<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>muslimah Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/muslimah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Oct 2019 05:43:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>DARI GELAP MENUJU CAHAYA</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/dari-gelap-menuju-cahaya/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/dari-gelap-menuju-cahaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 03:58:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Female Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1630</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht . Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanonmengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya &#8220;Dari Kegelapan Menuju Cahaya&#8220;. Buku kumpulan surat &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/dari-gelap-menuju-cahaya/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">DARI GELAP MENUJU CAHAYA</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/dari-gelap-menuju-cahaya/">DARI GELAP MENUJU CAHAYA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com<strong> &#8211; Habis Gelap Terbitlah Terang</strong> adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini">Kartini</a>. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul <em>Door Duisternis Tot Licht</em> . Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanonmengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul <strong><em>Door Duisternis tot Licht</em></strong> yang arti harfiahnya &#8220;<strong>Dari Kegelapan Menuju Cahaya</strong>&#8220;. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Kartini mendapatkan inspirasi dari kalimat Kitab Sucinya &#8216;mina dulumati illa nuur&#8217;.</p>
<p>Jauh sebelum Ibu Kartini membuat sebuah curhatan dan semangat melalui surat-suratnya, generasi emas islam yang juga berisikan para perempuan melakukan banyak kisah yang mengharukan. Asma Binti Abu Bakar, Asma anak Khalifah Umar, membantu domestik ayahnya dan para sahabat selama menyusun strategi di tempat tersembunyi. Ini semacam misi penyelamatan dari para pengintai. Jika bukan karena tekad baja dan kecermatan, manalah bisa.</p>
<p>Aisyah pun begitu. Beliau pengumpul hadist dan tempat bertanya para muslimah, bahkan dihormati di kalangan sahabat. Ini setara, kalau kita melihat wanita berpendidikan tinggi di era saat ini. Ada perempuan jadi professor di usia muda, jadi dosen dan motivator, itulah posisi Aisyah Radiallahu Anha.</p>
<p>Yang patut dicatat pula dari cuplikan kisah Ibu Kartini tadi, ternyata salah satu inspirasi beliau ialah Al-Qur’an. Ini yang jarang dicermati ya. Nah, artinya kalau kita kembali membuka kitab suci, mengisi pemahaman dengan al-Qur’an, kita bisa menemukan berbagai solusi permasalahan. Pastinya, untuk paham, kita butuh guru dalam berbagi, minimal buku penunjang. Plis deh, hari gini jadi cewe males baca, bisa ketinggalan info.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut Ilmu,Niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan jalan menuju Surga Baginya”. </strong></p>
<p><strong>(H.R. Muslim).</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi, menjadi <a href="http://majalahdrise.my.id/muslimah-puasa-gadget-yuk/"><em>great muslimah</em></a> di era digital ini ialah,,,, buka mata, bunga telinga, ikut ngaji, tutup aurat, mengambangkan potensi diri dan mohon restu dari orang tua. Tren sepuluh tahun ke depan, islam akan mewarnai dunia. Tren kebarat-baratan udah mulai ngebosenin. Orang Barat aja berbondong-bondong pengen mengenal islam. Nah, akankah kita terus jadi orang yang ketinggalan? Sementara, kita punya penghulu alias buyut yang tidak hanya diakui dunia, tapi ikhlas demi urusan akhirat.<strong> [Alga Biru]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BOX:</strong></p>
<p><strong>4 Isu Dunia Menyerang Islam dan Perempuan</strong></p>
<p>Islam tidak berhenti menarik hati, tidak berhenti pula para pembenci menebar strategi mengaburkan indahnya islam ini. Berikut isu seputar muslimah yang patud diwaspadai. <em>Becareful </em><em>Sis</em>!</p>
