<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Konsul Syarie Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/konsul-syarie-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Sep 2019 22:41:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Mendeteksi Kesombongan</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/mendeteksi-kesombongan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/mendeteksi-kesombongan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2019 22:41:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3861</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Mbk, bagaimana cara mendeteksi &#160;penyakit sombong? (Syifa, Mlng) &#160; Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Syifa yang selalu menjaga hati, &#160;Memang penyakit fisik lebih mudah dikenali daripada penyakit hati. Padahal keduanya sama-sama harus diobati. Jika tidak akan membawa keburukan bagi penderitanya. Bahkan, penyakit hati akan menghantarkan pada kesengsaraan tidak hanya di dunia, tetapi juga di &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/mendeteksi-kesombongan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Mendeteksi Kesombongan</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mendeteksi-kesombongan/">Mendeteksi Kesombongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Mbk, bagaimana cara mendeteksi </em>&nbsp;<em>penyakit sombong? (Syifa, Mlng) </em>&nbsp;</p>



<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. </p>



<p>Dik Syifa yang selalu menjaga hati, &nbsp;Memang penyakit fisik lebih mudah dikenali
daripada penyakit hati. Padahal keduanya sama-sama harus diobati. Jika tidak
akan membawa keburukan bagi penderitanya. Bahkan, penyakit hati akan menghantarkan
pada kesengsaraan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat nantinya. </p>



<p>Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini. Hadirnya rasa
sombong sangat halus sekali. Banyak orang telah merasa rendah hati, padahal
dirinya sedang terjangkiti sifat tinggi hati. &nbsp;Dik Syifa yang selalu menjaga hati, </p>



<p>Sifat sombong telah menyebabkan &nbsp;setan terusir dari surga dan dikutuk Allah SWT
selamanya. “<em>Tidak akan masuk surga siapa yang di dalam hatinya ada kesombongan
walau seberat debu</em> “ (HR Muslim). </p>



<p>Allah SWT benar-benar mengharamkan surga untuk dimasuki
orangorang sombong. Kesombongan hanya layak&nbsp;
bagi Allah SWT yang memang memiliki keagungan dan sempurna. Sedang seluruh
makhluk hanya sekadar menerima kemurahan dari-Nya. </p>



<p>Dik Syifa, Kita bisa mendeteksi ada tidaknya &nbsp;sifat ini pada diri kita dengan mengenali
ciriciri kesombongan. Rasulullah SAW&nbsp; menyatakan
“<em>Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia</em>” (HR
Muslim). </p>



<p>Jika di dalam hati kita&nbsp;
ada satu dari dua hal ini, atau kedua-duanya&nbsp; ada, itu pertanda kita telah terjangkit&nbsp; penyakit ini. Misalnya, merasa diri lebih mulia,
lebih salih, lebih dekat Allah, lalu memandang orang lain dengan pandangan&nbsp; yang merendahkan. Sifat ini jika ada akan&nbsp; merugikan pelakunya. Sebab hakikatnya,&nbsp; semua kebaikan dan keburukan terjadi&nbsp; karena izin Allah. </p>



<p>“<em>Katakanlah bahwa&nbsp; semuanya
(kebaikan dan keburukan itu) adalah dari sisi Allah</em>” (QS An Nisaa 4:78). </p>



<p>Kita tidak mampu membuat kebaikan dan keburukan jika Allah
tidak menghendaki hal itu terjadi. </p>



<p>Dik Syifa, Hendaklah Kita selalu &nbsp;membersihkan hati agar terhindar dari penyakit
sombong. Senantiasalah ingat bahwa tiap penglihatan, pendengaran, bisikan hati
Kita akan dimintai pertanggungjawaban Allah SWT. </p>



<p>Semoga Kita menjadi hamba Allah SWT yang senantiasa berhati
bersih, dan kembali pada-Nya dalam keadaan bersih dan diridhai-Nya. [] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mendeteksi-kesombongan/">Mendeteksi Kesombongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/mendeteksi-kesombongan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3861</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hukum Memelihara Anjing</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-memelihara-anjing/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-memelihara-anjing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2018 00:55:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalmuallaikum.wr.wb..drise..a ku mau nnya ,orng islam itu apa gak brdosa mmlihara anjing?soal x skrang2 ini bnxk orng muslim mmlihara anjing.mhon d jwab y drise&#8230;? &#160;Saudaraku yang shalih, Para ulama sepakat bahwa tidak boleh memanfaatkan anjing kecuali untuk maksud tertentu yang ada hajat di dalamnya seperti sebagai anjing buruan dan anjing penjaga serta maksud lainnya yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-memelihara-anjing/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Hukum Memelihara Anjing</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-memelihara-anjing/">Hukum Memelihara Anjing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalmuallaikum.wr.wb..drise..a ku mau nnya ,orng islam itu apa gak brdosa mmlihara anjing?soal x skrang2 ini bnxk orng muslim mmlihara anjing.mhon d jwab y drise&#8230;?</p>
