<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Wawancara Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/wawancara-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2020 22:52:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Aneh Perokok itu, selain membahayakan diri sendiri Juga orang Lain</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/aneh-perokok-itu-selain-membahayakan-diri-sendiri-juga-orang-lain/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/aneh-perokok-itu-selain-membahayakan-diri-sendiri-juga-orang-lain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 22:52:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4568</guid>

					<description><![CDATA[<p>Para aktivis bakar tembakau, kebakaran &#160;jenggot. Masalahnya, isu kenaikan harga rokok bikin was-was. Gimana &#160;nggak, kalo satu bungkus yang cuman belasan ribu mungkin masih ngepas ama uang saku. Lha giliran naik jadi lima puluh ribuan per bungkus, mikir lagi kalo mau tetep ngudud. Padahal dari sisi kesehatan, ngerokok nggak ada baiknya. Terlebih untuk remaja. Biar &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/aneh-perokok-itu-selain-membahayakan-diri-sendiri-juga-orang-lain/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Aneh Perokok itu, selain membahayakan diri sendiri Juga orang Lain</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/aneh-perokok-itu-selain-membahayakan-diri-sendiri-juga-orang-lain/">Aneh Perokok itu, selain membahayakan diri sendiri Juga orang Lain</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Para aktivis bakar tembakau, kebakaran &nbsp;jenggot. Masalahnya, isu kenaikan harga rokok bikin was-was. Gimana &nbsp;nggak, kalo satu bungkus yang cuman belasan ribu mungkin masih ngepas ama uang saku. Lha giliran naik jadi lima puluh ribuan per bungkus, mikir lagi kalo mau tetep ngudud. Padahal dari sisi kesehatan, ngerokok nggak ada baiknya. Terlebih untuk remaja. Biar kamu nggak salah kaprah seputar rokok dan gaya hidup remaja, kita simak obrolan mbak Alga dari redaksi drise dengan dokter Arum. Yuk simak!</p>



<p><strong><em>Baru-baru ini beredar opini akan adanya kenaikan rokok dengan berbagai penelaahan dan sejumlah alasan. Bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?</em></strong></p>



<p>Kita memahami persoalan terkait rokok adalah persoalan yang sangat kompleks. Karena itu menaikkan harga rokok belum bisa menyelesaikan persoalan akibat merokok ini dengan tuntas. Mungkin memang bisa mengurangi jumlah perokok pemula remaja ketika harga rokok naik. Tapi bagi pecandu rokok berat, apalagi yang memiliki uang, bisa jadi tetap membeli rokok. Di sisi lain, bisa jadi akan ada persoalan baru yang muncul seperti adanya rokok illegal atau mengganti rokok dengan bahan lain yang berefek sama. Kita harus menyadari ada banyak hal yang harus dibenahi, baik persoalan regulasi , industry, promosi bahkan soal campur tangan politisi. Jadi tidak usah berlebihan menanggapinya</p>



<p>&nbsp;<strong><em>Jika kenaikan rokok dianggap mampu mempengaruhi daya beli masyarakat, apa ini berkorelasi positif dengan gaya hidup sehat?</em></strong></p>



<p>Pada individu tertentu mungkin ada sedkit perubahan, namun secara umum tidak berkorelasi dengan terbentuknya gaya hidup sehat. Mengapa demikian? Karena banyak gaya hidup yang tidak sehat yang dipilih oleh masyarakat. Masyarakat belum cerdas sehat dan belum sadar sehat. Maka tanpa rokok belum menjamin gaya hidup mereka lebih sehat.</p>



<p>&nbsp;<strong><em>Di bungkus rokok selalu tertulis peringatan menyeramkan (rokok dapat menyebabkan kematian), apa ini dinilai kurang memberikan efek jera?</em></strong></p>



<p>Melihat fakta jumlah perokok yang makin meningkat, termasuk meningkatnya jumlah perokok pemula, maka jelas bahwa peringatan yang menyeramkanRokok membunuhmu- itu ternyata tidak efektif. Dari sini kita bisa melihat bagaimana kondisi&nbsp; masyarakat kita. Ini mencerminkan masyarakat yang tidak hanya tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga tidak peduli pada kesehatan orang lain.</p>



<p>Bahaya asap rokok bagi perokok pasif saya kira sudah sering disampaikan. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan perasaan masyarakat kita. Atau dengan kata lain masyarakat&nbsp; kita sedang sakit, sehingga tidak dapat berpikir jernih dan tidak menggunakan akal sehatnya. Mereka memilih sesuatu yang sesaat menyenangkan – menenangkan, namun dalam jangka panjang membahayakan bahkan mematikan &nbsp;</p>



<p><strong><em>Dari pandangan medis sendiri, sejauh mana bahaya rokok? Baik aktif, pasif maupun lingkungan sekitar? </em></strong>&nbsp;</p>



<p>Berbagai penelitian telah menunjukkan bahaya rokok bagi perokok. Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung.</p>



<p>Nikotin juga bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Sehingga terjadi jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis dengan segala dampaknya &nbsp;seperti penyakit jantung koroneer. Merokok juga dapat mengakibatkan</p>



<p>&nbsp;<strong>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)</strong></p>



<p>(80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok). Dampak lainnya adalah</p>



<p><strong>Impotensi</strong>, Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh. Rokok juga meningkatkan resiko terjadinya kanker paru.</p>



<p>Sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan karena asap rokok. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru. Asap rokok juga merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok. &nbsp;Rokok juga berbahaya bagi orang sekitarnya, atau yang sering kita sebut sebagai perokok pasif.</p>



<p>WHO memperkirakan setidaknya lebih dari 600.000 orang di dunia &nbsp;yang bukan perokok meninggal dunia akibat asap rokok (perokok Pasif). Dan sekitar 165.000 anak meninggal karena menjadi perokok pasif, terutama di Asia Tenggara dan Afrika. Orang yang Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala seperti mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk. Asap rokok bahkan mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia yang ratusan diantaranya telah terdeteksi berbahaya dan 50 jenis bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan kanker seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida.</p>



<p>Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Dampak lain dari asap rokok adalah memyebabkan penyempitan pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal yang m membuat perokok pasif lebih berisiko terkena stroke dan serangan jantung. &nbsp;</p>



<p><strong>Pada ibu hamil</strong> yang terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Sementara itu Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronchitis juga asma. Bahkan kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok. Bagi lingkungan, jelas asap rokok menyebabkan udara menjadi kotor dalam waktu dua sampai tiga jam udara masih mengandung asap rokok meski tidak tercium oleh indra penciuman manusia. &nbsp;</p>



<p><strong><em>Apa kabar perokok remaja di Indonesia, Bu? Kenapa para remaja ditemukan sebagai perokok aktif di komunitasnya?</em></strong></p>



<p>Jumlah perokok remaja di Indonesia ternyata terus meningkat secara drastis Ketua I Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Penanggulangan Tembakau, Widyastuti Soerojo, menyebut. Tahun 2010 jumlah perokok umur 14 tahun sudah mencapai 3,9 juta orang. Pada 2013 meningkat menjadi lebih dari 7 juta. Sementara itu jumlah peroko baru terus meningkat. Bahkan perharinya sekitar 45 ribu perokok baru di Indonesia.</p>



<p><strong>Survei Organisasi Kesehatan Dunia</strong> (WHO)</p>



<p>&nbsp;pada 2014 terhadap siswa sekolah usia 13-15 tahun di Indonesia mengungkap 36,2% laki-laki dan 4,3% perempuan mengonsumsi tembakau. Umumnya, siswa mulai merokok pada usia 12-13 tahun. Sungguhnmemprihatinkan remaja menjadi perokok banyak faktor. Awalnya karena cobacoba, meniru yang lain, termasuk meniru orang yang lebih tua akhirnya kecanduan.&nbsp; Bisa juga karena pergaulan, kalau nggak merokok tidak diterima dalam komunitas&nbsp; remaja tertentu.</p>



<p>Remaja yang tidak merokok&nbsp; dianggap tidak gaul, kuno dsb. Akhirnya &#8216;terpaksa&#8217;merokok dan kecanduan. Apalagi di Indonesia banyak acara-acara&nbsp; “gaul”sponsornya pabrik rokok. Remaja seperti digiring untuk merokok. Lingkungan yang mentolerir rokok juga turun berperan&nbsp; membuat mereka jadi perokok.&nbsp; Semua terjadi karena remaja tidak memilliki jati diri dan tidak paham tujuan hidup yang sesungguhnya, sehingga memilih nikmat sesaat tapi membahayakan hidupnya di dunia, bahkan akheratnya</p>



<p>&nbsp;<strong><em>Jika remaja yang sudah terlanjur gemar merokok, usaha apa yang bisa dilakukan untuk berhenti dari candu yang satu ini?</em></strong></p>



<p>&nbsp;Pertama ajak bicara dari hati ke hati. Tanyakan alasannya merokok. Jelaskan bagaimana seorang pemuda seharusnya, tanpa rokok pun bisa menjadi remaja handal, laki-laki sejati dst. &nbsp;Kedua pahamkan akan bahaya rokok bagi dirinya dan orang lain dengan lengkap dan jelas, kalau perlu dengan gambar, sehingga teman remaja paham benar resiko merokok. Selain dari aspek kesehatan, sampaikan juga resiko dari aspek ekonomi. &nbsp;Ketiga motivasi remaja untuk berkarya nyata dengan melakukan kegiatan positif dan yang tidak boleh &nbsp;dilupakan,orang sekitarnya menjadi teladan dnegan tidak merokok</p>



<p><strong><em>Jika ada larangan merokok remaja, sedangkan di kalangan orang tua tetap jalan, bagaimana solusinya?</em></strong></p>



<p>Berat kalau tetap ada toleransi untuk merokok, tapi kalau itu yang terjadi, seharusnya sosialisasi bahaya rokok makin digencarkan. Demikiana juga kampanye remaja sehat makin diintensifkan dan bahaya rokok perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Negara harus perbanyak sarana kegiatan positif bagi remaja dan meniadakan iklan rokok termasuk melarang perusahaan rokok sebagai sponsor kacara remaja.</p>



<p><strong><em>Apakah isu agama dapat dijadikan dalil untuk para perokok untuk berhenti atau setidaknya bertindak lebih bijaksama?</em></strong></p>



<p>&nbsp;Melihat karakteristik masyarakat kita saat ini rasanya dalil agama belum efektif untuk mencegah merokok. Aturan agama yang parsial penerapannya tidak akan membentuk budaya masyarakat yang berasaskan pada aturan agama. Padahal dalam kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan aturan dan perasaan yang sama yang muncul dan terbentuk dari pemikiran yang sama. Sehingga standar yang dipakai juga sama. Saat ini kita melihat adanya perbedaan pandangan dalam suatu hal, termasuk dalam menentukan hukum rokok misalnya. Agama belum dijadikan landasan dalam menentukan perbuatan/aktivitas termasuk merokok. Akibatnya hawa nafsu yang lebih dominan, dunia yang lebih diutamakan. Kondisi seperti ini membuat perokok &nbsp;mengabaikan hukum merokok dalam pandangan agama.</p>



<p><strong><em>Bagaimana peran negara seharusnya memecahkan masalah ini?</em></strong></p>



<p>Negara seharusnya menyadari bahwa negara punya peran sentral dalam mengatur semua urusan rakyat termasuk urusan rokok merokok ini. Negara perlu membuat aturan yang menyeluruh dan komprehensif atas rokok ini. Negara memastikan warga &nbsp;negaranya paham benar bahaya rokok dan hukum merokok sehingga dapat bersikap tepat dan bertanggungjawab. Negara mengatur industry rokok dengan regulasi sedemikian rupa dan juga tidak menjadikan pajak rokok sebagai sumber pemasukan negara dan mencari sumber pemasukan yang aman seperti dari sumber daya alam. Di sisi lain juga tidak mengizinkan pabrik rokok sebagai sponsor dalam kegiatan apapun.</p>



<p>&nbsp;<strong><em>Apa pesan ibu untuk para pembaca DRISE seluruh Indonesia?</em></strong></p>



<p><strong><em> </em></strong>Bahaya rokok sudah cukup jelas, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Karena itu jangan coba-coba menjadi perokok karena membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan  untuk tidak membahayakan diri sendiri dan  orang lain. Yang sudah jadi perokok segera lah berhenti. Gunakan masa muda untuk berkarya yang membawa manfaat untuk orang lain.[]</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/aneh-perokok-itu-selain-membahayakan-diri-sendiri-juga-orang-lain/">Aneh Perokok itu, selain membahayakan diri sendiri Juga orang Lain</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/aneh-perokok-itu-selain-membahayakan-diri-sendiri-juga-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4568</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DUNIA PERGERAKAN MAHASISWA HARI INI TETAP HIDUP NAMUN KEBANYAKAN SEBATAS MENJADI EO &#8220;EVENT ORGANIZER&#8221;</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/dunia-pergerakan-mahasiswa-hari-ini-tetap-hidup-namun-kebanyakan-sebatas-menjadi-eo-event-organizer/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/dunia-pergerakan-mahasiswa-hari-ini-tetap-hidup-namun-kebanyakan-sebatas-menjadi-eo-event-organizer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2020 05:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4542</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karaker generasi muda Islam itu harus &#160;semangat dan tajam. Seperti halnya para shahabat Rasul. Harus cerdas &#160;dan intelek juga, agar kita nggak ditipu oleh budaya dan pemikiran ideologi-ideologi pesaing Islam, yakni Kapitalisme dan Sosialisme. Kayak apa sih gambaran kedua ideologi ini? Dan apa pula hubungannya dengan Islam? Yuk kita simak wawancara D&#8217;Rise dengan Ricky Fattamazaya, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/dunia-pergerakan-mahasiswa-hari-ini-tetap-hidup-namun-kebanyakan-sebatas-menjadi-eo-event-organizer/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">DUNIA PERGERAKAN MAHASISWA HARI INI TETAP HIDUP NAMUN KEBANYAKAN SEBATAS MENJADI EO &#8220;EVENT ORGANIZER&#8221;</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/dunia-pergerakan-mahasiswa-hari-ini-tetap-hidup-namun-kebanyakan-sebatas-menjadi-eo-event-organizer/">DUNIA PERGERAKAN MAHASISWA HARI INI TETAP HIDUP NAMUN KEBANYAKAN SEBATAS MENJADI EO &#8220;EVENT ORGANIZER&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karaker generasi muda Islam itu harus &nbsp;semangat dan tajam. Seperti halnya para shahabat Rasul. Harus cerdas &nbsp;dan intelek juga, agar kita nggak ditipu oleh budaya dan pemikiran ideologi-ideologi pesaing Islam, yakni Kapitalisme dan Sosialisme. Kayak apa sih gambaran kedua ideologi ini? Dan apa pula hubungannya dengan Islam? Yuk kita simak wawancara D&#8217;Rise dengan Ricky Fattamazaya, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (Gema)</p>



