<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>majalah online Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/majalah-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Oct 2017 22:07:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Bentuknya Mini Manfaatnya Maksi</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bentuknya-mini-manfaatnya-maksi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bentuknya-mini-manfaatnya-maksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2017 13:05:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bendanya kecil bin imut. Dari anak sekolahan hingga orang kantoran  udah akrab ama benda ini. Saking akrabnya, jadi sering kelupaan  Bnaro atau malah ketinggalan. Kadang terselip di sela-sela buku.  Kadang lupa dicabut dari CPU. Padahal kalo udah kehilangan, yang  punyanya dijamin kelabakan. Gimana nggak, ukurannya yang mini  berbanding terbalik dengan manfaatnya yang maksi. Pasti tahu &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bentuknya-mini-manfaatnya-maksi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Bentuknya Mini Manfaatnya Maksi</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bentuknya-mini-manfaatnya-maksi/">Bentuknya Mini Manfaatnya Maksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bendanya kecil bin imut. Dari anak sekolahan hingga orang kantoran  udah akrab ama benda ini. Saking akrabnya, jadi sering kelupaan  Bnaro atau malah ketinggalan. Kadang terselip di sela-sela buku.  Kadang lupa dicabut dari CPU. Padahal kalo udah kehilangan, yang  punyanya dijamin kelabakan. Gimana nggak, ukurannya yang mini  berbanding terbalik dengan manfaatnya yang maksi. Pasti tahu dong  benda apa yang dimaksud?</p>
<p>Yup bener banget, flash disk! Penggerak kilat USB alias USB flash drive adalah alat penyimpanan  data memori kilat tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang  terintegrasi. Penggerak kilat ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa  dibaca dan ditulisi dengan mudah. Per November 2006, kapasitas yang  tersedia untuk penggerak kilat USB ada dari 64 megabita sampai 512  gigabita. Besarnya kapasitas media ini tergantung dari teknologi memori  kilat yang digunakan. Asal usul flashdisk di awali oleh Penemuan Flash Memory (NOR  dan NAND) oleh Dr Fujio Masuoka tahun 1984 ketika sedang bekerja pada  Toshiba.</p>
<p>Sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya yaitu Mr.  Shoji Ariizumi. Type flash chip NOR yang diperdagangkan dikenalkan oleh  intel pada tahun 1988. NOR flash sendiri adalah flash dasar yang  membutuhkan waktu cukup lama dalam menghapus dan menulis, tetapi  menyediakan alamat penuh dan jalur data, memberikan akses secara acak  terhadap semua lokasi memori. Sangat bagus untuk menggantikan ROM  model lama seperti BIOS, karena memungkinkan untuk mengupdate kode  program yang tersimpan. Sementara NAND flash dipasarkan oleh Toshiba pada tahun 1989  yang bisa melakukan proses penghapusan dan penulisan lebih cepat serta  membutuhkan tempat yang kecil untuk chip per selnya.</p>
<p>Dengan kapasitas  penyimpanan lebih besar dan biaya produksi lebih kecil menyebabkan  flash tipe ini cocok digunakan untuk secondary storage yang kemudian  melahirkan USB Flash Drive. Belum dapat dipastikan siapa yang mengembangkannya pertama  kali USB Flash Drive karena ada tiga perusahaan yang memperselisihkan  yaitu M-Systems, Netac, dan Trek 2000. Trek  Technology dan IBM mulai menjual USB flashdisk  pertama secara komersial pada tahun 2000. Trek  Teknologi Singapura menjual sebuah model yang  dijuluki ThumbDrive dan drive IBM yang pertama di  pasarkan di Amerika Utara yang disebut DiskOnKey. Flash disk punya banyak kelebihan  dibandingkan alat penyimpanan data lainnya,  khususnya cakram flopi atau cakram padat. Alat ini  lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta  lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian  yang bergerak) daripada disket.</p>
<p>Namun Penggerak  kilat USB juga memiliki umur penyimpanan data yang  singkat, biasanya ketahanan data pada Penggerak kilat  USB rata-rata 5 tahun. Ini disebabkan oleh memori  kilat yang digunakan tidak bertahan lama. Bandingkan  dengan cakram keras yang memiliki ketahanan data  hingga 12 tahun, CD/DVD berkualitas (dan bermerek  terkenal) selama 15 tahun jika cara penyimpanannya  benar. Kini, selain sebagai media penyimpanan,  Flashdisk juga punya fungsi lain yang tak kalah  kerennya. Perkembangan teknologi informasi  menjadikan flashdisk bisa digunakan sebagai  tambahan memory RAM, sebagai pengganti  HardDiskDrive (HDD) , juga bootable device untuk  menginstall sebuah sistem operasi (operating system)  windows.</p>
<p>Driser, kalo kamu punya flashdisk, jagain deh  baik-baik. Biar nggak ketinggalan di warnet atau lupa  naro. Kebayang dong gimana repotnya kalo data-data  penting kita yang tersimpan di flashdisk ikut raib. Oh  ya, flashdisk juga bisa jadi tempat peternakan virus  lantaran sering dicolokkin ke banyak CPU atau laptop.  So, rajin-rajin deh periksa pake antivirus seperti  Smadav, Nod32, Avast, Avira, atau yang lainnya untuk  meminimalisir berkembangnya virus di flashdisk kita  tercinta. Ok? [341]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bentuknya-mini-manfaatnya-maksi/">Bentuknya Mini Manfaatnya Maksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bentuknya-mini-manfaatnya-maksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>03 Maret 1924</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/03-maret-1924/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/03-maret-1924/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2017 04:01:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Prelude]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khilafah adalah bentuk sistem pemerintahan Islam. Kepala negaranya dikenal dengan  sebutan khalifah. Khilafah atau khalifah berasal dari kata dasar &#8216;khulafa&#8217; yang artinya  Kpengganti. Maksudnya, pengganti Rasulullah saw dalam memimpin urusan umat. Seperti yang dilakukan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib  yang silih berganti memimpin umat pasca Rasul saw &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/03-maret-1924/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">03 Maret 1924</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/03-maret-1924/">03 Maret 1924</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Khilafah adalah bentuk sistem pemerintahan Islam. Kepala negaranya dikenal dengan  sebutan khalifah. Khilafah atau khalifah berasal dari kata dasar &#8216;khulafa&#8217; yang artinya  Kpengganti. Maksudnya, pengganti Rasulullah saw dalam memimpin urusan umat.</p>
<p>Seperti yang dilakukan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib  yang silih berganti memimpin umat pasca Rasul saw wafat. Kepemimpinan empat shahabat  ini yang populer dengan julukan Khulafaur Rasyidin. Estafet kepemimpinan umat Islam terus bergulir sepanjang tahun selama kurang  lebih 14 abad. Setelah masa Khulafaur Rasyidin berakhir, dilanjutkan para khalifah di masa  dinasti Umayyah mulai dari Muawiyyah bin Abi Sufyan hingga Marwan bin Muhammad.  Kemudian diteruskan para khalifah di masa dinasti Abbasiyah mulai dari Abul Abbas as Safah  hingga Al Mutawakkil Alallah.</p>
<p>Dan berakhir di masa dinasti Utsmaniyah dari Sultan Salim I  hingga Sultan Abdul Madjid Kan II. Sedih deh kali kita inget saat-saat terakhir menjelang keruntuhan Khilafah.  Awalnya, Inggris berhasil menduduki Istambul, Turki pada perang Dunia I (1914 M). Lalu  seorang agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah dari Salonika, Mustafa Kemal Pasha,  ditugaskan untuk menjalankan agenda Inggris di Turki sebagaimana tercantum dalam  “pernyataan Curzon”, yaitu: penghapusan Khilafah secara total, pengusiran khalifah sampai  keluar batas-batas negara, penyitaan kekayaan khalifah, dan pernyataan sekularisasi negara.</p>
<p>Pernyatan ini merupakan syarat yang harus dipenuhi Turki untuk mendapatkan  kemerdekaannya dari Inggris. Mayoritas anggota Majelis Nasional Turki yang berpusat di Ankara dengan tegas  menentang apa yang tercantum dalam pernyataan Curzon. Tapi mereka diancam Kemal akan  dibunuh dan dihukum gantung. Akhirnya Majelis Raya Nasional menggelar sidang pada  tanggal 01 Maret 1924 selama tiga hari untuk mensikapi adanya dualisme pemerintahan di  Ankara dan Istambul.</p>
