<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>#IndonesiaMilikAllah Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/indonesiamilikallah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Nov 2019 22:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Ketika Solusi Hanya Ilusi</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2016 07:14:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[#IndonesiaMilikAllah]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1726</guid>

					<description><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Sobat, begitu banyak problematika yang terjadi sekarang, ketika hukum Allah diabaikan, ketika urusan agama di nomor dua-kan. Pergaulan bebas yang semakin marak di kalangan remaja, fenomena pacaran yang sejatinya hanya mengundang murka-Nya, rusaknya aqidah para remaja yang seharusnya menjadi generasi emas, itu semua akibat tidak mengindahkan aturan-Nya, semua hanya berpaku pada kesenangan semata. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ketika Solusi Hanya Ilusi</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/">Ketika Solusi Hanya Ilusi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Sobat, begitu banyak problematika yang terjadi sekarang, ketika hukum Allah diabaikan, ketika urusan agama di nomor dua-kan. Pergaulan bebas yang semakin marak di kalangan remaja, fenomena pacaran yang sejatinya hanya mengundang murka-Nya, rusaknya aqidah para remaja yang seharusnya menjadi generasi emas, itu semua akibat tidak mengindahkan aturan-Nya, semua hanya berpaku pada kesenangan semata.</p>
<p>Alih-alih sekarang pemerintah justru membuat pasal yang melegalkan praktik aborsi, apakah itu sebuah solusi? Mungkin iya, menurut mereka yang tak punya rasa belas kasihan terhadap bayi yang dalam fitrahnya tidak memiliki kesalahan ataupun dosa.</p>
<p>Ada juga buku mata pelajaran Pendidikan Jasmani, yang memberikan jalan untuk terhindar dari perilaku seks bebas dengan cara ‘Pacaran Sehat’. Bukannya dari aktivitas pacaran itulahyang justru dapat menimbulkan perilaku seks bebas? Sekali lagi, apakah itu sebuah solusi?</p>
<p>Negeri ini katanya sih hebat, bisa mengatur banyak penduduk dan berbagai keberagaman yang ada. Tapi, apakah bisa dikatakan hebat jika harus menyampingkan aturan-Nya? Hei, please deh <a href="http://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/">#IndonesiaMilikAllah</a> sob!</p>
<p>O iya sobat, percaya gak sih, kalau orang-orang di negeri kita itu sangat tinggi nilai religinya. Kata guru Sejarah sih, saking tinggi nilai religinya, sampe-sampe rumah yang kosong sekalipun ketika ada orang yang masuk itu memberi salam. Hebat kan?</p>
<p>Tapi sayang, kini sudah banyak virus-virus yang berdatangan bak bibit penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh para kaum muslim secara tiba-tiba. Anehnya mereka justru nerima gitu aja atau mungkin sampe disambut, seperti kedatangan Jepang ke Indonesia.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, orang yang sakit flu misalnya, pasti bakal nyari obat yang bisa nyembuhin penyakitnya. Mungkin kalau udah sembuh, bisa minum vitamin biar gak cepet keserang virus-virus penyakit tadi. Iya apa iya?</p>
<p>Lalu, kenapa dengan budaya-budaya luar yang masuk tidak ditolak ya? Tapi malah diadopsi baik sengaja maupun tidak sengaja. Bahkan sampai dibangga-banggakan. Katanya budaya luar itu gak sesuai dengan kultur kita? Gimana sih? Hehe.. Contohnya : Hari V-Day yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Coba aja kalau setiap orang mau cari dan mau tahu dulu sejarahnya kayak apa. Pasti deh bakal jijik sama yang katanya Hari Kasih Sayang.</p>
<p>Kembali lagi ke aborsi, sering banget sekarang denger remaja-remaja yang sebenernya belum siap jadi ibu atau belum siap nikah tapi udah berani berbadan dua alias hamil, di luar nikah pula. Beuh, parah tingkat tinggi!</p>