<p>&nbsp;Saudaraku yang shalih, Para ulama sepakat bahwa tidak boleh memanfaatkan anjing kecuali untuk maksud tertentu yang ada hajat di dalamnya seperti sebagai anjing buruan dan anjing penjaga serta maksud lainnya yang tidak dilarang oleh Islam. Ulama Malikiyah berpendapat bahwa terlarang (makruh) memanfaatkan anjing selain untuk menjaga tananaman, hewan ternak atau sebagai anjing buruan. Sebagian ulama Malikiyah ada yang menilai bolehnya memelihara anjing untuk selain maksud tadi. (Al Mawsu&#8217;ah Al Fiqhiyyah, 25/124)</p>
<p>Mengenai larangan memelihara anjing terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. Bersabda,“Barangsiapa memanfaatkan anjing selain anjing untuk menjaga hewan ternak, anjing (pintar) untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman, maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qiroth” (HR. Muslim no. 1575). Kata Ath Thibiy, ukuran qiroth adalah semisal gunung Uhud (Fathul Bari, 3/149).</p>
<p>Dari Ibnu &#8216;Umar, Rasulullah SAW.bersabda,“Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qiroth.” (HR. Bukhari no. 5480 dan Muslim no. 1574) Anjing yang dibolehkan untuk dimanfaatkan adalah untuk tiga maksud yaitu sebagai anjing yang digunakan untuk berburu, anjing yang digunakan untuk menjaga hewan ternak dan anjing yang digunakan untuk menjaga tanaman.</p>
<p>Lalu bagaimana hukum memelihara anjing untuk menjaga rumah? Ibnu Qudamah rahimahullah pernah berkata,“Tidak boleh untuk maksud itu (anjing digunakan untuk menjaga rumah dari pencurian) menurut pendapat yang kuat berdasarkan maksud hadits (tentang larangan memelihara anjing). Dan memang ada pula ulama yang memahami bolehnya, yaitu pendapat ulama Syafi&#8217;iyah (bukan pendapat Imam Asy Syafi&#8217;i). Namun pendapat pertama yang mengatakan tidak boleh, itu yang lebih tepat. Karena selain tiga tujuan tadi, tetap dilarang.</p>
<p>Al Qodhi mengatakan, “Hadits tersebut tidak mengandung makna bolehnya memelihara anjing untuk tujuan menjaga rumah. Si pencuri bisa saja membuat trik licik dengan memberi umpan berupa makanan pada anjing tersebut, lalu setelah itu pencuri tadi mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah”. (Al Mughni, 4/324) Walaupun sebagian ulama membolehkan memanfaatkan anjing untuk menjaga rumah, namun itu adalah pendapat yang lemah yang menyelisihi hadits yang telah dikemukakan di atas.</p>
<p>Seorang muslim seharusnya berhati-hati dalam urusan ini. Bertawakkal kepada Allah adalah hal yang paling utama dilakukan dalam menjaga rumah bagi seorang muslim, sembari melaksanakan sababiah yang ahsan dan tidak menyalahi hukum syara&#8217;. Kalau memelihara anjing untuk menjaga rumah saja terlarang apalagi hanya untuk sekedar hoby dan bersenang-senang, bagi orang yang berakal tentu sangatlah terlarang. Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-memelihara-anjing/">Hukum Memelihara Anjing</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-memelihara-anjing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3710</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Menabung Emas ?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bolehkah-menabung-emas/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bolehkah-menabung-emas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 10:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3646</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Asslamu alaikum wr. wb. Ust, ada seseorang menabung berupa emas (agar nilai tukarnya tetap/naik), lalu berniat menjualnya jika membutuhkan. itu bagaimana hukumnya? apakah termasuk menimbun yg jelas dilarang dalam islam? mhn bimbingannya. syukron. Farid, Surabaya. Wa’alaikumussalam, wrwb. &#160;Akhi fillah, di dalam kajian fikih &#160;islam dikenal istilah ihtikar , idkhar dan &#160;kanzul mal. Ihtikar adalah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bolehkah-menabung-emas/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Bolehkah Menabung Emas ?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bolehkah-menabung-emas/">Bolehkah Menabung Emas ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Asslamu alaikum wr. wb.</p>
<p>Ust, ada seseorang menabung</p>
<p>berupa emas (agar nilai tukarnya</p>
<p>tetap/naik), lalu berniat menjualnya</p>
<p>jika membutuhkan. itu bagaimana</p>
<p>hukumnya? apakah termasuk</p>
<p>menimbun yg jelas dilarang dalam</p>
<p>islam? mhn bimbingannya. syukron.</p>
<p>Farid, Surabaya.</p>
<p>Wa’alaikumussalam, wrwb. &nbsp;Akhi fillah, di dalam kajian fikih &nbsp;islam dikenal istilah ihtikar , idkhar dan &nbsp;kanzul mal. Ihtikar adalah menimbun &nbsp;barang yang merupakan kebutuhan &nbsp;masyarakat yang apabila barang &nbsp;tersebut tidak terdistribusikan maka &nbsp;menimbulkan mudharat dan kesulitan bagi &nbsp;masyarakat, seperti makanan atau barang &nbsp;kebutuhan pokok (beras, minyak sayur, gas dll.) &nbsp;</p>
<p>Ihtikar dilakukan agar penimbun bisa &nbsp;menjualnya dengan harga tinggi. Ihtikar &nbsp;hukumnya haram. &nbsp;Ada juga yang disebut dengan idkhar. Idkhar &nbsp;(menabung) adalah menyimpan (saving) uang &nbsp;karena adanya kebutuhan. Contoh menabung &nbsp;untuk membeli rumah, biaya pendidikan, untuk &nbsp;menikah, untuk ibadah haji dll. Idkhar &nbsp;hukumnya mubah. &nbsp;</p>