<p>Terjadi perdebatan alot dan sengit karena Mustafa Kemal sebagai  pimpinan majelis terang-terangan hendak menghapus kekhilafahan Islam yang dipimpin  Khalifah Abdul Majid II di Istambul. Dan tepat pada pagi hari tanggal 03 Maret 1924, Majelis Nasional mengumumkan  telah menyetujui penghapusan khilafah dan pemisahan agama dari urusan-urusan negara.  Malamnya, Khalifah Abdul Majid II diusir dari rumah kediamannya atas perintah Mustafa  Kemal. Khalifah dipaksa masuk mobil dan dibawa melintasi perbatasan negara menuju Swiss.</p>
<p>Kemudian diturunkan dengan dibekali satu kopor berisi beberapa potong pakaian dan  sejumlah uang. Dengan demikian, Mustafa Kemal telah berhasil memenuhi persyaratan Curzon,  Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, untuk mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan  Turki. Di Gedung Parlemen Inggris, Curzon menyatakan, “…Turki telah dihancurkan dan tidak  akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spiritual mereka, yaitu  Khilafah dan Islam…”</p>
<p>Driser, pasca runtuhnya khilafah, tidak ada lagi yang menjaga dan melindungi  kaum muslimin dari serangan ideologi kufur. Akibatnya mayoritas umat Islam terkontaminasi  oleh pemikiran-pemikiran yang merusak. Nyawa dan kehormatan kaum muslimin sama  sekali nggak berharga. Dimana-mana umat Islam dibantai tanpa ada yang bisa mencegahnya.  Padahal jumlah kaum muslimin di dunia ada semilyar! Semilyar tapi bagai buih yang  terombang-ambing lautan. Nah, D&#8217;Riser jangan leha-leha. Masalah besar ini adalah masalah kita bersama.</p>
<p>Seluruh umat Islam mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi umat yang  sangat terpuruk. Termasuk kita para remaja pemegang tongkat estafet kebangkitan Islam.  Makanya nggak usah ragu. Saatnya kita bergabung dengan barisan pejuang khilafah untuk  menyambut kebangkitan Islam jilid kedua. Yuk![]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/03-maret-1924/">03 Maret 1924</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/03-maret-1924/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BEY LASPRIANA (PRAKTISI MARKETING KOMUNIKASI SYARIAH)</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bey-laspriana-praktisi-marketing-komunikasi-syariah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bey-laspriana-praktisi-marketing-komunikasi-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2017 22:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2701</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 1999, teman dari ndeso ini  berupaya menarik simpati para tokoh  Tsebuah parpol berlabel Islam. Tubuhnya  ceking, ke mana-mana naik ojek atau nebeng  mobil. Tahun 2008, saya ketemu dia lagi,  waktu itu sudah eksis. Ke mana-mana pakai  mobil sendiri. Dan tahun lalu, jumpa dia lagi,  wuih badannya sudah XL. Maju perut pantat  mundur! Dia tak &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bey-laspriana-praktisi-marketing-komunikasi-syariah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">BEY LASPRIANA (PRAKTISI MARKETING KOMUNIKASI SYARIAH)</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bey-laspriana-praktisi-marketing-komunikasi-syariah/">BEY LASPRIANA (PRAKTISI MARKETING KOMUNIKASI SYARIAH)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 1999, teman dari ndeso ini  berupaya menarik simpati para tokoh  Tsebuah parpol berlabel Islam. Tubuhnya  ceking, ke mana-mana naik ojek atau nebeng  mobil. Tahun 2008, saya ketemu dia lagi,  waktu itu sudah eksis. Ke mana-mana pakai  mobil sendiri. Dan tahun lalu, jumpa dia lagi,  wuih badannya sudah XL.</p>
<p>Maju perut pantat  mundur! Dia tak perlu nyopir sendiri, karena  sudah bisa menggaji sopri. Ternyata, perjalanan karier si teman dari  periode simpati ke eksis lantas jadi XL, hanya  lantaran berbisnis barang cetakan. Bukan  sembarang cetakan coy, tapi cetakan  sekretariat DPR RI! Kita baru ngeh dengan fenomena kere  munggah bale tersebut, setelah media massa  membongkar kelakuan DPR bermandi duit.  Coba itu, nyetak kalender 2012 yang norak  nian, menelan biaya Rp 1,3 milyar.</p>
<p>Padahal,  harga wajarnya paling banter Rp 15 ribu/buah.  Pantesan, kawan tadi cepet sugih. Lalu untuk pengharum ruangan anggota  DPR, anggarannya Rp 1,6 milyar; Mesin absen  4 milyar; renovasi toilet 2 milyar; area parkir 3  milyar; renovasi ruang rapat Banggar 20,3  milyar.  Tapi, watak asli DPR tampak dalam  anggaran tahun 2012 sebesar Rp 2,94 triliun  (Kepres no 32/2011 tentang Rincian Anggaran  Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran  2012).</p>
<p>Duit sebanyak itu akan dihabiskan  untuk: peningkatan sarana dan prasarana  aparatur DPR Rp 709,63 miliar, pengadaan  perlengkapan sarana dan prasarana kantor Rp  104,73 miliar, pemeliharaan dan  penatausahaan sarana dan prasarana gedung  Rp 259,38 miliar, manajemen dan pelaksanaan  tugas teknis lainnya Rp 147,51 miliar,  pelaksanaan fungsi legislasi Rp 501,25 miliar,  fungsi anggaran Rp 73,75 miliar, fungsi  pengawasan Rp 280,81 miliar, dan Program  penguatan kelembagaan Rp 1,23 triliun. Untuk tahun 2012, FITRA (Forum  Indonesia untuk Transparansi Anggaran)  mendapatkan data bahwa anggaran kunjungan  kerja DPR untuk tahun 2012 sebesar Rp 265  miliar, naik dari tahun 2011 yang Rp 251 miliar.</p>
<p>Walhasil, setiap anggota dewan akan  menandaskan total anggaran sebesar Rp 473  juta per tahun.  “Mereka sangat perlente. Mobil dinas  saja Crown Royal Saloon yang jauh lebih mewah  dari mobil perdana menteri negeri tetangga.  Mereka lebih mencerminkan politisi yang  pragmatis-hedonis,” papar Busyro Muqoddas  tentang kelakuan politisi Senayan, dalam pidato  kebudayaan di Dewan Kesenian Jakarta, 10  November 2011. Menurut Komisioner Komisi  Pemberantasan Korupsi itu, gaya hidup hedonis  tersebut sangat terkait dengan korupsi.</p>
<p>Dalam diskusi dialektika demokrasi di  Jakarta, Jumat (4/7/07), mantan anggota DPR  Ichsanuddin Noersy menyebut 11 modus  korupsi anggota legislatif. Mulai dari bantuan  perjalanan, bantuan kegiatan, hubungan baik,  perawatan kesehatan, bantuan apresiasi,  bantuan uji kelayakan dan kepatutan, bantuan  penempatan pegawai, pemangku kepentingan,  pembuatan rancangan undang-undang dan  bantuan apresiasi.  Tak heran, Transparency Internasional  Indonesia pernah menasbihkan parlemen dan  partai politik sebagai lembaga paling korup  selama dua tahun berturut-turut (2007-2008).  Tahun 2009, penyigian Survey Kemitraan dan  Cluster for Security and Justice lagi-lagi  menempatkan DPR sebagai institusi juara  korupsi.</p>
<p>Mula-mula, korupsi dilakukan untuk kejar  setoran agar balik modal. Maklumlah, biaya  demokrasi kan mahal. Menurut Associate  Media Director Hotline Advertising, Zainul  Muhtadin, untuk Pemilu 2009 biaya iklan  kampanye tiap calon minimal Rp 100 milyar  (tempointeraktif.com 24/01/08). Setelah keenakan mbrakoti &#8221;apel Malang&#8221;  dan &#8221;apel Washington&#8221;, korupsi dilakukan  sebagai bagian dari lifestyle. Inilah yang disebut  corruption by greed yaitu korupsi yang   dilakukan karena dorongan  keserakahan untuk bisa hidup  hedonis. Pada tahap ini,  politisi Senayan sudah mati  rasa, sehingga tak merasa  bersalah memamerkan mobil  Bentley, Alphard Lux, dan  lain-lain yang sebijinya  berharga ratusan hingga  milyaran rupiah.</p>
<p>Padahal,  penduduk miskin Indonesia  sekitar 31 juta (versi BPS)  bahkan sampai 100 juta  (versi Bank Dunia). Lilia Carasciuc,  pengkritik keras sistem  demokrasi, menyatakan  bahwa lembaga-lembaga demokrasi semacam  Parlemen berpraktek tidak lebih seperti  lembaga privat. Misinya tak lain adalah profit  maximization.  Misi tersebut sah secara berjamaah,  karena dihasilkan melalui mekanisme  &#8220;demokratis&#8221; berupa rapat, musyawarah, atau  voting. Sehingga dalam praktiknya,  &#8221;sesungguhnya korupsi sudah bertransformasi  tidak hanya karena faktor-faktor klasik seperti  ekonomi dan moral, namun sudah menuju ke  korupsi secara politis dan institusional,&#8221; tulis  Carasciuc (2000).</p>
<p>Praktik korupsi Senayan, dalam kajian  Carasciuc, adalah democratic corruption atau  korupsi demokratis, yakni korupsi yang  dilakukan berdasarkan tata cara, kaidah-kaidah,  dan penerapan teori demokrasi. Bisa pula  disebut demokratis karena korupsi dirasakan  oleh lebih banyak orang atau lembaga secara  bersama-sama.  Korupsi demokratis berjalin-kelindan  degan korupsi atas demokrasi (corruption of  democracy). Atas nama nilai-nilai demokrasi,  ternyata tuntutan reformasi dimanipulasi  kalangan elite politik untuk kepentingan pribadi  atau golongan mereka.</p>
