersama angin, balon Loon dirancang agar bisa membentuk satu jaringan komunikasi yang besar. Tiap balon akan memancarkan koneksi internet 4G LTE ke permukaan dengan jangkauan 40 kilometer dari tempat balon tersebut berada. Balon itu akan mengantar teknologi Long Term Evolution (LTE) dari perusahaan telekomunikasi yang telah bermitra dengan Google Project Loon, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Rencananya Project Loon akan memasukan masa percobaan pada tahun 2016 dengan pelaksanaan komersial akan memakan waktu 2-3 tahun selanjutnya.</p>
<p>Uji coba Project Loon ini akan melalui 4G LTE di frekuensi 900 Mhz. Google dan para operator akan berbagi spektrum seluler agar masyarakat bisa mengakses internet melalui perangkat ponsel pintar dan perangkat yang sudah mendukung teknologi LTE. Balon Loon menggilirkan trafik nirkabel dari perangkat mobile kembali ke internet global menggunakan link berkecepatan tinggi. Yang jelas, jika satu balon sudah mulai terbang ke luar jalur, maka balon Loon lainnya akan bergerak menggantikan posisinya. Selamat tinggal blank spot! [@Hafidz341]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/balon-internet-google/">Balon Internet Google</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/balon-internet-google/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DERAP RANTAI EPS. 23</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-eps-23/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-eps-23/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2017 02:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Epik]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2265</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Dengan kasar dan keras, para prajurit itu membawa Rabiah.  Mereka melingkarkan lengan  mereka ke leher Rabiah hingga hampir  tercekik. Prajurit yang lainnya lagi  mencengkeram pundak tangan lengan  Rabiah kuat-kuat. Rabiah hanya bisa  menahan sakit sambil berzikir kepada Allah. Mereka membawa Rabiah menuju  penjara bawah tanah. Dinding-dinding  koridor dari batu menemani Rabiah  menjalani takdirnya. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-eps-23/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">DERAP RANTAI EPS. 23</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-eps-23/">DERAP RANTAI EPS. 23</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Dengan kasar dan keras, para prajurit itu membawa Rabiah.  Mereka melingkarkan lengan  mereka ke leher Rabiah hingga hampir  tercekik. Prajurit yang lainnya lagi  mencengkeram pundak tangan lengan  Rabiah kuat-kuat. Rabiah hanya bisa  menahan sakit sambil berzikir kepada Allah. Mereka membawa Rabiah menuju  penjara bawah tanah. Dinding-dinding  koridor dari batu menemani Rabiah  menjalani takdirnya. Dia pasrahkan seluruh  nasibnya kepada Allah. Walau pun besok  pagi dia sudah tidak bernyawa lagi, hal itu  pun dipasrahkannya kepada Allah. Dia  sama sekali tidak tahu apa yang sedang  direncanakan Allah untuknya. Para prajurit Persia itu menyeret  Rabiah menuruni tangga batu. Mereka  terus turun ke ruang bawah tanah tempat  di mana jeruji-jeruji besi mengunci orang-orang yang berani menentang kekuasaan  Persia. Prajurit-prajurit Persia itu hendak  melemparkan Rabiah ke dalam kurungan  ketika mereka mendengar teriakan.</p>
<p>“TUNGGU!!!  “</p>
<p>Mereka semua menoleh ke arah  tangga. Terlihatkan dua orang prajurit  Persia menghampiri mereka.</p>
<p>“Ada apa? Orang ini akan dieksekusi  besok pagi. Dia telah menghina Yang Mulia  Badzan. “</p>
<p>Kata salah seorang prajurit Persia  itu.</p>
<p>“Serahkan orang ini pada kami, “</p>
<p>sergah seorang prajurit yang baru datang  tadi.</p>
<p>“Kami diperintahkan untuk membawa  dia, “</p>
<p>tambah kawannya.</p>
<p>“Siapa yang memberi kalian  perintah? “</p>
