<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pejuang Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/pejuang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Apr 2016 13:51:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Kamu Suka Ngeluh?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2016 13:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Problem adalah hal yang senantiasa dijumpai makhluk hidup, apalagi manusia. Setiap hari ada saja bentuknya, durasinya, bahkan menyelesaikannya juga beragam cara. Ada yang ketika berhadapan dengan problem baik kecil atau besar langsung menitikkan airmata (ini biasanya cewe-cewe) bahkan terkadang karena melihat problem yang notabene nya itu ecek-ecek alias sandiwara sinetron pun, sempat-sempatnya mewek &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Kamu Suka Ngeluh?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/">Kamu Suka Ngeluh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Problem adalah hal yang senantiasa dijumpai <a href="http://majalahdrise.my.id/lapis-lapis-keberkahan/">makhluk hidup</a>, apalagi manusia. Setiap hari ada saja bentuknya, durasinya, bahkan menyelesaikannya juga beragam cara. Ada yang ketika berhadapan dengan problem baik kecil atau besar langsung menitikkan airmata (ini biasanya cewe-cewe) bahkan terkadang karena melihat problem yang notabene nya itu ecek-ecek alias sandiwara sinetron pun, sempat-sempatnya mewek sampai habiskan tissue tetangga hehe.. #OhNo</p>
<p>Itu baru satu sikap yang lahir akibat masalah atau problema, karena sebenarnya ada segudang ekspresi yang dilahirkan saat menghadapi problem. Namun umumnya, sebelum problem itu terselesaikan dengan solusi yang jitu, terkadang ada hal ini nih yang selalu dilalui dan menjadi pilihan yang kita lakukan. Hal itu adalah berkeluh kesah. Iya kan? Tuh pada senyum-senyum karena ketahuan sering ngeluh hehe.. saya juga ikutan senyum-senyum juga nih, karena sebab yang sama.</p>
<p>Pernah ga sih terpikirkan oleh kita atau kita renungkan, kenapa ya kita sukanya ngeluh? Rasanya walaupun masalah belum kelar, tapi ngeluhnya sudah terlaksanakan ibarat berhasil nyusun puzzle yang berantakan, lega gitu. Ngeluh seakan jadi menu utama nya kita. Duh gawat tuh. Jika kita telusuri lagi, ternyata ngeluh itu ada karena manusiawinya kita sebagai manusia, alias manusia itu punya naluri. Naluri itu adalah bagian dari potensinya diri manusia yang dikaruniakan Dzat yang Maha Pencipta. Nah dari naluri ini kita kenal ada tiga jenisnya : 1. Naluri mensucikan sesuatu (tadayyun), 2. Naluri mempertahankan diri(baqa’) dan terakhir Naluri berkasih sayang (nau’)</p>
<p>Usut punya usut ternyata keluh atau mengeluh itu terkategori dalam naluri baqa’ kita untuk menjaga eksistensi diri, gengsi gitu. Jadi dalam hal ini, problem itu diibaratkan seperti musuh yang menyerang lawannya. Nah, lawan yang diserang oleh musuh ini otomatis merasa takut (jika ia bersalah terhadap musuhnya) atau merasa kesal atau jengkel (jika ia diserang tanpa sebab oleh musuhnya tersebut) otomatis juga si lawan berpikir dengan akalnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, bisa jadi dengan tindakan serang balik atau malah melipir pergi dan muntaber alias mundur tanpa berita hehe agar aman dari kejaran musuh tadi. Nah, gitu pula halnya dengan diri kita yang suka ngeluh, berkeluh kesah semata-mata untuk melampiaskan naluri mempertahankan diri.</p>
<p>Cerita keluh mengeluh ini bukan hanya beredar di kalangan manusia, ternyata dalam Al-qur’an Allah SWT juga mengabarkan tentang ini yaitu di surah Al-Ma’arij ayat 19-21. <em>“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.”</em></p>