<p><strong>‘Divorce Party’</strong></p>
<p>Beberapa waktu lalu, sempat ramai di sosial media tentang maraknya perempuan muslim yang minta bercerai atau resmi cerai dari suaminya. Ini dinilai dari berbagai sisi, bencana maupun prestasi. Lagi-lagi, nilai islam yang dibidik. Islam dengan seruan kepatuhan kepada suami, dinilai mengekang perempuan. Waspadalah, ini tipudaya. Perempuan atau laki-laki ialah sama, pembedanya hanyalah taqwa.</p>
<p><strong>LGBT</strong></p>
<p>LGBT ialah singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, Trangender. Isu ini menarik pro-kontra di negara Amerika dan Eropa. Beberapa negara membolehkan bahkan sponsor LBGT pun turun tangan. Jangan sampai isu yang tidak sesuai fitrah manusia ini mendominasi pikiran kita apalagi menjadi jalan hidup. No way!</p>
<p><strong>Emansipasi</strong></p>
<p>Ini isu lama, tapi masih aja laku dan dijajakan dimana-mana. Wanita gagah diekspos sebagai bentuk emansipasi. Nasib wanita yang ditelantarkan, dinilai wujud menodaan terhadap harkat wanita. Jauh dari semua itu, korban dari sistem kapitalis yang busuk, bukan Cuma wanita tapi juga pria. So, mungkin ini yang disebut gagal fokus!</p>
<p><strong>Miss Universe</strong></p>
<p>Untuk kesekian kali, ajang pemilihan ratu kecantikan digelar. Dengan berlindung dibalik beauty, smart and behavior, acara terus berlangsung. Sudah saatnya penilaian yang berbau fisik dihentikan. Jika benar bukan karena cantik, kenapa miss universe selalu cewek cantik ya. Nah! <strong>[Alga Biru]</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/dari-gelap-menuju-cahaya/">DARI GELAP MENUJU CAHAYA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/dari-gelap-menuju-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1630</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wanita Terjaga &#038; Mulia Bersama Islam</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/wanita-terjaga-mulia-bersama-islam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/wanita-terjaga-mulia-bersama-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 May 2016 04:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1626</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Terlalu cetek kalo ada yang menyimpulkan kekerasan terhadap wanita karena gender. Jenis kelamin itu kodrat. Cuman orang-orang jahiliyah yang memandang sebelah mata terhadap wanita. Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma, kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.  Mereka menganggap perempuan yang lemah nggak produktif. Cuman &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/wanita-terjaga-mulia-bersama-islam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Wanita Terjaga &#038; Mulia Bersama Islam</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/wanita-terjaga-mulia-bersama-islam/">Wanita Terjaga &#038; Mulia Bersama Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Terlalu cetek kalo ada yang menyimpulkan kekerasan terhadap wanita <a href="http://majalahdrise.my.id/melabrak-kodrat-kaum-hawa/">karena gender</a>. Jenis kelamin itu kodrat. Cuman orang-orang jahiliyah yang memandang sebelah mata terhadap wanita. Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma, kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.  Mereka menganggap perempuan yang lemah nggak produktif. Cuman jadi beban kaum laki-laki aja. Prof Will Durrant bilang <em>“..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan, sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”. </em> Waduh!</p>
<p>Sementara dalam peradaban Yunani, tempat wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat.  Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus ngomong kasar pada Tuhannya. <em>“Wahai Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?”</em> Deeu..segitunya?</p>
<p>Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap suami. Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra. Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum perempuan dalam posisi yang rendah”.</p>
<p>Idih, ngeri banget ya cara pandang orang-orang jahiliyah di atas terhadap wanita. Sialnya, kini cara pandang yang sama dalam kemasan emansipasi dan kesetaraan gender gencar dikampanyekan kaum feminis. Makanya kita harus hati-hati sis!</p>
