<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>remaja Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/remaja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Oct 2017 03:06:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>HIJAB HIJRAH MUSLIMAH</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hijab-hijrah-muslimah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hijab-hijrah-muslimah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 May 2016 07:42:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Female Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[HIJAB ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1568</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Senang deh. Belakangan ini, sesekali kita nonton televisi, banyak artis yang aktif mengenakan kerudung bukan karena tutuan profesi tapi memang sudah menutup aurat sesuai hukum syari. Hijab juga bukan jadi seragam pengajian tapi sehari-hari makin bangga berhijab. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa banyak yang keranjingan untuk selalu berhijab. Baik di sekolah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hijab-hijrah-muslimah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">HIJAB HIJRAH MUSLIMAH</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hijab-hijrah-muslimah/">HIJAB HIJRAH MUSLIMAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Senang deh. Belakangan ini, sesekali kita nonton televisi, banyak artis yang aktif mengenakan kerudung bukan karena tutuan profesi tapi memang sudah menutup aurat sesuai hukum syari. Hijab juga bukan jadi seragam pengajian tapi sehari-hari makin bangga berhijab. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa banyak yang keranjingan untuk selalu berhijab. Baik di sekolah atau lingkungan rumah. Malah di mall-mall aja mba berhijab yang lalu lalang makin cling!</p>
<p>Driser, berhijab ialah panggilan iman, meresap dari hati sehingga nyaman di hati. Muslimah yang taat atau berusaha untuk selalu taat, akan memompa semangat beramal sholeh ketika sudah berhijab. Itulah yang dirasakan Laudya Chynthia Bella pasca berhijab. “<em>Sekarang aku udah jarang sih pulang larut malam. Jam 9 biasanya udah ada di rumah atau lagi di jalan mau pulang. Sengaja maupun tidak, berhijab menggiring aku pada kebaikan. Aku masih berteman dengan teman-teman lama, sebagai bonusnya ada teman-teman baruku yang berhijab yang juga menguatkan aku. Namanya juga baru ya, masih butuh disemangatin supaya istiqomah</em>”, begitu tutur Mba cantik yang biasa main di sinetron atau film layar lebar ini.</p>
<p>Nah, jadi prinsipnya, wanita berhijab memang belum tentu taat,tapi <a href="http://majalahdrise.my.id/category/female-corner/">wanita taat pasti berhijab</a>. Hijab adalah awal kebaikan, akan mengundang kebaikan lain untuk datang. Inilah berkahmenjadikan islam sebagai tolak ukur perbuatan. Catet!</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<h2><strong><em>Hijab Buka-Tutup</em></strong></h2>
<p>Fenomena yang menggelitik ialah sebagian muslimah yang masih buka-tutup hijab. Bisa jadi karena satu tuntutan, desakan atau rayuan, sehingga sehari hijab dipake, sehari dibuka. Jeng, itu hijab atau portal?! Kok buka tutup, ups…. Sorry, bukannya ngeledek. Tapi kan sayang amalan yang kemarin. Sudah dibangun, dihancurkan lagi. Ngerti kok, kita semua emang lagi belajar. Hijrah dari kegelapan menuju cahaya. Pergi dari jalan yang bengkok kepada jalan yang lurus, yaitu tuntunan Allah. Mau dituntun Allah atau dituntut Syaithan?! Muslimah untuk dituntun, bukan dituntut.</p>
<p>Yupz, sempurnakan hijrahmu dengan istiqomah berhijab. Buang penilaian manusia, harapkan penilaian Allah saja. Sebab Dia yang sanggup membuka dan menutup hati dan mulut manusia. Pintalah padaNya supaya hanya mulut yang baik yang mendekati hati kita, ajakan yang benar yang menguatkan hijab kita.</p>
<p>Berhijab mantap akan menggiring kita pada sikap yang semakin islami. Selama ini jarang shalat, maka berhijab itu jadi pemicu kerinduan untuk sujud dalam sajadah. Malu pada al-Qur’an yang hanya jadi pajangan, malu pada hijab atau penutup kepalayang cuma jadi pelengkap penampilan.</p>
<p>Berhijab tapi masihpacaran? Malu pada malaikat Raqib Atid di samping kiri dan kananmu. Ia tidak kelihatan tapi pasti melihat kita. Malu pada Allah yang Maha Penyayang, yang selalu berikesempatan padahal selama ini kita berbuat dosa. Selamatkan pacarmu dari api neraka. Kalau pacarmu beneran sayang, masa dia ajak kamu ke neraka. Jika dia orang yang benar, dia pasti memilih surga walau resikonya kalian harus putus! Cinta adalah cinta. Jika digabung dengannafsu maka cinta akan memudah, tersisalah nafsu.Ngeri!</p>
<p>Supaya hijab kamu ngga buka tutup, bergabunglah dengan teman-teman yang istiqomah. Mereka kelak yang akan jadi patroli pengontrol kalau kamu khiaf atau galau. Jadikan al-Qur’an sebagai teman duduk, saat santai atau menjelang tidur. Sempatkan seminggu sekali ikut tausiah islam, sharing dengan para ustadzah. Jika sehari-harinya sudah sibuk dengan amal sholeh, dijamin maksiat minggat, ketaatan yang memuat kita kuat. Hijrahlah! Istiqomahlah! Yuk! <strong>[Alga Biru]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BOX</p>
<p><strong>TANTANGAN BERHIJAB</strong></p>
<p>Berikut ini momen saat aktivitas berhijab kamu mungkin akan diuji. Siapkan amunisi iman dan tawakkal kepada Allah</p>
<p><strong>Dunia Kerja</strong></p>
<p>Ketika kelak memilih kerja, biasanya ada tuntuntan untuk tampil cantik dan kadang-kadang disyaratkan untuk membuka aurat (hijab). Lebih baik stop! Berani berkata TIDAK! Ingat, rezeki sudah diatur oleh Allah, kita hanya berusaha, biarkan Dia datang dengan cara yang indah.</p>
<p><strong>Pelangkap Identitas</strong></p>
<p>Pas foto ijazah SMA sering membuat dag-dig-dug. Buka kerudung atau tidak? Kalau pakai kerudung, harus buat pernyataan ini dan itu. Kelihatannya horor banget ya? Wah, apa yang salah dengan wanita berhijab? Nah, banyaklah berkonsulitasi dengan ahlinya agar harga diri kita sebagai muslimah tetap terjaga.</p>