<p>Jleeb banget ketika baca ayat tersebut. Astahgfirullah baru nyadar bahwa selama ini tiada hari tanpa mengeluh, persis seperti apa yang Allah katakan dalam Al-qur’an. Hmm.. tapi ayat diatas bukan juga dijadikan justifikasi atas keluh kesah yang kita tuturkan tiap harinya yaa, ternyata sekalipun Allah kabarkan didalam kitab suci bahwa Allah ngasi naluri baqa sama kita yang berpotensi untuk berkeluh kesah dan kikir, tapi disinilah Maha Mudabbir nya Allah, yap apalagi kalau bukan Allah Sang Pengatur hidup dan kehidupan kita, atas segala yang telah diciptakannya, tak terlepas rasa keluh kesah ini D’Riser.. karena itu pula lah Allah takkan membiarkan kita terlunta-lunta dengan apa yang kita alami dan rasakan. Sehingga dalam penciptaan kita, Allah barengi dengan manual instruction yang sudah tentu sesuai dengan ciptaannya. Karena kita sama-sama mengetahui bahwa Allah Maha Tahu, begitu juga Allah tau atas keluh kesah ini. Bahkan lebih dari itu, Allah juga nyediakan langsung jurus ampuh agar kita terbebas atau meminimalisir rasa keluh kesah ini.</p>
<p>Yups, ga perlu jauh-jauh nyari jurus jitunya D’Riser, kamu cukup buka mukjizatNya Rasulullah saw (Al-qur’an,red) dan cari di Juz 29 surah ke 70, ayat ke 22-34, nah ada yang udah nemuin ? yups, exactly masih di surah yang sama dengan ayat yang kita bahas sebelumnya. Kita masih di surah Al-ma’arij. Begini redaksi ayatnya : <em>kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan yang tidak meminta, dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab tuhannya, sesungguhnya terhadap adzab tuhan mereka,tidak ada seseorang merasa aman (dari kedatangannya)</em> dan seterusnya J. Check al-qur’annya masing-masing yah hehe..</p>
<p>Dan pada akhirnya, bagi hambaNya yang sukses dan complete ngejalani manual instruction yang ada di beberapa ayat diatas tadi dengan sebaik mungkin maka akan ada yang akan di petik dan didapatkan, ga nanggung-nanggung loh, yaitu apa yg dijelaskan di ayat berikutnya (ayat 35), begini bunyinya : “mereka itu kekal disurga yang dimuliakan”. Nah, siapa yang mau masuk surga? Saya !!! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/13.1.0/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> maka apalagi yang ditunggu dan dinanti. Yuk manage diri agar jadi pribadi yang enggan berkeluh kesah tapi sebaliknya senantiasa bersyukur atas nikmatnya dan menjadikan problema sebagai instrumen yang mampu menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sebagaimana Allah juga ingatkan kita di Surah Ibrahim:7 <em>“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah(nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”</em> Duh bergidik merinding dengan azabnya Allah, ngeri kan D’Riser?</p>
<p>So, ayo bergerak, bertindak, dan berfikir menjadi hamba yang senantiasa dalam RidhaNya. Bagaimana caranya? Pastinya tak semudah membalikkan telapak tangan namun tetap ingat ya D’Riser setelah kesulitan ada kemudahan, So kamu pasti bisa !! caranya dengan banyak belajar dan menggali ilmu islam sampai kamu ngeh, ngerti, paham, teraplikasi dan sharing itu semua ke seluruh penjuru mata angin hehe, makanya #YukMoveOn dan #YukNgaji[]</p>
<p><em>Oleh : Islamideena</em></p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/">Kamu Suka Ngeluh?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kamu-suka-ngeluh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1541</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tips Jadi Remaja Kreatif</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2016 12:28:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[kreativ]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1218</guid>

					<description><![CDATA[<p>majalahdrise.com &#8211; Assalamu ‘alaikum Wr.Wb Mbak, sy ingin sekali jadi orang kreatif. Tapi gimana caranya? Syukron (Nisa, Mlng)     Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Nisa yang baik, Subhanallah, senang rasanya mendengar keinginan dik Nisa untuk menjadi sosok yang kreatif, sebabpribadikreatifakan lebih mudah untuk maju, berkembang dan berhasil dalam menjalani kehidupannya. Orang kreatif akan senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Tips Jadi Remaja Kreatif</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/">Tips Jadi Remaja Kreatif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>majalahdrise.com &#8211; Assalamu ‘alaikum Wr.Wb</em></p>
