<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>TRENDI Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/trendi-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jan 2020 22:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>HIJAB TANPA NANTI, HIJAB TANPA TAPI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hijab-tanpa-nanti-hijab-tanpa-tapi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hijab-tanpa-nanti-hijab-tanpa-tapi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2016 07:23:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Female Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[TRENDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1766</guid>

					<description><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Ramadhan sudah berlalu. Udah pada latihan taat kan? Yang sholatnya biasanya bolong-bolong, semoga udah banyak ditambal. Yang shalatnya susah khusu’ moga makin ingat sama Allah di setiap ibadahnya. Dan tak kalah penting,yang belum berhijab, mulai latihan berhijab di momen ramadhan kemarin. Berhijab bukan tanda taat, tapi berlatih taat. Berhijab jangan kapan-kapan, bisa jadi &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hijab-tanpa-nanti-hijab-tanpa-tapi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">HIJAB TANPA NANTI, HIJAB TANPA TAPI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hijab-tanpa-nanti-hijab-tanpa-tapi/">HIJAB TANPA NANTI, HIJAB TANPA TAPI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; <a href="http://majalahdrise.my.id/jangan-balik-maksiat-ya/">Ramadhan sudah berlalu</a>. Udah pada latihan taat kan? Yang sholatnya biasanya bolong-bolong, semoga udah banyak ditambal. Yang shalatnya susah khusu’ moga makin ingat sama Allah di setiap ibadahnya. Dan tak kalah penting,yang belum berhijab, mulai latihan berhijab di momen ramadhan kemarin. Berhijab bukan tanda taat, tapi berlatih taat. Berhijab jangan kapan-kapan, bisa jadi tiba-tiba kita udah kenakan hijab kain kafan alias datangnya kematian. Hiii, serem. Ini bukan nakutin, tapi udah banyak faktanya lho. Banyak anak muda yang ‘pamit’duluan dari dunia ini dibanding usianya yang lebih tua. Itu artinya, kematian nggak pandang usia. Siapa saja, kapan saja, dimana saja. Kematian selalu mengintai kita. Catet!</p>
<p>Berhijab bukan berarti sudah sempurna, tapi mendekati kesempurnaan. Ngga ada manusia yang pengen hidupnya sama setiap hari atau malah lebih buruk. Kata Rasul, manusia yang rugi itu kalo hari ini lebih sama dengan kemarin. Dan manusia yang celaka, kalo hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Nah, buat yang udah mulai berhijab, jangan dilepas lagi ya Sista.</p>
<p>Hijab kok bongkar pasang, emangnya mesin motor? Sehari berhijab, sehari lepas. Itu tanda belum siap secara mental. Lantas apa harus siap dulu? Tanda siap adalah mengenakan hijab. Ngga akan pernah siap kalau tidak dibarengi aksi. Supaya mental kuat bukan dengan melepas, tapi dengan mempertahankan. Apa sebenarnya halangan kita dalam berhijab?</p>
<p>Berikut beberapa alasan yang sering dijumpai kenapa terkadang para muslimah pakai hijab bongkar pasang, alias sehari pake, sehari lepas.</p>
<p>Pertama, takut ngga gaul. Hemm, sebenarnya niat kita berhijab untuk siapa? Jikalau  lurus karena Allah, pastilah yang ingin kita harap perhatiannya adalah Allah. Pergaulan yang akan merusak hubungan kita kepada Allah insyaallah akan dijauhkan olehNya selagi kita kuat dan menguatkan diri. Kawan yang benar, akan makin senang kalau kita berjalan ke arah yang benar. Terlepas apakah dia udah berhijab atau belum, pastinya dia dukung. Kalau tidak, yakin dia ngga bisa dijadikan teman akrab. Pertemanan itu ibarat mendekati penjual minyak wangi. Jika ia baik, maka bertambah baiklah kita. Pilih-pilih teman aja ya!</p>
<p>Kedua, aturan sulit di sekolah. Sebagian sekolah atau instansi tertentu ada yang sangat disiplin terhadap aturan berbusana. Dengan berbagai alasan, pihak-pihak ini membuat peraturan yang kadang tak sesuai dengan aturan busana islami. Solusinya gimana dong? Satu sisi ingin berhijab, di sisi lain lingkungan tidak mendukung. Yang pertama dilakukan ialah kita tetap berhijab, tahap selanjutnya ialah mengadakan dialog. Jangan kira, sekali berdialog masalah langsung selesai. Memang butuh dialog secara berulang dan perjuangan keras untuk meyakinkan bahwa berhijab syar’I tidak jadi kendala dalam berprestasi dan partisipasi kita dalam lingkungan. Tetap berprasangka baik, sebab sesuatu yang sudah dibangun dengan kebaikan akan mendapat kebaikan pula.</p>
<p>Ketiga, takut ngga eksis. Rasanya kalau udah berhijab seperti orang suci, jadi ngga bebas mau macem-macem. Nah, ini yang membuat hijabers susah move on! Tatkala hawa nafsu terpendam dan belum diarahkan. Harapannya berhijab jadi mendorong kita pada hal-hal positif, tapi jika sejak awal kita juga tidak menginginkannya malah jadi repot alias kontradiktif. Akhirnya, tak jarang yang berhijab di sekolah. Lalu pas dijemput pacar di luar sekolah, hijabnya malah dilepas. Aduh sayang banget, barusan ngumpulin pahala, tercerai berai karena eksis di hadapan pacar atau manusia. Udah gitu, pacaran tambah dosa kian berlimpah. #UdahPutusinAja biar tambah istiqomah dalam berbusana muslimah.</p>
<p>Keempat, takut ngga dapet jodoh. Lagi-lagi yang merusak hijab karena adanya penyakit hati dan galau hati. Gimana ceritanya berhijab ngga dapet jodoh? Sementara kenyataannya banyak yang berhijab sudah duluan nikah, hidup harmonis dan jauh dari desas-desus cinta. Jodoh dan hijab bukannya menjauhkan malahan mendekatkan. Yaitu, jodoh yang baik akan datang, jodoh yang buruk akan berbalik badan. Sesuai janji Allah, lelaki baik-baik, diperuntukkkan bagi perempuan yang baik-baik pula.</p>