<p>Kegaduhan itu menarik perhatian  tahanan-tahanan yang lain. Dalam sekejap  bermunculanlah kepala-kepala tahanan  yang melongok dari balik jeruji besi. Mereka  ingin tahu apa yang sebenarnya sedang  terjadi.</p>
<p>“Kami diperintahkan untuk membawa  orang ini, “</p>
<p>prajurit yang baru datang itu  mengulang.</p>
<p>“Perintah siapa? “</p>
<p>Tanpa disangka-sangka, kedua  prajurit Persia yang baru datang tadi  menghantam prajurit-prajurit yang  menahan Rabiah dengan tinju mereka. Dua  orang prajurit Persia terjerembab di lantai  batu. Sedetik kemudian dua orang lagi  prajurit Persia jatuh. Rabiah sama sekali tak  mengenal dua orang prajurit Persia yang  baru datang itu. Sepertinya mereka hendak  membantu Rabiah.</p>
<p>“Saudaraku, ikutilah kami! Jangan  sampai tertinggal! “</p>
<p>Kata salah satu dari  mereka. Mata Rabiah nanar. Dia hampir-hampir tidak percaya apa yang sedang  terjadi di hadapannya. Ada dua orang lelaki  bertopi dan berbaju zirah seragam prajurit  Persia yang membantunya. Namun dia  menguatkan dirinya meski pun pelipisnya  yang dihantam gagang pedang tadi masih  kembang-kempis. Kedua prajurit Persia itu  berlari melintasi penjara bawah tanah dan  Rabiah mengikuti derap langkah mereka.  Para tahanan lain yang sedang mendekam  dalam penjara menanti takdirnya menjadi  ribut saat melihat ada tahanan yang  melarikan diri. Mereka mengguncang-guncangkan jeruji besi penjara dan  berteriak-teriak riuh.</p>
<p>“BEBASKAN KAMI JUGA!!! “</p>
<p>“BEBASKAN KAMIIIIII!!! “</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-eps-23/">DERAP RANTAI EPS. 23</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-eps-23/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Share your mind : SALAM</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/share-mind-salam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/share-mind-salam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2017 16:18:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2258</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kamu mau gak dapet kebaikan  yang besar?? Tapi amal yang kita  lakukan Cuma sedikit dan  gampang sekali. Gak perlu repot segala.  Mau gak?? Nah, diantara kalian pasti  seneng banget kan kalau ketemu  seseorang yang sudah lama tak  bertemu?? Ngaku deh.. aku juga kok,  rasanya bahagiaaa banget. Siapapun  orangnya. Apalagi kalau sobat sendiri.  Nah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/share-mind-salam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Share your mind : SALAM</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/share-mind-salam/">Share your mind : SALAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kamu mau gak dapet kebaikan  yang besar?? Tapi amal yang kita  lakukan Cuma sedikit dan  gampang sekali. Gak perlu repot segala.  Mau gak?? Nah, diantara kalian pasti  seneng banget kan kalau ketemu  seseorang yang sudah lama tak  bertemu??</p>
<p>Ngaku deh.. aku juga kok,  rasanya bahagiaaa banget. Siapapun  orangnya. Apalagi kalau sobat sendiri.  Nah perasaan itu ada karena diantara  kita udah saling terikat, serasa sebagian  dari hidup. Jadi kalo hilang, pasti  perasaannya gak enak. Iya gak sihh?</p>
<p>Rindu. Itu adalah kata kuncinya.  Kalo udah rindu pasti pengen banget  ketemu kan? Pada akhirnya kalo udah  ketemu mancay daah. Entah yang keluar  air mata, air mancur yang keluar dari  mulut gara-gara ngomong mulu atau bisa  jadi pura-pura galiat. Iya kann?? Ngaku..  Tapi ketika pertamakali ketemu pasti kita  bakal nyapa kan, entah itu saling teriak  (kalo cewek biasanya gitu) atau sekedar  bilang &#8216;hai&#8217; atau sok basa-basi. Tapi dari  sekian sapaan ketika bertemu dengan  siapapun jarang sekali yang  mengucapkan salam. Jujur, aku juga suka  lupa ko, hehee jangan diikuti yaa. Kamu mau kan dapet kebaikan  yang besar?!</p>