<p>Reformasi pun  mewujudkan deformasi. Pada tahap selanjutnya, democratic  corruption dan corruption of democracy akan  membangun sebuah sistem ketatanegaraan  yang koruptif, yaitu the democracy of corruption  (demokrasi korupsi). Hal ini terjadi jika seluruh  proses pengambilan keputusan publik telah  didorong oleh semangat mencari keuntungan  dan penghidupan bagi diri sendiri, keluarga atau  group of interest-nya. Driser, ketika saat ini demokrasi korupsi  ini sudah menjadi “ideologi”, maka  sempurnalah sudah kerusakan sistem sekular  ini. Bodoh nian kalau kita masih mau dinaungi  sistem demokrasi. Sistem yang sudah cacat  sejak lahir dan terus melahirkan pejabat korup  serta kebijakan  yang menyengsarakan rakyat  dari tahun ke tahun. Udah waktunya kita  berpaling pada sistem Islam. Satu-satunya  sistem kehidupan yang sudah terbukti sukses  menaungi umat manusia untuk meraih  kebahagiaan dunia akhirat.[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bey-laspriana-praktisi-marketing-komunikasi-syariah/">BEY LASPRIANA (PRAKTISI MARKETING KOMUNIKASI SYARIAH)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bey-laspriana-praktisi-marketing-komunikasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2701</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Senayan, Cermin Rusak Kaffah Demokrasi</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/senayan-cermin-rusak-kaffah-demokrasi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/senayan-cermin-rusak-kaffah-demokrasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2017 22:55:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2697</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 1999, teman dari ndeso ini  berupaya menarik simpati para tokoh  Tsebuah parpol berlabel Islam. Tubuhnya  ceking, ke mana-mana naik ojek atau nebeng  mobil. Tahun 2008, saya ketemu dia lagi,  waktu itu sudah eksis. Ke mana-mana pakai  mobil sendiri. Dan tahun lalu, jumpa dia lagi,  wuih badannya sudah XL. Maju perut pantat  mundur! Dia tak &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/senayan-cermin-rusak-kaffah-demokrasi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Senayan, Cermin Rusak Kaffah Demokrasi</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/senayan-cermin-rusak-kaffah-demokrasi/">Senayan, Cermin Rusak Kaffah Demokrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 1999, teman dari ndeso ini  berupaya menarik simpati para tokoh  Tsebuah parpol berlabel Islam. Tubuhnya  ceking, ke mana-mana naik ojek atau nebeng  mobil. Tahun 2008, saya ketemu dia lagi,  waktu itu sudah eksis. Ke mana-mana pakai  mobil sendiri. Dan tahun lalu, jumpa dia lagi,  wuih badannya sudah XL.</p>
<p>Maju perut pantat  mundur! Dia tak perlu nyopir sendiri, karena  sudah bisa menggaji sopri. Ternyata, perjalanan karier si teman dari  periode simpati ke eksis lantas jadi XL, hanya  lantaran berbisnis barang cetakan. Bukan  sembarang cetakan coy, tapi cetakan  sekretariat DPR RI! Kita baru ngeh dengan fenomena kere  munggah bale tersebut, setelah media massa  membongkar kelakuan DPR bermandi duit.  Coba itu, nyetak kalender 2012 yang norak  nian, menelan biaya Rp 1,3 milyar.</p>
<p>Padahal,  harga wajarnya paling banter Rp 15 ribu/buah.  Pantesan, kawan tadi cepet sugih. Lalu untuk pengharum ruangan anggota  DPR, anggarannya Rp 1,6 milyar; Mesin absen  4 milyar; renovasi toilet 2 milyar; area parkir 3  milyar; renovasi ruang rapat Banggar 20,3  milyar.  Tapi, watak asli DPR tampak dalam  anggaran tahun 2012 sebesar Rp 2,94 triliun  (Kepres no 32/2011 tentang Rincian Anggaran  Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran  2012).</p>
<p>Duit sebanyak itu akan dihabiskan  untuk: peningkatan sarana dan prasarana  aparatur DPR Rp 709,63 miliar, pengadaan  perlengkapan sarana dan prasarana kantor Rp  104,73 miliar, pemeliharaan dan  penatausahaan sarana dan prasarana gedung  Rp 259,38 miliar, manajemen dan pelaksanaan  tugas teknis lainnya Rp 147,51 miliar,  pelaksanaan fungsi legislasi Rp 501,25 miliar,  fungsi anggaran Rp 73,75 miliar, fungsi  pengawasan Rp 280,81 miliar, dan Program  penguatan kelembagaan Rp 1,23 triliun. Untuk tahun 2012, FITRA (Forum  Indonesia untuk Transparansi Anggaran)  mendapatkan data bahwa anggaran kunjungan  kerja DPR untuk tahun 2012 sebesar Rp 265  miliar, naik dari tahun 2011 yang Rp 251 miliar.</p>
<p>Walhasil, setiap anggota dewan akan  menandaskan total anggaran sebesar Rp 473  juta per tahun.  “Mereka sangat perlente. Mobil dinas  saja Crown Royal Saloon yang jauh lebih mewah  dari mobil perdana menteri negeri tetangga.  Mereka lebih mencerminkan politisi yang  pragmatis-hedonis,” papar Busyro Muqoddas  tentang kelakuan politisi Senayan, dalam pidato  kebudayaan di Dewan Kesenian Jakarta, 10  November 2011. Menurut Komisioner Komisi  Pemberantasan Korupsi itu, gaya hidup hedonis  tersebut sangat terkait dengan korupsi.</p>
<p>Dalam diskusi dialektika demokrasi di  Jakarta, Jumat (4/7/07), mantan anggota DPR  Ichsanuddin Noersy menyebut 11 modus  korupsi anggota legislatif. Mulai dari bantuan  perjalanan, bantuan kegiatan, hubungan baik,  perawatan kesehatan, bantuan apresiasi,  bantuan uji kelayakan dan kepatutan, bantuan  penempatan pegawai, pemangku kepentingan,  pembuatan rancangan undang-undang dan  bantuan apresiasi.  Tak heran, Transparency Internasional  Indonesia pernah menasbihkan parlemen dan  partai politik sebagai lembaga paling korup  selama dua tahun berturut-turut (2007-2008).  Tahun 2009, penyigian Survey Kemitraan dan  Cluster for Security and Justice lagi-lagi  menempatkan DPR sebagai institusi juara  korupsi.</p>
<p>Mula-mula, korupsi dilakukan untuk kejar  setoran agar balik modal. Maklumlah, biaya  demokrasi kan mahal. Menurut Associate  Media Director Hotline Advertising, Zainul  Muhtadin, untuk Pemilu 2009 biaya iklan  kampanye tiap calon minimal Rp 100 milyar  (tempointeraktif.com 24/01/08). Setelah keenakan mbrakoti &#8221;apel Malang&#8221;  dan &#8221;apel Washington&#8221;, korupsi dilakukan  sebagai bagian dari lifestyle. Inilah yang disebut  corruption by greed yaitu korupsi yang   dilakukan karena dorongan  keserakahan untuk bisa hidup  hedonis. Pada tahap ini,  politisi Senayan sudah mati  rasa, sehingga tak merasa  bersalah memamerkan mobil  Bentley, Alphard Lux, dan  lain-lain yang sebijinya  berharga ratusan hingga  milyaran rupiah.</p>
<p>Padahal,  penduduk miskin Indonesia  sekitar 31 juta (versi BPS)  bahkan sampai 100 juta  (versi Bank Dunia). Lilia Carasciuc,  pengkritik keras sistem  demokrasi, menyatakan  bahwa lembaga-lembaga demokrasi semacam  Parlemen berpraktek tidak lebih seperti  lembaga privat. Misinya tak lain adalah profit  maximization.  Misi tersebut sah secara berjamaah,  karena dihasilkan melalui mekanisme  &#8220;demokratis&#8221; berupa rapat, musyawarah, atau  voting. Sehingga dalam praktiknya,  &#8221;sesungguhnya korupsi sudah bertransformasi  tidak hanya karena faktor-faktor klasik seperti  ekonomi dan moral, namun sudah menuju ke  korupsi secara politis dan institusional,&#8221; tulis  Carasciuc (2000).</p>
<p>Praktik korupsi Senayan, dalam kajian  Carasciuc, adalah democratic corruption atau  korupsi demokratis, yakni korupsi yang  dilakukan berdasarkan tata cara, kaidah-kaidah,  dan penerapan teori demokrasi. Bisa pula  disebut demokratis karena korupsi dirasakan  oleh lebih banyak orang atau lembaga secara  bersama-sama.  Korupsi demokratis berjalin-kelindan  degan korupsi atas demokrasi (corruption of  democracy). Atas nama nilai-nilai demokrasi,  ternyata tuntutan reformasi dimanipulasi  kalangan elite politik untuk kepentingan pribadi  atau golongan mereka.</p>