<p>Kita coba berpikir kritis. Yang namanya hamil di luar nikah itu bisa dikategorikan sebagai sebuah problem alias masalah kan? Nah, untuk memecahkan masalah pasti harus diteliti dulu penyebab-penyebabnya sampai ke akar permasalahan.</p>
<p>Penyebab hamil di luar nikah tentu banyak, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Kurangnya perhatian orang tua terhadap pergaulan anak</li>
<li>Terjerumus ke dalam jurang pergaulan bebas tanpa batas</li>
<li>Pengaruh atau sugesti teman</li>
<li>Pacaran</li>
<li>Gaya hidup yang hanya mengutamakan kesenangan dan hawa nafsu semata</li>
</ol>
<p>Oke, dari situ, apa yang bisa disimpulkan? Apa ya? Jadi menurut ane pribadi akar permasalahan dari maraknya kasus hamil di luar nikah di kalangan remaja terutama, yaitu semakin kejamnya pergaulan bebas tanpa batas yang mengancam para generasi muda kita.</p>
<p>Ya, dengan pergaulan bebas, mereka berdalih bahwa <em>“saya berhak bermain dengan siapapun, asal bisa jaga diri.”</em> ditambah lagi adanya HAM, pasti tambah kacau lagi alasannya <em>“lho, ini kan hak saya mau pacaran mau enggak! Ini hidup saya, kenapa kamu yang ribet?” </em>wah ini yang udah kacau beliau, udah gak mau nerima masukkan dari orang lain yang padahal itu berupa <em>warning </em>juga buat dirinya sendiri. Giliran <em>accident</em>udah kejadian aja, nyalahin sana-sini. Ujung-ujungnya, nyari jalan keluarnya lewat aborsi. Beuh, sinetron banget deh ah!</p>
<p>Dari pihak Negara bagus sih udah mau turun tangan buat nanganin masalah hamil di luar nikah. Bukan sok mengkritisi atau sok pinter ya, kalau solusinya dengan membuat pasal yang melegalkan aborsi, yang ada pelaku hamil di luar nikah bukannya berkurang malah tambah banyak lagi. Kan mereka gak usah takut dan khawatir kalo MBA, soalnya kan udah ada pasal yang melegalisasikan aborsi. Itu solusi apa ilusi?</p>
<p>Islam telah mengatur hubungan antar wanita dan pria, melarang adanya campur baur dan berdua-duaan dengan lawan jenis kecuali disertai dengan mahramnya. Dan Islam pun melarang segala perbuatan yang dapat menghantarkan pada perzinahan, seperti pacaran, pemerkosaan, atau bahkan sampai hamil di luar nikah. Islam pun memberikan sanksi yang tegas dan tidak main-main untuk para pezina. Nah, ini yang namanya solusi. Solusi yang bisa menumpas habis segala perbuatan yang berujung pada perzinahan.Dan itu semua hanya bisa kita dapatkan bila adanya penerapan Syari’at Islam dalam bingkai Daulah Khilafah. Maka, solusi bukan lagi ilusi!. []</p>
<p><em>Ika Yelistia – SMAN 1 PALIMANAN</em></p>
<p>di muat di majalah remaja islam Drise Edisi 47</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/">Ketika Solusi Hanya Ilusi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>INDONESIA MILIK ALLAH, Return it to Him</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/indonesia-milik-allah-return-it-to-him/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/indonesia-milik-allah-return-it-to-him/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 May 2016 15:51:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomended]]></category>
		<category><![CDATA[#IndonesiaMilikAllah]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Hari Moekti Sang Rocker adalah masa lalu. Sekarang, Kang Hari Moekti sudah jauh dari dunia gemerlap keartisan dan mengabdikan hidupnya di jalan dakwah. Salah satu yang mengantarkan Ustadz kondang ini pada jalan dakwah ialah karena beliau sadar segalanya milik Allah dan kelak akan kembali kepadaNya. Termasuk pula negeri Indonesia ini, darat beserta perut &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/indonesia-milik-allah-return-it-to-him/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">INDONESIA MILIK ALLAH, Return it to Him</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/indonesia-milik-allah-return-it-to-him/">INDONESIA