<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cinta Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/cinta-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Nov 2019 23:27:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>RANGKAIAN EVENT TALKSHOW INSPIRATIF #YUKNGAJI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/rangkaian-event-talkshow-inspiratif-yukngaji/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/rangkaian-event-talkshow-inspiratif-yukngaji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2016 00:22:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[yukngaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; setelah sukses diadakan di kota  Bogor dan Jakarta, akhir bulan  Agustus kemarin event #YukNgaji  kembali diadakan di 5 kota, yaitu   Malang, Surabaya, Solo, Jogja dan  Bandung. Dalam kesempatan tersebut  Ustadz Felix Siauw dan tim # YukNgaji  akan berbagi tentang Kekuatan  Mengkaji Islam, atau “the Power of  Ngaji”.  Yups, ngaji memang bukan  aktivitas sembarangan, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/rangkaian-event-talkshow-inspiratif-yukngaji/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">RANGKAIAN EVENT TALKSHOW INSPIRATIF #YUKNGAJI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/rangkaian-event-talkshow-inspiratif-yukngaji/">RANGKAIAN EVENT TALKSHOW INSPIRATIF #YUKNGAJI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; setelah sukses diadakan di kota  Bogor dan Jakarta, akhir bulan  Agustus kemarin event #YukNgaji  kembali diadakan di 5 kota, yaitu   Malang, Surabaya, Solo, Jogja dan  Bandung. Dalam kesempatan tersebut  Ustadz Felix Siauw dan tim # YukNgaji  akan berbagi tentang Kekuatan  Mengkaji Islam, atau “the Power of  Ngaji”.  Yups, ngaji memang bukan  aktivitas sembarangan, sebab  dengan belajar, mengkaji pemikiran  Islam, menginstall Al-Qur&#8217;an  kedalam diri kita, belajar mencintai  ilmu, belajar membenarkan amal,  maka orang yang melakukan itu  berarti telah mengawali langkah  menuju perubahan diri. Diawali oleh  perubahan diri itu, kemudian akan  mendorong pula untuk mengubah  dunia, menjadi tenpat yang lebih  baik untuk ditinggali, lebih  manusiawi untuk hidup. Perubahan  seperti ini, hanya bisa dilakukan  oleh Islam, khas terjadi pada  siapapun yang sudah diwarnai ayat-ayat Allah. Kira-kira itulah tujuan  diadakannya rangkaian event ini,  untuk mewujudkan perubahan yang  hakiki, hijrah di jalan Allah.</p>
<p>Roadshow event ini dimulai  di kota Malang, tanggal 22  Agustus 2015 dan bertempat di  Ballroom Ibis Styles Hotel,  Malang. Peserta yang memadati  Ballroom terlihat sangat antusias  menyimak pemaparan dari Ust.  Felix. Talkshow inspiratif  berikutnya diadakan esok  harinya di Surabaya, di Kaza Mall  Surabaya. Alhamdulillah event  ini dipadati oleh tak kurang dari  500 orang peserta yang  berkomitmen untuk mengkaji  Islam dan melakukan perubahan  ke arah yang lebih baik. Luar  biasa! Mudah-mudahan kita  semua bisa istiqomah untuk  terus berubah menjadi lebih  baik. Aamiin. []</p>
<p>lebih lengkap bisa di baca di majalah remaja islam drise edisi 49</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/rangkaian-event-talkshow-inspiratif-yukngaji/">RANGKAIAN EVENT TALKSHOW INSPIRATIF #YUKNGAJI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/rangkaian-event-talkshow-inspiratif-yukngaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatuh Cinta Sejuta Rasanya</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2015 23:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Female Corner]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[Friend zone]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Embun pagi menembus pori Seperti pancaran cintamu memasuki relung hati Sore ini terwarna jingga Begitu pula hatiku yang jatuh cinta menyala Gara-gara jatuh cinta, seseorang yang sebenarnya nggak pinter-pinter amat nulis puisi, mendadak jadi melankolis. Muslimah yang tadinya agak tomboi dan cuek dalam berpenampilan, berubah menjadi pesolek demi meraih keanggunan di depan cowok taksiran. Satu &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Jatuh Cinta Sejuta Rasanya</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/">Jatuh Cinta Sejuta Rasanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Embun pagi menembus pori</em></p>
<p><em>Seperti pancaran cintamu memasuki relung hati</em></p>
<p><em>Sore ini terwarna jingga</em></p>
<p><em>Begitu pula hatiku yang jatuh cinta menyala</em></p>
<p>Gara-gara <a href="http://majalahdrise.my.id/pacaran-islami-emang-ada/">jatuh cinta</a>, seseorang yang sebenarnya nggak pinter-pinter amat nulis puisi, mendadak jadi melankolis. Muslimah yang tadinya agak tomboi dan cuek dalam berpenampilan, berubah menjadi pesolek demi meraih keanggunan di depan cowok taksiran. Satu sisi ada debar rasa, sisi lain tergelitik malu sebagai <a href="http://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-pelecehan/">muslimah</a>.</p>