<p>Reformasi pun  mewujudkan deformasi. Pada tahap selanjutnya, democratic  corruption dan corruption of democracy akan  membangun sebuah sistem ketatanegaraan  yang koruptif, yaitu the democracy of corruption  (demokrasi korupsi). Hal ini terjadi jika seluruh  proses pengambilan keputusan publik telah  didorong oleh semangat mencari keuntungan  dan penghidupan bagi diri sendiri, keluarga atau  group of interest-nya. Driser, ketika saat ini demokrasi korupsi  ini sudah menjadi “ideologi”, maka  sempurnalah sudah kerusakan sistem sekular  ini. Bodoh nian kalau kita masih mau dinaungi  sistem demokrasi. Sistem yang sudah cacat  sejak lahir dan terus melahirkan pejabat korup  serta kebijakan  yang menyengsarakan rakyat  dari tahun ke tahun. Udah waktunya kita  berpaling pada sistem Islam. Satu-satunya  sistem kehidupan yang sudah terbukti sukses  menaungi umat manusia untuk meraih  kebahagiaan dunia akhirat.[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/senayan-cermin-rusak-kaffah-demokrasi/">Senayan, Cermin Rusak Kaffah Demokrasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/senayan-cermin-rusak-kaffah-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2697</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Most Wanted City</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/most-wanted-city/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/most-wanted-city/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2017 22:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[The Most]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2694</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dulu, ketika syariat Islam masih diterapkan dalam negara,  kaum muslimin banyak melakukan futuhat (pembebasan)  ke negeri-negeri di luar jazirah Arab hingga luas wilayah  D kaum muslimin hampir melingkupi benua Asia, Eropa dan Afrika. Nggak jarang kota-kota yang berhasil dibuka oleh kaum muslimin  tersebut merupakan kota-kota penting dan strategis baik secara  geografis maupun ekonomis. Dari sekian &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/most-wanted-city/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Most Wanted City</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/most-wanted-city/">Most Wanted City</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, ketika syariat Islam masih diterapkan dalam negara,  kaum muslimin banyak melakukan futuhat (pembebasan)  ke negeri-negeri di luar jazirah Arab hingga luas wilayah  D kaum muslimin hampir melingkupi benua Asia, Eropa dan Afrika.</p>
<p>Nggak jarang kota-kota yang berhasil dibuka oleh kaum muslimin  tersebut merupakan kota-kota penting dan strategis baik secara  geografis maupun ekonomis. Dari sekian banyak kota yang ada di  dunia, kota yang paling mengusik hati kaum muslimin untuk  membebaskannya adalah dua kota yang dijanjikan oleh Rasulullah  Saw. Yep, dua kota itu adalah Konstantinopel dan Roma. Abdullah bin Amr bin al-Ash menuturkan bahwa ketika  sedang menulis di sekitar Rasulullah Saw, beliau ditanya, “Kota  manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau  Rumiyah?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih  dulu”  yaitu Konstantinopel (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim).</p>
<p>Rasulullah Saw juga bersabda “Konstantinopel benar-benar akan  ditaklukkan (oleh kaum muslimin). Sebaik-baik pemimpin adalah  yang memimpin penaklukan tersebut dan sebaik-baik prajurit  adalah prajurit yang ikut dalam penakulukan tersebut. “(HR Ahmad) Konstantinopel adalah ibukota kekaisaran Romawi Timur  atau Bizantium yang didirikan pada tahun 330 Masehi.</p>
<p>Konstantinopel didirikan diatas kota yang sudah ada sebelumnya,  yang juga bernama Bizantium, sebuah koloni Yunani yang telah  berdiri sejak 600 tahun sebelum Masehi. Kota ini merupakan kota  terbesar dan termegah di Eropa pada abad pertengahan. Salah satu  sebabnya adalah posisinya yang sangat strategis pada jalur  perdagangan dan pelayaran di Laut Tengah. Konstantinopel juga  merupakan pintu gerbang antara benua  Eropa dan Asia, serta  menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Mediterania. Saking  pentingnya kota tersebut, Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis  yang dianggap jenius dalam politik dan militer berkata “Seandainya  dunia ini sebuah negara, maka ibukotanya adalah Konstantinopel!”</p>
<p>Nggak heran banyak pihak yang ingin menguasai  Konstantinopel. Tapi setiap ada yang menjajal pertahanan kota ini,  hampir semuanya gagal total. Ini karena Konstantinopel mempunyai  pertahanan sempurna yang sangat kuat dan sulit dijebol. Sisi barat  kota dilindungi benteng super tebal sementara sisi utara, timur dan  selatan dikelilingi tebing dan lautan. Dari sekian banyak yang  mencoba merebut konstantinopel selama ribuan tahun, hanya tiga  saja yang berhasil, yaitu Pasukan Salib IV pada tahun 1204, Michael  VIII yang merebut  Konstantinopel dari  pasukan salib IV pada  1261, dan terakhir oleh  Sultan Muhammad II Al-Fatih pada tahun 1453.</p>
<p>Sultan Al-Fatihlah  pemimpin terbaik yang  dimaksud dalam hadits  Nabi. Sedangkan yang  dimaksud Rumiyah,  dalam kitab Mu&#8217;jam al-Buldan, sebuah  ensiklopedi geografis  karya Yaqut Al-Hamawi,   adalah kota Roma, yang sekarang merupakan  ibukota Italia. Kota Roma telah berdiri selama 2800 tahun dan  merupakan salah satu kota tertua di dunia.</p>
<p>Berawal dari  pemukiman kecil, Roma berkembang menjadi pusat peradaban  yang menguasai wilayah mediterania selama ratusan tahun. Sejak  tahun 44 SM, Roma merupakan ibukota kekaisaran Romawi.  Walaupun kekaisaran itu runtuh pada 476 M, tapi pengaruhnya di  Eropa masih terasa hingga sekarang. Roma kemudian menjadi  pusat gereja katolik sedunia, di dalam kota ini juga terdapat  Vatikan, sebuah negara-kota independen tempat Paus (kepala  gereja katolik) berada.</p>
<p>Walaupun dua kota ini gemerlap dengan kemewahan,  bukan hal itu yang menjadi motivasi kaum muslimin untuk  menaklukkannya. Pendobrak semangat hanyalah bisyarah (kabar  gembira) dari Rasulullah Saw. Menjadi orang yang mewujudkan  bisyarah tersebut merupakan kebahagiaan yang tiada tara.  Dengan dijanjikannya Konstantinopel dan Roma,  seolah-olah Rasulullah mengajarkan umatnya untuk berani  bermimpi besar, membebaskan kota yang paling sulit  ditaklukkan, ibukota dari negara superpower saat itu. Kalau dua  kota ini kaum muslimin bisa menaklukkannya, apalagi kota yang  lain? [Ihsan]</p>
<p><strong>futuaht bukan penjajahan</strong></p>
<p><strong>p</strong>enaklukan sebuah kota dalam sejarah Islam lebih dikenal dengan  futuhat, yang berarti pembukaan atau pembebasan. Yep, ini  Pkarena tujuan Islam bukan untuk merampok dan menjajah setiap  kota yang ditaklukkan, tapi untuk membebaskan penduduknya dari  belenggu kekufuran menuju keadilan Islam. Ini bukan sekedar teori lho,  melainkan syariat yang benar-benar dijalankan.</p>
<p>George Sphrantzes, sejarawan Bizantium yang merupakan  saksi mata pembebasan Konstantinopel menuliskan kebijakan Sultan Al-Fatih yang menjamin kebebasan seluruh penduduk Konstantinopel, dan  semuanya diperlakukan seperti sediakala, seolah tak ada yang berubah.  Ketakutan penduduk yang bersembunyi pun sirna sudah, dan mereka  keluar dari persembunyiannya dengan sukacita dan riang gembira. Cieh.</p>
<p>Wajar penduduk Konstantinopel ketakutan, sebab, 200 tahun  sebelumnya ketika pasukan salib IV mendobrak benteng  Konstantinopel, mereka melakukan pembantaian besar-besaran  terhadap penduduk kota yang dikenal dengan “Massacre of the Latins”.  Sekitar 60 ribu orang dibantai termasuk wanita dan anak-anak, bahkan  pasien yang terbaring di rumah sakit pun tak diberi ampun. Peristiwa  berdarah itu dikenal dengan “The Sack of Constantinople”. [Ihsan]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/most-wanted-city/">Most Wanted City</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/most-wanted-city/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2694</post-id>	</item>
		<item>
		<title>CEWEK GLAMOR</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cewek-glamor/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cewek-glamor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2017 14:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Female Corner]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Menjadi seleb di Tanah Air selalu menjadi mimpi sebagian masyarakat. Terutama kalo ngelihat gaya hidup mewah kaum sosialita yang banyak diwakili oleh kalangan seleb. Masyarakat menganggap bahwa menjadi seleb itu profesi yang menjanjikan dan pasti menghasilkan banyak uang. Makanya ajang pemilihan bakat ramai terus? Antrian pendaftar audisinya kerap mengular ngalahin barisan penerima zakat. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cewek-glamor/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">CEWEK GLAMOR</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cewek-glamor/">CEWEK GLAMOR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Menjadi seleb di Tanah Air selalu menjadi mimpi sebagian masyarakat. Terutama kalo ngelihat gaya hidup mewah kaum sosialita yang banyak diwakili oleh kalangan seleb. Masyarakat menganggap bahwa menjadi seleb itu profesi yang menjanjikan dan pasti menghasilkan banyak uang. Makanya ajang pemilihan bakat ramai terus?</p>
<p>Antrian pendaftar audisinya kerap mengular ngalahin barisan penerima zakat. Wajah-wajah mupeng remaji yang pengen jadi selebriti terlihat saat mata mereka tak lepas dari gencarnya pemberitaan seputar gaya hidup seleb yang serba glamour. Apalagi para seleb perempuan di tanah air kita ini. Berasa gak afdhol kalau dunia nggak tahu kesehariannya. Mulai jalan ke seantero negara dengan jet pribadi, sampai pamerin ternak mobil mewahnya yang limited edition. Belanja juga gak tanggungtanggung, kudu barang branded termahal. Seorang selebriti malah dengan bangga pernah memamerkan barang belanjaannya dari Hongkong yang jumlahnya sampai 9 koper.</p>
