<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>belajar Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/tag/belajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Oct 2017 03:23:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Teman Nyontek Saat Ulangan, Gimana Sikap Kita?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/teman-nyontek-saat-ulangan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/teman-nyontek-saat-ulangan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 15:24:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[nyontek]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ulangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=70</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb. Saya mau bertanya tentang sikap yg harus saya lakukan, di sekolah saya sering menjumpai banyak teman2 saya yg menyontek saat ulangan berlangsung. Terkadang terlintas pikiran untk melapor pada guru namun ada rasa tak tega karna itu tmn saya namun kdng saya jg mikirin masa dpn mreka? Menurut mbk apa yg hrs saya &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/teman-nyontek-saat-ulangan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Teman Nyontek Saat Ulangan, Gimana Sikap Kita?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/teman-nyontek-saat-ulangan/">Teman Nyontek Saat Ulangan, Gimana Sikap Kita?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/nyontek-pake-hp.jpg"><img class="alignleft  wp-image-71" style="margin: 10px;" alt="nyontek pake hp" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/03/nyontek-pake-hp-300x225.jpg?w=200" data-recalc-dims="1" /></a><i>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</i></p>
<p><i>Saya mau bertanya tentang sikap yg harus saya lakukan, di sekolah saya sering menjumpai banyak teman2 saya yg menyontek saat ulangan berlangsung. Terkadang terlintas pikiran untk melapor pada guru namun ada rasa tak tega karna itu tmn saya namun kdng saya jg mikirin masa dpn mreka? Menurut mbk apa yg hrs saya lakukan ? Mohon bimbingannya syukron. ( Afifah Atthahiroh) </i></p>
<p><i>Wa’laikumussalam Wr.Wb </i></p>
<p><span id="more-70"></span>Dik Afifah yang baik,</p>
<p>Menyontek ‘plagiat’ saat ini telah menjadi budaya siswa yang mengingikan hasil baik tanpa susah payah belajar. Menyontek menjadi jalan pintas mendapat nilai ‘pantas’. Dalam ujian, fenomena menyontek telah menjadi kebiasaan. Menyontek pekerjaan teman yang ia anggap lebih pintar atau mengerjakan soal dengan jawaban yang dilihatnya dari catatan yang sudah dipersiapkan, baik buku-buku atau catatan kecil lainnya. Sering menyontek telah direncanakan dan dikoordinir oleh banyak teman dalam satu kelas, sehingga sulit diketahui oleh guru atau pengawas.</p>
<p>Dik Afifah yang baik,</p>
<p>Menyontek adalah tindakan tidak terpuji. Yang biasa dilakukan oleh seorang yang malas belajar. Islam memerintahkan agar kita senantiasa belajar secara optimal sebagai usaha mendapatkan hasil maksimal dengan tetap memegang kejujuran. Namun, saat ini kejujuran menjadi barang langka. Banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, termasuk memperoleh nilai. Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa memegang kejujuran. Kejujuran akan bersama dengan kebaikan dan keduanya akan ada di surga, dan sebaliknya dusta bersama dengan keburukan, dan keduanya akan ada di neraka.</p>
<p>Dik Afifah yang baik,</p>
<p>Sebaik-baik teman adalah seseorang yang selalu mengajak kebaikan. Ia bersedia membantu ketika temannya melakukan tindakan yang benar, dan mengingatkan saat temannya melakukan kesalahan. Teman terbaik bukanlah yang selalu menyetujui semua tindakan temannya, akan tetapi ia mengingatkan ketika temannya melakukan kesalahan. Rasa cinta dan sayang menjadikannya tidak rela temannya dalam kekeliruan.</p>
<p>Dik Afifah yang baik,</p>
<p>Islam mewajibkan Kita berdakwah, saling menasehati dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. “<i>Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, dan apabila ia tidak mampu, maka hendaklah ia merubahnya dengan lisannya, dan apabila ia tidak mampu, maka hendaklah merubahnya dengan hatinya. Dan sesungguhnya hal itu merupakan selemah-lemahnya iman</i> “(Al Hadist). Maka ingatkanlah teman-teman yang suka menyontek akan buruknya perbuatan tersebut . Jika mereka tidak berubah, maka laporkanlah ke guru agar beliau yang menegur. Demikian Dik, semoga teman-teman dik Afifah menjadi generasi muda Islam yang selalu dalam kejujuran. Aamiin&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/teman-nyontek-saat-ulangan/">Teman Nyontek Saat Ulangan, Gimana Sikap Kita?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/teman-nyontek-saat-ulangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ilmu Hitam, Bolehkah Dipelajari?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2012 12:04:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Syarie]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu hitam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=289</guid>