<p>Salah nggak sih perasaan jatuh sakit, eh jatuh cinta? Sejuta rasanya. Nggak diundang dia datang, nggak jumpa kangen. Cinta bersifat universal, tidak hanya ditujukan pada lawan jenis, ke orang tua, ke adik, juga bagian dari cinta. Cinta merupakan penampakan dari naluri melestarikan jenis (<em>gharizatun nau’</em>). Tidak akan mengakibatkan kematian jika tidak dipenuhi. Nggak mati kok orang yang nge-<em>jomblo</em>. Nggak mati kok walau nggak pacaran. Yang ada, pacaran yang bisa membawa kematian. Karena dibakar cemburu, pacar bisa gelap mata bin hilang akal dengan melakukan tindakan kekerasan yang berujung hilangnya nyawa. Ngeri!</p>
<p>Walaupun saat cinta tak terpenuhi nggak bikin mati, tapi kan nggak enak, keingetan si dia terus. Gimana dong? Yup, kegelisahan ini memang harus cepat tanggap,<em>sist</em>. Dimaklumi kok, namanya juga manusia, pasti bisa naksir juga jatuh hati. Tapi bukan artinya bebas main hati, tetep harus hati-hati dan jaga jarak.</p>
<h2><strong>Bangun Cinta, Bukan Jatuh Cinta</strong></h2>
<p>Ibarat membangun sebuah rumah, begitu pula tentang cinta. Yang benar ialah bangun cinta, bukan jatuh karena cinta. Orang yang jatuh, akan merasa sakit dan terluka. Sedangkan orang yang membangun cinta berarti terus maju dan tumbuh menjulang dan menghasilkan sesuatu yang nyata menuju kesuksesan.</p>
<p>Membangun cinta memiliki syarat, yaitu kesiapan. Baik mental, spiritual, maupun materi. Bukan berarti, sang cowok bela-belain beli boneka, artinya dia siap secara mental. Tetapi siap menanggung konsekuensi cintanya. Cowok baik-baik tak cuma beri janji, tapi datangi wali, alias orang tua. Cewek baik-baik nggak mau sekadar jatuh cinta, dia membangun cintanya dengan memantaskan dirinya agar kelak cinta itu tumbuh tepat pada waktunya. Cewek sholihah membangun cinta untuk dunia dan akhirat. Tak hanya menanti sang pujaan hati, tapi juga tetap berburu ridho illahi. (@Alga_Biru_)</p>
<p>Box</p>
<p><strong>Friend Zone</strong></p>
<p>Bergaul kepada non-mahrom, memang harus jaga jarak. Kalo terhanyut kondisi <em>khalwat</em> (berdua-duaan) maka syetan yang ketiga di antaranya. Bakal ngomporin pasangan untuk melakukan kemaksiatan. Banyak yang secara sah nggak pacaran, tapi <em>gesture</em> alias gelagat bahasa tubuhnya menuju ke arah situ. Ciri-cirinya, <em>pertama</em> sering telponan. Tujuannya macam-macam, mulai dari yang penting sampai yang dibuat seolah-olah penting. Modus sis! <em>Kedua</em>, <em>active in socmed</em>. Ngebangunin tahajud pake sms motivasi dan segala pernak-perniknya. Hal-hal seperti ini nggak harus lintas jender alias tebar menebar pesona kepada non-mahrom. Seandainya kita sering dikirimin yang seperti ini oleh ikhwan yang keganjenan, yaudah cuekin aja. Nggak usah dilarang, nggak usah digubris, entar juga bosen sendiri. Friend zone ialah kita berteman pada sesama muslimah, berteman kepada lelaki memang murni sebatas teman, bukan main ser-seran, yang bisa-bisa malah bikin ge-er sendiri.Yuk muliakan diri kita dengan jaga pergaulan. Oce?![]</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #39</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/">Jatuh Cinta Sejuta Rasanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/jatuh-cinta-sejuta-rasanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemberi Harapan Palsu (PHP)</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pemberi-harapan-palsu-php/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pemberi-harapan-palsu-php/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 06:11:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[pemberi harapan palsu]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=120</guid>

					<description><![CDATA[<p>[DRise-#028] Virus merah jambu merajalela di bulan kedua. Penguat sinyal-sinyal asmara banyak terpasang di tempat keramaian. Ada yang pasang balon berbentuk hati, boneka timmy berpita merah jambu, atau pagelaran konser musik bertema cinta. Jelas kebaca dong susana model gini dimaksudkan untuk menyambut datangnya hari kasih sayang sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Yup, valentine &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pemberi-harapan-palsu-php/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pemberi Harapan Palsu (PHP)</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pemberi-harapan-palsu-php/">Pemberi Harapan Palsu (PHP)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/PHP.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-121" style="margin: 10px;" alt="harapan palsu" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/PHP-150x150.jpg?resize=150%2C150" width="150" height="150" data-recalc-dims="1" /></a>[DRise-#028] Virus merah jambu merajalela di bulan kedua. Penguat sinyal-sinyal asmara banyak terpasang di tempat keramaian. Ada yang pasang balon berbentuk hati, boneka timmy berpita merah jambu, atau pagelaran konser musik bertema cinta. Jelas kebaca dong susana model gini dimaksudkan untuk menyambut datangnya hari kasih sayang sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Yup, valentine days!</p>
