<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>konsultasi islam Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/konsultasi-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2016 12:35:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>TETAP OPTIMIS MESKI ORTU BERCERAI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/tetap-optimis-meski-ortu-bercerai/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/tetap-optimis-meski-ortu-bercerai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2016 12:35:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1574</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Mbk, hati sy  hancur. Ortu saya barusan bercerai. Dari dulu ortu memang sering bertengkar. Gimana dengan masa depan saya?…(Osa, Blora) Wa’alaikumussalam Wr.Wb.   Dik Osa yang baik, Saya bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan Adik atas kondisi orang tua.  Adik tentu merasa berat menerima kenyataan ortu berpisah dan memilih hidup sendiri-sendiri. Dalam perceraian  &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/tetap-optimis-meski-ortu-bercerai/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">TETAP OPTIMIS MESKI ORTU BERCERAI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tetap-optimis-meski-ortu-bercerai/">TETAP OPTIMIS MESKI ORTU BERCERAI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.</em></p>
<p><em>Mbk, hati sy  hancur. Ortu saya barusan bercerai. Dari dulu ortu memang sering bertengkar. Gimana dengan masa depan saya?…(Osa, Blora)</em></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dik Osa yang baik,</p>
<p>Saya bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan Adik atas kondisi orang tua.  Adik tentu merasa berat menerima kenyataan ortu berpisah dan memilih hidup sendiri-sendiri. Dalam perceraian  memang anak paling terkena dampak langsung. Ada perasaan campur aduk, emosi berubah setiap saat, marah, putus asa dan menyalahkan salah satu dari mereka, atau menyalahkan diri sendiri. Merasa terbuang, takut, khawatir, minder, dan merasa pesimis dengan masa depan. Terasa hidup tidak menyenangkan.</p>
<p>Dik Osa yang baik,</p>
<p>Inilah kenyataan hidup yang harus Adik jalani. Apapun yang terjadi <em>Life must go on</em>. Terkadang apa yang Kita alami dalam kehidupan nggak sesuai dengan harapan. Apa yang buruk dalam pandangan Kita belum tentu buruk dalam pandangan Allah SWT. Pernikahan dilakukan dengan tujuan terwujudnya keluarga yang penuh ketenangan dan kedamaian. Jika  di dalam kehidupan berkeluarga muncul persoalan yang mengganggu ketenangan (sering bertengkar, berselisih) hingga  tidak memungkinkan kehidupan suami-istri dipertahankan kelangsungannya, maka jalan keluar bagi kedua belah pihak adalah berpisah sebagai sarana agar masing-masing bisa menjalankan ketakwaan kepada Allah SWT.</p>
<p>Dik Osa yang baik,</p>
<p>Ada mantan istri, ada mantan suami, akan tetapi tidak ada mantan anak. Adik tetap mempunyai ayah dan ibu meskipun mereka berpisah. Bisa saja setelah perceraian salah satu dari ortu tinggal di tempat terpisah jauh, lain kota misalnya. Jagalah terus hubungan Adik sama ortu yang jarang Adik temui karena jarak yang jauh. Sesekali telepon, kirim sms atau e-mail singkat akan cukup menggantikan perasaan-perasaan yang hilang diantara kalian. Jangan khawatir dengan masa depan. Pilih waktu yang tepat untuk membicarakan tentang apa yang Adik pikirkan. Sampaikan pada ortu kondisi ini sebenarnya membuat Adik cemas dan Adik membutuhkan <em>support</em> dan<em> financial</em> terutama untuk pendidikan, dan jangan lupa berdoa, sebab bagaimanapun beratnya ujian yang menimpa, asal Adik  ikhlas dan menyerahkan semuanya pada Allah, semuanya akan terasa ringan. “<em>Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya</em> “ (QS. Al Baqarah : 286).</p>