<p>Cuman syariah Islam yang menjaga dan menghargai wanita tanpa cacat cela. Bukan yang lain. Dari awal kedatangannya, islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang mulia.  Fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, tak menjadikan kaum hawa terhina. Justru posisi ini adalah kehormatan yang tiada duanya.</p>
<p><em>“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”</em> [Al-Ahzaab : 33]</p>
<p>Tak hanya di dalam rumah, syariah Islam membolehkan wanita untuk berkiprah di luar rumah dalam perkara yang mubah. Dengan catatan, tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri, ibu, dan pengatur rumah tangga serta bukan dalam perkara yang diharamkan. Jadi, boleh aja muslimah berbisnis jual beli, menjalani profesi sebagai sebagai guru, dokter, perawat, peneliti, tukang jahit, atau jurnalis. Bahkan, wanita juga boleh terjun dalam dunia politik semisal memilih penguasa, memilih dan dipilih menjadi anggota majlis umat dalam pemerintahan Islam. Namun tetap, syarat dan ketentuannya berlaku ya. Ingat kewajiban utamanya sebagai <em>ummu wa robbatul bait</em>.</p>
<p>Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama <a href="http://majalahdrise.my.id/cowok-behel/">cowok</a>. Justru mesti bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya.</p>
<p>“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa`: 32)</p>
<p>Ibnu ‘Abbas radhiyallahu &#8216;anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)</p>
<p>Kalo aturan Islam diterapkan dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat. Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—<em>Eastern Mail. </em> ia menyebutkan <em>&#8220;Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehor­matannya.&#8221; </em></p>
<p>Mulianya kedudukan wanita dalam Islam, karena Rasulullah SAW telah mewasiatkan untuk menjaga perempuan dan memperlakukannya dengan baik.  Sabda Rasulullah SAW: <em>Perlakukanlah perempuan dengan baik</em> (HR Muslim).  Islam pun menetapkan bahwa memelihara kehormatan perempuan hukumnya wajib.  Orang-orang yang terbunuh karena mempertahankan kehormatannya adalah syahid akhirat, artinya memperoleh pahala syahid mujahid di jalan Allah. Sabda Rasululah SAW: “<em>Barang siapa yang terbunuh (dibunuh) demi keluarga, maka dia syahid</em> “(HR.Nasai)</p>
<p>Tuh kan, saking dihormatinya wanita, pembelaan terhadapnya disamakan dengan pahala syahid di akhirat. Jadi, untuk driser muslimah jangan silau dengan kampanye emansipasi dan kesetaraan gender. Kesannya baik dan mengangkat derajat wanita. Padahal, dibaliknya segudang ancaman siap menghancurkan kehidupan perempuan dan keluarga.</p>
<p>Kita sepakat kalo cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diperbaiki. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga atau di tempat kerja emang kudu dilawan. Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Pasti![hafidz341]</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 46</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/wanita-terjaga-mulia-bersama-islam/">Wanita Terjaga &#038; Mulia Bersama Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/wanita-terjaga-mulia-bersama-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1626</post-id>	</item>
		<item>
		<title>#DayofTheGirl ! (Dibalik kampanye Kesetaraan Gender)</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/dayofthegirl/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/dayofthegirl/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2016 05:43:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Female Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Dibalik kampanye Kesetaraan Gender]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Drise-online.com &#8211; Awal bulan Oktober kemaren, jagat pendidikan nasional dihebohkan oleh video kekerasan yang dilakukan siswa SD terhadap teman sekelasnya yang perempuan di Bukittinggi. Video berdurasi 1 menit 52 detik ini menayangkan seorang siswi yang tengah dipukuli rekan-rekannya, lelaki dan perempuan. Tanpa