<p><em>Kemarin-kemarin, sempat ramai ideologi Komunis dan PKI yang tercermin dari simbol-simbolnya yang berseliweran di media massa. Bagaimanakah pandangan Bang Ricky dan sikap kita seharusnya?</em></p>



<p>&nbsp;Geliat ideologi Komunis dan PKI menyebar sedemikian di sosmed, radio, TV, media cetak berbagai respon juga ikut meramaikannya.</p>



<p>Ini adalah 1 ideologi dari 3 ideologi yang ada di Dunia “Kapitalis- Demokrasi dan Islam” dan benturan ketiga Ideologi ini pasti akan terus terjadi. &nbsp;Saya beberapa kali diskusi dengan gerakan mahasiswa yang berpaham ideologi Sosialis- Komunis ini dan saya dapati ideologi sosialis – komunis hari ini tidaklah murni lagi dengan kata lain mengarah kepada corak kapitalis.</p>



<p>Tentu sebagai pengemban ideologi Islam, saya dan teman- teman lainnya menanggapi ini secara bijak dengan merespon seperlunya dan fokus kepada targetan kami yakni menjadikan Islam sebagai mainstream pergerakan mahasiswa Indonesia yang akhirnya negara diatur dengan ideologi Islam Sosialisme- Komunisme terbukti gagal.</p>



<p>Kapitalisme- Demokrasi yang diterapkan hari ini biang dari segala masalah yang dalam waktu singkat juga akan dikubur. Kedua Ideologi ini adalah sumber masalah. Oleh karena itu, pilihan kita hanya Islam dan lebih dari itu konsekuensi kita setelah mengucapkan dua kalimat syahadat adalah menjalankan seluruh perintahnya dan meninggalkan seluruh larangannya dan itu hanya dapat terealisasi secara sempurna jika negara mengadopsi ideologi Islam dengan Khilafah sebagai institusi negara. Inilah sikap dan jalan perjuangan kita.</p>



<p><em>Berbagai kasus perkosaan dan pembunuhan sadis pun menggeliat. Apakah sebenarnya yang menyebabkan semua hal mengerikan ini?</em></p>



<p>Menyedihkan melihat banyak kasus pembunuhan sadis yang terjadi bahkan dunia hewan sepertinya tidak akan sanggup melakukannya.</p>



<p>Di dalam Islam, harga nyawa itu sangatlah mahal bahkan dalam sebuah hadits Nabi menyebutkan nyawa seorang manusia lebih berharga ketimbang Ka&#8217;bah sekalipun. &nbsp;Namun dalam sistem hari ini nilai nyawa sangatlah murah. Seseorang yang membunuh tetaplah salah namun yang paling bersalah hari ini adalah negara.</p>



<p>Banyak faktor yang menyebabkan pembunuhan sadis ini terjadi dan Negara tidak hadir dalam hal ini termasuk dalam preventif dan refresif (pencegahan dan pemberian sanksi) karena &nbsp;hanya dalam Islam konsep preventif dan refresif dapat dijalankan secara utuh dan pelakunya menjadi jera. <em>Dunia</em></p>



<p><em>pergerakan mahasiswa pun seolah padam. Apakah mahasiswa terlalu rajin belajar dan melupakan kondisi sosial masyarakat?</em></p>



<p>Dunia pergerakan Mahasiswa hari ini tetap hidup namun kebanyakan sebatas menjadi EO “Event Organizer”. Sekedar membuat acara- acara yang laku dipasaran karena mahasiswanya banyak yang apatis terhadap dunia pergerakan. &nbsp;</p>



<p>Mereka “Mahasiswa” sibuk mendapatkan nilai bagus, cepat selesai, bekerja dan menikah. Sehingga banyak gerakan yang kehilangan jati dirinya, ditambah penguasa dan partai politik di negeri ini sengaja mendesain agar pergerakan mahasiswa itu condong kepada patronnya masing- masing, “Politik Praktis” dan melupakan fungsi mereka sebagai kalangan koreksi sosial, <em>agent control</em>, <em>agent of change</em> sehingga masyarakat dan mahasiswa dijauhkan satu sama lain. &nbsp;</p>



<p>Lalu apa gunanya berfikir ketika melupakan kondisi masyarakat? Apa gunanya belajar kalau sekedar hasrat yang ujung- ujungnya tetap sebagai budak Kapitalis? Meski demikian, tetap masih ada Gerakan yang Ikhlas dan Komitmen dalam perjuangaannya. &nbsp;</p>



<p><em>Apakah yang harus dilakukan, khususnya oleh remaja Islam, dalam menyikapi berbagai kondisi buruk yang terjadi sekarang ini?</em> Remaja Islam hari ini adalah kader terbaik masa depan. Janganlah menjadi korban dan pelaku keterpurukan yang terjadi saat ini. Jadilah pembebas, pengubah karena potensi itu sudah ada semenjak engkau dilahirkan di bumi ini dan sudah mengalir disetiap tetesan darah. &nbsp;</p>



<p>Belajarlah karena Allah bukan karena materi sehingga apapun profesimu nanti semuanya bermuara kepada Allah. Bergabunglah pada organisasi yang ikhlas dan komitmen dalam memperjuangkan Islam. Serukanlah kebaikan itu pada setiap level termasuk pada level negara senantiasa koreksilah negara sampaikan kepadanya kami hanya mau diatur dengan sistem Islam karena dengan itu rahmatan lil alamin bagi semesta alam dapat terealisasi.</p>



<p><em>Bagaimanakah perkembangan Gema Pembebasan?</em> Alhamdulillah gema Pembebasan semakin tumbuh dan berkembang baik dari cakupan anggota, Opini, dan Jumlah kampus yang tersebar kader- kader kami disana. Kami tersebar dari Aceh hingga ke Jayapura.</p>



<p>Senantiasa membangun mitra dengan organisasi- organisasi lainnya yang ada di seluruh Indonesia karena kami yakin revolusi Islam itu sebentar lagi akan terwujud dan itu terjadi sekarang, iya Era Kami. &nbsp;</p>



<p>Bagi adik- adik yang mau bergabung dengan kami syaratnya Kuliah dulu ya baru dapat menjadi anggota Gema Pembebasan dan cepat karena gerbong ini tetap bergerak laju menuju kemenangan pastikan adik- adik semua menjadi pemain di dalam kemenangan ini. Berjuanglah sampai akhir saudara- saudaraku. Allah menjanjikan kita kemenangan. Generasi-generasi dahulu telah menorehkan kegemilangannya, sekarang saatnya kita menorehkan sejarah kemenangan buat generasi- generasi kita mendatang.</p>



<p><strong>Biodata Ricky Fattamazaya</strong></p>



<p>Nama : Ricky fattamazaya M S.H, M.H</p>



<p>Tempat/tgl lahir : Kampung pajak/ 18 April</p>



<p>1990</p>



<p>Pengalaman kerja dan organisasi</p>



<p>· Magang di pengaadilan Tinggi Riau</p>



<p>· Magang LBH Riau</p>



<p>· Mengajar di Perguruan Tinggi Dakwah</p>



<p>Islam</p>



<p>· Bidang Intelectual Lembaga Dakwah</p>



<p>Kampus</p>



<p>· Ketua Umum PP Gema Pembebasan.</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/dunia-pergerakan-mahasiswa-hari-ini-tetap-hidup-namun-kebanyakan-sebatas-menjadi-eo-event-organizer/">DUNIA PERGERAKAN MAHASISWA HARI INI TETAP HIDUP NAMUN KEBANYAKAN SEBATAS MENJADI EO &#8220;EVENT ORGANIZER&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/dunia-pergerakan-mahasiswa-hari-ini-tetap-hidup-namun-kebanyakan-sebatas-menjadi-eo-event-organizer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4542</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fika Monika Komara : mewaspadai pergaulan bebas</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/fika-monika-komara-mewaspadai-pergaulan-bebas/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/fika-monika-komara-mewaspadai-pergaulan-bebas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2020 08:08:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4489</guid>

					<description><![CDATA[<p>Driser bulu kuduk kita berdiri bukan karena enggak kebagian duduk, tapi ngeliat kejahatan seksual yang &#160;tengah menjadi headline media massa. Parahnya, itu menimpa dunia remaja. Baik sebagai korban hingga pelaku. Emang bukan pertama kali kasus kejahatan seksual yang menimpa remaja. Tapi tragedi yang menimpa Yuyun di Bengkulu, seolah menggedor kesadaran masyarakat. Hingga melahirkan kampanye di &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/fika-monika-komara-mewaspadai-pergaulan-bebas/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Fika Monika Komara : mewaspadai pergaulan bebas</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/fika-monika-komara-mewaspadai-pergaulan-bebas/">Fika Monika Komara : mewaspadai pergaulan bebas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Driser bulu kuduk kita berdiri bukan karena enggak kebagian
duduk, tapi ngeliat kejahatan seksual yang &nbsp;tengah menjadi headline media massa. Parahnya,
itu menimpa dunia remaja. Baik sebagai korban hingga pelaku. Emang bukan pertama
kali kasus kejahatan seksual yang menimpa remaja. Tapi tragedi yang menimpa Yuyun
di Bengkulu, seolah menggedor kesadaran masyarakat. Hingga melahirkan kampanye
di sosial media dengan hashtag #NyalaUntukYuyun. Untuk itu, kali ini drise coba
kupas kejahatan seksual remaja dalam sudut pandang Islam bersama Ustadzah Fika Komara,
pemerhati masalah wanita termasuk remaja putri. Yuk kita simak obrolannya! &nbsp;</p>



<p><strong><em>Ustadzah, belakangan ini marak pemberitaan tentang
kejahatan seksual yang menimpa perempuan dan anak-anak. Bahkan pelakunya masih
kategori remaja. Bagaimana tanggapan ustadzah?</em></strong> </p>



<p>Ya ini persoalan sangat luar biasa memprihatinkan, harus
kita harus mengakui bahwa ada masalah serius yang menjangkiti mental masyarakat
kita, lebih khususnya anak-anak kita, generasi muda kita. Bukan waktunya lagi
kita hanya menyalahkan pelaku kejahatan, karena ternyata sebagian pelakunya juga
anak-anak kita sendiri. </p>



<p><strong><em>Kian hari kok makin mengerikan ya Ustadzah. Apa sih
pemicunya?</em></strong> </p>



<p>Pemicunya jelas adanya semacam “wabah seksualisasi” yang
secara terus menerus menyerbu mental kaum muda, yang didukung oleh industri
hiburan dan media &#8211; dan ini secara masif merusak anakanak kita, laki-laki dan
perempuan! Wabah&nbsp; ini jelas telah
menjadikan anak-anak perempuan sebagai objek komoditas&nbsp; seksual dan secara mengerikan perlahan tapi pasti
telah mengubah mental anakanak laki-laki kita layakya predator seksual. Mengerikan!
</p>



<p><strong><em>Beberapa pelaku dianggap masih di bawah umur.
Sebenarnya bagaimana sih Islam memandang?</em></strong> </p>



<p>Islam jelas memandang ini sebagai bencana dan bahaya yang luar
biasa, rusaknya generasi berarti rusaknya peradaban. Benarlah perkataan Imam al
Ghazali : </p>



<p>“&#8230;<strong><em>jika anak dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan
begitu saja seperti membiarkan binatang ternak, maka ia akan sengsara dan
binasa. Dosanya pun akan dipikul oleh orangtua dan walinya</em></strong> ” </p>



<p>Promosi nilai-nilai kebebasan sekuler telah mengantarkan
anak-anak kita pada gerbang kebinasaan. Mereka yang seharusnya menjadi generasi
pembangun masa depan, telah binasa masa depannya karena menjadi pelaku
sekaligus korban kriminalitas rendahan. </p>



<p><strong><em>Pemerintah katanya hendak memberikan hukuman kebiri
bagi pelaku. Mohon tanggapannya.</em></strong></p>



<p>&nbsp;Hukuman kebiri bukan
berasal dari Islam. Syariah Islam dengan tegas telah mengharamkan kebiri pada
manusia, tanpa ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan fuqaha. Dari
Ibnu Mas&#8217;ud RA, dia berkata: ”<em>Dahulu kami pernah berperang bersama Nabi SAW
sedang kami tidak bersama isteri-isteri. Lalu kami berkata (kepada Nabi
SAW),&#8217;Bolehkah kami melakukan pengebirian?&#8217; Maka Nabi SAW melarang yang demikian
itu</em>.” (HR Bukhari no 4615; Muslim no 1404; Ahmad no 3650; Ibnu Hibban no 4141).
</p>



<p><strong><em>Bagaimana hukuman yang adil bagi pelaku dalam kacamata
Islam untuk kejahatan seksual?</em></strong> </p>



<p>Solusi mencegah wabah seksualisasi ini hanyalah dengan menerapkan
Syariah Islam Kaffah, bukan hanya aspek uqubat (system sanksi) saja. Penerapan
hukuman tegas seperti kebiri yang banyak diwacanakan – selain tidak Islami juga
tidak akan menyelesaikan masalah karena akar masalahnya jauh lebih mendasar,
ini menyangkut juga eksisnya system-sistem lain seperti media yang permisif
terhadap konten pornografi, industry hiburan yang terus mempromosikan nilai kecantikan
sensual pada wanita, serta system pendidikan kita yang kian sekuler dan gagal
mencetak mental generasi muda yang berintegritas. </p>