<p>Dik Osa, tetaplah optimis, jangan biarkan Adik ikut terpuruk. <strong><a href="http://majalahdrise.my.id/remaja-broken-home-dont-break-your-future/">Teruskan perjalanan hidup Adik</a>. T</strong>etaplah focus pada cita-cita dan tetaplah berjalan pada kehidupan normal. Jangan sampai terjerumus hal-hal negatif.  Semoga Allah SWT memberikan kekuatan pada Adik menghadapi ini semua. Aamiin…[]</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #45</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tetap-optimis-meski-ortu-bercerai/">TETAP OPTIMIS MESKI ORTU BERCERAI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/tetap-optimis-meski-ortu-bercerai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1574</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tidak Siap Menerima Masukan</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/tidak-siap-menerima-masukan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/tidak-siap-menerima-masukan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2016 13:16:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1510</guid>

					<description><![CDATA[<p>majalahdrise.com &#8211; Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Di akhir tahun, sy bertanya ke sahabat bagaimana penilaiannya tentang saya, dengan harapan bisa menjadi masukan bagi saya. Ternyata banyak sekali sisi negatif saya yang ia bilang. Sejak itu sy jadi malas bertemu dan ngobrol seperti dulu. Kenapa sy bisa begitu? (Fara, Pnorogo)     Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Fara yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/tidak-siap-menerima-masukan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Tidak Siap Menerima Masukan</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tidak-siap-menerima-masukan/">Tidak Siap Menerima Masukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>majalahdrise.com &#8211; Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. </em></p>
<p><em>Di akhir tahun, sy bertanya ke sahabat bagaimana penilaiannya tentang saya, dengan harapan bisa menjadi masukan bagi saya. Ternyata banyak sekali sisi negatif saya yang ia bilang. Sejak itu sy jadi malas bertemu dan ngobrol seperti dulu. Kenapa sy bisa begitu? (Fara, Pnorogo)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</em></p>
<p>Dik Fara yang shalehah..</p>
<p>Sebagian besar orang senang mendengar penilaian baik dari orang lain dan sebaliknya, ia tidak suka dengan penilaian negatif dari orang lain tentang dirinya.Sebenarnya  wajar hal ini terjadi, sebab ada naluri mempertahankan diri pada masing-masing pribadi. Hanya saja, tidak <em>ihsan</em>jika rasa tidak suka dengan masukan menjadikan putusannya persahabatan, dan tersimpan rasa benci di hati.</p>
<p>Dik Fara yang shalehah,</p>
<p>Ketika dik Fara berani meminta masukan, maka seharusnya sudah siap-siap mendapat segala jenis masukan, baik positif atau negatif. Ketika kita tidak siap dengan umpan balik negatif, lebih baik jangan dulu meminta masukan orang lain. Akan tetapi jika ada sahabat yang memberi masukan tanpa diminta, InsyaAllah sahabat Kita bermaksud baik supaya Adik  bisa menjadi pribadi yang lebih baik.Sahabat yang baik, bukanlah sahabat yang selalu mengiyakan Kita. Sahabat yang baik adalah sahabat yang menegur, dan menasehati saat Kita melakukan kesalahan.</p>
<p>Dik Fara yang shalehah,</p>
<p>Salah satu tanda kedewasaan adalah kemampuan Kita untuk bisa menerima masukan dari orang lain, termasuk dari sahabat. Dengan kita mau menerima masukan dari orang lain, maka kita akan menjadi lebih sadar, lebih peka, dan tahu apa saja yang mesti dirubah dan diperbaiki dari diri kita. Saat seorang sahabat memberi masukan kita, dibutuhkan kelapangan dan kerendahan hati untuk menerimanya. Rendah hati (<em>tawadhu</em>’) merupakan akhlak mulia. Allah SWT memerintahkan Kita bersikap rendah hati, dan melarang sikap sombong.Orang rendah hati yaitu orang yang menerima kebenaran, darimanapun datangnya, serta tidak memandang rendah orang lain. Sebaliknya, <em>sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia </em> (HR. Muslim).</p>
<p>Dik Fara yang shalehah,</p>