<p>Masih banyak alasan serta kondisi yang jadi alasan bagi kita untuk taat. Ingatlah selalu niat sejak awal, perkuat dengan ilmu dan minta motivasi dari orang sekitar. Tiga pilar ini jadi fondasi  utama untuk berhijab kapanpun dimanapun, kini dan nanti. Dunia tentu akan lebih indah ketika semua muslimah bisa berhijab melaksanakan kewajiban. Berhijab bukan saja bermanfaat bagi kaum hawa, tapi juga para pria. Mata para pria akan terhindar dari maksiat pandangan alias melihat aurat yang tak sepantasnya ilihatnya. Yuk, istiqomahkan berhijab! Jangan pake nanti, jangan pake tapi, apalagi dibongkar pasang. Emangnya puzzle! Wallahu’alam [<strong>Alga Biru</strong>]</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi 48</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hijab-tanpa-nanti-hijab-tanpa-tapi/">HIJAB TANPA NANTI, HIJAB TANPA TAPI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hijab-tanpa-nanti-hijab-tanpa-tapi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1766</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Download Buletin Drise anti Vidi</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/download-buletin-drise-anti-vidi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/download-buletin-drise-anti-vidi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2016 03:58:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[BACAAN]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[GAUL]]></category>
		<category><![CDATA[HTTP://MajalahDrise.Com]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ONLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SMAR]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[TRENDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1226</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/download-buletin-drise-anti-vidi/">Download Buletin Drise anti Vidi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2016/02/Promo-buletin-drise-anti-vidi.jpg?w=600" alt="" px" data-recalc-dims="1" /></p>
<h2 style="text-align: center;">Hadang Vidi, Lindungi Generasi!</h2>
<p>Perayaan Valentine Day alias ViDi paling banyak dinanti di bulan kedua ini. Remaja en remaji sibuk kasak-kusuk cari hadiah untuk sang pujaan hati. Dari sekedar coklat, bunga, boneka cupid, sampe alat kontrasepsi. Hii&#8230;.ngeri!</p>
<p>Kita nggak bisa berdiam diri. Apalagi cuman jadi penonton sambil sibuk mengomentari. Ayo ambil langkah nyata agar perayaan Vidi nggak ada lagi dalam kamus hidup remaja en remaji. Gempur dengan opini yang menginspirasi. Agar generasi terjaga dari pemikiran liberal dan budaya sesat yang dibenci.</p>
<p>Drise, sebagai majalah remaja Islam peduli dengan kondisi anak muda masa kini. Terutama mereka yang terpapar ide-ide hedonis yang salah satunya berwujud perayaan Vidi. Kami sudah siapkan sebuah buletin anti Vidi untuk dikonsumsi remaja en remaji. Sudah siap cetak dalam bentuk setengah halaman F4 bertajuk HEDONISME VALENTINES DAY!</p>
<p>Kami sudah siapkan dua format file bentuk CDR versi X3 jika akan diedit dan format PDF siap cetak. Kami berharap, buletin ini bisa menjadi ladang pahala kita bersama dengan menyebarkannya edisi cetaknya secara langsung atau sekedar membagikan infonya. Mari hadang vidi dan lindungi generasi! [@Hafidz341]</p>
<p>Link Download format CDR &gt;&gt; <br />Link Download format PDF &gt;&gt; </p>
<p>Jika buletin ini bermanfaat, silakan share informasinya.</p>


<figure class="wp-block-image"><img src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2016/02/BULETIN-DRISE-TENTANG-VALENTINE.jpg?w=660" alt="" data-recalc-dims="1"/></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/download-buletin-drise-anti-vidi/">Download Buletin Drise anti Vidi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/download-buletin-drise-anti-vidi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PIONER KULINER</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pioner-kuliner/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pioner-kuliner/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2016 11:40:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[The Most]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[ONLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SMAR]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[TRENDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1185</guid>

					<description><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; pernah bertanya siapa pioner kuliner? Ketika penduduk di berbagai daerah di luar jazirah Arab masuk Islam sejak abad ke 7 M, kaum Muslimin menemukan berbagai macam buah dan sayuran yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan bagi kaum muslimin untuk menanam kembali tanaman dan pepohonan berbuah tersebut di wilayah mereka &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pioner-kuliner/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">PIONER KULINER</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pioner-kuliner/">PIONER KULINER</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; pernah bertanya siapa pioner kuliner? Ketika penduduk di berbagai daerah di luar jazirah Arab masuk Islam sejak abad ke 7 M, kaum Muslimin menemukan berbagai macam buah dan sayuran yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan bagi kaum muslimin untuk menanam kembali tanaman dan pepohonan berbuah tersebut di wilayah mereka dengan iklim yang berbeda, sehingga mendorong terjadinya revolusi pertanian Islam.</p>