<p>Katanya sih duit yang abis sampai 9 M. Gak mau kalah, artis lainnya bahkan ngaku, saat berada di salah satu pusat belanja kelas dunia, Ia sampai merogoh Rp 1 miliar untuk memborong kebutuhan manggungnya. Gila…sementara rumah mewah? Berasa gak cukup kalau hanya satu. Ampun deh. Seorang artis bisa merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa tampil sempurna di depan penggemar. Mulai dari suntik botoks sampai sedot lemak, yang bisa ngabisin duit jutaan rupiah. Itu belum seberapa. Keglamoran dan sikap hedonis mereka juga sangat jelas ketika mereka memberi hadiah atau kado untuk menyenangkan orangorang tercintanya, kado mewah yang bisa membuat masyarakat berdecak, antara kagum dan gemas menahan iri.</p>
<p>Gimana dengan artis muda yang bersileweran di layar kaca? Sama aja. Di setiap kesempatan, ada aja media hiburan yang ngulik kehidupannya. Mulai dari urusan asmara, sampai urusan hoby makan biaya. Dari urusan koleksi barang mewah, sampai pola hidup yang serba wah. Ngiri? Sebagian remaja malah ngiler! Nah, Apa yang mencolok dari hal ini? Yap,Yang paling mencolok sudah pasti gaya hidup para seleb yang selalu tampil glamour. Gaya hedonis mereka terlihat jelas lewat bagaimana mereka membelanjakan uang untuk kemewahan, kecantikan, kenyamanan, kenikmatan atau memanjakan diri sendiri, bahkan orang yang mereka cintai. Lantas para penonton ngapain? Penonton Cuma bisa berdecak kagum dan mulai menggantung mimpi setinggi langit, sambil mikir gimana caranya bisa nyicip kehidupan glamour ala selebriti.</p>
<p><strong>Hati-hati dengan Gaya hidup</strong></p>
<p><strong> </strong>Sebagai public figure, para seleb perempuan kita ini gak hanya jadi tontonan, tapi juga udah jadi tuntunan. Gaya hidup yang kerap diberitakan, justru menyedot perhatian sebagian perempuan untuk mati-matian berusaha gimana caranya merasakan kehidupan yang serba mewah. Tak terkecuali anak cewek seusia kamu-kamu, Non. Ada lho yang malah bikin komunitas di sekolahan berdasarkan mewahnya barang yang dipakai, atau sekedar dipamerin di sekolahan.</p>
<p>Bikin geng juga berdasarkan status sosial. Tuntutan untuk hidup mewah, membuat sebagian anak cewek terjebak dalam pola hidup konsumtif. Brand fashion mulai meneror kantong seragam. Label limited edition jadi mantra sakti yang menyihir naluri belanja remaja. Produk kecantikan dengan harga fantastis, menjadikan anak cewek merasa gelisah kalo nggak punya. Sementara, duit dari bonyok masih terbatas.Ya, Biar kata gak ada duit juga, yang penting gaya, bisa nongkrong di tempat-tempat berkelas. Kalau perilaku kamu udah rada-rada kayak gini, hati-hati. Apalagi kalau udah mulai belajar bo&#8217;ong ke bonyok. Minta duit katanya buat kebutuhan sekolah, faktanya dipakai buat beli kebutuhan lain. Kalau gak, dipakai jalan, bareng teman se-geng, hayoo…</p>
<p>Sebagai cewek, kamu kudu hati-hati sama naluri konsumtif. Keinginan untuk memiliki barang mewah, kadang menjadikan sebagian teman seusia kamu rela mengorbankan apapun untuk itu. Harga diri bisa dipertaruhkan, semata untuk memperoleh materi. Bahkan nih, Kehormatan seolah gak ada lagi harganya, ketika kesenangan dunia telah menjadi tujuan. Ada yang sampai klepto bahkan menggadaikan kesucian diri, hadeuhhh. Miris deh. Masih imut gini lageh!</p>
<p><strong>Kudu gimana? </strong></p>
<p>Non, Kamukamu kudu ngeh, bahwa kebahagiaan dunia ini semu bahkan bisa membutakan hati dan pikiran. Kalian juga kudu faham, kalau system saat ini menganggap bahwa seluruh keinginan adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi. Gak dipilah, yang mana keinginan, dan yang mana kebutuhan. Kacau gak tuh? Kacau banget. Hasilnya? Manusia bisa sampai keliru menempatkan kebutuhan.</p>
<p>Coba, ada lho anak cewek yang sampai kabur dari rumah Cuma karena gak dibeliin ponsel mewah. Padahal, itu kan cuman keinginan doang, bukan kebutuhan. Gini nih kalau kalau udah terjebak pola hidup konsumtif. Kudu jadi bahan perhatian nih, Ada lho yang lebih mulia dari pada kemewahan dan harta dunia. Apa itu? Ilmu. Yup, ilmu. Kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bisa memelihara empunya.</p>
<p>Sedangkan harta, empunya yang harus menjaga. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bila disebarkan akan bertambah, Sedangkan harta jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang. Nah, lho. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat dicuri. Sedangkan harta dapat dicuri dan dapat hilang. Benar kan? So, nona-nona, gak usah terpengaruh lalu ikut-ikutan kebanyakan orang yang sudah gila harta dan lupa iman. Gak usah nyibukin diri mikir, gimana caranya bisa ngedapatin duit sebanyakbanyaknya agar bisa menikmati kehidupan yang serba mewah. Fokus, banyak-banyak nimba ilmu, karena ilmu, lebih berharga dari dunia dan seisinya. Yuuhuu! <strong>[Juanmartin]</strong></p>
<p>Di muat di majalah remaja islam drise edisi 54</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cewek-glamor/">CEWEK GLAMOR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cewek-glamor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekspresi Cinta Remaja</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ekspresi-cinta-remaja/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ekspresi-cinta-remaja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2017 12:57:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Serunya remaja ngobrolin perkara cinta, tak cukup sekedar kata. Apalagi hanya terhias dalam status sosial media. Remaja ngerasa belon afdhol kalo rasa cintanya nggak keliatan di dunia nyata. Jadi sebisa mungkin dikasih ekspresi biar cinta tak bertepuk sebelah tangan. Seperti apa ekspresi cinta remaja, mereka belajar dari tayangan media. Mulai dari sinetron, reality &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ekspresi-cinta-remaja/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ekspresi Cinta Remaja</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ekspresi-cinta-remaja/">Ekspresi Cinta Remaja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Serunya remaja ngobrolin perkara cinta, tak cukup sekedar kata. Apalagi hanya terhias dalam status sosial media. Remaja ngerasa belon afdhol kalo rasa cintanya nggak keliatan di dunia nyata. Jadi sebisa mungkin dikasih ekspresi biar cinta tak bertepuk sebelah tangan. Seperti apa ekspresi cinta remaja, mereka belajar dari tayangan media. Mulai dari sinetron, reality show, hingga acara gosiptainmen yang terus meneror tayangan remaja. Kalo kita liat, serial sinema elektronik alias sinetron nggak pernah absen mengisi jam tayang utama setiap harinya. Baik produk lokal maupun interlokal. Dan pastinya, persoalan cinta masih jadi bahasan utama. Yang bikin beda paling cuman wajah-wajah baru pemainn ya. Alur ceritanya juga gitu-gitu aja. Diawali perkenalan yang nggak sengaja, terus jatuh cinta, ada pihak ketiga yang nggak suka, dibuat deh konflik antar pemain yang mengada-ada, endingnya damai semua. Wajar kalo mental remaja kita pada letoy. Wong tiap hari hiburannya dicekokin cerita cinta melulu. Kaya nggak ada tema lain yang lebih mendidik. Selain sinetron, tiap hari remaja juga dicekokin tayangan gosip seputar kehidupan cinta kaum idola.</p>
<p>Dari Ayu Ting-ting, Pevita Pearce hingga al-Ghozali. Gak ada bosennya menghiasi layar kaca. Pokoknya semua ada. Remaja tinggal duduk, diam, dan terima dengan pikiran terbuka semua mata pelajaran cinta dari para idola. Mulai dari bab pedekate, bab jalan bareng, bab mengumbar kemesraan di depan publik, sampe bab gonta-ganti pasangan. Gencarnya tayangan yang mengupas cinta semakin menghanyutkan remaja dalam buaian asmara dalam balutan budaya pacaran. Walhasil, remaja seolah tak punya pilihan untuk mengekspresikan rasa cintanya kecuali dengan pacaran. Waduh!</p>
<p><strong>Ekspresi Cinta di Atas Garis </strong></p>
<p><em>Rasa cinta itu anugerah. Jadi nggak ada alasan untuk membencinya apalagi sampai menolak kehadirannya. </em>Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya <em>Raudah Al- Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin </em>memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang. <em>Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah” </em>. <em>Yang harus kita lakukan adalah menjaga cinta agar tetap berkah. Bukan malah berbuah masalah. Lantaran sebagai manusia, kita selalu disodorkan dua pilihan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri. Sebagaimana Allah swt berfirman: Dan telah Kami tunjukkan (kepada manusia) dua jalan&#8221; (QS. Al-Balad: 10) </em></p>
