<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>majalah islami Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/majalah-islami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2020 04:38:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Membumikan Al Quran Ala Pakistan</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/membumikan-al-quran-ala-pakistan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/membumikan-al-quran-ala-pakistan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 03:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar dari Luar Negri]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4414</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langit selalu sama.&#160; Ia menampung siapa pun untuk dinaungi dan menggantungkan harapan. Hari ini aku &#160;menitipkan harapan yang tinggi kepada ilahi robbi dan memulai hidup baru di sini, negeri seribu cahaya. Sebagai seorang pemuda yang haus ilmu dan pengalaman, Pakistan bukan pilihan paling ideal, tapi tidak juga buruk. Namun sesuatu yang menakjubkan hadir di sini. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/membumikan-al-quran-ala-pakistan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Membumikan Al Quran Ala Pakistan</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/membumikan-al-quran-ala-pakistan/">Membumikan Al Quran Ala Pakistan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langit selalu sama.&nbsp;
Ia menampung siapa pun untuk dinaungi dan menggantungkan harapan. Hari
ini aku &nbsp;menitipkan harapan yang tinggi
kepada ilahi robbi dan memulai hidup baru di sini, negeri seribu cahaya.
Sebagai seorang pemuda yang haus ilmu dan pengalaman, Pakistan bukan pilihan
paling ideal, tapi tidak juga buruk. </p>



<p>Namun sesuatu yang menakjubkan hadir di sini. &nbsp;Aku menginjakkan kaki di Pakistan tepatnya
kota Islamabad guna melanjutkan studiku di bidang Islamic Banking &amp; Finance
di International Islamic University Islamabad. Sejak bulan Juli 2013 lalu aku
mengawali hidup di negeri orang, yang kini sudah semester 6 dalam perkuliahan. </p>



<p>Pakistan tentu tidak seluas Indonesia, tapi bukan berarti perilaku
dan budayanya homogen. Berbagai peristiwa politik, aneka budaya, pendekatan bahasa,
memberi efek kejut bagiku pada awalnya. Namun aku cepat beradaptasi. Sesekali
aku menghabiskan waktu melaksanakan hobi di bidang olahraga maupun travelling. </p>



<p>Hobi yang satu ini banyak juga manfaatnya. Salah satunya memudahkanku
bergaul, berbaur dan mengenal bangsa-bangsa. Nilai-nilai keislaman di Pakistan
memang kental. Suatu kali aku bersafar yang akhirnya membuatku hilir dari satu
bagian distrik ke distrik berikutnya. Sebagai seorang pendatang dari Indonesia
yang &#8216;apa adanya&#8217;pemandangan unik di Pakistan ini menggelitik spiritualitasku. </p>



<p>Bagaimana hati tidak senang, pikiran tenang, sebab banyak
distrik di Pakistan lekat dengan Al-Qur&#8217;an. Masjid atau surau mereka ramai dengan
para penghafal al-Quran. Baik yang masih kecil, berumur muda, dewasa, juga
lansia. Kalau pemandangan seperti ini, bisa dibilang langka di Indonesia.
Kecuali kita menyengajakan diri datang ke Pesantren atau saat Ramadhan tiba.
Sedangkan di sini, membaca dan menghafal Al-Qur&#8217;an itu sudah seperti kebutuhan,
seolah makan dan minumnya kehidupan. &nbsp;</p>



<p>Rahasianya terletak pada pembiasaan keluarga muslim di
rumah- rumah yang berlanjut kepada habits sosial. &nbsp;Bisa dibilang, orang tua malu jika anaknya tidak
pandai mengaji, tidak berangkat ke surau, seolah itu aib. </p>



<p>Bedakan dengan budaya Indonesia yang tentu masih jauh dari gambaran
ini. Bukannya tidak bangga jadi orang Indonesia, tapi kita sudah sepatutnya iri
dengan kebaikan orang lain, apalagi jika &nbsp;sudah sampai kepada tatanan komunitas. Wah
kayaknya keren ya kalau Indonesia menyalakan gerakan cinta Al-Qur&#8217;an seperti
ini. </p>



<p>Beberapa waktu yg lalu saya mengunjungi salah satu tempat
dimana anak-anak menghafal qur&#8217;an saya pun berkesempatan untuk sedikit sharing
dengan mereka dan gurunya. Mereka mulai menghafal al-quran pada umur 5-15
tahun. Program dimulai dengan membaca huruf hijaiyah-qur&#8217;an- dan start mulai
menghafal. Untuk program tahfiz maksimal 2 tahun sudah selesai 30 juz. </p>



<p>Di sini mereka tidak dipungut biaya sepeserpun. Semengara
gurunya tidak ada persyaratan yang harus dia penuhi asalkan sang anak siap dan
ingin bersungguh sungguh menghafal dan mengaplikasikannya di kehidupan
seharihari, dengan kegiatan yang full seharian untuk menghafal quran mulai
subuh hingga isya. </p>



<p>Satu lagi yang aku sukai dari karakteristik orang sini ialah
kebiasaan mereka dalam memuliakan tamu. Tanpa memandang warna kulit, kasta
sosial, maka tamu yang berhadir dijamu seperti raja layaknya saudara dekat
mereka sendiri. </p>



<p>Makan dan minum yang enak, yang kadang mereka pun jarang
menikmatinya. Sematamata ingin tamunya senang dan kerasan.&nbsp; Sehingga persaudaraan akan tumbuh dengan sendirinya.
Keramah-tamahan itu tentu tidak sekedar basa basi melainkan terlihat nyata. &nbsp;Itu juga yang membuatku rindu dengan tempat
ini. &nbsp;</p>



<p>Bukan berarti, Pakistan sepi dari masalah ya. Pergolakan
politik, kesenjangan sosial, termasuk migrasi rakyat Afghanistan ke Pakistan
tentu menjadi sorotan tersendiri. Isu Sunni-Syiah juga kerap menjadi perbincangan.
Pergolakan politik Pakistan yang turun naik terkait pemerintahan, namun lebih
banyak menyangkut kepada keamanan, perihal terorisme. &nbsp;Sudah wajar di sini apabila suatu saat datang
informasi dari KBRI Islamabad untuk tidak pergi ke suatu tempat atas informasi
intelejen Pakistan bahwa tempat tersebut akan terjadi penyerangan dari berbagai
kelompok dengan berbagai ideologi, seperti Taliban Pakistan yang bermarkas di North
Waziristan. </p>



<p>Tidak selesai sampai di situ, masalah <em>refugee</em> Afghanistan
menambah tingginya tingkat kesenjangan sosial di Pakistan dikarenakan mereka
tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Konflik Sunni-Syiah yang kerap terjadi
ketika hari 10 Muharram dan Hari maulid nabi Muhammad SAW sering memicu insiden
tembak menembak ataupun <em>bomb blast </em>yang&nbsp;
tidak dapat terhindari. Saya berkeyakinan bahwa Ilmu bisa di timba
darimanapun asalnya dan ajal akan menjemput dimanapun kita berada entah di daerah
yang aman maupun daerah yg bergejolak konflik seperti di Pakistan. </p>



<p>Namun justru ini menjadi tantangan kami semua untuk semakin dekat dengan Sang Maha Pencipta dan semoga apapun tantangan yg sedang saya hadapi di sini menjadi pelajaran dan memudahkan jalan kedepannya untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Aamin ya Rabbal&#8217;alamiin. <strong>[Seperti yang dituturkan Aldila Putra Ramadhan kepada Redaksi/Alga Biru]</strong>  </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/membumikan-al-quran-ala-pakistan/">Membumikan Al Quran Ala Pakistan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/membumikan-al-quran-ala-pakistan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4414</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menangkap Inspirasi Dengan Diary</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/menangkap-inspirasi-dengan-diary/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/menangkap-inspirasi-dengan-diary/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 04:44:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Writepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menulis adalah sebuah aktiitas intelektual yang keren banget. Saat menulis, kita tengah &#160;menuangkan apa yang ada di dalam pikiran dan hati ke dalam media tulisan agar orang-orang yang baca tulisan kita tercerahkan.Jadi ladang pahala deh. &#160;Karena penting bangetnya menulis, banyak ulama yang menghabiskan separuh umurnya untuk menulis berbagai kitab. Mereka ngerti banget bahwa menulis akan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/menangkap-inspirasi-dengan-diary/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Menangkap Inspirasi Dengan Diary</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/menangkap-inspirasi-dengan-diary/">Menangkap Inspirasi Dengan Diary</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menulis adalah sebuah aktiitas intelektual yang keren
banget. Saat menulis, kita tengah &nbsp;menuangkan
apa yang ada di dalam pikiran dan hati ke dalam media tulisan agar orang-orang
yang baca tulisan kita tercerahkan.Jadi ladang pahala deh.</p>



<p>&nbsp;Karena penting
bangetnya menulis, banyak ulama yang menghabiskan separuh umurnya untuk menulis
berbagai kitab. Mereka ngerti banget bahwa menulis akan membuat ilmu menjadi
lebih bertahan lama. Ilmu akan bisa tetap dinikmati dan dimanfaatkan walaupun
para ulama itu telah wafat bertahun-tahun lalu. Karenanya buku menjadi warisan
luar biasa dari para ulama. Sekarang ini kita masih bisa memperoleh keluasan
ilmu Imam Syafi&#8217;i, itu karena beliau menulis buku. </p>



<p>Coba kalo dulu beliau cuma mengajar saja kepada
murid-muridnya, dan tidak menulis buku, tentunya ilmu beliau tidak akan bisa
dinikmati sedemikian banyak orang hingga&nbsp;
jaman sekarang ini. Karena itulah menulis buku jadi penting banget. <em>Ah
nulis buku kan susah. Tebel dan bakalan capek nulisnya. Kalo mandeg di tengah-tengah
gimana? Kalo inspirasinya mampet gimana?</em> Yang kayak gini nih yang
menghambat D&#8217;riser untuk mulai menulis buku. </p>



<p>Padahal semua keluhan itu cuma ilusi yang dihembuskan setan agar
kita nggak mau mulai menulis. Semua itu cuman ketakutan yang nggak beralasan.
Yuk kita bahas soal inspirasi. Menulis emang perlu inspirasi. Dengan kata lain,
nulis itu perlu ide, lha kalo nggak ada ide terus kita mau nulis apa?! Terus
dari mana sih kita mendapatkan inspirasi ini? Sebenernya jawabannya cukup
sederhana lho. Kehidupan ini adalah inspirasi. </p>