<p><strong><em>Apa yang bisa kita lakukan untuk andil dalam perubahan
masyarakat, apalagi kami kan masih remaja?</em></strong> </p>



<p>Kembalilah mendekat pada Islam, temukan jatidirimu sebagai Muslim, sadari bahwa kalian adalah pewaris peradaban emas dan keturunan pahlawan dunia, bukan semata anak muda yang “ikut arus” karena takut dianggap kurang gaul</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul>


<p> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/fika-monika-komara-mewaspadai-pergaulan-bebas/">Fika Monika Komara : mewaspadai pergaulan bebas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/fika-monika-komara-mewaspadai-pergaulan-bebas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4489</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Remaja Hendaknya Mulai Peka Dengan Masalah yang Di Hadapi umat</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/remaja-hendaknya-mulai-peka-dengan-masalah-yang-di-hadapi-umat/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/remaja-hendaknya-mulai-peka-dengan-masalah-yang-di-hadapi-umat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2020 06:57:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Remaja ngompol? Aiih&#8230;malu donk! Eits,  ngompol yang satu ini justru bikin kamu bangga karena lebih intelek dan  peduli dengan kondisi umat. Yup, ngompol yang satu ini artinya ngomong politik. Emang pantes remaja &#8216;ngompol&#8217;? Bukannya politik itu urusannya orang dewasa. Terutama yang duduk di kursi parlemen? Jangan salah. Ternyata, remaja pantas dan wajib ngomong politik. Biar &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/remaja-hendaknya-mulai-peka-dengan-masalah-yang-di-hadapi-umat/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Remaja Hendaknya Mulai Peka Dengan Masalah yang Di Hadapi umat</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/remaja-hendaknya-mulai-peka-dengan-masalah-yang-di-hadapi-umat/">Remaja Hendaknya Mulai Peka Dengan Masalah yang Di Hadapi umat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Remaja ngompol? Aiih&#8230;malu donk! Eits,  ngompol yang satu ini justru bikin kamu bangga karena lebih intelek dan  peduli dengan kondisi umat. Yup, ngompol yang satu ini artinya ngomong politik. Emang pantes remaja &#8216;ngompol&#8217;? Bukannya politik itu urusannya orang dewasa. </p>



<p>Terutama yang duduk di kursi parlemen? Jangan salah. Ternyata, remaja pantas dan wajib ngomong politik. Biar lebih jelas, simak obrolan redaksi dengan Ustadzah Pratma Julia yang sudah malang melintang di dunia politik bersama Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Cekidot! </p>



<p><strong><em>Ustadzah, sebenarnya sejauh mana ruang lingkup
politik? remaja kan belum boleh ikut pemilu sebagai wadah politik praktis. </em></strong></p>



<p>Memang sudah saatnya masyarakat masa kini memahami makna
politik sesuai praktek yang dijalankan pada masa Rasulullah Muhammad SAW. Hal
ini sangat penting agar ketika disebutkan &#8216;politik&#8217; tidak hanya terbayang
praktek politik praktis yang diterapkan dalam demokrasi, yang hanya membahas
mengenai parlemen, elektoral (pemilihan, baik kepala pemerintahan atau anggota
parlemen), atau mekanisme sistem pemerintahan. </p>



<p>Kalau demikian yang dipahami, maka remaja hanya boleh
terlibat &nbsp;jika telah dewasa (17 tahun).
Tapi bila pemahaman politik ini diluruskan sesuai tatanan Islam, maka remaja
sudah mampu untuk terlibat dalam kegiatan politik. Sebab, politik itu adalah
kepedulian dan keterlibatan dalam urusan kemasyarakatan. Seperti menyampaikan
kritik pada penguasa yang enggan menerapkan syariat Islam, berkampanye tentang
keharusan remaja terikat dengan tata pergaulan Islam, dsb. &nbsp;</p>



<p><strong><em>Remaja bicara politik, apa tidak “terlalu berat” ya
ustadzah?</em></strong></p>



<p><strong><em>&nbsp;</em></strong>Sama
sekali tidak berat. Sekarang itu kan remaja diidentifikasi sebagai kalangan
yang menjalani umur peralihan antara kanakkanak dan dewasa. Sehingga tidak dibiasakan
untuk bepikir serius tentang masalah yang dihadapi masyarakat. </p>



<p>Apalagi sistem kapitalis liberal memang membentuk remaja dan
mentolerir mereka&nbsp; untuk hanya berpikir
tentang diri mereka&nbsp; sendiri dan hal lain
yang bersifat remeh&nbsp; temeh seperti musik,
<em>fashion</em>, dan gaya hidup industrialis yang berkiblat ke Barat.&nbsp; </p>



<p>Padahal banyak di antara mereka yang melalui usia dini dan
anak-anaknya di TPA&nbsp; atau sekolah Islam.
Seharusnya modal ini menjadi sarana untuk mendekatkan mereka dengan khasanah
Islami, termasuk &nbsp;praktek masa Rasulullah
yang kental suasana politiknya. </p>



<p>&nbsp;<strong><em>Apa hubungan
aspek politik dengan aspek lainnya seperti pendidikan, kesehatan, sosial dan
lainnya?</em></strong></p>



<p><strong><em>&nbsp;</em></strong>Politik
itu bisa dimaknai sebagai strategi untuk mengatur urusan masyarakat secara
menyeluruh. Dan yang mampu menjalankan peran strategis tersebut secara
paripurna hanya Negara. Negara dalam pandangan Isam, memang menjalankan fungsi
sebagai pelayan kebutuhan rakyatnya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan mendasar
dan bersifat komunal seperti pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan dalam
relasi social.</p>



<p>&nbsp;Nah yang mengawasi
tugas Negara dalam pemenuhan kebutuhan itu ya seluruh rakyat, apakah ada
pengabaian, mana yang tidak sesuai standar kelayakan, perilaku koruptif aparat
dan lain-lain. Inilah aktiftas politik mereka secara riil yang dibingkai dalam
kewajiban &#8216;<em>amar ma&#8217;ruf nahi munkar.</em> </p>



<p><strong><em>Bagaimana jika ada yang berpendapat :”islam yes,
politik no” ?</em></strong></p>



<p><strong><em>&nbsp;</em></strong>Itu
adalah <em>tadhlil,</em> penyesatan yang sengaja diciptakan oleh musuh Islam,
Barat Kapitalis. Karena mereka mengerti betul bila kaum muslimin mulai
berpolitik sesuai kewajiban <em>syaria</em>t, maka mereka akan menuntut penegakan
<em>syariat , </em>merekatak akan mau &#8216;dibeli&#8217; dengan boleh bikin parpol &nbsp;&#8216;rasa&#8217; Islam tapi hakekatnya demokratis kufur<em>.
</em>Kalau muslim sudah berkesadaran politik mereka akan berjuang mati-matian untuk
menegakkan Khilafah. </p>



<p>Ini berbahaya bagi Barat, karena bila Khilafah tegak, itu menjadi
tanda kehancuran peradaban mereka. Sehingga mereka perlu memalingkan kaum
muslimin dari politik dengan jargon di atas, termasuk menanamkan pemikian bahwa
politik itu kotor dan hanya untuk memperebutkan kursi. </p>



<p><strong><em>Sejauh mana peran dan apresiasi remaja dalam kehidupan
politik terutama di Indonesia? </em></strong></p>



<p>Indonesia ini kan sudah pernah mencicipi sistem pemerintahan
bercorak sosialis dan kapitalis. Hasilnya apa? Semua &nbsp;permasalahan ada : <em>aqidah</em> minim, kemiskinan,
wawasan kurang, kepekaan sosial rendah, kasuskasus asusila yang mengerikan dan banyak
lagi. Sebagai calon pemimpin masa depan, remaja&nbsp;
adalah agen perubahan untuk menjadikan Indonesia lebih baik. </p>



<p>Karena itu remaja hendaknya mulai peka dengan masalah yang dihadapi
umat. Caranya dengan memahami dulu syariat Islam agar tahu persis mana yang
pantas dilakukan dan mana yang tidak agar tidak salah langkah dan selalu dekat &nbsp;dengan petunjuk Islam. Karena pada hakekatnya
petunjuk Allah SWT yang terdapat dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah yang pasti benar
dan solutif terhadap masalah masyarakat. &nbsp;</p>



<p><strong><em>Bisakah dijelaskan sedikit sepak terjang Rasulullah
Saw dalam kancah politik? </em></strong></p>



<p>Rasulullah Muhammad SAW itu adalah negarawan yang luar
biasa, pemimpin Negara, politikus yang sekaligus peletak dasar Negara adikuasa
yang bertahan selam 14 abad. Posisi dan peran ini sering dilupakan oleh kaum
muslimin. Padahal sejak di Mekkah yang dilakukan semuanya politis, seperti
setiap menerima wahyu selalu menyampaikannya pada para Shahabat. </p>



<p>Itu bukan sekedar menyampaikan wahyu, namun demikianlah Rasulullah
melakukan pola pembentukan kepribadian Islam para Shahabat. Sehingga mereka
kuat aqidahnya, teguh dalam berjuang, tidak goyah karena kesulitan dan siksaan.
Sehingga ketika Islam terwujud dalam Negara di Madinah, mereka semua siap
menjalankan peran sebagai negarawan.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;<strong><em>Apa yang diharapkan terhadap remaja islam
untuk membangun politik sehat, bersih dan sesuai tuntunan Rasulullah? </em></strong></p>



<p>Remaja Islam harus menyadari betul bahwa posisi mereka
sungguh strategis untuk &nbsp;melakukan
perubahan karena sejarah menorehkan banyak peristiwa tentang peran pemuda. Termasuk
saat ini ketika hanya Khilafah yang mampu menjadi solusi atas kerusakan yang
melanda dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya, banyak pihak yang belum memahami
dan meyakini konsep itu. Karena itulah kita masih memiliki tugas besar untuk menyadarkan
umat untuk mau menerima bahkan memperjuangkan Khilafah. </p>



<p>Di sinilah remaja memiliki peran penting. Energi mereka, kemudaannya,
menjadi harapan untuk membawa umat menjelang fajar Khilafah. Libatkan diri
dalam dakwah karena inilah jalan mulia untuk mengejar kebahagiaan dunia akhirat.
Jangan mudah menyerah , &nbsp;jangan tergoda
untuk menengok atau mencicipi ideologi kufur Kapitalis dan Sosialis karena
cipratannya akan mengotori kebersihan politik Islam. &nbsp;</p>



<p><strong><em>Apa pesan Ustadzah untuk pembaca Drise seluruh
Indonesia? </em></strong></p>



<p>Perkuat keimanan karena tantangan dan ancaman yang Antum
hadapi sungguh kian berat, karena musuh-musuh Islam kian jitu merancang rencana
untuk menjerumuskan remaja Islam. Dekatlah dengan Al Quran, pelajari cara hidup
Rasulullah SAW agar Antum mendapatkan tauladan yang sempurna. Hormati dan
hargai Ibu, ayah, guru, ustadz/ustadzah dan siapapun yang memberi petunjuk
tentang Islam. <em>Barakallahu alaikum</em>.. </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/remaja-hendaknya-mulai-peka-dengan-masalah-yang-di-hadapi-umat/">Remaja Hendaknya Mulai Peka Dengan Masalah yang Di Hadapi umat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/remaja-hendaknya-mulai-peka-dengan-masalah-yang-di-hadapi-umat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4304</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu Zulia Ilmawati : LGBT merupakan gerakan budaya harus di lawan !</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ibu-zulia-ilmawati-lgbt-merupakan-gerakan-budaya-harus-di-lawan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ibu-zulia-ilmawati-lgbt-merupakan-gerakan-budaya-harus-di-lawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2019 06:53:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4233</guid>

					<description><![CDATA[<p>dRISEr yang soleh dan solehah, berita seputar L GB T tak henti-hentinya &#160;menghiasi media massa. Bahkan jadi tr ending topic di sosial media. Banyak yang &#160;pro namun tak sedikit yang k ontr a. Seor ang &#160;muslim udah mafhum kalo perilaku homoseksual dan turunannya ialah jenis penyimpangan yang dilaknat Allah Swt. Sayangnya, ada sebagian yang ngaku &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ibu-zulia-ilmawati-lgbt-merupakan-gerakan-budaya-harus-di-lawan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ibu Zulia Ilmawati : LGBT merupakan gerakan budaya harus di lawan !</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ibu-zulia-ilmawati-lgbt-merupakan-gerakan-budaya-harus-di-lawan/">Ibu Zulia Ilmawati : LGBT merupakan gerakan budaya harus di lawan !</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>dRISEr yang soleh dan solehah, berita seputar L GB T tak
henti-hentinya &nbsp;menghiasi media massa.
Bahkan jadi tr ending topic di sosial media. Banyak yang &nbsp;pro namun tak sedikit yang k ontr a. Seor ang &nbsp;muslim udah mafhum kalo perilaku homoseksual
dan turunannya ialah jenis penyimpangan yang dilaknat Allah Swt. Sayangnya, ada
sebagian yang ngaku muslim mengganggap perilaku LGB T nggak perlu &nbsp;diambil pusing. Lantar an bagian dari &nbsp;k ebebasan individu. Bagaimana kita mensikapinya?
Simak obr olan r edaksi berikut &nbsp;dengan
Ibu Zulia Ilmawati , ustadzah sekaligus psik olog. Yuk! &nbsp;</p>



<p><strong>Ustadzah, sekarang lagi marak opini LGBT di Indonesia.
Bagaimana menurut ustadzah? Terutama bagi remajanya. </strong></p>



<p>Sangat memprihatinkan. LGBT (lesbian, gay, biseksual dan
transgender) makin merebak, para pemilik perilaku seks menyimpang sekarang
sudah semakin berani memperlihatkan dirinya di masyarakat. Mungkin karena saat
ini semakin banyak masyarakat yang tidak lagi mempedulikan orientasi seksual
seseorang dan menganggap hal tersebut adalah urusan pribadi yang tidak perlu
dicampuri. Mereka sangat agresif, tidak malu-malu dalam menegaskan keberadaannya.&nbsp; LGBT ini sudah menjadi gerakan yang
menyesatkan tidak hanya di kalangan orang dewasa, remaja bahkan anak- anak. </p>