perlawanan, korban hanya bisa menangis dan mencoba menangkis pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi dari &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/dayofthegirl/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">#DayofTheGirl ! (Dibalik kampanye Kesetaraan Gender)</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/dayofthegirl/">#DayofTheGirl ! (Dibalik kampanye Kesetaraan Gender)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Drise-online.com &#8211; Awal bulan Oktober kemaren, jagat pendidikan nasional dihebohkan oleh video kekerasan yang dilakukan siswa SD terhadap teman sekelasnya yang perempuan di Bukittinggi. Video berdurasi 1 menit 52 detik ini menayangkan seorang siswi yang tengah dipukuli rekan-rekannya, lelaki dan perempuan. Tanpa perlawanan, korban hanya bisa menangis dan mencoba menangkis pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi dari teman lelakinya. Sementara teman yang lainnya hanya diam. Miris!</p>
<p>Anak perempuan yang dianggap lemah emang paling rentan mengalami diskriminasi di lingkungan sekolah atau rumah. Barangkali potret inilah yang ingin diperjuangkan dalam peringatan Hari Anak Perempuan Internasional di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Peringatan setiap tanggal 11 Oktober ini ditetapkan oleh PBB dalam rangka mempromosikan hak-hak anak perempuan yang kabarnya sering mengalami diskriminasi akibat ketidaksetaraan gender dengan anak laki-laki. Masa sih?!</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Dibalik kampanye Kesetaraan Gender</strong></h2>
<p>Sebelum ngomongin perjuangan hak wanita, bagusnya kita liat dulu masalahnya dengan jeli. Biar nggak asal nyari solusi. Entar malah makan ati lagi. Persoalan yang menimpa perempuan, baik anak-anak atau dewasa itu bukan semata-mata karena dominasi laki-laki. Tapi lantaran pola hidup dan cara berpikir masyarakat yang sekuler. Selama ini, masyarakat disodorkan potret lemahnya perempuan dalam tayangan sinetron. Kalo nggak berani tampil seksi atau punya prestasi, selalunya jadi korban tindakan kekerasan dan pelecehan. Walhasil, masyarakat menganggap pelecehan terhadap perempuan dianggap wajar atau sekedar permainan.</p>
<p>Sehingga cara paling pas untuk memperjuangkan hak wanita adalah dengan mengubur gaya hidup sekulerisme dan menyuarakan kebenaran Islam. Kenapa mesti Islam? Lantaran hanya aturan Islam yang menghargai, menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita. Meski wanita banyak berkutat di dalam rumah, nggak berarti kedudukan mereka lebih rendah dibanding laki-laki yang beraktivitas di luar rumah. Karena di hadapan Allah swt, bukan prestasi atau jumlah materi yang dinilai. Tapi ketaatannya terhadap perintah dan larangan Allah swt. Makanya nggak pantes deh laki-perempuan saling iri hati. Catet tuh!</p>
<p>Sobat muslimah,,,, pliss deh! Cewe dan cowo bukan untuk dicari-cari kelemahan dan kelebihan. Cewe dan cowo hadir untuk bersinergi, bukan bersaing. Bapak di kantor, tidak lebih hebat dari ibu di dapur. Atau ibu di dapur, tidak lebih rendah dari ibu di kantor. Yang penting, bagaimana kita hidup seimbang dan tidak menyalahi aturan Allah SWT. Coba bayangiiiin, kalau semua orang isi pikirannya cari duiiiit melulu. Siapa yang memasak dengan cinta, yang menjaga anak dengan sayang, yang mendidik dengan cermat. Tentu butuh figur yang pas dan memuaskan lahir batin. Siapa itu? Tentu saja wanita. Maka, pemahaman kaum feminis yang ngaku-ngaku membela perempuan yang terbelenggu dengan aturan agama dan etika, itu SALAH BESAR!</p>
<p>Nah, kita tidak butuh ide feminisme itu menaikkan derajat perempuan! Islam mewajibkan setiap insan untuk menuntut ilmu. Jadi jangan bayangkan para muslimah itu kuper dan terbelakang. Wajib, muslimah jadi yang terdepan untuk kemuliaan islam. Bukan untuk pamer dan eksistensi doang. So, jangan sampai kita terjebak dengan isu dan even #DayOfTheGirl yang seolah-olah membela, padahal salah sangka dan menjauhkan kita dari realita yang sebenarnya. Fakta berbicara, laki-laki maupun wanita adalah sama. Cuma amal sholeh yang membedakan keduanya.</p>