<p>Selama kita masih hidup maka pastilah kita akan selalu
mendapatkan banyak inspirasi untuk dituliskan. Salah satu hal yang paling luar biasa
yang diciptakan Allah Swt. adalah kehidupan ini. Allah nggak akan pernah
menciptakan hal yang sia-sia dan nggak ada gunanya, makanya kehidupan adalah
sesuatu yang amat luar biasa. Hidup setiap orang udah diciptakan Allah dengan
luar biasa, termasuk kita semua, hidup D&#8217;rises juga. </p>



<p>Dengan kata lain, lihat deh &nbsp;kehidupan kita, dari hal-hal yang paling sederhana,
perhatikan, amati, dan kita akan menemukan bahwa di sana bertaburan hal-hal
yang luar biasa yang amat layak untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Sebagai
awal yang baik, mulailah menulis hal-hal sederhana dalam kehidupan kita. Kita
bisa menuliskan betapa indahnya Allah membentuk wajah kita. Kita juga bisa menuliskan
orang-orang yang ada di sekitar kita: ayah, ibu, adik, kakak, dan keluarga kita
yang lainnya. Bagaimana keadaan kamar kita juga bisa dituangkan. Pergaulan
dengan temanteman di sekolah atau cara ngaja guruguru kita yang <em>killer</em> juga
bisa dituliskan. Dari sini, kita sudah mulai menulis catatan harian yang bahasa
gaulnya disebut <em>diary</em>. </p>



<p>Eit, jangan minder dulu, nulis diary bukan cuma kebiasaan
anak gaul labil yang nggak tentu arah. Nulis diary adalah sebuah kebiasaan
intelektual yang keren banget lho. Orang-orang besar dalam sejarah umat manusia
biasanya nulis diary, dan di dalam diary itulah mereka menumpahkan segala
keluh-kesah dan pemikiran mereka tentang kemajuan dan perlawanan terhadap
tirani. Diary pulalah yang akan merekam sepak terjang dan perjuangan mereka
hingga lembar-lembar terdalam. </p>



<p>Dari menulis pengalaman-pengalaman kita seharihari aja kita
udah bisa bikin berlembarlembar buku lho. Dan kebiasaan ini kemudian dijadikan
starting point untuk menulis bentuk-bentuk tulisan lainnya, yang tentu saja
bakalan lebih mudah kita kerjakan karena sudah terbiasa dari nulis diary. Eksplorasi&nbsp; inspirasi pun jadi lebih mudah karena kita
udah menempa pengalaman dari nulis diary. Ada lho orang yang catatan hariannya
diterbitkan menjadi buku, dan bahkan diary itu mengungkap fakta-fakta sejarah
dan kondisi sosial pada zaman hidup penulisnya. </p>



<p>Seperti &#8216;The Diary of Anne Frank&#8217;, catatan harian seorang
gadis remaja yang tinggal di Amsterdam pada masa Nazi Jerman menyerang Belanda.
Dari catan hariannya yang berhasil lolos dari Perang Dunia Kedua itulah kita
jadi tahu bagaimana romantika dalam persembunyian. Diary itu pula yang mengungkapkan
bagaimana orangorang pada zaman itu menyelamatkan diri dari pembantaian Nazi
Jerman. </p>



<p>Di negara kita, sebut saja Soe Hok Gie, seorang mahasiswa Indonesia dari etnis China yang menjadi aktifis pada masa pemberontakan PKI dan peralihan dari Orde Lama menuju Orde Baru. Diary-nyayang bertajuk Catatan Harian Seorang Demonstran mengungkap berbagai kondisi sosialpolitik pada zaman itu, dan sudah lama diterbitkan. Berdasarkan diary itu pulalah sebuah film layar lebar dibuat. Dia telah menjadikan hidup dan  kehidupannya sendiri sebagai sumber  inspirasi dan kemudian menuangkannya dalam tulisan. Dari sekarang yuk kita mulai menulis. Jangan kebanyakan mikir, mulai aja nulis di buku harian. Yuk![] </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/menangkap-inspirasi-dengan-diary/">Menangkap Inspirasi Dengan Diary</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/menangkap-inspirasi-dengan-diary/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2020 02:38:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb. Saya siswi SMP, di kelas saya berupaya untuk dakwah pada teman, namun lama-kelamaan saya menjadi di asingkan atau terasingkan, teman semua memandang saya “sebelah mata”, tapi saya berusaha sabar dan mengambil hikmahnya. Bagaimana cara menyikapi orang yang mengejek kita, apakah hanya dengan diam saja? (Nisa, Bajarmasin) &#160;Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik&#160; Nisa yang baik, Alhamdulillah, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/">Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb. </em></p>



<p><em>Saya siswi SMP, di kelas saya berupaya untuk dakwah pada
teman, namun lama-kelamaan saya menjadi di asingkan atau terasingkan, teman
semua memandang saya “sebelah mata”, tapi saya berusaha sabar dan mengambil hikmahnya.
Bagaimana cara menyikapi orang yang mengejek kita, apakah hanya dengan diam saja?
(Nisa, Bajarmasin)</em></p>



<p><em>&nbsp;Wa&#8217;alaikumussalam
Wr.Wb. </em></p>



<p>Dik&nbsp; Nisa yang baik, <em>Alhamdulillah,</em>
di usia Adik yang masih &nbsp;muda sudah ikut
serta berdakwah, menyerukan Islam kepada teman-teman. Dakwah adalah aktivitas
mulia, amanah dari Allah SWT untuk seluruh kaum muslimin. Para Nabi dan Rasul mulia
dikarenakan amanah dakwah ini, begitu pula kaum muslimin yang melaksanakannya akan
diberikan kemuliaan sebagaimana mereka. Berdakwah, menyeru kepada Islam adalah
sebaik-baik perkataan. </p>



<p><em>“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebaikan dan berkata “Sungguh aku
termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Fushilat ( 41) :33).</em> </p>



<p>Allah SWT menjanjikan balasan yang besar bagi mereka yang
melakukan aktivitas dakwah. &nbsp;Dik Nisa
yang baik, &nbsp;Saya bisa merasakan apa yang
Adik rasakan. Merasa sedih dan kecewa dengan sikap teman-teman.&nbsp; Rasulullah saw bersabda Islam pertama kali
datang dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya,
maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut. </p>



<p>Sosok mulia Rasulullah pun tidak lepas dari ejekan saat mendakwahkan
Islam. &nbsp;Sudah menjadi <em>Sunatullah</em>
ketika kita mengajak pada kebaikan, maka akan ada respon yang beragam dari
orang. Sebagian menerima, dan sebagian lainnya menolak dan menganggap apa yang
kita sampaikan asing alias “aneh”, sebab Islam memang sudah sangat jauh dari
benak dan kehidupan kaum muslimin saat ini. Saat diejek, tentu ada perasaan
kita yang tidak rela dan tidak terima. Ini adalah hal yang wajar, dikarenakan
manusia mempunyai perasaan (naluri) mempertahankan diri ketika ada sesuatu yang
mengusiknya. &nbsp;</p>



<p><em>Subhanallah,</em> selama ini Adik sudah berusaha untuk
bersabar dan mengambil hikmah dari sikap teman tersebut. Itulah sikap terbaik
seorang muslim. Ketika diejek tidak terpancing emosi, tidak membalas, tetapi bersabar
menghadapinya<em>.</em> Allah SWT memerintahkan kita untuk bersabar dan&nbsp; tidak menghiraukan sikap mereka&nbsp; </p>



<p>“<em>Dan, janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka
dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukup Allah sebagai pelindung ”</em><em>(QS.
Al-Ahzab: 48). </em></p>



<p>Kesabaran membuahkan pahala yang besar dari Allah SWT. Jadikan
sikap teman yang negatif sebagai ujian untuk meningkatkan derajat kemuliaan
Adik di hadapan Allah SWT. &nbsp;Dik Nisa yang
baik, Allah SWT melarang mengejek, mencela &nbsp;orang lain. <em>“Janganlah mencela karena bisa
jadi yang dicela lebih baik dari yang mencela” (Q.S. AlHujaraat ayat 11</em>). </p>



<p>Saat teman mengejek, jawablah dengan bahasa yang positif dan
cobalah secara&nbsp; khusus mengajaknya
berbincang untuk mencari informasi penyebab ia mengejek kita, dan meluruskan pemahamannya
yang salah terhadap aktivitas dakwah yang kita lakukan. &nbsp;Berilah pemahaman bagaimana pandangan Allah
SWT terhadap aktivitas mengejek, bisa berbincang secara langsung, memberinya
buku Islam atau menjelaskan lewat medsos. </p>



<p>Nasihat kita diterima atau tidak, tetaplah bersikap baik
pada mereka. &nbsp;Do&#8217;akanlah orang yang mengejek
kita dengan kebaikan. Dengan begitu, bukan mustahil orang yang tadinya menghina
akan berbalik menjadi sahabat yang setia. </p>



<p><em>“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah
(kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa
permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia” (QS. Fushilat :
34)</em> </p>



<p>Wallahu&#8217;alam&#8230; </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/">Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heka Eps. 4 Anak Dalam Diri</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/heka-eps-4-anak-dalam-diri/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/heka-eps-4-anak-dalam-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 08:04:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Epik]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seolah hanya malam yang suram yang &#160;mengelilingi hidup seorang Menkheperesseneb. Tak ada siang &#160;sama sekali, tak ada cahaya, tak ada canda dan bahagia, hanya misteri dan hawa muram. Dia harus selalu tersembunyi dari mata manusia, tetapi tidak di mata setan. Makhluk-makhluk terkutuk itu amat mengenal dirinya dan dia seringkali meminta bantuan kepada setan. Mereka memang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/heka-eps-4-anak-dalam-diri/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Heka Eps. 4 Anak Dalam Diri</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/heka-eps-4-anak-dalam-diri/">Heka Eps. 4 Anak Dalam Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seolah hanya malam yang suram yang &nbsp;mengelilingi hidup seorang Menkheperesseneb.
Tak ada siang &nbsp;sama sekali, tak ada
cahaya, tak ada canda dan bahagia, hanya misteri dan hawa muram. Dia harus
selalu tersembunyi dari mata manusia, tetapi tidak di mata setan. Makhluk-makhluk
terkutuk itu amat mengenal dirinya dan dia seringkali meminta bantuan kepada
setan. Mereka memang sudah bergandengan tangan. Seorang Menkheperesseneb memang
harus begitu, dialah penguasa Heka tertinggi di seluruh negeri Mesir. </p>



<p>Dialah orang kedua setelah Fir&#8217;aun sendiri. Menkheperesseneb
harus selalu menyertai sang raja, dan menopang tiraninya. Separuh kekuasaan seorang
Fir&#8217;aun bisa saja runtuh, jika tidak ada seorang Menkheperesseneb di sisinya. Dan
menghilangnya Menkheperesseneb adalah sebuah guncangan besar bagi Ramesses dan
seluruh Mesir. Nama aslinya Bakhoum Fanoush. Dialah Hekau terhebat yang menjadi
kepercayaan Ramesses, dia seorang Menkheperesseneb. </p>