<p>Orang rendah hati akan semakin dimuliakan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda “<em>Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. <strong>Dan tiada seseorang yang bertawadhu’ kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat ‘izzah) oleh Allah</strong></em> (HR. Muslim). Dik Fara, berupayalah menjadi pribadi mulia dengan rendah hati, bersedia menerima masukan untuk menjadi pribadi luar biasa. Selamat berproses, semoga berhasil. Allahumma aamiin&#8230;. []</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tidak-siap-menerima-masukan/">Tidak Siap Menerima Masukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/tidak-siap-menerima-masukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1510</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tips Jadi Remaja Kreatif</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2016 12:28:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[kreativ]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1218</guid>

					<description><![CDATA[<p>majalahdrise.com &#8211; Assalamu ‘alaikum Wr.Wb Mbak, sy ingin sekali jadi orang kreatif. Tapi gimana caranya? Syukron (Nisa, Mlng)     Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Nisa yang baik, Subhanallah, senang rasanya mendengar keinginan dik Nisa untuk menjadi sosok yang kreatif, sebabpribadikreatifakan lebih mudah untuk maju, berkembang dan berhasil dalam menjalani kehidupannya. Orang kreatif akan senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Tips Jadi Remaja Kreatif</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/">Tips Jadi Remaja Kreatif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>majalahdrise.com &#8211; Assalamu ‘alaikum Wr.Wb</em></p>
<p><em>Mbak, sy ingin sekali jadi orang kreatif. Tapi gimana caranya? Syukron (Nisa, Mlng)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p class="hide-if-no-js"><a id="set-post-thumbnail" class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1218&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2016/02/Tips-Jadi-Remaja-Kreatif-MAJALAHDRISE.COM_-300x240.jpg?resize=266%2C213" alt="Tips Jadi Remaja Kreatif - MAJALAHDRISE.COM" width="266" height="213" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p><em> </em></p>
<p>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</p>
<p>Dik Nisa yang baik,</p>
<p><em>Subhanallah</em>, senang rasanya mendengar keinginan dik Nisa untuk menjadi sosok yang kreatif, sebabpribadikreatifakan lebih mudah untuk maju, berkembang dan berhasil dalam menjalani kehidupannya. Orang kreatif akan senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan dalam kehidupannya. Ia mampu menghasilkan gagasan-gagasan baru dan berguna bagi pemecahan masalah.Baik gagasan itu belum pernah ada sama sekali, atau gagasan yang dikembangkannya dari hasil memodifikasi atau mengubah gagasan-gagasan yang sudah ada sebelumnya.Ia mampu membuat sesuatu yang baru dan menemukan cara baru. Baginya <em>unending improvement. </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dik Nisa yang baik,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Islam mendorong Kita untuk menjadi pribadi kreatif yang memberikan banyak kebaikan dankemanfaatan bagi orang lain. Dalam mengembangkan kreatifitas harus diarahkan dalam hal-hal yang mendatangkan pahala dan keridhaan Allah. Orientasi kreatifitas seorang muslim haruslah mencerminkan tujuan hidup seorang muslim yaitu beribadah kepada Allah SWT guna mendapatkan surga dan menjauhkan diri dari api neraka di akhirat kelak. Kreativitas seorang muslim harus diarahkan untuk mengekspresikan kebenaran yang diyakininya, dan untuk menambah keimanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dik Nisa yang baik,</p>
<p>Untuk mendorong berpikir kreatif, pertama banyaklah membaca, belajar, sering mengikuti pelatihan atau seminar yang dapat menumbuhkan kreativitas. Kedua,biasakanselalu bertanya dalam diri serdirimengenai berbagai solusi masalah. Ketiga, berpikirlah mencari pemecahan di luar kebiasaan yang ada.Biasakan melihat masalah dari perspektif yang berbeda, dan munculkanlah kemungkinan adanya banyak jawaban. Keempat,lupakan masalah sejenak, usahakan diri untuk relaks, santai dengan jalan-jalan atau melakukan aktivitas yang menyenangkan agar mampumenemukan ide-ide baru yang inovatif. Selanjutnya lakukan perenungan atas masalah untuk memilih solusi atau gagasan terbaik dari berbagai ide, solusi dan gagasan yang ada.</p>