<p>Cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diubah. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga emang kudu dilawan. Sikap diskriminasi yang dialami wanita di luar rumah juga wajib dihilangkan. Tapi apa semuanya mesti ditempuh dengan kampanye kesetaraan gender? Hmm.. kayanya nggak deh. Bukan apa-apa, kenyataannya, ide feminisme ini malah bikin persoalan wanita tambah runyam. Yang bener, perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Dijamin! [Alga Biru]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BOX</p>
<h2><strong>Islam Memuliakan Wanita</strong></h2>
<p>Ibnu ‘Abbas radhiyallahu &#8216;anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)</p>
<p>Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—<em>Eastern Mail. </em>ia menyebutkan <em>&#8220;Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehor­matannya.&#8221; []</em></p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #41</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/dayofthegirl/">#DayofTheGirl ! (Dibalik kampanye Kesetaraan Gender)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/dayofthegirl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Muslimah Kok Pakai Tato?!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-pakai-tato/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-pakai-tato/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 09:42:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<category><![CDATA[bertato]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pasang tato]]></category>
		<category><![CDATA[tato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=261</guid>

					<description><![CDATA[<p>[DRise &#8211; #029] Suatu hari seorang cewe lagi duduk di sebuah café. Pake kaca mata hitam, dengan kaos yang menampakkan lengannya.  Eh… ada tatto di lengan kanannya. Ups! Ada juga tatto kecil di bawah telinga kirinya. Alga cumin bias geleng-geleng kepala. Miris! Jaman sekarang, tatto udah jadi lintas gender dan identitas. Dulu, tatto identik dengan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-pakai-tato/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Muslimah Kok Pakai Tato?!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-pakai-tato/">Muslimah Kok Pakai Tato?!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/04/muslimah-bertato1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-265" alt="muslimah pakai tato" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/04/muslimah-bertato1-300x199.jpg?resize=300%2C199" width="300" height="199" data-recalc-dims="1" /></a><strong>[DRise &#8211; #029]</strong> Suatu hari seorang cewe lagi duduk di sebuah café. Pake kaca mata hitam, dengan kaos yang menampakkan lengannya.  Eh… ada tatto di lengan kanannya. Ups! Ada juga tatto kecil di bawah telinga kirinya. Alga cumin bias geleng-geleng kepala. Miris! Jaman sekarang, tatto udah jadi lintas gender dan identitas. Dulu, tatto identik dengan preman yang keluar masuk penjara. Jaman gini, tatto malah digandrungi juga sama cewe-cewe yang wajahnya ‘sweet’ dan berpendidikan, jauh dari kesan angker.</p>
<p><span id="more-261"></span>Tato dibuat dengan alat yang dipasangi jarum tunggal atau beberapa jarum di ujungnya dan dapat bergerak naik turun dengan kecepatan 50-3.000 kali per menit. Jarum dicelup ke tinta berwarna kemudian digerakkan sesuai pola yang diinginkan pada <a title="kulit" href="http://www.tanyadok.com/tag/kulit">kulit</a>, masuk dengan kedalaman 0.5-2 mm, menempatkan pigmen <a title="warna" href="http://www.tanyadok.com/tag/warna">warna</a> pada lapisan dermis. Sakiiittt !</p>
<p>Konon, tiap tatto pun memiliki arti. Mungkin daya eksistensi ini yang jadi ‘pesona’ tatto, makanya seleb cewek yang tubuhnya bertatto, sebut aja Julia Perez, Fahrani, atau Tamara Geraldine rela ditusuk jarum suntik dan menahan sakitnya ditatto demi eksistensi dan aktuliasasi diri. Seolah-olah, pengen bilang “ini loh gue”!</p>
<p><b>Hukum Tato</b></p>
<p>Dari Alqomah dari Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan<i>, “Allah melaknat wanita yang menjadi tukang <b>tato</b> dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, demikian pula wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan. Merekalah wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah”</i> (HR Bukhari no 4604 dan Muslim no 5695).</p>