<p>Tidak hanya ada di kota-kota besar, tapi juga di pelosok
daerah dan di semua kalangan. Makin hari kaum LGBT semakin banyak jumlahnya,
membentuk komunitas yang beraktifitas di sekitar masyarakat. Menularkan
kerusakannya kepada siapa saja melalui beragam cara dan media. Ribuan anak-anak
SD-SMP menjadi pengguna sekaligus korban&nbsp;
media social LGBT. &nbsp;<strong>&nbsp;</strong></p>



<p><strong>Apa sebenarnya penyebab fenomena ini? </strong></p>



<p>Keberadaan dan perkembangan kelompok &nbsp;LGBT tidak terlepas dari perkembangan globalisasi,
serangan budaya barat. Globalisasi telah berkontribusi secara nyata dalam &nbsp;09 d’rise #55 maret 2016 menyebarkan budaya
dan identitas kelompok ini. Pergerakan organisasi dan komunitas LGBT di negeri
ini pun banyak disokong oleh dana dari lembaga asing seperti USAID, Aus AID,
UNAIDS dan UNFPA dan lain-lain. Dari sini terlihat jelas sekali, bahwa penyebaran
LGBT menjadi salah satu agenda Barat khususnya AS dan Eropa. </p>



<p><strong>Ada klaim bahwa homoseksual adalah faktor genetik.
Bagaimana pendapat ustadzah?</strong> </p>



<p>Memang ada yang mengatakan bahwa perilaku penyimpangan
seksual LGBT karena pengaruh genetis. LGBT bukan bawaan, bukan karena faktor
genetik dan bukan pula sesuatu yang kodrati. Penyakit ini bisa terjadi karena pengaruh
pola asuh orang tua dan lingkungan. Klaim bahwa homoseksual tidak bisa diubah
secara psikologis juga keliru besar. Faktanya, penyakit ini bisa diobati dan disembuhkan
jika memang punya niatan kuat untuk sembuh. &nbsp;</p>



<p><strong>Kalau ada teman kita yang memiliki gejala homoseksual
sebaiknya gimana sih? Kan teman sendiri. </strong></p>



<p>Segera cari tahu kenapa berperilaku demikian, hampir
sebagian besar pemilik perilaku seksual menyimpang ini memiliki latar belakang
yang “buruk”. Bantu teman kita untuk mencari solusi. Jika diperlukan minta bantuan
pihak ke tiga (tenaga ahli) yang bisa memberikan bantuan. Insya Allah bisa disembuhkan
kalau memang ada niatan yang sungguh-sungguh dan keinginan yang kuat untuk
berubah. </p>



<p>Diawali dengan merubah cara &nbsp;pandang tentang seks dan bagaimana &nbsp;pemenuhannya. Bahwa seks bukanlah hanya untuk
menyalurkan hasrat seksual&nbsp;&nbsp; semata dan
mencari kepuasan semu, tetapi seksualitas merupakan jalan rasional untuk melanjutkan
keturunan, disamping tentu saja akan didapat kenikmatan. Munculnya kesadaran
untuk berubah harus diikuti &nbsp;08 d’rise
#55 maret 2016 dengan usaha yang keras untuk mengendalikan ketika muncul
keinginan untuk melakukan hubungan dengan yang sejenis. Dan yang juga sangat
penting adalah keluar dari komunitas dan lingkungan yang seperti itu. Tidak
lagi kembali. &nbsp;</p>



<p><strong>Apa sih gejala dan ciri LGBT, jangan2 kita punya potensi
Homoseksual dan turunannya nih?</strong></p>



<p>&nbsp;Yang pasti ya punya
kecenderungan dengan sesama jenis, terlalu mengagumi sesama jenis, bahkan
terobsesi sampai memuja-muji. Ekspresinya juga beda, terlihat dari bagaimana dia
bersikap dengan teman sejenisnya dari tatapan matanya misalnya. Biasanya nampak
pada perhatian yang lebih terkait dengan penampilan dirinya. Fashion update,
Modis, dandy,&nbsp; gay biasanya punya selera
fashion yang bagus dan up-to-date. Terkadang terlihat juga memakai riasan
wajah, seperti blush on atau pelembab bibir berwarna. &nbsp;</p>



<p><strong>Bagaimana terapi yang tepat dari sudut pandang Islam? </strong></p>



<p>Diberikan pemahaman untuk sungguhsungguh bertobat. Juga
diingatkan bahwa pelaku homoseks, gay atau lesbian akan mendapatkan hukuman
yang sangat berat.&nbsp; Dalam Islam, baik
yang menghomoi atau yang dihomoi keduanya di hukum mati. Bukan malah difasilitasi
dengan berbagai sarana.&nbsp; Juga, ada yang
mesti kita perhatikan dalam memberikan solusi. Selain memperbaiki, &nbsp;mencegah adalah solusi yang lebih tepat. Islam
telah memberikan gambaran yang jelas agar aktivitas homoseksual ini tidak berkembang.
Langkah perventif itu antara lain dengan menjauhkan anak dari berbagai rangsangan,
menguatkan identitas diri anak sebagai laki-laki dan perempuan, membatasi pergaulan
sejenis, secara sistemik menghilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang
dapat merangsang orang untuk melakukan homoseksual. </p>



<p>&nbsp;<strong>Apa saja yg harus
remaja persiapkan menghadapi gelombang arus LGBT ini?</strong> </p>



<p>Gerakan dan propanda LGBT jelas akan membawa bahaya besar
bagi negeri ini dan peduduknya. Gerakan dan propaganda LGBT dan serangan budaya
itu merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memadamkan Islam. Yang mesti
dipersiapkan para remaja adalah membina diri agar memiliki kepribadian Islam
yang tangguh. Memiliki cara berpikir dan bersikap dengan Islam sebagai tolok
ukurnya. Termasuk dalam memenuhi gharizahnya. Tidak terpengaruh dengan berbagai
arus budaya menyesatkan. Melakukan amar makruf nahi mungkar, &nbsp;mencegah terjadinya kemunkaran&nbsp; LGBT agar tidak terjadi perluasan di
masyarakat, karena sungguh banyak kerusakan dan penyakit yang akan timbul dari
perilaku seksual menyimpang tersebut. &nbsp;<strong>&nbsp;</strong></p>



<p><strong>Apa peranan negara dalam menanggapi fenomena ini?</strong></p>



<p><strong>&nbsp;</strong>Negara
berperan besar dalam memupuk ketakwaan individu rakyat agar memiliki benteng
dari penyimpangan&nbsp; perilaku semisal &nbsp;LGBT. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menjadikan&nbsp; kebebasan sebagai standar perilaku. Ketakwaan
dan keterikatan terhadap syariat harus melekat dalam setiap diri muslim.
Pendidikan pada masyarakat&nbsp; penting dilakukan,
agar masyarkat tahu&nbsp; mana yang boleh dan
terlarang dalam kaitan pemenuhan naluri seksual. </p>



<p>Melalui kurikulum pendidikan di sekolah atau pola asuh di
dalam keluarga meski ditanamakan langkah-langkah preventif . Secara sistemis,
Islam memerintahkan negara&nbsp; menghilangkan
rangsangan seksual dari publik termasuk pornografi dan pornoaksi. Begitu pula
segala bentuk tayangan dan sejenisnya yang menampilkan perilaku LGBT atau
mendekati ke arah itu juga akan dihilangkan. Tanpa kompromi menghapus semua
konten dan aplikasi porno maupun menyimpang.&nbsp;&nbsp;
&nbsp;</p>



<p>Perlawanan terhadap agenda LGBT itu tidak bisa total jika
kita masih terus mempertahankan demokrasi, mengagungkan HAM ala Barat, paham
kebebasan, ideologi kapitalisme dan sekulerisme. Pasalnya, semua itu adalah
sebab mendasar berkembangnya LGBT. Perlawanan terhadap LGBT harus disempurnakan
dengan perjuangan untuk mewujudkan penerapan syariah Islam secara total dan
menyeluruh di bawah sistem Khilafah Rasyidah <em>&#8216;ala minhaj an-nubuwwah</em>. Hanya
dengan itu masalah LGBT akan benarbanar bisa diatasi secara tuntas. &nbsp;</p>



<p><strong>Apa pesan ustadzah untuk pembaca DRISE seluruh Indonesia?</strong>
</p>