<p>Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendorong berpikir kreatif. Semoga berhasil. Allahumma aamiin. []</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/">Tips Jadi Remaja Kreatif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/tips-jadi-remaja-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1218</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apa UKURAN SUKSES itu?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/apa-ukuran-sukses-itu/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/apa-ukuran-sukses-itu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2015 10:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1003</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. drise-online.com &#8211; Mbk, apa sich ukuran sukses bagi seorang muslim, sy selalu saja merasa gagal…(Aditya, Jkrt) &#160; Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Aditya yang baik, Setiap orang berharap menjadi pribadi sukses.Kebanyakan orang mengukur kesuksesan hanya berhasil secara materi, berprestasi, popular, bergaji besar, dan memiliki pangkat yang tinggi. Inilah penilaian yang kurang tepat dalam memaknai &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/apa-ukuran-sukses-itu/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Apa UKURAN SUKSES itu?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/apa-ukuran-sukses-itu/">Apa UKURAN SUKSES itu?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.</strong></p>
<p><em>drise-online.com &#8211; Mbk, apa sich ukuran sukses bagi seorang muslim, sy selalu saja merasa gagal…(Aditya, Jkrt)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</p>
<p>Dik Aditya yang baik,</p>
<p>Setiap orang berharap menjadi pribadi sukses.Kebanyakan orang mengukur kesuksesan hanya berhasil secara materi, berprestasi, popular, bergaji besar, dan memiliki pangkat yang tinggi. Inilah penilaian yang kurang tepat dalam memaknai kata sukses. Penilaian ini menyebabkan banyak orang berlomba dan tergila-gila mendapatkannya. Para remaja pun berlomba – lomba ingin menjadi artis, sebab mereka mengira dengan mendapatkan banyak uang, popularitas inilah kesuksesan.</p>
<p>Dik Aditya yang baik,</p>
<p>Islam memberikan kriteria kesuksesan. Sukses merupakan keberhasilan seseorang untuk menjadi lebih baik dari masa lalunya  “ <em>Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung</em>”<em>(Al Hadist</em>).Sukses adalahsesuatu yang tidak kasat mata. Ia tidak dikarenakan melimpahnya kekayaan, dan tidak bisa dibeli dengan harta benda. Puncak kesuksesan dan keberuntungan seorang muslim adalah ketika mendapatkan ridha Allah. Ini hanya akan bisa diraih oleh seorang muslim yang senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam kesehariannya. Ia akan melakukan segala sesuatu sebaik mungkin sebab Allah menyeru seorang muslim bersungguh- sungguh melakukan segala hal dengan tetap terikat aturan Islam.</p>
<p>Dik Aditya yang baik,</p>
<p>Banyak faktor yang menyertai jalan menuju kesuksesan. Salah satunya faktor semangat. Meski kegagalan sering menghadang, bukan berarti mustahil untuk sukses. Mulailah bermimpi. Lejitkan potensi diri. Jangan takut mencoba, apalagi takut gagal. Munculkan “<em>the best of us</em>”. Hal terbaik yang Adik miliki, meski berbagai aral melintang. Adik pasti bisa. Tidak ada kata gagal dalam hidup ini. Sejatinya yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda. Meski harus jatuh bangun, Adik harus tetap semangat dan bangkit menghadainya. Tidak ada orang kalah dalam hidup ini selama ia mau berusaha dan tawakal kepada Allah. Kalau orang lain bisa, tentu Adik juga bisa karena Allah bersama kita. Jadilah seorang muslim pemenang sejati yaituseorang muslim yang terus merakit keberhasilan, meski sering menemui kegagalan. []</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/apa-ukuran-sukses-itu/">Apa UKURAN SUKSES itu?