<p>Dialah penyihir paling mahir dalam derajat yang paling
dimuliakan. Seharusnya dia selalu menyertai Ramesses, dan berdiamnya dia di
tepian Sungai Nil yang sunyi, bukanlah tanpa alasan. Bakhoum adalah seorang
lelaki yang gagah. Tubuhnya kekar dalam balutan kulit cokelat khas orang
Qibthi. Wajahnya tampan, pada awalnya, tetapi setiap ritual Heka yang &nbsp;dilakukannya sejak sekian lama selalu menuntut
pengorbanan. Maka wajahnya yang tampan tinggallah impian, yang tersisa hanyalah
mata yang membelalak besar di bawah alis yang tebal.</p>



<p>&nbsp;Hidungnya sekadar mencuat
dan bengkok dengan bulu hidung yang gondrong, melanggar garis batas di lubang
hidungnya. Bibirnya yang besar dan monyong dibingkai garis wajah yang keras berbentuk
trapesium. Tak ada sehelai pun kumis atau janggut pada wajah yang amat tidak
karuan itu, yang ada hanya bulu hidung, yang kalau tertiup semilir angin dia melambai-lambai.
Sang Hekau berdiri tegang di depan pintu gubugnya. </p>



<p>Dia menengadah ke langit malam, sementara tangannya mencekik
leher seekor anak kambing hitam kuat-kuat. Saat matanya terbeliak ke arah
bintang, cengkeraman tangannya pada leher anak kambing yang malam itu semakin
kuat, sementara tangannya yang lain menggenggam moncong anak kambing itu agar
tidak mengembik. Bibir Bakhoum mulai bergerak-gerak, merapalkan mantra yang dianggapnya
suci, sementara tangannya yang mencengkeram terlihat gemetar saking kuatnya. Leher
anak kambing yang malang itu pun patah, nyawanya telah pupus. Tetapi kemudian
Bakhoum mengangkat bangkai anak kambing itu ke wajahnya, lalu dia gigit leher
anak kambing itu dengan beringas. Seperti seekor serigala gurun yang sedang &nbsp;mencabik-cabik mangsanya. </p>



<p>Darah pun berhamburan di mana, mengucur dari lubang di leher
anak kambing itu. Bakhoum pun melangkah mundur, sambil membiarkan darah yang
mengucur itu membasahi tanah di sekitar gubugnya. Dia sedang membuat garis
darah di sekeliling gubugnya. Ritual itulah yang membuatnya tidak pernah
ditemukan selama sepuluh tahun. Asalkan dia berada di dalam lingkaran darah
itu, dia akan aman. Hanyalah orang-orang yang diinginkannya saja yang bisa
menemuinya. Namun dia tidak akan bisa menghindarkan diri dari datangnya suatu
hari yang akan membuatnya terkejut setengah mati. 000 Tak banyak kata yang
keluar dari mulut Bakhoum. </p>



<p>Seorang Menkheperesseneb memang ditakdirkan hidup di dunia
yang sunyi. Dia hampir tidak mengenali bahasa manusia lagi, hanya bahasa setan.
Ketika dia masih berada di sisi Ramesses pun dia tidak banyak bicara, tidak
pula banyak muncul di tengah orangorang, dan dia terus hidup di belakang bayang-bayang.
Dia hanya muncul ketika&nbsp; diperlukan. Bakhoum
sedang duduk bersila di hadapan perapian dalam gubugnya. </p>



<p>Kedua tangannya terletak di atas pahanya, dan pakaian putih
panjang itu masih dikenakannya. Dia menatap ke dalam api yang &nbsp;menggelora itu seakan-akan bicara dengannya.
Pendar-pendar api menari-nari di bola matanya, menyiratkan kesesatan yang
suram. Tiba-tiba dia tersenyum, dan senyum itu penuh dengan rahasia. Apakah ada
sesosok setan yang sedang bicara padanya? Tetapi tiba-tiba alisnya yang tebal melengkung
dan dahinya berkerut. Sikap itu diikuti gelengan pelan, seolah ada sesuatu yang
dikatakan setan itu yang tidak bisa diterimanya. </p>



<p>“Tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan aku,” gumamnya
pelan. “Siapakah hekau di Mesir ini yang lebih kuat dari aku?” Keheningan
kembali merajalela, yang ada hanya retih-retih di perapian. Tampang Bakhoum
makin tidak enak dilihat, raut yang penuh tanda tanya tadi kini telah berubah menjadi
air wajah yang kesal dan tidak terima. Tiba-tiba Bakhoum bangkit dengan gusar
dan menjungkirbalikkan meja di dekatnya. Meja itu penuh dengan barangbarang dan
benda-benda sihir. Gubug yang sudah berantakan itu kini menjadi makin porak-poranda.
</p>



<p>“TIDAK ADA HEKAU YANG LEBIH KUAT DARIKU!!!” Pekik Bakhoum.
“TIDAK ADA!!!” Telunjuk Bakhoum teracung lurus kepada perapian, padahal dia
hanya sendirian di dalam gubug itu. Jika tidak ada &nbsp;orang di sana, maka kata-katanya ditujukan
kepada setan. Dan &nbsp;setan itu, mungkin
saja, hadir di perapian. &nbsp;“AKAN AKU
MUSNAHKAN DIA!” Bakhoum berkacak pinggang. “AKAN AKU BUNUH DIA DENGAN HEKA
TERKUAT. AKU TIDAK PEDULI SIAPA PUN DIA!!!” Meletuplah perapian itu, seolah ada
seseorang yang meniupnya. Namun Bakhoum tidak gentar, dia tetapi berdiri gagah
di depan perapian. Lagi-lagi dia menuding-nuding kobaran api. </p>



<p>“JANGAN PERNAH KAU HALANGI AKU!!! TUGASMU ADALAH MENDUKUNG AKU
SEPENUHNYA! SAMPAIKAN KEPADA ANUBIS BAHWA AKU BERTEKUK LUTUT PADANYA, MEMOHON PERLINDUNGANNYA!”
Kesunyian pun meremang, merayapi permukaan kembali. Bakhoum terdiam, detak kayu
bakar yang dimakan api seakan kalimat-kalimat setan. Air wajah Bakhoum makin
kecut, tiba-tiba dia membelalak dan suaranya mengguntur memenuhi ruangan itu. </p>



<p>“TIDAKKAH KAU BISA BERHENTI?!!! JANGAN TAHAN AKU LAGI! TIDAK
ADA HEKAU YANG LEBIH KUAT DARI AKU!” Entah apa yang sebenarnya terjadi antara
Bakhoum dan perapian itu, tetapi tiba-tiba sebuah senyum terkembang dari bibirnya
yang hitam dan keras, dan terdengar pintu gubug itu digedor dari luar. Bakhoum
menoleh ke arah pintu dan menghampirinya. Tangannya terarah kepada gagang pintu
dan dibukanya. </p>



<p>Tepat di ambang pintu ada sekelompok prajurit berkuda yang
menatap tajam kepada Bakhoum. Ahli heka itu berdiri gagah di hadapan mereka
seolah mengetahui siapa mereka semua. Turunlah salah seorang dari mereka dari
kudanya dan menghadap Bakhoum. “Akhirnya kami berhasil menemukan Anda, Yang
Mulia Menkheperesseneb,” </p>



<p>“Bagaimana kabarmu, Haman?” Tanya Bakhoum. “Kami berjuang
mati-matian untuk menemukan Anda, dan kami bersusahpayah melakukannya. Leher
kami taruhannya jika tidak menemukan Anda.” Haman berlutut di hadapan Bakhoum
dan semua prajurit turun dari kudanya, kemudian melakukan hal yang sama.” &nbsp;“Ada orang yang datang mengacau di Thebes?”
Kata Bakhoum. “Benar, Yang Mulia,” sahut Haman.</p>



<p>&nbsp;“Namanya Musa.” “Benar,
Yang Mulia.” Rasa kagum &nbsp;kembali bersemi
di dalam hati Haman. Dia belum sama sekali menyampaikan apa tujuan kedatangan
mereka, tetapi Bakhoum sudah tahu. Menkheperesseneb memang luar biasa. “Aku
cukup penasaran, kalian bisa menemukan aku, tetapi kalian tidak perlu mengatakannya
kepadaku,” Bakhoum mengangkat tangan kirinya, dan semua orang menyaksikan apa
yang dia lakukan. </p>



<p>Tangan kanan Bakhoum pun terangkat, diarahkannya ke dadanya
dan ditekannya di sana. Mendadak pecah suara jeritan yang muram dari
tengah-tengah prajurit Mesir itu. Semuanya terlonjak kaget. Suara jerit itu
kemudian silih berganti dengan suara muntah yang mengerikan, seakan seisi perut
keluar dari kerongkongan. Keluarlah seseorang yang melangkah tergopoh-gopoh dan
membungkuk sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Di depan barisan prajurit,
orang itu ambruk dengan memuntahkan darah. Bukan cuma darah, tetapi juga
berbagai hal menjijikkan lainnya, isi perutnya, berikut cacing-cacing dan
belatung. </p>



<p>Dan orang itu tak asing lagi. “Yang&#8230; Mulia&#8230; aaaahhkkk!” “Aku
percaya padamu, Ramzi, tapi &nbsp;kau
mengkhianatiku. Inilah ganjaran untukmu.” Haman terbelalak melihat apa yang terjadi
pada Ramzi Yassa. “Dialah orang yang memberitahu keberadaan Anda!” “Aku tahu!”
Sahut Bakhoum sambil mendelik kepada Haman. Dan jawaban pendek itu menancapkan
kengerian di hati Haman, bahwa lelaki di hadapannya adalah Hekau terbesar yang
pernah dimiliki Mesir. </p>



<p><em>Pastilah Musa takkan kuat melawan Hekau terhebat ini!</em>
Tetapi bahkan setan pun tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.
Takkan ada yang menyangka, keputusan apa yang akan diambil oleh Hekau terbesar
itu.[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/heka-eps-4-anak-dalam-diri/">Heka Eps. 4 Anak Dalam Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/heka-eps-4-anak-dalam-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4404</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anak Baru Di kelas Sebelah</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/anak-baru-di-kelas-sebelah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/anak-baru-di-kelas-sebelah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2020 09:54:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Monogatari]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4399</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Adiiiittttt!” &#160;Tami berlari kecil mengejar Adit. Adit menghentikan langkah lalu membalikkan badan. Tak berapa lama, Tami tiba dihadapannya dengan nafas tak beraturan. “Lu kenapa sampai segitunya? Kangen ama gue ya?” ujar Adit. Tami segera mensejajarkan langkahnya dengan Adit. “Dit, lu tau gak?di kelas sebelah ada anak baru!”, suara Tami terdengar penuh semangat. Full power. Wajahnya &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/anak-baru-di-kelas-sebelah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Anak Baru Di kelas Sebelah</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/anak-baru-di-kelas-sebelah/">Anak Baru Di kelas Sebelah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>“Adiiiittttt!”</p>