<p>Misalnya gula. Sebelum mengenal gula, manusia menggunakan madu sebagai pemanis makanan. Ketika Daulah Abbasiyah menaklukkan wilayah utara India pada kisaran abad 750 M, mereka membawa pulang pohon tebu dan membudidayakannya secara besar-besaran sehingga tersebar di seluruh wilayah kaum Muslimin, termasuk Andalusia (sebagian Spanyol) dan Afrika Utara. Sementara, orang Eropa utara baru mengenal “madu yang tumbuh di pohon tanpa lebah” ini 400 tahun kemudian, yang dibawa pulang oleh Pasukan Salib. Tau nggak, kata “sugar” itu sendiri berasal dari bahasa India “sakkara”, dan kata “candy” berasal dari bahasa Arab untuk gula yaitu “qand”. Ketika Salahudin al-Ayyubi menaklukkan kembali Asia Barat dari Pasukan Salib, mereka mencoba menumbuhkan tebu di kampung mereka di Eropa Utara, tapi gagal. Karena itulah harga gula di Eropa ketika itu sangat mahal sekali, dan hanya orang kaya saja yang mampu membelinya.</p>
<p>Seiring dengan revolusi agrikultur tersebut, para ilmuwan dan ahli pengobatan Muslim pun meneliti berbagai macam herbal dan rempah-rempah yang belum dikenal sebelumnya, sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, mereka menjadi otoritas utama dalam menentukan apa yang dimakan dan kapan waktu memakannya. Beberapa karya penting ilmuwan tersebut misalnya kitab <em>Al-Hawi</em> (tentang pengobatan) karya Muhammad bin Zakariya ar-Razi (865-925); <em>Al-Qanun fi t-Tibb </em>(tentang pengobatan) karya Ibnu Sina (980-1037); <em>Khalq al-Janin wa Tadbir al-Hibala </em>(gizi untuk janin dan ibu hamil) karya Ibnu Sa&#8217;id al-Qurthubi (abad 10 M); dan kitab <em>al-Aghdia </em>(tentang nutrisi) karya Abu Marwan Ibnu Zuhr (1092-1161).</p>
<p>Jadi, dalam peradaban Islam, seni masak memasak nggak berkembang secara <em>random </em>bin acak, melainkan sebuah ilmu tersendiri, yang berdasarkan pada penelitian medis yang cermat serta masukan dari para ahli gizi. Bahan-bahan terbaik dipilih dan diramu menjadi masakan yang selanjutnya disebar luaskan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat memasak makanan yang bukan cuma lezat, tapi juga bergizi tinggi bahkan punya efek terapis untuk memperkuat daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan. Ini baru maknyos!</p>
<p>Seiring dengan bertambahnya resep-resep masakan, para penulis pun mengumpulkannya ke dalam kitab-kitab resep. Beberapa kitab resep yang terkenal misalnya: <em>Kanz al-fawâ&#8217;id fi tanwî &#8216;al-mawâ&#8217;id</em> (Anonim, dari Mesir abad 10 M);   <em>Fadhalât al-khiwân fi atayyibat di-ta&#8217;âm wa-&#8216;l-&#8216;alwân</em> (Ibnu Razin Attujîbî, Andalusia abad 12 M); <em>at-tabîkh fi al-Maghrib wa-&#8216;l-Andalus</em>(Anonim, Maroko abad 12 M); <em>Kitab at-tabîkh</em> (Mohammed al-Baghdadi, Irak abad 13 M); <em>Kitab at-tabîkh</em> (Ibn al-Warraq Sayyâr, Irak abad 13 M); <em>Tadhkira</em> (Dawud al-Antaki,Suriah abad 13 M); <em>Wasla &#8216;l-habib fi wasf al-tayyibât wa-t-tibb</em> (Ibn&#8217; Adim, Suriah abad 13 M).</p>
<p>Sehingga, untuk pertama kalinya dalam sejarah, makanan yang dahulu hanya tersedia di dalam istana kerajaan, dalam peradaban Islam makanan itu (beserta cara memasaknya) bisa dinikmati oleh semua kalangan.</p>
<p>Pada abad 13 M, buku-buku pengobatan dan resep-resep kaum Muslimin itu menarik perhatian bangsa Eropa untuk mempelajarinya. Kota Ferrara, Salerno, Montpellier dan Paris menjadi pusat pembelajaran karya medis peradaban Islam. Permintaan untuk masakan-masakan khas Muslim dan rempah-rempah pun meningkat.</p>
<p>Kitab-kitab pengobatan dan masakan karya ilmuwan-ilmuwan Islam tadi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin lalu diterjemahkan lagi ke dalam bahasa-bahasa daerah di Eropa untuk kepentingan para tabib dan juru masak. Misalnya buku <em>Tacuinum Sanitatis </em>adalah terjemahan dari kitab <em>Taqwim al-Sihha </em>(Pemeliharaan Kesehatan, abad 11 M) karya Ibnu Butlan, yang isinya banyak disalin, bahkan salinannya pun diplagiasi di berbagai negara.</p>
<p>Bukan cuma cara memasak, urutan penyajian hidangan ala kaum Muslimin pun juga dicontek; salad atau sup sebagai hidangan utama lalu diakhiri dengan hidangan penutup (<em>dessert</em>), berasal dari anjuran Ar-Razi dan ibnu Zuhri. Sementara itu kaum aristokrat Eropa, umumnya mereka benci sayuran, dan santapan mereka sebagian besar terdiri dari daging. Akibatnya banyak di antara mereka yang menderita asam urat (<em>gout</em>).</p>
<p>Nah <a href="http://majalahdrise.my.id/">D’Riser</a>, itulah beberapa warisan peradaban Islam dalam dunia kuliner. Bukan sekedar enak bin kenyang, Kaum Muslimin dibiasakan untuk memperhatikan bahan-bahan dan cara masak agar makanan yang dihasilkan senantiasa <em>halalanthayyiban</em>. Sebuah kutipan dari sabda Rasulullah Saw “<em>…</em><em>untuk jasadmu ada hak atasmu</em><em>…</em>” (HR Bukhari), menuntun kita untuk menyantap makanan yang baik bagi tubuh, dan menghindari konsumsi makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Ajaran Islam memang keren! <em>[Ishak, dari berbagai sumber]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BOX</p>
<h2>Beberapa masakan yang berakar dari peradaban kaum Muslimin.</h2>
<ol>
<li>Beberapa penggunaan pasta dicatat oleh seorang petualang, Ibnu Bakri (11 M). Bahan pembuat pasta adalah gandum jenis <em>durum, </em>yang dibawa oleh kaum Muslimin ke Sicily dan Spanyol abad 10 M.</li>
<li>Es Krim. Kata &#8216;<em>cassata</em>&#8216; dalam bahasa Italia untuk es krim berasal dari bahasa Arab &#8216;<em>qashda</em>&#8216; (krim). Pengawas pasar pada abad ke-12 di Sevilla, Ibnu Abdun, mencatat adanya penjualan qashda. Pada waktu itu teknik pengawetan dan penyimpanan es sudah bukan hal ajaib lagi di negeri Muslim.</li>
<li>Nah, ini yang ironis. Hari ini Perancis-lah yang terkenal dengan kue-kuenya, padahal, abad 14 M, kue-kue adalah barang baru sampai-sampai sang raja menugaskan prajurit berjaga di toko tempat kue-kue itu pertama kali dijual.[]</li>