<p><span id="more-120"></span>Remaja en remaji sedunia sibuk ngerencanain unforgetable moment menjelang Vidi. Ada yang kasak-kusuk cari combro rasa strawberry buat hadiah atau berburu cokelat yang gurih rasanya dengan guyuran saus tiram sebagai menu dinner. Bener-bener cari sesuatu yang beda. Termasuk dalam urusan ekspresi cinta. Kalo hari-harinya cuman jalan bareng, makan bareng, atau main bareng, saat VD banyak aktivis pacaran yang rencanain tidur bareng. Terbukti dengan selalu meningkatnya penjualan kondom menjelang VD dari tahun ke tahun. Malah di negeri nenek moyangnya sekulerisme, Uncle Sam, 14 Februari ditetapkan sebagai <i>The National Condom Week</i> (pekan kondom nasional). Parah!</p>
<p>Fenomena perayaan VD adalah cerminan gaya hidup masyarakat sekular kapitalis yang memanjakan nafsu syahwat. Kebahagiaan hidup dalam persepsi mereka adalah terpenuhinya kebutuhan hidup yang bersifat materi secara cepat dan mudah. Semuanya diukur dengan materi. Termasuk dalam urusan cinta. Hubungan dengan lawan jenis dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis semata. Kalo cocok setelah dicobain luar dalem, mungkin lanjut ke pernikahan. Kalo nggak cocok, gampang gonta-ganti pasangan kaya kebo lagi ngumpul. Mereka pikir gaya hidup hewani itu memberikan kebahagiaan. Padahal sejatinya menghantarkan pada kehancuran.</p>
<p>Bagi seorang muslim, gaya hidup sekuler cuman pemberi harapan palsu. Keliatannya bahagia di dunia bisa ngapain aja seenak udel, padahal hanya mendatangkan nestapa dunia dan akhirat. HIV/AIDS, penyakit menular seksual, prostitusi, kehamilan diluar nikah, aborsi, hingga hancurnya tatanan keluarga hanya sebagian kecil bencana akibat ekspresi cinta dalam balutan gaya hidup sekuler. Sementara di akhirat, udah jelas-jelas pelaku mengharamkan dirinya masuk surga. Idih, kok ada ya muslim yang ogah masuk surga. Malu tuh sama identitasnya!</p>
<p>Dalam suatu hadits dari Abi Huroiroh <i>Rodhiyallah ‘Anhu</i> bahwasanya Rosulullah<i>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</i> bersabda: <i>“setiap umatku akan masuk syurga kecuali yang enggan”, kemudian para sahabat bertanya, “siapa yang enggan?”, beliau menjawab, “siapa yang mentaatiku akan masuk syurga dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah enggan”</i> <b>(HR. Bukhari)</b></p>
<p>Makanya kita mesti hati-hati dengan gembar-gembor perayaan VD. Kita nggak dapet kebaikan sedikitpun kalo ikut perayaan VD. Karena jelas-jelas VD budaya kufur dan kalo latah ngikut ngerayain, wadoooh&#8230;.! Iman kita yang dijadikan taruhan. Kita bisa termasuk kufur karenanya. Rasul saw ngingetin dalam sabdanya, <i>Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka. </i> (HR Abu Daud dan Ahmad).</p>
<p>Driser, saatnya kita kampanyekan Remaja Anti VD yang tak kalah gencarnya. Biar remaja en remaji muslim sadar akan harapan palsu yang ditawarkan gaya hidup sekuler melalui VD. Karena media getol menyuarakan perayaan VD sebagai tanda cinta, ciri pasangan sejati, cermin pacar setia dan segudang gombalan lainnya. Padahal semua itu harapan palsu. Karena dibaliknya ada agenda penjajahan budaya dan pemikiran yang tersembunyi plus  kepentingan ekonomi yang nguras isi kantong remaja. Yuk suarakan dengan lantang, Remaja Muslim&#8230;! Anti Pacaran..Anti Vidi.. Allahu Akbar&#8230;![341]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pemberi-harapan-palsu-php/">Pemberi Harapan Palsu (PHP)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pemberi-harapan-palsu-php/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120</post-id>	</item>
		<item>
		<title>“Cinta Sang Penakluk”, Mahakarya Cinta</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cinta-sang-penakluk-mahakarya-cinta/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cinta-sang-penakluk-mahakarya-cinta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 17:05:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Rekomended]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=107</guid>

					<description><![CDATA[<p>DRISEr…… kali ini buku recommended kita ngebahas tentang cinta! Upsss,,,,, cinta gitu loh. Yup, bahkan ngga tanggung-tanggung, buku berjudul “Cinta Sang Penakluk”, akan ngasi gambaran nyata bagaimana menempatkan cinta yang seharusnya. Karena memang tiap manusia berbeda-beda ‘sisi tersentuh’nya. Konon, cinta merupakan suatu hal yang mudah dipahami sekaligus tidak habis untuk dibicarakan. Karya duet ‘Cinta Sang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cinta-sang-penakluk-mahakarya-cinta/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">“Cinta Sang Penakluk”, Mahakarya Cinta</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cinta-sang-penakluk-mahakarya-cinta/">“Cinta Sang Penakluk”, Mahakarya Cinta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/BukuCintaSangPenakluk.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-108" style="margin: 10px;" alt="Buku Cinta Sang Penakluk" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/BukuCintaSangPenakluk-200x300.jpg?resize=200%2C300" width="200" height="300" data-recalc-dims="1" /></a>DRISEr…… kali ini buku recommended kita ngebahas tentang cinta! Upsss,,,,, cinta gitu loh. Yup, bahkan ngga tanggung-tanggung, buku berjudul “Cinta Sang Penakluk”, akan ngasi gambaran nyata bagaimana menempatkan cinta yang seharusnya.</p>
