<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Reportase Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/reportase-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2020 01:18:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Liputan Khusus : Menggugat dan Mengadili Drakula</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/liputan-khusus-menggugat-dan-mengadili-drakula/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/liputan-khusus-menggugat-dan-mengadili-drakula/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 01:18:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4559</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dracula kan? Pastinya..! Terutama dari film, kita mengenal Dracula sebagai sosok vampir &#160;penghisap darah, raja kegelapan dan horor. Iya apa iya? Nahh, dalam liputan khusus kali ini, kita bakal disodorkan beragam fakta sejarah. Ternyata, Dracula itu bukan tokoh fiktif lho melainkan nyata pernah hidup di tengah manusia. So guys, he is a real human! &#160;Tanggal &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/liputan-khusus-menggugat-dan-mengadili-drakula/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Liputan Khusus : Menggugat dan Mengadili Drakula</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/liputan-khusus-menggugat-dan-mengadili-drakula/">Liputan Khusus : Menggugat dan Mengadili Drakula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dracula kan? Pastinya..! Terutama dari film, kita mengenal Dracula sebagai sosok vampir &nbsp;penghisap darah, raja kegelapan dan horor. Iya apa iya? Nahh, dalam liputan khusus kali ini, kita bakal disodorkan beragam fakta sejarah. Ternyata, Dracula itu bukan tokoh fiktif lho melainkan nyata pernah hidup di tengah manusia. So guys, he is a real human! &nbsp;Tanggal 17 Agustus 2016 lalu, kerumunan orang tak hanya ada di lapangan tempat perlombaan. Ratusan pasang mata begitu khusyu mengikuti sebuah acara apik bertajuk</p>



<p>&nbsp;<strong>“Menggugat dan Mengadili Dracula”</strong></p>



<p>di Wisma Antara Jakarta. Para penonton terinspirasi oleh pemaparan empat pemateri jempolan. <strong>Ust Felix Siauw, Kang Sayf Muhammad Isa, Ust Hafidz Abdurrahman dan Ustz Irene Handono</strong>, dipandu oleh MC ideologis <strong>Kang Asep Supriatna</strong>.</p>



<p>Acara dipadati lebih dari 700 peserta dan rela berdesakan di luaran mengingat tempat dan tiket yang terbatas. Bukti betapa antusiasnya acara ini disaksikan oleh rekan dari berbagai penjuru. Ya, Dracula adalah tokoh nyata yang dikenal sebagai Vlad III Dracul. Ia adalah pangeran Wallachia, yang juga pernah belajar di Edirne saat kecil.</p>



<p>Disini, Ia bersinggungan dengan komunitas kaum muslimah. Walau ia belajar di Edirne, kekejaman dan kebenciannya terhadap kaum Muslim tak pernah hilang, dan akhirnya dikenal hingga kini. Dikenal juga dengan Vlad &#8220;The Impaler&#8221;, kesukaannya menyiksa manusia dengan kayu tajam yang ditusukkan dari anus hingga tembus ke mulut.</p>



<p>Hiii serem bingit! Adalah Khilafah Abbasiyyah yang menjadikan kaum Turki menjadi penjagapenjaga perbatasan, dan beberapa&nbsp; &#8220;penjaga&#8221; ini kemudian memilki &nbsp;pemerintahan sendiri-sendiri yang dikenal sebagai kesultanan. Kesultanan yang paling kuat saat itu adalah Kesultanan Utsmani yang menduduki wilayah Asia Kecil dan Eropa kecuali Konstantinopel sekitar awal abad ke-15.</p>



<p>Tidak hanya berkuasa, ia menentukan kebijakan politik negara-negara Eropa Timur seperti Wallachia, yang sekarang ada di Rumania. Vlad III Dracul (Vlad III Naga) dan adiknya Radu Cel Frumos (Radu Si Tampan), termasuk jaminan yang diberikan oleh Vlad II Dracul sebagai penguasa Wallachia kepada Sultan Murad II, untuk menjamin kesetiaannya pada Utsmani.</p>



<p>Sempat dididik dalam Islam, satu bangku sekolah dengan Mehmed II yang kelak akan kita kenal sebagai Sultan Mehmed II Al-Fatih, nasib kedua pangeran Wallachia ini berbeda. Radu memeluk Islam dan menjadi panglima Yeniseri, sedang Vlad III memilih membenci Islam &nbsp;dengan kekejamannya Sejarah kelak mencatat kesadisan &nbsp;dan kebiadaban Vlad III Dracul anak Vlad II Dracul, dalam bahasa Rumania, Dracul-ae artinya adalah &#8220;anaknya Dracul&#8221;.</p>



<p>Sehingga dunia mengenal Dracula sebagai lambang kengerian. Sejarah juga mencatat sepak &nbsp;terjang Vlad III Dracul, yang bekerjasama dengan Kerajaan Hungaria, atas perintah Paus Pius II untuk melaksanakan perang salib pada kaum Muslim.</p>



<p>Dan bagaimana Kesultanan Utsmani atas izin Khalifah Abbasiyyah, melindungi kaum Muslim  dari kekejaman Dracula. Buka mata  buka telinga, baca sejarah sebetulnya, dan kita akan makin berbangga dengan Islam. Di hadapan Islam, Dracula nggak ada apa-apanya&#8230; [Foto dan Info dikutip dari berbagai sumber]</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/liputan-khusus-menggugat-dan-mengadili-drakula/">Liputan Khusus : Menggugat dan Mengadili Drakula</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/liputan-khusus-menggugat-dan-mengadili-drakula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4559</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/makna-kemerdekaan-hakiki/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/makna-kemerdekaan-hakiki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2020 23:09:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4507</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agustus identik &#160;dengan bulan perjuangan. Apalagi kalo ingat tanggal 17-nya, so pasti memori kita akan membuka kisah perjuangan para pahlawan Ibu Pertiwi untuk meraih kemerdekaannya. Itu dulu ketika bule kompeni menjajah negeri kita. Gimana kalo sekarang? Seringkali jadi pertanyaan secara, apa negara kita udah benar-benar merdeka? Bukannya meragukan pembacaan proklamasi oleh presiden pertama kita. Cuman &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/makna-kemerdekaan-hakiki/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/makna-kemerdekaan-hakiki/">MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Agustus identik &nbsp;dengan bulan perjuangan. Apalagi kalo ingat tanggal 17-nya, so pasti memori kita akan membuka kisah perjuangan para pahlawan Ibu Pertiwi untuk meraih kemerdekaannya. Itu dulu ketika bule kompeni menjajah negeri kita. Gimana kalo sekarang? Seringkali jadi pertanyaan secara, apa negara kita udah benar-benar merdeka? Bukannya meragukan pembacaan proklamasi oleh presiden pertama kita.</p>



<p>Cuman heran aja. Katanya udah merdeka tapi sumber kekayaan alam kita banyak dikuasai investor asing, kebijakan pemerintah menguntungkan konglomerat dan bikin hidup rakyat makin melarat. &nbsp;Untuk itu, kita pengen tahu apa &nbsp;pendapat driser tentang kemerdekaan hakiki terkait dengan negeri kita tercinta. Yuk simak! <em>Makna kemerdekaan bagi sy BEBAS.</em></p>



<p><em>Bebas dari segalanya,&nbsp; terutama bebas dari </em>&nbsp;<em>penghambaan dari manusia.&nbsp; Cuma hanya kepada Allahlah kita menghamba. Suka heran, yang jadi tren selalu yang berbau asing ya, nggak sedikit juga tren merusak. </em>&nbsp;<em>Buat ibu rumah tangga seperti saya, cemas banget nanti gimana ini anak saya klo nggak </em>&nbsp;<em>ada sistem yg mengcover. Harapan saya untuk Indonesia hrus berubah </em>&nbsp;<em>lebih baik dong.&nbsp; Walau sejauh ini modelnya tetep aja tahun ketahun gini aja ya nggak banyak berubah. Berani ganti sistem,&nbsp; pake sistem aturan Islam bikin semuanya jadi tenang. </em>(<strong>Silviani, <em>Ibu Rumah Tangga</em></strong>)</p>



<p><em>“Merdeka itu tidak ada kelaparan serta banyak rakyat yang merasa kemiskinan . Dimana pemerintah harus adil pada rakyat, </em>&nbsp;<em>lingkungan yang memadai beserta fasilitasnya. Menurut saya, Indonesia masih terjajah secara pemikiran. Buktinya banyak </em>&nbsp;<em>yang mengikuti gaya Barat , entah dari pakaian , makanan, budaya, sosial media </em>&nbsp;<em>dan lainnya”</em>&nbsp; (<strong>Shinta Anggraeni, <em>Mahasiwa</em></strong>)</p>



