<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Share Your Mind Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/share-your-mind-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 May 2020 02:05:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.11</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>STOP ihtilat di sekolah !</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/stop-ihtilat-di-sekolah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/stop-ihtilat-di-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2020 02:05:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4530</guid>

					<description><![CDATA[<p>TENG&#8230;TENG&#8230;! Lonceng istirahat berbunyi, semua siswa-siswi di sekolah pada bubar dari kelas &#160;menyerbu kantin. Hayoo&#8230;, muda-mudi Islam kalo pas jam&#160; istirahat sukanya di mana? Dikantin, kakak&#8230;.! –nepuk jidat- Jika dipikir-pikir, sebenarnya jam istirahat itu bisa jadi teman atau musuh dalam selimut, ya???? Jam istirahat memang waktunya untuk beristirahat sejenak setelah menjalani proses belajar mengajar di &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/stop-ihtilat-di-sekolah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">STOP ihtilat di sekolah !</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/stop-ihtilat-di-sekolah/">STOP ihtilat di sekolah !</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>TENG&#8230;TENG&#8230;! Lonceng istirahat berbunyi, semua siswa-siswi di sekolah pada bubar dari kelas &nbsp;menyerbu kantin. Hayoo&#8230;, muda-mudi Islam kalo pas jam&nbsp; istirahat sukanya di mana? Dikantin, kakak&#8230;.! –nepuk jidat- Jika dipikir-pikir, sebenarnya jam istirahat itu bisa jadi teman atau musuh dalam selimut, ya???? Jam istirahat memang waktunya untuk beristirahat sejenak setelah menjalani proses belajar mengajar di sekolah.</p>



<p>Tapi, di waktu-waktu seperti inilah &nbsp;biasanya terjadi&nbsp; penyimpangan oleh mudamudi terhadap Islam. Percaya atau tidak, seperti itulah adanya. Mungkin masih banyak dari teman-teman yang belum tau betul apa penyimpangannya. Maka dari itu saya akan memberikan salah satu contohnya di bawah ini. Insya Allah. Penyimpangan yang biasa dilakukan di sekolah,&nbsp; yakni adanya</p>



<p><strong>IKHTILAT</strong> atau campur baurnya cowok sama cewek. Hal ini biasa kita liat kalo pas lagi jam belajar maupun pada saat istirahat. Anak-anak yang ngakunya best friend sama lawan jenis, itu mah udah kelewat batas. Mereka ngadain ikhtilat di sana-sini di mana tidak ada hijab atau kain pembatas di antara mereka.</p>



<p>Akibatnya, antara cowok dan cewek sama-sama bisa melihat lawan jenisnya dengan leluasa. Nggak jarang dari mereka yang tingkah lakunya sama kayak orang pacaran, alias pegang-pegangan tangan, pake istilah tangan si cowok merangkul bahu si cewek lah, atau pas si cewek lagi duduk-duduk di depan kelas tiba-tiba cowoknya modus ikut duduk di sampingnya. Ih, miris! Bukan mahram kok gelagatnya gitu, sih?</p>



<p>&nbsp;Udah nggak ada hijab antara cowok dengan cewek, terus main pegang-pegangan tangan lagi. Dosa tau!!! Selain itu, kantin juga salah satu tempat bersarangnya ikhtilat. Kalo jam istirahat biasanya nongkrongnya di kantin, kan? Nah, otomatis di sana ada ikhwan yang bisa liatin akhwat yang cantik-cantik dengan bebas.</p>



<p><strong>BAGI CEWEK-CEWEK JANGAN MAU DIJADIIN OBJEK PANDANGAN COWOK YAH&#8230;. JANGAN MAU JADI ALATNYA SETAN BUAT MEMBANGKITKAN SYAHWAT YANG BUKAN MAHRAM!!!</strong></p>



<p>&nbsp;Ikhtilat bisa membawa dampak negatif yang sangat besar lho, sobat. Dia antaranya dapat menjadi sumber utama terjadinya zina mata, zina tangan, zina hati, dsb. Eit, jangan remehkan zina kecil lho&#8230; keliatannya emang seperti perbuatan biasa, tapi lama-lama bisa berujung pada zina yang lebih besar. Kalo si ceweknya hamil, kebayang kan malunya gimana? Allah dengan tegas melarang kita untuk berzina.</p>