<p>LGBT ini merupakan gerakan budaya yang harus dilawan!&nbsp; Untuk itu umat harus menggalakkan dakwah dan
tegas menolak LGBT. Harus dinyatakan bahwa LGBT adalah penyimpangan perilaku.
Remaja juga punya peran yang sangat penting dalam hal ini. Tidak hanya
membentengi diri agar tidak terbawa arus budaya yang menyesatkan, tetapi juga melakukan
amar ma&#8217;ruf&nbsp; dengan menyadarkan pelaku
LGBT sehingga mereka menyadari kesalahan mereka dan mereka mau bertobat. Sikap
awas dan kewaspadaan &nbsp;pada diri umat
terhadap segala bentuk propaganda dan seruan LGBT harus dibangun. Umat Islam
juga harus dikuatkan dengan membina ketakwaan dan &nbsp;ketaatan pada syariah Islam.[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ibu-zulia-ilmawati-lgbt-merupakan-gerakan-budaya-harus-di-lawan/">Ibu Zulia Ilmawati : LGBT merupakan gerakan budaya harus di lawan !</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ibu-zulia-ilmawati-lgbt-merupakan-gerakan-budaya-harus-di-lawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ustadz Fadlan Garamatan Da&#8217;i &#8216;Sabun Mandi&#8217; Dari Papua</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ustadz-fadlan-garamatan-dai-sabun-mandi-dari-papua/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ustadz-fadlan-garamatan-dai-sabun-mandi-dari-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2019 05:28:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4069</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukan perkara mudah meniti dakwah di daerah yang mayoritas non muslim. Ustadz Fadlan Garamatan Dai &#8216;Sabun Mandi&#8217; Dari Papua Pastinya bakal menghadapi  berbagai tantangan yang tak berkesudahan. Baik secara lisan atau fisik yang mengancam jiwa. Hanya mereka yang ikhlas yang bisa melewatinya. Salah satunya adalah Ust. Fadlan. Sejak 1983 memulai dakwahnya di bumi Papua sampai &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ustadz-fadlan-garamatan-dai-sabun-mandi-dari-papua/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ustadz Fadlan Garamatan Da&#8217;i &#8216;Sabun Mandi&#8217; Dari Papua</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ustadz-fadlan-garamatan-dai-sabun-mandi-dari-papua/">Ustadz Fadlan Garamatan Da&#8217;i &#8216;Sabun Mandi&#8217; Dari Papua</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan perkara mudah meniti dakwah di daerah yang mayoritas non muslim. <strong>Ustadz Fadlan Garamatan Dai &#8216;Sabun Mandi&#8217; Dari Papua</strong> Pastinya bakal menghadapi  berbagai tantangan yang tak berkesudahan. Baik secara lisan atau fisik yang mengancam jiwa. Hanya mereka yang ikhlas yang bisa melewatinya. Salah satunya adalah Ust. Fadlan. Sejak 1983 memulai dakwahnya di bumi Papua sampai sekarang.</p>
<p>Keluar masuk hutan, naik turun gunung, sudah menjadi kegiatan hariannya dalam rangka syiar Islam ke suku pedalaman. Gimana kiprah perjuangan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dai">da&#8217;i</a> Papua yang sempat meraih penghargaan sebagai Tokoh Republika tahun 2010 ini? Berikut hasil wawancara redaksi Drise, Hikari dengan Ust. Fadlan. Sila dinikmati tetesan hikmahnya&#8230;</p>
<p><strong>Motif Ustadz membentuk AFKN (AlFatih Kaaffah Nusantara) apa sih, share doooong?</strong></p>
<p>Sejak dulu hingga sekarang orang di luar Papua atau kami menyebutnya dengan Nuu Waar, mengidentikkan daerah kami ini sebagai mayoritas agama Kristen, tidak ada Islam, tertinggal, koteka, perang antar suku, dan imej negatif lainnya. Persepsi ini jelas tidak benar. Dirasa perlu ada gerakan untuk merubah persepsi itu kepada masyarakat, baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Itu sudah dipikirkan ketika saya masih duduk di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Makassar. Bahkan, ketika itu saya sendiri  dianggap sebagai agama non Muslim, hingga saat mata kuliah agama Islam, saya diminta untuk meninggalkan ruangan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-4070 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise.jpg?resize=660%2C377" alt="" width="660" height="377" srcset="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise.jpg?w=840&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise.jpg?resize=300%2C171&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise.jpg?resize=768%2C439&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise.jpg?resize=600%2C343&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Interaksi saya di perguruan tinggi dengan organisasi mahasiswa Islam, memotivasi saya untuk melakukan gerakan perubahan persepsi itu dengan satu kata: Dakwah. Agar dakwah ini lebih tersistematisasi maka diperlukan lembaga berupa yayasan yang kemudian kami berinama Al-Fatih Kaaffah Nusantara atau AFKN. Insya Allah, lembaga ini kami dedikasikan untuk dakwah dalam bidang sosial, pendidikan, dan dakwah. Selain daripada kami menguatkan Islam penduduk Nuu Waar yang sudah Islam, kami juga membawa anak-anak mereka ke Jawa untuk diberikan pendidikan yang terbaik. Semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala meridhai usaha dakwah kami ini.</p>
<p><strong>Tantangan Dakwah di Papua yang mayoritas Non Muslim, apa harus membenturkan &#8216;aqidah dengan &#8216;aqidah?</strong></p>
<p>Sejujurnya kami tidak sedang membenturkan akidah Islam dengan “akidah” agama atau kepercayaan lain. Islam terlalu mulia untuk  dibenturkan dengan yang lain. Islam itu tinggi dan tidak ada lagi yang lebih tinggi darinya. Tugas kami dalam berdakwah adalah menguatkan akidah saudara kami yang ada di Nuu Waar yang sudah beragama Islam, serta kepada masyarakat pedalaman di Nuu Waar kami mengajarkan nilai dalam Islam yaitu kebersihan. Kami mengajarkan mereka mandi, membersihkan diri dari yang haram dan kotor, mengajarkan mereka berpakaian, dan  mengajarkan pemberdayaan.</p>
<p>Serta, menyampaikan kebenaran Islam dengan menjaga silaturahim. Dari situ, alhamdulillah, di antara mereka ada yang tertarik dengan Islam, lalu memutuskan untuk masuk Islam.   Di situlah mungkin kalangan pemimpin agama lain menganggap dakwah kami ini sebagai bentuk benturan akidah. Bahkan, di dunia maya kini beredar banyak tulisan yang menganggap dakwah yang dilakukan AFKN sebagai bentuk ancaman misi gereja. Sehingga segala bentuk ancaman telah kami lalui. Insya Allah semua itu kami hadapi dengan gembira, karena sesungguhnya yang kami hadapi belum seberapa dengan tantangan yang dihadapi oleh para Nabi dan Rasul Allah di zamannya. Untuk mendapatkan kekuatan itu, kami senantiasa mengharapkan pertolongan Allah SWT. Tidak ada yang dapat menolong kami, kecuali pertolongan Allah SWT.</p>
<p><strong>Benarkah Islam merupakan agama tertua di Nuu War (Papua)?</strong></p>
<p>Ya, Islam merupakan agama pertama orang Nuu Waar. Salah satu cerita yang berkembang di  Fakfak, Papua Barat, bahwa Islam masuk ke Papua dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah dari Kerajaan Samudera Pasai. Syaikh Iskandar Syah yang diperintahkan oleh Syaikh Abdurrauf  yang merupakan putra ke-27 dari waliyullah Syaikh Abdul Qadir Jailani ini mulai menjejakkan dakwahnya di Papua pada abad XIII tepatnya 17 Juli 1214 di Mesia atau Mes, daerah itu kini lebih dikenal Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak.</p>
<p>Orang pertama yang diajarkan oleh Syaikh Iskandar Syah bernama Kris-kris. Kris-kris ketika itu sudah menjadi menjadi Raja Patipi pertama. Kepada Kris-kris, Syaikh Iskandar Syah mengatakan, “Jika kamu mau maju, mau aman, mau berkembang, maka kamu harus mengenal Alif Lam Lam Ha (maksudnya Allah) dan Mim Ha Mim Dal (maksudnya Muhammad).” Tertegun Raja Kris-kris dengan nasihat dari ulama asal Pasai itu, hingga akhirnya ia menyatakan ingin memeluk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kris-kris banyak menimba ilmu kepada Syaikh Iskandarsyah. Kebetulan dalam perjalanan itu, Syaikh Iskandar membawa beberapa kitab, di antaranya mushaf al-Qur&#8217;an tulisan tangan, Hadits, Ilmu Tauhid, dan kumpulan doa-doa. Tiga bulan kemudian, Kriskris diangkat menjadi imam pertama di Mesia.</p>
<h2>Ustadz Fadlan Garamatan Da&#8217;i &#8216;Sabun Mandi&#8217; Dari Papua</h2>
<h2><img class="size-full wp-image-4071 aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise-dai-papua.jpg?resize=660%2C387" alt="" width="660" height="387" srcset="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise-dai-papua.jpg?w=815&amp;ssl=1 815w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise-dai-papua.jpg?resize=300%2C176&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise-dai-papua.jpg?resize=768%2C450&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ustadz-fadlan-garamatan-majalah-drise-dai-papua.jpg?resize=600%2C352&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" data-recalc-dims="1" /></h2>
<p>Dalam buku Studi Sejarah Masuknya Islam di Fakfak yang diterbitkan oleh Pemda Kab Fakfak, Papua Barat menjelaskan pada tanggal 8 Agustus 1360 datang seorang mubaligh bernama Abdul Ghafar di Fatagar Lama. Kehadiran mubaligh asal Aceh ini di Semenanjung Onin dalam rangka mencari rempah-rempah yang melimpah ruah di Fakfak. Salah satu rempah yang terkenal di daerah ini  adalah buah pala. Sebagai seorang mubaligh, Abdul Ghafar sangat tekun menjalankan shalat lima waktu.</p>
<p>Kegiatan ibadah itu mendapat perhatian dari masyarakat sekitar, bahkan di antara mereka saling bertanyatanya perihal yang dilakukan oleh Abdul Ghafar. Setelah Abdul Ghafar berhasil beradaptasi dengan masyarakat dan mempelajari bahasa lokal, ia mulai mengajarkan agama Islam kepada masyarakat  termasuk tentang kegiatan ibadah yang ia lakukan setiap hari.</p>
<p>Abdul Ghafar  menjelaskan, dicatat dalam buku tersebut,  bahwa yang dirinya sedang menyembah Allah pencipta langit dan bumi, serta segala isinya.  Penjelasan ini menyentuh dan menggugah  hati penduduk setempat, hingga akhirnya  masyarakat mulai membuka diri untuk  menerima Islam.   Banyak lagi versi yang menceritakan tentang sejarah kedatangan Islam di Nuu Waar.</p>
<p>Namun, dari semua versi itu, para peneliti sejarah sepakat bahwa Islam lah agama yang lebih dulu masuk ke Nuu Waar. Bahkan, dua missionaris Kristen, Ottow dan Geisler, yang datang ke Mansinam (Manokwari) pada tahun 1855 bersama dengan penjajah Belanda.</p>
<p><strong>Apa pengalaman yang paling berkesan bagi Ustadz dan AFKN saat dakwah di Nuu War?</strong></p>
<p>Yang paling tidak lupa, ketika ratusan orang di Nuu Waar dalam satu kampung mengucapkan dua kalimat syahadat setelah diperkenalkan dengan sabun mandi, shampo, dan cara  mandi yang benar. Bayangkan hanya dengan cara itu mereka mengakui Islam sebagai agama benar dan lurus. Makanya, kalau dakwah di Jakarta dan daerah lainnya, saya seringkali menerima bantuan sabun mandi dan shampo untuk kami bawa ke Nuu Waar.</p>
<p>Tak heran kalau banyak orang menyebut saya sebagai dai &#8216;sabun mandi&#8217;.   Yang lainnya, ketika saya masuk ke dalam satu kampung di Nuu Waar. Subhanallah, kepala suku di kampung itu menyambut dengan mengarahkan panah ke arah saya. Bahkan, sejurus kemudian, busur panah itu dilepaskan hingga mengenai ke tangan saya. Tapi,  alhamdulillah, kepala suku itu akhirnya masuk Islam.</p>
<p><strong>Masih ada nggak Stadz masyarakat Nuu War yang pakai koteka?</strong></p>
<p>Iya, faktanya memang masih ada. Sepertinya memang sengaja dilestarikan dengan alasan budaya yang harus dilestarikan. Mohon doanya, insya Allah dengan dakwah yang terus kami lakukan ini mampu mencerahkan masyarakat Nuu Waar dengan nilai-nilai Islam.</p>
<p><strong>Di satu sisi potensi kekayaan alam di Nuu War begitu luar biasa. Tapi di sisi lain banyak masyarakat mengakui Nuu War merupakan wilayah di Indonesia yang paling nggak keurus (terbelakang). Tanggapan Ustadz?</strong></p>
<p>Ini memang satu tantangan tersendiri yang mesti dijawab dengan bahasa dakwah. Otonomi daerah yang dituntut oleh pejabatpejabat hanya dinikmati oleh segelintir orang.  Diperlukan sumber daya yang berkualitas dan amanah dalam mengelola SDA dan SDM di Nuu Waar. Itulah yang menjadi salah satu  fokus dakwah AFKN, yaitu menciptakan  generasi muda Nuu Waar yang memiliki intelektualitas, spiritualitas, dan cinta NKRI. Makanya, kami juga membawa anak-anak dari Nuu Waar untuk disekolahkan di pesantren,  sekolah, dan perguruan tinggi yang ada di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Mudahmudahan ketika mereka kembali ke Nuu Waar  nanti, akan mampu memecah persoalan di Nuu Waar.</p>
<p><strong>Akhir-akhir ini sepertinya Ustadz sangat gencar ya mensosialisasikan donasi jilbab (hijab)? Gimana hasilnya selama ini?</strong></p>
<p>Sebetulnya tidak hanya di akhir-akhir ini saja, selama saya berdakwah pun selalu mengimbau kepada kaum Muslimin, khususnya para Muslimat yang memiliki kelebihan jilbab agar bisa berbagi dengan para Muslimat yang ada di Nuu Waar. Salah satu dakwah AFKN yang mencerahkan adalah merubah kebiasaan dari tidak berjilbab menjadi berjilbab. Dengan berjilbab mereka nampak lebih rapi dan terlihat anggun, layaknya Muslimat dari Yaman.</p>
<p>Alhamdulillah, banyak umat Islam yang mendukung program ini. Tahun lalu, AFKN mendapat bantuan dari Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) berupa pakaian dan jilbab sebanyak 4 ton. Namun, barang itu hingga kini masih mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok karena terganjal dalam hal pengurusan. Lalu, belum lama ini juga saya hadir dalam acara Gerakan Seribu Hijab dari Solo untuk Irian. Jika ada kaum Muslimin yang ingin mendonasikan hijab atau jilbab, kami sangat menerima.</p>
<p>baca juga :</p>
<p><a href="http://majalahdrise.my.id/agar-semangat-berdakwah/">Agar Semangat Berdakwah</a></p>
<p><a href="http://majalahdrise.my.id/dakwah-bil-sosmend/">DAKWAH BIL SOSMEND</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Masyarakat Nuu War sebenarnya tahu tidak sih Stadz, dengan fenomena privatisasi SDA yang dilakukan pemerintah di wilayahnya?</strong></p>
<p>Sebagian besar masyarakat tahu mengenai hal itu, reaksi mereka pun berbeda-beda. Ada yang diam saja tak tahu melakukan apa, ada juga yang diam-diam mengambil keuntungan, bahkan ada juga yang akhirnya menuntut merdeka (disintegrasi). Sejujurnya memang pembangunan ini tidak berkeadilan. Tapi bagaimana kita menuntut keadilan, kalau secara SDM saja kita masih sangat kurang dan tidak memadai. SDM yang tidak memadai ini juga terjadi karena pendidikan di Nuu Waar masih sangat terbatas. Wallahu&#8217;alam.</p>
<p><strong>Tahun ini, bakal diadakan Pemilu. Komentar Ustadz?</strong></p>
<p>Umat Islam di Indonesia sudah beberapa kali mengikuti pemilu. Seharusnya, umat Islam ini bersatu dalam menghadapi pesta rakyat itu, tanpa memperhatikan golongan, partai, atau pun harakah. Semua bersatu, apapun bentuk perjuangan kita, untuk merancang sebuah siyasah Islam. Terkadang kita menginginkan terwujudnya syariat, tapi sikap kita tidak sesuai dengan syariat.</p>
<p><strong>Pesan-pesan untuk D&#8217;Riser (pembaca D&#8217;Rise)</strong></p>
<p>Jangan pernah berhenti untuk berjuang dalam Islam, serta mengharap pertolongan Allah SWT. Dengan itu kita pasti memenangkan pertarungan antara haq dan bathil. Doakan kami agar tetap istiqamah dalam perjuangan mencerahkan masyarakat Nuu Waar dengan cahaya Islam. Serta, sampaikan kabar gembira tentang Nuu Waar ini kepada kaum Muslimin lainnya. Wallahu&#8217;alam bishawab.*</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ustadz-fadlan-garamatan-dai-sabun-mandi-dari-papua/">Ustadz Fadlan Garamatan Da&#8217;i &#8216;Sabun Mandi&#8217; Dari Papua</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ustadz-fadlan-garamatan-dai-sabun-mandi-dari-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4069</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD : Bergeraklah bersama pengemban dakwah</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ahmad-rusdan-handoyo-utomo-phd-bergeraklah-bersama-pengemban-dakwah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ahmad-rusdan-handoyo-utomo-phd-bergeraklah-bersama-pengemban-dakwah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2019 00:07:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pria kelahiran tahun 1973 ini telah menghabiskan saparuh usia dewasanya di negeri Paman Sam.Bukan sebagai TKI tapi justru pelajar dengansegudang prestasi. Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD Beliau berbagi ceritamenarik tentang pendidikan di luar negeri,perjalanannya meraih gelar doktor, hinggadunia remaja. Asli menarik dan inspiratif. Gakpake lama, silakan nikmati tetesan hikmahhasil interview kang Hafidz dengan pakarpenyakit kanker &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ahmad-rusdan-handoyo-utomo-phd-bergeraklah-bersama-pengemban-dakwah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD : Bergeraklah bersama pengemban dakwah</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ahmad-rusdan-handoyo-utomo-phd-bergeraklah-bersama-pengemban-dakwah/">Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD : Bergeraklah bersama pengemban dakwah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pria kelahiran tahun 1973 ini telah menghabiskan saparuh usia dewasanya di negeri Paman Sam.Bukan sebagai TKI tapi justru pelajar dengansegudang prestasi. <strong>Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD</strong> Beliau berbagi ceritamenarik tentang pendidikan di luar negeri,perjalanannya meraih gelar doktor, hinggadunia remaja. Asli menarik dan inspiratif. Gakpake lama, silakan nikmati tetesan hikmahhasil interview kang Hafidz dengan pakarpenyakit kanker ini. Monggo…!</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul>


<p>Gimana ceritanya Pak Rusdan bisameraih predikat Doktor di usia relatifmuda?</p>