<p>&nbsp;Tami berlari kecil
mengejar Adit. Adit menghentikan langkah lalu membalikkan badan. Tak berapa
lama, Tami tiba dihadapannya dengan nafas tak beraturan. “Lu kenapa sampai
segitunya? Kangen ama gue ya?” ujar Adit. </p>



<p>Tami segera mensejajarkan langkahnya dengan Adit. “Dit, lu
tau gak?di kelas sebelah ada anak baru!”, suara Tami terdengar penuh semangat.
Full power. Wajahnya sumringah riang gembira. “Trus?”, Adit bertanya singkat, mereka
berjalan cepat memasuki koridor sekolah. &nbsp;“Yang ini special, Dit” “Special pakai telor?”
ujar Adit &nbsp;cuek. Keduanya memasuki kelas.
Tami &nbsp;senyam-senyum sementara Adit
cemberut “Lu kenapa sih? Genit gituh?”</p>



<p>&nbsp;“Hehehe” Tami hanya
terkekeh lalu &nbsp;menaruh tasnya. Belum
sempat Ia membuka pembicaraan, dari arah pintu terdengar suara Rajib yang kerap
di sapa Ajibonk. Si lelaki tulang lunak yang membuat Adit dan Tami serempak
menoleh. </p>



<p>“Hey guys…. Apa kabar semua? Semoga hari ini ceriah ya.
Semoga Pak Karim diberkahi wajah sumringah pas ngajar matematik hihihi” Rajib
menaruh tasnya dengan gemulai, lalu menyambung sapaan paginya, khas Ajibonk “Kalian
udah liat status gue hari ini, Cyiiin?”, mata Rajib menyapu kelas dengan genit
“ Tadaaaaa….!!!” Ia memperlihatkan sebuah pic yang baru di uploadnya”ni foto &nbsp;gue ama anak baru di kelas sebelah hihihi keren
bo&#8217;. Ni juga butuh perjuangan. Datar banget ekspresinya ya?” Tami melotot ke
arah Ajibonk. </p>



<p>“Hey, ajibonk. Lu malu-maluin aja &nbsp;deh. Gue yakin, anak kelas sebelah itu gak rela
berfoto ama lu. Jeruk minum jeruk”, teriak Tami “Hihihi biarin aja, yang
penting, gue punya pic di pagi ini. Lu jangan sirik ya, Tam”, Ajibonk melirik
genit kearah Tami.</p>



<p>&nbsp;“Ih, enak ajah” Tami
memalingkan wajah dari &nbsp;Ajibonk.
Diam-diam Ia memikirkan gimana caranya ngedapetin anak baru di kelas sebelah? Demam
anak baru yang bernama Romi sepertinya benar-benar melanda sebagian kaum Hawa
di SMA Insan Taqwa. Tak terkecuali Tami, Ia seperti berlomba untuk mendapatkan
perhatian Romi. Uniknya Romi kalem aja. </p>



<p>“Lu tau gak, Dit, Nomer handphone&nbsp; si Romi udah gue dapet”, Tami berucap dengan
riang. Jam istrahat telah berlangsung beberapa menit yang lalu. Keduanya sedang
mengisi kampung tengah di kantin Bu Sri. &nbsp;“Romi siapa yah?” Adit balik bertanya “Itu
lho, anak baru di kelas sebelah” “Ooohhh” “Onaknya hebat lho, Dit”, mata &nbsp;Tami berbinar, menyimpan segumpal kekaguman.
Adit hanya menaikkan kedua &nbsp;alisnya “Romi
itu pindahan dari Bandung. &nbsp;Selain
pintar, dianya juga oke punya” &nbsp;“Oya?”,
Adit menyeruput &nbsp;minumnya “Romi tu
keluarga pebisnis. Lihat &nbsp;aja, kendaraan
si Romi, mentereng gitu, Dit”, raut Tami bersemangat. “Oalaaahhh… lu ngincar si
Romi karena kekayaan orangtuanya gituh? Basi!”, Adit menepiskan tangan ke
udara. Tami manyun. </p>



<p>“Lu gak ngedukung gue, Dit?” “Mau ngasih dukungan apa? Ketik
&nbsp;Tami spasi Romi gituh?”, Adit mendelik
ke arah Tami”gue angkat tangan dengan yang namanya pacaran. Illegal”, sahut
Adit. Tami terdiam. “Mending lu ikut tuh, kegiatan Rohis hari minggu ini. Gue
di ajak Oji. Saatnya berhijrah, jangan nunggu nanti, karena mati, ga nunggu
nanti. Yuk ah!”, Adit bediri, bergegas kearah kasir di ikuti Tami yang masih
terdiam. Hm, ternyata si Oji, sepupu Adit yang dedengkot Rohis putra itu berhasil
ngubah pandangan Adit tentang pergaulan. &nbsp;</p>



<p>*** </p>



<p>Tami menekan keypad ponselnya. Ia berulang kali melakukan
hal yang sama dengan hati deg-degan. Tami menghela &nbsp;nafas dalam-dalam dan…hm, kali ini Ia &nbsp;menempelkan ponsel ke telinganya. Beberapa
detik menunggu, nomor yang dituju masih belum menjawab. Ffiuhhh….ia menghela
nafas sekali lagi lalu mengulang hal yang sama, kali ini disertai ikrar dalam hati,
jika masih gak diangkat, Ia gak akan menghubungi nomor itu, setidaknya untuk hari
ini. Sekali lagi, Ia menekan tombol di layar ponsel, nomor yang dituju kembali berbunyi…satu
dua tiga detik dan… “Halo, Assalaamu&#8217;alaykum warahmatullaah” Wuishhhhh
gelombang udara dingin merambati Tami. Suara sopran itu tak lain adalah milik
Romi.</p>



<p>&nbsp;“Halo?”, Romi kembali
mengulang ucapannya “Ha…ha..lo?”, Tami sedikit tergagap. “Ni siapa ya?” “E..ehh…
Rom, ini gue…Tami”, &nbsp;hadeuhhh gue ngomong
kayak keselek geeenee seehhh, Tami mendelik sendiri “Tami siapa?” Tami menepuk
jidat “Tami anak kelas XIB. Gue…gue &nbsp;tetangga
kelas lu”, Tami berusaha menjawab dengan suara senormal mungkin. “Ooh… ada yang
bisa saya bantu?” Deuh…Romi kok datar gini sih… “Gue…em…mmmhhh…gue denger &nbsp;lu pinter matematik…gue mau pinjam catatan!”,
Tami mengernyitkan dahi, aduh ni alasan apaan sih? “Catatan? Pembahasan apa
ya?” What?&nbsp; Iya, tentang apa yah??? &nbsp;Adeuh ngebayangin matematika aja Tami udah
mual. Tami terlonjak. Segera mencari buku matematika di rak buku “Halo?”, suara
Romi terdengar kembali “Eh…i..iya ntar nih lagi nyari buku cat..eh… bukan
enggg.. integral dan &nbsp;diferensial!” seru
Tami semangat. </p>



<p>“Oh, iya boleh. Ke kelas aja besok”, sahut Romi “Boleh??
Beneran?”, Tami kian bahagia “Boleh. Ada lagi?” “Eng…engggakk…” “Ya udah
wassalaamu&#8217;alaykum &nbsp;warahmatullaah”, Romi
menutup pembicaraan. Tami masih terpaku. Ia seperti &nbsp;kesetrum . Detik selanjutnya, Ia melompat kegirangan,jingkarakan
seperti anak kecil. </p>



<p>***</p>



<p>&nbsp;Adit tergesah-gesah
memasuki sekolah. Sesekali Ia membetulkan letak kerudungnya. Selama ini, Ia
hanya memakai kerudung bergo mini&nbsp; plus
celana jeans. Kali ini ada rasa yang beda memakai kerudung lebar. Ia berhenti
di parkiran sekolah, sambil melihat kebawah, ke ujung gamis. Ia menarik
gamisnya kesamping kiri dan kanan, rasa tidak pede menjalarinya. </p>



<p>Ia menuju sebuah mobil dan mulai memperbaiki letak kerudung
sambil melihat bayangannya pada kaca mobil. &nbsp;Ah, terlihat baik-baik saja. Namun perasaannya
masih kurang nyaman. Ia mematut-matut wajah di kaca mobil. Berdiri tegak
kemudian memperbaiki letak brosnya. Ia memutar tubuhnya, melihat bayangannya dari
arah samping. </p>



<p>Ia memutar tubuhnya sekali lagi, hmmm lumayan baguslah.&nbsp; Adit senyum-senyum sendiri.&nbsp; Tepat pada saat itu, kaca mobil diturunkan,
seseorang menengok keluar memandangi Adit yang membelalak. Wajah lelaki itu
datar. Adit segera menutupi wajah dengan kedua tangannya, secepat itu pula Ia
membalikkan tubuh. </p>



<p>Lelaki tadi terdengar keluar lalu menutup pintu mobil. Adit
terdiam di tempat. Ia hanya mendengar suara sepatu yang beradu dengan kerikil
jalanan. Detik selanjutnya, Ia segera mengambil langkah seribu. Tak lagi
diperdulikan letak kerudungnya. Satu yang di inginkannya, segera bertemu Ika
dan mengikuti acara. &nbsp;Setelah cukup jauh
meninggalkan parkiran, Ia mengeluarkan ponsel, mencari nomor Ika dan segera
menguhubunginya. &nbsp;</p>



<p>“Assalaamu&#8217;alaykum? Ka?”, Adit membuka pembicaraan sambil memberanikan
diri menengok ke belakang. Wishhh Alhamdulillah gak ada orang. Ia memperlambat
langkah “Ya, wa&#8217;alaykumsalam warahmatullaah…lu dimana,Dit?”, sahut Ika “Gue
menuju aula” “Ok, sip. Buruan ya” &nbsp;“Iya”,
Adit buru-buru menaiki tangga menuju aula. _</p>