<p><em>“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) </em>&nbsp;<em>itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa&#8217; ayat 32)</em> Kalo takut ikhtilat, menghindarinya gimana, dong? Tenang aja, ada kok solusinya! Salah satunya dengan</p>



<p>&nbsp;<strong>MENJAGA PANDANGAN</strong>.</p>



<p>Menjaga pandangan sangat penting, lho, sobat! Pernah denger istilah “DARI MATA TURUN KE HATI” nggak? Kurang lebih begitulah proses timbulnya nafsu. Berawal dari dua pandang mata yang saling bertatapan, eh, yang bisa hati keduanya bisa saling deg-degan –itu godaan setan- Terus hati si cowok tiba-tiba cenat-cenut, ngumbar modus ke sana-sini buat dapetin perhatian si cewek. Akhirnya, salah jalan lalu terjerumus ke pacaran.</p>



<p>Hafizhonallah! &nbsp;<em>Dari Jarir r.a., katanya: &#8220;Saya bertanya kepada Rasulullah s.a.w. perihal melihat dengan sekonyong-konyong- kepada sesuatu yang diharamkan, lalu beliau s.a.w. menjawab: &#8220;Palingkanlah segera akan penglihatanmu.&#8221; (Riwayat Muslim)</em></p>



<p>Tuh, denger, kan? Rasulullah saw. aja memerintahkan seorang sahabat untuk memalingkan pandangannya apabila melihat sesuatu yang diharamkan. Walaupun melihat hanya sekejap, tapi kan bisa ngaruh nantinya sama orang yang liat.</p>



<p>&nbsp;Apalagi akhwat-akhwat yang doyan liatin wajah ikhwan? Bisa-bisa kalo nggak segera memalingkan pandangan, jatuh ke jurang kemaksiatan. Maka dari itu, baik itu cowok atau pun cewek, segera tundukkan pandangan kita sebelum setan keduluan &nbsp;mempengaruhi pikiran dan hati kita.</p>



<p><em>Brother and sister rahimahullah, </em>pada intinya, untuk mencegah ikhtilat adalah dengan menjaga diri, perilaku, dan membina persahabatan yang diridhoi oleh Allah. Persahabatan yang diridhoi itu yakni bersahabat dengan sesama jenis, senantiasa membina persahabatan dengan amal sholih-persahabatan bukan majelis rumpi, lho!- serta saling mencintai sahabatnya karena Allah. Berteman dengan lawan &nbsp;jenis sih boleh, tapi sekedar teman aja, nggak lebih.</p>



<p>Ikhtilat itu bisa berujung pada dosa besar, lho, inget itu! Kalau pun kita diajak seseorang untuk ikhtilat, kita nolak aja jika membawa mudharat yang lebih besar ketimbang maslahatnya. Seperti itu! Kalo akhlak muda-mudi muslim baik bin terpuji, pastinya akan mengangkat agama Islam yang mulia ini menjadi agama yang dijunjung di dunia karena kebaikan akhlak dan ketaatan  pemeluknya kepada Robb-nya.</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/stop-ihtilat-di-sekolah/">STOP ihtilat di sekolah !</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/stop-ihtilat-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4530</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemuda, Nakoda perubahan Umat</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pemuda-nakoda-perubahan-umat/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pemuda-nakoda-perubahan-umat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2020 07:54:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4472</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemuda memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan kaum muslim &#160;secara khusus. Namun, saat ini gaya hidup mengarahkan para pemuda pada kebebasan berprilaku, mendapatkan pendidikan dan meraih impian diajarkan dengan mudah, instan dengan usaha kecil, memuaskan diri dengan miras, narkoba dan pertemanan hidup yang penuh kebebasan. Sungguh sangat ironis, ketika di negeri &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pemuda-nakoda-perubahan-umat/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pemuda, Nakoda perubahan Umat</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pemuda-nakoda-perubahan-umat/">Pemuda, Nakoda perubahan Umat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pemuda memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan
manusia secara umum dan kaum muslim &nbsp;secara
khusus. Namun, saat ini gaya hidup mengarahkan para pemuda pada kebebasan
berprilaku, mendapatkan pendidikan dan meraih impian diajarkan dengan mudah,
instan dengan usaha kecil, memuaskan diri dengan miras, narkoba dan pertemanan
hidup yang penuh kebebasan. </p>