<p><br> Sebenarnya merupakan kombinasiantara cita-cita, kesempatan, dan ijin Allahta&#8217;ala. Doktor usia muda (dibawah 30 tahun)bukan hal aneh di pendidikan tinggi amerika.Karena gelar doktor bukan puncak capaianakademik. Gelar doktor baru sebatas ijazahbahwa ia telah menjalani programpendidikan yang mestinya membuat diamampu berpikir secara independen danmestinya mampu menghasilkan ilmu barudengan melakukan aktifitas penelitian. Makakeberhasilan akademik akan diukur 10-20tahun setelah dia meraih gelar doktor,seperti seberapa banyak mahasiswa S3 yangdia bimbing, berapa banyak publikasi yang iabuat, dlsb. Jadi sejak sma, hingga S3 sayatidak jeda untuk bekerja dulu. Saya baru&#8217;semi bekerja&#8217; sebagai postdoc seusai S3.Emang udah cita-cita Bapak meraihgelar doctor hingga ke luar negeri?</p>



<p><br> Alhamdulillah saya bersyukur sayadilahirkan di keluarga yang menghargaiprestasi ketimbang kekayaan materi. Sayajuga bersyukur memiliki guru-guru SMA yangsangat membangun motivasi. guru kami dulusangat peduli dengan moto &#8216;otak bolehjerman tapi hati tetap mekah&#8217; dan selaluditekankan ke kami. Guru biologi saya punsangat taat dalam ibadah dan seringbercerita tentang kemajuan sains terutamabidang biologi molekuler.Awalnya saya memang fokus untukmenjadi dokter karena kebetulan saya inginmembantu orang dengan mengobatinya.Sains meski menarik tetapi saya di masaremaja di indonesia belum terpapar dengankehidupan saintis. Namun sejak saya gagalmasuk fakultas kedokteran UNDIP dan UI,saya lalu memutuskan untuk meneruskan keluar negeri. </p>



<p>Waktu SMA saya sempatmenjadi pertukaran pelajar sebelum sayapulang ke indonesia saya sempat mendapatijazah SMA di amerika dan mendaftar keuniversitas di sana. Namun setelah gagalmasuk universitas di indonesia, saya kembalike amerika untuk menemukan kata-kataguru biologi saya dulu.Dan subhanallah, selama S1 sayamagang di MD Anderson Cancer Center (kotaHouston negara bagian Texas, USA). Sayamendapat tugas untuk meneliti mekanismegenetik penyebab kanker. Dari situ sayabelajar bahwa memahami sains danmelakukan eksperimen dalam memahamipenyakit tidak kalah pentingnya denganmengobati penyakit. Dengan penelitian kitabisa menemukan inovasi untukmengendalikan bahkan mencegah kankersebelum terjadi.Paparan magang tersebut menjadibekal untuk bisa melamar S3.Kenapa S3 tidak S2 dulu?</p>



<p><br>  karenadi amerika, tidak ada beasiswauntuk S2 biologi molekuler,tetapi banyak kesempatan untukmendapatkan beasiswa S3. Tapibagi saya bukan sekedar S3,tetapi saya memang memilihpembimbing S3 yangkepakarannya di bidang genetikkanker diakui dunia. Saat itu diindonesia bidang seperti inibelum pernah saya dengar, makasesuai dengan perintah quran utk &#8216;fasalu alaahl dzikr&#8217; maka saya harus berguru ke luarnegeri. Di jaman saya mayoritas orang indolebih suka belajar bisnis dan engineering diluar negeri. Jadi pilihan saya memangtermasuk langka. Tetapi pilihan itupunkarena termotivasi oleh tantangan quranuntuk memperhatikan bagaimana untadiciptakan, menguasai sains sehingga kitabisa mengapresiasi sang Pencipta.Gimana kesan Bapak cukup selamatinggal di luar negeri sambilmengenyam pendidikan?</p>



<p><br> Saya tinggal di amerika selama 17tahun (1 tahun sma, 4 tahun S1, 8 tahun S3,4 tahun postdoctoral  fellowship). Kira-kiraseparuh umur dewasa saya di sana. Diamerika saya banyak belajar mengenaikeragaman umat islam, problema dandinamikanya. Umat islam di amerika adalahkomunitas yang unik, terbelah antara arusuntuk integrasi (berbaur) atau untuk separasi(memisahkan diri). Generasi awal muslimcenderung untuk separasi dengan membuatkomunitas &#8216;eksklusif&#8217;. Tapi anak-anaknyayang tidak pernah hidup di negeri asal orangtuanya, cenderung untuk integrasi karenabagaimanapun mereka adalah &#8216;remajaamerika&#8217;. Maka di masjid, diskusi seputarintegrasi dan separasi selalu mewarnaiprogram kerja komunitas muslim di sana.Seperti apa sih kehidupan remaja diluar negeri sana?</p>



<p><br>  Apakah seperti difilm-film yang keren, modern, danmaju?<br> Gambaran remaja dalam film-filmholywood memang tidak jauh berbeda darikehidupan nyata. Perilaku casual sexmemang seperti itulah. Tapi ada beberapahal yang menarik. Remaja di sana dibesarkandalam lingkungan yang menuntut merekauntuk mengekspresikan passion mereka danmempertanggungjawabkannya. Mereka jugadilatih untuk tidak bergantung kepada orangtua. Maka sejak sma mereka sudah bekerjapart-timer di gerai fastfood seperti macdonald sehingga bisa punya uang sakusendiri. </p>



<p>Mereka juga punya kepercayaan diriyang tinggi dengan pribadi mereka.Mereka pun sangat kompetitif dandisalurkan ke banyaknya ajang kompetisibaik olah raga, adu debat, seni, drama,musik. Pendanaan ajang-ajang tersebutditarik dari pajak dan para remaja tidak perlucari dana utk ikut kompetisi-kompetisitersebut, sehingga mereka cukup fokusuntuk mengekspresikan diri mereka secarakompetitif. Jadi peradaban sekuler memangmereka yakini benar-benar bahwa hidup inijangan terlalu di kekang oleh agama.Apakah remaja di sana juga samahebohnya dalam perayaan tahun baruatau valentine days?</p>



<p><br> Tentu saja, karena kehidupan merekabermuara ke pandangan hidup sekuler danmanisnya hidup adalah dengan bersenangsenang.Merekatidak memiliki konsep&#8217;sweetnessof iman&#8217;. Bagi merekaiman(faith) justru membosankan tidak menyenangkan sama sekali. Sebisa mungkinmerekamenjauhi agamakecualidalamtradisiritual komunal.Kunjungangerejapunlebihdipentingkanaspek komunalnya(kumpul2)bukanibadahnya.Makabagimerekatidak penting&#8217;asal muasal&#8217; </p>



<p>tahunbaru(yangmerupakanpraktikpaganyngbertentangandenganagamamerekasendiri).Valentin pun yang asalnya merupakanpenghormatan terhadap &#8216;wali&#8217; mereka santovalentin, justru di artikan sebagai momenberbagi hawa nafsu. Jadi agama bagi merekasebisa mungkin disesuaikan untukkesenangan hidup, bukan hidup sesuaiagama, jadi kebalik-balik. Yah tapi wajarlah,ini kan mabda&#8217;nya sekuler, jadi begitulah.Menurut Bapak, apa masalah yangdihadapi remaja muslim di negerikita?</p>



<p><br> Krisis jati diri dan hilangnyapanutan. Mungkin mereka menganggapjadi aktifis itu ndak keren, dan jugabarometer kesuksesan sangat kentaldengan akumulasi materi (gadget, gayahidup).Gimana ya biar remaja muslimbisa berprestasi baik dari sisiakademis maupun skill nonakademis?</p>



<p><br> Memiliki komunitas yang memilikipandangan hidup islam ideologis sangatpenting. Remaja perlu pede bahwa taqwasebenarnya adalah kunci sukses. Merekajuga ndak boleh nge-les kalo prestasiakademik jeblok karena aktif ngaji. Salahbesar itu. Justru mereka harus ingat sabdanabi bahwa sebaik-baik muslim adalahmuslim yang kuat, termasuk kuat dalamakademik dan kuat dalam prestasi nonakademik(olah raga,seni, dan ekskullainnya).</p>



<p>Tapi di sisi lain mereka sebenarnya jugaperlu mentor, semacam &#8216;kakak&#8217; yang ngertibahasa mereka dan bisa mengarahkan. Itusebabnya komunitas menjadi penting supayabisa saling menguatkan.Banyak remaja yang pengen bangetkuliah di luar negeri. Kayanya hebatdan pasti sukses. Menurut Bapak?</p>



<p>Sukses perlu di definisikan dulu barometernya apa dulu. Karena jangan sampai dalam mengejar kesuksesan jati diri sebagai muslim pun hilang. Maka niat awal itu penting banget. Kalau kita berangkat dengan niat untuk memperkuat barisan dakwah, membuat jaringan dengan anak2 muda muslim, tentu akan dahsyat sekali, karena di luar negeri wawasan kita terbuka tidak hanya di bidang yang kita ingin kuasai, tapi lebih dari itu kesempatan untuk bertemu dengan umat islam dengan berbagai ragam madhab dan pemikiran. Terakhir, ada pesan yang ingin disampaikan ke pembaca drise. Jadikan islam sebagai sumber inspirasi dan motivasi, jadilah &#8216;orang asing&#8217; (ghuraba) dan bergeraklah dalam barisan pengemban da&#8217;wah. [] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ahmad-rusdan-handoyo-utomo-phd-bergeraklah-bersama-pengemban-dakwah/">Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD : Bergeraklah bersama pengemban dakwah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ahmad-rusdan-handoyo-utomo-phd-bergeraklah-bersama-pengemban-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ust Adian Husaini Praktisi Pemberantas arus Liberalisme</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ust-adian-husaini-praktisi-pemberantas-arus-liberalisme/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ust-adian-husaini-praktisi-pemberantas-arus-liberalisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2019 23:33:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3773</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika driser pencinta novel sejati seharusnya nama ust Adian tidak asing lagi di telinga. Karya novelnya berjudul “KEMI-Cinta Kebebasan Yang Tersesat” yang menceritakan tentang lika-liku hidup penganut ajaran Liberal dan “dakwahnya”, sungguh menarik perhatian D&#8217;Rise sejak awal kemunculan novel tersebut beredar. Sebutan novelis memang kurang begitu afdhal untuk Ustadz Adian. Karena keluasan geraknya meliputi banyak &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ust-adian-husaini-praktisi-pemberantas-arus-liberalisme/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ust Adian Husaini Praktisi Pemberantas arus Liberalisme</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ust-adian-husaini-praktisi-pemberantas-arus-liberalisme/">Ust Adian Husaini Praktisi Pemberantas arus Liberalisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika
driser pencinta novel sejati seharusnya nama ust Adian tidak asing lagi di
telinga. Karya novelnya berjudul “KEMI-Cinta Kebebasan Yang Tersesat” yang menceritakan
tentang lika-liku hidup penganut ajaran Liberal dan “dakwahnya”, sungguh
menarik perhatian D&#8217;Rise sejak awal kemunculan novel tersebut beredar. Sebutan
novelis memang kurang begitu afdhal untuk Ustadz Adian. Karena keluasan
geraknya meliputi banyak hal (berbagai artikel lepas di web pribadi, harian
surat kabar, audio di youtube, buku-buku non fiksi karangannya, dll). Tapi yang
jelas karakter beliau selalu vulgar menelanjangi kebusukan Barat yang sarat
dengan kebebasan peradabannya. Dan Alhamdulillaah, dalam edisi kali ini, di
tengah kesibukannya yang super padat itu, beliau masih bisa dan mau menyempatkan
ngobrol dengan HikariD&#8217;Rise via e-mail, Alhamdulillaah. So, ini dia! Cekidot!
</p>



<p><strong>Apa sih tantangan terbesar Ustadz dalam </strong>&nbsp;<strong>menghadapi orang-orang Liber al yang bebal </strong>&nbsp;<strong>itu? Jawab: </strong>&nbsp;Tantang an terberat adalah &nbsp;menghadapi or ang-orang yang secara formal &nbsp;memiliki legitimasi k e&#8217;ilmuan (apak ah itu &nbsp;professor ,kyai, doktor , dll) tetapi keliru atau
&nbsp;seng aja mengeliruk an orang lain. </p>



<p><strong>Boleh gak tadz kita vonis orang liberal, kalo mereka itu
sudah pasti susah untuk taubat? Jawab:</strong> Sebagai Muslim kita wajib berdakwah kepada
mereka dengan hikmah, mauidzoh hasanah, dan mujadalah (debat) yang lebih baik.&nbsp; Betapa pun, mereka manusia, bisa saja berubah.
Meski pun, pengalaman saya, biasanya yang kadung jadi tokohnya, susah sekali
berubah. </p>



<p><strong>Apa y ang mes ti dilakukan pemerintah biar </strong>&nbsp;<strong>sepak terjang orang Liberal bisa dikaran tina?
</strong>&nbsp;</p>



<p><strong>Jawab: </strong>&nbsp;Seharusn
ya pemerintah memben tuk &nbsp;B N P L&nbsp; ( B a d a n&nbsp;
N a s i o n a l&nbsp; P e n a n g g u l
a n g a n &nbsp;&nbsp;Liber alisme).</p>



<p><strong>Gimana caran y a seor ang Muslim biar</strong> <strong>dan mudah
berkorban dalam membela </strong>&nbsp;<strong>agama
ALLAH? Jawab: </strong>&nbsp;Seseorangakan mau berkorban
jika &nbsp;ada motivasi yang melebihi kecin t aan
k epada &nbsp;aspek-aspek duniawi dan materi.
K eimanan &nbsp;adalah landasan y ang paling k
ok oh. Seor ang &nbsp;y ang y akin k epada
ALLAH dan akhir ak an cin t a peng orbanan, sebab dia y a t, pas ti &nbsp;akhir a t dia ak an mendapa tk an balasan y ang
&nbsp;melimpah dari ALLAH S WT . Karena
itulah, &nbsp;misi ut ama Nabi Ibr ahim dan
par a Nabi &nbsp;lainn y a adalah memperjuangk
Tauhid. akin, di &nbsp;an tegaknya &nbsp;</p>