<p><span id="more-107"></span>Karena memang tiap manusia berbeda-beda ‘sisi tersentuh’nya. Konon, cinta merupakan suatu hal yang mudah dipahami sekaligus tidak habis untuk dibicarakan. Karya duet ‘Cinta Sang Penakluk’ ini disajikan dalam bentuk ‘edufiction’. Apaan tuh? Edufiction itu semacam nano-nano antara fiksi dan non-fiksi. Dibuat ramuan tulisan semacam ini karena ada orang yang lebih suka membaca fiksi daripada literatur non-fiksi yang dipenuhi data dan analisis. Sayangnya karya fiksi memiliki keterbatasan dalam mengungkapkan ide dan konsep. Fiksi lebih menyentuh aspek rasa, emosi dan imajinasi. Pelahapnya bisa dibuat nangis sejadi-jadinya, emosi setegang-tegangnya, itulah fiksi. Non-fiksi juga punya kelebihannya tersendiri. Memang tidak naratif, tapi deskripsinya mampu menjelaskan ilmu dan informasi yang selama ini tidak kita ketahui. Menarik banget ya?!</p>
<p>Salah satu fiksi yang ditampilkan dalam buku ini sejudul dengan bukunya. Menceritakan tentang Tariq bin Ziyad yang mendapat misi mulia yaitu pergi berjihad ke Andalusia yang jauh disana. Satu sisi Tariq bahagia karena artinya dia akan menaklukkan negeri, tapi di sisi lain ia berkeberatan harus meninggalkan istri dan anak yang dicintai. Disitulah cinta diuji. Siapakah yang jadi juaranya?? Baca dong ah….</p>
<p>Bukan sekedar kisah yang menggelorakan jiwa, ada pula bait-bait yang menggetarkan jiwa di balik cerita. Bait yang menjelaskan makna cinta dan bagaimana harus berhadapan dalam situasi genting seperti di atas. Berikut petikannya:</p>
<p>“<i>Cinta dalam hati orang yang mendera tak ubahnya dada manusia yang dipenuhi kumbang dan kupu-kupu. Penuh bunga dan warna.  Mengingatnya membuat kita bersemangat, penuh motivasi dan improvisasi. Kita tidak akan kehilangan arah dan salah jalan. Cinta yang seperti ini mampu menyelamatkan kita dari deraan galau. Mengapa? Karena cinta model ini berupa cinta yang aktif dan tumbuh sesuai pola.”</i></p>
<p>Buku yang mengajak kita pada muhasabah cinta bahkan mendorong kita menggapai cinta tertinggi yaitu cinta yang diperuntukkan Rabb Yang Maha Mencintai. So DRISEr,,,, asli dah!  Buku ini layak menghiasi isi lemari, dan pastinyaa…. untuk diambil pelajaran. Cinta oh cinta!</p>
<p>Oya, sabagian royalti dari buku ini diperuntukkan untuk keperluan agenda dakwah loh. Apalagi (insyaallah) kemenangan islam sebentar lagi, sesuai izin-Nya. Yuk, kita berlomba-lomba memperluas dakwah dan amal zariyah berupa sedekah. Semangat ya cintaaaa!!! <b>[Alga Biru]</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cinta-sang-penakluk-mahakarya-cinta/">“Cinta Sang Penakluk”, Mahakarya Cinta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cinta-sang-penakluk-mahakarya-cinta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cinta Kita Memang Beda</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cinta-kita-memang-beda/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cinta-kita-memang-beda/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 23:38:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[merah jambu]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=42</guid>

					<description><![CDATA[<p>[Drise-#029] Menurut R. Graves dalam The Finding of Love, cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Jalaluddin Rumi juga pernah bersyair: “Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma anggur segar&#8230;”. Itu sebabnya, kalo Virus Merah Jambu udah menginfeksi hati kita, perasaannya kok inget terus sama si dia. Pengennya ketemu dan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cinta-kita-memang-beda/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cinta Kita Memang Beda</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cinta-kita-memang-beda/">Cinta Kita Memang Beda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft wp-image-41" style="margin: 10px;" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/pacaran-300x299.jpg?w=200" alt="Cinta remaja" data-recalc-dims="1" />[Drise-#029]</strong> Menurut R. Graves dalam <em>The Finding of Love</em>, cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Jalaluddin Rumi juga pernah bersyair: <em>“Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma anggur segar&#8230;”. </em>Itu sebabnya, kalo Virus Merah Jambu udah menginfeksi hati kita, perasaannya kok inget terus sama si dia. Pengennya ketemu dan deketan terus. Sehari nggak ketemu rasanya 24 jam, seminggu nggak ketemu rasanya 7 hari, sebulan Januari nggak ketemu rasanya 31 hari. Hehehe&#8230;.</p>
<p><span id="more-42"></span>Sebagian dari kita mungkin kabur memaknai cinta, sehingga gelap mata. Saking cintanya, nggak bisa lihat kekurangan pasangan atau kesalahan apa yang dilakukan. Dunia serasa milik berdua. Padahal bertiga sama setan. Dikiranya mengekpresikan cinta, nggak tahunya malah mengumbar syahwat. Awalnya jalan bareng, main bareng, nonton bareng, makan bareng, sampai tidur bareng. Ih ngeri!</p>