					<description><![CDATA[<p>[DRise-#027] aslmkm drise mw tanya ni apa ya hukumnya kalo qta ngaji tpi ada unsur untuk menuntut ilmu hitam / ilmu putih ? misal: supaya tubuh menjadi kebal ,tahan bacok , dll emang ada yah ilmu gituan ? mhon dbls ya (zahra-bogor) Wa’alaikumslm.wrwb. Saudaraku,  pada dasarnya menuntut ilmu hukumnya wajib, hanya istilahnya dibedakan hingga muncul &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ilmu Hitam, Bolehkah Dipelajari?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam/">Ilmu Hitam, Bolehkah Dipelajari?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><strong><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/05/ilmu-hitam.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-290" title="belajar ilmu hitam" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/05/ilmu-hitam-300x150.jpg?resize=300%2C150" alt="ilmu hitam" width="300" height="150" data-recalc-dims="1" /></a>[DRise-#027]</strong> <i>aslmkm drise mw tanya ni apa ya hukumnya kalo qta ngaji tpi ada unsur untuk menuntut ilmu hitam / ilmu putih ? misal: supaya tubuh menjadi kebal ,tahan bacok , dll emang ada yah ilmu gituan ? mhon dbls ya </i><b>(zahra-bogor)</b></p>
<p><span id="more-289"></span>Wa’alaikumslm.wrwb.</p>
<p>Saudaraku,  pada dasarnya menuntut ilmu hukumnya wajib, hanya istilahnya dibedakan hingga muncul ilmu hitam atau ilmu putih. Kalau mempelajari ilmu agama (yang terkait dengan pemenuhan kewajiban yang sifatnya individual) itu fardhu &#8216;ain. Artinya wajib bagi setiap muslim mempelajarinya. Sementara mempelajari ilmu-ilmu umum adalah fardu kifayah. Artinya kalau secara fungsional sudah tercukupi kebutuhannya maka gugur kewajiban bagi yang belum mempelajarinya. Dalam ranah keilmuan Islam sangat luas cakupannya,  menyangkut hal yang bisa diverifikasi dan hal-hal yang bersifat metafisik.</p>
<p>Di dalam kajian imu tauhid memang ada yang menyinggung masalah <i>amrun kahriqun lil ‘adah </i>(perkara yang luar biasa).  Maksudnya sesuatu yang dilakukan manusia tetapi tidak wajar terjadinya, seperti: tidak mempan dibacok, berjalan diatas air, bisa menghilang dll. Orang lazim <a title="belajar ilmu hitam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_hitam" target="_blank" rel="noopener">mengkaitkkannya dengan ilmu hitam</a> Bahkan di tanah jawa ada ilmu atau ajian yang disebut <i>kedotan</i> (ilmu kebal), <i>brojo musti</i> (kekuatan pukulan penghancur), <i>lembu sekilan</i> (ilmu yang bisa menghindarkan badan dari sejata apapun meski dalam jarak satu jengkal) dll.</p>
<p>Nah <i>amrun khariqun lill ‘adah</i> ini ada tiga,  yaitu: 1. Mukjizat &gt; hanya diberikan kepada nabi dan rasul, dan tidak dapat dipelajari, maka bisa dipastikan bahwa selain nabi dan rasul tidak akan mendapatkan mukjizat. 2. Karamah &gt; diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang shalih yang dekat denganNya atau biasa disebut wali-wali Allah, dan karamah ini tidak dapat dipelajari. 3. Sihir &gt; sesuatu yang luar biasa yang bisa diakukan oleh seseorang dan bisa dipelajari yang sering berhubungan dengan ilmu hitam. Dengan  melihat ketiga  <i>amrun khariqun lil’adah</i> ini, maka bisa disimpulkan bahwa semua perkara luar biasa yang dilakukan manusia karena bisa dipelajari maka itu termasuk sihir, maka hukum mempelajarinya adalah <b>haram</b>.</p>
<p>Misalnya seseorang yang akan menguasi ilmu kebal harus puasa 5 hari tanpa buka (buka dengan sesuap nasi dan seteguk air), kemudian pada malam kelima ia harus membaca mantra tertentu seribu kali setelah itu di uji dan bisa dibuktikan ia tidak mempan dibacok maka ini merupakan salah satu bentuk sihir. Perlu diketahui bahwa semua itu terjadi karena keterlibatan makhluk yang disebut <b>jin. </b>Sang jin terpangggil untuk datang karena mantra-mantra tertentu yang dibaca seseorang.</p>
<p>Oleh karena tidak usahlah kita mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Pelajarilah ilmu-ilmu yang dapat memperkuat akidah kita, pelajari pula ilmu fikih, ushul fikih dll. Yang dengannya kita dapat ibadah dengan benar serta mengetahui khazanah pemikiran islam. Dan jangan lupa dakwahkan ilmu yang sudah dipelajari. hal ini akan sangat memungkinkan kita menjadi wali-wali Allah yang mendapatkan <i>karamah</i> dari Allah dalam bentuk <i>Nashrullah</i> (pertolongan Allah) sehingga kita diberikan kemudahan dalam berdakwah, hujjah yang kuat didepan para penentang serta datangnya kemenangan bagi ummat ini. <i>Walahu a’lam[]</i></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam/">Ilmu Hitam, Bolehkah Dipelajari?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/hukum-belajar-ilmu-hitam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">289</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