<p>Nah caranya gampang  banget. Cukup ucapin salam aja setiap  ketemu orang. Walaupun gak kenal,  salam aja… yaa itu juga kalo berani, hehee. Tapi beneran deh, jujur aku tuh  terinspirasi nyapa orang dengan  mengucapkan salam itu dari seseorang  yang gak biasa-biasa aja. Beliau ini udah  banyak memotivasi banyak orang hampir  diseluruh dunia.  Nah kali ini aku termotivasi bukan  dari omongon yang biasa disampaikan  beliau ketika training, melainkan dari  sikap beliau yang sudah lama aku  kagumi. Aku suka liat tuh kalau beliau  lagi ketemu orang (dimanapun) pasti  beliau sapa sambil menyodorkan jabatan  hangat. Alhasil, orang yang disapa itupun  menyapa kembali dan menerima jabatan  tangan itu dengan senang hati.</p>
<p>Misalnya,  pernah suatu ketika beliau ingin membeli  mangga, ketika keluar dari mobil lalu  bertemu, beliau menyapa dengan  sapaan salam sambal menyodorkan  tangan.  Selain ucapan salam itu adalah  tradisi kaum muslim, salam juga  menyimpan banyak do&#8217;a di dalamnya.  Setiap kali kita mengucapkan  “assalamu&#8217;alaikum..” secara sadar  maupun gak sadar, kita sedang  memberikan do&#8217;a terbaik kita kepada  orang yang kita sapa itu. Nah karena  hukum menjawab salam itu wajib, kita  dapet balesannya juga karna dibales  salamnya ples dido&#8217;ain balik.</p>
<p>Arti dari  salam juga gak sembarangan lhoo.. kalian tau kan arti dari salam itu apa?!  Kalo yang bener-bener muslim  pasti tau apa artinya.. tapi biar gak salah  atau melenceng aku ingetin lagi yaa.  Assalamu&#8217;alaikum itu artinya semoga  keselamatan, rahmat allah dan berkah-Nya  tercurah kepadamu. Wuiiiiiiihh mantep  banget tuh artinya. Ya kan?? Disatu sisi  kita dapet kebaikan yang nilainya gak ada  tandingannya dibanding barang apapun  termahal didunia, disatu sisi juga kita  salig mendoakan, dannn disisi yang lebih  penting lagi, ketika kita berjabatan  tangan secara gak sadar itu  menggugurkan dosa-dosa kita. Kalo mau dibeberin tuh maksud  do&#8217;anya bakal panjang banget deh, bisa-bisa kamu diomelin sama ortu gara-gara  bacanya kelamaan trus jadi lupa waktu.</p>
<p>Tapi aku bisa ngasih beberapa kata  supaya kita ga bloon-bloon amat. Malu  banget kan kalo nanti ada noni yang  minta dijelasin apa makna dari salam itu  trus kamu malah gabisa jawab. Hadeuuh  bisa-bisa tuh noni jadi males masuk  islam gara-gara orang isalamnya sendiri  aja gangerti islam, padahal  pertanyaannya dasar banget. Salam itu apa sihh?? Salam sendiri merupakan Bahasa  Arab yang digunakan oleh kultur muslim Salam ini hukumnya Sunnah namun  yang menjawabnya hukumnya wajib,  yang sebenarnya tujuannya untuk dapat  merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat  muslim di seluruh dunia.  Dalam Surah Al-Hasyr ayat 23  “Dialah allah, tidak ada ilaah  (sesembahan) yang layak kecuali dia,  Maha Rajadiraja, Maha Suci, Maha  Sejahtera, …” dalam ayat ini disebutkan  As-Salaam (maha sejahtera) adalah  salahsatu sifat allah yang mulia ini.  Sangat jelas sekali bahwa salam  memberikan kesejahteraan kepada  setiap hambaNya yang sungguh-sungguh  memohon.</p>
<p>Dalam kitab Al-Ahkamul Qur&#8217;an  yang ditulis oleh Ibnu Al-Arabi  mengatakan bahwa salam juga  mendo&#8217;akan kita yang berarti semoga  Allah menjadi pelindungmu. Seneng gak  sih kalo kita selalu dilindungin Allah??  Kalo kita dilindungin sama ortu atau  abang atau teteh atau  pujaan hati, pasti  seneng kaan. Apalagi  kalo yng ngelindungin  kita itu yang jadi hidup  dan mati kita, kekasih  kita, rajanya kita.  Makanya, mulai  dari sekarang yuk kita  coba menyapa setiap  orang ( yaa minimal  yang dikenal dulu lahh)  dengan mengucapkan  salam. Siap??!! Good  luck![]</p>