<p>Berawal dari pacaran yang menjadi ajang baku syahwat, berakhir dengan perilaku maksiat. Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek telah berhubungan seks pranikah. &#8220;Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,&#8221; kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief usai memberikan sambutan pada acara grand final Kontes Rap memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Ahad <i>(</i><i>liputan6.com, </i><i>28/11/2012)</i><i>.</i></p>
<p>Maraknya gaya hidup seks bebas juga bisa dilihat dari data remaja yang hilang kesuciannya. Data BKKBN tahun 2010, 54 persen remaja di Surabaya, Jawa Timur sudah kehilangan kegadisan. Pun demikian juga di kota-kota lain, seperti di Medan 2 persen dan di Bandung angkanya mencapai 47 persen.</p>
<p>Ketika remaji hilang kegadisannya lalu hamil diluar nikah, masa depannya seolah hancur. Bingung bin sutris menghadapi keluarga, lingkungan, teman sebaya, atau sekolah. Apalagi pacar yang katanya cinta banget, nggak mau bertanggung jawab. Banyak alasan dilontarkan untuk jaga jarak lalu menghilang ditelan bumi. Dalam tekanan mental, remaji mudah tergoda ambil jalan pintas. Aborsi bagi yang tidak menginginkan jabang bayi lalu menjual diri karena ngerasa sudah tidak suci. Parah tenan iki!</p>
<p>&#8220;Dari 2,5 jutaan pelaku aborsi, 1 &#8211; 1,5 juta di antaranya adalah remaja.&#8221; kata Sudibyo Alimoesa, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN saat dihubungi <strong>detikHealth</strong>, Rabu (30/5/2012).</p>
<p>Sementara data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2008-2009, menyebutkan dari 40 ribu sampai 70 ribu pekerja seks komersial (PSK) di Indonesia, sekitar 30 persen dilakoni anak-anak di bawah umur yakni berusia di bawah 18 tahun. Waduh!</p>
<h2><b>Cinta Kita Memang Beda</b></h2>
<p>Cinta itu anugerah. Jadinya harus disyukuri, bukan dihindari. Sehebat apapun manusia, gak bisa menghindar dari rasa ingin dicintai dan mencintai. Sudah fitrahnya bagian dari naluri melestarikan jenis (<i>gharizatun nau’</i>).</p>
<p>Hanya saja perlu diingat, cinta bisa jadi berkah atau berbuah masalah. Tergantung bagaimana kita mensikapinya. Cinta yang dibalut dengan hukum syara akan bernilai berkah. Sebaliknya, cinta yang diekspresikan dengan aturan selain hukum Islam seperti pacaran, cuman jadi sumber masalah. Gaya hidup sekuler kapitalis telah menggiring remaja untuk mempersempit makna cinta. Ketika cinta diobrolin, nggak jauh dari soal pacar, gebetan, atau seluk-beluk kasmaran.</p>
<p>Padahal Allah swt. menciptakan rasa cinta dalam diri manusia nggak cuma dalam rangka memadu kasih dua insan yang lagi mabuk asmara. Tapi bisa juga berupa cinta ortu kepada anaknya, kakak kepada adiknya, dan pastinya suami kepada isterinya.</p>
<p>Kalo bukan karena cinta, nggak akan mungkin seorang bapak bekerja banting tulang, peras keringat untuk menghidupi keluarganya. Pergi pagi pulang petang pala pening pantat pegel penghasilan pas-pasan. Dia rela jadi tukang becak atau jadi pemulung tanpa malu asalkan dapat fulus dengan jalan halal supaya bisa menyambung hidup keluarganya. Malah nggak sedikit yang saking cinta pada keluarganya, menghalalkan segala cara agar anak istrinya tetep bisa makan atau malah hidup dalam kemewahan. Huuuu&#8230;yang kedua mah kebangetan!</p>
<p>Demikian pula ibu kita. Cintanya nggak mengenal kadaluarsa. Selalu on terus walau anak sudah berkeluarga. Coba perhatikan Ibu hamil, selama sembilan bulan dia rela bersusah payah mengandung anaknya. Seperti itulah Ibu saat mengandung kita. Abis gitu, harus menyusui sampe dua tahun, mengganti popok kalo pas kita ngompol, atau menyuapi ketika makan. Coba kalo ortu nggak cinta sama kita, mungkin begitu lahir kita dibungkus tas kresek dimasukan tong sampah atau dibuang di selokan. Iih..naudzubillah min dzalik!</p>
<p>Cinta kepada manusia di luar hubungan keluarga juga bisa bemakna kasih sayang terhadap saudara seakidah yang disetarakan dengan keimanan. Seperti ditegaskan dalam hadis Mutafaq ‘alaih. Nabi saw. ia bersabda: “<i>Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”</i> Jadi nggak alasan bagi seorang muslim cuek bebek dengan kondisi Muslim Palestina yang terus dizhalimi bangsa kera Yahudi. Atau adem ayem aja ketika warga Ibukota dan daerah lain ditimpa bencana.</p>
<p>Cinta bagi remaja muslim yang sholeh-sholehah bin unyu-unyu, memang beda. Nggak sesempit yang dimaknai orang sekuler kapitalis yang menuhankan hawa nafsu. Dan yang bikin beda, cinta pada lawan jenis, cinta dalam hubungan keluarga, dan cinta terhadap saudara seakidah, semuanya dibalut dalam ikatan cinta Allah dan RasulNya. Sehingga tetap terjaga kemuliaannya. Baik rasa cintanya maupun pengidapnya. Poll!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Prioritas Cinta Kita</b></p>
<p>Karena cinta dalam Islam seluas samudera, kita mesti belajar menentukan skala prioritas. Bisa memilah dan memilih mana yang pertama dan mana yang berikutnya. Biar ekspresi cinta kita nggak salah kaprah terus jadi masalah. Berabe khan?</p>