<p><strong>MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI</strong></p>



<p><strong>&nbsp;</strong>Driser, kamu setuju dengan &nbsp;pendapat mbak Shinta dan Ibu Silviana? Kalo menurut kita siha da benarnya juga. Secara fisik kita emang udah merdeka. Nggak kaya di Suriah, Palestina, atau negeri-negeri Islam yang sedang dilanda konflik militer. Tapi secara pemikiran dan budaya, sepertinya masih belom ya. Dari mulai pemerintah hingga masyarakat kelas bawah, masih lekat dengan gaya hidup masyarakat Barat yang sekuler dan memuja kesenangan dunia. Jadi seperti apa kemerdekaan hakiki itu? Kemerdekaan hakiki adalah saat manusia bebas dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi dan penghambaan kepada sesama manusia.</p>



<p>Mewujudkan kemerdekaan hakiki itu merupakan misi dari Islam. Yunus bin Bukair ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran, di antara isinya: <em>Amma ba&#8217;du. Aku menyeru kalian ke penghambaan kepada Allah dari penghambaan kepada hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian ke kekuasaan (wilâyah) Allah dari kekuasaan hamba (manusia) … </em>(Ibn Katsir, <em>Al-Bidâyah wa an-Nihâyah</em>, v/553, Maktabah al-Ma&#8217;arif, Beirut).</p>



<p>Di antara modus penghambaan kepada sesama manusia itu adalah melalui aturan hukum dan perundang-undangan buatan manusia, sesuai doktrin demokrasi. Apalagi aturan hukum dan perundangundangan itu diimpor dari pihak asing/penjajah, seperti yang terjadi pada banyak bangsa terjajah, termasuk yang terjadi pada negeri ini.</p>



<p><strong>Wahai Remaja Muslim: </strong>Sebagian makna kemerdekaan &nbsp;yang sudah diraih negeri ini dan penduduknya semestinya dilanjutkan dengan usaha sekuat tenaga untuk mewujudkan kemerdekaan yang hakiki. Caranya adalah melalui perjuangan sungguh-sungguh untuk menerapkan aturan dan hukum Allah SWT, yakni syariah Islam, untuk mengatur segala urusan kehidupan di masyarakat.</p>



<p>Semua itu hanya bisa diwujudkan di bawah sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti <em>manhaj</em> kenabian. Dengan itu maka kemerdekaan hakiki bisa diwujudkan, kelapangan dunia bisa dirasakan oleh seluruh rakyat dan keadilan bisa dinikmati oleh siapa saja. Hal itu pasti terwujud karena merupakan janji Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah saw. <em>WalLâh a&#8217;lam bi ash-shawâb</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/makna-kemerdekaan-hakiki/">MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/makna-kemerdekaan-hakiki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4507</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulan Ramadhan Momentum Perubahan ?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bulan-ramadhan-momentum-perubahan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bulan-ramadhan-momentum-perubahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2020 05:56:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4448</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hallo DRISEr, Alhamdulillah kita ketemu lagi dengan tamu Agung yaitu bulan suci Ramadhan. Yang &#160;tentu salah satunya ditandai dengan kewajiban berpuasa sebulan penuh. Apa sih makna puasa bagi kita? Kalau bagi anak kecil yang baru belajar menahan haus dan lapar, rasanya beraaaat banget. Buat kita yang udah baligh, harus naik level dong. Yuk simak perkataan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bulan-ramadhan-momentum-perubahan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Bulan Ramadhan Momentum Perubahan ?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bulan-ramadhan-momentum-perubahan/">Bulan Ramadhan Momentum Perubahan ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hallo DRISEr, Alhamdulillah kita ketemu lagi dengan tamu
Agung yaitu bulan suci Ramadhan. Yang &nbsp;tentu
salah satunya ditandai dengan kewajiban berpuasa sebulan penuh. Apa sih makna
puasa bagi kita? Kalau bagi anak kecil yang baru belajar menahan haus dan lapar,
rasanya beraaaat banget. Buat kita yang udah baligh, harus naik level dong. Yuk
simak perkataan Rasullah berikut ini seputar makna puasa.&nbsp; </p>



<p>Dalam riwayat AlBukhâry dan Muslim dari Abu Hurairah&nbsp; <em>radhiyallâhu &#8216;anhu</em>, Nabi <em>shallallâhu
&#8216;alaihi&nbsp; wa sallam</em> bersabda,<em>:</em>&nbsp;</p>



<p><strong><em>“… dan puasa adalah tameng. Bila salah seorang dari
kalian berada pada hari puasa, janganlah ia berbuat sia-sia dan janganlah ia
banyak mendebat. Kalau orang lain mencercanya atau memusuhinya, hendaknya ia
berkata, &#8216;Saya sedang berpuasa.&#8217;.”</em></strong> </p>



<p>Setiap orang mungkin punya target yang berbeda selama
Ramadhan. Bisa jadi pengen khatam al-Qur&#8217;an, memperbanyak sadaqah atau mulai belajar
berhijab syar&#8217;i. Apalagi di bulan ini pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah
SWT. Semangat terusss! Kali ini, drise sempet ngobrol dengan beberapa driser
seputar Ramadhan dan momentum perubahan. Yuk kita simak, apa pendapat mereka. </p>



<p><strong><em>Crew : Apa harapan kamu di Ramadhan kali ini?</em></strong></p>



<p><strong><em>&nbsp;</em></strong><em>Yana</em>
: _ Harapan bulan Ramadhan kali ini mudah-mudahan bertambah keimanan &amp; ketaatan
kepada Allah dan rasulNya.&nbsp; Tidak ada
satu hari yang disia-siakan. Udah mulai susun strategi nih untuk murotal,tahajud,solat
jamaah,sedekah lebih digencarkan lg dibulan puasa ini. Moga istiqomah di bulan
selanjutnya. </p>



<p><strong><em>Crew : Kalau ada yang mendadak alim saat Ramadhan,
pandangan kamu gimana? </em></strong></p>



<p><em>Yana</em> : _ Itu sah-sah&nbsp;
saja. Semoga alimnya berkelanjutan di hari berikutnya bahkan di bulan-bulan
lainnya. Bisa jadi karena habits yang sebulan mempengaruhi bulan selanjutnya. Bagus
banget tuh. Emang Ramadhan itu momentum perubahan kita sih. Jangan sampai
berlalu begitu aja, sayang dong. </p>



<p><strong><em>Crew: Apa harapan kamu di Ramadhan kali ini?</em></strong></p>



<p><strong><em>&nbsp;</em></strong>El
Husna :_Harapan saya sih sederhana tapi bermakna. Yaitu pengen Bisa nambah khusyuk
ibadahnya, dan merasakan manisnya iman. Hemm gitu aja deh. </p>



<p><strong><em>Crew : Kalau ada yang mendadak alim saat Ramadhan,
pandangan kamu gimana?</em></strong></p>



<p><strong><em>&nbsp;</em></strong>El
Husna : Masyaallah.&nbsp; Allah memberi hidayah
kepada siapa yg Dia kehendaki. Bismillah </p>



<p><strong><em>Crew : Kalau Ramadhan dan lebaran di Indonesia suka
beda-beda itu kenapa ya?</em></strong> </p>



<p>Zahra: _Setahu saya itu karena metode penetapan satu
ramadhan berbeda. Ada yg pake hisab ada yg rukyat hilal, dan lainnya deh. Coba
digali lagi satu persatu. </p>



<p><strong><em>Crew :&nbsp; Menurut
kamu solusinya gimana dengan fenomena tersebut?</em></strong> </p>



<p>Zahra : _Supaya kaum muslimin kompak dan bersatu maka harus
ada satu metode yg digunakan oleh seluruh kaum muslimin yang ditetapkan oleh
Kholifah. Baru deh klop! </p>



<p><strong><em>Crew: Gimanna mempertahankan amalan Ramadhan supaya
bisa langgeng di bulan lainnya?</em></strong> </p>



<p>Zahra: _Pertama, rutin melakukan amalan saat ramadhan,
jangan putus. Kedua, berteman dengan orang sholih. Ketiga, ikuti pengajian agar
iman tetap terjaga. Nah, Dear! Mulai kebayang dong apa yang harus kita
persiapkan dan jalani di bulan suci ini. Terlepas berbagai fenomena di
masyarakat, jangan sampai itu merusak ukhwah, dakwah dan keoptimisan kita untuk
menjadi insan yang bertakwa. Puasa di bulan Ramadhan jangan sampai dilewati
dengan bermalasan dan awut-awutan. Ingat selalu, pahala menanti, surga di depan
mata. Insyaallah, aamiin ya Rabbal&#8217;alamiin. Inilah kenikmatan khusus bagi
mereka yang menjalankan puasa lillahi ta&#8217;ala : &nbsp;</p>