<p>Yang terakhir adalah kanzul mal yaitu &nbsp;menimbun harta (uang, emas dan perak) tanpa &nbsp;ada tujuan tertentu (hanya menumpuk-numpuk &nbsp;harta). Ini adalah aktivitas yang diharamkan &nbsp;oleh Allah. Berdasarkan firman Allah, “Orang-orang yang menimbun emas dan perak, dan &nbsp;tidak menafkahkannya di jalan Allah beritahulah &nbsp;mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa &nbsp;yang pedih.” (QS. Attaubah: 34)</p>
<p>Terkait dengan menabung emas dilihat dulu &nbsp;tujuannya, jika tujuannya hanya untuk investasi &nbsp;atau hanya untuk menjaga nilai agar tidak &nbsp;terkena inflasi maka ini bisa masuk kategori &nbsp;kanzul mal, dan aktivitas ini termasuk yang &nbsp;diharamkan Allah berdasarkan firman Allah di &nbsp;atas.</p>
<p>Tetapi apabila seseorang menabung emas &nbsp;dengan tujuan menjualnya nanti untuk kebutuhan tertentu seperti; membeli &nbsp;rumah, biaya sekolah, membeli mobil, &nbsp;biaya haji dll. Maka aktivitas menabung &nbsp;seperti diperbolehkan sebab:</p>
<ol>
<li>Emas tidak termasuk barang kebutuhan dharury (yang dibutuhkan masyarakat dalam &nbsp;memenuhi kebutuhan hidup &nbsp;mereka).</li>
<li>Aktivitas menabung (idkhar) dibolehkan dalam islam, karena menabung tidak mempengaruhi &nbsp;pasar dan tidak mempengaruhi &nbsp;aktivitas okonomi secara makro. Wajib diketahui bahwa, aktivitas &nbsp;penimbunan harta (kanzul mal) yang &nbsp;diharamkan bukan hanya pada emas dan &nbsp;perak saja tetapi juga dalam bentuk uang &nbsp;(meskipun tidak dalam bentuk emas dan &nbsp;perak).</li>
</ol>
<p>Saya sarankan bagi yang ingin &nbsp;berinvestasi agar menginvestasikan &nbsp;uangnya pada sektor-sektor riil. &nbsp;Maraknya tawaran investasi emas saat ini &nbsp;menunjukkan banyaknya umat islam &nbsp;yang tidak faham terhadap cara-cara &nbsp;yang yang telah dibuka oleh islam dalam &nbsp;upaya pengembangan harta (tanmiyatul &nbsp;mal). Wallahu a&#8217;la. []</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bolehkah-menabung-emas/">Bolehkah Menabung Emas ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bolehkah-menabung-emas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3646</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hukum Shalat Orang bertato</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-shalat-orang-bertato-2/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-shalat-orang-bertato-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 May 2018 22:12:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3558</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb saya mau &#160;tanya kalau seseorang pke tato,tpi &#160;org itu blm tau hkm&#8217;a,solat&#8217;a sah &#160;atau batal? &#160; Saudaraku, tentang hukum &#160;mentato badan, semua ulama &#160;sepakat bahwa itu haram. Alasannya &#160;karena itu adalah upaya merubah &#160;ciptaan Allah dan merupakan &#160;akitifitas tasyabbuh bil kuffar &#160;(menyerupai orang kafir). Lantas &#160;bagaimana jika seseorang sudah &#160;terlanjur ditato badannya, kemudian &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-shalat-orang-bertato-2/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Hukum Shalat Orang bertato</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-shalat-orang-bertato-2/">Hukum Shalat Orang bertato</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb saya mau &nbsp;tanya kalau seseorang pke tato,tpi &nbsp;org itu blm tau hkm&#8217;a,solat&#8217;a sah &nbsp;atau batal? &nbsp;</p>
<p>Saudaraku, tentang hukum &nbsp;mentato badan, semua ulama &nbsp;sepakat bahwa itu haram. Alasannya &nbsp;karena itu adalah upaya merubah &nbsp;ciptaan Allah dan merupakan &nbsp;akitifitas tasyabbuh bil kuffar &nbsp;(menyerupai orang kafir).</p>
<p>Lantas &nbsp;bagaimana jika seseorang sudah &nbsp;terlanjur ditato badannya, kemudian &nbsp;ia bertaubat dan ingin melaksanakan shalat, &nbsp;apakah shalatnya sah? Di dalam sebuah hadits rasulullah &nbsp;saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah &nbsp;memaafkan dari ummatku, kesalahan, &nbsp;kelupaan dan segala sesuatu yang &nbsp;dipaksakan atasnya.” (HR. Hakim dari Ibnu &nbsp;Abas). &nbsp;</p>
<p>Menato badan hukumnya memang &nbsp;haram, bukan berarti orang yang bertato &nbsp;tidak wajib shalat. Mungkin ada yang &nbsp;beralasan tidak sah shalat orang yang bertato &nbsp;karena tato dianggap menghalangi air ke kulit &nbsp;ketika bersuci (wudhu dan mandi junub), &nbsp;sehingga bersucinya tidak sah. Sekilas &nbsp;memang pernyataan ini benar, padahal tidak &nbsp;tepat.&nbsp; &nbsp;Sebab,</p>
<ol>
<li>Allah maha menerima taubat hambanya,</li>
<li>Shalat lima waktu hukumnya wajib,</li>
<li>Kalau menghapus tato itu mudah dan tanpa menyakiti badan maka harus dihapus, tetapi kalau menghapusnya &nbsp;harus dengan menyakiti badan, dengan &nbsp;disetrika misalnya, atau dengan memberikan &nbsp;cairan yang menimbulkan rasa sangat sakit, &nbsp;tentu ini justru perbuatan yang dilarang &nbsp;dalam islam, karena Allah berfirman “Dan &nbsp;janganlah kalian melemparkan diri kalian &nbsp;dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah:195). &nbsp;</li>
<li>Ada beberapa kaidah ushul yang membenarkannya, diantaranya; a. Meninggalkan syarat lebih baik &nbsp;daripada meninggalkan kewajiban, b. &nbsp;apabila terdapat dua bahaya dalam &nbsp;dua pilihan, maka pilihlah bahaya yang &nbsp;lebih ringan.</li>
</ol>