<p><strong>Takut Ngga dapet Jodoh</strong></p>
<p>Klise banget. Alasan yang dibuat-buat. Siapa bilang berhijab menjauhkan jodoh atau lelaki untuk mendekat. Percayalah, justru lelaki yang datang bukan lelaki sembarangan.Lelaki itu pastinya lelaki yang seiman dan menjaga auratmu dari yang haram memandang.</p>
<p><strong><em>Low Exist !</em></strong></p>
<p><em>Wanita berhijab tidak bisa eksis, sulit. Wanita juga ingin tampil ke depan. Hijab menghalangi wanita dalam mengeksplorasi diri</em>. Nah, pemikiran seperti ini masih menempel di sebagian orang. Sementara di jaman sekarang ini, makin banyak bukti wanita berhijab makin berkilau, berprestasi tanpa harus mengumbar auratnya dan sekedar modal cantik semata.</p>
<p><strong>[Alga Biru]</strong></p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #45</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hijab-hijrah-muslimah/">HIJAB HIJRAH MUSLIMAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hijab-hijrah-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1568</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kamu Suka Ngeluh?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2016 13:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Problem adalah hal yang senantiasa dijumpai makhluk hidup, apalagi manusia. Setiap hari ada saja bentuknya, durasinya, bahkan menyelesaikannya juga beragam cara. Ada yang ketika berhadapan dengan problem baik kecil atau besar langsung menitikkan airmata (ini biasanya cewe-cewe) bahkan terkadang karena melihat problem yang notabene nya itu ecek-ecek alias sandiwara sinetron pun, sempat-sempatnya mewek &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Kamu Suka Ngeluh?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/">Kamu Suka Ngeluh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Problem adalah hal yang senantiasa dijumpai <a href="http://majalahdrise.my.id/lapis-lapis-keberkahan/">makhluk hidup</a>, apalagi manusia. Setiap hari ada saja bentuknya, durasinya, bahkan menyelesaikannya juga beragam cara. Ada yang ketika berhadapan dengan problem baik kecil atau besar langsung menitikkan airmata (ini biasanya cewe-cewe) bahkan terkadang karena melihat problem yang notabene nya itu ecek-ecek alias sandiwara sinetron pun, sempat-sempatnya mewek sampai habiskan tissue tetangga hehe.. #OhNo</p>
<p>Itu baru satu sikap yang lahir akibat masalah atau problema, karena sebenarnya ada segudang ekspresi yang dilahirkan saat menghadapi problem. Namun umumnya, sebelum problem itu terselesaikan dengan solusi yang jitu, terkadang ada hal ini nih yang selalu dilalui dan menjadi pilihan yang kita lakukan. Hal itu adalah berkeluh kesah. Iya kan? Tuh pada senyum-senyum karena ketahuan sering ngeluh hehe.. saya juga ikutan senyum-senyum juga nih, karena sebab yang sama.</p>
<p>Pernah ga sih terpikirkan oleh kita atau kita renungkan, kenapa ya kita sukanya ngeluh? Rasanya walaupun masalah belum kelar, tapi ngeluhnya sudah terlaksanakan ibarat berhasil nyusun puzzle yang berantakan, lega gitu. Ngeluh seakan jadi menu utama nya kita. Duh gawat tuh. Jika kita telusuri lagi, ternyata ngeluh itu ada karena manusiawinya kita sebagai manusia, alias manusia itu punya naluri. Naluri itu adalah bagian dari potensinya diri manusia yang dikaruniakan Dzat yang Maha Pencipta. Nah dari naluri ini kita kenal ada tiga jenisnya : 1. Naluri mensucikan sesuatu (tadayyun), 2. Naluri mempertahankan diri(baqa’) dan terakhir Naluri berkasih sayang (nau’)</p>
<p>Usut punya usut ternyata keluh atau mengeluh itu terkategori dalam naluri baqa’ kita untuk menjaga eksistensi diri, gengsi gitu. Jadi dalam hal ini, problem itu diibaratkan seperti musuh yang menyerang lawannya. Nah, lawan yang diserang oleh musuh ini otomatis merasa takut (jika ia bersalah terhadap musuhnya) atau merasa kesal atau jengkel (jika ia diserang tanpa sebab oleh musuhnya tersebut) otomatis juga si lawan berpikir dengan akalnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, bisa jadi dengan tindakan serang balik atau malah melipir pergi dan muntaber alias mundur tanpa berita hehe agar aman dari kejaran musuh tadi. Nah, gitu pula halnya dengan diri kita yang suka ngeluh, berkeluh kesah semata-mata untuk melampiaskan naluri mempertahankan diri.</p>
<p>Cerita keluh mengeluh ini bukan hanya beredar di kalangan manusia, ternyata dalam Al-qur’an Allah SWT juga mengabarkan tentang ini yaitu di surah Al-Ma’arij ayat 19-21. <em>“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.”</em></p>
<p>Jleeb banget ketika baca ayat tersebut. Astahgfirullah baru nyadar bahwa selama ini tiada hari tanpa mengeluh, persis seperti apa yang Allah katakan dalam Al-qur’an. Hmm.. tapi ayat diatas bukan juga dijadikan justifikasi atas keluh kesah yang kita tuturkan tiap harinya yaa, ternyata sekalipun Allah kabarkan didalam kitab suci bahwa Allah ngasi naluri baqa sama kita yang berpotensi untuk berkeluh kesah dan kikir, tapi disinilah Maha Mudabbir nya Allah, yap apalagi kalau bukan Allah Sang Pengatur hidup dan kehidupan kita, atas segala yang telah diciptakannya, tak terlepas rasa keluh kesah ini D’Riser.. karena itu pula lah Allah takkan membiarkan kita terlunta-lunta dengan apa yang kita alami dan rasakan. Sehingga dalam penciptaan kita, Allah barengi dengan manual instruction yang sudah tentu sesuai dengan ciptaannya. Karena kita sama-sama mengetahui bahwa Allah Maha Tahu, begitu juga Allah tau atas keluh kesah ini. Bahkan lebih dari itu, Allah juga nyediakan langsung jurus ampuh agar kita terbebas atau meminimalisir rasa keluh kesah ini.</p>
<p>Yups, ga perlu jauh-jauh nyari jurus jitunya D’Riser, kamu cukup buka mukjizatNya Rasulullah saw (Al-qur’an,red) dan cari di Juz 29 surah ke 70, ayat ke 22-34, nah ada yang udah nemuin ? yups, exactly masih di surah yang sama dengan ayat yang kita bahas sebelumnya. Kita masih di surah Al-ma’arij. Begini redaksi ayatnya : <em>kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan yang tidak meminta, dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab tuhannya, sesungguhnya terhadap adzab tuhan mereka,tidak ada seseorang merasa aman (dari kedatangannya)</em> dan seterusnya J. Check al-qur’annya masing-masing yah hehe..</p>