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/apa-ukuran-sukses-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1003</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MEMILIH TEMAN</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/memilih-teman/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/memilih-teman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2015 15:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[memilih teman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Mbk, bagaimana cara kita memilih teman? Teman-teman sy senangnya jalan-jalan, pacaran, belanja, pokoknya semang-senang aja.. (Dina, bumi Allah) Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Dina yang baik, drise-online.com &#8211; Setiap orang memiliki fitrah untuk bergaul dengan sesamanya. Memiliki teman, dan sahabat akan menjadikan hidup penuh keceriaan dan kegembiraan. Segala sesuatu bisa menyenangkan jika kita lakukan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/memilih-teman/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MEMILIH TEMAN</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/memilih-teman/">MEMILIH TEMAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. </em></p>
<p><em>Mbk, bagaimana cara kita memilih teman? Teman-teman sy senangnya jalan-jalan, pacaran, belanja, pokoknya semang-senang aja.. (Dina, bumi Allah)</em></p>
<p>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</p>
<p>Dik Dina yang baik,</p>
<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Setiap orang memiliki fitrah untuk bergaul dengan sesamanya. Memiliki teman, dan sahabat akan menjadikan hidup penuh keceriaan dan kegembiraan. Segala sesuatu bisa menyenangkan jika kita lakukan bersama teman dan sahabat. Tidak ada salahnya jika kita mempunyai teman dan sahabat, akan tetapi kita harus ingat bahwa keberadaan teman atau sahabat akan mempengaruhi cara berpikir, perilaku dan kebiasaan kita. <em>“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad). </em></p>
<p>Dik Dina yang baik,</p>
<p>Dalam memilih teman atau sahabat gunakan kriteria yang akan membuat kita menjadi anak yang baik. Rasulullah berpesan untuk memperhatikan siapa teman bergaul kita <em>“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.&#8221; (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi). </em>Seseorang yang tepat dijadikan teman dan sahabat adalah teman-teman yang shaleh/shalehah yang bisa memberikan pengaruh positif bagi kita di dunia dan akhirat. Sahabat Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib ra berkata, “<em>Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”</em></p>
<p>Dik Dina yang baik,</p>
<p>Teman dan sahabat yang shaleh/shalehah adalah seseorang yang berakhlak baik, rajin beribadah, rajin mengkaji Islam, berdakwah, belajar, dan selalu melakukan kebaikan lainnya. Ia  akan menularkan pengaruh positif bagi kita, dan sebaliknya teman yang buruk akan membawa pengaruh negatif bagi kita. <em>“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak” (HR. Bukhari). </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dik Dina yang baik,</p>
<p>Sebegitu besar pengaruh teman, oleh karena itu pilihlah teman dan sahabat yang shaleh/shalehah yang akan senantiasa menjadikan kita selalu mengingat Allah dimana pun dan kapan pun. Ia akan mengingatkan dan mendorong kita berlomba-lomba melakukan kebaikan. Dengan teman dan sahabat seperti ini kita akan merasakan keindahan persahabatan dengan ikatan keimanan dan ketakwaan. Jika di sekolah ada komunitas rohis inilah kumpulan anak-anak sholeh/shalehah yang tepat menjadi teman bergaul kita. Banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa tertular pada kita.</p>
<p>Semoga dik Dina mendapatkan teman dan sahabat yang sholeh/shalehah&#8230;[]</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/memilih-teman/">MEMILIH TEMAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/memilih-teman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengatasi &#8220;SHOPAHOLIC&#8221;</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/mengatasi-shopaholic/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/mengatasi-shopaholic/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2015 10:44:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[SHOPAHOLIC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=886</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Mbk, saya orang yang SHOPAHOLIC atau gampang berbelanja dan mudah “luluh” oleh godaan diskon. Gimana cara menghilangkan kebiasaan ini? (Vina, Medan) Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Vina yang baik, drise-online.com &#8211; Aktivitas belanja terkadang memang menjadi aktivitas menarik bagi para remaja. Terutama remaja putri. tapi kalau SHOPAHOLIC nanti dulu. Akan tetapi ada satu hal terkait &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/mengatasi-shopaholic/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Mengatasi &#8220;SHOPAHOLIC&#8221;</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mengatasi-shopaholic/">Mengatasi &#8220;SHOPAHOLIC&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. </em></p>