MILIK ALLAH, Return it to Him</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Majalahdrise.com &#8211; Hari Moekti</em> Sang Rocker adalah masa lalu. Sekarang, Kang <em>Hari Moekti</em> sudah jauh dari dunia gemerlap keartisan dan mengabdikan hidupnya di jalan dakwah. Salah satu yang mengantarkan Ustadz kondang ini pada jalan dakwah ialah karena beliau sadar segalanya milik Allah dan kelak akan kembali kepadaNya. Termasuk pula negeri Indonesia ini, darat beserta perut buminya ialah kepunyaan Allah, sehingga selayaknya diatur oleh Syariah-Nya. Itulah fokus penting dari buku karya <em>Hari Moekti</em> dan <em>Abu Zaid</em> yang berjudul <em><a href="http://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/">Indonesia Milik Allah</a> (return it to Him).</em></p>
<p>Buku yang berisikan 5 bab besar ini akan membuka mata kita yang selama ini kurang peduli dengan nasib Indonesia. Remaja peduli Indonesia pasti keren abis. Indonesia Yang Disayang Allah, begitu judul bab pertama. Bagaimana ya sayangnya Allah kepada Indonesia? Wahh, kalau disuruh ngitung, ngga akan sanggup deh. Mulai dari luasnya, kekayaan laut, keanekaragaman daratan, sampai budaya yang multi kaya. Ironisnya, kita seperti ikan yang mati tenggelam, yaitu sengsara di lumbung kekayaan. Salah satu penyebab utama ialah kita melupakan islam sebagai rahmatan lil’alamin. Sehingga ketika negeri kita dijajah, kita tidak sadar dan terlena.</p>
<p>Di bab selanjutnya, duo ustadz handal ini menerangkan bagaimana mengurus Indonesia agar semakin disayang Allah, sehingga tidak dirusak dan merusak alam seisinya. Dipaparkan pula, ternyata selama ini kita dijajah! Emang sih,penjajahan fisik sudah berlalu, sebagai gantinya kita dijajah dari segi pemikiran, mental dan ideologi. Seolah tidak terasa tapi berdampak nyata. Seperti kemiskinan, rendahnya pendidikan, kehancuran generasi, kesesatan agaman dan banyak lainnya.</p>
<p>Saatnya kita merdeka, Driser! Wah…terbakar semangat ya. Walaupun poin-poin buku ini terasa besar dan mendunia, namun dikemas dengan gaya bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti pembaca. Sehingga, setelah kitaselesai baca, cocok juga loh dikasi ke orang tua atau keluarga lainnya. Jadi, kita merdeka bareng-bareng. Sebab untuk sampai kepada aturanNya, kita tidak bisa sendirian. Ada tiga pilar untuk menjadikan Indonesia Milik Allah dengan tegaknya aturan-Nya. Pilar ketaqawaan Individu, Kontrol masyarakat dan tegaknya sistem negara. Nah, itulah yang terpapar dengan jelas di dalamnya. Nah, siap-siap makin pinter deh abis baca buku ini. Get it soon! <strong>[Alga Biru]</strong></p>
<p class="hide-if-no-js"><a id="set-post-thumbnail" class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1599&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 alignright" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2016/05/MAJALAHDRISE.COM-INDONESIA-MILIK-ALLAH-Return-it-to-Him-213x300.jpg?resize=189%2C266" alt="MAJALAHDRISE.COM - INDONESIA MILIK ALLAH, Return it to Him" width="189" height="266" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Profil Buku</strong></p>
<p>Judul                       Indonesia Milik Allah, Return it To Him</p>
<p>Penulis                    Hari Moekti dan Abu Zaid</p>
<p>Penerbit  Wadi Press</p>