<p><em>Mbak, sy ingin sekali jadi orang kreatif. Tapi gimana caranya? Syukron (Nisa, Mlng)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p class="hide-if-no-js"><a id="set-post-thumbnail" class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1218&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2016/02/Tips-Jadi-Remaja-Kreatif-MAJALAHDRISE.COM_-300x240.jpg?resize=266%2C213" alt="Tips Jadi Remaja Kreatif - MAJALAHDRISE.COM" width="266" height="213" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p><em> </em></p>
<p>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</p>
<p>Dik Nisa yang baik,</p>
<p><em>Subhanallah</em>, senang rasanya mendengar keinginan dik Nisa untuk menjadi sosok yang kreatif, sebabpribadikreatifakan lebih mudah untuk maju, berkembang dan berhasil dalam menjalani kehidupannya. Orang kreatif akan senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan dalam kehidupannya. Ia mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru dan berguna bagi pemecahan masalah.Baik gagasan itu belum pernah ada sama sekali, atau gagasan yang dikembangkannya dari hasil memodifikasi atau mengubah gagasan-gagasan yang sudah ada sebelumnya.Ia mampu membuat sesuatu yang baru dan menemukan cara baru. Baginya <em>unending improvement. </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dik Nisa yang baik,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Islam mendorong Kita untuk menjadi pribadi kreatif yang memberikan banyak kebaikan dankemanfaatan bagi orang lain. Dalam mengembangkan kreatifitas harus diarahkan dalam hal-hal yang mendatangkan pahala dan keridhaan Allah. Orientasi kreatifitas seorang muslim haruslah mencerminkan tujuan hidup seorang muslim yaitu beribadah kepada Allah SWT guna mendapatkan surga dan menjauhkan diri dari api neraka di akhirat kelak. Kreativitas seorang muslim harus diarahkan untuk mengekspresikan kebenaran yang diyakininya, dan untuk menambah keimanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dik Nisa yang baik,</p>
<p>Untuk mendorong berpikir kreatif, pertama banyaklah membaca, belajar, sering mengikuti pelatihan atau seminar yang dapat menumbuhkan kreativitas. Kedua,biasakanselalu bertanya dalam diri serdirimengenai berbagai solusi masalah. Ketiga, berpikirlah mencari pemecahan di luar kebiasaan yang ada.Biasakan melihat masalah dari perspektif yang berbeda, dan munculkanlah kemungkinan adanya banyak jawaban. Keempat,lupakan masalah sejenak, usahakan diri untuk relaks, santai dengan jalan-jalan atau melakukan aktivitas yang menyenangkan agar mampumenemukan ide-ide baru yang inovatif. Selanjutnya lakukan perenungan atas masalah untuk memilih solusi atau gagasan terbaik dari berbagai ide, solusi dan gagasan yang ada.</p>
<p>Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendorong berpikir kreatif. Semoga berhasil. Allahumma aamiin. []</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/">Tips Jadi Remaja Kreatif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1218</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Islamic Youth Movement!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2013 20:53:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[muslim yout]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[remaja muslim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=7</guid>

					<description><![CDATA[<p>[Drise #029] Remaja, idealnya menjadi harapan bangsa, negara, dan agama. Seiring bertambahnya usia, kelak mereka yang bakal dapat giliran untuk memimpin umat. Jika masa remaja gencar diisi dengan kegiatan positif dan menebar manfaat, tentu kebangkitan Islam dan kaum Muslimin yang dimotori para pemuda tinggal tunggu waktu. Namun kalo yang terjadi sebaliknya, remaja pada galau dihantam &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Islamic Youth Movement!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/">Islamic Youth Movement!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/Warrior.jpg"><img class="alignnone  wp-image-10" style="margin: 10px; float: left;" alt="Islamic Youth Movement" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/Warrior-300x216.jpg?w=200" data-recalc-dims="1" /></a>[Drise #029] Remaja, idealnya menjadi harapan bangsa, negara, dan agama. Seiring bertambahnya usia, kelak mereka yang bakal dapat giliran untuk memimpin umat. Jika masa remaja gencar diisi dengan kegiatan positif dan menebar manfaat, tentu kebangkitan Islam dan kaum Muslimin yang dimotori para pemuda tinggal tunggu waktu. Namun kalo yang terjadi sebaliknya, remaja pada galau dihantam virus hedonis alamat kebangkitan cuman jadi khayalan.</p>