<p>Prioritas pertama dan utama, cinta kita berikan pada Yang Maha Kuasa. Eits, ini bukan cuman lips service alias formalitas belaka yang dipakai untuk mengisi timeline sosial media. Demi meraih banyak follower atau menampung banjir jempoler. Tapi bener-bener keliatan dalam dunia nyata. Nggak usah bingung bagaimana mewujudkannya. Allah Swt sudah menunjukkan caranya dalam Al-Quran.</p>
<p><i>Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</i>. <b>(Qs. Al Imron: 31)</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibnu Katsir <i>Rohimahullah</i> –berkenaan dengan ayat di atas- berkata: “ayat ini menghakimi orang yang mengaku mencintai Allah, setiap orang yang mengaku mencintai Allah tapi tidak di atas jalan Muhammad <i>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</i> maka dia telah dusta dengan pengakuannya, sampai mereka mengikuti Muhammad dan agama Nabawi dalam semua perkataan dan keadaannya”.</p>
<p>Yup, cinta kepada Allah ditunjukkan dengan mengikuti dan mengutamakan apa yang dicontohkan Rasul saw. Bukan cuman dalam perkara ibadah, tapi semua yang berkaitan dengan cara manusia memenuhi kebutuhannya. Mulai dari berkeluarga hingga membangun usaha.</p>
<p>Menurut al-Zujaj: <i>“Cintanya manusia kepada Allah dan RasulNya adalah menaati keduanya dan ridho terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah saw”. Sehingga seorang hamba akan bersegera memenuhi seruan-Nya. Meski harus ditukar dengan cintanya pada anak-istri, keluarga, atau harta benda</i>.”</p>
<p>Dari semua cinta yang kita miliki, pastikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menempati daftar utama dalam kehidupan kita. Yang lainnya; cinta harta, kendaraan, jabatan, status sosial, tempat tinggal, perusahaan, barang dagangan, bahkan cinta kita kepada keluarga, dan suami atau istri (bagi yang udah merit he..he..) harus rela untuk ‘dikesampingkan’. Allah Swt. berfirman: <i>“Katakanlah: &#8220;Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.&#8221; Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”</i> (QS. At-Taubah: 24)</p>
<p>Driser, cinta pada Allah dan Rasul-Nya berarti menjadikan hukum syara sebagai standar perbuatan kita. Sebelum berbuat, cari tahu dulu boleh nggak dalam Islam. Ada nggak tuntunannya dari Rasul. Kalo ternyata nggak boleh dan tak ada contohnya, kita  mesti ridho untuk meninggalkannya. Meski perbuatan itu umum di tengah masyarakat atau malah jadi tren di dunia remaja, kaya pacaran. Kalo kita tetep ngotot ngelakuin, jadinya kaya data di awal tulisan ini yang bikin bulu kuduk gak kebagian tempat duduk (maksudnya berdiri :D).</p>
<p>Biar tahu mana perbuatan yang boleh dan nggak dalam Islam, kuncinya kita mesti ngaji. Bukan sekedar baca quran, tapi dibarengi dengan mengenal Islam lebih dalam. Selain bisa menjaga perilaku kita, ngaji juga menguatkan kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. Boleh aja cinta pada lawan jenis, asal siap merit. Kalo belum siap, simpan dalam hati aja ala secret admirer-nya Laluna. Karena cinta kita memang beda, berarti siap bergabung dengan komunitas Remaja Anti Pacaran (RAP). Yuk!<b>[</b><b>LBR</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cinta-kita-memang-beda/">Cinta Kita Memang Beda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cinta-kita-memang-beda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42</post-id>	</item>
		<item>
		<title>La Ode Munafar ‘Sang Ksatria Pena’</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/la-ode-munafar-sang-ksatria-pena/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/la-ode-munafar-sang-ksatria-pena/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 06:51:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[La ode munafar]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=20</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Silahkan pilih hancur bersama sang penghancur, atau menjadi SANG KSATRIA yang menyelamatkan penghancur.” Bisa dihitung oleh jari Nggak banyak anak muda zaman sekarang yang mampu membuat usianya berkah. Manja dan nggak mandiri biasa banget nempel pada karakter remaja. Tapi bagi penulis muda asal Kendari ini, berjuang adalah keharusan dan kebutuhan. La Ode Munafar. Ketua BEM &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/la-ode-munafar-sang-ksatria-pena/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">La Ode Munafar ‘Sang Ksatria Pena’</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/la-ode-munafar-sang-ksatria-pena/">La Ode Munafar ‘Sang Ksatria Pena’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><i>“Sila</i><i>hkan pilih hancur bersama sang penghancur, atau menjadi</i><i> SANG KSATRIA yang menyel</i><i>amatkan penghancur</i><i>.”</i><i></i></p>
<figure id="attachment_21" aria-describedby="caption-attachment-21" style="width: 200px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/Jangan-Hina-Jombloku.jpg"><img class=" wp-image-21 " style="margin: 10px;" alt="La ode munafar" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/Jangan-Hina-Jombloku-237x300.jpg?w=200" data-recalc-dims="1" /></a><figcaption id="caption-attachment-21" class="wp-caption-text">La ode munafar</figcaption></figure>