<p><em>Mbk, saya orang yang SHOPAHOLIC atau gampang berbelanja dan mudah “luluh” oleh godaan diskon. Gimana cara menghilangkan kebiasaan ini? (Vina, Medan)</em></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</em></p>
<p>Dik Vina yang baik,</p>
<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Aktivitas belanja terkadang memang menjadi aktivitas menarik bagi para remaja. Terutama remaja putri. tapi kalau SHOPAHOLIC nanti dulu. Akan tetapi ada satu hal terkait aktivitas belanja yang perlu Adik waspadai. Yakni, ketika hati terlalu senang mendatangi berbagai pusat perbelanjaan, sampai taraf yang berlebihan. Menjadikan belanja sebagai hobi, hingga Adik keranjingan sekali untuk menjejakkan kaki di pasar, mall-mall, supermarket dan berbagai pusat perbelanjaan. Bisa jadi, walau masih dalam taraf rendah sekalipun, Adik sedang terjangkiti penyakit ‘kecanduan belanja’ (<em>shopaholic</em>). Sehingga, dorongan untuk membeli barang-barang yang memikat hati tak lagi mampu dibendung, apalagi ada bonus Hingga uangpun akhirnya tidak mampu diatur.<em> Na’udzubillah</em>.</p>
<p>Dik Vina yang baik,</p>
<p>Seorang pecandu belanja atau SHOPAHOLIC jelas sekali ia terjebak ke dalam sikap boros yang dilarang oleh agama. Allah Ta’ala berfirman <em>“…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.”</em> (Al-Isra’ [17] : 26-27). Rasulullah mengingatkan <em>“Bagian wilayah negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian wilayah negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.</em>” (HR. Muslim).</p>
<p>Dik Vina yang baik,</p>
<p>Hal pertama yang harus ada pada diri Adik untuk meninggalkan kebiasaan belanja atau SHOPAHOLIC adalah milikilah niat kuat untuk menghilangkannya. Selanjutnya lakukan hal-hal berikut; (1) Hindari sering belanja beramai-ramai. Carilah teman belanja yang hemat, bukan yang hobi “mengompori” atau belanja saja sendiri; (2) Jangan menjadikan pergi ke mal sebagai cara <em>refreshing</em>. Cari cara <em>refreshing</em> lain, misalnya ke museum, perpustakaan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga dengan berkebun, memasak bersama atau menikmati hidangan kue dan minum teh hangat di depan TV; (3) Berbelanjalah saat Adik memang butuh untuk membelinya, sesuaikan dengan kemampuan juga. Sebelum membeli, periksa apakah Adik memang perlu untuk beli atau tidak. Buat dan bawa catatan yang berisi barang-barang yang akan dibeli ; (4) Bawa uang tunai seperlunya saat ke mal. Jika punya kartu debet, simpan di rumah: (5) Berdisiplinlah dengan hanya membeli barang yang tertera dalam daftar agar berbelanja jadi terfokus, serta tidak perlu cemas bila Adik tidak membeli barang yang disukai, yang kebetulan ada diskon.</p>
<p>Ini Dik Vina, beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari hobi belanja berlebihan. Semoga berhasil&#8230;[]</p>
<p>di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mengatasi-shopaholic/">Mengatasi &#8220;SHOPAHOLIC&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/mengatasi-shopaholic/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">886</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hukum Menonton Bola di Stadion</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-menonton-bola-di-stadion/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-menonton-bola-di-stadion/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2015 09:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi islam]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=674</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanya: Boleh