<p><span id="more-7"></span>Remaja ideal sejatinya selalu punya rencana dalam menjalani hidupnya. Lantaran hidup cuman sekali kudu dioptimalkan untuk meraih prestasi. Makanya wajar kalo memasuki awal tahun, remaja antusias bikin resolusi. Sebuah resolusi adalah semacam planning alias perencanaan untuk mewujudkan mimpi di tahun ini. Saat bikin resolusi, kita mesti perhatikan dua hal. Pertama, mengevaluasi langkah, peristiwa, fakta yang telah terjadi di tahun sebelumnya. Kedua, merencanakan atau memproyeksi apa yang akan terjadi dan dilakukan di tahun depan. Yup, biar kegambar jelas bagian mana yang mesti diperbaiki dan langkah strategis apa yang mesti dijalani demi meraih mimpi. Untuk itu, penting kita evaluasi kondisi remaja sebelum membuat resolusi. Yuk mari!</p>
<h2><b>Potret Buram Remaja 2012</b></h2>
<p>Tahun 2012, dunia remaja masih belepotan tinta hitam yang menambah buram potret generasi muda. Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan, 51 persen remaja di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek telah berhubungan seks pranikah. &#8220;Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,&#8221; kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief usai memberikan sambutan pada acara grand final Kontes Rap memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Ahad <i>(28/11</i><i>/2012</i><i>)</i></p>
<p>Data BKKBN mengenai estimasi aborsi di Indonesia per tahun mencapai 2,4 juta jiwa, sebanyak 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. &#8220;Dari 2,5 jutaan pelaku aborsi tersebut, 1 &#8211; 1,5 juta di antaranya adalah remaja. Remaja sudah bisa aktif secara seksual, namun sulit memperoleh alat kontrasepsi. Akibatnya terjadi kehamilan yang tidak diinginkan,&#8221; kata Sudibyo Alimoesa, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN saat dihubungi <strong>detikHealth</strong>, Rabu <i>(30/5/2012)</i></p>
<p>Dari total kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan pada 1 Januari-30 Juni 2012 tercatat sebanyak 9.883 kasus HIV dan 2.224 kasus AIDS, dengan 45 persen di antaranya diidap oleh kaum muda. Masalah narkoba juga nggak kalah hebatnya seperti dikutip detikhealth <i>(6/6/2012)</i>, bahwa BNN melansir 50-60% pengguna narkoba adalah remaja.</p>
<p>Tahun 2012 lalu, tawuran pelajar kembali naik daun pasca perseterua pelajar SMAN 70 dengan SMAN 6 yang menewaskan Alawi, siswa kelas X SMA 6. Tawuran pelajar seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perilaku pelajar. Meski sudah banyak jatuh korban, ‘perang kolosal’ ala pelajar terus terjadi. Data dari Komnas Anak, jumlah tawuran pelajar sudah memperlihatkan kenaikan pada enam bulan pertama tahun 2012. Hingga bulan Juni, sudah terjadi 139 tawuran kasus tawuran di wilayah Jakarta. Sebanyak 12 kasus menyebabkan kematian. Pada 2011, ada 339 kasus tawuran menyebabkan 82 anak meninggal dunia (<i>Vivanews.com</i>, 28/09/12)</p>
<p>Jika mau diurai lebih detail lagi, masih cukup panjang daftar kebobrokan dunia remaja selama tahun 2012. Data di atas cukup mewakili untuk menggedor keprihatinan kita akan nasib calon pemimpin bangsa. Idealnya, pemerintah selaku instusi tertinggi yang ngurus rakyat bergerak cepat untuk menyelamatkan generasi muda. Cari deh tuh akar masalah yang menjerat remaja. Terus segera ambil kebijakan untuk memangkas akar masalah biar nggak mewabah. Sialnya, pemerintah kita lebih banyak ngobatin gejala dibanding penyebab utamanya. Walhasil, potret buram remaja tak kunjung kinclong!</p>