<p>DI MUAT DI MAJALAH DRISE EDISI 52</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/share-mind-salam/">Share your mind : SALAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/share-mind-salam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BIASAKAN TABAYYUN</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/biasakan-tabayyun/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/biasakan-tabayyun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2016 08:10:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb Sy hampir kehilangan teman dekat akibat berita yang menjadikan kami saling menuduh (berprasangka buruk). Bagaimana caranya agar hal serupa tidak terjadi lagi? (Nasya, Jkrt) Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Nasya yang baik, Buruk sangka dikenal dengan istilah “su&#8217;udhan” dan sebaliknya, baik sangka ialah “husnudhan”. Keduanya merupakan prasangka terhadap sesuatu atau seseorang. Allah SWT menyuruh &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/biasakan-tabayyun/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">BIASAKAN TABAYYUN</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/biasakan-tabayyun/">BIASAKAN TABAYYUN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb</p>
<p>Sy hampir kehilangan teman dekat akibat</p>
<p>berita yang menjadikan kami saling</p>
<p>menuduh (berprasangka buruk). Bagaimana</p>
<p>caranya agar hal serupa tidak terjadi lagi?</p>
<p>(Nasya, Jkrt)</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Nasya yang baik, Buruk sangka dikenal dengan istilah “su&#8217;udhan” dan sebaliknya, baik sangka ialah “husnudhan”. Keduanya merupakan prasangka terhadap sesuatu atau seseorang. Allah SWT menyuruh kita untuk selalu berbaik sangka kepada orang beriman, dan menjauhi berburuk sangka. “Wahai orangorang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari prasangka (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa” (QS. Al Hujurat: 12).</p>
<p>Dik Nasya yang baik, Seringkali kita menerima informasi tanpa mengecek kebenarannya, kemudian tanpa merasa berdosa kita menyebarkan lagi informasi itu kepada orang lain, puluhan, bahkan ratusan orang via sosmed. Jika informasi itu benar, selamatlah kita. Namun jika informasi itu salah? Celakalah kita karena menyebarkan dusta. Informasi tersebut terkadang berkaitan dengan ibadah, yang menyebutkan sebuah hadis tertentu.</p>
<p>Kita inginnya sih dapat pahala karena menyebarkan kebaikan. Namun, karena kita yang tidak mau mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, ternyata kita telah menyebarkan hadits dhaif. Kalau sudah begitu maka itu sama saja kita telah berdusta atas nama Rasulullah saw, dan tempatnya pendusta atas nama beliau adalah neraka. Na&#8217;udzubillaah&#8230;Ada juga yang berkenaan dengan berita tentang seseorang. Jika berita itu benar, maka itu ghibah, dan jika itu salah kita telah membuat fitnah.</p>
<p>Informasi yang tidak benar bisa menyebabkan keburukan bagi orang lain, termasuk bisa menghancurkan pertemanan. Biasakan Tabayyun Dik Nasya yang baik, Jika kita menerima berita, maka kita harus mengeceknya terlebih dahulu. Allah SWT telah mengingatkan kita agar melakukan klarifikasi “tabayyun” alias cek dan ricek terlebih dahulu akan kebenaran suatu informasi. Agar jangan sampai informasi yang kita sebarkan mengakibatkan musibah bagi orang lain.</p>
<p>Tabayyun untuk meminta penjelasan dilakukan setiap ada berita atau informasi yang kita tidak jelas atau kurang paham maksudnya atau simpang siur. Termasuk kalau kita mendengar ada tuduhan yang menimpa saudara kita. Harus kita jelaskan dulu duduk perkaranya bagaimana dengan cara-cara yang baik tentunya. Guna mendapatkan penjelasan yang benar kita harus menanyakan kepada yang bersangkutan, jangan sampai salah orang karena bisa-bisa bukannya masalahnya selesai, akan tetapi bertambah pelik masalah.</p>
<p>Dik Nasya yang baik, Kerukunan akan dipengaruhi dari adanya kejelasan informasi. Maka jika ada informasi yang tidak jelas harus segera diluruskan. Jika tidak segera diluruskan bisa menyebabkan permusuhan atau bahkan perpecahan karena dipicu kesalahpahaman dari informasi yang tidak benar. Jadi, untuk menjaga agar terwujud suasana persaudaraan, kita harus membiasakan bertabayyun. Tabbayun sebagai wujud pengendalian diri, apakah kita termasuk orang yang sabar saat mendengar informasi yang kurang jelas atau menuruti nafsu kita mempercayai begitu saja.</p>