<p><strong><em>“Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipatgandakan
menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah &#8216;Azza wa Jalla berfirman,
&#8216;Kecuali puasa. Sesungguhnya, (amalan) itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang
akan memberikan pahalanya karena (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan
makanannya karena Aku.&#8217; Bagi orang yang berpuasa, ada dua kegembiraan:
kegembiraan ketika dia berbuka puasa dan kegembiraan ketika dia berjumpa dengan
</em>Rabb<em>-nya. Sesungguhnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di
sisi Allah daripada bau </em>kasturi<em>.”</em> (Lafazh hadits adalah milik Imam
Muslim)</strong></p>



<p> Driser, apapun harapan kamu di bulan mulia ini, berikanlah yang terbaik. Mau khatam quran, sedekah setiap hari, aktif ngaji, berhijab syari atau menjalin silaturahmi tetaplah berikan yang terbaik. Jangan setengah-setengah, biar puasanya tambah berkah, pahala berlimpah, dan jadi ahlu jannah. Yuk![ </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bulan-ramadhan-momentum-perubahan/">Bulan Ramadhan Momentum Perubahan ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bulan-ramadhan-momentum-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4448</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apa kabar pendidikan Indonesia?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/apa-kabar-pendidikan-indonesia/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/apa-kabar-pendidikan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Feb 2020 10:49:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4367</guid>

					<description><![CDATA[<p>Driser, di bulan lahirnya Ki Hajar Dewantara ini kita mau ngobrolin tentang pendidikan. &#160;Kita penasaran, apa sih pendapat siswa, orang tua murid, atau guru yang berkaitan dengan keadaan pendidikan dalam negeri saat ini. Kali ini DRISE berhasil menodong mereka yang mewakili siswa, orang tua murid dan guru. Yuk kita intip pendapatnya! Wawancara Crew dengan Putri, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/apa-kabar-pendidikan-indonesia/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Apa kabar pendidikan Indonesia?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/apa-kabar-pendidikan-indonesia/">Apa kabar pendidikan Indonesia?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Driser, di bulan lahirnya Ki Hajar Dewantara ini kita mau ngobrolin
tentang pendidikan. &nbsp;Kita penasaran, apa
sih pendapat siswa, orang tua murid, atau guru yang berkaitan dengan keadaan
pendidikan dalam negeri saat ini. Kali ini DRISE berhasil menodong mereka yang mewakili
siswa, orang tua murid dan guru. Yuk kita intip pendapatnya! </p>



<p><strong>Wawancara Crew dengan Putri, selaku Siswa. </strong></p>



<p><strong><em>Crew</em> </strong>: Melihat pendidikan sekarang, baik mutu
maupun sistem pendidikan, menurut kamu kayak apa? </p>



<p><strong><em>Siswa</em></strong> : Tidak dapat dipungkiri Sob, bahwa sistem
pendidikan sekarang jelas banyak mengeksploitasi waktu seorang siswa yang membutuhkan
istirahat yang cukup. Kenyataan sekarang? Siswa disibukkan dengan belajar
pelajaran duniawi. Dan porsi pendidikannya hanya 2 jam saja (90 menit).&nbsp; Hmm, Putri ngalamin sendiri soalnya. Gimana
tenaga kita diperas untuk belajar otodidak, presentasi di depan teman-teman,
diskusi.&nbsp; Terakhir kupaslah.. Apa tujuan
kita belajar suatu &#8220;Mapel&#8221; . Sehingga pelajaran yang kita terima ngga
sia-sia. Sehingga muncullah komentar &#8220;Buat apa belajar sejarah, bikin ngga
bisa move on!&#8221; </p>



<p><strong><em>Crew</em></strong> : Kalau boleh berkhayal, kamu pengen
sekolah dan pendidikan di Indonesia kayak gmn? </p>



<p><strong><em>Siswa</em></strong> : Yang jelas Putri pengen sekolah ngga
bersikap sekuler. Sekedar mengambil pendidikan duniawi dan melepaskan unsur agama.
Ibarat belajar biologi, kaitkan bahwa ada Allah yang menciptakan kita, sehingga
kita akan faham siapakah diri ini? Dan untuk apa kita di dunia. Serta kelak bagaimana
kia harus mempertanggungjawabkan amal ibadah kita. Kan lucu ya Sob? Seandainya
agama cuma dikasih porsi 2 jam.. </p>



<p><strong><em>Crew</em></strong> : Menurut kamu, kalau ada yg corat coret
abis lulusan itu gmn? </p>



<p><strong><em>Siswa</em></strong> : Boleh dong, kalau coret-coretnya dengan
pena diatas kertas.. Mengabadikan momen-momen dengan kawan-kawan dan pengalaman
inspiratif yang bisa &nbsp;dibukukan..
Sehingga dapat menginspirasi yang lain. Tapi kalau yang dicoret-coret baju?
Aduh, jangan sampai dilakukan deh </p>



<p><strong>Wawancara Crew dengan salah satu orang tua murid, Bu
Neneng : </strong></p>



<p><strong>Cre</strong>w : Melihat pendidikan sekarang, baik mutu maupun
sistem pendidikan, menurut ibu seperti apa? </p>



<p><strong><em>Ortu</em></strong> : Kacau balau, kurikulum kerap berganti
ganti. Anak anak dibebani dengan pelajaran yg tidak&nbsp; penting, sementara minat dan bakat anak tidak
tergali. </p>



<p><strong><em>Crew</em></strong> : Kalau ada yg corat coret abis lulusan,
menurut ibu gmn? Bagaimana seharusnya remaja kita ber ekspresi? </p>



<p><strong><em>Ortu</em></strong> : Sy menyayangkan perilaku seperti itu
tapi saya juga memahami mereka, karena mereka tidak dilatih untuk mengekspresikan
kebahagiaan mereka dengan hal yg <strong>positif dan tentunya minus teladan yg baik </strong></p>



<p><strong><em>Crew</em></strong> : Apa harapan ibu untuk pendidikan Indonesia
di masa depan? </p>



<p><strong><em>Ortu</em></strong> : Sistem pendidikan yang membuat anak
belajar dengan gembira dan penuh semangat untuk mempelajari sesuatu. Sehingga
anak menyambut hari sekolah dengan antusias. </p>



<p><strong>Wawancara Crew dengan salah guru muda dari Cirebon, Ibu
Juwita: </strong></p>



<p><strong><em>Crew</em></strong>&nbsp;
:&nbsp; Apa yang paling meresahkan menurut
ibu di dunia pendidikan sekarang? </p>



<p><strong><em>Bu Guru</em></strong> : Yang meresahkan banyak sekali kadang
merasa sedih sendiri dan bertanya dalam hati kok bisa ya pelajar kita seprti itu?
Pacaran, gaul bebas seks bebas, aborsi, narkoba, tawuran, bullying </p>



<p><strong><em>Crew</em></strong> : Bagaimana sebaiknya hubungan antara
ortu dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan?</p>



<p>&nbsp;<strong><em>Bu Guru</em></strong>
: Hubungan guru dengan murid harus tercipta rasa cinta dan rindu. Menjadi guru
yg dirindu siswa/i , guru yag merindukan siswa, dan antara guru dan siswa
saling mencintai ilmu dan menimba serta mengamalkannya. Guru yang menanamkan
aqidah Islam yg kuat dan membentuk karakter pola sikap &amp;perilaku Islami
peserta didik. Keduanya saling bersinergi. </p>



<p>Sekolah tidak lepas dari peran guru. Sedang keberhasilan
secara tidak langsung dipengaruhi peran serta orang tua selaku wali murid.
Keduanya bersama merangkul anak bangsa untuk mencintai ilmu dan mendapati
falsafah yang mulia dalam mengejar ilmu. Tak semata aspek materi atau kelulusan
saja dikejar. </p>