<p>Dan pada akhirnya, bagi hambaNya yang sukses dan complete ngejalani manual instruction yang ada di beberapa ayat diatas tadi dengan sebaik mungkin maka akan ada yang akan di petik dan didapatkan, ga nanggung-nanggung loh, yaitu apa yg dijelaskan di ayat berikutnya (ayat 35), begini bunyinya : “mereka itu kekal disurga yang dimuliakan”. Nah, siapa yang mau masuk surga? Saya !!! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/13.1.0/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> maka apalagi yang ditunggu dan dinanti. Yuk manage diri agar jadi pribadi yang enggan berkeluh kesah tapi sebaliknya senantiasa bersyukur atas nikmatnya dan menjadikan problema sebagai instrumen yang mampu menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sebagaimana Allah juga ingatkan kita di Surah Ibrahim:7 <em>“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah(nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”</em> Duh bergidik merinding dengan azabnya Allah, ngeri kan D’Riser?</p>
<p>So, ayo bergerak, bertindak, dan berfikir menjadi hamba yang senantiasa dalam RidhaNya. Bagaimana caranya? Pastinya tak semudah membalikkan telapak tangan namun tetap ingat ya D’Riser setelah kesulitan ada kemudahan, So kamu pasti bisa !! caranya dengan banyak belajar dan menggali ilmu islam sampai kamu ngeh, ngerti, paham, teraplikasi dan sharing itu semua ke seluruh penjuru mata angin hehe, makanya #YukMoveOn dan #YukNgaji[]</p>
<p><em>Oleh : Islamideena</em></p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/">Kamu Suka Ngeluh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1541</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ambil Peran Itu Bro!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ambil-peran-itu-bro/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ambil-peran-itu-bro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2016 07:10:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Prelude]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1171</guid>

					<description><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; Remaja bukan cuman bisa hura-hura. Remaja juga bisa berkarya nyata sesuai dengan kebisaannya. Remaja juga punya kesempatan menorehkan jasa bagi bangsa, negara, dan agama. Tapi sorry, kita bukannya generasi muda nyari popularitas lho. Apalagi bawa-bawa pesan sponsor. Nggak lah yauw. Kita cuman mau ngingetin, saatnya remaja en remaji ambil perannya sebagai penopang kebangkitan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ambil-peran-itu-bro/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ambil Peran Itu Bro!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ambil-peran-itu-bro/">Ambil Peran Itu Bro!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Remaja bukan cuman bisa hura-hura. Remaja juga bisa berkarya nyata sesuai dengan kebisaannya. Remaja juga punya kesempatan menorehkan jasa bagi bangsa, negara, dan agama. Tapi sorry, kita bukannya generasi muda nyari popularitas lho. Apalagi bawa-bawa pesan sponsor. Nggak lah yauw.</p>
<p>Kita cuman mau ngingetin, saatnya remaja en remaji ambil perannya sebagai penopang kebangkitan umat. Estafet kepemimpinan akan terus bergulir. Yang tua bakal pensiun. Yang muda jangan cuman manyun. Segera ambil tuh tongkat estafet, ayunkan dan pimpin kebangkitan. Untuk itu, yang kita perluin sekarang adalah kemauan yang keras untuk menjadi duplikatnya Thariq bin Ziyad atau Muhammad al-Fatih.</p>
<p>Kemauan yang kuat udah tentu nggak datang dengan sendirinya. Tapi dibangun dari sebuah pemahaman yang menyulap keraguan kita menjadi kebulatan tekad. Semangat kita jadi nggak setengah-setengah, tapi basah kuyup sekalian. Untuk melahirkan kemauan yang keras, mau nggak mau kita mesti bergerak. Karena berdiam diri hanya akan membekukan hati dan memasung langkah kita.</p>
<p>Untuk itu, hal pertama yang mesti kita perbuat adalah nuntut ilmu. Yap, dengan belajar Islam, kita jadi tambah wawasan Islam, tahu kondisi umat Islam, dan makin mengenal kemuliaan aturan hidup Islam. Informasi ini yang memancing alam pikiran kita untuk mencari tahu ada apa dengan umat Islam yang hidup terjajah. Sehingga kita memahami mestinya ada yang bergerak untuk menyadarkan umat. Ada yang kudu berani menjadi martir revolusi yang membakar semangat umat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Disitulah peran kita sebagai pemuda. Menjadi martir revolusi!</p>
<p>Imam Asy Syafii mengatakan: &#8220;Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).&#8221;</p>
<p>Jangan sampai masa muda kita habis nggak jelas lantaran terhanyut budaya sekuler yang mengejar kesenangan dunia. Kita juga nggak rela dong nasib umat Islam dan kita menderita akibat penjajahan. Makanya wajar kalo kita-kita yang masih muda, kuat, dan cakep ini mesti ambil peran sebagai agen of change. Untuk kebaikan Islam dan kaum Muslimin. Jangan tunggu esok. Jangan liat orang lain. Mulai hari ini, ikut ngaji. Pake aturan hidup Islam. Dan jadilah seorang martir revolusi. Kalo bukan kita siapa lagi. Segera ambil peran itu bro!  [@Hafidz341]</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise #40</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ambil-peran-itu-bro/">Ambil Peran Itu Bro!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ambil-peran-itu-bro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1171</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Khilafah for Teens</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/khilafah-for-teens/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/khilafah-for-teens/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 14:14:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Prelude]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=273</guid>