<p>Bisa dihitung oleh jari Nggak banyak anak muda zaman sekarang yang mampu membuat usianya berkah. Manja dan nggak mandiri biasa banget nempel pada karakter remaja. Tapi bagi penulis muda asal Kendari ini, berjuang adalah keharusan dan kebutuhan. La Ode Munafar. Ketua BEM STEI Hamfara Yogyakarta ini mampu menghasilkan banyak karya dengan waktu cepat meski kegiatannya padat. Alhamdulillah, di edisi kali ini Hikari-D’Rise bisa ngobrol dengan Mas Ode melalui e-mail. Langsung simak yuk!<span id="more-20"></span><b>1.       </b><b>Berapa buku yang sudah mas Ode tulis sampe sekarang? </b></p>
<p>Usiaku yang masih 17 tahun (cie..maunya) + 4 tahun = 21 tahun, aku telah menyelesaikan 7 buku. Jika D’Riser melihat dari judul bukunya, seperti <i>Cinta Onde-onde,</i> <i>Detik-detik Indah Bersamamu,</i> <i>Jangan Hina Jombloku, Tuhan </i><i>y</i><i>ang </i><i>T</i><i>ertukar,</i> dan buku BEST SELLER <i>Apa Salahku Sayang?</i> Seolah-olah isinya adalah kisah fiksi yang sedang memadu kasih. Tapi jangan salah paham dulu yah! Buku-bukuku adalah jenis non fiksi yang mengkaji tentang pergaulan dan Inspirasi dengan pendekatan bahasa unik sehingga gampang dipahami. Alhamdulillah terbukti menyadarkan aktivis Jahiliyah moderen hingga beredar di luar negeri.</p>
<p>Sementara ada beberapa buku lain juga yang berisi motivasi DAHSYAT seperti <i>Born To Be</i><i> </i><i>Leader </i>dan <i>Idealisme.</i> Aku menyelesaikan hanya dalam waktu 5 hingga 7 hari.</p>
<p><b>2.       </b><b>Gimana cara kerjanya tuh bisa bikin banyak buku padahal kesibukan lain juga menumpuk?</b></p>
<p>Cara kerjanya, maaf aku harus jujur nih pada D’Riser. Coznya aku benar-benar lagi jatuh cinta. Bahkan saat tidak ketemu, hatiku langsung gelisah. Namun saat ketemu, sampai lupa makan pagi dan siang. Malam pun aku jadikan seperti siang. Inilah perasaanku, aku telah memberikan cintaku pada MENULIS. He&#8230;heeee. Itulah cara pertama. Cintai menulis!</p>
<p>Selanjutnya, harus mampu berkorban baik dari segi tenaga, waktu bahkan materi untuk menulis. Jika mau tau, saat lelah dalam menulis, tidak sadar kepalaku, pipiku, dan anggota tubuhku telah bersandar di tumpukan sampul buku. Saat aku sadar, pikiranku seperti terkena setrum untuk bangun menulis lagi. Bagaimana aku bisa tidur di atas tumpukan masalah umat saat ini, itulah kata hatiku. Maka cara kedua adalah tetapkan dorongan kuat dalam menulis. Dorongan kuat aku menulis untuk mengubah kondisi yang nggak nyaman sekarang.</p>
<p>Setelah itu laksanakan 3 hal berikut, yang pertama menulis, yang kedua menulis, dan yang ketiga adalah menulis. Iya. Intinya adalah menulis, terkait editor, cetak, itu tugasnya profesi lain. Intinya tugas penulis adalah menulis, bukan mengedit dan mendesain.</p>
<p>Selain itu, harus mengetahui jurus-jurus menulis. Aku punya 10 Jurus jitu menulis, salah satunya adalah JURUS menulis cepat. Nah, dalam Training KEPENULISAN aku selalu memberikan jurus jitu menulis cepat seperti menulis dengan otak kanan, menulis dengan hati, menulis dengan pendekataan mesin kecerdasan. Bagaimana caranya? Nanti ikut pelatihannya aja yah. Nggak cukup dijelaskan lewat wawancara ini.</p>
<p><b>3.     </b><b>Idealisme dalam menulis menurut Mas Ode seperti apa?</b></p>
<p>Penulis harus bersifat seperti seorang Ksatria yang selalu menjaga dan menyelematkan manusia, serta mengarahkan perubahan dunia. Bukan malah untuk menghancurkan manusia. Nah, kondisi sekarang harusnya penulis nggak perlu pura-pura nggak tau bahwa sekarang kita terjajah dalam segala aspek. Disinilah dibutuhkan seorang Ksatria Pena untuk membentuk opini umum hingga kebenaran Islam tegak di Muka bumi.</p>
<p><b>4.       </b><b>Gimana Mas Ode menyikapi popularitas baik di kampus atau sebagai penulis muda?</b></p>
<p>Ah nggak seperti artis jug kaleee! Penggemar aku hanya di alam ghaib. He..heee. Nggak berani memunculkan dirinya secara nyata walau pun ada, cuma tanda-tanda-tanda yang bisa terdeteksi secara batin. Tapi aku menyikapinya dengan tegas. Apa mau kamu? Mari kita bicarakan? Jika hanya bermain-main denganku aku tidak bisa bermain api. Bahaya, iiikh! Entar kita terbakar dalam api cinta. Ha&#8230;.haaa. Biarkan godaan datang sana-sini, tapi “<i>Maaf hatiku sudah di Booking Bidadari”</i>. He..hee.</p>
<p><b>5.       </b><b>Mas Ode punya mimpi menulis 1000 buku. Bisa diceritain Mas, gimana bisa punya cita-cita begitu dan strategi seperti apa yang sudah dan akan Mas Ode lakukan?</b></p>
<p>Visi besar yang menggerakkanku, aku punya visi untuk menantang diriku menjadi KSATRIA PENA abad ini. Walau banyak orang mengatakan mustahil, tapi biarkan orang lain mengatakan mustahil sebab aku punya cara main untuk mewujdkan mimpiku.</p>
<p>Beberapa cara main yang telah aku lakukan adalah:</p>
<ol>
<li>Aku mendirikan Penerbit Gaul Fresh.</li>
<li>Aku telah mengajak banyak penulis-penulis untuk duet dengan aku. Barangkali ada D’Riser yang mau nulis bareng juga, aku membuka lowongan.</li>
<li>Aku mengkader penulis lewat komunitasku yang disebut Klub Jagoan Nulis. Selanjutnya alumni aku ajak nulis bareng.</li>