<p>Berdasarkan beberapa alasan &nbsp;diatas, maka orang yang terlanjur &nbsp;bertato kemudian ia bertaubat dengan &nbsp;taubatan nashuha lalu melaksanakan &nbsp;shalat maka insayaAllah taubat dan &nbsp;shalatnya diterima oleh Allah swt. Di samping itu semua bahwa &nbsp;islam adalah agama rahmatan lil &nbsp;alamin, agama yang sesuai dengan &nbsp;fitrah manusia dan tidak ada ajarannya &nbsp;yang bertentangan dengan akal sehat. &nbsp;</p>
<p>Betapa sulitnya manusia, sekiranya &nbsp;keinginan kuatnya ingin bertaqarrub &nbsp;kepada Allah tidak bisa tercapai hanya &nbsp;gara-gara tato yang sulit dihapus.&nbsp; &nbsp;Padahal Allah maha pengampun, maha &nbsp;pemaaf dan maha menerima taubat. &nbsp;Wallahu A&#8217;lam[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-shalat-orang-bertato-2/">Hukum Shalat Orang bertato</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-shalat-orang-bertato-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tubat Dari Murtad</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/tubat-dari-murtad/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/tubat-dari-murtad/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2018 03:04:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3510</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aslm. Ust, ibu saya seorg nasrani &#160;yang pernah masuk islam. Nah, ibu &#160;saya ingin masuk islam lagi. Itu &#160;bgaimana hukumnya? Syukron. &#160;Titian, Jakarta. Wa’alaikumussalam wrwb. Saudaraku, seorang yang tadinya &#160;muslim kemudian keluar dari &#160;keislamannya sedangkan dirinya sudah &#160;mencapai usia baligh, berakal dan &#160;mampu menentukan pilihan maka &#160;orang itu disebut dengan murtad. &#160;Mengenai hal ini Allah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/tubat-dari-murtad/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Tubat Dari Murtad</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tubat-dari-murtad/">Tubat Dari Murtad</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aslm. Ust, ibu saya seorg nasrani &nbsp;yang pernah masuk islam. Nah, ibu &nbsp;saya ingin masuk islam lagi. Itu &nbsp;bgaimana hukumnya? Syukron. &nbsp;Titian, Jakarta.</p>
<p>Wa’alaikumussalam wrwb. Saudaraku, seorang yang tadinya &nbsp;muslim kemudian keluar dari &nbsp;keislamannya sedangkan dirinya sudah &nbsp;mencapai usia baligh, berakal dan &nbsp;mampu menentukan pilihan maka &nbsp;orang itu disebut dengan murtad. &nbsp;Mengenai hal ini Allah berfirman yang &nbsp;artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang &nbsp;beriman kemudian kafir, kemudian &nbsp;beriman (pula), kamudian kafir lagi, &nbsp;kemudian bertambah kekafirannya, maka &nbsp;sekali-kali Allah tidak akan memberi &nbsp;ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) &nbsp;menunjuki mereka kepada jalan yang &nbsp;lurus.” (QS. An Nisa&#8217; : 137)</p>
<p>Jika seorang yang murtad dari islam &nbsp;kemudian bertekad kembali kepada islam maka &nbsp;pintu taubat Allah swt senantiasa terbuka &nbsp;baginya selama dirinya betul-betul melakukan &nbsp;taubat nashuha (taubat yang sungguh-sungguh). Mengenai hal ini dalam sitem islam/ &nbsp;khilafah ada dua pendapat. Yang pertama : Jika &nbsp;seorang yang beriman kemudian murtad, dan &nbsp;kembali ke Islam kemudian murtad kembali dan &nbsp;hal itu terulang berkali-kali, maka taubatnya &nbsp;tidak diterima oleh pemerintahan Islam, dan dia &nbsp;terkena hukuman mati.</p>
<p>&nbsp;Pendapat Kedua : Jika seorang&nbsp; yang &nbsp;beriman kemudian murtad dan hal itu terulang-ulang terus, kemudian ia taubat dan masuk &nbsp;islam, maka taubatnya tetap diterima oleh &nbsp;pemerintahan Islam&nbsp; dan dia dianggap muslim &nbsp;lagi dan boleh hidup bersama-sama orang-orang islam yang lain, serta berlaku hukum-hukum islam terhadapnya. Ini adalah pendapat &nbsp;mayoritas ulama, yaitu pendapat Hanafiyah, &nbsp;masyhur dari Malikiyah, Syafi&#8217;iyah dan &nbsp;salah satu pendapat imam Ahmad . ( lihat &nbsp;Tabyin al Haqaiq 3/284, Tuhfatul Muhtaj : &nbsp;9/96, Kasya&#8217; qina&#8217; : 6/177-178 ) Bagaimana dengan saat ini yang &nbsp;sistem islam tidak diterapkan? Maka &nbsp;kembali ke hukum asal yaitu setiap &nbsp;taubat hamba pasti diterima oleh Allah. &nbsp;Dan ketika ia telah taubat maka ia harus &nbsp;berusaha menjaga keislamannya hingga &nbsp;akhir hayatnya. Sebab Allah berfirman &nbsp;yang artinya:</p>
<p>“Barangsiapa mencari agama selain &nbsp;agama islam, maka sekali-kali &nbsp;tidaklah akan diterima (agama itu) &nbsp;daripadanya, dan dia di akhirat &nbsp;termasuk orang-orang yang rugi.” &nbsp;(QS. Al imran: 85)</p>
<p>Semoga taubat&nbsp; ibu&nbsp; akhi diterima &nbsp;oleh Allah. Setelah masuk islam lagi &nbsp;hendaknya beliau&nbsp; mempelajari islam &nbsp;dengan benar dan sungguh-sungguh, &nbsp;sehingga menjadi muslim yang &nbsp;merasakan kelezatan iman dan meyakini&nbsp; &nbsp;serta memahami islam sebagai agama &nbsp;yang sempurna, menentramkan jiwa &nbsp;memuaskan akal dan sesuai dengan &nbsp;fitrah manusia.Wallahu a&#8217;lam[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tubat-dari-murtad/">Tubat Dari Murtad</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/tubat-dari-murtad/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3510</post-id>	</item>
		<item>
		<title>HUKUM BELAJAR ILMU HITAM</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam-2/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 08:53:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3450</guid>