<p>Sungguh sangat ironis, ketika di negeri yang mayoritas
muslim ini, terjadi kasus-kasus yang menyayat hati, membuat geram dan entah
perasaan apa lagi yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Sekejam-kejamnya
perilaku binatang, mungkin masih bisa dimaklumi, karena mereka tak punya akal.
Tapi perbuatan ini dilakukan oleh sosok manusia yang terkategori pemuda. &nbsp;Salah satu contoh adalah kematian anak SMP
yang berinisial YY, berusia 14 th dari Bengkulu (5 April 2016). Kematiannya
sangatlah sadis dan membuat seluruh mata yang melihat dan seluruh telinga yang
mendengar seplah turut shock akan kejadian ini. </p>



<p>Bagaimana tidak, dari hasil visum menunjukkan bahwa ia mengalami
kekerasan, penganiayaan dan pemerkosaan, masih dilanjut dengan pembunuhan
hingga jasadnya dibuang di jurang! &nbsp;Contoh
kasus lain adalah seorang mahasiswa yang tega membunuh dosennya yang hendak
berwudlu, gara-gara dendamnya pada sang dosen lantaran nilainya yang tak pernah
bagus dan skripsi yang tak kunjung diacc oleh sang dosen. Sungguh memalukan
perilaku anak bangsa ini. Bagaimana tidak, mereka melakukan kejahatan ini
dimulai dari melakukan kemaksiatan yang satu hingga berlanjut tindakan-tindakan
biadab itu. </p>



<p>Padahal jelas, mereka adalah sosok remaja dan diantaranya
masih duduk di bangku sekolah dan bahkan seorang mahasiswa yang harusnya di
usia mereka sudah bisa berfikir dengan jernih dan bijak. Bagimana umat ini
masih &nbsp;berharap pada sistem seperti ini?
sistem &nbsp;yang telah membuat kaum muda
menjadi sosok yang amoral, berprilaku bejat yang melebihi binatang. </p>



<p>Masih tertutupkah mata, mulut, telinga dan mata hati umat
saat ini, yang melihat fenomena mengerikan seperti ini ? padahal mereka adalah
bagian dari sosok pemuda harapan bangsa, pemimpin umat dan penerus generasi. _ Seharusnya
semua menyadari pemuda adalah aset bangsa yang seharusnya menjadi nahkoda bagi
umat menuju kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Kehidupan yang
berperadaban tinggi dan berpola pikir yang tangguh serta kepriadian yang luhur.
Di usia remaja sudah selayaknya mereka mendapatkan porsi ruang ilmu yang
memadai, lingkungan pembelajaran yang kondusif dan fasilitas yang mencukupi. </p>



<p>Terlebih ada hal penting yang harus diperhatikan adalah
peran negara, sebagai penyelenggara pendidikan, penjaga perilaku, penegak
keadilan dan juga filter dari seluruh budaya yang masuk ke negerinya. Menjadi
peran negara ketika media beredar, pembatasan makanan dan minuman yang
dikonsumsi oleh umat dan perilaku umat. </p>



<p>Peran penting ini juga berpengaruh pada sebuah peradaban sebuah
negeri. &nbsp;Sistem sekuler-demokrasi tidak akan
membawa perubahan, perubahan pada arah keburukan sudahlah pasti. Dan akan
membawa pengikutnya dalam perubahan pada perilaku yang biadab dan dehumanisme.
Secara individu mereka lemah iman, tsaqafahnya minim ditambah dengan akal
mereka yang tidak digunakan untuk berfikir secara cemerlang. </p>



<p>Masyarakat yang tidak kondusif dan edukatif, orang tua yang
tidak bersungguhsungguh dan tidak peduli pada kondisi&nbsp; anak, menambah kondisi pemuda terpuruk.&nbsp; </p>