<p>Harmonisasi siswa, guru, dan orang tua tak lepas dari aturan
pendidikan yang menaunginya, apakah mengarah pada sekularisme atau ditopang
oleh aqidah islam. &nbsp;Jika asas sekulerisme
yang menopang sistem pendidikan seperti di negeri ini, tak heran jika hasilnya memprihatinkan.
Sebaliknya, jika akidah Islam yang menopang aturan pendidikan saat ini tentu
akan lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dari negeri Kartini yang berkontribusi untuk
kebaikan Islam dan kaum Muslimin.[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/apa-kabar-pendidikan-indonesia/">Apa kabar pendidikan Indonesia?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/apa-kabar-pendidikan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4367</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semangat Kartini, Wujud Emansipasi?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/semangat-kartini-wujud-emansipasi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/semangat-kartini-wujud-emansipasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 06:21:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4331</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17  September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia.&#160; Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendirian menulis surat kepada &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/semangat-kartini-wujud-emansipasi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Semangat Kartini, Wujud Emansipasi?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/semangat-kartini-wujud-emansipasi/">Semangat Kartini, Wujud Emansipasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ba<strong><em>den Adjeng Kartini</em></strong><em> (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 </em> <em>September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut </em></p>



<p><strong><em>Raden Ayu Kartini</em></strong></p>



<p><em>adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional
Indonesia.&nbsp; Karena Kartini bisa berbahasa
Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendirian menulis surat kepada teman-teman
korespondensi yang berasal dari Belanda. </em></p>



<p><em>Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak
mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada
kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan
pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang
rendah </em>(Sumber : Wilkipedia). </p>



<p>Hingga kini sosoknya menginspirasi perempuan Indonesia untuk
lebih maju. Bagaimana ya pendapat DRISEr tentang sosok Ibu Kartini dan perjuangannya?
Yuk simak beberapa segmen yang berhasil dikutip oleh redaktur. <em>R. A.</em></p>



<p><em>&nbsp;Kartini merupakan
pejuang hak-hak wanita pada jamannya. Beliau menuntut kesamaan hak bagi wanita,
seperti hak untuk menuntut ilmu, bekerja dan sebagainya. Saya pribadi setuju
dengan ide emansipasi, karena manfaatnya bisa saya rasakan. Dapat mengenyam
pendidikan tinggi, mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkarir. Namun,
kesetaraan tersebut ada batasnya. Asal jangan keluar dari kodrat sebagai
wanita. </em><strong>(Rara, anggota komunitas Baca Yuk )</strong> </p>



<p>Kadang kala juga DRISEr mendapati jawaban polos dan apa adanya
dari DRISEr. Walaupun hari kartini selalu diperingati tiap tahunnya, nggak
tertutup kemungkinan banyak juga yang lupa. Berikut jawaban simpe ala Rizki,
muslimah asal Cirebon ini. ·_ </p>



<p><strong><em>Apa sih yang kamu tau tentang sepak terjang RA Kartini
? </em></strong></p>



<p><em>Ibu Kartini pejuang wanita, pembela wanita.</em> ·_</p>



<p>&nbsp;<strong><em>Apa kamu setuju
dengan ide emansipasi dan kesetaraan gender?</em></strong> </p>



<p>Setuju, dalam artian wanita bukan utk diremehkan. &nbsp;Yang cukup panjang kali lebar adalah jawaban
dari Diah, teman seperjuangan Alga dulu pas di Medan. Seperti apa ya jawaban
ukhti salehah yang satu ini tentang Ibu Kartini dan selintas perjuangan bertema
emansipasi wanita. </p>



<p><em>Terkait emansipasi wanita saya berpendapat harus ada
batasanbatasannya. Terlebih lagi ide itu sejatinya ide ala barat yg diusung ke negeri
muslim. Karena Islam menciptkan laki-laki dan perempuan komplit dgn fitrah &nbsp;masingmasing. Begitu harmonis. Terlihat dengan
amanah-amanah yang Allah Swt tetapkan atas hambaNya. </em></p>



<p><em>Misalnya laki-laki qawwam ala nisa&#8217; dan perempuan itu umm
wa rabbah al-bait. Berjalan beriringan dan harmonis, insyaallah. Seandainya
saya hidup di zaman Ibu Kartini, saya akan ikut barisan perjuangan beliau dalam
menyadarkan perempuan indonesia untuk kembali pada cahaya dan memperjuangkan islam
kembali hadir di ranah kehidupan.</em>&nbsp; </p>



<p><strong><em>(Diah, aktivis dakwah, tinggal di Medan)</em></strong> </p>



<p><strong><em>Janganlah kalian iri hati terhadap apa yang
dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian lebih banyak dari </em></strong>&nbsp;<strong><em>sebagian yang lain. (Sebab) bagi
laki-laki ada bagian dari apa yang mereka </em></strong>&nbsp;<strong><em>usahakan, bagi para wanita (pun) ada bagian
dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha </em></strong>&nbsp;<strong><em>Mengetahui
segala sesuatu.” </em>(QS an-Nisa&#8217; [4]: 32).</strong> _ </p>



<p>Driser, sekedar ngingetin ayat Allah di atas. Laki perempuan
dalam Islam itu udah ada bagiannya masingmasing. Keduanya punya akses yang sama
untuk dapatkan kapling surga&nbsp; dan banjir
pahala. Nggak mesti ngiri satu sama lain. Ide emansiapsi, sejatinya akal-akalan
orang Barat&nbsp; untuk merendahkan martabat
wanita. </p>



<p>Kesannya keren bin eksis kalo kaum hawa bisa menyamai pria
dalam banyak hal. Ternyata, itu menyalahi kodrat sodara sodari. Dan ternyata, semangat
Kartini bukan untuk emansipasi. Tapi biar perempuan&nbsp; punya hak yang sama terutama dalam mengenyam pendidikan.
Jangan salah kaprah ya! <strong>[Alga Biru]</strong> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/semangat-kartini-wujud-emansipasi/">Semangat Kartini, Wujud Emansipasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/semangat-kartini-wujud-emansipasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4331</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peka LGBT : Perduli sahabat sebelum terlambat</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/peka-lgbt-perduli-sahabat-sebelum-terlambat/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/peka-lgbt-perduli-sahabat-sebelum-terlambat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2019 04:21:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4260</guid>

					<description><![CDATA[<p>beberapa waktu belakangan ini, &#160;marak gelombang opini seputar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, &#160;Transgender). Yang mengusung dan memperjuangkan pelegalannya pun tak kalah radikalnya, mulai dari melayangkan somasi pada media nasional hingga tokoh elit politik. Kita yang masih rindu kembali kepada fitrah, pastinya nggak mau dong bergelimang kemaksiatan dan dikena azab seperti kaum Sodom. Rubrik reportase kali &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/peka-lgbt-perduli-sahabat-sebelum-terlambat/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Peka LGBT : Perduli sahabat sebelum terlambat</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/peka-lgbt-perduli-sahabat-sebelum-terlambat/">Peka LGBT : Perduli sahabat sebelum terlambat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>beberapa waktu belakangan ini, &nbsp;marak gelombang opini seputar LGBT (Lesbian,
Gay, Biseksual, &nbsp;Transgender). Yang
mengusung dan memperjuangkan pelegalannya pun tak kalah radikalnya, mulai dari
melayangkan somasi pada media nasional hingga tokoh elit politik. Kita yang
masih rindu kembali kepada fitrah, pastinya nggak mau dong bergelimang
kemaksiatan dan dikena azab seperti kaum Sodom. Rubrik reportase kali ini coba
mengulik sekitar, seperti apa fakta di lapangan tentang isu hangat ini. Berikut
petikan percakapan Redaktur dengan Allan salah satu pembaca DRise. </p>



<p><strong>DRISE</strong> : Pernah nggak sih ngalamin ada teman sendiri
yg gay atau punya kecenderungan homoseksual? Kira2 enaknya digimanain? </p>



<p><strong>ALLAN</strong> : <em>alhamdulillah kalau untuk teman sendiri
belum pernah ngalamin yang namanya punya teman gay. tapi, pernah suatu ketika
main kerumah teman dan di sana ada dua gay karena kakaknya teman tersebut butuh
perawatan rambut. maklumlah dua gay ini pegawai salon (wkwk). Kalau saya
pribadi (karena geli berhadapan dengan kaum gay) apabila ketemu gay enaknya itu
ya dihindari. tapi kalau emang gak bisa, ya udah jaga diri aja. jaga jarak. karena
sepengetahuan saya gay itu suka megang-megang. dan kalau perlu kita dakwahi dia
bahwa gay itu termasuk menyalahi fitrah. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/13.1.0/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em> </p>



<p>Redaktur DRISE menelusuri jejak SSA (<em>same sex attraction</em>/penyuka
sesame jenis) di dunia maya. Dan mulai tertarik mendalami sebuah closed group
yang berisi sugesti positif yang menampung para kliennya yang ingin sembuh dari
potensi LGBT ini. Dari postingan para klien, beberapa diantaranya tentu ada
yang berbagi kisah dan masalah untuk mencari solusinya. Coba, kita renungkan
baik-baik ya salah satu case berikut ini. </p>