<p><em>Yup, Allah swt udah ngasih kita dua jalan. Jalan kebaikan dan jalan keburukan. Itu artinya, jika kita dihadapkan pada garis yang memisahkan baik dan buruk, kita harus memilih salah satu. Jika di atas garis adalah taat, maka dibawah garis adalah maksiat. Jika di atas garis adalah surga, maka di bawah garis tentu neraka. Jika di atas garis warna putih, maka di bawah garis warna hitam. Nggak ada pilihan di tengah-tengah. Karena tak ada area abu-abu dalam Islam. Untuk urusan cinta, remaja banyak terhanyut dalam area di bawah garis alias maksiat. Budaya pacaran yang merajalela menjerumuskan kawula muda dalam gaya hidup pemuja syahwat. Ujung-ujungnya bisa kualat. Hidup di dunia minim manfaat, masuk neraka pula di akhirat. Alamaaak…! </em></p>
<p><em>Karena itu, udah waktunya remaja muslim move on dari ekspresi cinta maksiat yang di bawah garis, menjadi cinta mulia tanda taat yang di atas garis. </em>Biar bisa lolos dari ujian cinta dan nggak jadi pemuja cinta, berikut tips dari kita: Pertama, cintai sewajarnya. Cinta itu perilaku hati yang bisa berubah sewaktuwaktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jadi, kalo kita <em>poling in lop </em>(baca: jatuh cinta) ama seseorang, cintai aja sewajarnya karena Allah swt. Nggak usah didramatisir layaknya kisah cinta cinderella atau Romeo dan Juliet. Karena boleh jadi suatu saat perasaan itu berbalik seratus tujuh puluh sembilan koma sembilan derajat. Saat itu terjadi, kita akan lebih siap menerima kenyataan. Rasul saw bersabda: <em>“Cintailah orang yang engkau <strong>cintai sewajarnya </strong>saja, karena boleh jadi dia akan menjadi orang yang engkau benci suatu saat nanti. Bencilah orang yang engkau <strong>benci sewajarnya </strong>saja karena boleh jadi dia akan menjadi orang yang engkau cintai suatu saat nanti” </em><strong>(HR. Tirmidzi) </strong></p>
<p>Kedua, kendalikan dengan Islam. Jangan biarkan rasa cinta yang datang menjadi liar. Kita bakal kewalahan ngadepinnya. Segera kendalikan dengan aturan Islam. Kasih tau dari awal kalo ekspresi cinta dalam Islam hanya diperbolehkan setelah khitbah (pinangan) menuju pernikahan. Itupun tetep ngikutin aturan gaul Islam yang melarang mojok berduaan (berkhalwat) tanpa disertai mahrom. Nggak ada ruang sedikitpun bagi perilaku pacaran. Kalo tetep ngotot pengen pacaran. Entar kalo udah merit, puaspuasin deh tuh pacarannya! Ketiga, pupuk cinta sesama muslim. Rasa cinta nggak melulu kepada lawan jenis. Rasa cinta juga berwujud kasihsayang kita pada sesama muslim sebagai saudara satu akidah.</p>
<p>Dari Anas <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, ia berkata, “<em>Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” </em>(<em>Muttafaqun &#8216;alaih</em>. HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Ekspresi cinta sesama muslim itu bentuknya dengan saling menasihati untuk mengingatkan dan menguatkan. Karena nasehat berarti menginginkan kebaikan pada orang lain. Kita ingin saudara kita itu jadi baik ketika dinasehati, bukan ingin mereka direndahkan atau disalahkan. Keempat, Cinta Allah paling atas. Sebesar apapun rasa cinta kita berikan, tetep nggak boleh lebih tinggi dari kecintaan kita kepada Allah swt. Itu artinya, kalo pasangan kita mengajak bermaksiat (contohnya pacaran), wajib ditolak tuh. Lalu bilangin kalo nggak ada pacaran dalam Islam dan nggak ada pacaran Islami. Sama seperti yang terjadi pada putranya khalifah Abu Bakar.</p>
<p>Abdullah bin Abu Bakar cinta banget ama istrinya yang cantik, luhur budinya dan agung akhlaknya. Namun ternyata, kecintaannya tersebut malah melalaikannya dalam berjihad di jalan Allah. Lalu Abdullah pun menceraikan istrinya seperti yang diperintahkan Ayahnya. Ini bukan berarti Abdullah anak papih lho. Tapi sebagai bentuk kecintaannya kepada Allah swt. Rasul saw ngingetin kita: <em>“Ada tiga hal dimana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan enggan untuk menjadi kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilempar ke dalam api.” </em><strong>(HR. Bukhari dan Muslim). </strong></p>
<p>Cinta pada Allah swt dan Rasul-Nya, bukan berarti kita musuhan dengan rasa cinta pada manusia, harta benda, atau yang lain. Justru, kecintaan kita pada Allah swt bakal ngejaga ketulusan cinta kita. Cinta pada manusia apa adanya. Nggak berlebihan apalagi sampe pacaran atau ikut valentinan. Cinta pada harta benda sesuai kebutuhan. Nggak diperbudak harta sampe mengorbankan harga diri. Keren kan? Driser, hanya Islam yang menjadikan rasa cinta dan orang-orang yang jatuh cinta terjaga kemuliaannya. Nggak kaya aturan sekuler kapitalis yang menjadikan cinta sebagai komoditi bisnis untuk meraih materi dan kepuasan jasmani. Makanya, penting banget bagi kita untuk mengenal Islam lebih dalam. Agar ekspresi cinta kita, di atas garis..!<em>[@hafidz341]</em></p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 54</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ekspresi-cinta-remaja/">Ekspresi Cinta Remaja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ekspresi-cinta-remaja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PELANGI MUSLIMAH : WARNA WARNI MUSLIMAH, PENGINGAT BAGI MUSLIM SHALEHAH</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pelangi-muslimah-warna-warni-muslimah-pengingat-bagi-muslim-shalehah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pelangi-muslimah-warna-warni-muslimah-pengingat-bagi-muslim-shalehah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2017 14:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Rekomended]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2426</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Dunia kaum hawa, khususnya muslimah punya banyak cerita. Nggak heran kalo orang pun betah dengar berbagai kisahnya. Apalagi kalo cerita inspiratif seputar muslimah terangkum dalam sebuah buku cantik dan mungil yang unyu-unyu. Pastinya asyik nyicipin taburan inspirasinya. Inilah yang disajikan dalam buku gebetan salah satu redaktur Majalah Drise, Pelangi Muslimah. Alga Biru, inilah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pelangi-muslimah-warna-warni-muslimah-pengingat-bagi-muslim-shalehah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">PELANGI MUSLIMAH : WARNA WARNI MUSLIMAH, PENGINGAT BAGI MUSLIM SHALEHAH</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pelangi-muslimah-warna-warni-muslimah-pengingat-bagi-muslim-shalehah/">PELANGI MUSLIMAH : WARNA WARNI MUSLIMAH, PENGINGAT BAGI MUSLIM SHALEHAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Dunia kaum hawa, khususnya muslimah punya banyak cerita. Nggak heran kalo orang pun betah dengar berbagai kisahnya. Apalagi kalo cerita inspiratif seputar muslimah terangkum dalam sebuah buku cantik dan mungil yang unyu-unyu.</p>
<p>Pastinya asyik nyicipin taburan inspirasinya. Inilah yang disajikan dalam buku gebetan salah satu redaktur Majalah Drise, Pelangi Muslimah. Alga Biru, inilah redaksi yang ada dibalik lahirnya buku Pelangi Muslimah. Kumpulan tulisannya menarik minat penerbit Quanta Kompas Gramedia untuk diterbitkan. Dan pastinya memancing Drise juga untuk bikin reviewnya.</p>
<p>Tema kemuslimahan ini pas banget buat Mba Alga Biru yang tulisan asyiknya sudah sering nampang di rubrik <strong><em>Girly </em></strong>atau <strong><em>Female Corner</em></strong>. Buku Pelangi Muslimah ditujukan bagi muslimah yang <em>on process </em>menuju taat. Nggak terbatas hanya untuk aktivis pengajian. Tapi semua kalangan perempuan. Cocok dibaca oleh remaji usia belia hingga wanita dewasa yang udah kerja atau berumah tangga. Penasaran? Yuk, kita intip isi bukunya ! Buku ini terdiri dari 9 bab yang dihiasi dengan beberapa tema sub-bab yang oke punya. Misal saja pada bab 3 yaitu</p>
<p><strong><em>GREAT MUSLIMAH</em></strong>, membahas mulai dari definisi, karakteristik, cerita seru dan tips aplikatif gimana sih sesungguhnya muslimah hebat di mata peradaban. Dalam tiap bab, selalu ada kalimat pembuka yang menyapa pembacanya untuk merenung.</p>
<p>Seperti bab 3 ini, tertulis sebuah kalimat singkat namun mendalam : “<em>Hebat itu, bukan tidak pernah berbuat salah. Tapi tahu bagaimana mengatasi masalah</em>”. Nyess…! Intip bab lainnya seperti bab <strong><em>Aura Muslimah, Emansipasi, Pudarnya Pesona Sang Bintang, Ukhti Don&#8217;t Give up</em></strong>, dan masih banyak lainnya. Oya, yang bikin kita makin susah berpaling dari buku ini ialah <em>lay out </em>yang cakep abis. Bukunya full colour loh. Warna warni menghiasi, isi bacaannya pun bergizi. Setiap bab ada kotak tips pengingat bagi yang lupa.</p>