<p>_ Di usia belasan tahun islam mengajarkan para remaja ini
punya harus memiliki kepribadian yang tangguh. Bukan sebagai pemuda pemuja
nafsu, tapi sosok pemuda yang punya tanggung jawab besar sebagai hamba terhadap
Allah SWT. Kemudian dengan konsep Islam yang shahih, mereka seharusnya kaya tsaqafah
untuk memikirkan kondisi umat dan kondisi negeri mereka. Kalaupun mereka sudah
berhasrat untuk memuaskan seksualitasnya, mereka akan siap menikah dan menjadi
pemimpin keluarganya. </p>



<p>Bukan memperkosa gadis atau wanita lemah. Dan kalaupun
mereka ingin melampiaskan amarah, maka mereka akan bersegera mengangkat senjata
untuk membela agama Allah dan membunuh musuh-musuh Islam, bukan membunuh teman
atau guru mereka. Tetap akan tersalurkan naluri mereka pada peradaban yang
luhur, dengan tuntunan Islam yang haq. &nbsp;</p>



<p>_ Pemuda harapan umat di atas tidak akan bisa dicetak dalam
sistem yang mengutamakan kebebasan dan mengagungkan hawa nafsu seperti sekarang.
Saatnya umat memikirkan kondisi ini jikalau menaruh harapan besar pada para pemuda.
</p>



<p>Hanya berharap pada sistem Islam, kondisi umat pada umumnya
dan pemuda khususnya bisa benar-benar menjadi sosok yang tangguh, ideologis,
cerdas, berakhlak mulia dan sosok pejuang yang tangguh. Wallahu a&#8217;lam bisawab.
[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pemuda-nakoda-perubahan-umat/">Pemuda, Nakoda perubahan Umat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pemuda-nakoda-perubahan-umat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4472</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2020 05:58:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau kalian mendengar kata &#8216;Bahasa Arab&#8217;, apa sih yang ada di benak kalian? Nabi Muhammad? Orang &#160;Jahiliyyah? Bahasa onta? Padang pasir? Orang haji? Al-Quran? Surga?? Memang saat ini bahasa Arab masih dianggap sebagai sesuatu yang asing oleh khalayak ramai, karena memang gak setenar bahasa-bahasa lain semisal bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Jerman apalagi bahasa alay. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/">Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kalau kalian mendengar kata &#8216;Bahasa Arab&#8217;, apa sih yang ada
di benak kalian? Nabi Muhammad? Orang &nbsp;Jahiliyyah?
Bahasa onta? Padang pasir? Orang haji? Al-Quran? Surga?? Memang saat ini bahasa
Arab masih dianggap sebagai sesuatu yang asing oleh khalayak ramai, karena
memang gak setenar bahasa-bahasa lain semisal bahasa Inggris, bahasa Jepang,
bahasa Jerman apalagi bahasa alay. Hohoho.. </p>



<p>Sekarang hampir mayoritas tempat, mulai dari sekolah,
stasiun, SPBU, terminal, pertokoan, tempat rekreasi bahkan toilet umum pun kebanyakan
memakai bahasa Inggris untuk tulisan di papan petunjuknya. &nbsp;Selain itu, banyak istilah sehari-hari yang
menggunakan bahasa Inggris. Adikadik kita di sekolah bahkan di rumah juga sudah
mulai dikenalkan dan dibiasakan memakai bahasanya Bang Harry Potter ini. </p>



<p>Gak heran kalau banyak orang yang suka menggunakan bahasa
Inggris setengah mateng, kayak telur goreng belum mateng tapi keburu dimakan
karena sekolah udah telat. Mungkin kalo ngomong kayak mbak Cinta Laura, belepotan
bin rempong binggo. Hadeh! Bicara soal bahasa Inggris yang udah lumrah di
telinga, kita gak <em>ngelarang</em> kalian belajar bahasa Inggris kok. Kan bagus
bisa <em>cas-cic-cus</em> bahasa Inggris di jaman serba ke-inggris-an kayak
sekarang. Tapi kita gak boleh lupa, sebagai muslim, kita harus bin wajib
belajar dan mendalami bahasa Arab.. Kalo ada yang nanya, &#8216;Buat apa susah-susah
belajar bahasa Onta? Gue &nbsp;aja gak kenal tuh
ama dia!&#8217;. </p>