<p>&nbsp;Acara yang
berlangsung setengah hari itu emang TOP. Adit puas dengan training berikut cara
trainer memaparkan materinya. Usai acara, Adit mencari Oji. Ia berniat
meng-copy materi training hari ini. Adit celingukan mencari Oji, akhirnya Ia melihat
Oji sedang membereskan kursi bersama panitia. &nbsp;“Ji!”,Oji menoleh ke arahnya. Adit segera
mendekati Oji dan menyodorkan hard disc miliknya,“nih, copyin materi tadi dong”
“Oh, ok sip”, Oji mengambil hard disc tersebut&nbsp;
“gue ke bawah ya, mau sholat. Lu balik bareng siapa?” “Di jemput Papa.
Eh nih Papa telepon”, Adit melirik ponselnya “Ya udah gue duluan”, Oji bergegas
meninggalkan Adit yang hanya mengangguk sekilas sembari menerima telepon. </p>



<p>“Ya,Pa. Adit ke bawah” Adit bergegas menuruni tangga, Saking
terburuburu, Adit nyaris menubruk seseorang.&nbsp;
Begitu mendongak, mata Adit membelalak. Ia segera berlalu dan kembali mengambil
langkah seribu. Ya ampun! Cowok itu kok&nbsp; jadi
hantu hari ini??. Tadi Pagi dimulai dengan peristiwa memalukan, sekarang&nbsp; nyaris saja Adit mempermalukan diri sendiri. </p>



<p>“Eh, Dit, acara Rohis kemarin gimana?”, Tami memasang wajah
penuh minat. Adit hendak memulai cerita, namun urung karena tiba-tiba Ia
menangkap bayangan seseorang yang dikenalnya, berdiri di depan pintu, sedang
berbicara dengan Dion, teman sekelas Adit. Tami ikut- ikutan menoleh ke pintu.
Matanya berbinar terang “Hey! Rom. Kebetulan, nih gue mau balikin buku lu.
Kemarin lupa, sorry ya”, Tami bergegas berdiri menyambut Romi yang menoleh kea
rah Tami. </p>



<p>“Ng…saya nyari sepupu Oji. Katanya namanya Adit” “Oh…Adit?”,
Tami mengernyitkan dahi lalu menoleh ke kursi Adit. “lho,Adit mana ya?”,
gumamnya “Kenal Adit kan?” “Tentu saja”, Tami menganggguk &nbsp;cepat “Ini hardisc Adit. Kemarin dititipin &nbsp;ke Oji, minta di copyin materi” Tami
mengernyitkan dahi “Materi apaan ya?” “Training Rohis kemarin”, Ucap &nbsp;Romi sambil menyodorkan sebuah hardisc kea rah
Tami. Tami segera mengambil hardisk tersebut. &nbsp;“Nih buku lu, Rom”, Tami menyodorkan buku Romi
“Oh iya,makasih ya”, usai berucap, Romi segera berjalan meninggalkan Tami yang
masih mematung. &nbsp;</p>



<p>“Tam!”, Adit tiba-tiba nongol, Ia menepuk pundak sahabatnya,
Tami terlonjak kaget “Eh, lu…lu kenal Romi?” “Romi siapa?” “Yang ngasih
harddisc lu. Nih”, &nbsp;Tami menyodorkan hard
disc Adit “Oh…itu yang namanya Romi &nbsp;yah?”,
Adit berucap pelan </p>



<p>“Iya. Lu kenal dimana?”, Tami &nbsp;penasaran. Adit menggelengkan kepalanya “Gue
gak kenal. Waktu kegiatan &nbsp;Rohis, hard
disc ini gue titip ke Oji” “Romi ikut Rohis ya?”, Tami tak &nbsp;mampu menyembunyikan rasa penasarannya “Ya
mana gue tahu”, Adit menjawab sambil berjalan menuju kursi. Tepat pada saat itu,
Bel tanda apel pagi berbunyi. Keduanya keluar dengan pikiran yang berbeda. Tami
dengan pikirannya &nbsp;mengenai Romi yang di
duga keras ngikut &nbsp;Rohis. Dan Adit yang
kembali terbayang &nbsp;kejadian di parkiran
kemarin. Di lapangan sekolah, keduanya melihat Romi dengan perasaan berbeda </p>



<p>*** </p>



<p>“Dit, gue mau ikutan Rohis”, Tami berjalan gontai di sisi
Adit. &nbsp;“Karena Romi?”, Adit menghentikan
langkah, Ia menatap lekat sahabatnya,Tami terdiam. “luruskan niat, Tam. Cinta
sejati itu akan kita temukan dengan jalan yang benar. Dahulukan cinta kepada
Allaah, insya Allaah cinta sejati bakal kita dapatkan” “Tapi..gue
bener-bener…”, </p>



<p>Tami tak meneruskan ucapannya “Jangan menggantungkan harapan
kepada manusia, Tam. Berharaplah kepada Allaah, pasti Allaah bakal nunjukin
yang terbaik. Berharap kepada manusia&nbsp;
hanya akan meninggalkan sakit. Sadari itu, Tam. Sebelum perasaan lu jauh
dan terikut dalam harapan palsu. Jangan abisin waktu untuk sesuatu yang gak
jelas”, Adit menatap Tami, meyakinkan sahabatnya. Adit faham, sebagaimana Tami
menyadari bahwa kondisinya sulit menerima nasihat Adit. Adit menepuk lembut
pundak Tami “come on,Tam. Yakin Allaah berikan yang terbaik. Lagipula,lu belum
siap nikah kan? Dan yang harus lu fahami, Romi pun gak akan menempuh jalan
illegal&nbsp; untuk mendapatkan cinta sejati”,
</p>



<p>Adit tersenyum menatap Tami. Tami hanya mengangguk, dalam
hati Ia membenarkan perkataan Adit. Sepenuhnya. Ya, sepenuhnya benar, seperti Ia
meyakini bahwa cinta sejati akan tiba pada waktu dan orang yang tepat. <strong>[
Juan]</strong> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/anak-baru-di-kelas-sebelah/">Anak Baru Di kelas Sebelah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/anak-baru-di-kelas-sebelah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangga Menjadi Muslim</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2020 22:35:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4396</guid>

					<description><![CDATA[<p>Abu Dzar Al-Ghifari r.a. beliau hidup bersama suku Ghifar yang tinggal di &#160;lembah Waddan, sebuah area penting yang terletak antara Mekkah dan Syam, dan merupakan jalur perlintasan kafilah dagang yang strategis.Ketika berita pengangkatan Muhammad sebagai Rasul sampai kepada Abu Dzar, dia berkata kepada adiknya, Unais; &#8220;Berangkatlah kamu menuju lembah (Mekkah) itu, dan kabarkan kepadaku tentang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Bangga Menjadi Muslim</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/">Bangga Menjadi Muslim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Abu Dzar Al-Ghifari r.a. beliau hidup bersama suku Ghifar
yang tinggal di &nbsp;lembah Waddan, sebuah
area penting yang terletak antara Mekkah dan Syam, dan merupakan jalur
perlintasan kafilah dagang yang strategis.Ketika berita pengangkatan Muhammad
sebagai Rasul sampai kepada Abu Dzar, dia berkata kepada adiknya, Unais; </p>



<p>&#8220;Berangkatlah kamu menuju lembah (Mekkah) itu, dan
kabarkan kepadaku tentang laki-laki yang mengaku sebagai Nabi yang membawa
berita dari langit, dengarkanlah ucapannya kemudian kembalilah kepadaku&#8221;.
Maka saudaranya berangkat hingga sampai di Mekkah dan mendengarkan apa yang
diucapkan laki-laki yang dimaksud (Nabi).</p>



<p>Setelah beberapa lama, Unais pun kembali kepada Abu Dzar, dan
berkata; &#8220;Aku melihatnya mengajak kepada keluhuran perilaku dan ucapan yang
bukan sya&#8217;ir &#8220;. Abu Dzar berkata; &#8220;Kamu belum bisa memuaskan apa yang
aku cari&#8221;. Maka Abu Dzar berkemas menyiapkan bekal perjalanan. &nbsp;Abu Dzar pun tiba di Mekkah, dan mencari orang
yang paling lemah di antara mereka, lalu ia bertanya, </p>



<p>&#8220;Di manakah orang yang kamu katakan sebagai pembawa
agama (Rasulullah SAW) itu?&#8221; mendengar perkataan Abu Dzar, maka penduduk
Mekkah itu langsung memukuli dan melemparinya dengan batu dan tulang sehingga
Abu Dzar jatuh pingsan. Ketika terbangun, Abu Dzar mendapati dirinya mengeluarkanbanyak
darah. </p>



<p>Abu Dzar tidak bertanya lagi melainkan hanya mencuri dengar
tentang Rasulullah. Abu Dzar duduk seharian di ka&#8217;bah, namun tak jua melihat
Nabi Muhammad &nbsp;SAW. Hingga beliau bertemu
dengan Ali bin Abi Thalib dan membawanya kepada Rasulullah. Abu Dzar bertemu
Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepadanya dengan salam Islam,
&#8220;As-Salamu `alaika, ya Rasulallah!'&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Wa
`alaika wa rahmatullah.&#8221; </p>



<p>Kemudian Rasulullah bertanya, &#8220;darimana Anda
berasal?&#8221; Abu Dzar menjawab, &#8220;Dari Ghifar.&#8221;&nbsp; Rasulullah SAW pun merasa kagum karena telah difahami
bahwa daerah suku Ghifar itu sangat jauh jaraknya dengan Mekkah. Rasulullah
mengangkat kepalanya seraya bertanya, &#8220;Sejak kapan kamu berada di
sini?&#8221; Abu Dzar menjawab, &#8220;Sejak 30 hari 30 malam yang lalu.&#8221; Beliau
bertanya, &#8220;Siapa yang memberimu makan?&#8221; </p>



<p>Abu Dzar menjawab, &#8220;Aku tidak pernah memakan makanan
kecuali air Zam-zam. Aku menjadi gemuk sehingga lekukan perutku hilang, dan aku
tidak pernah lemah karena kelaparan.&#8221; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda,
&#8220;Air Zam-zam itu memberikan keberkahan. Ia adalah makanan yang
mengenyangkan&#8221;. </p>



<p>Kemudian Abu Dzar mendengarkan penjelasan Rasulullah SAW,
hingga ia langsung masuk Islam seketika itu juga. Nabi Muhammad SAW berkata
kepada Abu Dzar: &#8220;Pulanglah ke kaummu dan sampaikanlah ajaran Islam kepada
mereka hingga kamu mendapatkan kemenangan agama Islam.&#8221; Abu Dzar berkata;
&#8220;Demi Allah yang menguasai diriku, sungguh akan aku sampaikan Islam kepada
mereka dengan sejelas mungkin.&#8221; &nbsp;</p>



<p>Kemudian Abu Dzar keluar dari rumah Rasulullah SAW pergi
menuju Masjid Haram. Sesampainya di sana ia berseru dengan sekuat tenaganya
mengucapkan; &#8220;Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang hak selain
Allah semata dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah utusan
Allah.&#8221; Mendengar seruan itu, maka para penduduk kota Mekkah terkejut dan saling
berdatangan ke tempat sumber suara tersebut. </p>