<p>Harga                      Rp. 55.000</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/indonesia-milik-allah-return-it-to-him/">INDONESIA MILIK ALLAH, Return it to Him</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/indonesia-milik-allah-return-it-to-him/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>#RemajaMilikAllah</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/remajamilikallah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/remajamilikallah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2015 15:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[#IndonesiaMilikAllah]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Remaja oh remaja, dirimu begitu luar biasa. Potensi yang kau punya adalah istimewa mu. Kau punya tenaga yang kuat alias masih energik sehingga mampu untuk beraktifitas seharian. Kau punya daya ingat yang masih kuat sebab dirimu belum terbebani untuk memikirkan suami, anak, tagihan listrik, air, dan lainnya. kau punya waktu luang yang banyak, dimana waktu &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/remajamilikallah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">#RemajaMilikAllah</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/remajamilikallah/">#RemajaMilikAllah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Remaja oh remaja, dirimu begitu luar biasa. Potensi yang kau punya adalah istimewa mu. Kau punya tenaga yang kuat alias masih energik sehingga mampu untuk beraktifitas seharian. Kau punya daya ingat yang masih kuat sebab dirimu belum terbebani untuk memikirkan suami, anak, tagihan listrik, air, dan lainnya. kau punya waktu luang yang banyak, dimana waktu mu belum tersita dengan mengurusi dapur, sumur, kasur, jemur, dan Tekukur (sejenis burung yang banyak dipelihara para bapak).</p>
<p>Potensi itulah yang akhirnya bisa membuat remaja menjadi sosok yang istimewa. Sosok yang di rindukan oleh umat. Seperti Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel yang selama 825 tahun tak tertaklukkan namun di tangannya kota tersebut tertaklukkan. Sementara pada saat itu usia beliau masih 21 tahun! Luar biasa. Lalu ada juga sosok mulia seperti seorang anak yatim,Imam Syafi’i yang haus akan ilmu dan di usianya 15 tahun ia merantau ke luar Mekkah untuk menuntut ilmu, ketika ia masih berumur 9 tahun beliau sudah menghafal Quran. Tak ketinggalan, gadis cilik bernama Aisyah yang beliau hafal 2000 hadist (kalau kita sudah hafal berapa hadist ya?), ada juga ilmuan-ilmuan hebat seperti Ibnu Firnas penemu pesawat jauh sebelum wright bersaudara, Ibnu Sina penemu ilmu kedokteran yang sampai sekarang bukunya masih di jadikan rujukan dalam dunia kedokteran di dunia, Mariyam penemu astorlab, Al Khawarizmi penemu angka nol dan teori aljabar. Itu saja? Tentu tidak, masih banyak sekali pemuda-pemuda luar biasa yang memanfaatkan potensinya dengan benar.</p>
<p>Selain mereka hebat di bidang sains dan teknologi, ternyata mereka adalah orang yang dekat dengan Allah, penghafal Al-Quran dan peduli. Waktu, tenaga, fikiran, bahkan harta mereka jadikan untuk semakin meraih kemulian di hadapan dan juga untuk kontribusi kepada Islam. Subhanallah.</p>
<p>Namun, apa di kata, keberadaan remaja di zaman sekarang dengan zaman tersebut bertolak belakang sekali. kondisinya memang sudah edan se-edan-edannya. Bagaimana bisa ada remaja di kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat yang melakukan arisan seks? Dan karenanya, ada 3 siswa yang tidak ikut ujian nasional karena hamil. Apalagi jika ada konser justin bibir atau artis-artis korea (maaf namanya gak disebut karena penulis tidak pernah ngefans, hehe) langsung histeris yang cetar membahana, teriak-teriak sambil menangis kepada sang idola. pacaran yang berbagai macam gaya, mulai dari sebutan khusus seperi mimi pipi, ayah bunda, mengukir nama pacar di tangan dengan silet, sampai ML (Making Love). Diramaikan juga dengan fenomena cabe-cabean, terong-teronga, dan cabe di terongin. Jangan-jangan nanti ada fenomena tomat-tomatan, bawang-bawangan. Astagfirullah…</p>
<p>Kok bisa ya ada remaja yang luar biasa seperti Muhammad Al Fatih dan kawan-kawannya, sementara disisi lain ada remaja yang rusaknya minta ampun deh. Mari kita merenung sejenak, ah, kelamaan! Langsung saja kita berfikir, kira-kira apa yang membuat remaja zaman dulu dengan zaman sekarang berbeda? Padahal agamanya sama; Islam, kitabnya sama; Al-Qurannya, rasulnya juga sama; Muhammad Saw. Lalu apa donk? Hmm.. (mikir)</p>
