“Sesungguhnya ilmu itu dituntut agar dengannya bisa bertaqwa kepada Allah, dan sesungguhnya ilmu itu diutamakan dari pada yang lainnya karena dengan ilmu tersebut bisa bertaqwa kepada Allah.” [Sufyan ats-Tsauri]
Siapa sih yang nggak kepengen jadi pelajar teladan? Jadi pelajar pandai, humble, supel, Ssemua teman-teman dan guru sayang sama kita karena kejeniusan yang kita miliki? Orang tua juga makin sayang, bangga, dan nggak pakai lagi acara perhitungan buat ngasih kado sebab prestasi kita di sekolah selalu baik dan terbaik. Wuah.. Pastinya seru banget kali ya..?
Jadi anak emas! Woaa.. Pasti ngacai! Pasti ngiler! Subhanallahu.. Sampai sini, D’Rise yakin, nggak ada satu orang pun yang kepengen jadi orang bodoh. Jadi orang yang nggak maju and nothing. Apalagi bagi orang yang memiliki ambisi, cita-cita dan mimpi yang besar. Pastinya akan terus belajar dan mencari semua hal yang dibutuhkan demi kelayakan diri mendapatkan impiannya. Di sinilah lembaga bimbingan belajar ambil bagian perannya.
Lembaga-lembaga Les atawa BimBel menjamur. Ada Primagama, Ganesha Operation, Bintang Pelajar, Kumon, English First, LIA, de-el-el (kalau di Bogor yang paling terkenal itu). Dan kesemuanya itu, berlomba-lomba, saling bersaing dan berusaha memberikan yang terbaik demi menjembatani keinginan dan kebutuhan anak-anak sekolah yang menginginkan capaian yang lebih dalam bidang akademis.
Ada lagi corak Lembaga Les yang haluannya khusus untuk ngembangin talenta dan bakat si anak. Biasanya pelajaran yang model-model gitu masuk dalam daftar ekstrakurikuler atau mulok. Sebutlah Seni Lukis/Rupa, Seni Tari, Seni Musik, Bahasa Jepang, Perancis, de-el-el. Ini juga banyak banget dicari. Dan orangtua yang kepengen anaknya canggih di otak kanannya pasti bakalan ngebujuk anaknya buat ikut Les begituan. Entah itu Les gitar, piano, nyanyi, modelling, lukis, balet, renang, pacu kuda, memanah, beladiri, dan banyak lagi. Dan anaknya, enjoy-enjoy ajah dapet fasilitas Les. Karena di tempat Les dijamin anti boring rata-rata.
Temannya banyak dan bisa dapat pengalaman lebih dari yang nggak punya kesempatan Les layaknya dia. Dan D’Rise sepakat semua hal yang sifatnya mengembangkan daya pikir dan kreatifitas, seluruhnya memang sangat menyenangkan. Nggak dosa. Apalagi semuanya memang baik dan diperlukan. Bahkan ada lho Les Ngaji.
Dan itu sangat dicari-cari sekali oleh kebanyakan orangtua jaman kekinian. Karena katanya biar lebih sholeh. Orangtua tuh ngarepnya, anak-anaknya bukan cuma pandai ilmu dunia ajah tetapi ilmu akhirat juga. Kayanya boleh deh kita ambil benang merahnya (OVJ Mode: ON) kalau les itu penting. Tapi harus juga selektif dan tepat memilih.
Dan sesuai dengan kebutuhan. Bukan keinginan belaka. Ada kutipan menarik dari seorang pelajar yang nggak mau menjawab siapa namanya saat ditodong D’Rise dan dimintai pendapatnya. Tapi yang jelas dia berkata begini: “Saya sangat setuju dengan siswa yang ikut Les karena Les itu penting dan emang diperluin. Lebih-lebih sekarang ini sekolah nggak bisa muasin banget kalau ngajar murid-muridnya. Nggak beda dengan apa yang ada di buku.
Nggak ada eksplorasinya. Berbeda jika kita kedapetan guru atau kakak pembimbing yang ngajarin kita secara khusus, dengan penuh perhatian dan cara-cara yang bisa bikin kita lebih termotivasi lagi kalau mau belajar. Beruntung juga kalau apa yang diajarkan oleh guru kita di tempat Les tuh ternyata merupakan cara lebih cepat untuk menguasai pelajaran. Rasanya malah saya kepengennya stop sekolah dan homeschooling ajah sama guru dan kakak itu di rumah. Habisnya saya malah kurang bisa nikmatin kalau belajar di sekolah.
Nyontek udah bukan jadi hal yang baru. Jadi agak susah juga ngebedain mana yang bener-bener murni pinter dan tololnya. Banyak topeng diantara para pelajar. Makanya nggak heran pas mereka lulus, kerja juga mungkin nggak becus!” Weeh.. Cukup sadis juga ya omongan Neneng ini. Heu.. Tapi dari segi muatan penyampaiannya, saya setuju banget sih. Takbir lah!
Saya juga paling benci sebenci-bencinya dengan anak sekolah yang suka nyontek. Pertanda ogah berusaha banget gitu lokh! Jadi apa artinya sekolah kalau ujung-ujungnya nyontek??? Betul??? So, mari selektif memilih Les yang benar-benar dibutuhkan buat menjadikan diri kita lebih memiliki manfaat di masyarakat kelak. Les nggak mesti di BimBel. Apalagi kalau tujuannya cuma buat eksistensi, nyari komunitas, ngegaya dan sok beken ajah! Kita bisa banget cari link yang benar-benar profesional, terpercaya dan lebih safety serta sesuai dengan kantong dan kebutuhan kita.
Oh ya, jangan lupa juga mengenai kewajiban menuntut ilmu Islam atas setiap Muslim beriman. Kalau ngaku beriman, harus mau meluangkan waktu buat Les mengkaji Islam (membedah isi Al-Qur’an) demi kemapanan syakhsiyyah (kepribadian). Les model gini nggak bayar. Cuma modal tekad dan kemauan karena sadar ngaji itu wajib! [Hikari]