<p>Dalam Al-Qur’an juga disebutkan, yaitu : <i>“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”</i><b>(An-Nisa`: 119).</b></p>
<p>Makna mengubah ciptaan Allah l, menurut seorang tabi’in Al-Hasan Al-Bashri v adalah dengan mentato. (Lihat Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari, 4/285, Tafsir Ibnu Katsir, 1/569)</p>
<p>Betul DRISEr, syaithan akan merayu kita dengan berkata :”ayooo pakai tato saja, kamu akan bertambah keren, anak gaul itu perlu pakai tato”. Sehingga kita ngerasa enteng aja pasang tato, entah kecil maupun besar, sedikit atau banyak, demi ngikutin tren atau artis idola. Kita udah nggak peduli dengan segala macam efek buruknya bagi tubuh, apalagi teringat dosanya</p>
<p>Ketimbang kena dosa, mending sadari sekarang, terimalah tubuh kita ini apa adanya. Udah mulus kok digambar yang aneh-aneh? Ketahuilah, tato sifatnya merusak jaringan kulit manusia. Tubuh kita hanyalah titipan dari Allah Swt selama kita di dunia. Kok barang titipan diotak-atik sih? Entar Yang Punya marah loh. Berani ? <b>[Alga Biru]</b></p>
<p>BOX</p>
<p><b>EFEK TATO<br />
</b><br />
Menurut Dr. Sriyatti Sengkey, DK, ahli aesthetic, penggunaan jarum untuk tato sering tidak steril. Ujung-ujungnya bisa mengundang penyakit seperti hepatitis, penyakit kulit dan bahkan HIV. Efek lainnya, kulit bisa bengkak dan terjadi infeksi, sementara kulit yang sudah terkena tato sampai pada bagian dermis atau bagian paling dalam kulit, tidak bisa dikeluarkan lagi.</p>
<p>Menindik tato pada kulit dapat terkena MRSA, penyakit kulit yang mematikan. MRSA merupakan jenis bakteri yang tumbuh berkembang melalui penindikan tato oleh pihak ilegal. MRSA adalah jenis staphylococcus yang resisten terhadap methicilin. Penyebaran virus MRSA tampak dalam bentuk benjolan-benjolan kecil atau kulit yang meradang sehingga mungkin sekali menyebabkan terjadinya problema besar dan berbahaya seperti radang paru dan kanker darah.</p>
<p>Nah DRISEr, beginilah jika kita melanggar perintah Allah Swt. Bukan hanya dosa yang diganjar di akhirat, tapi sengsara di dunia. Idih, jauh-jauh deh!  [<b>Alga Biru</b>/diolah dari berbagai sumber]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-pakai-tato/">Muslimah Kok Pakai Tato?!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/muslimah-kok-pakai-tato/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">261</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingin Masuk Islam Lagi</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ingin-masuk-islam-lagi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ingin-masuk-islam-lagi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 14:56:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[murtad]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[nasrani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=65</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aslm. Ust, ibu saya seorg nasrani yang pernah masuk islam. Nah, ibu saya ingin masuk islam lagi. Itu bgaimana hukumnya? Syukron. Titian, Jakarta. Saudaraku, seorang yang tadinya muslim kemudian keluar dari keislamannya sedangkan dirinya sudah mencapai usia baligh, berakal dan mampu menentukan pilihan maka orang itu disebut dengan murtad. Mengenai hal ini Allah berfirman yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ingin-masuk-islam-lagi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ingin Masuk Islam Lagi</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ingin-masuk-islam-lagi/">Ingin Masuk Islam Lagi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><i>Aslm. Ust, ibu saya seorg nasrani yang pernah masuk islam. Nah, ibu saya ingin masuk islam lagi. Itu bgaimana hukumnya? Syukron. Titian, Jakarta.</i></p>
<p><span id="more-65"></span>Saudaraku, seorang yang tadinya muslim kemudian keluar dari keislamannya sedangkan dirinya sudah mencapai usia baligh, berakal dan mampu menentukan pilihan maka orang itu disebut dengan murtad. Mengenai hal ini Allah berfirman yang artinya:</p>