<p><em>Dear guys: Sampai saat ini aku blom mngakui </em>&nbsp;<em>bhw aku gay, biseks ato smacamnya krn khawatir
itu smkin mnsugesti diriku sndiri.. Wlopun pd knyataannya ada yg tdk beres dgn orientasi
seksku.. Aku lahir dlm klrga brokenhome.. ayahku pergi saat aku masih dlm
kandungan. Krn orientasi seksku skrg, </em>&nbsp;<em>Aku sering bingung, sedih dan marah dgn yg aku
sndiri ga tau dgn siapa..</em></p>



<p><em>&nbsp;Aku merasakan keganjilan
ini dr awal masuk SMP smpai skrg.</em> <em>Ya Alloh, aku hmpir tidak mengenali
diriku sndiri krn hal ini.. Sebulan lg aku mnikah dn smpai skrg aku msih sgt
mrasakan keganjilan dlm diriku.. </em></p>



<p><em>Guys ada yg bisa kasi saran.. Sy bingung.</em> Hemm,
komplit ya masalahnya. Kalau kita dicurhatin teman yang begini, kira-kira apa
ya yang bakal kita kasih solusinya. Pastinya nggak gampang menyelami dan
mengalahkan ego dalam diri. Bayangin, perangnya melawan diri sendiri, saling
silang bertabrakan, antara keinginan dengan keegoisan. Alhamdulillah, salah
satu pilar masyrakat yaitu kontrol sosial hadir dalam bentuk komunitas PEDULI
SAHABAT. </p>



<p>Yaitu Konsultasi dan pendampingan seputar dunia orientasi
seksual dan identitas sosial non-heteroseksual. Memiliki visi <em>“Konsultasi
dan pendampingan seputar dunia orientasi seksual dan identitas sosial non-heteroseksual
(orang sering menyebut dengan istilah LGBT)</em>”. Buat yang rada-rada punya
masalah kayak gini, buruan deh dipecahkan di tempat dan pada orang yang tepat.
Jangan sampai malah terjebak dalam arus homoseksual yang kelak akan disesali
dunia dan akhirat. Berikut petikan wawancara DRISE dengan Kak Sinyo selaku
Founder Peduli Sahabat. &nbsp;</p>



<p><strong>DRISE </strong>: Sejauh mana pengawalan PS terhadap klien ? </p>



<p><strong>Kak Sinyo</strong> : lewat online atau digital, klien yang
mengawasi dirinya sendiri. Kalau berbohong ya tidak ada yang rugi kecuali dirinya.
</p>



<p><strong>DRISE</strong> : Apakah sampai sembuh atau &nbsp;sekedar mengatasi keluhan dini saja </p>



<p><strong>Kak Sinyo</strong> : Kita tidak menggunakan kata sembuh,
kembali ke fitrah, stay di jalan Allah walau ssa. Membekali hidup beridentitas
hetero, soal ssa berubah atau tidak urusan belakangan. </p>



<p><strong>DRISE</strong> : Apa harapan PS untuk masyarakat Indonesia
terutama menyikapi isu LGBT yang berkembang saat ini? </p>



<p><strong>Kak Sinyo</strong> : Bukan mencaci tapi memberi solusi Perilaku
menyimpang LGBT yang menyerupai kaum Sodom ini sebenarnya sudah diprediksikan
dan dikhawatirkan oleh Rasulullah Saw. So, udah nggak jamannya lagi kita cuek
dan sok membela LGBT atas nama HAM juga demokrasi. Udah jelas-jelas perilaku
kaumnya nabi Luth ini menyimpang dari fitrah. </p>



<p>Yuk terapkan islam kaffah! Supaya penyimpangan ini dan sejenisnya nggak makin menjadi-jadi. Ajak saudara kita pada hal-hal positif, mantepin ngaji, and say no to LGBT! [Alga Biru] </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/peka-lgbt-perduli-sahabat-sebelum-terlambat/">Peka LGBT : Perduli sahabat sebelum terlambat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/peka-lgbt-perduli-sahabat-sebelum-terlambat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4260</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UN : Kisah Klasik Untuk Masa Depan</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/un-kisah-klasik-untuk-masa-depan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/un-kisah-klasik-untuk-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2018 06:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap tahun, yang namanya Ujian Nasional memang selalu Scenut buk saja menimbulk an main. P an keerut? Mules! Badan? Ng tegangan. Hati, kepala, rgasan ak demam ya cenat nggak meriang, tapi panas dingin. Dan &#8216;panggilan alam&#8217; yang biasanya normal pun ngedadak jadi egois. Merampok ketenangan. Argh! Harus ke toliet deh demi kelegaan lahir dan batin! &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/un-kisah-klasik-untuk-masa-depan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">UN : Kisah Klasik Untuk Masa Depan</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/un-kisah-klasik-untuk-masa-depan/">UN : Kisah Klasik Untuk Masa Depan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap tahun, yang namanya Ujian Nasional memang selalu Scenut buk saja menimbulk an main. P an keerut? Mules! Badan? Ng tegangan. Hati, kepala, rgasan ak demam ya cenat nggak meriang, tapi panas dingin. Dan &#8216;panggilan alam&#8217; yang biasanya normal pun ngedadak jadi egois. Merampok ketenangan. Argh! Harus ke toliet deh demi kelegaan lahir dan batin! Beser ciiiyn! Ups!</p>
<p>Itulah pengalaman seru yang sempat redaksi D&#8217;Rise dengar dari Falah Achmad Bagusti, siswa SMAN 1 Babakan Madang, Sentul-Bogor yang cukup bikin ngikik. Cowok Rohis yang berusia 17 tahun ini terang-terangan bilang, “Banyak yang hilir mudik ke toilet! Ketegangan terjadi dalam satu ruangan, dan diantara kami, ada yang sampai histeris saat melihat soal Ujian Nasional (mungkin karena kurang persiapan).”</p>
<p>&nbsp;Sedetik, redaksi D&#8217;Rise langsung teringat kisah UN pribadi di tahun 2007. Nostalgia. Lucu. Memang sih. Nggak semua orang yang ngadepin UN tuh kayak gitu. Nurul Imania Utami anak SMA Plus YPHB Bogor salah satunya. Dia merasa biasa-biasa ajah ngadepin UN dan yakin lulus Insyaa ALLAH karena sudah diiringi do&#8217;a dan usaha yang maksimal.</p>
<p>Masalahnya cuma satu. Kadang dia merasa laper ajah pas ngerjain soal meski sebelumnya sudah sarapan di rumah. Weh?! Tapi seru katanya! Karena meski dalam kondisi yang begitu, dia masih bisabisanya dapat ilham. Entah ilham seperti apa yang dia maksud, hehe. Cerita dari Asti lain lagi. “Setiap pengawas di ruang saya tuh pasti menegur teman saya yang lagi tidur. Terus kalau ada dua pengawas yang ngobrol kan berisik banget, ya udah kita kayak bikin pertunjukkan. Ada yang geser-geser dan mukul-mukul meja, berdeham nggak jelas, pokoknya riweuh!”</p>
<p>Redaksi D&#8217;Rise tertawa lagi. Membayangkan kelas XII IPA 4, MAN 2 Bogor ini meradang, menggila. Karena itu imut sekali dan menggemaskan, hahaha, peace! Dan jauh dari itu semua, redaksi D&#8217;Rise yakin, kalau orang tua dan guru mereka pun pasti merasakan hati yang sama tegangnya, sama cemasnya. Hmm! Kalang kabut? Ah, apa lah itu namanya yang jelas bukan hanya milik sang murid saja kekhawatiran itu. Tetapi juga kepunyaan orangtua dan pihak sekolah tentunya (yang mengharapkan seluruh anak didiknya menjadi anak yang BERHASIL).</p>
<p>Tetapi sedih campur pedih rasanya karena pemerintah tuh belum bisa diajak kompak. Sistem pendidikan di negeri ini masih belum mengacu pada basic (karakter) kurikulum yang benar. Iya tujuan sudah kembar, ingin membentuk generasi yang beriman dan bertaqwa. Tapi antara tujuan nggak matching dengan tataran praktisnya. Input-proses-output aneh berantakan. Failure system. Tapi enggan diganti. Huh! Kisah Klasik Untuk Masa Depan UN semakin tahun semakin &#8216;variatif&#8217; kisahnya. Level kesulitan di tiap tingkatan selalu saja nggak bersahabat. Meski banyak yang mengakui aroma keadilan untuk POS UN sekarang (karena adanya barcode khusus pada soal UN demi meniadakan kecurangan). Tapi karena tidak total, semuanya jadi percuma.</p>
<p>Pemerintah luput. Program pembinaan yang tonggak keberhasilannya adalah kepribadian mulia pada siswa didik, tidak terjadi pada instrumen pendidikan yang selama ini diusung dan dipertahankan. Terlebih, dukungan faktor luar seperti suburnya gaya hidup hedonisme membuat siswa banyak lalai dan salah kaprah mengenai makna keberhasilan hakiki. Ini yang bikin tambah ngilu.</p>
<p>Miris berlapis-lapis. Sebab masih banyak teman dan adik kita yang jadinya lebih tunduk dengan kelulusan UN dan menggadaikan harga dirinya di mata penciptanya sendiri. My God! Ok deh nggak lulus UN sekilas rasanya akan sangat malu luar biasa. Entah kemana lagi muka harus diletakkan jika tidak lulus. Namun, serius deh. Kalau dipikir ulang secara lebih mendalam, kayaknya rugi berat kalau di mata ALLAH kita malah menjadi pecundang. Menipu diri sendiri dan tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri.</p>
<p>Yap! Nyontek itu begitu. Padahal, salah satu bentuk menghargai diri sendiri adalah usaha keras dan percaya penuh pada kekuatan yang ALLAH sudah beri kepada kita. Negeri ini sudah rusak. Kita sebagai rakyat, meski masih duduk di bangku MA/SMA, baru bisa sampai UN tanggal 15-18 April 2013 kemarin, tapi harus bisa cerdas memahami keadaan. Kita menyaksikan kerusakan di negeri ini, masa kiita mau ikutikutan rusak juga? Kan nggak relevan dengan cita-cita kita yang mendamba surga. Harusnya kita bisa menjadi remaja pengubah.</p>
<p>Tidak hanya membuat diri baik tetapi negeri dan dunia ini juga baik. Dengan dakwah, dengan Islam 100%. Jadi bukan hanya sekedar menjadi seorang pelajar tetapi juga pengemban dakwah yang berjuang untuk menyuarakan Islam. Jika sistem pendidikan di negeri si Unyil ini nggak ada perubahan, maka UN akan selalu menjadi kisah klasik untuk masa depan. Terus-terusan menghasilkan permasalahan yang tak kunjung terpecahkan. Hanya sistem pendidikan Islam yang bisa merubahnya menjadi kisah cantik pengukir masa depan. Pasti! []</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/un-kisah-klasik-untuk-masa-depan/">UN : Kisah Klasik Untuk Masa Depan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/un-kisah-klasik-untuk-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3669</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KONFERENSI REMAJA ISLAM</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/konferensi-remaja-islam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/konferensi-remaja-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2018 23:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3524</guid>