<p>Mulai sekarang jangan mudah percaya pada informasi. Biasakan tabayyun jika mendapat informasi. Cari tahu akan kebenarannya, jangan sampai kita berdosa dan kehilangan sahabat hanya karena enggan melakukan tabayyun.[]</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 52</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/biasakan-tabayyun/">BIASAKAN TABAYYUN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/biasakan-tabayyun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2247</post-id>	</item>
		<item>
		<title>&#8220;teruslah berbagi dan menebar kebaikan islam&#8221;</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/teruslah-berbagi-dan-menebar-kebaikan-islam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/teruslah-berbagi-dan-menebar-kebaikan-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2016 21:38:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Madha Afiatin (Sineas Muslim Dan Sutradara Film Andai Dia Tahu) Geliat perfilman Indonesia masih  menyisakan harap bagi sineas  muslim. Nggak bisa dipungkiri, negeri  dengan mayoritas penduduk muslim ini  doyan banget nonton film. Sayangnya,  banyak film dalam dan luar negeri yang  justru muatannya jauh dari nilai-nilai Islam.  Untuk itulah Madha Afiatin, salah seorang  sineas muslim menghadirkan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/teruslah-berbagi-dan-menebar-kebaikan-islam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">&#8220;teruslah berbagi dan menebar kebaikan islam&#8221;</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/teruslah-berbagi-dan-menebar-kebaikan-islam/">&#8220;teruslah berbagi dan menebar kebaikan islam&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Madha Afiatin (Sineas Muslim Dan Sutradara Film Andai Dia Tahu)</p>
<p>Geliat perfilman Indonesia masih  menyisakan harap bagi sineas  muslim. Nggak bisa dipungkiri, negeri  dengan mayoritas penduduk muslim ini  doyan banget nonton film. Sayangnya,  banyak film dalam dan luar negeri yang  justru muatannya jauh dari nilai-nilai Islam.  Untuk itulah Madha Afiatin, salah seorang  sineas muslim menghadirkan Film layar lebar  bernuansa religi, Andai Dia Tahu. Bagaimana  suka duka produksi film Islam yang harus  memegang teguh aturan pergaulan Islam by  hijab alila, silakan simak obrolan redaksi  Drise dengan sutradaranya. Yuk Mari!</p>
<p>Menurut Mbak Madha, bagaimana kondisi  perfilman Indonesia dewasa ini?</p>
<p>Bagi saya film adalah sarana untuk  menyampaikan pesan. Kondisi perfilman  Indonesia mulai marak diisi oleh film-film yang  berusaha menyampaikan pesan kebaikan  yang bersumber dari Islam. Namun jika  melihat jumlah film yang beredar dan tayang  di bioskop masih lebih banyak menyampaikan  pesan-pesan yang kontradiktif dengan Islam. Saat ini sudah ada cukup banyak film yang  bernafaskan Islam di dunia perfilman  Indonesia, bagaimana pandangan Mbak?</p>
<p>Setuju&#8230; Film-film bernafaskan Islam sedang  dilirik oleh beberapa production house,  masyarakat juga ternyata banyak yang minat.  Mudah-mudahan dapat lebih menggerakkan  insan-insan film untuk membuat film islami.  Dan juga memotivasi insan dakwah untuk menyampaikan pesannya lewat film. Namun  saya juga mau mengajak siapa pun yang  terkait dengan film-film islami, agar bukan  hanya content dan pesan yang bernafaskan  Islam, tapi juga metode dan teknik produksi  yang sebaiknya juga dilandaskan para norma  Islam. Seperti tidak sentuhan di antara pemain  yang bukan mahrom. Untuk menjalankan  norma tersebut, kita bisa gunakan stunt in  (pemeran pengganti). Stunt in ini sudah umum  digunakan dalam film untuk adegan-adegan  berbahaya. Padahal adegan memeluk,  bersalaman, dan mencium kening juga bisa  jadi berbahaya menurut Allah jika dilakukan  oleh pemain yang bukan mahrom.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu baru saja diputar  film Andai Dia Tahu yang dihelat Hijab Alila,  gimana suka-duka penggarapan film ini,  Mbak?</p>