<p>Sekadar contoh, Menteri Kesehatan Nafsiyah Mboi, usai membuka seminar Peringatan Hari Anak Nasional 2012 di gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (13/7/2012) malah menyarankan ‘pacaran sehat’ ala Menkes dengan menggunakan kondom. Tidak bermaksud pesimis, tapi menilik program penanggulangan AIDS selama ini, tidak cukup berdampak pada jumlah kasus prevalensi dan insidensi AIDS. Kasus AIDS di Indonesia, trendnya makin meningkat. Data dari Kementerian Kesehatan, jumlah kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan di Indonesia meningkat tajam dari 7.195 di tahun 2006 menjadi 76.879 di tahun 2011 (Kemkes, Laporan Situasi HIV dan AIDS di Indonesia, tahun 2006 dan 2011).</p>
<p>Kondomisasi cuma sebuah solusi pragmatis yang sangat menyesatkan. Pasalnya, kondomisasi bukan menghilangkan akar masalah sesungguhnya, yakni seks bebas yang kian beringas di kalangan remaja. Sebaliknya, kondomisasi makin menambah masalah, karena secara tidak langsung melegalisasi seks bebas. Bukannya mengantisipasi, malah memfasilitasi. Akibatnya, kampanye kondom berpotensi menguatkan gaya hidup seks bebas. Hal ini pernah diungkapkan oleh Mark Schuster dari Rand, sebuah lembaga penelitian nirlaba, dan seorang pediatri di University of California. Berdasarkan penelitian mereka, setelah kampanye kondomisasi, aktivitas seks bebas di kalangan pelajar pria meningkat dari 37% menjadi 50% dan di kalangan pelajar wanita meningkat dari 27% menjadi 32% (<i>USA Today</i>, 14/4/1998).</p>
<h2><b>Harapan Itu Masih Ada</b></h2>
<p>Ketika potret dunia remaja kian hari memburam, masih ada secercah harapan dari potensi remaja yang belum dioptimalkan. Pertama: potensi ‘alami’ yang dimiliki oleh remaja sebagai pribadi yang energik, letupan semangat yang berapi-api, intelektualitas muda yang bisa diandalkan, serta kekuatan fisik yang masih prima. Kedua: adanya pergerakan dari remaja muslim yang mencerminkan perlawanan  terhadap dominasi pemikiran dan budaya sekuler. Juga gaung kebangkitan yang gencar disuarakan dalam bentuk kegiatan nyata serta opini di dunia maya.</p>
<p>Dalam catatan kaleidoskop 2012, masih cukup hangat dalam ingatan kita tentang isu ‘rohis sarang teroris’ yang diopinikan oleh salah satu stasiun teve swasta. Tak ayal, serentak semangat pembelaan untuk melawan opini itu bermunculan dari aktivis Rohis sampai alumni Rohis. Hingga terwujud dalam aksi damai  pada hari Minggu (23/9) yang diikuti oleh sekitar 2 ribu pelajar dari berbagai sekolah tumpuk di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka menuntut agar Metro TV meminta maaf. Hal senada juga muncul dalam galang opini via page facebook bertajuk “1.000.000 <b>Gerakan</b> Tuntut Metro Tv Minta Maaf Kpd <b>Rohis</b> Se-Indonesi”.</p>
<p>Perlawanan terhadap ide-ide sesat dan menyesatkan dari kaum Jaringan Islam Liberal (JIL) gencar disuarakan generasi muda muslim dalam tagline “Indonesia Tanpa JIL (ITJ)”. Opini dengan cepat menyebar melalui sosial media. Page ITJ dipadati facebooker yang mendukung perlawanan terhadap celoteh Ulil Abshar dan konco-konconya. Bahkan pergerakan ITJ secara massif ditunjukkan dengan aksi sebar flye yang berisi alasan menolak JIL di berbagai kota dan tempat.</p>
<p>Tanggal 14 Februari 2012 lalu muncul pergerakan kampanye #MenutupAuratSedunia di berbagai negara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Inggris, Hongkong, Macau, dan Thailand. Gerakan Menutup Aurat (GERAK) dicetuskan oleh sahabat aktivis Jakarta yang diketuai Herry Nurdi (Penulis/PresidenTeachers Working Group Indonesia). Gerakan ini mendapat sambutan hangat dari remaji untuk menunjukkan eksistensinya dibalik hijab syar’I dengan mengadakan aksi turun ke jalan dan kajian Islam.</p>
<p>Fakta lain yang tak kalah menggembirakan adalah pergerakan remaja yang berkomitmen untuk berjuang membela Islam serta penerapan syariah sebagai sebuah sistem aturan negara. Setidaknya itu terwakili oleh acara yang diprakarsai oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) dalam bentuk Konferensi Remaja Islam di berbagai kota dan puncaknya diadakan di Jakarta.</p>