					<description><![CDATA[<p>lebih dari 1500 remaja hadir di Auditorium Sport Center &#160;Ragunan, Jakarta (16/12) lalu dalam Konferensi Remaja &#160;Islam. Mereka membuat remuk wajah orang-orang yang &#160;linglung dan pesimis dengan kapabilitas Syari&#8217;at Islam sebagai &#160;pemecah segala problematika ummat. Mereka terus membara &#160;dengan perjuangannya yang luar biasa. Mereka tetap yakin &#160;terhadap kualitas hukum ALLAH yang hanya diterapkan oleh &#160;negara-lah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/konferensi-remaja-islam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">KONFERENSI REMAJA ISLAM</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/konferensi-remaja-islam/">KONFERENSI REMAJA ISLAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>lebih dari 1500 remaja hadir di Auditorium Sport Center &nbsp;Ragunan, Jakarta (16/12) lalu dalam Konferensi Remaja &nbsp;Islam. Mereka membuat remuk wajah orang-orang yang &nbsp;linglung dan pesimis dengan kapabilitas Syari&#8217;at Islam sebagai &nbsp;pemecah segala problematika ummat. Mereka terus membara &nbsp;dengan perjuangannya yang luar biasa. Mereka tetap yakin &nbsp;terhadap kualitas hukum ALLAH yang hanya diterapkan oleh &nbsp;negara-lah yang sanggup menyejahterakan manusia. Karena Islam &nbsp;adalah rahmat bagi seluruh alam.</p>
<p>Rahmatan lil &#8216;aalamiin. Syari&#8217;at &nbsp;Islam yang harus diwujudkan dalam bentuk negara itulah &nbsp;bernama Khilafah. Sekedar info, orang-orang yang hadir disana, adalah orang-orang yang solutif. Visioner. Bukan orang-orang yang sekedar &nbsp;diajak tanpa maklumatul tsabiqoh. Blank. Nggak gitu. Juga bukan &nbsp;orang-orang yang hanya menuntut perubahan namun enggan &nbsp;memperjuangkan perubahan yang dituntutnya. Sebelum datang &nbsp;kesana, mereka sudah mempelajari banyak hal terkait &nbsp;permasalahan remaja, hakikat hidup, mengapa mereka harus &nbsp;memilih Islam sebagai way of life, mengapa mereka harus ta&#8217;at &nbsp;kepada ALLAH, mereka sadar ada konsekuensi yang harus &nbsp;ditanggung jika mereka hanya diam dan tak bergerak untuk &nbsp;segera menggenggam kemenangan itu, dlsb.</p>
<p>Jadi memang benar-benar remaja extraordinary. Remaja pilihan ALLAH, yang &nbsp;dicerahkan isi kepala dan hatinya untuk memeluk Islam &nbsp;sempurna. Siap hadapi tantangan dakwah. Insyaa ALLAH. Jam 7.30 D&#8217;Rise sudah sampai di lokasi. Cuaca cerah &nbsp;menjadi teman, semilir angin pagi yang menyegarkan pun seakan &nbsp;turut memberi semangat dan mengabarkan pada penduduk &nbsp;langit bahwa sedang terjadi perjuangan besar di bumi Indonesia. &nbsp;</p>
<p>D&#8217;Riser bisa lihat keindahan langit yang begitu biru dan betapa &nbsp;padatnya halaman Aula dari ragam rombongan remaja se-JaBoDeTaBekSuCiBa. Semua yang datang harus sabar mengantri &nbsp;untuk dapatkan tiket peserta, snack dan marchandise berupa stiker , &nbsp;liwa-roya dan tabloid makalah inspiratif. Jam 8.00 peserta sudah berkumpul di ruangan, Ukhti Ahsani &nbsp;Ashri dan Nur Fadhiilah menyambut peserta dengan hangat dan &nbsp;menguasai jalannya acara. Dan D&#8217;Riser tau? Yang bertindak sebagai &nbsp;MC itu, ternyata masih duduk di bangku SMA lho. Mereka masih &nbsp;kelas XII dan di slide saat perkenalan pun ada banyak prestasi yang &nbsp;sudah berhasil mereka raih.</p>
<p>MC memaparkan mengenai banyak hal &nbsp;terkait sesiapa saja yang nanti akan tampil sebagai orator dan &nbsp;membacakan pula susunan acara secara ringkas. Kemudian untuk semakin meluruskan niat dan menambah &nbsp;berkah acara, dibacakan ayat suci Al-Qur&#8217;an QS. Thaahaa ayat 20 &nbsp;dan sambutan dari Ustadzah Ir. Ratu Erma R selaku DPP Muslimah &nbsp;HTI. Setelah itu acara berlangsung dengan lancar dan sangat luar &nbsp;biasa karena seluruh orator dan fasilitator yang menampilkan &nbsp;teatrikal, puisi dan nasyid adalah anak-anak sekolah yang &nbsp;berprestasi.</p>
<p>Ini yang membuat D&#8217;Rise pun merasa acara ini memiliki &nbsp;nilai yang begitu besar dan di luar kebiasaan. Karena diantara sekian &nbsp;milyar remaja, terlihatlah yang benar-benar UNGGULAN! Unggul &nbsp;karena merekalah yang memiliki jiwa kepedulian yang tinggi &nbsp;terhadap nasib bangsa dan dunia ini. Ya. Mereka. Masyaa ALLAH, &nbsp;serius D&#8217;Rise banyak merinding disana. Bergetar. Sekaligus malu &nbsp;sekali rasanya. Karena teringat masa sekolah D&#8217;Rise dulu, yang &nbsp;masih jauh dari pemahaman Islam.</p>
<p>Tapi D&#8217;Rise yakin, tak peduli &nbsp;darimana kita memulainya, yang jelas kita harus bisa mengakhiri &nbsp;perjalanan ini di tempat pemberhentian terbaik. Saat kita tersadar bahwa kita harus berubah, saat itu pulalah kita harus &nbsp;menunaikannya. Tidak lagi menunda karena jika begitu hanya &nbsp;akan ada penyesalan nantinya. Semua memiliki kisahnya masing-masing dan atas semua &nbsp;itu kita bisa belajar dan menginspirasi Insyaa ALLAH. Dan khusus &nbsp;untuk mereka, baik para remaja yang menjadi orator dan peserta, &nbsp;D&#8217;Rise juga memiliki keyakinan, kelak, mereka akan semakin &nbsp;bertambah matang dari segi &#8216;aqliyah, tsaqofah dlsbnya. Insyaa &nbsp;ALLAH. D&#8217;Rise dan D&#8217;Riser juga jangan mau kalah! Setelah acara &nbsp;KRI ini, perjuangan kita untuk semakin gencar ber&#8217;amar makruf &nbsp;nahiy munkar pun harus lebih dahsyat. That&#8217;s all. [Hikari</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/konferensi-remaja-islam/">KONFERENSI REMAJA ISLAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/konferensi-remaja-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3524</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Real Hero</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/the-real-hero/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/the-real-hero/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2018 04:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3405</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak sekali orang hebat di dunia. Sayangnya, tak mudah &#160;untuk menemukan manusia prestatif ini. Karena memang &#160;mereka jarang sekali disorot media televisi. Liputan di&#160; B layar kaca lebih banyak mengumbar gaya hidup hedonis dan &#160;hiburan dengan segala bentuk acara. Sangat jarang menayangkan &#160;kisah inspiratif dari kaum muda yang berhasil meraih prestasi di &#160;kancah internasional. Kalopun &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/the-real-hero/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">The Real Hero</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/the-real-hero/">The Real Hero</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali orang hebat di dunia. Sayangnya, tak mudah &nbsp;untuk menemukan manusia prestatif ini. Karena memang &nbsp;mereka jarang sekali disorot media televisi. Liputan di&nbsp; B layar kaca lebih banyak mengumbar gaya hidup hedonis dan &nbsp;hiburan dengan segala bentuk acara. Sangat jarang menayangkan &nbsp;kisah inspiratif dari kaum muda yang berhasil meraih prestasi di &nbsp;kancah internasional.</p>