<p><i>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” </i><b>(QS. An Nisa’ : 137</b><i>)</i></p>
<p>Jika seorang yang murtad dari islam kemudian bertekad kembali kepada islam maka pintu taubat Allah swt senantiasa terbuka baginya selama dirinya betul-betul melakukan taubat nashuha (taubat yang sungguh-sungguh). Mengenai hal ini dalam sitem islam/ khilafah ada dua pendapat. Yang pertama : Jika seorang yang beriman kemudian murtad, dan kembali ke Islam kemudian murtad kembali dan hal itu terulang berkali-kali, maka taubatnya tidak diterima oleh pemerintahan Islam, dan dia terkena hukuman mati.</p>
<p>Pendapat Kedua : Jika seorang&nbsp; yang beriman kemudian murtad dan hal itu terulang-ulang terus, kemudian ia taubat dan masuk islam, maka taubatnya tetap diterima oleh pemerintahan Islam&nbsp; dan dia dianggap muslim lagi dan boleh hidup bersama-sama orang-orang islam yang lain, serta berlaku hukum-hukum islam terhadapnya. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, yaitu pendapat Hanafiyah, masyhur dari Malikiyah, Syafi’iyah dan salah satu pendapat imam Ahmad . ( lihat Tabyin al Haqaiq 3/284, Tuhfatul Muhtaj : 9/96, Kasya’ qina’ : 6/177-178 )</p>
<p>Bagaimana dengan saat ini yang sistem islam tidak diterapkan? Maka kembali ke hukum asal yaitu setiap taubat hamba pasti diterima oleh Allah. Dan ketika ia telah taubat maka ia harus berusaha menjaga keislamannya hingga akhir hayatnya. Sebab Allah berfirman yang artinya:</p>
<p><i>“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”</i><b> (QS. Al imran: 85)</b></p>
<p>Semoga taubat&nbsp; ibu &nbsp;akhi diterima oleh Allah. Setelah masuk islam lagi hendaknya beliau &nbsp;mempelajari islam dengan benar dan sungguh-sungguh, sehingga menjadi muslim yang merasakan kelezatan iman dan meyakini &nbsp;serta memahami islam sebagai agama yang sempurna, menentramkan jiwa memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia.<i>Wallahu a’lam[]</i></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ingin-masuk-islam-lagi/">Ingin Masuk Islam Lagi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ingin-masuk-islam-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>29</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nusaibah binti Ka&#8217;ab &#8216;Singa Betina&#8217;</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/nusaibah-binti-kaab-singa-betina/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/nusaibah-binti-kaab-singa-betina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2012 10:19:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bohlam Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mujahidah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nusaibah]]></category>
		<category><![CDATA[nusaibah binti ka'ab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=207</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Jangan Halangi Aku Membela Rasulullah..!” [DRise-#027] Hari itu Nusaibah tengah berada di dapur. Suaminya, Nusaibah binti Ka&#8217;ab &#8216;Singa Betina&#8217; Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh serangan tentara  musuh di sekitar Gunung Uhud.Dengan bergegas, Nusaibah membangunkan Suaminya dengan halus dan lembut lalu mengingatkan akan datangnya serangan musuh. Said segera bangkit dan mengenakan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/nusaibah-binti-kaab-singa-betina/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Nusaibah binti Ka&#8217;ab &#8216;Singa Betina&#8217;</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/nusaibah-binti-kaab-singa-betina/">Nusaibah binti Ka&#8217;ab &#8216;Singa Betina&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><i>“Jangan Halangi Aku Membela Rasulullah..!”</i></p>
<p><b>[DRise-#027] </b>Hari itu Nusaibah tengah berada di dapur. Suaminya, <strong>Nusaibah binti Ka&#8217;ab &#8216;Singa Betina&#8217;</strong> Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh serangan tentara  musuh di sekitar Gunung Uhud.Dengan bergegas, Nusaibah membangunkan Suaminya dengan halus dan lembut lalu mengingatkan akan datangnya serangan musuh. Said segera bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nusaibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.<br />