					<description><![CDATA[<p>[Drise-#029] Sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, istilah Khilafah masih terasa asing ditelinga remaja. Saking asingnya, terkadang masih suka ketuker dengan istilah khilafiyah (perbedaan). Padahal artinya jelas beda. Khilafah wajib, khilafiyah boleh untuk masalah furu’ (cabang) dlm syariah. Terlebih lagi remaja kaya kita, jarang dikenalin dengan istilah khilafah yang dianggap terlalu tinggi bahasannya. Walhasil, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/khilafah-for-teens/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Khilafah for Teens</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/khilafah-for-teens/">Khilafah for Teens</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/05/Naruto-dukung-MK.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-274" alt="Naruto khilafah" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/05/Naruto-dukung-MK-242x300.jpg?resize=242%2C300" width="242" height="300" data-recalc-dims="1" /></a><strong>[Drise-#029]</strong> Sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, istilah <i>Khilafah</i> masih terasa asing ditelinga remaja. Saking asingnya, terkadang masih suka ketuker dengan istilah <i>khilafiyah </i>(perbedaan). Padahal artinya jelas beda. Khilafah wajib, khilafiyah boleh untuk masalah furu’ (cabang) dlm syariah. Terlebih lagi remaja kaya kita, jarang dikenalin dengan istilah khilafah yang dianggap terlalu tinggi bahasannya. Walhasil, nggak ketemu deh kata <i>Khilafah</i> dalam database memori remaja. Entah belum diinput atau terselip dalam rimbunan istilah gaul mereka. Yang pasti, remaja lumayan gagap kalo ditanya tentang khilafah. Tapi itu dulu. Sekarang, seiring berjalannya waktu dan laju roda dakwah yang menyasar pasar remaja, istilah Khilafah semakin dikenal luas oleh remaja. Jadi kalo hare gene masih ada remaja Islam nggak tahu apa itu Khilafah, tandanya cupu dan nggak gaul. Hehe…</p>
<p>“Tapi kan aku emang belum tahu!” Oke, kalo emang masih ada yang belum tahu, kalo gitu D’Rise kasih tahu ya. Khilafah adalah sebuah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin di seluruh dunia, dipimpin oleh seorang Khalifah yang satu, untuk menerapkan syariat Islam dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Itulah dia definisi yang kita kutip dari Syekh Taqiyuddin an Nabhani, beliau adalah seorang ulama mujtahid dari Palestina. Dengan kata lain, Khilafah adalah sebuah negara yang di dalamnya diterapkan syariat Islam secara sempurna dan dipimpin oleh seorang Khalifah. Cuma sistem pemerintahan ini saja yang diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita.</p>
<p>Seorang muslim akan sangat membutuhkan Khilafah, karena hanya dengannya sajalah Islam bisa diterapkan dengan sempurna dan kaum muslimin bisa melaksanakan segala perintah Allah dengan baik dan total. Kalo tanpa sistem pemerintahan Isla, syariah hanya bisa dilaksanakan sepotong-sepotong aja, nggak menyeluruh.</p>
<p>Di jaman kita ini Khilafah nggak ada, akibatnya banyak kaum muslim yang nggak melaksanakan aturan Islam lagi. Kaum muslim pun dianiaya dan dibunuh di berbagai belahan dunia. Wilayah-wilayah kaum muslim pun dengan bebas dikeruk dan dieksploitasi oleh kaum kafir penjajah. Karena itulah tugas remaja Islam sekarang adalah mengembalikan Khilafah agar bisa ditegakkan lagi. Sehingga umat Islam akan kembali mulia dan sejahtera. So, remaja muslim wajib melek khilafah. Yuk![Sayf]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/khilafah-for-teens/">Khilafah for Teens</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/khilafah-for-teens/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">273</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Islamic Youth Movement!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2013 20:53:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[muslim yout]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[remaja muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=7</guid>

					<description><![CDATA[<p>[Drise #029] Remaja, idealnya menjadi harapan bangsa, negara, dan agama. Seiring bertambahnya usia, kelak mereka yang bakal dapat giliran untuk memimpin umat. Jika masa remaja gencar diisi dengan kegiatan positif dan menebar manfaat, tentu kebangkitan Islam dan kaum Muslimin yang dimotori para pemuda tinggal tunggu waktu. Namun kalo yang terjadi sebaliknya, remaja pada galau dihantam &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Islamic Youth Movement!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/">Islamic Youth Movement!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/Warrior.jpg"><img class="alignnone  wp-image-10" style="margin: 10px; float: left;" alt="Islamic Youth Movement" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/Warrior-300x216.jpg?w=200" data-recalc-dims="1" /></a>[Drise #029] Remaja, idealnya menjadi harapan bangsa, negara, dan agama. Seiring bertambahnya usia, kelak mereka yang bakal dapat giliran untuk memimpin umat. Jika masa remaja gencar diisi dengan kegiatan positif dan menebar manfaat, tentu kebangkitan Islam dan kaum Muslimin yang dimotori para pemuda tinggal tunggu waktu. Namun kalo yang terjadi sebaliknya, remaja pada galau dihantam virus hedonis alamat kebangkitan cuman jadi khayalan.</p>
<p><span id="more-7"></span>Remaja ideal sejatinya selalu punya rencana dalam menjalani hidupnya. Lantaran hidup cuman sekali kudu dioptimalkan untuk meraih prestasi. Makanya wajar kalo memasuki awal tahun, remaja antusias bikin resolusi. Sebuah resolusi adalah semacam planning alias perencanaan untuk mewujudkan mimpi di tahun ini. Saat bikin resolusi, kita mesti perhatikan dua hal. Pertama, mengevaluasi langkah, peristiwa, fakta yang telah terjadi di tahun sebelumnya. Kedua, merencanakan atau memproyeksi apa yang akan terjadi dan dilakukan di tahun depan. Yup, biar kegambar jelas bagian mana yang mesti diperbaiki dan langkah strategis apa yang mesti dijalani demi meraih mimpi. Untuk itu, penting kita evaluasi kondisi remaja sebelum membuat resolusi. Yuk mari!</p>
<h2><b>Potret Buram Remaja 2012</b></h2>