<p>Eitss.. tunggu dulu sodarasodara!! Emang sekarang yang <em>nge-hits</em>
bahasa Inggris, tapi kita musti inget kalau Al-Quran itu diturunkan Allah ke&nbsp; dunia pake bahasa Arab. Banyak ayat AlQuran yang
menjelaskan hal ini. </p>



<p>Antara lain surat Yusuf: 2, Ar Ra&#8217;du: 37, An Nahl: 103, As Syuara:
195, Az Zumar: 28, Fushsilat: 3 dan 44, As Syuara: 7, Az Zukhruf: 3, dan Al Ahqaaf:
12. Hadits pun demikian. Nabi mengucapkannya juga pake bahasa Arab. Padahal
kita, para muslim (kalian muslim, kan?), kalo ada masalah atau butuh referensi
hukum kan baliknya juga ke mereka (Al-Quran dan Hadits, red.). </p>



<p>Kalo gak paham bahasa Arab, gimana mau paham hukumnya? &nbsp;Ibnu Taimiyah berkata: “<strong>Bahasa Arab itu
termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib. Karena
memahami Al-Quran dan As Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa dipahami
kecuali dengan memahami bahasa Arab</strong>”. &nbsp;</p>



<p>Rasulullah juga menyuruh kita supaya giat belajar bahasa Arab, lho! Gak percaya? Dalam kitab <em>Faid al Qadir</em> syarh <em>alJami&#8217; al-Shaghir</em> susunan <em>al-Manawiy</em>,  disebutkan dari Ibnu Abbas riwayat Muslim, Nabi bersabda: “<strong>Pelajarilah bahasa Arab  karena 3 hal. Karena aku (Muhammad) adalah orang Arab, karena al Quran</strong> </p>



<p><strong>berbahasa Arab, dan karena percakapan ahli surga adalah
bahasa Arab</strong>”. &nbsp;Shahabat Umar bin
Khattab r.a pun sependapat dengan Rasulullah: “<strong>Hendaklah kalian tamat untuk mempelajari
bahasa Arab, karena bahasa Arab itu bagian dari agamamu</strong>”. Dan juga
perkataan ulama Abdul Alim Ibrahim: “<strong>Bahasa Arab merupakan bahasa orang Arab
dan sekaligus juga merupakan bahasa agama Islam</strong>”. </p>



<p>Imam Syafi&#8217;i juga pernah berkata: “<strong>Manusia menjadi buta
agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran meninggalkan bahasa Arab dan
lebih mengutamakan konsep Aristoteles</strong>”. (Adz Dzahabiy, Siyaru &#8216;Alamin
Nubala, 10/74). </p>



<p>Keadaan kaum muslim sekarang yang amat sangat memprihatinkan
salah satu sebabnya adalah karena mereka <em>nggak</em> lagi giat mempelajari
bahasa Arab yang digunakan untuk memahami <em>manual instruction</em> dari Allah
dan Rasul-Nya. </p>



<p>Makin hari makin banyak orang yang bisa baca al Quran,
banyak hafidz dan hafidzah lahir namun mereka gak paham dengan apa yang mereka
baca dan hafalkan tiap hari. Al Quran hanya dijadikan teks yang dibaca dan
dihafal tanpa tahu apa yang harus dilakukan dengannya. </p>



<p>Padahal Allah menurunkan Al Quran untuk manusia sebagai
petunjuk hidup di dunia agar selamat dunia-akhirat. Para ilmuwan, ulama dan
kaum muslim pada masa kekhilafahan Islam dahulu giat mempelajari bahasa Arab untuk
memahami Al Quran dan Hadits dengan baik agar bisa mencari hukum yang pas
sesuai maksud dari dalil yang dicari. </p>



<p>Para khalifah dahulu pun mewajibkan rakyatnya, baik yang orang Arab atau bukan orang Arab untuk belajar bahasa Arab. Mereka sampai mengirim para guru bahasa Arab untuk dikirm ke daerah-daerah non-Arab untuk mengajar warganya sampai pintar berbahasa Arab. Bahkan bahasa Arab menjadi bahasa resmi negara Khilafah Islam saat itu, sehingga gak heran banyak   </p>



<p><strong>negara-negara Barat yang rela belajar bahasa Arab demi
mendapat ilmu pengetahuan dari para ilmuwan negara Khilafah. &nbsp;</strong></p>