					<description><![CDATA[<p>aslmkm drise mw tanya ni apa ya &#160;hukumnya kalo qta ngaji tpi ada unsur &#160;untuk menuntut ilmu hitam / ilmu putih &#160;? misal: supaya tubuh menjadi kebal &#160;,tahan bacok , dll emang ada yah ilmu &#160;gituan ? mhon dbls ya (zahra-bogor) Wa&#8217;alaikumslm.wrwb. &#160;Saudaraku,&#160; pada dasarnya &#160;menuntut ilmu hukumnya wajib, hanya &#160;istilahnya dibedakan, kalau &#160;mempelajari ilmu &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam-2/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">HUKUM BELAJAR ILMU HITAM</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam-2/">HUKUM BELAJAR ILMU HITAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>aslmkm drise mw tanya ni apa ya &nbsp;hukumnya kalo qta ngaji tpi ada unsur &nbsp;untuk menuntut ilmu hitam / ilmu putih &nbsp;? misal: supaya tubuh menjadi kebal &nbsp;,tahan bacok , dll emang ada yah ilmu &nbsp;gituan ? mhon dbls ya (zahra-bogor)</p>
<p>Wa&#8217;alaikumslm.wrwb. &nbsp;Saudaraku,&nbsp; pada dasarnya &nbsp;menuntut ilmu hukumnya wajib, hanya &nbsp;istilahnya dibedakan, kalau &nbsp;mempelajari ilmu agama (yang terkait &nbsp;dengan pemenuhan kewajiban yang &nbsp;sifatnya individual) itu fardhu &#8216;ain. &nbsp;Artinya wajib bagi setiap muslim &nbsp;mempelajarinya. Sementara &nbsp;mempelajari ilmu-ilmu umum adalah &nbsp;fardu kifayah.</p>
<p>Artinya kalau secara &nbsp;fungsional sudah tercukupi &nbsp;kebutuhannya maka gugur kewajiban bagi yang &nbsp;belum mempelajarinya. Dalam ranah keilmuan &nbsp;Islam sangat luas cakupannya,&nbsp; menyangkut hal &nbsp;yang bisa diverifikasi dan hal-hal yang bersifat &nbsp;metafisik.&nbsp; &nbsp;Didalam kajian imu tauhid memang ada &nbsp;yang menyinggung masalah amrun kahriqun lil &nbsp;&#8216;adah (perkara yang luar biasa).&nbsp; Maksudnya &nbsp;sesuatu yang dilakukan manusia tetapi tidak &nbsp;wajar terjadinya, seperti: tidak mempan &nbsp;dibacok, berjalan diatas air, bisa menghilang dll. &nbsp;</p>
<p>Bahkan di tanah jawa ada ilmu atau ajian yang &nbsp;disebut kedotan (ilmu kebal), brojo musti &nbsp;(kekuatan pukulan penghancur), lembu sekilan &nbsp;(ilmu yang bisa menghindarkan badan dari &nbsp;sejata apapun meski dalam jarak satu jengkal) &nbsp;dll. &nbsp;Nah amrun khariqun lill &#8216;adah ini ada tiga,&nbsp; &nbsp;yaitu:</p>
<ol>
<li>Mukjizat &gt; hanya diberikan kepada nabi dan rasul, dan tidak dapat dipelajari, maka bisa dipastikan bahwa selain nabi dan rasul tidak &nbsp;akan mendapatkan mukjizat.</li>
<li>Karamah &gt; diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang shalih yang dekat denganNya atau biasa &nbsp;disebut wali-wali Allah, dan karamah ini tidak &nbsp;dapat dipelajari.</li>
<li>Sihir &gt; sesuatu yang luar biasa yang bisa diakukan oleh seseorang dan bisa dipelajari. Dengan&nbsp; melihat ketiga&nbsp; amrun &nbsp;khariqun lil&#8217;adah ini, maka bisa disimpulkan &nbsp;bahwa semua perkara luar biasa yang dilakukan &nbsp;manusia karena bisa dipelajari maka itu &nbsp;termasuk sihir, maka hukum mempelajarinya adalah haram. &nbsp;</li>
</ol>
<p>Misalnya seseorang yang akan &nbsp;menguasi ilmu kebal harus puasa 5 hari &nbsp;tanpa buka (buka dengan sesuap nasi &nbsp;dan seteguk air), kemudian pada malam &nbsp;kelima ia harus membaca mantra &nbsp;tertentu seribu kali setelah itu di uji dan &nbsp;bisa dibuktikan ia tidak mempan dibacok &nbsp;maka ini merupakan salah satu bentuk &nbsp;sihir.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa semua itu &nbsp;terjadi karena keterlibatan makhluk yang &nbsp;disebut jin. Sang jin terpangggil untuk &nbsp;datang karena mantra-mantra tertentu &nbsp;yang dibaca seseorang. &nbsp;Oleh karena tidak usahlah kita &nbsp;mempelajari ilmu-ilmu tersebut. &nbsp;Pelajarilah ilmu-ilmu yang dapat &nbsp;memperkuat akidah kita, pelajari pula &nbsp;ilmu fikih, ushul fikih dll. Yang dengannya &nbsp;kita dapat ibadah dengan benar serta &nbsp;mengetahui khazanah pemikiran islam. &nbsp;Dan jangan lupa dakwahkan ilmu yang &nbsp;sudah dipelajari. hal ini akan sangat &nbsp;memungkinkan kita menjadi wali-wali &nbsp;Allah yang mendapatkan karamah dari &nbsp;Allah dalam bentuk Nashrullah &nbsp;(pertolongan Allah) sehingga kita &nbsp;diberikan kemudahan dalam berdakwah, &nbsp;hujjah yang kuat didepan para penentang &nbsp;serta datangnya kemenangan bagi &nbsp;ummat ini. Walahu a&#8217;lam[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam-2/">HUKUM BELAJAR ILMU HITAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hukum Suara Wanita</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-suara-wanita/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-suara-wanita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2018 08:41:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3397</guid>