<li>Aku telah menetapkan azam untuk 1 bulan menulis 2 buku, hingga benar-benar tepenuhi.</li>
</ol>
<p><strong>6. </strong><b>Pernah merasa krisis kepercayaan diri nggak, Mas? </b></p>
<p>Kalo krisis sih nggak pernah, kecuali dulu sewaktu kecil. Soalnya dulu aku belum tau makna hidup. Sejak memahami hakikat hidup, aku dikenal dengan orang yang Anti Mustahil lantaran punya kepercayaan diri yang tinggi.</p>
<p>Bagiku, kemauan kuat dan keperacayaan diri modal besar meraih cita-cita. Jangan ragu dengan resiko besar, sebab ragu-ragu itu bisikan syetan sementara resiko akan selalu ada dalam setiap pilihan.</p>
<p><b>7.       </b><b>Apa status sebagai anak perantau menjadi salah satu motivasi tersendiri untuk Mas Ode berkarya?</b></p>
<p>Motivasi besar adalah untuk meraih tujuan dari segala tujuan yaitu mendapatkan Ridha Allah Swt. Dari sini muncul motivasi lain yaitu:</p>
<p><b>a.       </b><b>Untuk menyabung hidup</b><b>.</b></p>
<p>Menulis walau belum tentu bisa kaya seperti artis, tapi Insyaa ALLAH nggak akan mati kelaparan. Kalau kurang uang tinggal nulis buku terus jual. Nah, aku sebagai perantau yang membutuhkan biaya hidup dari menulis, aku masih tetap bernafas sampai sekarang hingga banyak membantu banyak pihak.</p>
<p><b>b.      </b><b>Untuk dakwah</b></p>
<p>Berkarya agar jangkauan dakwahku makin luas. Bagiku menulis sama dengan berdakwah di seluruh dunia, bahkan pahalanya terus mengalir walau aku sedang tidur.</p>
<p><b>8.       </b><b>Harus menulis seperti apa, Mas agar bisa disebut sebagai Ksatria Pena Sejati?</b></p>
<p>Jadilah KSATRIA PENA. Perang pemikiran sedang terjadi dengan DAHSYAT dalam masyarakat abad ini. KSATRIA PENA harus ikut bertempur lewat tulisan dengan membentuk opini umum hingga kejayaan pemikiran Islam kembali memimpin dunia dan akhirnya kota yang dijanjikan nabi Muhammad Saw. yaitu Romawi Barat (Roma dan Itali yang sekarang), bisa kita taklukan. Aku berpikir bisa jadi Romawi Barat kita taklukan lewat pena, kan tidak ada yang mustahil siapa tau presidennya tersihir dengan surat yang kita tulis untuk dia, hingga presidennya masuk Islam. Amin-kan dong! Aamiin!</p>
<p><b>9.       </b><b>Apa yang terpikir di kepala Mas Ode jika saya mengatakan kata Road Show, Bedah Buku atau Training?</b></p>
<p>Yang terpkir adalah Onta Merah dari Allah Swt. Jika ada uang merah maka itu bonus, kalo pun mendapatakan jllbab merah, ya Alhamduillah J. Itulah motivasiku, hingga di usia 20 tahun aku telah mendapat ratusan undangan mengisi training, bedah buku di seluruh Nusantara.</p>
<p>Onta merah yang aku maksud jika tidak aku dapatkan di dunia, maka pasti aku dapatkan di akhirat. Rasulullah saw. bersabda: “&#8230;<i>Lalu serulah mereka untuk masuk Islam dan kabarkan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki </i><b>onta merah</b><b>. </b>(HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p><b>10.   </b><b>Pesan-pesan untuk D’Riser (pembaca D’Rise)?</b></p>
<p><i>“Sila</i><i>hkan pilih hancur bersama sang penghancur, atau menjadi</i><i> SANG KSATRIA yang menyel</i><i>amatkan penghancur</i><i>.”</i><i></i></p>
<p><b>Biodata:</b></p>
<p><b>Nama lengkap</b><b>                                   </b>: La Ode Munafar</p>
<p><b>TTL</b>                                                         : Di Pulau yang berbentuk huruf K, tepat di pesisir pantai Napabale, Lohia (Sulawesi Tenggara) 5 Juni 1991</p>
<p><b>Aktivitas Sekarang                          : </b>Penulis, Trainer, Pimpinan Umum Gaul Fresh Indonesia, Aktivis Dakwah Idelogis, Mahasiswa.</p>
<p><b>Jenjang pendidikan</b>                        :</p>
<p>1)      SDN Negeri 3 Lohia</p>
<p>2)      SMP Negeri 6 Raha</p>
<p>3)      SMA Negeri 2 Kendari</p>
<p>4)      S1 STEI Hamfara Yogyakarta</p>
<p><b>Statu</b><b>s                                                   : </b>Sudah Punya Calon (masih di alam ghaib)</p>
<p><b>Hobi</b><b>                                                      :</b> Nulis dan Renang</p>
<p><b>Karya:</b></p>
<ol>
<li>Apa Salahku Sayang? (BEST SELLER kini cetakan ke-6)</li>
<li>Detik-detik Indah Bersamamu</li>
<li>Cinta Onde-onde</li>
<li>Born To Be Leader</li>
<li>Idealisme</li>
<li>Jangan Hina Jombloku</li>
<li>Tuhan Yang Tertukar</li>
</ol>
<p><b>P</b><b>rinsip hidup</b><b>                                     </b>: Anti Mustahil</p>
<p><b>Pengalaman Organisasi: </b></p>
<ol>
<li>Wakil Ketua Osis</li>
<li>Ketua ROHIS SMAN 2 Kendari</li>
<li>Ketua BEM STEI Hamfara Yogyakarta</li>
<li>Korwil Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Yogyakarta</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p><b>Mau berkomunikasi langsung, hubungi:</b></p>
<p>FB : Munafar La Ode</p>
<p>Fanpage : La Ode Munafar</p>
<p>Twitter :@LaOdeMunafar</p>
<p>Hp : 085241597297</p>
<p>Website : www.gaulfresh.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/la-ode-munafar-sang-ksatria-pena/">La Ode Munafar ‘Sang Ksatria Pena’</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/la-ode-munafar-sang-ksatria-pena/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