</ol>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #40</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pioner-kuliner/">PIONER KULINER</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pioner-kuliner/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1185</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Drise Edisi Agustus 2015</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-agustus-2015/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-agustus-2015/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2015 06:50:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[BACAAN]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[GAUL]]></category>
		<category><![CDATA[HTTP://MajalahDrise.Com]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ONLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SMAR]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[TRENDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Udah 5 tahun Drise menemani remaja muslim. Edisi cetak yang terbatas, bikin penasaran pembaca yang sering nggak kebagian. Ada yang jauh dari pengedar, telat pesan, atau lokasinya di luar negeri. Sayang ya&#8230; Nah, seperti kita janjikan diposting sebelumnya, kita mau kasih KEJUTAN untuk driser. Penasaran?! Ini dia kejutannya&#8230; Sebelumnya, kita bocorin dulu ya edisi terbaru &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-agustus-2015/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise Edisi Agustus 2015</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-agustus-2015/">Majalah Drise Edisi Agustus 2015</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/08/Cover.jpg?w=600" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Udah 5 tahun Drise menemani remaja muslim. Edisi cetak yang terbatas, bikin penasaran pembaca yang sering nggak kebagian. Ada yang jauh dari pengedar, telat pesan, atau lokasinya di luar negeri. Sayang ya&#8230;</p>
<p>Nah, seperti kita janjikan diposting sebelumnya, kita mau kasih KEJUTAN untuk driser. Penasaran?! Ini dia kejutannya&#8230;</p>
<p>Sebelumnya, kita bocorin dulu ya edisi terbaru Drise yang nongol Awal Agustus 2015 ini.</p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Judulnya, Manisnya Kemenangan yang mengupas kondisi pasca Ramadhan sebagai bahasan utama. Jangan Balik Maksiat Ya..!</p>
<p>Rubrik Kabar dari luar menyajikan pengalaman berpuasa di Hakodate Jepang. Seru!</p>
<p>Male Corner yang bahas penyakit hikikomori yang bikin remaja jepang mati suri juga keren.</p>
<p>Jangan ketinggalan, lanjutan tips menjadi menulis pada rubrik Writepreneur yang slalu ditunggu.</p>
<p>Oh ya hampir lupa, edisi kali ini ada bahasan spesial komunitas <a class="_58cn" href="https://www.facebook.com/hashtag/yukngaji?source=feed_text&amp;story_id=1152941561386410" data-ft="{&quot;tn&quot;:&quot;*N&quot;,&quot;type&quot;:104}"><span class="_58cl">‪#‎</span><span class="_58cm">YukNgaji‬</span></a> dari Ust. Felix Siauw dkk. Mantabs!</p>
<p>Itu bocorannya, sekarang kejutannya. Yaitu&#8230;.</p>
<p>Mulai edisi ini, bagi pembaca yang diluar negeri, yang jauh dari pengedar drise, yang kehabisan edisi cetak, nggak udah bete bin galau. Kita terbitkan EDISI E-Magz format PDF!</p>
<p>Yup, selain edisi offine Drise juga nongol edisi onlinenya. Bisa dibaca kapan saja, dimana saja dan ditanggung nggak lecek bin kumel meski berulang kali di baca. <i class="_4-k1 img sp_fM-mz8spZ1b sx_0d5374"><span style="text-decoration: underline;">kiki emoticon</span></i></p>
<p>Cara dapetinnya?<br />
Gampang aja. Pesan via inbox, nanti akan kami kirimkan via email. Atau mau tanya-tanya, sila kontak via WA 0858 1477 1511.</p>
<p>Harganya? Terjangkau bingit.<br />
Hanya Rp. 15rb aja!</p>
<p>Kok lebih mahal dari edisi cetak?<br />
Eit, tunggu dulu. Selain edisi TERBARU, kamu dapat BONUS 2 EDISI ONLINE tahun pertama. Lihat previewnya, baca, lalu pilih edisi bonusnya. Klik di sini &gt;&gt; <a href="http://issuu.com/MajalahDrise" target="_blank" rel="nofollow">http://issuu.com/MajalahDrise</a></p>
<p>Dengan Rp. 15rb kamu dapat 3 EDISI ONLINE. Asyik kan?!</p>
<p>Oh ya, sejauh ini majalah Drise yang masih bertahan dan istiqomah menginspirasi remaja muslim agar kenal islam lebih dalam. Itu artinya, dengan membeli EDISI ONLINE, kamu turut menjaga eksistensi Dakwah Islam untuk remaja. Mulia kan?</p>
<p>Yuk, segera pesan DRISE Edisi Online maupun OFFLINE. Inbox aja atau ngobrol via WA 0858 1477 1511</p>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-agustus-2015/">Majalah Drise Edisi Agustus 2015</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-agustus-2015/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Emansipasi Pasti Mati</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/emansipasi-pasti-mati/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/emansipasi-pasti-mati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2015 14:02:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[BACAAN]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[GAUL]]></category>