<p>Salah satu ciri khas Alga Biru juga dari gaya bahasa yang meremaja namun kadang puitis. Nah, tak jarang, dalam tiap pembahasannya diselipkan puisi romantis ideologis, yang tentunya nggak cengeng tapi bikin mewek karena mengingatkan kita pada Allah yang <strong><em>Arrahman Arrahiim</em></strong>. Nah, seru kan! Semoga jadi amal ya bagi penulis maupun pembacanya. Buat kamu yang kepo, buruan deh dapatkan di toko buku terdekat atau pinjam ke teman. Hehe…. Selamat membaca!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 53</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pelangi-muslimah-warna-warni-muslimah-pengingat-bagi-muslim-shalehah/">PELANGI MUSLIMAH : WARNA WARNI MUSLIMAH, PENGINGAT BAGI MUSLIM SHALEHAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pelangi-muslimah-warna-warni-muslimah-pengingat-bagi-muslim-shalehah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2426</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DERAP RANTAI EPISODE 24</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-24/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-24/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2017 07:44:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Epik]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Persaudaraan terasa amat indah dan hangat. Persaudaraan itu menembus sekat-sekat darah dan bangsa yang telah membuat manusia jadi sedemikian egois dan kerdil. Padahal tak ada seorang pun yang bisa memilih darah dan bangsanya. Islam telah menghapuskan persaudaraan hanya karena darah dan bangsa itu, menjadi persaudaraan karena aqidah, karena keyakinan. Siapa pun orangnya, yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-24/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">DERAP RANTAI EPISODE 24</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-24/">DERAP RANTAI EPISODE 24</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Persaudaraan terasa amat indah dan hangat. Persaudaraan itu menembus sekat-sekat darah dan bangsa yang telah membuat manusia jadi sedemikian egois dan kerdil. Padahal tak ada seorang pun yang bisa memilih darah dan bangsanya. Islam telah menghapuskan persaudaraan hanya karena darah dan bangsa itu, menjadi persaudaraan karena aqidah, karena keyakinan. Siapa pun orangnya, yang mengakui bahwa tak ada dzat yang patut disembah kecuali Allah subhanahu wa ta&#8217;ala, menjadikan Alquran sebagai petunjuk hidupnya, dan menjadikan Rasulullah Muhammad sebagai suriteladannya, maka dia adalah saudara. Saudara yang wajib dibantu jika dia sedang berada dalam kesulitan, dan harta serta jiwanya wajib dijaga. Mutsana dan Jabal telah ada di hadapan Khalifah dan para sahabat.</p>
<p>“Mutsana dan Jabal, saudaraku,” Khalifah Abu Bakar Shiddiq berseri-seri menyambut Mutsana dan Jabal. Dia rentangkan kedua belah tangannya untuk memeluk kedua saudara seimannya itu.</p>
<p>“Subhanallah walhamdulillah kalian tiba dengan selamat. Semoga Allah selalu melindungi kalian.”</p>
<p>“Barakallahu lakum,” kata Umar bin Khathab, wajahnya berseri-seri. Mereka saling berpelukan dan berjabat tangan. Itulah hal amat berharga yang diajarkan Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wasallam, jika seorang muslim bertemu saudaranya, kemudian saling berjabat tangan, maka dosa-dosanya berguguran di bawah tangan yang sedang berjabat itu.</p>
<p>“Terima kasih banyak,” kata Mutsana.</p>
<p>“Tadi baru saja kami dari rumah Khalifah, tapi ternyata Khalifah sedang keluar.” “Seperti biasa, pemeriksaan rutin,” sahut Abu Bakar. Terlihat gurat-gurat kelelahan terpahat di wajah Khalifah Abu Bakar. Malam itu dia mengenakan serban putih dan mantel putih. Sebatang tongkat menjadi penopang badannya yang telah tua, namun hal itu tak mengurangi wibawanya. Ketenangan dan kebijaksanaan terpancar dari wajahnya, tubuhnya yang kurus tersamarkan oleh pakaiannya yang tebal.</p>
<p>“Kalian pasti lelah, lebih baik kita masuk ke dalam masjid,” Umar mengajak mereka semua. Seorang penjaga masjid bernama Aswan datang menyambut mereka. Dialah yang mengurus unta-unta para tamu itu. Dia pulalah yang melayani kebutuhan orang-orang yang menginap di shuffah. Abu Bakar, Umar, Mutsana, dan Jabal, duduk di bagian dalam masjid Nabawi. Di hadapan mereka telah terhidang makanan dan minuman yang disiapkan oleh Aswan. Dalam limpahan rahmat Allah mereka makan bersama di tengah keheningan malam itu. Jabal terlihat lahap sekali seolah-olah tidak makan selama bertahun-tahun. Selesai makan, Aswan datang kembali untuk merapikan gelas-gelas dan piring-piring. “Alhamdulillah, aku bahagia sekali menyambut kedatangan kalian,” kata Abu Bakar.</p>
<p>“Syukurlah kalian bisa tiba kembali di sini dengan selamat.”</p>
<p>“Alhamdulillah! Setiap misi pasti memiliki risiko dan bahaya tertentu,” tambah Umar.</p>
<p>“Kepulangan kalian memang sudah sepatutnya disambut baik dan disyukuri terlepas bagaimana hasilnya.”</p>
<p>“Terima kasih banyak telah mendoakan kami. Kami berhasil menjalankan misi, dan kami telah berhasil melaksanakan seluruh amanah dari Khalifah,” kata Mutsana, dia tersenyum lebar karena melaporkan sesuatu yang baik.</p>
<p>“Walau pun sebenarnya hampir saja kami gagal,” timpal Jabal.</p>
<p>“Prajurit Persia dan hampir seisi pasar Ubullah mengejar kami. Kalau bukan karena pertolongan Allah dan kesigapan dari orang-orang kita di Ubullah, pastilah kami sudah mendekam di penjara Persia menunggu eksekusi.”</p>
<p>“Wahai Jabal, sudahlah, yang buruk jangan diingat-ingat lagi. Yang penting sekarang kita sudah tiba di Madinah dengan selamat,” kata Mutsana.</p>
<p>“Tak apa-apa, Mutsana, ceritakanlah seluruh proses pelaksanaan misi, jangan hanya ceritakan yang enak-enak saja,” Umar menepuk bahu Mutsana.</p>
<p>“Benar, hal buruk pun sebenarnya penting untuk kita jadikan pelajaran,” Abu Bakar menambahkan.</p>
<p>“Jika Khalifah menambahkan satu hal saja tentang ciri-ciri Aswad, bahwa dia bertubuh kurus, mungkin apa yang terjadi akan sangat berbeda,” Jabal bercerita dengan menggebu-gebu sebagaimana biasa. “Karena ternyata di pasar Ubullah ada seorang pedagang kain yang kondisi wajahnya mirip dengan wajah Aswad, hanya saja tubuh orang itu gemuk. Ditambah lagi seorang anak kecil menipu kami dengan menunjukkan bahwa orang yang gemuk itu adalah Aswad, jadilah kami datang kepada orang yang salah. Tiba-tiba orang itu meneriaki kami sebagai muslim, kami pun dikejar-kejar.”</p>
<p>“Ternyata orang itu adalah saingan bisnis Aswad dan amat membencinya. Dia juga sudah curiga bahwa Aswad adalah muslim, sehingga dia meneriaki kami sebagai muslim karena sedang mencari Aswad,” akhirnya Mutsana ikut bercerita.</p>
<p>“Tapi Alhamdulillah, Aswad dan timnya dengan sigap bergerak dan berhasil menolong kami,” kata Jabal. “Mereka telah berhasil membangun fasilitas rahasia di kota Ubullah yang terdiri dari terowonganterowongan dan jalan-jalan masuk rahasia yang akan memudahkan kita masuk ke kota itu dan menaklukkannya.”</p>
<p>“Kami juga telah menyerahkan surat kecil amanah dari Khalifah, langsung kepada Aswad, dan Aswad sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakannya,” kata Mutsana.</p>
<p>“Subhanallah walhamdulillah,” Abu Bakar mengembuskan napasnya sambil tersenyum.</p>
<p>“Semoga Allah memberikan balasan yang banyak kepada kalian atas semua yang telah kalian lakukan.” “Keberhasilan kalian adalah kemajuan besar bagi futuhat (penaklukan) yang akan kita lancarkan kepada Persia,” kata Umar.</p>
<p>“Mengetahui kekuatan musuh dan mengetahui kekuatan kita sendiri adalah salah satu jalan menuju kemenangan. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk meraih kemenangan itu.” Umar bin Khaththab mengenakan serban hijau. Matanya tajam, setajam elang, dan kegigihan serta keteguhannya mengguncangkan singgasana setan, sampai-sampai tak satu setan pun berani dekat-dekat dengan Umar. Tubuhnya masih tegap dan atletis walau usianya telah cukup lanjut. Di tengah-tengah pemerintahan Khilafah Islamiyah yang sedang tumbuh itu, dia menjadi orang penting kedua setelah Khalifah Abu Bakar. Dia menduduki jabatan sebagai Mu&#8217;awin Tanfidz, wakil Khalifah untuk urusan pemerintahan.</p>
<p>“Aku ada bersama Rasulullah shalallahu &#8216;alayhi wasallam ketika beliau memberikan perintah rahasia itu kepada Aswad,” Abu Bakar berkisah.</p>
<p>“Ketika aku bertemu dengannya lagi, dia mengatakan bahwa tidaklah sulit untuk menemukannya di pasar Ubullah. Tanya saja kepada sembarang orang di pasar itu tentang siapa pedagang kain yang wajahnya paling buruk, semua orang akan langsung menunjuk kepadanya. Karena itulah aku memberikan satu-satunya ciri itu kepada kalian. Ternyata ada seorang lagi yang wajahnya seperti Aswad dan aku tidak tahu sama sekali.”</p>
