<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>islampobia Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/islampobia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 May 2016 15:36:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Majalah Drise Edisi 45 : Cinta Nabi Harga Mati</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-45-cinta-nabi-harga-mati/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-45-cinta-nabi-harga-mati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2016 15:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islampobia]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1559</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Dor..! Dor…! Dor…! Rentetan tembakan yang memuntahkan timah panas memecah kesunyian kantor Charlie Hebdo hari Rabu, 07 Januari lalu. Beberapa redaksi tabloid satire Prancis yang tengah menggelar rapat redaksi ini harus kehilangan nyawa ditangan dua orang berpakaian serba hitam dan bersenjata AK-47. Pasca aksi penembakan, pelaku bergegas pergi meninggalkan beberapa korban. Dunia barat &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-45-cinta-nabi-harga-mati/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise Edisi 45 : Cinta Nabi Harga Mati</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-45-cinta-nabi-harga-mati/">Majalah Drise Edisi 45 : Cinta Nabi Harga Mati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Dor..! Dor…! Dor…! Rentetan tembakan yang memuntahkan timah panas memecah kesunyian kantor Charlie Hebdo hari Rabu, 07 Januari lalu. Beberapa redaksi tabloid satire Prancis yang tengah menggelar rapat redaksi ini harus kehilangan nyawa ditangan dua orang berpakaian serba hitam dan bersenjata AK-47. Pasca aksi penembakan, pelaku bergegas pergi meninggalkan beberapa korban.</p>
<p>Dunia barat terhenyak dengan tragedi Charlie Hebdo. Aksi penembakan yang dikaitkan dengan ‘balas dendam’ pelaku terhadap pelecehan Nabi Muhammad saw yang kerap ditayangkan tabloid Perancis dalam bentuk kartun ini mengundang banyak spekulasi. Media Barat serta merta menyerang Islam sebagai agama teroris dan mengkampanyekan solidaritas terhadap kebebasan berpendapat. Walhasil, pada hari Minggunya (10/01) lebih dari 3,7 juta orang turun ke jalan sebagai bentuk dukungan dan solidaritas untuk Charlie Hebdo. Sialnya pasca penyerangan, Charlie Hebdo kembali menayangkan kartun Nabi di cover depan majalahnya dengan tulisan “Je Suis Charlie” (Kami adalah Charlie). Bukannya introspeksi malah menjadi-jadi. Parah banget kan?</p>
<p><strong> </strong></p>
<h2><strong>Nabi Dihina Dimana-mana</strong></h2>
<p>Kalo nggak jeli dengan gencarnya media Barat yang menyudutkan Islam dalam tragedi Charlie Hebdo, bisa-bisa kita juga ikut-ikutan phobi terhadap Islam. Padahal yang terjadi, nggak seperti diberitakan media Barat. Tragedi Charlie Hebdo adalah akumulasi kekecewaan umat Islam terhadap beberapa media Barat yang kerap menghina Rasul dan Islam.</p>
<p><strong>             Tahun 1989</strong>, seorang Salman Rusydi bikin buku berjudul <em>the Satanic Verses</em> alias ayat-ayat setan. Ini nggak ada sangkut pautnya dengan ayat-ayat cinta lho. Isinya menggambarkan al-Qur&#8217;an sebagai ayat-ayat Setan. Nggak cuman itu, dia juga melecehkan isteri-isteri Nabi yang mulia. Malah ka&#8217;bah yang disucikan oleh umat Islam sepanjang hidup dilukiskan sebagai tempat mesum. Na&#8217;udzubillah! Sialnya, hingga kini Salman Rusydi enak-enakan hidup dalam perlindungan pemerintah dan dinas keamanan Inggeris.</p>
<p><strong>             Kemudian pada Juli 1997</strong>, seorang wanita Yahudi Israel, Tatyana Suskin (26) membuat dan menyebarkan 20 poster yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Di antaranya ada poster seekor babi yang mengenakan kafiyeh ala Palestina. Di kafiyeh itu tertulis dalam bahasa Inggris dan Arab kata: Muhammad. Dengan pensil di kukunya, babi itu tampak tengah menulis di atas sebuah buku bernama “al-Quran”.</p>
<p><strong>             Tahun 2002</strong>, penghinaan kepada Nabi Muhammad dan Islam kembali terjadi seiring dengan munculnya sebuah tulisan jurnalis Nigeria, Isioma Daniel tentang Rasul dan Miss World.</p>