<p>Aha!! Aku tau jawabannya!! (ekspresinya ala film-film d Tv tuh, mengacungkan telunjuk lalu ada lampu nyala di dekat kepala). Dahulu itu sistem kehidupannya itu dengan sistem islam yang di terapkan dengan sempurna, bahasa kerennya tuh kaaffah. Jadi, kenapa bisa ada remaja-remaja hebat seperti Muhammad Al fatih dkk, ya karena mereka hidup di bawah aturan islam yang di formalkan dimana biasa di sebut dengan daulah khilafah. Sementara sekarang kita tidak hidup di bawah daulah khilafah melainkan hidup di bawah sistem kapitalisme yang mengusung kebebasan. Kebebasan berpendapat, kekebasan memiliki, kebebasan berekpresi dan kebebasan beragama. Dan akhirnya gini deh, menghasilkan remaja-remaja yang kebablasan karena kebebasan itu tadi.</p>
<p>Sehingga akan hanya menjadi mimpi siang bolong saja jika menginginkan remaja yang berkualitas tapi sistemnya masih pake sistem kapitalisme. Nah, itu artinya kudu wajib kita hidup di bawah aturan Allah sebab #RemajaMilikAllah.</p>
<p>Kawan, kita ini sebagai remaja adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. So, itu artinya ketika kita adalah milik Allah maka harus di atur dengan aturan Allah juga yakni islam. Islam adalah agama yang kerena dan oke banget deh. Segala hal ada di dalam islam. Mau apa? Masalaha ekonomi? Ada, masalah pendidikan? Ada, masalah sosial budaya? Ada, masalah cinta? Ada. Pokoknya semua ada deh dalam islam.</p>
<p>Dan terbuktikan hasil dari remaja yang di atur dengan islam adalah remaja yang berkualitas tinggi dan remaja yang tidak di atur dengan islam adalah remaja yang rendah(an). Karena #RemajaMilikAllah, yuk kita kembali pada islam dan menjadikan islam sebagai <em>the way of life</em>. Tidak cukup pada diri remaja saja melainkan sistem atau lingkungan pun juga harus menggunakan aturan islam dalam naungan khilafah islamiyyah. (Dewi Murni)</p>
<p>di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi #38</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/remajamilikallah/">#RemajaMilikAllah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/remajamilikallah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1040</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melangkahlah, Terangi Gulita!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/melangkahlah-terangi-gulita/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/melangkahlah-terangi-gulita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2015 16:27:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[#IndonesiaMilikAllah]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1035</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasul pernah bilang, “Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing. Berbahagialah orang-orang yang asing”. Waktu jaman jahiliyah dulu, kemaksiatan merajalela di tengah masyarakat. Mulai dari pertikaian antar suku, perzinaan, pembunuhan bayi perempuan, hingga kecurangan dalam timbangan. Lalu Islam datang, benerin semua kemaksiatan yang sudah mendarah daging itu. Islam mengharamkan pembunuhan tanpa alasan syar’i. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/melangkahlah-terangi-gulita/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Melangkahlah, Terangi Gulita!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/melangkahlah-terangi-gulita/">Melangkahlah, Terangi Gulita!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rasul pernah bilang, “Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing. Berbahagialah orang-orang yang asing”. Waktu jaman jahiliyah dulu, kemaksiatan merajalela di tengah masyarakat. Mulai dari pertikaian antar suku, perzinaan, pembunuhan bayi perempuan, hingga kecurangan dalam timbangan. Lalu Islam datang, benerin semua kemaksiatan yang sudah mendarah daging itu. Islam mengharamkan pembunuhan tanpa alasan syar’i. Pelaku zina dikenakan hukuman razam atau jilid biar pada kapok. Perempuan dimuliakn dari semenjak lahirnya, hingga ajal menjemput. Dalam transaksi muamalah, penjual dan pembeli sama-sama untung dan puas saat syariah Islam mengaturnya.</p>