<p>Tahun 2012, dunia remaja masih belepotan tinta hitam yang menambah buram potret generasi muda. Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan, 51 persen remaja di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek telah berhubungan seks pranikah. &#8220;Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,&#8221; kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief usai memberikan sambutan pada acara grand final Kontes Rap memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Ahad <i>(28/11</i><i>/2012</i><i>)</i></p>
<p>Data BKKBN mengenai estimasi aborsi di Indonesia per tahun mencapai 2,4 juta jiwa, sebanyak 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. &#8220;Dari 2,5 jutaan pelaku aborsi tersebut, 1 &#8211; 1,5 juta di antaranya adalah remaja. Remaja sudah bisa aktif secara seksual, namun sulit memperoleh alat kontrasepsi. Akibatnya terjadi kehamilan yang tidak diinginkan,&#8221; kata Sudibyo Alimoesa, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN saat dihubungi <strong>detikHealth</strong>, Rabu <i>(30/5/2012)</i></p>
<p>Dari total kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan pada 1 Januari-30 Juni 2012 tercatat sebanyak 9.883 kasus HIV dan 2.224 kasus AIDS, dengan 45 persen di antaranya diidap oleh kaum muda. Masalah narkoba juga nggak kalah hebatnya seperti dikutip detikhealth <i>(6/6/2012)</i>, bahwa BNN melansir 50-60% pengguna narkoba adalah remaja.</p>
<p>Tahun 2012 lalu, tawuran pelajar kembali naik daun pasca perseterua pelajar SMAN 70 dengan SMAN 6 yang menewaskan Alawi, siswa kelas X SMA 6. Tawuran pelajar seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perilaku pelajar. Meski sudah banyak jatuh korban, ‘perang kolosal’ ala pelajar terus terjadi. Data dari Komnas Anak, jumlah tawuran pelajar sudah memperlihatkan kenaikan pada enam bulan pertama tahun 2012. Hingga bulan Juni, sudah terjadi 139 tawuran kasus tawuran di wilayah Jakarta. Sebanyak 12 kasus menyebabkan kematian. Pada 2011, ada 339 kasus tawuran menyebabkan 82 anak meninggal dunia (<i>Vivanews.com</i>, 28/09/12)</p>
<p>Jika mau diurai lebih detail lagi, masih cukup panjang daftar kebobrokan dunia remaja selama tahun 2012. Data di atas cukup mewakili untuk menggedor keprihatinan kita akan nasib calon pemimpin bangsa. Idealnya, pemerintah selaku instusi tertinggi yang ngurus rakyat bergerak cepat untuk menyelamatkan generasi muda. Cari deh tuh akar masalah yang menjerat remaja. Terus segera ambil kebijakan untuk memangkas akar masalah biar nggak mewabah. Sialnya, pemerintah kita lebih banyak ngobatin gejala dibanding penyebab utamanya. Walhasil, potret buram remaja tak kunjung kinclong!</p>
<p>Sekadar contoh, Menteri Kesehatan Nafsiyah Mboi, usai membuka seminar Peringatan Hari Anak Nasional 2012 di gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (13/7/2012) malah menyarankan ‘pacaran sehat’ ala Menkes dengan menggunakan kondom. Tidak bermaksud pesimis, tapi menilik program penanggulangan AIDS selama ini, tidak cukup berdampak pada jumlah kasus prevalensi dan insidensi AIDS. Kasus AIDS di Indonesia, trendnya makin meningkat. Data dari Kementerian Kesehatan, jumlah kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan di Indonesia meningkat tajam dari 7.195 di tahun 2006 menjadi 76.879 di tahun 2011 (Kemkes, Laporan Situasi HIV dan AIDS di Indonesia, tahun 2006 dan 2011).</p>
<p>Kondomisasi cuma sebuah solusi pragmatis yang sangat menyesatkan. Pasalnya, kondomisasi bukan menghilangkan akar masalah sesungguhnya, yakni seks bebas yang kian beringas di kalangan remaja. Sebaliknya, kondomisasi makin menambah masalah, karena secara tidak langsung melegalisasi seks bebas. Bukannya mengantisipasi, malah memfasilitasi. Akibatnya, kampanye kondom berpotensi menguatkan gaya hidup seks bebas. Hal ini pernah diungkapkan oleh Mark Schuster dari Rand, sebuah lembaga penelitian nirlaba, dan seorang pediatri di University of California. Berdasarkan penelitian mereka, setelah kampanye kondomisasi, aktivitas seks bebas di kalangan pelajar pria meningkat dari 37% menjadi 50% dan di kalangan pelajar wanita meningkat dari 27% menjadi 32% (<i>USA Today</i>, 14/4/1998).</p>
<h2><b>Harapan Itu Masih Ada</b></h2>
<p>Ketika potret dunia remaja kian hari memburam, masih ada secercah harapan dari potensi remaja yang belum dioptimalkan. Pertama: potensi ‘alami’ yang dimiliki oleh remaja sebagai pribadi yang energik, letupan semangat yang berapi-api, intelektualitas muda yang bisa diandalkan, serta kekuatan fisik yang masih prima. Kedua: adanya pergerakan dari remaja muslim yang mencerminkan perlawanan  terhadap dominasi pemikiran dan budaya sekuler. Juga gaung kebangkitan yang gencar disuarakan dalam bentuk kegiatan nyata serta opini di dunia maya.</p>
<p>Dalam catatan kaleidoskop 2012, masih cukup hangat dalam ingatan kita tentang isu ‘rohis sarang teroris’ yang diopinikan oleh salah satu stasiun teve swasta. Tak ayal, serentak semangat pembelaan untuk melawan opini itu bermunculan dari aktivis Rohis sampai alumni Rohis. Hingga terwujud dalam aksi damai  pada hari Minggu (23/9) yang diikuti oleh sekitar 2 ribu pelajar dari berbagai sekolah tumpuk di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka menuntut agar Metro TV meminta maaf. Hal senada juga muncul dalam galang opini via page facebook bertajuk “1.000.000 <b>Gerakan</b> Tuntut Metro Tv Minta Maaf Kpd <b>Rohis</b> Se-Indonesi”.</p>
<p>Perlawanan terhadap ide-ide sesat dan menyesatkan dari kaum Jaringan Islam Liberal (JIL) gencar disuarakan generasi muda muslim dalam tagline “Indonesia Tanpa JIL (ITJ)”. Opini dengan cepat menyebar melalui sosial media. Page ITJ dipadati facebooker yang mendukung perlawanan terhadap celoteh Ulil Abshar dan konco-konconya. Bahkan pergerakan ITJ secara massif ditunjukkan dengan aksi sebar flye yang berisi alasan menolak JIL di berbagai kota dan tempat.</p>
<p>Tanggal 14 Februari 2012 lalu muncul pergerakan kampanye #MenutupAuratSedunia di berbagai negara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Inggris, Hongkong, Macau, dan Thailand. Gerakan Menutup Aurat (GERAK) dicetuskan oleh sahabat aktivis Jakarta yang diketuai Herry Nurdi (Penulis/PresidenTeachers Working Group Indonesia). Gerakan ini mendapat sambutan hangat dari remaji untuk menunjukkan eksistensinya dibalik hijab syar’I dengan mengadakan aksi turun ke jalan dan kajian Islam.</p>