					<description><![CDATA[<p>Drise apa hukum nya seorang &#160;wanita mengeraskan suara &#160;dalam suatu pentas &#160;seni?(hamba Allah)&#160; Jumhur ulama&#8217; sepakat &#160;bahwa suara wanita itu bukan &#160;aurat. Sehingga laki-laki ajnaby &#160;(asing ) yang bukan mahramnya &#160;boleh mendengar suara&#160; wanita &#160;dewasa, baik suara itu pelan atau &#160;keras. Memang&#160; tidak dipungkiri &#160;ada perbedaan pandangan&#160; &#160;dikalangan ulama&#8217; menegenai&#160; &#160;apakah suara wanita itu aurat &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-suara-wanita/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Hukum Suara Wanita</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-suara-wanita/">Hukum Suara Wanita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Drise apa hukum nya seorang &nbsp;wanita mengeraskan suara &nbsp;dalam suatu pentas &nbsp;seni?(hamba Allah)&nbsp;</p>
<p>Jumhur ulama&#8217; sepakat &nbsp;bahwa suara wanita itu bukan &nbsp;aurat. Sehingga laki-laki ajnaby &nbsp;(asing ) yang bukan mahramnya &nbsp;boleh mendengar suara&nbsp; wanita &nbsp;dewasa, baik suara itu pelan atau &nbsp;keras. Memang&nbsp; tidak dipungkiri &nbsp;ada perbedaan pandangan&nbsp; &nbsp;dikalangan ulama&#8217; menegenai&nbsp; &nbsp;apakah suara wanita itu aurat atau &nbsp;tidak .</p>
<p>Sebagiannya mengatakan, &nbsp;suara wanita adalah aurat sehingga kaum &nbsp;wanita dilarang mengeraskan suara mereka &nbsp;yang akan disimak oleh laki-laki asing &nbsp;(bukan mahramnya). Menurut mereka, &nbsp;suara wanita lebih menimbulkan fitnah &nbsp;daripada suara gelang kakinya, sedangkan &nbsp;Allah telah berfirman: &#8220;Dan janganlah mereka &nbsp;memukulkan kakinya agar diketahui &nbsp;perhiasan yang mereka sembunyikan.&#8221; (QS. &nbsp;al-Nuur: 31)</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala telah melarang kaum &nbsp;wanita memperdengarkan suara gelang &nbsp;kakinya karena ia bagian dari perhiasannya, &nbsp;sebab dapat menimbulkan fitnah. Maka &nbsp;mengeraskan suaranya itu lebih layak &nbsp;dilarang daripada memperdengarkan suara &nbsp;gelang kakinya. Karena itu para ulama &nbsp;melarang wanita mengumandangkan &nbsp;adzan karena harus mengeraskan suara, &nbsp;sedangkan wanita dilarang mengeraskan &nbsp;suaranya. Sebagian yang lain mengatakan, &nbsp;suara wanita bukan aurat.</p>
<p>Karena para istri &nbsp;Nabi&nbsp; Muhammad SAW.&nbsp; meriwayatkan &nbsp;hadits kepada kaum lelaki. Para wanita &nbsp;pada zaman Nabi SAW.&nbsp; juga berbicara dan &nbsp;bertanya secara langsung kepada &nbsp;beliau di saat ada para sahabat laki-laki yang sedang berkumpul&nbsp; &nbsp;bersama beliau , dan beliau SAW.&nbsp; &nbsp;</p>
<p>Tidak melarangnya. Pendapat terkuat adalah &nbsp;suara wanita bukanlah aurat, tetapi &nbsp;diharamkan jika dilunak-lunakkan, &nbsp;mendesah, penuh rayuan,&nbsp; sehingga &nbsp;bisa menimbulkan fitnah (godaan)&nbsp; &nbsp;pada diri laki-laki yang &nbsp;mendengarnya. Pendapat inilah yang &nbsp;dipilih Imam Nawawi rahimahullah. &nbsp;Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-suara-wanita/">Hukum Suara Wanita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-suara-wanita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3397</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hukum Taruhan Bola</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-taruhan-bola/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-taruhan-bola/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2018 23:49:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asalamualikum,, hallo drise apa hukum islam tentang taruhan bola, ? Wa&#8217;alaikumussalam&#160; Wr. Wb &#160;Saudaraku yang mulia, Secara &#160;bahasa, Taruhan dan judi adalah &#160;sama, yaitu sama-sama &#160;mempertaruhkan sejumlah uang &#160;atau barang dalam suatu &#160;permainan. Dalam Fatwa al Azhar &#160;dijelaskan, judi dalam bahasa Arab &#160;“al maisir” atau “al qimmar”. &#160;Dikatakan “al maisir” yang &#160;bermakna mudah. Karena dengan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-taruhan-bola/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Hukum Taruhan Bola</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-taruhan-bola/">Hukum Taruhan Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Asalamualikum,, hallo drise apa hukum islam tentang taruhan bola, ?</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam&nbsp; Wr. Wb &nbsp;Saudaraku yang mulia, Secara &nbsp;bahasa, Taruhan dan judi adalah &nbsp;sama, yaitu sama-sama &nbsp;mempertaruhkan sejumlah uang &nbsp;atau barang dalam suatu &nbsp;permainan. Dalam Fatwa al Azhar &nbsp;dijelaskan, judi dalam bahasa Arab &nbsp;“al maisir” atau “al qimmar”. &nbsp;Dikatakan “al maisir” yang &nbsp;bermakna mudah. Karena dengan &nbsp;berjudi seseorang bisa mengambil &nbsp;harta orang lain dengan cara yang &nbsp;sangat mudah. Dalam judi, beberapa orang &nbsp;akan bertaruh dengan hartanya dan &nbsp;melakukan sebuah permainan seperti dadu, &nbsp;tebak angka atau yang lain. Kemudian yang &nbsp;menang akan mengambil, lalu&nbsp; kumpulah &nbsp;harta tersebut. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>
<p>Terkadang kita melakukan suatu &nbsp;perbuatan&nbsp; tanpa berfikir tentang&nbsp; &nbsp;konsekwensi hukumnya dalam pandangan &nbsp;syariat. Taruhan yang dilakukan oleh &nbsp;kebanyakan orang terkait dengan permainan &nbsp;sepak bola&nbsp; adalah menentukan kadar atau &nbsp;jumlah uang atau barang yang akan &nbsp;diberikan oleh masing-masing petaruh &nbsp;ketika kesebelasan yang didukungnya kalah. &nbsp;</p>
<p>Contoh, seseorang mengatakan kepada &nbsp;temannya “Kita taruhan, apabila &nbsp;kesebelasanmu kalah maka kamu harus &nbsp;bayar 100 ribu, begitu pula sebaliknya jika &nbsp;kesebelasanku kalah maka aku akan bayar &nbsp;100 ribu. Atau bisa juga taruhan dilakukan &nbsp;secara berjama&#8217;ah (rame-rame).</p>