<p>Setelah mengetahui bahwa yang mengumandangkan suara itu
adalah orang asing dan bukan penduduk Mekkah, maka mereka pun langsung
memukulinya hingga ia terjatuh. &nbsp;Tak lama
kemudian Abbas bin Abdul Muththalib datang melindunginya &nbsp;seraya berkata; &#8220;Celaka kalian ini! Tidak
tahukah kalian bahwa &nbsp;orang yang kalian pukuli
itu adalah dari suku Ghifar? Dan tidak sadarkah &nbsp;kalian bahwa jalur perdagangan kalian &nbsp;ke negeri Syam pasti akan melalui wilayah suku
Ghifar?&#8221; Lalu Abbas pun langsung menyelamatkan &nbsp;Abu Dzar dari amukan orangorang Quraisy.&nbsp; </p>



<p>Keesokan&nbsp; harinya Abu Dzar
tetap melakukan&nbsp; perbuatan&nbsp; seperti itu, hingga orangorang Quraisyy&nbsp; Mekkah&nbsp;
berdatangan&nbsp; untuk&nbsp; memukulinya. Kemudian &nbsp;Abbas pun datang &nbsp;untuk &nbsp;melindungi
dan menyelamatkannya dari amukan mereka. Abu Dzar kembali ke suku Ghifar dan
mengabarkankepada Unais dan sang Ibu bahwa ia telah masuk Islam dan beriman,
maka Unais dan Ibunya berkata, &#8220;Aku tidak membenci agamamu. Sebab aku sudah
masuk Islam dan beriman&#8221;. Kemudian mereka berangkat hingga datang pada
kaumnya, Ghifar. </p>



<p>Maka, sebagian dari suku Ghifar masuk Islam.Sementara separuh
dari suku Ghifar lainnya mengatakan, &#8220;Jika kelak Rasulullah telah sampai
di Madinah, maka kami akan masuk Islam.&#8221; Setelah Rasulullah shallallahu
&#8216;alaihi wasallam tiba di Madinah, separuh dari suku Ghifar yang tersisa masuk
ke dalam Islam. </p>



<p>Maa Syaa Allaah Driser, kita layak malu kepada para sahabat.
Mereka yang baru memeluk Islam begitu bersemangat mendakwahkan sekaligus
menunjukkan identitas kemusliman mereka. Mereka tak sungkan menampakkan kepada
khalayak, meski taruhannya adalah nyawa. Seperti kisah Abu Dzar di atas. Semoga
kita juga bangga jadi seorang muslim. Mulai dari cara berpakaian, berperilaku
keseharian, hingga aktif dakwahmenyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Tunjukkan identitasmu!<strong>[ Juanmartin]</strong> &nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/">Bangga Menjadi Muslim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2020 05:58:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau kalian mendengar kata &#8216;Bahasa Arab&#8217;, apa sih yang ada di benak kalian? Nabi Muhammad? Orang &#160;Jahiliyyah? Bahasa onta? Padang pasir? Orang haji? Al-Quran? Surga?? Memang saat ini bahasa Arab masih dianggap sebagai sesuatu yang asing oleh khalayak ramai, karena memang gak setenar bahasa-bahasa lain semisal bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Jerman apalagi bahasa alay. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/">Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kalau kalian mendengar kata &#8216;Bahasa Arab&#8217;, apa sih yang ada
di benak kalian? Nabi Muhammad? Orang &nbsp;Jahiliyyah?
Bahasa onta? Padang pasir? Orang haji? Al-Quran? Surga?? Memang saat ini bahasa
Arab masih dianggap sebagai sesuatu yang asing oleh khalayak ramai, karena
memang gak setenar bahasa-bahasa lain semisal bahasa Inggris, bahasa Jepang,
bahasa Jerman apalagi bahasa alay. Hohoho.. </p>



<p>Sekarang hampir mayoritas tempat, mulai dari sekolah,
stasiun, SPBU, terminal, pertokoan, tempat rekreasi bahkan toilet umum pun kebanyakan
memakai bahasa Inggris untuk tulisan di papan petunjuknya. &nbsp;Selain itu, banyak istilah sehari-hari yang
menggunakan bahasa Inggris. Adikadik kita di sekolah bahkan di rumah juga sudah
mulai dikenalkan dan dibiasakan memakai bahasanya Bang Harry Potter ini. </p>



<p>Gak heran kalau banyak orang yang suka menggunakan bahasa
Inggris setengah mateng, kayak telur goreng belum mateng tapi keburu dimakan
karena sekolah udah telat. Mungkin kalo ngomong kayak mbak Cinta Laura, belepotan
bin rempong binggo. Hadeh! Bicara soal bahasa Inggris yang udah lumrah di
telinga, kita gak <em>ngelarang</em> kalian belajar bahasa Inggris kok. Kan bagus
bisa <em>cas-cic-cus</em> bahasa Inggris di jaman serba ke-inggris-an kayak
sekarang. Tapi kita gak boleh lupa, sebagai muslim, kita harus bin wajib
belajar dan mendalami bahasa Arab.. Kalo ada yang nanya, &#8216;Buat apa susah-susah
belajar bahasa Onta? Gue &nbsp;aja gak kenal tuh
ama dia!&#8217;. </p>



<p>Eitss.. tunggu dulu sodarasodara!! Emang sekarang yang <em>nge-hits</em>
bahasa Inggris, tapi kita musti inget kalau Al-Quran itu diturunkan Allah ke&nbsp; dunia pake bahasa Arab. Banyak ayat AlQuran yang
menjelaskan hal ini. </p>



<p>Antara lain surat Yusuf: 2, Ar Ra&#8217;du: 37, An Nahl: 103, As Syuara:
195, Az Zumar: 28, Fushsilat: 3 dan 44, As Syuara: 7, Az Zukhruf: 3, dan Al Ahqaaf:
12. Hadits pun demikian. Nabi mengucapkannya juga pake bahasa Arab. Padahal
kita, para muslim (kalian muslim, kan?), kalo ada masalah atau butuh referensi
hukum kan baliknya juga ke mereka (Al-Quran dan Hadits, red.). </p>



<p>Kalo gak paham bahasa Arab, gimana mau paham hukumnya? &nbsp;Ibnu Taimiyah berkata: “<strong>Bahasa Arab itu
termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib. Karena
memahami Al-Quran dan As Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa dipahami
kecuali dengan memahami bahasa Arab</strong>”. &nbsp;</p>



<p>Rasulullah juga menyuruh kita supaya giat belajar bahasa Arab, lho! Gak percaya? Dalam kitab <em>Faid al Qadir</em> syarh <em>alJami&#8217; al-Shaghir</em> susunan <em>al-Manawiy</em>,  disebutkan dari Ibnu Abbas riwayat Muslim, Nabi bersabda: “<strong>Pelajarilah bahasa Arab  karena 3 hal. Karena aku (Muhammad) adalah orang Arab, karena al Quran</strong> </p>



<p><strong>berbahasa Arab, dan karena percakapan ahli surga adalah
bahasa Arab</strong>”. &nbsp;Shahabat Umar bin
Khattab r.a pun sependapat dengan Rasulullah: “<strong>Hendaklah kalian tamat untuk mempelajari
bahasa Arab, karena bahasa Arab itu bagian dari agamamu</strong>”. Dan juga
perkataan ulama Abdul Alim Ibrahim: “<strong>Bahasa Arab merupakan bahasa orang Arab
dan sekaligus juga merupakan bahasa agama Islam</strong>”. </p>



<p>Imam Syafi&#8217;i juga pernah berkata: “<strong>Manusia menjadi buta
agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran meninggalkan bahasa Arab dan
lebih mengutamakan konsep Aristoteles</strong>”. (Adz Dzahabiy, Siyaru &#8216;Alamin
Nubala, 10/74). </p>



<p>Keadaan kaum muslim sekarang yang amat sangat memprihatinkan
salah satu sebabnya adalah karena mereka <em>nggak</em> lagi giat mempelajari
bahasa Arab yang digunakan untuk memahami <em>manual instruction</em> dari Allah
dan Rasul-Nya. </p>



<p>Makin hari makin banyak orang yang bisa baca al Quran,
banyak hafidz dan hafidzah lahir namun mereka gak paham dengan apa yang mereka
baca dan hafalkan tiap hari. Al Quran hanya dijadikan teks yang dibaca dan
dihafal tanpa tahu apa yang harus dilakukan dengannya. </p>



<p>Padahal Allah menurunkan Al Quran untuk manusia sebagai
petunjuk hidup di dunia agar selamat dunia-akhirat. Para ilmuwan, ulama dan
kaum muslim pada masa kekhilafahan Islam dahulu giat mempelajari bahasa Arab untuk
memahami Al Quran dan Hadits dengan baik agar bisa mencari hukum yang pas
sesuai maksud dari dalil yang dicari. </p>



<p>Para khalifah dahulu pun mewajibkan rakyatnya, baik yang orang Arab atau bukan orang Arab untuk belajar bahasa Arab. Mereka sampai mengirim para guru bahasa Arab untuk dikirm ke daerah-daerah non-Arab untuk mengajar warganya sampai pintar berbahasa Arab. Bahkan bahasa Arab menjadi bahasa resmi negara Khilafah Islam saat itu, sehingga gak heran banyak   </p>



<p><strong>negara-negara Barat yang rela belajar bahasa Arab demi
mendapat ilmu pengetahuan dari para ilmuwan negara Khilafah. &nbsp;</strong></p>



<p><strong>Begitu pentingnya bahasa Arab sampai-sampai semua orang
belajar bahasa Arab karena terbukti sangat penting bagi kehidupan, baik
kehidupan di dunia maupun kehidupan kelak di akhirat. Jadi, masih ragu belajar
bahasa Arab? &nbsp;</strong></p>