<p><strong>Begitu pentingnya bahasa Arab sampai-sampai semua orang
belajar bahasa Arab karena terbukti sangat penting bagi kehidupan, baik
kehidupan di dunia maupun kehidupan kelak di akhirat. Jadi, masih ragu belajar
bahasa Arab? &nbsp;</strong></p>



<p><strong>Ayuk ah sodara-sodara, rame-rame belajar bahasa para
onta, eh bukan, bahasa para ahli surga ini agar kelak kita bisa meneruskan
jejak-jejak luar biasa para orang hebat terdahulu dan semoga Allah mengumpulkan
kita bersama mereka di surga-Nya. Amiiin&#8230; #YukBelajarBahasaArab</strong> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/">Belajar Bahasa Arab Yuk ,,</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/belajar-bahasa-arab-yuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4391</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Megahnya Masjid Selimiye</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/di-balik-megahnya-masjid-selimiye/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/di-balik-megahnya-masjid-selimiye/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2020 04:08:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4335</guid>

					<description><![CDATA[<p>by: Nidaa Hazimah Sholehah, kelas 12 SMA Bina Insan Mandiri Siapa yang pernah berkunjung ke Turki, angkat tangannnya!! Beruntung ya, buat driser yang sempat &#160;menginjakkan kakinya ke Turki. Sebab Turki memiliki banyak sejarah tentang islam apalagi kalo ingat pesona arsitektur bangunannya yang sangat menarik. Seperti arsitektur Hagia Sophia yang begitu megah, arsitektur Istana Topkapi yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/di-balik-megahnya-masjid-selimiye/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Di Balik Megahnya Masjid Selimiye</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/di-balik-megahnya-masjid-selimiye/">Di Balik Megahnya Masjid Selimiye</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>by: Nidaa Hazimah Sholehah, kelas 12 SMA Bina Insan Mandiri</p>



<p>Siapa yang pernah berkunjung ke Turki, angkat tangannnya!!
Beruntung ya, buat driser yang sempat &nbsp;menginjakkan
kakinya ke Turki. Sebab Turki memiliki banyak sejarah tentang islam apalagi
kalo ingat pesona arsitektur bangunannya yang sangat menarik. Seperti arsitektur
Hagia Sophia yang begitu megah, arsitektur Istana Topkapi yang bernuansa kekerajaan,
arsitektur benteng konstantinopel yang sulit di hancurkan oleh siapapun, dan
masih banyak lagi arsitektur indah yang hanya dapat di temukan di Turki. </p>



<p>Dan salah satunya adalah Masjid Selimiye, masjid yang
memiliki keindahan interior elegan, masjid yang memiliki kubah terbesar di dunia,
mengalahkan Hagia Sophia yang telah berusia hampir seribu tahun. Siapakah
arsitek yang membuat masjid selimiye? &nbsp;Dia
adalah Koca Mimar Sinan Aga, atau lebih akrab dipanggil Sinan. Sinan adalah
ketua arsitektur dan insinyur pembangunan untuk Sultan Sulaiman I, Sulan Salim
II, dan Sultan Murad III. Selama periode 50 tahun sinan bertanggung jawab pada
konstruksi dan supervisi 476 bangunan. </p>



<p>Dia melatih banyak asisten, salah satunya adalah Sedefhar
Mahmet Aga arsitek sebenarnya untuk Masjid Sultan Ahmet. Asistennya saja mampu membuat
masjid yang begitu megah, apalagi sinan yang kedudukannya di atas Sedefhar. Jadi
wajar saja jika sinan dianggap sebagai arsitektur terbesar dari periode
arsitektur klasik, yang setara dengan Michelangelo di eropa. </p>



<p>Awal kariernya terjadi pada 1512 ketika dia direkrut menjadi
korp Jenissari, yaitu &nbsp;pasukan khusus
Ustmaniyah. Ketika usianya menginjak 23 tahun, dia tidak diizinkan untuk masuk
ke sekolah tinggi kesultanan di Istana Topkapi, tapi dia dikirim ke sebuah
kursus keterampilan. Awalnya dia belajar menukang kayu, dan matematika, tapi
karena dia adalah anak yang cerdas, membuatnya segera menjadi asisten arsitek
dan secara tidak langsung dilatih sebagai arsitek. Tiga tahun kemudian dia
menjadi ahli arsitek dan insinyur. </p>