<p>Kalopun ada stasiun TV yang &nbsp;menayangkan, jam tayangnya bukan prime time. Udah gitu &nbsp;channelya nggak pupuler lagi. Tenggelam dah! Tak banyak orang yang tahu siapa Ali Khumaeni. Padahal, &nbsp;sebenarnya beliau itu orang yang Insyaa ALLAH hebat dan keren. &nbsp;Dilansir oleh viva.co.id, kompasiana.com dan detiknews.com, Ali &nbsp;Khumaeni adalah mahasiswa prestatif asal Kendal yang berhasil &nbsp;menyabet penghargaan untuk kedua kalinya di kancah &nbsp;internasional.</p>
<p>Setelah sebelumnya Ali mendapatkan &nbsp;penghargaan sebagai Young Scientist Award dari International &nbsp;conference on laser probing di Nagoya, Jepang, pada Oktober &nbsp;2008, sekarang Ali berhasil meraih penghargaan tingkat &nbsp;internasional bidang aplikasi Laser Plasma Spectroscopy atau &nbsp;Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) di kota Memphis, &nbsp;Tennessee, AS, pada 13-17 September 2010. Waah… Yang begini harusnya yang diacungi jempol. Yang &nbsp;layak dapat kata “wow” sambil koprol bagi yang mampu. &nbsp;Menurut pengakuan temannya yang menjadi &nbsp;penguat data artikel di kompasiana.com, katanya Ali &nbsp;ini adalah sosok yang agamis.</p>
<p>Tawadhu&#8217; dan &nbsp;sederhana. Tuh, yang begini baru pahlawan. D&#8217;Rise &nbsp;yakin, ada banyak sekali orang-orang semacam Ali &nbsp;yang tak terungkap. Layaknya bintang di angkasa. &nbsp;Banyak, namun hanya sedikit saja yang terlihat oleh &nbsp;mata. Sayangnya, pemerintah kurang bisa menghargai para &nbsp;pahlawan muda bangsa yang sudah sungguh-sungguh ingin &nbsp;membangun Indonesia. Makanya, banyak ilmuwan muda &nbsp;nusantara yang &#8216;mengabdikan&#8217; prestasinya untuk &nbsp;perkembangan ilmu pengetahuan negara lain seperti di &nbsp;Jepang. Ngenes! Fenfen Fenda Florena, 23 tahun mahasiswa Fisika &nbsp;UNPAD pun angkat bicaranya tentang hal ini. “Banyak faktor sih. &nbsp;</p>
<p>Selain karena fasilitas untuk mengembangkan penelitian disana &nbsp;lebih tersedia, juga karena minimnya apresiasi pemerintah dan &nbsp;rendahnya ekspektasi masyarakat terhadap para ilmuwan. Coba &nbsp;bandingkan, income yang didapat seorang ilmuwan di Indonesia &nbsp;dengan income yang didapat seorang ilmuwan di Singapura, &nbsp;Perancis, Jepang atau Jerman. Wuih, jauh banget! Ya, mau &nbsp;bagaimana lagi. Di negara kita, tipe pemerintah dan &nbsp;masyarakatnya teknosentris, lebih menghargai para sarjana dan &nbsp;ahli rekayasa/teknik dibandingkan dengan ilmuwan. Dan terlepas dari semua fenomena ini, seharusnya kita &nbsp;menyiapkan diri dan juga menyiapkan generasi muda di sekitar &nbsp;kita untuk kelak memiliki keahlian khusus di bidangnya masing-masing.</p>
<p>Ketika khilafah tegak, Banyak sekali pos-pos departemen &nbsp;yang harus terisi, misal departemen penerangan, departemen &nbsp;industri dan sebagainya. Siapa lagi yang akan mengisi bangku-bangku kosong daulah dalam menjalankan kebijakan penerapan &nbsp;Islam selain kita?</p>
<p>So, hayu kita sama-sama meningkatan valensi &nbsp;diri dan bertransformasi menjadi pribadi-pribadi islami yang &nbsp;ekspertis dalam bidangnya. Kita yang menantikan, merindukan &nbsp;dan memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah. Kita adalah &nbsp;muslim-negarawan sejati!” Kak Rindyanti Septiana, 24 tahun, Alumni Fakultas &nbsp;Syariah/IAIN Medan pun turut berkomentar, “Orang pinter di &nbsp;negeri ini banyak banget. Mulai dari pinter ambil uang rakyat, &nbsp;pinter nipu ngobral janji saat ajang kampanye, apalagi pinter &nbsp;cari muka alias cari simpatik rakyat. Lantas gimana nasib orang &nbsp;cerdas? Kasihan banget, sayang seribu kali sayang karena &nbsp;mereka hanya didukung oleh keluarga juga sekolahnya untuk &nbsp;berkarya dan berpretasi. Karena pemerintah memang abai. &nbsp;Kalimat ampuh yang sering disampaikn bahwa APBN negara &nbsp;untuk pendidikan sangat minim jadi nggak bisa deh bantu ini itu. &nbsp;Padahal, seharusnya negara memberi dukungan sepenuhnya &nbsp;baik materil maupun non materil. Nggak heran kalau kita &nbsp;menyaksikan remaja yang berprestasi udah banyak dibidik &nbsp;negara-negara luar untuk diberikan beasiswa dan akhirnya &nbsp;bekerja untuk memajukan negaranya. Ironis!” Yap! Sepakat dengan kedua teman D&#8217;Rise ini.</p>
<p>Banyak sekali &nbsp;keanehan dan ketidaknormalan yang terjadi di negeri &nbsp;ini dan dunia. Harusnya kita sudah mampu melihat &nbsp;ini sebagai sebuah masalah yang perlu dirubah. &nbsp;Menjadi prestatif di bidang apa pun adalah hak. &nbsp;Fastabiqul khayrat menjadi legislasi yang telah &nbsp;ALLAH berikan kepada kita untuk menjadi baik-terbaik. Tinggal kita yang seharusnya semakin ulet &nbsp;untuk bersungguh-sungguh demi menebarkan manfaat &nbsp;dan kebaikan. Semoga ini menjadi renungan untuk kita &nbsp;semua. Dan kita tak ragu lagi untuk berprestasi demi &nbsp;kemajuan Islam terutama. ALLAHU AKBAR! [Hikari]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/the-real-hero/">The Real Hero</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/the-real-hero/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3405</post-id>	</item>
		<item>