<p>Fakta lain yang tak kalah menggembirakan adalah pergerakan remaja yang berkomitmen untuk berjuang membela Islam serta penerapan syariah sebagai sebuah sistem aturan negara. Setidaknya itu terwakili oleh acara yang diprakarsai oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) dalam bentuk Konferensi Remaja Islam di berbagai kota dan puncaknya diadakan di Jakarta.</p>
<p>Yel – yel “<em>Al-Fatayuriid Khilafah Islamiyah” </em>bergemuruh dalam acara Konferensi Remaja Islam yang berlangsung Ahad (16/12/2012). Acara yang bertajuk “Khilafah, Negara yang Melindungi dan Menyejahterakan Remaja” tersebut dihadiri lebih dari  1500 siswi muslimah dari SMP – SMA se-Jabodetabek dan Banten. Dalam acara tersebut, para oratornya terdiri dari par remaja, sebut saja Khonsa RD, siswi kelas X berorasi tentang remaja dalam budaya yang merusak dalam bahasa Inggris, kemudian Azkia Rizka, siswi kelas XI berorasi tentang Remaja dalam Pendidikan Sekuler yang BerorientasI Ekonomi.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momentum bersatunya semangat para remaja untuk memperjuangkan Islam. Remaja harus menyadari bahwa mereka adalah generasi  penerus umat yang agung. Oleh karena itu, remaja harus terlibat dalam perjuangan menegakkan kembali Khilafah. Menjadikan  hidup bergairah hanya dengan dakwah. Yess!</p>
<h2><b>Dakwah, Resolusi Remaja 2013!</b></h2>
<p>Resolusi sejatinya nggak cuman untuk diri sendiri. Tapi dijadikan gerakan bersama kebangkitan remaja. Yup, gerakan resolusi remaja muslim. Biar gaungnya lebih terasa dan beban yang berat bisa ditanggung bersama-sama. Karena kita sadar sepenuh hari, kita hidup sebagai seorang muslim yang menjadi bagian dari masyarakat. Maka sangatlah layak, kalo Resolusi harus bernafaskan ‘KITA’ dan beraroma ‘kebermanfaatan’. Why? Coz, Rasulullah Saw sudah mengingatkan:</p>
<p><i>“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia</i>” (HR. Thabarani, Daruqutni)</p>
<p><i>“Barangsiapa bangun di waktu subuh (pagi), tidak memikirkan masalah kaum muslimin, maka dia bukan termasuk golongan kaum muslimin”</i> (HR. Ahmad)</p>
<p>Resolusi bernafaskan ‘KITA’ adalah saatnya kita tidak hanya berpikir nafsi-nafsi, saatnya meninggalkan sikap dan sifat cuek. Stop berpikir <i>“ini urusan gue, masalah buat loe?”,</i> sebab pemikiran gitu hanya melahirkan manusia-manusia individualis, yang merupakan karakter masyarakat kapitalis kita sekarang ini. Dan nyadar atau nggak, masyarakat individualis, nggak ada nyetelnya dengan karakter kaum muslimin.</p>
<p>Resolusi beraroma ‘kebermanfaatan’ berarti keberadaan kita di tengah masyarakat, jangan malah bikin ulah bin masalah, tapi justru keberadaan kita harus memberi energi positif. Jadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Saatnya kita bergerak menggandeng tangan saudara kita yang lain untuk berbuat <i>al-khair</i> (kebaikan).</p>
<p>Dua rumus sederhana di atas (Kita dan Kebermanfaatan) akan terlihat nyata saat kita wujudkan dalam aktivitas full manfaat bin berkah yang disebut dengan dakwah. Ya, dakwah selain sebagai sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim, dakwah juga merupakan kebutuhan kita semua, tak bisa dibayangkan jika hidup tanpa dakwah, hanya memanen masalah!</p>
<p>Dakwah jualah sebagai bukti kepedulian kita terhadap sesama, karena di dalam dakwah ada aktivitas saling menasehati dalam kebaikan. Maka jika menginginkan kebaikan di masa datang, jika kita sedang menyusun resolusi, maka dakwah adalah jalan yang harus kita agendakan.</p>
<p>Dakwah akan lebih optimal jika dibangun tidak hanya bermodalkan semangat. Tapi dakwah yang bercermin pada dakwah Rasulullah Saw ketika beliau membangkitkan masyarakat. Beliau berdakwah secara fikriyah alias berdakwah secara pemikiran, menyerang pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam, seraya menyodorkan pemikiran-pemikiran Islam. Mulai dari akidah, muamalah, syariah, akhlak, hingga daulah (negara). Dakwah tersebut dilakukan tanpa kekerasan, meskipun untuk mendakwahkannya butuh kegigihan, kesabaran.</p>
<p>Klop dengan kondisi saat ini, ketika banyak remaja tak bisa menunjukkan tajinya, saatnya remaja memilih untuk bangkit membingkai masa depan bersama Islam melalui jalan dakwah. Teman-teman kita, seperti sudah disebutkan tadi, sudah ada yang berani memilih berkomitmen memperjuangkan Islam dan syariahnya, maka kita hanya tinggal menyusulkan diri di barisan berikutnya. Sebab, pilihan hidup bersama kapitalisme-sekularisme, seperti saat sekarang ini, tak kunjung menyudahi masalah remaja dan masalah-masalah lainnya. Pilihan yang terbaik jika menginginkan masa depan yang lebih baik adalah hanya dengan Islam. <i>[twitter @LukyRouf]</i></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/">Islamic Youth Movement!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geliat Para Penikmat Islam</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/geliat-para-penikmat-islam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/geliat-para-penikmat-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2012 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kerudung gaul]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=211</guid>