<p><strong>Ayuk ah sodara-sodara, rame-rame belajar bahasa para
onta, eh bukan, bahasa para ahli surga ini agar kelak kita bisa meneruskan
jejak-jejak luar biasa para orang hebat terdahulu dan semoga Allah mengumpulkan
kita bersama mereka di surga-Nya. Amiiin&#8230; #YukBelajarBahasaArab</strong> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/">Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4391</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aku Tandai Kau, Nepotisme!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/aku-tandai-kau-nepotisme/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/aku-tandai-kau-nepotisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 06:56:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media Watch]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4387</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku tandai kau, ya! Kalimat itu lagi happening banget di kalangan netizen. Itu ucapan siswi berinisial SD &#160;pada polwan yang menghentikan mobilnya saat konvoi kendaraan pasca Ujian Nasional. Itu loh, remaja asal Medan yang ngakungaku anak jenderal, padahal bukan. Gara-gara kelakuannya, SD langsung di-bully netizen. Akibatnya vatal. &#160;Dara cantik itu shock dan bahkan ayahnya meninggal &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/aku-tandai-kau-nepotisme/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Aku Tandai Kau, Nepotisme!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/aku-tandai-kau-nepotisme/">Aku Tandai Kau, Nepotisme!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Aku tandai kau, ya! Kalimat itu lagi happening banget di
kalangan netizen. Itu ucapan siswi berinisial SD &nbsp;pada polwan yang menghentikan mobilnya saat
konvoi kendaraan pasca Ujian Nasional. Itu loh, remaja asal Medan yang
ngakungaku anak jenderal, padahal bukan. Gara-gara kelakuannya, SD langsung di-bully
netizen. Akibatnya vatal. &nbsp;Dara cantik itu
shock dan bahkan ayahnya meninggal karena serangan jantung. Terlepas itu memang
qodho, diduga sang ayah tak tahan dengan berita di media yang terus memojokkan
putrinya. Tragis. Tanpa bermaksud ikut mem-bully, banyak pelajaran dari kasus
ini. Pertama, pentingnya menaati peraturan apapun agar berujung pada kebaikan.
Kedua, pentingnya menjaga perilaku dan etika di manapun berada. Ketiga, betapa
mengakarnya budaya nepotisme hingga menginveksi otak remaja.&nbsp; &nbsp;&nbsp;</p>



<p><strong>Taat Aturan&nbsp; </strong></p>



<p>Perilaku remaja yang biasa &nbsp;merayakan berakhirnya UN dengan hurahura, sudah
banyak dikupas. Misal, merayakan di jalan raya dengan konvoi&nbsp; kendaraan yang mengganggu pengguna jalan lain.
Padahal, siapapun wajib menaati aturan berlalulintas. Ini memang kita sesalkan.
Ingat, di manapun kita berada, harus selalu disiplin menerapkan aturan. Selama aturan
itu tidak bertentangan dengan perintah dan larang Allah SWT, mengapa harus
dilanggar? </p>



<p>Tertib dalam berkendaraan, sabar dalam antrean, &nbsp;menaati rambu-rambu lalu lintas, dan mengikuti
prosedur dalam segala urusan, pasti akan membawa kebaikan. &nbsp;Jangan coba-coba melanggar. &nbsp;Selain berpotensi membahayakan diri, juga membahayakan
orang lain. Kita tidak perlu takut berhadapan dengan siapapun asal melakukan
tindakan yang benar. Apalagi “cuma” berhadapan dengan polisi. Selama kita tertib
mengikuti aturan, tidak perlu gentar. Sehingga, tidak pada tempatnya jika ada aparat
yang berusaha menegakkan ketertiban, malah jadi tumpahan kemarahan. Yang salah siapa,
yang marah siapa! &nbsp;&nbsp;</p>



<p><strong>&#8216;Paparazi&#8217; Malaikat&nbsp;
</strong></p>



<p>Pelajaran selanjutnya adalah, sebagai &nbsp;muslim, kita musti menjaga perilaku. Ingat, saat
ini banyak paparazi di sekitar kita. Hampir semua orang mengantongi smartphone
di saku atau tasnya. Mereka tanpa perlu menjadi wartawan, sewaktu-waktu siap
melaporkan peristiwa on the spot. Memotret candid, menghasilkan liputan amatir
di media sosial yang berpotensi <em>booming.</em> Tanpa izin. &nbsp;Jadi, waspadalah. Selalu hati-hati di ruang
publik. Kita memang bukan siapa-siapa, tapi salah sedikit saja, bisa jadi
“artis” dadakan. Mendadak terkenal. &nbsp;Mendadak
di-bully. Karena, yang paling gampang <em>booming</em> itu adalah jika perilaku
minus yang tersorot kamera. Jangan sampai, deh! Lebih dari itu, kita musti
ingat, “kamera” malaikat selalu on setiap saat. </p>



<p>Merekam dan mencatat seluruh aksi kita tanpa jeda. Real. Tak
bisa diedit, apalagi dihapus. Itulah yang kelak jadi pertanggungjawaban kita di
hadapan-Nya. Tanpa bisa mengelak.&nbsp; Nah, waskat
inilah yang mustinya mendorong kita untuk selalu <em>on the track</em>. Nggak
iseng, nggak usil. Selalu mengendalikan emosi. Menjaga akhlak, sopan santun dan
etika. Menjaga aurat. Menjaga kehormatan diri dan keluarga. Jangan sampai ulah
kita membawa efek buruk bagi orang tua yang kita sayangi. Jadi, terapkan waskat
alias pengawasan melekat. Ingat selalu pengawasan dari para malaikat, agar
tidak terjerumus berbuat maksiat. Hanya dengan itu seluruh aktivitas kita akan
bermanfaat. &nbsp;</p>



<p><strong>Cermin Nepotisme </strong></p>



<p>Kasus SD juga jadi cermin buat para &nbsp;orangtua dan penguasa di negeri sekuler ini. Sistem
demokrasi yang diterapkan, mengajarkan nepotisme yang begitu mendarah daging.
Sampai-sampai ditiru remaja. Ya, nepotisme alias perkoncoan atau perkoneksian.
Fasilitas terbaik, kemudahan dan layanan prioritas akan diberikan kepada orang
ngetop, orang penting, pejabat tinggi dan orang kaya; tentu beserta anak cucu tujuh
turunannya. Asal ada rekomendasi atau ketebelece, urusan beres. Apalagi ditambah
pelicin, lebih cepet lagi beresnya. &nbsp;Misal,
kalau kamu anak gubernur, pasti diprioritaskan masuk sekolah terbaik. Dipercepat
urusan administrasinya. Tidak diharuskan antre. Kalau melanggar nggak dihukum.
Kalau berbuat salah dimaklumi. </p>



<p>Gitu seterusnya. Pokoknya segala urusan dipermudah. Bahkan,
sekadar mencatut nama orang penting saja, kalau bisa bikin keder aparat, urusan
bakal selamat. &nbsp;Kondisi itu bertolak
belakang banget dengan rakyat jelata kebanyakan. Contoh, kalo penghina lambang
negara orang biasa atau aktivis dakwah, langsung deh jeblosin ke penjara.
Dianggap makar. Giliran yang menghina lambang negara artis, eh, malah diangkat
jadi duta lambang negara itu.&nbsp; &nbsp;</p>



<p>Tampaknya, sikap nepotisme itulah yang menjalar deras di
dalam tubuh SD. Entah siapa yang menurunkannya, tentu kontribusi dari sistem
demokrasi ini juga. Karena, sikap nepotisme kayak gitu bukan hanya monopoli SD,
bukan? Banyak orang yang melakukannya. SD bisa jadi hanya terinspirasi
orang-orang dewasa di sekitarnya yang secara langsung maupun tidak telah mengajarkannya.
</p>



<p>&nbsp;Jadi, orang-orang
dewasa, memang harus berkaca. Ini salah mereka juga. Salah menerapkan
nepotisme. Salah menerapkan demokrasi. Jadi, kita tandai saja sistem salah ini
dan buang rame-rame. Supaya nggak ada lagi SD-SD lainnya yang berbuat khilaf.Catet![asri
</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/aku-tandai-kau-nepotisme/">Aku Tandai Kau, Nepotisme!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/aku-tandai-kau-nepotisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mendulang Pahala di Dunia Maya</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/mendulang-pahala-di-dunia-maya/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/mendulang-pahala-di-dunia-maya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2020 03:20:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ngoprek Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makin berkembangnya teknologi informasi tak bisa dilepaskan dari koneksi internet dan keberadaan &#160;sosial media. Apalagi bagi remaja, hidup mereka seolah tak punya nilai tambah kalo gak eksis di dunia maya. Walhasil, setiap hari, setiap jam, setiap detik, kehidupan remaja tak hanya di dunia nyata. Tapi juga banyak bekeliaran di dunia maya. &#160;Sayang banget kalo waktu &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/mendulang-pahala-di-dunia-maya/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Mendulang Pahala di Dunia Maya</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mendulang-pahala-di-dunia-maya/">Mendulang Pahala di Dunia Maya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Makin berkembangnya teknologi informasi tak bisa dilepaskan
dari koneksi internet dan keberadaan &nbsp;sosial
media. Apalagi bagi remaja, hidup mereka seolah tak punya nilai tambah kalo gak
eksis di dunia maya. </p>



<p>Walhasil, setiap hari, setiap jam, setiap detik, kehidupan remaja
tak hanya di dunia nyata. Tapi juga banyak bekeliaran di dunia maya. &nbsp;Sayang banget kalo waktu remaja habis tanpa
manfaat di dunia maya. Sampai lupa waktu dan lupa diri untuk tunaikan kewajibannya
menuntut ilmu. Jangan sampe deh gara-gara asyik berkelana di dunia maya, masa
depannya gak keurus. </p>



<p>Ilmu akademisnya jebol, akidahnya juga bobol. Ngeri! Biar
remaja nggak kehilangan masa mudanya yang mulia, dakwah mesti sampai ke hadapan
mereka. Apalagi dakwah adalah suatu kewajiban yang telah Allah pesankan pada
seluruh manusia. Tanpa harus dibatasi oleh tempat dan waktu. &nbsp;Dakwah juga tidak dibatasi oleh sarana yang
digunakan untuk menyampaikan seruan Allah. Saat ini, berdakwah nggak cuman di
mesjid atau majlis ta&#8217;lim saja. </p>



<p>Syiarnya juga nggak melulu ngandeli toa alias pengeras suara
yang sering kedapatan nangkring di atas mesjid. Sekarang mah sarananya udah lebih
modern seperti lewat audio-video dan yang paling ramai adalah internet dan turunannya
seperti forum mailing list, forum diskusi, forum jejaring sosial, messenger,
chatting, blog dan website dan cara-cara yang lainnya. Mau nggak mau, dakwah
sebagai kewajiban bersama mesti bisa merangkul mereka yang hidupnya lebih
banyak di dunia maya. Biar sama-sama bisa mendulang pahala. </p>



<p>Dari sinilah awal kemunculan beberapa komunitas yang getol
menyebarkan kontent dakwah di dunia maya. Sehingga lebih banyak remaja yang
terjangkau untuk mengenal islam. Meski hanya via update status, tapi pengaruh
dakwah via sisoal media cukup signifikan. Konsep viral yang diusung sosial media,
menjadikan kontent dakwah selalu mendapat banyak perhatian. Dari reweet, shre,
hingga repost. Inilah warna baru dakwah viasiial media. Berikut beberapa komunitas
dakwah online yang layak kamu kepo-in. &nbsp;</p>