<p>Yel – yel “<em>Al-Fatayuriid Khilafah Islamiyah” </em>bergemuruh dalam acara Konferensi Remaja Islam yang berlangsung Ahad (16/12/2012). Acara yang bertajuk “Khilafah, Negara yang Melindungi dan Menyejahterakan Remaja” tersebut dihadiri lebih dari  1500 siswi muslimah dari SMP – SMA se-Jabodetabek dan Banten. Dalam acara tersebut, para oratornya terdiri dari par remaja, sebut saja Khonsa RD, siswi kelas X berorasi tentang remaja dalam budaya yang merusak dalam bahasa Inggris, kemudian Azkia Rizka, siswi kelas XI berorasi tentang Remaja dalam Pendidikan Sekuler yang BerorientasI Ekonomi.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momentum bersatunya semangat para remaja untuk memperjuangkan Islam. Remaja harus menyadari bahwa mereka adalah generasi  penerus umat yang agung. Oleh karena itu, remaja harus terlibat dalam perjuangan menegakkan kembali Khilafah. Menjadikan  hidup bergairah hanya dengan dakwah. Yess!</p>
<h2><b>Dakwah, Resolusi Remaja 2013!</b></h2>
<p>Resolusi sejatinya nggak cuman untuk diri sendiri. Tapi dijadikan gerakan bersama kebangkitan remaja. Yup, gerakan resolusi remaja muslim. Biar gaungnya lebih terasa dan beban yang berat bisa ditanggung bersama-sama. Karena kita sadar sepenuh hari, kita hidup sebagai seorang muslim yang menjadi bagian dari masyarakat. Maka sangatlah layak, kalo Resolusi harus bernafaskan ‘KITA’ dan beraroma ‘kebermanfaatan’. Why? Coz, Rasulullah Saw sudah mengingatkan:</p>
<p><i>“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia</i>” (HR. Thabarani, Daruqutni)</p>
<p><i>“Barangsiapa bangun di waktu subuh (pagi), tidak memikirkan masalah kaum muslimin, maka dia bukan termasuk golongan kaum muslimin”</i> (HR. Ahmad)</p>
<p>Resolusi bernafaskan ‘KITA’ adalah saatnya kita tidak hanya berpikir nafsi-nafsi, saatnya meninggalkan sikap dan sifat cuek. Stop berpikir <i>“ini urusan gue, masalah buat loe?”,</i> sebab pemikiran gitu hanya melahirkan manusia-manusia individualis, yang merupakan karakter masyarakat kapitalis kita sekarang ini. Dan nyadar atau nggak, masyarakat individualis, nggak ada nyetelnya dengan karakter kaum muslimin.</p>
<p>Resolusi beraroma ‘kebermanfaatan’ berarti keberadaan kita di tengah masyarakat, jangan malah bikin ulah bin masalah, tapi justru keberadaan kita harus memberi energi positif. Jadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Saatnya kita bergerak menggandeng tangan saudara kita yang lain untuk berbuat <i>al-khair</i> (kebaikan).</p>
<p>Dua rumus sederhana di atas (Kita dan Kebermanfaatan) akan terlihat nyata saat kita wujudkan dalam aktivitas full manfaat bin berkah yang disebut dengan dakwah. Ya, dakwah selain sebagai sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim, dakwah juga merupakan kebutuhan kita semua, tak bisa dibayangkan jika hidup tanpa dakwah, hanya memanen masalah!</p>
<p>Dakwah jualah sebagai bukti kepedulian kita terhadap sesama, karena di dalam dakwah ada aktivitas saling menasehati dalam kebaikan. Maka jika menginginkan kebaikan di masa datang, jika kita sedang menyusun resolusi, maka dakwah adalah jalan yang harus kita agendakan.</p>
<p>Dakwah akan lebih optimal jika dibangun tidak hanya bermodalkan semangat. Tapi dakwah yang bercermin pada dakwah Rasulullah Saw ketika beliau membangkitkan masyarakat. Beliau berdakwah secara fikriyah alias berdakwah secara pemikiran, menyerang pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam, seraya menyodorkan pemikiran-pemikiran Islam. Mulai dari akidah, muamalah, syariah, akhlak, hingga daulah (negara). Dakwah tersebut dilakukan tanpa kekerasan, meskipun untuk mendakwahkannya butuh kegigihan, kesabaran.</p>
<p>Klop dengan kondisi saat ini, ketika banyak remaja tak bisa menunjukkan tajinya, saatnya remaja memilih untuk bangkit membingkai masa depan bersama Islam melalui jalan dakwah. Teman-teman kita, seperti sudah disebutkan tadi, sudah ada yang berani memilih berkomitmen memperjuangkan Islam dan syariahnya, maka kita hanya tinggal menyusulkan diri di barisan berikutnya. Sebab, pilihan hidup bersama kapitalisme-sekularisme, seperti saat sekarang ini, tak kunjung menyudahi masalah remaja dan masalah-masalah lainnya. Pilihan yang terbaik jika menginginkan masa depan yang lebih baik adalah hanya dengan Islam. <i>[twitter @LukyRouf]</i></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/">Islamic Youth Movement!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/islamic-youth-movement/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