<p>Jikalau &nbsp;aktifitas taruhannya seperti yang disebutkan &nbsp;maka itu termasuk kedalam aktifitas judi &nbsp;dan hukumnya haram. Sebagaimana firman &nbsp;Allah, “Hai orang-orang yang beriman, &nbsp;sesungguhnya ( meminum ) khamar, berjudi, &nbsp;( berkorban untuk ) berhala, mengundi nasib &nbsp;dengan panah, adalah perbuatan keji &nbsp;termasuk perbuatan Syaitan.</p>
<p>Maka jauhilah &nbsp;perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. &nbsp;Sesungguhnya syaitan itu bermaksud &nbsp;hendak menimbulkan permusuhan dan &nbsp;kebencian diantara kamu lantaran &nbsp;(meminum) khamar dan berjudi itu, &nbsp;dan menghalangi kamu dari &nbsp;mengingati Allah dan sembahyang; &nbsp;maka berhentilah kamu (dari &nbsp;mengerjakan pekerjaan itu”.(QS.Al-Maidah: 90-91)</p>
<p>Perlu diingat bahwa taruhan yang&nbsp; &nbsp;masuk kategori&nbsp; judi antara lain &nbsp;mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:</p>
<p>1.Adanya taruhan harta yang berasal &nbsp;dari para pihak yang sedang &nbsp;bertaruh.</p>
<p>2.Ada suatu permainan, untuk &nbsp;menentukan pihak yang menang dan &nbsp;yang kalah.</p>
<p>3.Pihak yang menang mengambil harta &nbsp;yang menjadi taruhan (murahanah), &nbsp;sedang pihak yang kalah akan &nbsp;kehilangan hartanya.</p>
<p>Beda halnya jika taruhannya &nbsp;seperti, seseorang mengatakan, “Jika &nbsp;kesebelasanku menang kamu harus &nbsp;traktir saya makan, begitu pula &nbsp;sebaliknya jika kesebelasanku kalah &nbsp;aku yang akan traktir makan. Jikalau &nbsp;uang yang dipakai nraktir adalah uang &nbsp;sendiri (bukan gabungan uang &nbsp;orang yang bertaruh) maka &nbsp;dibolehkan karena tidak termasuk &nbsp;aktifitas judi.</p>
<p>Inilah yang disebut &nbsp;oleh ahli fikih sebagai ji&#8217;alah (suatu &nbsp;janji memberikan kompensasi &nbsp;materi). Wallahu a&#8217;lam[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-taruhan-bola/">Hukum Taruhan Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-taruhan-bola/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3221</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mengarang Novel</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-mengarang-novel/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-mengarang-novel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2017 04:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum D&#8217;Rise  tolong bahas tentang hukum  mengarang/novel n kisah2 fiktif  dong! cz q pernah baca2 artikel, klo  mmbuat cerita2 fiktif itu sama dg  mnyebarkan khurafat n  pembuat/penulisny dkategorikan sbg  ahlul bid&#8217;ah.. Wach,q jd ngeri jg tuh  mau nulis2 novel. Thanks..  (Nuruddin Zanky al-Jambari,Bumi  Allah) Akhi Nuruddin Zanky Barakallahu  fika Hukum asal bohong adalah  haram. Tetapi &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-mengarang-novel/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Hukum Mengarang Novel</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-mengarang-novel/">Hukum Mengarang Novel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum D&#8217;Rise  tolong bahas tentang hukum  mengarang/novel n kisah2 fiktif  dong! cz q pernah baca2 artikel, klo  mmbuat cerita2 fiktif itu sama dg  mnyebarkan khurafat n  pembuat/penulisny dkategorikan sbg  ahlul bid&#8217;ah.. Wach,q jd ngeri jg tuh  mau nulis2 novel. Thanks..  (Nuruddin Zanky al-Jambari,Bumi  Allah)</p>
<p>Akhi Nuruddin Zanky Barakallahu  fika Hukum asal bohong adalah  haram.</p>
<p>Tetapi ada beberapa hadis yang  menjelaskan tentang kebolehan  bohong sebagaimana sabda Rasulullah  saw. Yang datang dari ummu kultsum:  “Bukanlah pendusta orang yang  mendamaikan antara manusia (yang  bertikai) kemudian dia melebih-lebihkan kebaikan atau berkata baik”.  [Muttafaqun &#8216;Alaih]</p>
<p>Novel atau kisah-kisah fiktif adalah  sesuatu yang tidak ada realitasnya dengan  kata lain mengada-ada. Tapi apakah ini  masuk kategori bid&#8217;ah atau khurafat (cerita  dusta)? Tentu kita harus dalami dulu faktanya  (tahqiq almanath).</p>
<p>Akan disebut bid&#8217;ah  apabila cerita yang dibuatnya ada kaitannya  dengan ibadah atau fadhilah-fadhilah ibadah  yang tidak ada keterangannya dari rasulullah  saw.</p>
<p>Sebagaimana sabda beliau “Barang  siapa berdusta atas nama kami (mengada-adakan hadis) maka bersiap-siaplah dia  duduk diatas api neraka”. (Muttafaq alaih).</p>
<p>Memang hukum mengarang novel atau  kisah-kisah fiktif tidak dijelaskan langsung  hukumnya sebagiamana hukum  menggambar binatang. Maka jika melihat  pada ketiadaan syariat memberikan hukum  jelas terhadap sesuatu, bisa jadi menulis  novel itu termasuk Mubah; namun karena  faktor tertentu, ia bisa jadi juga haram,atau   makruh.</p>
<p>Kalau kita mengamati kitab-kitab  yang digunakan di pesantren-pesantren ada  diantaranya kitab yang berisi cerita-cerita  fiktif seperti kitab al-Qira&#8217;tur rasyidah atau  biasa disebut kitab muthala&#8217;ah yang disusun  oleh Abdul Fattah shabry dan Ali Umar.</p>
<p>Di  dalamnya terdapat kisah-kisah yang memberi  motivasi, pelajaran hidup, dan kehidupan  binatang. Seperti kisah al-Asad wal Fa&#8217;rah,  at-Tahawun, sur&#8217;atul Khathir, at-taqlidul  a&#8217;ma dll.yang semuanya berisi tentang hal-hal yan baik dan memberikan pelajaran  kapada para pembacanya agar senantisa  berbuat baik. Kalau demikian adanya maka  cerita-cerita fiktif itu hukumnya mubah.  Apalagi disana terdapat pelajaran bahasa  atau tarkib allughah.</p>