<p><strong>Ada yang bilang, &#8216;Ilmu tersusah adalah &#8216;Ilmu Ikhlas.
Menurut Ustadz? Jawab:</strong> Ya, ikhlas itu manifestasi iman. sehingga surat
al-Ikhlas memang membahas tentang ketauhidan. Orang yang tidak ikhlas, apalagi
riya&#8217;, beramal untuk mencari pujian manusia, mencerminkan kurang kokohnya keimanan,
sehingga Rasulullah saw menyebutnya sebagai syirik kecil. Jadi, kalau mau
ikhlas, ya harus yakin dengan ALLAH dan segala janji-janji ALLAH ini harus
dilatih terus-menerus, agar bisa ikhlas. Saya yakin, sebelum kita bisa berjuang
secara ikhlas untuk meraih ridho ALLAH, perjuangan kita tidak akan pernah
menang. Apalagi kalau hanya untuk mencari hebat-hebatan dan pujian manusia,
atau saling berlomba-lomba dan berbangga-bangga dengan kelompoknya. </p>



<p><strong>Oh ya tadz, negara kita dapet predikat 5 besar negara
terkorup. Padahal pemerintah gencar kampanye katakan <em>“TIDAK! Pada Korupsi.”</em>?
Jawab:</strong> Korupsi itu berakar dari sikap serakah terhadap dunia dan salah
pandang terhadap hakekat dunia dan akhirat. Orang yang korupsi itu bodoh
sekali, karena semakin banyak dia punya harta, maka dia semakin berat tanggung
jawabnya di akhirat. Harta yang halal saja berat tanggung jawabnya, apalagi
harta yang haram. Jadi, bodoh sekali orang yang korupsi atau mengambil hak orang
lain. Sayangnya, pendidikan kita secara umum diarahkan kepada kecintaan kepada dunia.
Yang berhasil hanya yang berhasil secara ekonomi. Tidak ada tolok ukur kesuksesan
secara kejiwaan. Bahwa orang yang sukses adalah yang berhasil melakuan tazkiyyatun
nafs. Qad aflaha man zakkaahaa. </p>



<p><strong>HAM sering dipak</strong> <strong>e or ang liber al un tuk </strong>&nbsp;<strong>memojokk an s y ariah Islam. Menurut Ust? </strong>&nbsp;<strong>Jawab: </strong>&nbsp;Konsep HAM sek ular saa t ini perlu &nbsp;dikritisi, k ar ena lepas dari aspek k e tuhanan.
&nbsp;Harusn y a HAM diliha t dalam per spektif
Islam, &nbsp;buk an sebalikn y a, Islam diliha
t dari aspek &nbsp;HAM. Itu artin y a mele t akk
an k onsep HAM &nbsp;l e b i h&nbsp; t i n g g i&nbsp;
d a r i&nbsp; k o n s e p&nbsp; I s l a m&nbsp;
y a n g &nbsp;&nbsp;ber dasark an w ah yu. Sa y angn y a, k onsep HAM
&nbsp;sek ular itu jus tru y ang diajark an di
sek olah- sek olah saa t ini.</p>



<p><strong>Nama </strong>: Adian Husaini </p>



<p><strong>Tempat Tanggal Lahir </strong>: Bojonegoro, 17 &nbsp;Desember 1965 </p>



<p><strong>Pendidikan </strong>: &#8211; Madrasah Diniyah Nurul Ilmi Bojonegoro
&nbsp;(1971-1977) &#8211; Pondok Pesantren Ar-Rasyid
Kendal &nbsp;Bojonegoro ( 1981-1984) &#8211; Pondok
Pesantren Ulil Albab Bogor (1988- 1989) &#8211; Lembaga Pendidikan Bahasa Arab, LIPIA
&nbsp;Jakarta (1988) &#8211; Lulusan Sarjana
Kedokteran Hewan IPB &nbsp;dan Master Hubungan
Internasional Universitas Jayabaya Jakarta. Saat kuliah di Jayabaya, beliau
memutuskan untuk berhenti menjadi wartawan dan fokus kuliah seraya aktif di
KISDI-Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam sebagai Sekretaris
Jenderal. &#8211; Saat ini sedang menempuh pendidikan program Doktor di Institute of
Islamic Tought and Civilization-International Islamic University Malaysia
(ISTAC-IIUM) dalam bidang pemikiran dan peradaban. &#8211; Sempat ditawari kuliah di
Amerika tetapi beliau menolak karena idealismenya dan lebih jatuh cinta untuk
kuliah di ISTAC karena menurut rekomendasi dari Ustadz Hamid Fahmi Zarkasyi,
kampus ISTAC adalah kampus Islam yang tidak ada duanya di dunia Islam. </p>



<p><strong>Aktivitas </strong>: &#8211; Ketua Program Doktor Pendidikan Islam &nbsp;Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor &#8211; Ketua
Dewan Dakwah Islamiyah &nbsp;Indonesia (DDII) &#8211;
Wakil Ketua Komisi Kerukunan Umat &nbsp;Beragama,
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat &#8211; Peneliti aktif INSIST (Institute For The Study
of Islamic Thought And Civilization) &#8211; Penulis Tetap acara Catatan Akhir Pekan Adian
Husaini di Radio Dakta 107 FM Jakarta dan hidayatullah.com. &#8211; Dan masih banyak
lagi yang tidak disebutkan. </p>



<p><strong>Karya </strong>: Sudah sekitar 25 buku yang beliau tuliskan dan
semuanya bernafaskan pemikiran yang secara tegas menentang ideologi di luar Islam.
Sempat bukunya yang berjudul <em>“Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di
Perguruan Tinggi”</em> meraih peringkat kedua sebagai buku terbaik di <em>Islamic
Book Fair 2007.</em> Dan kini buku paling terbarunya ada <em>“KEMI”</em> Jilid 2
dan <em>“Filsafat Ilmu, Perspektif Barat dan Islam”</em> yang digarap bersama teman-temannya
dan pakar di UIKA </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ust-adian-husaini-praktisi-pemberantas-arus-liberalisme/">Ust Adian Husaini Praktisi Pemberantas arus Liberalisme</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ust-adian-husaini-praktisi-pemberantas-arus-liberalisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3773</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ust Ismail Yusanto</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ust-ismail-yusanto/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ust-ismail-yusanto/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2018 07:23:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3690</guid>