<b><i>&#8220;Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang&#8230;.&#8221;</i></b></p>
<p><span id="more-207"></span>Di rumah, Nusaibah duduk dengan gelisah ditemani kedua anaknya, Amar (15 thn) dan adiknya Saad (13 thn). Tak lama datang seorang pengendara kuda yang memberitahukan berita suka akan syahidnya Said. Nusaibah tertunduk sebentar, &#8220;*Inna lillah*&#8230;..&#8221; gumamnya, &#8220;Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.”</p>
<p>Nusaibah memanggil Amar memintanya ikut bertempur bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi. Mata amar bersinar-sinar. &#8220;Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.&#8221;</p>
<p>Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam kembali datang dan mengabarkan berita suka akan syahidnya Amar. “Apakah Engkau bersedih?” tanya utusan. Nusaibah menggeleng kecil. &#8220;Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatkan? Saad masih kanak-kanak.&#8221;</p>
<p>Mendengar itu, Saad menyela, &#8220;Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.&#8221;</p>
<p>Di arena pertempuran, pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, &#8220;Allahu akbar!&#8221;</p>
<h2>Nusaibah binti Ka&#8217;ab &#8216;Singa Betina&#8217;</h2>
<p>Nusaibah merasa tidak punya apa-apa lagi untuk membela Rasulullah. &#8220;Hai utusan,&#8221; ujarnya, &#8220;Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.&#8221;</p>
<p>Sang utusan mengerutkan keningnya. &#8220;Tapi engkau perempuan, ya Ibu&#8230;.&#8221;</p>
<p>Nusaibah tersinggung, &#8220;Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?&#8221;</p>
<p>Rasulullah pun berkata dengan senyum kepada Nusaibah yang datang mengutarakan keinginannya. &#8220;Nusaibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.&#8221;</p>
<p>Nusaibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba menggelinding di belakangnya kepala seorang tentara Islam terbabat senjata orang kafir.</p>
<p>Timbul kemarahan Nusaibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nabi_dan_Rasul">Nabi</a> terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh. Nusaibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga seorang kafir mengendap dari belakang dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda. Dan tertinggal oleh pasukan.</p>
<p>Tak lama, Ibnu Mas&#8217;ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu menemukan seonggok tubuh Nusaibah yang dikenalinya bergerak-gerak dengan payah. Nusaibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, &#8220;bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?&#8221;</p>
<p>&#8220;Beliau tidak kurang suatu apapun&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Engkau Ibnu Mas&#8217;ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Engkau masih luka parah, Nusaibah&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?&#8221;</p>
<p>Dengan susah payah, Nusaibah menaiki kuda itu, lalu menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.</p>
<p>Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, &#8220;Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nusaibah, wanita yang perkasa.&#8221;</p>
<p>Driser di hari Ibu ini, Nusaibah layak kita sejajarkan dengan Siti Aisyah atau Siti Khadijah sebagai teladan muslimah. Seorang Ibu sejati tidak hanya memikirkan kesuksesan anaknya di dunia, tapi juga tempat kembalinya di akhirat. Seorang ibu sejati tidak hanya berkutat ngurus rumah, tapi juga siap membela rasulullah dan ambil bagian dalam dakwah. Seperti Nusaibah. [341]</p>
<p>baca juga</p>
<p><a href="http://majalahdrise.my.id/amr-ibnul-jamuh-ra-sahabat-cacat-bertekad-kuat/">Amr Ibnul Jamuh ra. Sahabat cacat bertekad kuat</a></p>
<p><a href="http://majalahdrise.my.id/muslimah-anti-selfish/">Muslimah anti Selfish</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/nusaibah-binti-kaab-singa-betina/">Nusaibah binti Ka&#8217;ab &#8216;Singa Betina&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/nusaibah-binti-kaab-singa-betina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