		<title>FREE FOR ROHINGYA</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/free-for-rohingya/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/free-for-rohingya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2018 08:12:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalars adalah sebutan untuk kaum Muslim &#160;minoritas keturunan Asia Selatan. Kalars bukan &#160;Ksebutan biasa. Melainkan bermakna ejekan. &#160;Bersifat merendahkan yang telah populer di kalangan &#160;mereka umat Buddha dan yang lainnya. Bagi mereka, &#160;Muslim di sekitar mereka memang layak untuk dihina &#160;dan tidak pantas untuk hidup. Jadi, membunuh kalars &#160;adalah baik. Itu pikir mereka. Their truly &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/free-for-rohingya/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">FREE FOR ROHINGYA</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/free-for-rohingya/">FREE FOR ROHINGYA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalars adalah sebutan untuk kaum Muslim &nbsp;minoritas keturunan Asia Selatan. Kalars bukan &nbsp;Ksebutan biasa. Melainkan bermakna ejekan. &nbsp;Bersifat merendahkan yang telah populer di kalangan &nbsp;mereka umat Buddha dan yang lainnya.</p>
<p>Bagi mereka, &nbsp;Muslim di sekitar mereka memang layak untuk dihina &nbsp;dan tidak pantas untuk hidup. Jadi, membunuh kalars &nbsp;adalah baik. Itu pikir mereka. Their truly confess. Sebuah kezholiman telah berlangsung. Dan &nbsp;yang merasakannya adalah saudara kita seiman; se-&#8216;aqidah. Jadi, jika tidak ada sedikit pun kepedulian kita &nbsp;terhadap kesengsaraan mereka, justru &nbsp;dipertanyakanlah keimanan kita. Penguasa pun &nbsp;demikian.</p>
<p>Meski menurut Jubir HTI, Ismail Yusanto &nbsp;dalam situs resmi HTI menyatakan sikap SBY yang &nbsp;mengirimkan surat untuk kedubes Myanmar adalah &nbsp;sebuah kemajuan, tetapi, Muslim Rohingya &nbsp;sesungguhnya lebih membutuhkan pertolongan yang &nbsp;real. Karena, jangankan hanya surat kecaman. PBB &nbsp;saja ditentang oleh pihak pemerintah Myanmar. &nbsp;Maka, tentu surat nggak akan bawa pengaruh apa &nbsp;pun untuk pemerintah Myanmar.</p>
<p>Harusnya pasukan &nbsp;tentara yang dikirim lengkap dengan persenjataannya &nbsp;tercanggih! Lawan perang dengan perang lagi! Entah sudah berapa puluh ribu saudara kita &nbsp;yang mati terbunuh etnis Buddha Burma dan &nbsp;pemerintah Myanmar. Bahkan jumlahnya terus &nbsp;bertambah hingga ratusan ribu. Lebih dari 300 ribu &nbsp;orang yang mengungsi dalam kondisi yang &nbsp;mengerikan di Bangladesh, lalu? Apa hal ini bukan &nbsp;sebuah masalah yang harus cepat-cepat ditangani? &nbsp;Bukan sesuatu yang urgent yang perlu dihiraukan??? &nbsp;Mengapa umat Islam dan penguasa negeri-negeri &nbsp;Islam disekitar Myanmar cenderung membiarkan? Aksi damai dari lebih dari empat ribu aktivis &nbsp;dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bersama &nbsp;ummat di patung Kuda tanggal&nbsp; 5 Agustus 2012 &nbsp;kemarin bukanlah satu-satunya bentuk apresiasi. &nbsp;</p>
<p>Tanggal 3 Agustus, 8 Agustus, 10 Agustus, aksi &nbsp;solidaritas di kota-kota besar di seluruh Indonesia pun &nbsp;menunjukkan rasa empati yang besar terhadap &nbsp;Muslim Rohingya. Berharap, pemerintah dapat &nbsp;melakukan sesuatu. Tsaqifa Noorhadi Az-Zahra, Nazzah dan &nbsp;Khonsaa, tiga anak kelas sepuluh dari SMAIT &nbsp;Insantama Bogor kena todong drise untuk dimintai &nbsp;pendapatnya. Mereka bilang, kalau aksi kemarin &nbsp;begitu Subhanallahu dan seru.</p>
<p>Meski pun sedang &nbsp;puasa, tapi semangat juang mereka yang peduli terasa &nbsp;dimana-mana. Menurut mereka, banyak info-info &nbsp;baru yang didapat dan semakin menyadarkan untuk &nbsp;lebih peduli lagi. Pokoknya bagi mereka aksi &nbsp;solidaritas untuk Muslim Rohingya sangat membakar &nbsp;semangat! Bagi mereka puasa bukanlah halangan &nbsp;untuk turut memperjuangkan dan membela hak-hak &nbsp;saudara Muslim yang membutuhkan pembelaan dan &nbsp;pertolongan. Dengan tegas mereka katakan, bahwa mereka nggak merasa &nbsp;capek sama sekali melainkan senang luar biasa.</p>
<p>Wow. Kakoi desu. Hal senada juga diungkap Ukhti Fitriana, mahasiswi UNAS PASIM &nbsp;Bandung. Ia pun menyatakan, “Kaum Muslim ibarat satu tubuh. Harus &nbsp;merasakan yang dialami saudara se-Muslim meski beda negeri. Kita harus &nbsp;bisa lebih semangat untuk memperjuangkan Islam tegak agar tidak ada lagi &nbsp;Kaum Muslim yang dizholimi. Bete berat dengan pemerintah yang tetap &nbsp;diam. Nggak bertindak apa pun untuk membantu saudara Muslim Rohingya. &nbsp;Yang ada, terkesan menutupi kejadian yang menimpa Rohingya sehingga &nbsp;masyarakat umum tidak terprovokasi dengan aksi Hizb.</p>
<p>Dengan aksi ini, &nbsp;seengaknya masyarakat jadi tau, bahwa masih ada saudara Muslim lain yang &nbsp;peduli dan ikut memperjuangkan hak-hak mereka.” Agung Affandi, seorang Mahasiswa semester tujuh UNAS PASIM &nbsp;Bandung mengikuti aksi solidaritas di kedubes Myanmar pada tanggal &nbsp;sepuluh Agustus lalu. “Ketika kami kemarin melakukan aksi, sayangnya &nbsp;kedubes Myanmar sedang libur. Tertulis di gerbang depan &#8216;full month day&#8217; &nbsp;kalau nggak salah, yang kami sendiri tidak tahu artinya apa. Yang jelas &nbsp;kedubes Myanmar sangat ketakutan hingga meliburkan diri satu bulan &nbsp;penuh, ketika sekelompok ormas dan Hizb mendatangi kedubes tersebut &nbsp;untuk memprotes pembantaian Muslim Rohingya. Lihatlah! Baru didatangi &nbsp;sekelompok ormas saja, mereka sangat ketakutan kesana kemari.</p>
<p>Belum jika &nbsp;daulah Khilafah tegak, Khalifah langsung akan mengirimkan tentara ke &nbsp;Myanmar untuk menyerukan jihad fi sabilillah dan mengejar pemimpin &nbsp;Myanmar beserta pemuka agama hingga ke ujung dunia sekali pun!” Yosh! Begitulah D&#8217;Riser. Sekiranya kita sangat bisa menebak bahwa &nbsp;semua ini terjadi karena ada sekat Nasionalisme yang membatasi. Atas dalih &nbsp;Nasionalisme, pertolongan yang seharusnya ada, diabaikan. Semua tak acuh &nbsp;dan lebih memilih untuk angkat tangan?! Inilah akibat Indonesia dan negara-negara di dunia masih betah berlama-lama mengemut ideologi sampah &nbsp;Kapitalisme-Sekulerisme-Nasionalisme. Kita bisa melihat dengan kekuatan &nbsp;iman, bahwa semua pembantaian yang terjadi pada Muslim Rohingya, Suriah, &nbsp;Palestina, Afghanistan, Irak, itu tidak lain solusinya adalah tegaknya instisusi &nbsp;Khilafah yang akan melindungi umat Islam di seluruh dunia tanpa kecuali. &nbsp;Masih ragu? Freedom For Rohingya! Save The Kalars With Khilafah! [Hikari]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/free-for-rohingya/">FREE FOR ROHINGYA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/free-for-rohingya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3298</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