<p>Wajar kalo Islam dianggap asing saat jaman jahiliyah. Lantaran berbeda bahkan menentang kebiasaan masyarakat. Kini, keadaannya nggak jauh beda. Islam kembali terasing setelah kehilafahan Utsmaniyah runtuh dan nggak ada lagi negara Islam yang menerapkan syariah secara menyeluruh untuk ngatur masyarakat. Walhasil, kemaksiatan kembali merajalela dalam naungan aturan demokrasi sekuler. Ajaran Islam diakui, tapi dikebiri cuman dalam masalah ibadah utama aja. Sementara yang ngatur rakyat dalam ekonomi, politik, pendidikan, militer, hingga luar negeri pake aturan sekuler.</p>
<p>Untuk mengembalikan kejayaan Islam sebagaimana pernah terjadi pasca Rasul mendirikan negara Islam di Madinah hingga kekhilafahan Utsmaniyah, umat harus nyadar dulu. Betapa penting dan mendesaknya penerapan Syariah oleh negara untuk menghentikan kemaksiatan yang bikin rakyat sengsara. Untuk itu, kudu ada upaya menyadarkan masyarakat biar syariah Islam nggak dianggap asing. Masyarakat pun dengan rela ikut ambil bagian dalam perjuangan menegakkan kembali pemerintahan Islam, khilafah Islamiyah yang mengikuti jejak kenabian.</p>
<p>Salah satu bentuk penyadaran masyarakat tentang pentingnya syariah Islam adalah dengan digelarnya perhelatan akbar Konferensi Islam dan Peradaban (KIP). Konferensi di 70 kota itu digelar secara marathon dari tanggal 27 Mei hingga 01 Juni. Hizbut Tahrir Indonesia selaku pihak penyelenggara, mengajak umat menyadari saatnya #KhilafahIslamicState menggantikan aturan demokrasi dan sistem ekonomi liberal. Karena #IndonesiaMilikAllah. Melangkahlah, terangi gulita!</p>
<p class="hide-if-no-js"><a class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1035&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/11/DRISE-ONLINE.COM-4-300x204.png?resize=266%2C181" alt="MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM" width="266" height="181" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p class="hide-if-no-js"><a class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1035&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/11/DRISE-ONLINE.COM-5-300x229.png?resize=266%2C203" alt="MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COMMAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM" width="266" height="203" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p class="hide-if-no-js"><a id="set-post-thumbnail" class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1035&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/11/DRISE-ONLINE.COM-6-300x207.png?resize=266%2C184" alt="MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM" width="266" height="184" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p class="hide-if-no-js"><a class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1035&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/11/DRISE-ONLINE.COM-3-257x300.png?resize=228%2C266" alt="MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM" width="228" height="266" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p class="hide-if-no-js"><a class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1035&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/11/DRISE-ONLINE.COM-2-254x300.png?resize=225%2C266" alt="MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM" width="225" height="266" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p class="hide-if-no-js"><a id="set-post-thumbnail" class="thickbox" title="Set featured image" href="http://majalahdrise.my.id/wp-admin/media-upload.php?post_id=1035&amp;type=image&amp;TB_iframe=1"><img class="attachment-266x266 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2015/11/DRISE-ONLINE.COM-1-300x230.png?resize=266%2C204" alt="MAJALAH REMAJA - Melangkahlah, Terangi Gulita! -DRISE-ONLINE.COM" width="266" height="204" data-recalc-dims="1" /></a>di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#38</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/melangkahlah-terangi-gulita/">Melangkahlah, Terangi Gulita!