<p><strong>1</strong> <strong>Yuk Ngaji.</strong> </p>



<p>#YukNgaji &nbsp;adalah Komunitas
independen yang menghimpun potensi lintas generasi dan profesi untuk berbagi
ilmu dan inspirasi kebaikan. Komunitas yang digawangi oleh Ust. Felix Siauw ini
menjadi sebuah ikhtiar mengoptimalkan manfaat media online sekaligus menggalang
perubahan nyata untuk kemajuan peradaban mulia.Komunitas #YukNgajiID hadir
menjembatani kemajuan teknologi informasi dengan tidak meninggalkan kewajiban
seorang muslim untuk menuntut ilmu. Komunitas #YukNgajiID mengajak netizen
mengakrabkan diri dengan kajian ilmu-ilmu Islam, baik secara online maupun offline
&nbsp;</p>



<p><strong>2</strong> <strong>Dakwah Islam. </strong></p>



<p>Dakwah Islam atau &nbsp;Yayasan
Majelis Dakwah Islam &nbsp;Nusantara terbentuk
dari 4 Anak Muda Islam yang memiliki semangat Islam &nbsp;untuk mengembangkan &nbsp;Dakwah. Website &nbsp;DakwahIslam sendiri merupakan pengembangan
dari Line Dakwah Islam atau LINE@ Dakwah Islam. Kemudian berkembang juga menuju
instagram. @DakwahIslamID.Majelis Dakwah Islam sendiri fokus dalam pengembangan
media Islam, Pendidikan berbasis islam dan Sosial Kemasyarakatan. </p>



<p><strong>3</strong> <strong>Aku Cinta Islam (ACI). </strong></p>



<p>Komunitas ACI adalah wadah persatuan, koordinasi, &nbsp;sinergi, dan saling dukung antar akun-akun media
sosial dakwah islam di Indonesia.ACI akan menjadi sebuah <em>backbone</em>
bersama dalam pergerakan dakwah Islam di dunia sosmed yang dimulai dari
twitterland, lalu facebook, path, LINE, WA, dll. Tak hanya di dunia maya, ACI
juga aktif ngadain kegiatankegiatan offline mulai dari kegiatan-kegiatan&nbsp; edukasi, sosial, program- program remaja,
pemuda, bapak-bapak., umi-umi, &nbsp;optimasi
diri, seminar, sharing rutin mingguan bulanan, bahkan kelas-kelas semi-kurikulumis
(aduh bahasa apa ini, tapi ngerti kan ya? ^^) yang tentunya akan membuat diri
lebih berkualitas, keluarga yang berkualitas, dan bahkan menjadi bagian untuk
bermanfaat lebih banyak kepada masyarakat, bangsa dan negera. </p>



<p><strong>4</strong> <strong>Salingsap </strong>Komunit as bernama &#8216;Salingsapa&#8217; hadir
di tengah masyarakat untuk menjadi alternatif pilihan bersosial media melalui
dunia maya dengan menyelipkan konten-konten Islam melalui tulisan, audio,
video, dan lainnya. Mereka pun mengembangkan sebuah situs jejaring sosial
seperti facebook untuk memudahkan para membernya bersaling-sapa satu sama lain.
Situs ini pun semakin berkembang&nbsp; dengan
konten dan juga kerjasama dengan berbagai pihak. Alhasil Salingsapa pun menjadi
sebuah komunitas di dunia maya yang terkenal di banyak kajian Islam tanah air
yang menyajikan alternatif mengaji jarak jauh.</p>



<p> Jika tak bisa hadir langsung di tempat acara, Salingsapa bisa menayangkan video live streaming acara tersebut atau bisa juga mendengarkannya saja melalui fasilitas fitur audio. Driser, hari gini udah banyak penampakan komunitas  dakwah online di dunia maya. Jadi, udah semestinya kita makin kenal dengan Islam. Biar pribadi bener dan nggak lupa sampein dakwah ke masyarakat biar sama-sama hidup bener dalam naungan  Islam. Hari gini masih ogah ngaji? Apa kata dunia akhirat! [@Hafidz341]  </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mendulang-pahala-di-dunia-maya/">Mendulang Pahala di Dunia Maya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/mendulang-pahala-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Miracle of Badr</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2020 08:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perang Badr adalah sebuah perang besar pertama yang terjadi dalam sejarah perjuangan Islam. Perang &#160;ini terjadi pada 13 Maret 624 Masehi, bertepatan dengan 17 Ramadhan 2 Hijriyah. Sebagaimana yang sudah samasama kita ketahui, pasukan Islam berjumlah jauh lebih sedikit daripada pasukan kafir Quraisy. Pasukan Islam sekitar tiga ratusan orang, sementara&#160; pasukan Quraisy berjumlah seribuan orang. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">The Miracle of Badr</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/">The Miracle of Badr</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Perang Badr adalah sebuah perang besar pertama yang terjadi
dalam sejarah perjuangan Islam. Perang &nbsp;ini
terjadi pada 13 Maret 624 Masehi, bertepatan dengan 17 Ramadhan 2 Hijriyah.
Sebagaimana yang sudah samasama kita ketahui, pasukan Islam berjumlah jauh
lebih sedikit daripada pasukan kafir Quraisy. </p>



<p>Pasukan Islam sekitar tiga ratusan orang, sementara&nbsp; pasukan Quraisy berjumlah seribuan orang. Jelas
saja, secara matematis, pasukan Islam pasti akan dengan mudah dikalahkan. Rasulullah
Saw. sendiri, dikisahkan dalam berbagai riwayat, merasa khawatir kepada pasukan
Islam berhubung jumlah pasukan Islam yang jauh lebih sedikit. </p>



<p>Beliau tidak hentihentinya berdoa kepada Allah di dalam tendanya,
memohon kemudahan,&nbsp; pertolongan, dan
kemenangan. Bahkan saat itu, beliau menyampaikan doa yang terkesan &#8216;agak maksa&#8217;
kepada Allah. </p>



<p>Begini doa beliau: “Ya Allah, tunaikanlah apa yang telah
Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, seandainya sekelompok umat Islam ini
musnah, maka Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi selamanya.” Maka
Allah Swt. memenuhi janjiNya, dengan mengirimkan angkatan perang dari langit,
pasukan malaikat berjumlah seribu personel dan bersenjata lengkap. Di dalam
Alquran,&nbsp; 18 d’rise </p>



<p>Allah berfirman: “(Ingatlah) ketika kalian meminta
pertolongan kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankannya bagi kalian,
&#8216;Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu
malaikat yang datang berturut-turut,&#8217;” (Al-Anfal: 9). Berbagai riwayat yang
dikisahkan oleh para veteran Perang Badr ini memperlihatkan bagaimana pasukan malaikat
turut bertempur bersama pasukan Islam. </p>



<p>Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra., dia mengatakan: “Ketika seseorang
dari kaum Muslimin melawan seseorang dari kaum musyrikin di depannya, tiba-tiba
dia mendengar pukulan dengan cambuk dari atasnya dan suara pasukan berkuda yang
mengatakan, &#8216;Majulah Hayazum.&#8217; Kemudian dia melihat orang musyrik di depannya
ternyata sudah tergeletak. </p>



<p>Dia kemudian menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah
Saw. dan beliau bersabda: &#8216;Engkau benar, itu adalah bantuan dari langit
ketiga.&#8217;” Selain pasukan malaikat, Allah swt juga menurunkan pertolongannya
dalam bentuk rasa Kantuk dan Turunnya Hujan. Allah telah mengaruniakan rasa
kantuk kepada pasukan mukminin sebelum pertempuran, sehingga mata mereka tertidur,
fisik mereka beristirahat, dan jiwa mereka menjadi tenang. </p>



<p>Ketika bangun seolah-olah mereka baru diciptakan dengan
kejiwaan yang baru,mantap,tenang dan bersemangat &nbsp;menyala-nyala. Tentang nikmat rasa kantuk ini
Allah berfirman mengingatkan karuniaNya kepada kaum mukminin <em>“(Ingatlah)
ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman dariNya”</em>
(QS Al Anfal ayat 11) Sedangkan musuh mereka telah menghabiskan waktu mereka
sebelum peperangan dengan senantiasa berjaga, letih dan lesu, sehingga mereka
menjadi tegang, lemas, labil, loyo fisik dan tidak tenang. Hal ini semua
menyebabkan kemampuan berperang mereka menjadi lemah. &nbsp;</p>



<p>Saat perang Badar, pasukan mukminin tidak memiliki
persediaan air padahal mereka sangat memerlukannya untuk berwudhu dan
menunaikan shalat yang diwajibkan atas mereka. Kebutuhan mereka terhadap air
semakin terasa ketika sebagian mereka bangun dalam keadaan junub dan tidak
mendapatkan air untuk bersuci. </p>



<p>Kemudian syaitan pun mulai membisikkan kepada sebagian
mereka, bagaimana kamu akan shalat dalam keadaan junub tanpa mandi? Tetapi
Allah memuliakan para hambaNya yang beriman dan berjihad, dengan menghapuskan
bisikan keraguan dari jiwa mereka lalu Allah menurunkan hujan kepada mereka
sehingga mereka bisa wudhu, mandi, minum, dan memenuhi tempat-tempat air
mereka. </p>



<p>“<em>Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk
mensucikan kamu dengan </em>&nbsp;<em>hujan itu
dan menghilangkan dari kamu gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan
memperteguh dengannya telapak kaki(mu)</em> (QS Al Anfal ayat 11).</p>



<p>&nbsp;Allah menurunkan
hujan dalam ukuran sedang kepada kaum mukminin lalu membuat tanah semakin rekat
dan gerak langkah mereka menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga mereka bisa sampai
ke Badar mendahului kaum musyrikin lalu memilih posisi yang cocok dan mengatur
pertahanan di tempat tersebut. </p>



<p>Sedangkan hujan yang turun pada pihak Musyrikin sangat lebat
lalu membuat tanah becek sehingga gerak langkah mereka menjadi lamban dan sulit.
Hal ini menimbulkan pengaruh pada jiwa pasukan yang berperang. Karena pada saat
ia kesulitn untuk bergerak ketempat yang di inginkan, ia melihat musuhnya
bergerak dengan mudah dan cepat lalu memilih posisi yang diinginkannya. Allah
memang berkehendak atas segala sesuatu, dan kepada Dia kita serahkan
segala-galanya. </p>



<p>Sepanjang sejarah perjuangan Islam, pasti telah banyak
pasukan langit yang langsung diterjunkan untuk membantu kaum Muslimin. Semoga
pertolongan itu turun juga kepada aktifitas dakwah kita demi tegaknya hukum
syariah di bumi Allah ini. [] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/">The Miracle of Badr</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4380</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