		<category><![CDATA[HTTP://MajalahDrise.Com]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ONLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SMAR]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[TRENDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=628</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang” (Ditujukan kepada Nyonya Abendanon, 5 maret 1902). Itulah penggalan isi surat RA. Kartini setelah mengenal Islam lebih dalam di bawah bimbingan K.H. Muhammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang. Perjuangan Kartini yang sering ditempelin stempel emansipasi, kayanya mesti kita kaji lagi. Lantaran ide emansipasi yang banyak dikampanyekan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/emansipasi-pasti-mati/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Emansipasi Pasti Mati</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/emansipasi-pasti-mati/">Emansipasi Pasti Mati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="margin: 10px alignleft" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/04/kartini-letter.jpg?resize=300%2C453" alt="" width="300" height="453" data-recalc-dims="1" /> <em>“Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang” </em>(Ditujukan kepada Nyonya Abendanon, 5 maret 1902). Itulah penggalan isi surat RA. Kartini setelah mengenal Islam lebih dalam di bawah bimbingan K.H. Muhammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang. Perjuangan Kartini yang sering ditempelin stempel emansipasi, kayanya mesti kita kaji lagi. Lantaran ide emansipasi yang banyak dikampanyekan para feminis, nggak seperti yang dikehendaki Kartini. Makanya biar gak kena tipu, kita kudu pelotoin dan pahami lagi perkara perjuangan kesetaraan cewek-cowok ini. yuk!<span id="more-628"></span></p>
<p><strong>Sejarah Kelam Kaum Hawa</strong></p>
<p>Driser, kalo kita tengok sejarah berbagai bangsa di dunia ini, ternyata kultur bangsa-bangsa saat itu menempatkan wanita di posisi yang tidak terhormat. Bangsa Yunani memperlakukan kaum wanitanya, sebagai sebuah sosok yang tidak memiliki kedudukan sedikitpun di masyarakat. Bahkan muncul suatu keyakinan bahwa sesungguhnya kaum wanita adalah penyebab penderitaan dan musibah bagi seseorang. Kaum lelaki tidak duduk bersama mereka dalam satu meja makan. Kaum wanita hanya sebagai pemuas hasrat seksual tak ubahnya seperti pelacur-pelacur.</p>
<p>Menurut penuturan Prof. Will Durant: Di Roma, hanya kaum lelaki saja yang memiliki hak-hak di depan hukum pada masa-masa awal negara Republik. Kaum lelaki saja yang berhak membeli, memiliki, atau menjual sesuatu, atau membuat perjanjian bisnis. Bahkan mas kawin istrinya—pada masa-masa tersebut—menjadi miliknya pribadi. Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan, sang ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya.</p>
<p>Pandangan yang lebih menghinakan lagi dapat kita dapati dalam peradaban Yahudi. Kaum Yahudi ortodoks yang mempelajari ajaran klasik Yahudi akan mendapati, bahwa ada di antara ajaran dan aturan Yahudi yang menindas kaum perempuan. Talmud (kitab suci Yahudi) menyatakan: Mustahil ada sebuah dunia yang tanpa keberadaan kaum lelaki dan perempuan. Namun demikian, berbahagialah orang-orang yang mempunyai anak laki-laki, dan celakalah orang-orang yang mempunyai anak perempuan.</p>
<p>Pandangan yang tak jauh berbeda juga dilontarkan oleh peradaban Hindu. Sebuah buku yang berisi aturan-aturan keagamaan Sansekerta kuno, Draramasastra, memuat satu bab tentang “kedudukan klan kewajiban agama kaum perempuan” atau stridharmapaddhati yang secara umum menempatkan kaum perempuan pada golongan warga negara kelas dua sehingga seorang istri bahkan harus rela untuk dijual apabila suaminya menghendaki.</p>
<p>Bangsa Arab jahiliyah juga menempatkan wanita tidak terhormat. Dalam sejarah yang mashyur, kala itu kalau ada lahir bayi perempuan akan dikubur hidup-hidup!</p>
<p><strong>Bentuk Perlawanan atau Penyesatan?</strong></p>
<p>Berangkat dari fakta sejarah kelam kaum wanita di atas, para pemikir Barat sekularis menggagas ide emansipasi sebagai antitesa, menjawab ketidakseimbangan hak kaum wanita. Secara bahasa, emansipasi berasal dari bahasa latin <em>“emancipatio”</em> yang artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Kekuasaan yang mencengkeram yang membatasi gerak dan kebebasan. Ide emansipasi dari lahirnya &#8211;biasa disebut juga dengan ‘kesetaraan gender’ atau feminisme&#8211;, intinya merupakan sebuah reaksi atas munculnya ketidakadilan yang dialami oleh kaum wanita.  Dimana kondisi saat itu, menempatkan wanita sebagai kaum <em>wingking</em> (dibelakang) dan menjadi terpasung oleh budaya, politik, dan keadaan sosial. Kalo dalam filosofi orang jawa, <em>wong wadhon (kaum perempuan)</em> hanya cukup di kasur, dapur, dan sumur. Tentu saja, fakta model gini bikin sewot sebagian orang terutama kaum hawa, yang akhirnya memperjuangkan ide kesetaraan antara kaum wanita dengan pria.</p>
<p>Dituturkan bahwa 6 Oktober 1789 di Perancis merupakan tonggak awal munculnya aksi-aksi para wanita. Mereka menyuarakan kesetaraan jender. Menuntut perlakuan yang sama dengan kaum pria. Pemberontakan kaum wanita Perancis dilatari perlakuan sewenang-wenang berbagai pihak terhadap para wanita. Mereka diperlakukan tidak adil, dihinakan, bagai seonggok tubuh yang tiada lagi guna. Kemudian bermunculan organisasi-organisasi kewanitaan tak semata di Perancis, tapi menyebar ke Inggris, Jerman, dan belahan Eropa lainnya. Gaung slogan emansipasi pun makin membahana.</p>
<p>Karakter Barat yang sekular, memisahkan urusan agama dengan dunia, membuat garis beda yang jelas dengan Islam. Sehingga dibalik upaya Barat menyerangkan ide feminisme ke tubuh kaum muslimin, sebenernya Barat mengajak umat muslim untuk sekular. Mereka menggugat peran Muslimah yang terkesan hanya pada wilayah domestik. Menurut mereka,  menjadi ibu bagi anak-anak adalah bukan pekerjaan yang mulia. Karena itu mereka pun menuntut agar perempuan setara dalam berbagai hal, di berbagai sektor dan kerja malam. Kaum wanita berlomba-lomba merambah area public dengan label wanita karier. Kaum wanita makin di eksploitasi daya tarik seksualnya dalam ajang kontes kecantikan, SPG, iklan televisi, film, sinetron, hingga model prduk yang gak ada hubungannya sama sekali dengan dunia wanita.</p>
<p>Padahal kalau kita mau jujur, ketertindasan kaum perempuan itu hanya ekses (akibat) dari penerapan sebuah tatanan yang steril dari aturan Allah (sekularisme-liberalisme). Seperti yang terjadi pada peradaban di luar Islam. Sebaliknya, justeru dalam peradaban Islam kemuliaan wanita terjaga. Secara khusus Allah telah memuliakan wanita dengan penghormatan yang diberikan oleh Allah baik oleh anaknya maupun oleh suaminya.</p>