<p>“Sebenarnya kalau kami bertanya kepada orang yang tepat mungkin kejadiannya akan lain, Khalifah,” kata Mutsana.</p>
<p>“Kami bertanya kepada seorang anak kecil, dan anak kecil itu menipu kami, dengan gegabah kami langsung saja mengikuti informasi palsu dari anak kecil itu. Kamilah yang kurang cermat dan kurang teliti. Semoga di kemudian hari tidak terjadi lagi, insya Allah.”</p>
<p>“Apa pun yang terjadi, semua itu adalah kehendak Allah. Kita semua telah berusaha keras untuk meraih hasil yang kita harapkan, tapi apapun yang terjadi tetaplah kehendak Allah. Yang harus kita lakukan hanya bersabar dan bersyukur. Sekarang Mutsana dan Jabal telah hadir di sini dengan sehat dan tak kurang suatu apapun, terlebih lagi kalian berhasil menjalankan misi, hal itulah yang harus kita syukuri.” Umar meneduhkan dengan suaranya yang berat dan berwibawa. Mutsana membuka bungkusan tas kain yang ada di dekatnya, yang sedari tadi selalu dijaganya dengan ketat. Dia membuka tas itu dan mengeluarkan isinya, sebuah tas kulit yang terlihat agak tebal.</p>
<p>“Khalifah, inilah yang diserahkan Aswad kepada kami, sebuah laporan lengkap tentang pelaksanaan misi,” katanya.</p>
<p>“Sekarang kami sampaikan amanah ini kepada Khalifah. “Subhanallah walhamdulillah, baiklah,” kata Abu Bakar.</p>
<p>Kebahagiaan terpancar di wajahnya. Bagaimana mungkin dia tidak bahagia jika dikelilingi oleh orangorang yang luarbiasa di tengah-tengah pemerintahannya!</p>
<p>“Tentunya misi untuk kalian belum akan selesai, Mutsana, Jabal. Insya Allah besok aku akan jelaskan misi baru kalian. Kita akan segera lancarkan futuhat kepada Persia untuk mewujudkan apa yang pernah disabdakan Rasulullah dahulu.”</p>
<p>“Tentunya kalian letih karena perjalanan jauh. Beristirahatlah, insya Allah Aswan akan mengurus semua keperluan kalian,” tambah Umar.</p>
<p>“Terima kasih banyak,” kata Mutsana. Tamat</p>
<p>DI MUAT DI MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 53</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-24/">DERAP RANTAI EPISODE 24</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/derap-rantai-episode-24/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2424</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2017 12:50:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Gemes. Berita “seksi” terus aja jadi trending topic. Lagi-lagi soal prostitusi artis. Kali ini melibatkan Nikita Mirzani dan Puty Revita yang diduga nyambi jadi pezina komersial. Tapi, si duo artis –yang entah “prestasi” keartisannya apa&#8211; itu malah dibebaskan. Cuma ditanya-tanya di Dinas Sosial, habis itu dilepas. Sedangkan dua mucikarinya, Onet dan Ferry sampai &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/">PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Gemes. Berita “seksi” terus aja jadi trending topic. Lagi-lagi soal prostitusi artis. Kali ini melibatkan Nikita Mirzani dan Puty Revita yang diduga nyambi jadi pezina komersial. Tapi, si duo artis –yang entah “prestasi” keartisannya apa&#8211; itu malah dibebaskan. Cuma ditanya-tanya di Dinas Sosial, habis itu dilepas. Sedangkan dua mucikarinya, Onet dan Ferry sampai tulisan ini dibuat, udah status tersangka. Kita sih gak kaget. Dunia artis emang dekat dengan pergaulan bebas, gaya hidup permisif dan hedonis.</p>
<p>Aktivitas mereka juga nggak jauh-jauh dari hiburan malam. Remang-remang. Bahkan lembah hitam. Emang nggak semua begitu, tapi yang gitu hampir semua. Ini aja baru episode tiga. Sekadar mengingatkan, episode 1 waktu mucikari Robby Abbas ketangkep lagi menjual Amel Alvi. Lalu model pria dewasa Anggita Sari yang kepergok melayani hidung belang di Surabaya. Otak mereka udah diracuni dengan ideologi kapitalisme yang menuhankan materi.</p>
<p>Merasa bahagia kalo punya banyak harta. Apalagi di dunia hiburan. Penampilan nomor satu. Harta pun diburu. Barang musti branded. Pamer foto liburan ke ujung dunia. Nah, untuk membiayai hidupnya yang supermahal itulah, menjual diripun dilakukan. Bayangin aja, konon tarifnya sekali melayani pelanggan bisa mencapai Rp. 65 juta. Wow! Jangan tergiur ya, dear! Amit-amit. Zina itu termasuk dosa besar. Sangat besar. Para wanita yang menjual diri itu, mungkin mereguk kesenangan sesaat di dunia. Tapi kelak di neraka, bakal abadi. Mereka akan digantung bagian dadanya. <em>Na&#8217;uzubillahi minzalik. </em></p>
<p><strong>Tak Pernah Mati </strong></p>
<p>Prostitusi emang nggak pernah mati. Gitu kata yang pesimis. Habis, nggak ada yang bener-bener serius memberantas prostitusi. Cuma dikiiit banget, yang punya nyali menutupnya. Tepatnya, yang masih punya setitik iman. Seperti Walikota Surabaya yang menutup pusat pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly. Lalu Pemkot Jambi menutup lokalisasi perzinaan Payo Sigadung (arrahmah.com). Zaman dulu, tahun 1970, lokalisasi pertama di Jakarta, Kramat Tunggak resmi berdiri. Lalu 1999 lokasi itu bisa ditutup. Artinya, sebenernya kalo pemerintah niat, pelacuran itu bisa diberantas. Minimal nggak dilegalisasi. Namun begitu, prostitusi bisa tuntas dibabat jika diterapkan sistem Islam. Soalnya, hanya sistem Islam yang bakal ngasih sanksi berat pada pelaku zina dan semua yang terlibat di dalamnya.</p>
<p><strong>Hukum Sekuler </strong></p>
<p>Saat ini, orang berzina nggak akan dihukum. Menurut hukum sekuler yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), kedua pezina nggak bisa dipidana kecuali ada yang melaporkan. Yaitu, pihak yang merasa dirugikan. Misal suami atau istri pasangan yang berzina itu. Jadi kalau suka sama suka, ya ga dihukum. Apalagi kalau yang berzina samasama belum nikah, ga ada hukuman sama sekali. Bebas bas bas. Makanya, pasangan pacaran yang kebablasan zina, nggak dihukum, kan? Malah kebanyakan dikawinkan. Hadeuh!</p>
<p>Demikian pula pelacur, dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dikategorikan korban. Walaupun aslinya secara sah dan meyakinkan, sadar sesadarsadarnya emang niat menjual diri. Mereka nggak dihukum. Makanya, kalo ada kasus pelacuran, yang ditangkap polisi hanya mucikarinya. Ancaman hukumannya juga ringan. Seperti mucikari kasus Amel Alvi kemarin, yakni Robby Abbas, hanya divonis 1 tahun 5 bulan. Bagaimana dengan pemakai jasa atau pelanggan para pelacur itu? Hohoho&#8230;aman damai sentosa. Tidak ada delik hukum apapun yang bisa menyentuhnya. Bebas bas bas. Walaupun menurut UU Trafficking katanya bisa dihukum, tapi faktanya belum pernah ada yang dihukum.</p>
<p><strong>Islam Solusinya</strong></p>
<p><strong> </strong>Dalam memberantas kemaksiatan, hukum Islam jelas, tegas, ringkas, preventif dan solutif. Orang berzina, jika sudah menikah dirajam sampai mati. Jadi cukup sekali dia berzina, kan. Udah, langsung dimatikan aja. Biar nggak keenakan terus menerus berzina. Yang akhirnya merebak seks bebas dan penyakit menular seksual. Selesai. Efeknya, orang lain yang mau zina keder. Mikir-mikir dong. Emang mau nyari mati? Nah, kalo belum pernah nikah, okelah nggak langsung dimatikan. Dihukum cambuk aja 100 kali, lalu diasingkan. Dikasih kesempatan tobat.</p>
<p>Maklum, belum pernah merasakan, jadi mungkin memang pas khilaf. Tapi dengan dicambuk di depan umum dan diasingkan, mosok nggak kapok? Kebangetan. Untuk kasus pelacuran, ya sama, dihukumi berzina. Karena kan suka sama suka, walaupun berbayar. Yang cewek suka karena dapat duit, yg cowok suka karena tersalurkan syahwatnya. Ya udah, hukumi sebagai pelaku zina. Dua-duanya: pelacur dan pelanggannya. Mucikarinya?</p>
<p>Sebagai orang yang memperlicin kemaksiatan, dihukum juga dong. Bisa dipenjara 5 tahun dan dijilid. Negara juga kudu membubarkan tempattempat perzinaan. Lebih dari itu, juga musti mencegah mencuatnya syahwat di ruang publik. Negara wajib membredel mediamedia yang menjadikan kepornoan. Mencegah tayangan-tayangan yang mengarahkan pada seks bebas. Melarang warganya mengumbar syahwat.</p>
<p>So, jelas, kan, bagaimana bedanya cara pandang sekuler dan Islam terhadap persoalan prostitusi ini. Sudah waktunya hukum sekuler kapitalis direvisi, diganti dengan hukum berbasis Islam. Bahkan bukan hanya UU-nya, juga sistemnya secara menyeluruh. Apalagi mayoritas umat ini adalah muslim. Wajar saja, kan, kalau maunya diatur dengan ideologi Islam? Katanya mau mati dalam keadaan Islam. Tapi waktu hidup kok menolak diatur dengan aturan Islam? Mikir!(*)</p>
<p>Di muat di majalh remaja islam drise edisi 53</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/">PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2421</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