					<description><![CDATA[<p>[DRise-#027] “Wow..!!” (tanpa koprol apalagi keliling lapangan sepakbola Gelora Bung Karno), itu ungkapan takjub begitu lihat ‘semangat kebangkitan’ Islam mulai muncul bak jamur di musim hujan. Coba aja lihat, meski banyak kaum hawa yang berlomba-lomba mengumbar aurat, tapi nggak sedikit yang dengan berani menunjukkan identitasnya sebagai muslimah, lengkap dengan kerudung dan jilbabnya. Bahkan 4 September, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/geliat-para-penikmat-islam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Geliat Para Penikmat Islam</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/geliat-para-penikmat-islam/">Geliat Para Penikmat Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/04/Muslimah-gaul.jpg"><img class="alignleft wp-image-212" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/04/Muslimah-gaul.jpg?w=300" alt="Islam gaul" data-recalc-dims="1" /></a>[DRise-#027]</strong> “Wow..!!” (tanpa koprol apalagi keliling lapangan sepakbola Gelora Bung Karno), itu ungkapan takjub begitu lihat ‘semangat kebangkitan’ Islam mulai muncul bak jamur di musim hujan. Coba aja lihat, meski banyak kaum hawa yang berlomba-lomba mengumbar aurat, tapi nggak sedikit yang dengan berani menunjukkan identitasnya sebagai muslimah, lengkap dengan kerudung dan jilbabnya. Bahkan 4 September, di launching sebagai ‘International Hijab Solidarity Day”. Mantabs!</p>
<p><span id="more-211"></span>Semangat yang sama juga kita dapetin saat saat tuduhan miring ditujukan kepada rohis sebagai sarang teroris. Remaja en remaji muslim bahkan menggelar aksi besar-besaran di bundaran HI, Jakarta. Dan kalau mau ‘lebih dalam’ lagi menyaksikan ‘semangat kebangkitan’ itu bisa dibuktikan dengan makin gencarnya pengajian yang digelar di kampus, sekolah, hingga perkantoran. Kita harap semangat itu terus menyala. Setiap saat.</p>
<p><b>Jangan Cuman Semangat Dong!</b></p>
<p>Tapi tunggu, emang bener gejala maraknya busana muslim dan aksi turun ke jalan itu menandakan kebangkitan? Atau hanya perilaku para penikmat Islam aja. Ups! Maaf ya, bukan bermaksud su’udzon atau meragukan keikhlasan mereka yang ghirahnya lagi semangat dua mangat. Tapi sekedar bentuk koreksian untuk kita bersama. Biar bisa saling mengingatkan. Apakah fenomena ‘semangat’ teman-teman kita itu bisa konsisten bin tahan lama atau sementara? Sekali lagi lho ya, ini bukan bermaksud mengolok-olok. Sebab kalo ‘semangat kebangkitan’ itu hanya bertahan sebentar plus nggak ‘tahan banting’ jadi kaya gelembung sabun. Keliatannya besar, padahal dalemnya hampa bin kosong. Duar..!</p>
<p>Ada beberapa faktor yang memicu semangat kebangkitan umat Islam bak gelembung sabun. Yaitu:</p>
<p><i>Pertama</i>, bisa jadi ‘semangat’ yang dimiliki teman-teman kita itu untuk jaga eksistensi. Persis kayak teman kita yang aktif menggandrungi k-pop, terus menular ke teman yang lain sehingga melahirkan demam k-pop. Ya, nasib yang sama juga bakal dialami ajaran Islam kalo cuman dijadikan sekedar trend. Lagi hot-hotnya isu Palestina, berbondong-bondong ikut aksi solidaritas biar eksis dan diakui komunitas. Pasang profil picture di BBM dan sosial media yang mendukung perjuangan muslim gaza. Aktif posting yang berkaitan dengan Palestina. Giliran gencatan senjata dan PBB mengakui negara Palestina, kembali adem ayem. Nanti kalo ada isu lain yang gak kalah hot-nya, ikut-ikutan lagi. Begitu seterusnya. Seolah Islam hanya dipake buat tumpangan eksis di dunia nyata dan dunia maya. Hadeuh..!</p>
<p><i>Kedua</i>, boleh jadi, apa yang sekarang dikenakan, diperjuangkan tentang Islam, itu hanya sekedar symbol alias formalitas belaka. Fakta ini bukan asal bunyi lho. Dengan bermodal semangat berhijab, banyak muslimah yang mengenakan penutup aurat sekenanya aja dan cenderung ngikutin mode daripada ngikutin aturan yang benernya. Sampe-sampe kebolak-balik pengertian antara kerudung dan jilbab. Karena hanya modal semangat tanpa dibarengi ilmu, pake jilbab dan kerudung pun nggak sesuai tuntutan Islam. Ada yang pake jilbab ketat, dipadu dengan legging, sementara kerudungnya pun dimodif jadi kerudung punuk onta. Baru sekedar menutup aurat tapi tidak menjaga aurat. Berpakaian seperti telanjang!</p>
<p><i>Ketiga</i>, mungkin semangat yang dimiliki oleh teman-teman kita itu lebih karena cari penyejuk hati. Tahu sendiri, ditengah demam galau yang mewabah di dunia nyata dan dunia maya bisa bikin gerah. Kayanya adem kalo account sosial media itu isinya yang islami dan menyejukkan hati. Bukan curcol atau info gak penting lainnya. Nggak heran kalo di facebook dan twitter banyak sekali yang nge-add atau nge-follow akun-akun ‘islami’ dan ‘menyejukkan’. Apalagi di dunia nyata banyak event pelatihan/training islami yang menawarkan kesejukan hati. Katanya biar seimbang, nggak cuman cari duit melulu tapi juga cari ridho Allah. Nggak heran kalo pelatihan islami banyak digandrungi. Bener sih. Pas ikut pelatihan, semangat keislamannya berkobar, menangis karena penyesalan, dan bertekad untuk tobat. Giliran kembali ke kantor, kampus, atau sekolah, lengket lagi kehidupan sekulernya.</p>
<p>Sahabat, ngeliat ketiga faktor di atas ngeri juga ya. Kapan sampenya Islam di garis kebangkitan kalo kebanyakan umatnya masih nyaman menjadi “para penikmat Islam”. Yup, mereka PDKT dengan Islam karena bermodal semangat, ngikutin trend, pake symbol islam sebagai media eksistensi, hingga ajang penyejuk hati. Sebagai awalan sih bagus aja. Tapi kalo nggak dibarengi dengan mengenal Islam lebih dalam terus dipraktekkin dalam keseharian, belon afdhol! Jadi jangan hanya pake Islam yang ‘enak’, ‘nyaman’, ‘sejuk’, ‘nikmat’ aja. Setuju?</p>
<p><b>Jadilah ‘Pendaki Sejati’ (The Climbers)</b></p>
<p>Gampang banget kita mengukur tingkat keseriusan seseorang terhadap kegiatan keislaman yang digelutinya. Lihat aja gimana sikap doi ketika berhadapan dengan tantangan yang berhubungan dengan keislamannya. Awalnya bisa dimaklumi berbusana muslim semaunya karena belum paham. Lalu setelah dikasih tahu yang benernya, lihat deh sikapnya apa dia mau berubah menjadi lebih syar’i dan konsisten menjaga auratnya atau tetap dengan kondisi semula?</p>
<p>Alhamdulillah banget kalo banyak remaja yang udah pacaran tapi mau ikut ngaji. Setelah kenal islam lebih dalam, lihat deh gimana sikapnya dalam menjaga pergaulan dengan lawan jenis. Segera memutuskan pacarnya atau tetep menjaga jalinan asmaranya dalam label pacaran?</p>
<p>Kita acungi jempol dengan antusias umat Islam yang pada ikut pelatihan motivasi Islami. Semangatnya menggebu-gebu saat pelatihan untuk ikut ambil bagian dalam dakwah islam. Lalu coba perhatikan setelah pelatihan berlalu. Tetep tune in dengan dakwah islam? Aktif mengkaji Islam secara rutin? Atau sudah lupa dan kembali asyik dengan kesibukannya masing-masing.</p>