<p>Suka duka yang paling terasa  saat penggarapan Andai Dia  Tahu adalah upaya  membentuk tim yang solid  secara visi misi. Baik pemain  dan kru. Kita harus melewati  berbagai ujian. Seolah kita  ditunjukkan oleh Allah fakta-fakta “Andai Dia Tahu”. Kita  memang harus menghayati  dan merasakan substansi dari  Andai Dia Tahu, yang juga bisa  berarti Andai Aku tahu, Andai  Engkau Tahu, dan ternyata  hanya Allah yang Mahatahu.  Justru kami bersyukur karena Allah memperlihatkan berbagai peristiwa  nyata terkait dengan substansi Andi Dia Tahu  agar kami mengalami dan menghayati  sebelum kami menyampaikannya kepada  banyak orang.</p>
<p>Hal apa yang paling sulit ketika ingin  mengangkat nilai-nilai Islam dalam sebuah  film?</p>
<p>Yang paling sulit adalah menyelaraskan niat  dari seluruh unsur yang terlibat. Pemain  maupun kru. Dari berbagai pengalaman kami  mengcreate program-program tayangan religi,  niat inilah yang sangat berpengaruh pada  proses produksi dan hasil tayangannya.  Alhamdulillah di film Andai Dia Tahu, kami  memulai segalanya dengan penyelarasan niat  ini. Casting pemain tidak hanya mengandalkan  kemampuan acting, tapi juga penelusuran niat  mereka. Demikian juga dengan kru. Sebelum  ini kami sulit sekali mendapatkan tim produksi  yang solid dari aspek niat, visi dan misi,  terutama yang tergabung dalam teknis  produksi, seperti kamera person, lighting,  audio, property, dll. Sebelum Andai Dia Tahu,  meski kami selalu memegang teguh  unsuryang terkait dengan content dan  substansi tayangan, kami seringkali harus  mengalah untuk soal misi dan visi dari kru  produksi tersebut. Kareka memang  kebanyakan orang yang memiliki keahlian  tersebut dan terjun di bidang ini umumnya  tidak peduli dengan misi dan visi islami.  Sebuah kebahagiaan luar biasa bagi kami  sehingga bisa membangun tim produksi dan  merekrut talent yang memiliki niat, visi dan  misi untuk kemajuan Islam. Semoga  istiqomah.</p>
<p>Film seperti apa yang ingin sekali Mbak  Madha garap?</p>
<p>Mimpi besar saya adalah bisa menggarap film-film yang dapat dinikmati dan menginspirasi  penonton dari berbagai bangsa di seluruh dunia. Antara lain keinginan saya yang besar  untuk bisa memfilmkan kembali Muhammad  al-Fatih 1453 dan juga Ghazi. Aaamiin.. hehe</p>
<p>Setelah proyek Andai Dia Tahu, dalam  waktu dekat ini film apa lagi yang akan  Mbak Madha garap?</p>
<p>Setelah Andai Dia Tahu, kami lanjutkan  konsentrasi kami pada film Udah Putusin Aja  bekerjasama dengan Maxima Picture. Proses  yang dimulai sejak lebih dari 2 tahun yang lalu  kini sudah memasuki tahap pasca produksi.  Insya Allah segera kita sosialisasikan trailer  dan jadwal tayangnya di bioskop 21. Bukan  hanya filmnya yang akan kita promosikan,  melainkan juga cara menontonnya yang insya  Allah lebih baik. Warna Putih Creative House  memiliki program The Right Way Nonton Film  “Udah Putusin Aja”.</p>
<p>Pesan-pesan Mbak Madha untuk pembaca  D&#8217;Rise?</p>
<p>Pesan untuk pembaca D&#8217;Rise teruslah berbagi  dan menebar kebaikan Islam. Berbagi dengan  hati, dengan pikiran, dengan kata-kata,  dengan coretan tinta, dengan langkah, dengan  apa pun yang kita bisa. Pesan kebaikan tidak  saja disampaikan lewat tabligh akbar atau  kajian-kajian tapi juga bisa lewat sebuah karya  visual contohnya film.[]</p>
<p>Di Muat di Majalah remaja islam drise edisi 52</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/teruslah-berbagi-dan-menebar-kebaikan-islam/">&#8220;teruslah berbagi dan menebar kebaikan islam&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/teruslah-berbagi-dan-menebar-kebaikan-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2237</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