<p>Tetapi ada juga  ulama  muta&#8217;akhirin yang menyatakan “Apabila  kegiatan membaca atau menulis kisah fiksi  ini membuat seseorang lalai dari perkara  yang hukumnya wajib, maka kegiatan ini  hukumnya haram. Dan apabila kegiatan ini  melalaikan seseorang dari perkara yang  hukumnya sunnah maka kegiatan ini  hukumnya makruh. Dalam setiap kondisi,  waktu seorang muslim sangat berharga, jadi  tidak boleh bagi dirinya untuk menghabiskan  waktunya untuk perkara yang tidak ada  manfaatnya.( Syaikh Shalih bin Fauzan Al  Fauzan)</p>
<p>Wal hashil seorang muslim harus  pandai-pandai menimbang perbuatannya.  Kalau perbuatannya hanya menghasilkan  kesia-siaan maka lebih baik ditinggalkan. Dan  apabila perbuatannya akan menadatangkan  manfaat bagi dirinya dan orang lain  maka  hendaklah ia melakukannya. Sebagiamana  ungkapan yang sering kita dengar “sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi  manfaat bagi orang lain”. Wallahu a&#8217;lam[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-mengarang-novel/">Hukum Mengarang Novel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-mengarang-novel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2958</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berenang Memakai Kerudung</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/berenang-memakai-kerudung/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/berenang-memakai-kerudung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2017 08:24:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikm.wr.wb..slm knal bwt driser  smua. sy mo nNya tntg akhwat,sbnar.a bleh  tdk ktka brenang memakai krudung??krna  ad yg blng bleh,ad jg blng tdk bleh..mhon  pnjelsan sngkt.a  y..syukron.!n,n  _hamba  ALLAH dr SMKN 2 sukabumi Saudaraku yang yang taat kepada  Allah,  Kolam renang saat ini dan pemandian  umum faktanya adalah sama. Maka hukum  keduanyapun dianggap sama. Rasulullah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/berenang-memakai-kerudung/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Berenang Memakai Kerudung</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/berenang-memakai-kerudung/">Berenang Memakai Kerudung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikm.wr.wb..slm knal bwt driser  smua. sy mo nNya tntg akhwat,sbnar.a bleh  tdk ktka brenang memakai krudung??krna  ad yg blng bleh,ad jg blng tdk bleh..mhon  pnjelsan sngkt.a  y..syukron.!n,n  _hamba  ALLAH dr SMKN 2 sukabumi</p>
<p>Saudaraku yang yang taat kepada  Allah,  Kolam renang saat ini dan pemandian  umum faktanya adalah sama. Maka hukum  keduanyapun dianggap sama. Rasulullah  saw. Pernah bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah dan  hari akhir, janganlah ia masuk ke kamar  mandi (umum) kecuali dengan mengenakan  kain penutup tubuh.” Diriwayatkan oleh An-Nasa`i dan Al-Hakim, ia menshahihkannya di  atas syarat Muslim, dan hadits ini memiliki  syawahid (pendukung).</p>
<p>Para wanita juga terlarang masuk ke  tempat pemandian umum. Ummul  Mukminin Aisyah radhiyallahu &#8216;anha pernah  berkata kepada para wanita yang biasa  masuk ke tempat pemandian umum: “Apakah kalian ini yang biasa  membiarkan wanita-wanita kalian  masuk ke tempat pemandian (umum)?  Aku pernah mendengar Rasulullah  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:  &#8216;Tidak ada seorang wanita pun yang  melepas pakaiannya (tanpa busana) di  selain rumah suaminya melainkan ia  telah mengoyak penutup antara dia  dan Rabbnya.”</p>
<p>Diriwayatkan oleh  Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu  Majah, Al-Hakim, dan ia  menshahihkannya di atas syarat  Syaikhain (Al-Bukhari dan Muslim) dan  Adz-Dzahabi menyepakatinya. Dalam Musnad Al-Imam Ahmad yang  dihasankan sanadnya oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir  rahimahullahu disebutkan bahwa &#8216;Umar ibnul  Khaththab radhiyallahu &#8216;anhu berkata, “Wahai  sekalian manusia, sungguh aku pernah mendengar  Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:  “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari  akhir, janganlah dia duduk di meja hidangan yang  diedarkan di atasnya khamr. Siapa yang beriman  kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia masuk ke  kamar mandi (tempat pemandian umum) kecuali  dengan memakai kain penutup tubuh. Siapa (di  antara kaum wanita) yang beriman kepada Allah  dan hari akhir maka janganlah ia masuk ke kamar  mandi (tempat pemandian umum).”</p>
<p>Dari nash-nash di atas dapat difahami bahwa  wanita yang masuk kolam renang harus menutup  auratnya termasuk di dalamnya harus menggunakan  kerudung. Berbeda halnya jika kolam renangnya  milik sendiri, maka berlaku pula hukum seperti  kamar mandi sendiri yang membolehkannya untuk  tidak menggunakan kerudung. Wallahu a&#8217;lam[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/berenang-memakai-kerudung/">Berenang Memakai Kerudung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/berenang-memakai-kerudung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2864</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