<p>Setiap orang boleh kok punya sikap berbeda dalam menghadapi tantangan. Apa pun yang dia pilih, masing-masing ada konsekuensinya. Allah udah ngasih dua jalan, kebaikan yang berakhir di surga. Atau keburukan yang  mentok di neraka. Karena itu, kita bisa kategorikan tipe orang bedasarkan sikapnya dalam menghadapi tantangan.</p>
<p><i>Pertama, tipe Quiters</i>. Dia tipe yang tergesa-gesa, ingin cepat sampai, mudah menyerah dan mudah bertekuk lutut. Ia selalu menggunakan jurus langkah seribu ketika ada masalah. Orang semacam ini selalu dihinggapi <i>su&#8217;uzon thinking</i>. Memilih jalan aman daripada menghadapi tantangan.</p>
<p><i>Kedua, tipe Campers</i>. Dia adalah tipe yang mendaki sampai ketinggian tertentu, kemudian memutuskan berhenti setelah dirasa nyaman dan bisa menikmati kesuksesannya. Dia memilih jalan yang tidak berhadapan dengan resiko besar. Memang lebih baik dari tipe quiters, tapi bukanlah yang terbaik.</p>
<p><i>Ketiga, tipe Climbers</i>. Dialah tipe pendaki sejati yang siap menghadapi tantangan apa pun. Mengubah kesulitan menjadi kemungkinan. Tidak lemah, tidak putus asa, dan selalu memandang optimis kedepan. Dia yakin, Allah selalu bersamanya ketika menjalani keistiqomahannya dalam Islam dan di jalan dakwah. Allah swt berfirman:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. </em><em>(QS. Fushshilat, 30 &#8211; 32)</em></p>
<p>Driser, hanya orang-orang yang punya tipe climbers saja yang bisa mencatatkan dirinya sebagai pembangkit umat. Ya, dia yang punya semangat, istiqomah dan perlahan tapi pasti selalu berusaha memperbaiki diri dan pemikirannya dengan ikut ngaji sampai nanti sampai mati. Sehingga bisa bangkit menjadi pribadi yang berprestasi dalam naungan ridho illahi. Cetaaar&#8230;.!!!</p>
<p><b>Pantang Mundur Pantang Futur</b></p>
<p>Driser, gak ada ceritanya istiqomah di jalan Islam bisa bebas hambatan tanpa resiko seperti di jalan tol. Apalagi di tengah kehidupan yang jauh dari nilai-nilai Islam. Pasti banyak tantangannya karena syariah Islam dianggap asing dan berbeda. Jauh-jauh hari, Rasul saw sudah ngasih kabar dalam sabdanya: <cite>“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.”</cite><cite> <b>(HR. Muslim)</b></cite></p>
<p>Makanya gak pake ciut nyali kita kalo dianggap asing lantaran istiqomah pake aturan Islam dalam keseharian. Lantaran Rasul udah menjamin kebahagiaan bagi mereka yang istiqomah. Para ulama bilang, kebahagiaan yang dimaksud adalah jaminan ketenangan hidup, kemantapan hati, dan berbagai bantuan Allah selama di dunia serta jannatun na’im (surga na’im) di akhirat. Hmm&#8230;yummy!</p>
<p>Pastinya penasaran dong siapa yang dimaksud al-ghuraba atau orang asing dalam hadits di atas. Rasul menjawab: <cite>“Orang-orang yang mengadakan perbaikan ketika manusia sudah rusak, orang yang maksiat lebih banyak daripada orang yang taat.”</cite><cite><b> (HR Ahmad)</b></cite></p>
<p>Jadi al-ghuraba adalah mereka yang selalu berpegang teguh pada al-Quran dan Sunnah dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya. Mereka juga yang tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tapi juga aktif mendakwahkan Islam ke orang lain dengan menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Terakhir, yang nggak kalah pentingnya mereka juga sabar menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Karena mereka yakin, bakal dapat kebahagiaan yang tak ternilai dibalik setiap tantangan yang dihadapi. Seperti sabda rasul:</p>
<p>“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. Ada yang berkata,’Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka?” Rasululah saw. menjawab,”Bahkan lima puluh orang di antara kalian (para shahabat).”<cite> <b>(HR Abu Dawud)</b></cite></p>
<p>Nah driser, jadi nggak ada alasan bagi kita untuk sekedar ikut kegiatan Islam cuman modal semangat dan ogah menghadapi resiko. Sayang beribu-ribu sayang. Tinggal sedikit lagi kita bisa meraih predikat al-ghuraba yang mulia. Masa iya sih cuman kenal Islam nyampe di permukaan aja. Entar berkah kebaikannya juga cuman seupil. Ayo kita nyebur sekalian. Rasakan sensasinya menjadi pribadi yang disayang Allah. Nikmati setiap tantangan yang menjadikan kita lebih dewasa. Kalo udah PDKT with Islam, pantang mundur pantang futur (loyo). Tetep semangat karena kapling di surga tengah menunggu kedatangan kita. Allahu akbar! [LBR]</p>
<p>BOX:<br />
<b>Tips tetep istiqomah</b><b></b></p>
<p>Kadar iman itu bisa naik, bisa juga turun alias tidak konstan. Biar nggak kecolongan, berikut ada sedikit tips agar tetap istiqomah menjaga Islam:</p>
<ol>
<li><em>Ngaji.</em></li>
</ol>
<p>Kegiatan mengenal islam lebih dalam ini satu-satunya cara untuk bisa mengisi ‘bahan bakar’ tsaqofah kita. Biar kita tahu mana yang boleh dikerjain mana yang nggak. Dengan begitu, kita bisa menjaga diri untuk tetap taat dan menjauhi maksiat.</p>
<ol start="2">
<li><em>Berteman dengan orang sholih.</em></li>
</ol>
<p>Karena teman ‘sebagai cermin diri’. Dengan siapa kita berteman itu menunjukkan diri kita. Maka jika ingin selalu istiqomah, bertemanlah dengan orang sholih yang akan selalu mengajak kita ke jalan keshalihan bukan kemaksiatan.</p>
<ol start="3">
<li><em>Perkuat amalan nafilah.</em></li>
</ol>
<p>Jika kita banyak beramal shalih, entah itu puasa, qiyamul lail, baca quran, shodaqoh, akan bisa makin memperkuat keimanan serta menjaga diri kita. Sehingga perbanyak amalan nafilah/ sunnah, kurangi aktivitas mubah, serta tinggalkan yang makruh dan haram.</p>
<ol start="4">
<li><em>Berdakwah</em></li>
</ol>
<p>Tsaqofah yang kita miliki akan teruji kalo kita sampaikan ke orang lain. Dari orang lain, nanti akan ada feedback, kasih masukan ke kita begini dan begitu, sembari kita bisa terus berbenah. Dengan sendirinya, kita akan tetap istiqomah.[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/geliat-para-penikmat-islam/">Geliat Para Penikmat Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/geliat-para-penikmat-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