nggak kita nonton bola di stadion? (Ikhwan, Bogor) Jawab: drise-online.com &#8211; Sampai saat ini saya belum mendapatkan dalil tentang keharaman secara langsung menonton bola di stadion. Tetapi Nabi SAW. pernah melihat orang Habasyah bermain di masjid, lalu beliau mengatakan: “Merendahlah, wahai Bani Arfidah!” Tetapi kalau bermain dalam keadaan membuka aurat seperti paha sebagaimana &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-menonton-bola-di-stadion/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Hukum Menonton Bola di Stadion</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-menonton-bola-di-stadion/">Hukum Menonton Bola di Stadion</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Tanya:</strong></em></p>
<p><em>Boleh nggak kita nonton bola di stadion? (Ikhwan, Bogor)</em></p>
<p><em><strong>Jawab:</strong></em></p>
<p><em><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Sampai saat ini saya belum mendapatkan dalil tentang keharaman</em><em> secara langsung menonton bola di stadion.</em><em> Tetapi</em> <em>Nabi SAW. pernah melihat orang Habasyah bermain di masjid, lalu beliau mengatakan: “Merendahlah, wahai Bani Arfidah!” Tetapi kalau bermain dalam keadaan membuka aurat seperti paha sebagaimana dilakukan oleh para pemain (zaman sekarang) atau meninggalkan sholat</em><em>, ikhtilath (bercampurbaurnya lelaki dan perempuan yang bukan mahram) </em><em>dan meninggalkan sebagian perintah, maka ini </em><em>sebuah </em><em>kemungkaran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan</em><em> terkait hukum menonton sepakbola di stadion</em><em>: </em></p>
<ol>
<li>Seluruh Permainan selama tidak ada unsur <em>syirik</em> dan <em>tasyabbuh bil kuffar</em> hukumnya mubah.</li>
<li>Semua bentuk olah raga selama tidak menimbulkan fasad bagi diri sendiri atau orang lain hukumnya mubah bahkan dianjurkan.</li>
<li>Menonton sesuatau yang mubah juga hukumnya mubah.</li>
<li>Hanya kita wajib berhat-hati ketika kita dilalaikan oleh yang mubah hingga meninggalkan sesuatu yang diwajibkan, maka perbuatan seperti itu menjadi haram.</li>
<li>Permainan sepak bola yang sudah lazim di dunia saat ini menampakkan aurat(paha). Menampakkan aurat dan melihat aurat hukumnya haram.</li>
<li>Fakta menunjukkan bahwa sepak bola semakin mengokokohkan rasa nasionalisme, kalau ini yang terjadi dikawatirkan ummat ini akan semakin jauh dari kebangkitan seperti yang diharapakan. Saya hanya akan memberi nasehat dengan sabda Rasulullah SAW. <em>“Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melupakannya, sehat dan waktu lapang.” (Hadits ini hanya diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Ibnu Abbas di Kitab Ar Riqooq no. 6412)</em></li>
</ol>
<p><em>Dari uraian di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa menonton sepakbola secara langsung di stadion jelas diharamkan terkait aktivitas kemungkaran yang menyertainya. Mulai dari aurat yang dipertontonkan, adanya ikhtilat, memupuk sikap nasionalisme (ashobiyah), dan melalaikan kewajiban lain seperti shalat atau berdakwah.</em></p>
<p><em>Waktu dan umur itu adalah modal utama seorang manusia. </em><em>Maka ambillah faidah dari umur tersebut. Sebagian ulama’ ada yang mengatakan: “Andaikata waktu itu bisa dibeli, maka aku akan membeli waktu itu dari mereka (yaitu sebagian manusia yang tidak memperhatikan waktunya).”</em></p>
<p><em>Saudaraku, selama seseorang bisa mengontrol dirinya untuk senantiasa taat kepada Allah tentu orang tesebut tidak akan menyia-nyiakan waktunya hanya untuk menonton bola. Dia akan berfikir produktif karena ummat ini sedang menantinya dan dia juga akan berfikir bahwa ketika kelak kembali kepada Allah dengan tidak membawa amalan-amalan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain maka inilah kerugian yang nyata. </em><em>Wallahu a’lam.</em><em>[]</em></p>
<p>dimuat Drise Edisi #9</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-menonton-bola-di-stadion/">Hukum Menonton Bola di Stadion</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-menonton-bola-di-stadion/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">674</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