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/melangkahlah-terangi-gulita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>#IndonesiaMilikAllah</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2015 12:18:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[#IndonesiaMilikAllah]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=957</guid>

					<description><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; Gemah ripah loh jinawi alias kekayaan yang berlimpah identik dengan Indonesia. Pesona sumber daya alam Ibu Pertiwi yang bejibun bikin air liur para penjajah barat ngiler untuk mampir ke negeri kita. Dari jaman nenek moyang, hingga nenek-nenek bisa kayang, kekayaan alam baik di daratan hingga lautan nggak ada abisnya. Inilah salah satu kenikmatan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">#IndonesiaMilikAllah</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/">#IndonesiaMilikAllah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; Gemah ripah loh jinawi alias kekayaan yang berlimpah identik dengan Indonesia. Pesona sumber daya alam Ibu Pertiwi yang bejibun bikin air liur para penjajah barat ngiler untuk mampir ke negeri kita. Dari jaman nenek moyang, hingga nenek-nenek bisa kayang, kekayaan alam baik di daratan hingga lautan nggak ada abisnya. Inilah salah satu kenikmatan yang Allah swt anugerahkan ke negeri khatulistiwa ini.</p>
<p>Sayangnya, keberlimpahan yang terkandung dalam kekayaan alam negeri kita belum sepenuhnya bisa dinikmati rakyat. Lantaran makin hari, makin banyak kekayaan alam yang dirampok investor asing berkedok swastanisasi. Liat aja, sebagian wilayah udara kita dikontrol oleh Singapura. Minyak dikuasai oleh Chevron. Emas juga diangkut ke AS. Batubara terbang ke Cina. Gas alam ke Jepang, Prancis, dll. Rakyat pribumi kebagian kerusakan alamnya.</p>
<p>Bagaimana dengan air? Setali tiga uang. Air yang sejatinya milik umum pun masih harus beli ke Asing, seperti yang terjadi di Jakarta. Saat ini hampir seluruh pengelolaan air di Jakarta dikelola pihak asing, yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) yang merupakan lini usaha perusahaan asal Perancis Suez Environnement dan bagian dari PT Astratel Nusantara lini usaha Grup ASTRA Indonesia, serta PT Aetra yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan Singapura Acuatico Pte Ltd.</p>
<p>Sejatinya, kekayaan alam Indonesia yang berlimpah anugerah dari Allah swt bisa bener-bener dikelola oleh negara biar hasilnya bisa dinikmati rakyat. Bener sistem pengelolaan SDA-nya bener juga orang-orang yang ngaturnya. Kayanya ini cuman jadi mimpi kalo negara kita masih bermesraan dengan #Demokrasi. Lantaran sistem pemerintahan rakyat ini yang melegalkan swastanisasi kekayaan alam dan memuluskan penjajahan ekonomi melalui utang riba. Kran kebebasan kepemilikan yang diagungkan Demokrasi, bikin para investor asing dengan seenak perut menjarah kekayaan negeri. Akibat tekanan IMF, pemerintah cuman bisa gigit jari. Saatnya tinggalkan demokrasi, terapkan syariah dan khilafah. Karena Indonesia Milik Allah&#8230;[341]</p>
<p>di Muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #37</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/">#IndonesiaMilikAllah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">957</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