<p><em>Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.</em><em><strong> (QS. </strong></em><em><strong>Lukman</strong></em><em><strong>:</strong></em> <em><strong>14)</strong></em></p>
<p><em>Sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap istriku </em><em><strong>[HR. Ibnu Majah]</strong></em></p>
<p>Driser, jelas banget kalo ide emansiapasi maupun feminisme bukan untuk memuliakan wanita, tapi justeru merendahkan. Kampanye para feminis yang berkoar-koar menyuarakan ide emansipasi bukan untuk perlawanan terhadap ketidakadilan tapi bentuk penyesatan dibalik isyu diskriminasi kaum hawa. Nggak ada ceritanya, nasib wanita menjadi lebih baik dengan ide emansipasi binti feminisme. Yang ada, wanita hidup sejahtera di bawah naungan Islam. Yang mesti dibenahi, bukan keadaan para wanitanya, tapi aturan hidup yang mengaturnya. Gitchu!</p>
<p><strong>Emansipasi Pasti Mati</strong></p>
<p>Driser, enyerahkan penyelesaian ‘penindasan’ kaum wanita kepada sekularisme-liberalisme dengan ide emansipasi, hanya akan menambah nestapa nasib kaum wanita. Selain itu, ide emansipasi memang bertentangan dengan fitrah manusia. Fitrah atau kodrati manusia, menempatkan wanita sesuai dengan porsinya, akan tetapi emansipasi menuntut diluar itu, bahkan lebih dari itu, menuntut agar setara dengan laki-laki seperti yang digembor-gemborkan kaum feminis liberal. Jelas tidak mungkin, dan hanya akan menghasilkan kerusakan dan kesia-siaan yang tergambar dalam kehidupan sekuler masyarakat barat.</p>
<p>Sebuah majalah wanita, Genius Beauty, maret 2011 lalu memberitakan bahwa para psikolog dan sosiolog Inggris menemukan bahwa 70% wanita Inggris menginginkan membangun sebuah keluarga yang bahagia bersama dengan pasangan mereka. Mereka memiliki kecendrungan untuk menjadi wanita yang lebih dekat kepada anaknya, ketimbang dengan “bos” nya.</p>
<p>Bahkan Kathy Caprino dalam bukunya“Breakdown, Breakthrough” juga memiliki kesimpulan hampir sama. Ia meneliti banyak wanita yang terjun ke dunia pekerjaan cenderung tidak bahagia. Lima alasan terpopuler mengapa mereka tidak bahagia akan pekerjaan yang disandangnya menurut Caprino adalah: Merasa tidak akan bisa seimbang antara bekerja dan mengatur keluarga; Menderita Masalah Finasial parah;  Tidak sungguh-sungguh menjalani bakat dan keahlian dengan hati; Merasa tidak berharga dan dihormati; dan  Hanya mendapatkan sedikit hal positif dan kesenangan dalam pekerjaan.</p>
<p>Saya kutipkan pernyataan ibu Kartini kepada Nyonya Abendanon, 27 Oktober 1902 : <em>“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?”</em>. Catet tuh!</p>
<p>Driser, jikalau kita menginginkan wanita mulia, maka justru emansipasi harus dienyahkan dari buminya si bolang ini, sebagai gantinya kita pergunakan Islam sebagai solusinya. Karena Islam telah terbukti baik secara normative (nash) maupun secara praktis (penerapan) mampu mensejahterakan kaum wanita. Akur?![LBR]</p>
<p><strong>BOX:</strong></p>
<p>Karena sudah rusak dari sononya, maka pemikiran emansipasi yang menuntut persamaan hak kaum wanita dengan laki-laki, maka tak ayal jika akhirnya muncul tuntutan nyeleneh seputar emansipasi, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Nikah sejenis. Pernikahan sejenis yang pertama kali berlangsung dilakukan di Belanda pada tanggal 1 April 2001. Kemudian diikuti oleh beberapa negara lainnya antara lain; Belgia,Spanyol, Kanada, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Portugal,Islandia dan Argentina. Di Indonesia, tanggal 1 Maret disebut sebagai hari Solidaritas Gay &amp; Lesbian Nasional.</li>
<li>Wanita jadi imam shalat jum’at. Adalah Aminah Wadud mina Wadud, seorang Profesor studi Islam di Virginia Commonhealth University, mengimami pelaksanaan sholat Jumat yang diselenggarakan di Synod House, gereja Kathedral St. John milik Keuskupan di Manhattan, New York. Pelaksanaan sholat jumat yang diikuti oleh sekitar 100 jemaah ini, bukan hanya diikuti oleh jemaah wanita tapi juga laki-laki.</li>
<li><em>Counter Legal Draft </em>(CLD) Kompilasi Hukum Islam yang digagas Siti Musdah Mulia. Dalam CLD tersebut disebutkan antara lain bahwa pernikahan bukan ibadah, perempuan boleh menikahkan dirinya sendiri, poligami haram, ijab kabul bukan rukun nikah, dan sebagainya.<em> </em></li>
</ul>
<p><em>So, hati-hati dengan ide emansipasi. Nggak perlu capek-capek perjuangkan emansipasi, kesetaraan gender, atau ide-ide feminisme untuk memuliakan wanita. Cukup terapkan Islam oleh Negara, dijamin kehormatan wanita kan terjaga dunia akhirat. Pasti![]</em></p>
<p>Dimuat di Majalah Drise Edisi April 2012.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/emansipasi-pasti-mati/">Emansipasi Pasti Mati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/emansipasi-pasti-mati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">628</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ubadah bin Shamit : Penentang Kezaliman</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ubadah-bin-shamit-penentang-kezaliman/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ubadah-bin-shamit-penentang-kezaliman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2014 22:11:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bohlam Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[BACAAN]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[GAUL]]></category>