<p><strong>             Tahun 2005</strong>, koran Jyllands Posten Denmark memuat beberapa kartun Nabi Muhammad saw. Dalam kartun itu, Rasul saw digambarkan lagi bawa pedang dan menenteng bom. Terus dalam kartun lain, digambarkan Rasul sebagai orang bersorban yang di atasnya terselip bom. Januari 2006, kartun-kartun itu nongol lagi di koran Norwegia dan Prancis. Seolah nggak puas, Februari 2008 lalu kartun yang melecehkan Rasul saw itu dimuat lagi oleh sebelas media massa Denmark dan beberapa harian di Swedia, Belanda, dan Spanyol. Nantangin nih?!</p>
<p><strong> </strong></p>
<h2><strong>Standar Ganda Cermin Islamophobia</strong></h2>
<p>Pepatah bilang, nggak ada asap kalo nggak ada api. Begitu juga dengan tragedi Charlie Hebdo. Liat sendiri kan, musuh-musuh Islam berulang kali menghinakan teladan kita Rasulullah saw. Bisa jadi mereka ngerasa, umat Islam adem-ayem aja saat Nabinya dilecehkan. Terlebih lagi, mereka punya senjata kebebasan berekspresi untuk melindungi tingkah provokasinya dimedia.</p>
<p>Kelompok Muslim Islam di Prancis bukan nggak pernah menempuh jalur hukum untuk memperkarakan majalah <em>Charlie Hebdo</em>. Namun, mantan Presiden Prancis Nicholas Sarkozy malah mendukung <em>Charlie Hebdo</em>. Dia membenarkan tindakan majalah itu sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan berbicara. Pada 22 Maret 2007, Pengadilan Prancis menyatakan <em>Charlie Hebdo</em> tidak bersalah. Disitu kadang saya merasa sedih!</p>
<p>Padahal klaim kebebasan berekspresi Barat cuman omong kosong belaka alias punya standar ganda. Kebebasan berekspresi mereka pakai sesuai dengan kepentingannya. Kebebasan berekspresi dianggap kadaluarsa kalo mengganggu Yahudi. Tapi jika menyerang dan menistakan Islam, Nabi Muhammad saw. dan simbol-simbol Islam, kebebasan berekpresi mendadak diperpanjang masa aktifnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.</p>
<p>Buktinya, dalam kasus Dieudonne M’bala, pada Januari tahun lalu, Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls melarang M’bala melakukan pertunjukan teater dengan alasan itu anti semit atau mengolok-olok <a href="http://majalahdrise.my.id/teror-by-media/">Yahudi</a>. Mahkamah Agung Prancis pun mendukung keputusan itu. Namun, tiga tahun lalu dengan dalih menjaga kebebasan berekspresi, Mahkamah yang sama membebaskan novelis Michel Houellebecq yang menuduh Islam sebagai agama paling bodoh di dunia. Tuh kan!</p>
<p>Ketika mayoritas negeri Islam memprotes dan menuntut Charlie Hebdo menanggalkan karikatur penistaan Nabi saw., dianggap angin lalu. Berbeda pada 2008 lalu ketika salah seorang kartunis Charlie Hebdo, Maurice Sinet, membuat karikatur anak laki-laki Nicholas Sarkozy yang menikahi ahli waris Yahudi karena uang. Karikatur itu tampaknya merendahkan Sarkozy. Maurice Sinet pun dipecat dari majalah Charlie Hebdo. Tuh kan!</p>
<p><a href="https://www.facebook.com/MajalahRemajaIslamDRise/">Driser</a>, bukannya kita meremehkan serangan yang terjadi Rabu (7/1) lalu itu. Serangan itu jelas nggak bikin masalah penghinaan Nabi saw beres. Cuman sekedar ngingetin aja, agar kita bisa lebih fair melihat tragedi Charlie Hebdo. Inkonsistensi alias standar ganda media barat sering sekali terjadi. Terutama kalo udah nyangkut Islam dan umat Islam. Kondisi ini semakin menunjukkan karakter musuh-musuh Islam seperti diingatkan Allah swt dalam firman-Nya: ”<em>Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.”</em> <strong>(QS. Ali’Imran [3]: 118). </strong></p>
<p>Makanya, percuma kalo kita ngarepin ’kepedulian’ pemerintah negara-negara Eropa untuk menindak tegas mereka yang udah melecehkan Nabi Muhammad saw. Yang ada cuman makan ati. Cape deh!</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 45</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-45-cinta-nabi-harga-mati/">Majalah Drise Edisi 45 : Cinta Nabi Harga Mati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-45-cinta-nabi-harga-mati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1559</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
