<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>janji Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/janji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Mar 2013 09:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Pinky Swear; Kelingking Kita, Janji Kita</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 09:11:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[pinky swear]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=51</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Bila mata sudah lelah dan logika sudah menyerah, keyakinan yang mengambil alih. Keyakinan tidak MEMILIH jalan, dia MEMBUAT jalan.” [Ustadz Felix Siauw] Pernah liat orang berjanji menggunakan jari kelingking? Lucu, saling menautkan jari kelingking kemudian berjanji.  Sampai-sampai kalau di Jepang ada lagunya tuh, ‘Yubikiri genman, uso tsuitara hari senbon nomasu’ (Pinky Swear, kalau kamu berbohong &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pinky Swear; Kelingking Kita, Janji Kita</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita/">Pinky Swear; Kelingking Kita, Janji Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><i>“Bila mata sudah lelah dan logika sudah menyerah, keyakinan yang mengambil alih. Keyakinan tidak MEMILIH jalan, dia MEMBUAT jalan.” <b>[Ustadz Felix Siauw]</b></i></p>
<p><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/pinky-swear.jpg"><img class="alignleft  wp-image-60" style="margin: 10px;" alt="Pinky Swear" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/pinky-swear.jpg?w=200" data-recalc-dims="1" /></a>Pernah liat orang berjanji menggunakan jari kelingking? Lucu, saling menautkan jari kelingking kemudian berjanji.  Sampai-sampai kalau di Jepang ada lagunya tuh, ‘<i>Yubikiri genman, uso tsuitara hari senbon nomasu’</i> (Pinky Swear, kalau kamu berbohong aku akan membuatmu menelan 1000 jarum!). Widih.. Sadis ye? Terus jika dijawab, ‘<i>Yubi kitta!’</i> Itu artinya kesungguhan pun terjadi. Sehingga orang-orang di Jepang yang membuat janji dengan koneksi Yubikiri itu benar-benar akan menagih janji yang sudah terucapkan. Bagi orang-orang Jepang, Yubikiri adalah janji terbaik yang mereka begitu mempercayainya. Dijamin!</p>
<p><span id="more-51"></span>Tapi ternyata, Yubikiri adalah rekayasa hasil plesetan cerita khayali yang berasal dari umat Nashrani pembenci Kaum Muslimin. Seorang pasukan perang Salib yang menautkan jari kelingking dengan sang Putri untuk bersama hidup atau pun mati selamanya. Bertahun-tahun Putri itu menunggu kepulangan Pangeran tapi ternyata Pangerannya sudah tewas dalam peperangan. Akhirnya sang Putri pun minum racun untuk menyusul sang Pangeran karena mereka memang sudah berjanji untuk hidup semati selamanya. Janji sehidup semati dimaknai jika salah satu ada yang mati lebih dulu, maka yang lain pun harus ikut mati juga.</p>
<p>Di Indonesia, kelingking lebih populer untuk merukunkan anak-anak yang bertengkar. Nggak ngerti juga kenapa maknanya bisa bergeser. Sementara di Barat, Yubikiri pun menjelma menjadi ucapan <i>‘cross your/my heart!’</i> sebagai ungkapan aku janji, aku serius, aku tak akan ingkar, silang hatiku/mu! Hal itu D’Rise lihat di film animasi yang berjudul Up! Dan lagu Bon Jovi yang berjudul <i>Thank You For Loving Me.</i> Disitu liriknya bilang, <i>“Cross my heart. I wear no disguise. If I tried, you&#8217;d make believe. That you believed my lies.”</i></p>
<p>Hmm.. Terus gimana nih menyikapinya? Itu kan hal sepele kan ya? Nggak apa-apa kali? Itu bagian dari ekspresi manusia, jadi sah-sah saja dong?! Eits! Siapa bilang?! Sebagai Umat Islam, harusnya kita yakin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang nggak bakal ngebiarin umatnya bebas berekspresi. Islam adalah satu-satunya agama yang benar, yang menasakh ajaran agama lain yang pernah ada sebelumnya. Untuk perkara janji, itu masuk dalam perkara akhlaq. Dan D’Riser harus tau jelas. Bahwa yang namanya berakhlaq, itu harus dibangun di atas dasar ‘aqidah. Karena akhlaq tidak terpisahkan dari syari’at, merupakan bagian dari perintah dan larangan Rabb. Jadi, sebagai seorang Muslim, saat kita berakhlaq, jika salah satu contohnya itu adalah menepati janji, ya itu karena memang semata-mata karena ALLAH saja. Bukan karena Yubikiri, cross my/your heart, dlsb. Apalagi kalau ternyata ekspresi kita keliru telah jatuh pada tasyabuh bil kuffar (meniru kaum kafir), kan serem ya? So, yuk hiasi diri dengan akhlaq yang menawan. Akhlaq yang dilakukan karena pemahaman-pemahaman kita terhadap hukum syara’. Itulah sebenar-benarnya karakter (akhlaq). <b>[Hikari]</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><b>Box: Janji Adalah Harga Diri</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk bisa menjadi orang yang selalu terpercaya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><b>Sadari bahwa kita adalah hamba ALLAH.</b> Segala hal akan dimintai pertanggungjawabannya oleh ALLAH, cek Surah Al-Isra’ ayat 36.</li>
<li><b>Mengukur Diri.</b> Jadi jika sekiranya tidak sanggup untuk memenuhi, jangan berjanji. Lebih baik pahamkan lawan bicara kita agar mendapatkan pemahaman dan tidak salah paham.</li>
<li><b>Komunikatif-Aktif.</b> Artinya jika sudah terlanjur berjanji kemudian di tengah perjalanan kita tidak dapat memenuhi janji tersebut, harus aktif untuk up-date kabar. Jaga kepercayaan karena itu mahal. Demi ALLAH!</li>
<li><b>Membuktikan.</b> Sungguh-sungguh mencapai bukan karena apa-apa, siapa-siapa, tetapi karena pilihan sendiri bahwa kita ingin baik dan mendapat keridhoan ALLAH.</li>
<li><b>Mengikatnya Dengan Hukum Syara’. </b>Tidak ada ikatan paling sempurna melainkan ikatan ‘aqidah. Karena ikatan ‘aqidah tidak bersifat temporal, emosional, rendah dan fasad seperti halnya Nasionalisme, Sukuisme, dlsb. Ketika sudah terikat atas nama ALLAH, Insyaa ALLAH itu yang paling kuat janjinya. Makanya jangan sembarangan bilang, Wallaahi!</li>
</ol>
<p>Kita nggak butuh Yubikiri atau Cross My/Your Heart. Kita nggak perlu takut apa pun hingga harus melakukan itu untuk mendamaikan hati kita. Kita cukup pegang prinsip, janji adalah harga diri dan kepercayaan itu dihadirkan, bukan diminta. Semoga kita semua dimudahkan ALLAH untuk bisa senantiasa berakhlaq baik, aamiin. Agar surga layak untuk kita diami selama-lamanya. Ya. <b>[Hikari]</b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita/">Pinky Swear; Kelingking Kita, Janji Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pinky-swear-kelingking-kita-janji-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