					<description><![CDATA[<p>Namanya sudah tidak asing lagi di arena pertacuran politik nasional dan internasional sebagai jurubicara Hizbut tahrir Indonesia pembawanya cool dalm dan confident dalam menyampaikan ide syariah dan khilafah, bikin hati D&#8217;Rise bergetar dan membuat mata D&#8217;Rise berkaca-kaca. Subhanallah…jalan dakwah ini memang luar biasa, karena itu pilihlah sebagai jalan hidupmu. Hontou ni. Berikut petikan wawancaranya. Silahkan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ust-ismail-yusanto/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ust Ismail Yusanto</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ust-ismail-yusanto/">Ust Ismail Yusanto</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya sudah tidak asing lagi di arena pertacuran politik nasional dan internasional sebagai jurubicara Hizbut tahrir Indonesia pembawanya cool dalm dan confident dalam menyampaikan ide syariah dan khilafah, bikin hati D&#8217;Rise bergetar dan membuat mata D&#8217;Rise berkaca-kaca. Subhanallah…jalan dakwah ini memang luar biasa, karena itu pilihlah sebagai jalan hidupmu. Hontou ni. Berikut petikan wawancaranya. Silahkan disimak!</p>
<p><strong>Masalah di negeri ini sangat banyak seperti negerinegeri Islam lainnya. Ada yang bilang, “Urus sajalah dulu negeri sendiri baru negeri orang lain.” Tanggapan Ustadz? </strong></p>
<p>Jawab: Memang, masalah yang dihadapi oleh umat Islam di negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia, sangatlah banyak. Benar juga, bahwa kita harus konsentrasi terhadap apa yang dihadapi oleh umat Islam di negeri ini. Karena pada dasarnya dakwah memang harus dimulai dari kalangan yang paling dekat dari diri kita. Tapi tidak berarti hal itu membuat kita boleh abai terhadap persoalan yang terjadi di luar diri kita atau di luar negeri kita, karena beberapa alasan. Satu, sesungguhnya umat Islam itu bersaudara. Maka ketika saudara kita tengah didzalimi, misalnya, meski mereka tinggal jauh dari negeri ini, kita tidak boleh tinggal diam.</p>
<p>&nbsp;Dua, akibat perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, dunia kita saat ini sudah menjadi desa besar. Keadaan satu negara sangat tergantung dan dipengaruhi oleh negara lain. Maka, sangat boleh jadi, persoalan di dalam negeri kita ini, di antaranya dipengaruhi oleh keadaan negara lain. Oleh karena itu, kita tidak lagi bisa sekadar peduli terhadap keadaan di dalam negeri. Ketiga, meski itu bukan di dalam negeri kita, tapi persoalan itu sesungguhnya adalah persoalan kita. Misalnya, penjajahan atas wilayah Palestina.</p>
<p>Coba kalau penjajahan itu sampai merusak Masjidil Aqsha, masak kita mau tinggal diam? Keempat, apapun persoalan yang menimpa umat saat ini, sesungguhnya hanyalah akibat dari sebuah sebab yang lebih besar, yakni tidak adanya kehidupan Islam dimana di dalamnya diterapkan Syari&#8217;ah di bawah naungan Khilafah. Oleh karena itu, perjuangan umat saat ini harus diarahkan untuk tegaknya kembali kehidupan Islam itu sehingga setiap persoalan yang ada bisa diatasi secara tuntas.</p>
<p><strong>Ada juga orang yang bilang, “..kita fokus saja dengan peran kita sebagai rakyat, tak usah sok ikut campur urusan pemerintah..”, Gimana tuh Tadz? </strong></p>
<p>Jawab: Memang, setiap orang memiliki peran dan tanggungjawab yang berbeda-beda, dan karenanya akan dimintai pertanggungjawab akan peran dan tanggungjawab itu. Tapi hal itu tidak berarti membolehkan kita untuk tak acuh terhadap keadaan di sekeliling kita, karena sebagai Muslim kita wajib melakukan amar makruf nahi mungkar. Dan yang paling utama, amar makruf nahi mungkar itu ditujukan kepada para penguasa, terlebih bila kita tahu mereka akan melakukan kebijakan yang bertentangan dengan Syari&#8217;ah, maka wajib bagi kita sebagai rakyat untuk menentangnya.</p>
<p><strong>Sebagai Jubir HTI, Ust pernah mengalami kejadian buruk yang mengancam perjuangan dakwah seperti yang dialami Jubir HT Pakistan-Naveed Butt? Oh ya.. apakah ada perkembangan terbaru terkait Beliau? </strong></p>
<p>Jawab: Alhamdulillah, hingga saat ini saya belum pernah mengalami hal buruk seperti yang dialami oleh Jurubicarajurubicara HT di berbagai negara, seperti di Pakistan. Mungkin karena negeri kita baru lepas dari era otoritarianisme Orde Baru, sehingga cara-cara seperti itu sudah tidak lazim lagi. Allahu a&#8217;lam, keadaan yang kondusif seperti ini akan berlangsung sampai kapan. Mudah-mudahan sebelum berubah, Khilafah sudah berdiri.</p>
<p>Ada pun mengenai keadaan Naveed Butt, kemarin saat MK, saya sempat tanyakan kepada tamu kita dari Pakistan, beliau menjawab, tidak ada satu pun orang yang tahu dimana posisinya dan bagaimana keadaannya. Keluarga juga tidak tahu.</p>
<p>Di Pakistan, keadaan seperti ini acap terjadi. Seseorang hilang tak tentu rimbanya. Memang penguasa di sana sangat dzalim. Kita doakan semoga beliau selamat dan bisa segera kembali kepada keluarganya serta aktif kembali berdakwah. Sejauh ini yang kita lakukan adalah memprotes dan mempertanyakan kepada penguasa Pakistan, tapi mereka sendiri juga tidak pernah bisa memberikan penjelasan yang memuaskan</p>
<p><strong>Ada pendapat: “Demokrasi sama dengan Islam”, benarkah? </strong></p>
<p>Jawab: Ini pendapat memang sering kita dengar. Tentu pendapat yang mengatakan demokrasi sama dengan Islam, tidaklah benar. Dari akarnya saja sudah beda. Demokrasi lahir dari sekularisme, sedang Islam bertumpu pada kalimah tauhid Laa ilaaha illa-Llah. Mungkin benar ada satu atau dua unsur dari demokrasi, misalnya tentang musyawarah, yang kebetulan ada juga dalam Islam.</p>
<p>Tapi adanya unsur-unsur yang sama itu tidak cukup untuk kita menyimpulkan bahwa kedua hal yang sesungguhnya berbeda itu berarti sama. Apalagi pada kenyataannya musyawarah di dalam Islam sangatlah berbeda dengan praktek musyawarah dalam demokrasi. Musyawarah dalam Islam adalah hanya salah satu cara pengambilan keputusan yang terkait dengan hal-hal teknis pelaksanaan Syari&#8217;ah. Misalnya, ketika bepergian, kita boleh bermusyawarah mau shalat di masjid mana. Tapi jangan sekali-kali bermusyawarah mau shalat atau enggak.</p>
<p>Sedang musyawarah dalam demokrasi merupakan cara pengambilan keputusan untuk semua hal, termasuk hal-hal yang dalam Islam sudah jelas status hukumnya, seperti haramnya riba, atau tentang pernikahan. Hal itu, di dalam demokrasi, masih bisa dimusyawarahkan apakah pernikahan sesama lelaki dan sesama perempuan (same sex marriage) itu boleh atau tidak. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya di lebih dari 10 negara Eropa saat ini, nikah sejenis telah disahkan. Sementara dalam Islam, nikah sesama jenis, dilarang keras dan pelakunya akan dihukum mati.</p>
<p><strong>Sebagian orang memiliki kecemasan berlebihan terhadap Khilafah jika memimpin dunia. Khawatir terjadi diskriminasi non muslim. Tanggapan Ustadz? </strong></p>
<p>Jawab: Ini ketakutan yang tak berdasar. Fakta sejarah, warga non muslim di sepanjang Khilafah Islam bisa hidup damai sejahtera. Spanyol misalnya, pernah lebih dari 700 tahun dikuasai Islam disebut Espanyol in three religions, karena selain Islam yang berkuasa, hidup damai sejahtera pula orang-orang Yahudi dan Nasrani.</p>
<p>Irak pernah lebih dari 400 tahun menjadi pusat daulah Khilafah, dan selama itu pula hidup damai sejahtera orang-orang Nasrani yang diantaranya melahirkan tokoh bernama Thariq Azis (pernah menjabat sebagai deputi PM di masa Saddam Husein). Secara normatif, tidak ada satu pun alasan yang bisa dijadikan dasar untuk rasa takut itu. Islam melarang memaksa non Muslim masuk Islam. Islam mewajibkan perlindungan non Muslim ahludz dzimmah, harta jiwa dan kehormatannya. Pendek kata, kalau mau hidup tenteram, damai sejahtera, hiduplah di bawah al-Khilafah</p>
<p>&nbsp;<strong>Untuk acara Muktamar Khilafah 2013 kemarin, seperti apa pencapaiannya? </strong></p>
<p>Jawab: Ada beberapa capaian yang kita dapatkan dari Muktamar Khilafah lalu. Yang utama tentu saja adalah adanya peningkatan kesadaran umat, khususnya mereka yang hadir pada acara muktamar di berbagai kota di Indonesia itu, tentang arti pentingnya Khilafah bagi terwujudnya kembali &#8216;Izzul Islam wal Muslimin (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin).</p>
<p>Semua orang yang kita temui atau kita wawancarai usai acara, serempak menyatakan hal senada. Bahwa tegaknya kembali Khilafah sangatlah penting. Oleh karena itu, penting pula untuk terus berjuang hingga cita-cita mulia itu terwujud Peningkatan kesadaran umat berlangsung cukup signifikan. Hal itu terlihat dari membludaknya peserta setiap acara MK di berbagai daerah, juga gegap gempitanya respon peserta yang hadir di sepanjang acara. Gelora Bung Karno seakan hendak runtuh tatkala secara serempak peserta yang hadir meneriakkan takbir dan yelyel “Khilafah, Khilafah, Khilafah” berulang-ulang. Itu semua menunjukkan bahwa mereka satu hati dan pikiran dengan semua ide atau gagasan yang dicetuskan dalam MK. Kedua, adalah tumbuhnya kepercayaan umat terhadap Hizbut Tahrir.</p>
<p>Di tengah krisis kepercayaan terhadap partai politik, termasuk partai politik Islam, akibat berbagai kasus korupsi, Hizbut Tahrir ingin menunjukkan diri (dalam arti positif) sebagai kelompok yang masih bisa diharapkan untuk membawa umat kepada terwujudnya cita-cita. Dan kepercayaan serta dukungan itu nyata. Coba perhatikan, sungguh mustahil menggerakkan umat, yang sebagiannya berasal dari daerah yang cukup jauh, bahkan ada yang harus menempuh perjalanan darat lebih dari 24 jam, untuk hadir dalam acara Muktamar, apalagi mereka harus membeli tiket. Bila dalam diri mereka tidak ada kepercayaan kepada HT mereka tidak akan ikut bersama HT dalam Muktamar kemarin.</p>
<p>Kepercayaan umat itu sangat penting karena kepercayaan akan melahirkan dukungan. Ketiga, melalui Muktamar ini, berbagai pihak bisa melihat, bahwa Hizbut Tahrir terbukti mampu menyelenggarakan acara besar dengan aman, megah, meriah dan terkendali. Ini akan menepis kekhawatiran atau tudingan sementara pihak yang menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah kelompok radikal yang akan membuat onar negeri ini. Kekhawatiran dan tudingan miring seperti itu kadang tidak cukup dibantah dengan lisan, tapi juga harus dengan tindakan.</p>
<p>Penyelenggaraan Muktamar yang sukses, insya Allah akan menepis semua itu. Bila hal ini bisa terus kita jaga dan kita tingkatkan, pada gilirannya siapa pun yang berpikir sehat dan obyektif, tidak akan bisa menilai secara negatif kehadiran HT, bahkan akhirnya akan merasa bahwa HT diperlukan untuk membawa negara ini ke arah yang lebih baik</p>
<p><strong>Pesan-pesan untuk D&#8217;Riser (pembaca D&#8217;Rise)?</strong></p>
<p><strong>&nbsp;</strong>Jawab: Tidak ada kemuliaan kecuali hidup dengan dan untuk Islam, dan tidak ada kemuliaan Islam kecuali dengan penerapan Syari&#8217;ah dan tidak ada penerapan Syari&#8217;ah secara kaffah kecuali di bawah naungan daulah Khilafah. Oleh karena itu, tetaplah berjuang untuk tegaknya Syariah dan Khilafah.</p>
<p>Kalau hidup tidak untuk dakwah, lalu mau untuk apa? Kalau dakwah bukan untuk tegaknya Syari&#8217;ah dan Khilafah lalu mau dakwah untuk apa? Dan bagaimana Syari&#8217;ah dan Khilafah bisa tegak bila dakwah tidak dilakukan secara istiqamah? Karena itu, tetaplah dakwah secara istiqamah untuk tegaknya Syari&#8217;ah dan khilafah. [Hikari</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ust-ismail-yusanto/">Ust Ismail Yusanto</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ust-ismail-yusanto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3690</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ust Fatih Karim : Hidup ini Penuh Pilihan, Pastikan Taqwa dalah Pilihanmu</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ust-fatih-karim-hidup-ini-penuh-pilihan-pastikan-taqwa-dalah-pilihanmu/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ust-fatih-karim-hidup-ini-penuh-pilihan-pastikan-taqwa-dalah-pilihanmu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2018 22:48:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di usia mudanya, cowok asal Medan ini sudah menjabat &#160;sebagai Founder dan CEO sebuah perusahaan Event &#160;Organizer yang mumpuni. Tak hanya menekuni bisnis, &#160;ayah beranak satu ini aktif berdakwah. Sehingga seorang Felix &#160;Siauw bisa mengenal Islam dan sama-sama aktif berdakwah. &#160;Kita kenalan yuk! Pak Fatih, gimana sih sebaiknya remaja muslim &#160;menyikapi budaya tahun baru, Vdays &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ust-fatih-karim-hidup-ini-penuh-pilihan-pastikan-taqwa-dalah-pilihanmu/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ust Fatih Karim : Hidup ini Penuh Pilihan, Pastikan Taqwa dalah Pilihanmu</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ust-fatih-karim-hidup-ini-penuh-pilihan-pastikan-taqwa-dalah-pilihanmu/">Ust Fatih Karim : Hidup ini Penuh Pilihan, Pastikan Taqwa dalah Pilihanmu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di usia mudanya, cowok asal Medan ini sudah menjabat &nbsp;sebagai Founder dan CEO sebuah perusahaan Event &nbsp;Organizer yang mumpuni. Tak hanya menekuni bisnis, &nbsp;ayah beranak satu ini aktif berdakwah. Sehingga seorang Felix &nbsp;Siauw bisa mengenal Islam dan sama-sama aktif berdakwah. &nbsp;Kita kenalan yuk!</p>
<p><strong>Pak Fatih, gimana sih sebaiknya remaja muslim &nbsp;menyikapi budaya tahun baru, Vdays atau lainnya &nbsp;yang ngumpet dibalik tren remaja? </strong></p>
<p>Setiap muslim, apapun yang hendak dikerjakannya mestinya &nbsp;mengetahui hukum syara atas perbuatannya.Ketika itu haram &nbsp;ia pasti meninggalkannya dan ketika wajib bersegra ia &nbsp;melaksanakannya.Perayaan tahun baru, Vdays dan sejenisnya &nbsp;jelas bukan budaya islam haram ikut merayakannya karena &nbsp;berarti kita sama dengan yang &nbsp;merayakannya,nauzubillah..banyak mengkaji islam akan &nbsp;memperkuat ketaatan kita pada Allah jauh dari Allah &nbsp;mendekatkan kita pada kemaksiyatan</p>
<p><strong>Sepenting apa sih kita membuat visi misi di dalam &nbsp;kehidupan? </strong></p>
<p>Sangat sangat penting.Visi itu adalah dream (impian). Beda &nbsp;orang yang hidup punya impian dengan yang tidak &nbsp;memilikinya. Semakin besar dan mulia sebuah impian &nbsp;maka hidupnya semakin dinamis, kreatif, tidak mudah &nbsp;menyerah dan selalu optimis dalam kehidupannya. Hari-harinya pun semakin berarti. Tidak memiliki visi berarti &nbsp;mati. Bermimpi itu gratis kok. Nah visi tanpa aksi itu jadi &nbsp;basi. Aksi tanpa visi namanya pake jurus dewa mabok &nbsp;hahaha. Apalagi gak ada visi, dijamin jadi generasi galau!</p>
<p><strong>Visi dan misi seperti apa yang mendatangkan &nbsp;kemuliaan hidup? </strong></p>
<p>Allah menciptakan kita dengan anugrah potensi yang luar &nbsp;biasa dalam diri. Semua ditujukan agar manusia menjadi &nbsp;mulia (taqwa). Bagaimana agar kita menjadi manusia &nbsp;paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Jika tidak, maka &nbsp;kita hina seperti binatang ternak. Semakin taqwa manusia, &nbsp;maka semakin mulialah ia dihadapan rabbNya, bermanfaat &nbsp;bagi seluruh manusia. &nbsp;</p>
<p><strong>Bapak kan seorang Da&#8217;i sekaligus pengusaha, &nbsp;apa sih kunci sukses Bapak selama ini?</strong></p>
<p><strong>&nbsp;</strong>Visi hidup yang jelas tergambar. Iradah (kehendak) yang &nbsp;kuat dan bersabar mencapainya. Senantiasa hidup &nbsp;bersama orang- orang shalih dan sudah pasti berharap &nbsp;hanya pada Allah dan percaya akan janjiNya.</p>
<p><strong>Materi apa saja yang Bapak bawakan dalam &nbsp;mengisi kajian? </strong></p>
<p>Tergantung ngisi kajian dimana. Tentu beda kebutuhan &nbsp;materi di remaja dengan kalo ngisi kajian di Ibu- ibu dan &nbsp;kalangan perkantoran misalnya. Tapi materi Aqidah selalu &nbsp;menjadi dasar bagi semua materi lainnya</p>
<p><strong>Bagaimana cara Pak Fatih mengelola kegiatan &nbsp;bisnis dan dakwah yang keduanya pasti sangat &nbsp;menyita perhatian? &nbsp;</strong></p>
<p>Saya buat prioritas. Mana yang penting dan mendesak, &nbsp;yang penting namun tidak mendesak. Semua orang Allah &nbsp;anugrahkan waktu yang sama. Tidak ada yang beda. &nbsp;Setiap detiknya sangat berharga karena waktu akan habis &nbsp;dan takkan kembali. Tapi Dakwah bagi saya adalah &nbsp;sumber kemuliaan. Darinya amal kita bukan hanya &nbsp;bernilai individu tapi berkah dan terus bertambah &nbsp;selamanya. Rasul Saw bilang “Siapa yang menganjurkan &nbsp;kebaikan maka baginya pahala seperti orang mengerjakan &nbsp;kebaikannya “. Gimana gak asik tuh. Pahalanya ngalir &nbsp;terus meski kita telah tiada. Investasi masa depan dunia &nbsp;akhirat yang tiada rugi, ya berdakwah!</p>
<p><strong>Pernahkan Bapak mengalami kegagalan &nbsp;selama menjadi pengusaha, bagaimana &nbsp;menyikapinya? </strong></p>
<p>Gagal dan sukses itu satu paket. Jadi orang sukses pasti &nbsp;pernah alami kegagalan. Tapi dari kegagalan itu kita ambil &nbsp;pelajaran berharga yang sangat bermanfaat agar tidak &nbsp;terulang kembali. Keledai aja gak mau&nbsp; jatuh pada lubang &nbsp;yang sama untuk kedua kalinya. Malu dong kalo sama &nbsp;dengan keledai. Hehehe&#8230; Menyikapi kegagalan dengan &nbsp;selalu yakin akan pertolongan dan janji Allah bagi orang &nbsp;bersabar, dijalani dan dinikmati.</p>
<p><strong>Bagi-bagi dong ke DRISER, cerita unik di balik &nbsp;dunia dakwah? &nbsp;</strong></p>
<p>Dulu saya alergi banget liat aktifis dawah. Ngeliatnya aja &nbsp;males, apalagi jadi seperti mereka. Bahkan saya selalu &nbsp;menentang dan menghalangi teman-teman yang &nbsp;berdakwah. Allah lembutkan hati saya dan akhirnya saya &nbsp;menjadi seperti mereka. Malah sekarang saya giat &nbsp;mengcloning orang agar jadikan dakwah itu hidup dan &nbsp;matinya.</p>
<p><strong>Pesan-pesan untuk D&#8217;Riser? </strong></p>
<p>Hidup di dunia ini sebentar kok, cuma tempat &nbsp;singgah.semua pasti kita tinggal kecuali amal shalih. &nbsp;Perjalanan kita masih panjang. Setelah alam rahim, kita &nbsp;masuk alam dunia. Belum selesai, kita akan masuk dalam &nbsp;alam kubur lanjut lagi ke alam akhirat. Jadi jangan buang &nbsp;waktumu dan potensimu hanya untuk maksiyat dan hura-hura. Berbuat taatlah sekarang sebelum menyesal tiada &nbsp;guna. Hidup ini penuh pilihan, pastikan taqwa adalah &nbsp;pilihanmu![]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ust-fatih-karim-hidup-ini-penuh-pilihan-pastikan-taqwa-dalah-pilihanmu/">Ust Fatih Karim : Hidup ini Penuh Pilihan, Pastikan Taqwa dalah Pilihanmu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ust-fatih-karim-hidup-ini-penuh-pilihan-pastikan-taqwa-dalah-pilihanmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3488</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