		<category><![CDATA[HTTP://MajalahDrise.Com]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ONLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SMAR]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[TRENDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=580</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE &#8211; “Kami telah baiat kepada Rasulullah SAW, tidak takut akan ancaman siapa pun dalam menaati Allah!” [Ubadah bin Shamit RA] Perkataan Ubadah ra di atas menunjukkan gimana konsistennya salah satu tokoh Anshar ini  dalam memegang ketaatannya kepada Allah dan Rasul-nya. Sehingga beliau dikenal sebagai penentang kezhaliman yang dilakukan para penguasa dimasanya terhadap rakyatnya. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ubadah-bin-shamit-penentang-kezaliman/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ubadah bin Shamit : Penentang Kezaliman</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ubadah-bin-shamit-penentang-kezaliman/">Ubadah bin Shamit : Penentang Kezaliman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="margin: 10" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2014/09/ubadah-bin-shamit.jpg?w=300" alt="MAJALAH REMAJA | TABLOID | BACAAN | ISLAM | TRENDI | GAUL | MUSLIM | DAKWAH | ONLINE | ANAK | MUDA | CERPEN ISLAM | SMART| HTTP://MajalahDrise.Com" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-caption-text">MAJALAH REMAJA ISLAM</figcaption></figure></p>
<p style="text-align: left;"><a title="MAJALAH REMAJA | TABLOID | BACAAN | ISLAM | TRENDI | GAUL | MUSLIM | DAKWAH | ONLINE | ANAK | MUDA | CERPEN ISLAM | SMART| HTTP://MajalahDrise.Com" href="http://MajalahDrise.com" target="_blank">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE</a> &#8211; <em>“Kami telah baiat kepada Rasulullah SAW, tidak takut akan ancaman siapa pun dalam menaati Allah!”</em> <strong>[Ubadah bin Shamit RA</strong><strong>]</strong></p>
<p>Perkataan Ubadah ra di atas menunjukkan gimana konsistennya salah satu tokoh Anshar ini  dalam memegang ketaatannya kepada Allah dan Rasul-nya. Sehingga beliau dikenal sebagai penentang kezhaliman yang dilakukan para penguasa dimasanya terhadap rakyatnya. Seperti yang terjadi pada Muawiyah.<br />
<span id="more-580"></span>Ketika masa kekuasaan Muawiah, Ubadah ra membandingkan kepemimpinan Muawiyah dengan Umar bin Khathab terdapat jurang pemisah di antara keduanya menganga lebar. Untuk itu, berkata Ubadah bin Shamit RA, “Kami telah baiat kepada Rasulullah SAW, tidak takut akan ancaman siapa pun dalam menaati Allah!” maka Beliaulah yang berani tegak mengawasi Muawiah dalam kepemimpinannya.</p>
<p>Dalam sebuah Hadist dikatakan : suatu ketika kami mengikuti perperangan dan di dalamnya ada Muawiyah. Lalu kami mendapatkan ghanimah yang banyak diantaranya ada wadah yang terbuat dari perak. Muawiyah kemudian menyuruh seseorang untuk menjual wadah tersebut ketika orang-orang menerima bagian harta ghanimah maka orang-orang ramai menawarnya . Hal itu terdengar oleh Ubadah bin Shamit maka ia berdiri dan berkata “Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang jual beli emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jewawut dengan jewawut, kurma dengan kurma, garam dengan garam kecuali dengan takaran yang sama dan tunai, barangsiapa melebihkan maka ia telah melakukan riba”. Oleh karena itu orang-orang menolak dan tidak jadi mengambil wadah tersebut. Hal itu sampai ke telinga Muawiyah maka dia berdiri dan berkhutbah, dia berkata: “Kenapa ada beberapa orang menyampaikan hadis dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam padahal kami telah bersama Beliau dan kami tidak pernah mendengar hal itu dari Beliau”. Kemudian Ubadah bin Shamit berdiri dan mengulangi ceritanya dan berkata: “Sungguh kami akan selalu meriwayatkan apa yang kami dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meskipun Muawiyah membencinya” atau dia berkata “Saya tidak peduli walaupun akan dipecat dari tentaranya di malam hari yang gelap gulita”. Hammad mengatakan: ini atau yang seperti itu ”. (HR. Muslim No. 1587, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 10260, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, 5/297)</p>
<p>Diriwayatkan juga Qabishah bin Dzuaib bercerita, &#8220;Ubadah bin Shamit (radhiallahu anhu) mengingkari suatu perbuatan Muawiyah (radhiallahu anhu). Ubadah berkata kepada Muawiyah: Saya tidak akan tinggal di negeri ini (Syam).Maka ia pun meninggalkan Syam dan pulang menuju Madinah. Begitu ia sampai di Madinah, Umar bertanya: Apa yang membuatmu pulang? Ubadah menceritakan perbuatan Muawiyah yang diingkarinya.</p>
<p>Umar memerintahkan: &#8221; Kembalilah ke tempatmu semula (Syam). Karena akan buruk sebuah negeri tanpa keberadaanmu atau orang sepertimu. Dia tidak berhak mengaturmu.&#8221; (Siyar a&#8217;lam an-Nubala&#8217;, adz-Dzahabi 2/7)</p>
<p>Driser, apa yang dilakukan oleh Ubadah bin Shamit terhadap muawiyah adalah bagian dari rasa sayangnya sebagai seorang muslim pada penguasa. Agar para penguasa ingat dengan amanah yang diembannya dan tidak berkhianat. Seperti sabda rasul. <em>&#8220;Di hari Kiamat kelak setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya.&#8221;</em> <strong>(H.R Muslim)</strong></p>
<p>Ketika Umar bin Khathab menjadi Amirul Mukminin, Umar tidak bisa mengajak Ubadah bin Shamit untuk duduk di pemerintahan. Karena emang Ubadah sendiri menjauhkan dirinya dari jabatan kekuasaan  dan kemewahan (sesuai janjinya). Ubadah lebih memilih berangkat ke Suriah untuk menyebarkan ilmu, pengertian dan cahaya bimbingan di negeri itu bersama Mu’adz bin Jabal dan Abu Darda.</p>
<p>Driser, seorang Ubadah bin Shamit layak jadi teladan kita dalam menyampaikan kebenaran Islam. Sahabat Anshar yang wafat pada tahun 34 Hijriyah di Ramlah, Palestina. Kita akan selalu meneladaninya sebagai  seorang penegak kebenaran dan pelurus penyelewengan. Nggak pake takut siapa yang dihadapi. kalo ada yang berbuat zhalim, terutama penguasa terhadap rakyatnya, Ubadah ada dibarisan terdepan untuk mengingatkan. Pastinya bukan popularitas atau pujian yang dikehendaki oleh Ubadah. Melaikan ridho Allah dan predikat pimpinan para syuhada. Rasul saw bersabda: <em>“Pemimpin para syuhada adalah Hamzahbin Abdul Muthalib dan seorang laki-laki yg berdiri di hadapan penguasa dzalim,lalu ia memerintahnya( dengan kema’rufan) dan melarangnya (dari kemunkaran),kemudian penguasa itu membunuhnya.</em><em>”</em> <strong>(Al-Hakim dari Jabir)</strong><strong>. </strong>Allahu Akbar! [Ridwan]</p>
<p>Dimuat di edisi September 2012</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ubadah-bin-shamit-penentang-kezaliman/">Ubadah bin Shamit : Penentang Kezaliman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ubadah-bin-shamit-penentang-kezaliman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Remaja Islam Drise Edisi September 2014</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-september-2014/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-september-2014/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2014 01:14:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[BACAAN]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[GAUL]]></category>
		<category><![CDATA[HTTP://MajalahDrise.Com]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ONLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SMAR]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<category><![CDATA[TRENDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=576</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE Driser&#8230;. udah bulan September nih. Kita tahu, kalian pasti pada ngangenin kehadiran drise ya&#8230; &#60;&#60; geer mode ONMaaf ya bulan Agustus kemaren gak nongol. Insya Allah September ini udah siap menyapa remaja se nusantara. Mau tahu judulnya? Ih kepo deh.. September ini kita ambil tema &#8220;WE ARE THE CHAMPION&#8221;. Contentnya? Cekidot! &#160; Bukamata: &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-september-2014/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Remaja Islam Drise Edisi September 2014</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-september-2014/">Majalah Remaja Islam Drise Edisi September 2014</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a title="MAJALAH REMAJA | TABLOID | BACAAN | ISLAM | TRENDI | GAUL | MUSLIM | DAKWAH | ONLINE | ANAK | MUDA | CERPEN ISLAM | SMART| HTTP://MajalahDrise.Com" href="http://MajalahDrise.com" target="_blank">MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE</a></p>
<p><figure style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2014/09/Majalah-Remaja-Islam-Drise-September-2014.jpg?w=300" alt="Majalah Remaja Islam" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-caption-text">Majalah Remaja Islam</figcaption></figure></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #141823;">Driser&#8230;. udah bulan September nih. Kita tahu, kalian pasti pada ngangenin kehadiran drise ya&#8230; &lt;&lt; geer mode ON</span><br style="color: #141823;" /><span style="color: #141823;">Maaf ya bulan Agustus kemaren gak nongol. Insya Allah September ini udah siap menyapa remaja se nusantara. Mau tahu judulnya? Ih kepo deh.. </span><br style="color: #141823;" /><span style="color: #141823;">September ini kita ambil tema &#8220;WE ARE THE CHAMPION&#8221;. Contentnya? Cekidot!</span><span class="text_exposed_show"><br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li style="color: #141823;">Bukamata: mengupas tentang pribadi kita yang udah jadi juara sejak lahir. Makanya gak boleh minder bin rendah hati. Tetep pede dan bermartabat.</li>
<li><span style="color: #141823;">The Most : keren banget bahas tentang ketinggian peradaban Islam yang tergambar lewat dekorasi super rumit yang menghiasi bangungan-bangunan Islam. </span></li>
<li><span style="color: #141823;">Amazing Islam : ngasih tahu kita olahraga macam mana yang sering dilakonin Rasulullah saw dan para shahabat. </span></li>
<li><span style="color: #141823;">Writepreneur : Lanjutan mengikis mental block dengan belajar menulis secara sistematis. asyik nih!</span></li>
<li><span style="color: #141823;">Media Watch : kali ini menyoroti fenomena jilb**bs yang lagi jadi opini media. Wajib baca!</span></li>
<li><span style="color: #141823;">Wawancara : Dengan TEUKU WISNU. Asli inspiratif nih. </span></li>
<li><span style="color: #141823;">Rubrik yang lain, jangan lupa lanjutan EPIK derap rantai yang makin seru, bahasan MALE &amp; FEMALE Corner yang gue banget, Jejak peradaban Islam di TURKI dan tentunya rubrik Share Your Mind dan Monogatari. Siapa tahu tulisan kamu dimuat. </span></li>
</ul>
<p style="text-align: left;"><span class="text_exposed_show"><span style="color: #141823;">Udah dulu ya bocorannya. Langsung deh kejar para Pengedar Drise terdekat. Kalo kehabisan, kita nggak nanggung lho!</span><br />
<span style="color: #141823;">Mau jadi Pengedar? Hubungi Keagenan 0858 10 400 774</span></span></p>
<p><span style="color: #141823;">Jangan lupa follow &gt;&gt; </span><a style="color: #3b5998;" href="https://twitter.com/MajalahDrise" target="_blank" rel="nofollow nofollow">https://twitter.com/<wbr />MajalahDrise</a><span style="color: #141823;"> </span></p>
<p><span style="color: #141823;">Boleh Share info ini biar makin banyak remaja en remaji yang tercerahkan&#8230;Yuk Share!!!</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-september-2014/">Majalah Remaja Islam Drise Edisi September 2014</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edisi-september-2014/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">576</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