<p>Meskipun telah menjadi arsitek, dia tetap terjun ke medan
jihad, sebagai pasukan Jenissari. Sebagai arsitek, sinan senantiasa mempelajari
titik kelemahan suatu bangunan jika ditembak. Dia diperkenankan untuk
merobohkan bangunan disetiap kota yang telah ditaklukkan, dan merubahnya
apabila tidak sesuai dengan perancangan kota. Dia membantu membuat
jembatan-jembatan, salah satunya adalah jembatan di atas Sungai Donau. Berkat
terjunnya dia menjadi Insinyur Militer, membuat sinan medapatkan pengalaman
sangat praktis. Sinanpun menyadari bahwa arsitektur Ustmaniyah sangatlah
pragmatis. &nbsp;</p>



<p>Bangunan yang ada hanya dibentuk seperti bangunan
sebelum-sebelumnya, tidak ada perubahan, tidak memiliki ide baru untuk suatu
bangunan. Dan ketika membangun, banyak arsitek yang boros dalam penggunaan
material dan tenaga. Sinanpun mencoba mentranformasi arsitektur yang telah
mapan, memperkuatnya, dan menambahnya dengan inovasi demi kesempurnaan. Merubah
struktur kubah tunggal menjadi kubah yang banyak, menjadi design kubah
berbentuk segiempat, atau segidelapan. Kejeniusan sinan terletak pada penataan
ruang, menggabungkan masjidnya dalam suatu cara yang efisien dalam satu komplek
yang melayani masyarakat sebagai pusat intelektual, komunitas dan kebutuhan
sosial serta kesehatan. </p>



<p>Sehingga mempermudah ummat untuk melakukan segala aktivitas dalam
satu tempat. Kita patut bangga akan prestasi yang telah dicapai oleh sinan.
Sinan dapat menggabungkan antara Islam yang dia pegang teguh dengan kreatifitas
yang dia miliki, sehingga dapat menghasilkan karya yang dapat bermanfaat untuk
ummat. Namun kini Islam telah kehilangan arsitek Islam layaknya Sinan. Apalagi setelah
negara Khilafah runtuh, tidak ada lagi dorongan untuk melahirkan arsitek
inovatif yang dapat melayani ummat. Padahal kedudukan seorang arsitek di suatu
negara itu sangat dibutuhkan. </p>



<p>Jika Mimar Sinan mengetahui bahwa memugar makam dan &nbsp;membangun kubah di atasnya dilarang dalam
Islam, maka ia bisa menasihati para sultan agar makam mereka tidak dibangunkan
kubah-kubah yang megah, itu adalah salah satu contoh betapa pentinganya seorang
arsitek islam. &nbsp;Dan inilah saatnya kita
untuk unjuk gigi, memperlihatkan bahwa akan ada generasi penerus Sinan. Hal ini
dapat kita capai dengan &nbsp;menuntut ilmu
secara sungguh-sungguh. </p>



<p>Masa iya orang islam males nuntut ilmu? Padahal menuntut
ilmu adalah suatu kewajiban kita sebagai orang islam. Oleh karena itu jangan
pernah lelah untuk menuntut ilmu dibidang apapun, seperti pepatah Imam Syafi&#8217;i <em>“Bila
kau tak tahan menahan lelahnya menuntut ilmu, maka kau harus menahan perihnya
kebodohan”. </em>&nbsp;</p>



<p>Teruslah bergerak menuju perubahan dan kebaikan, jangan
pernah lelah dan lalai, karena ini adalah bentuk perjuangan kita untuk kejayaan
islam. Jika orang kafir melihat hal ini mereka akan menghalangi gerak kita.
Karena sampai kapanpun orang kafir tidak akan pernah rela melihat islam jaya
kembali.[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/di-balik-megahnya-masjid-selimiye/">Di Balik Megahnya Masjid Selimiye</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/di-balik-megahnya-masjid-selimiye/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Shohibul Quran</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/shohibul-quran/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/shohibul-quran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 07:23:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4264</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Zanida Aishabilla siswi SMP Bina Insan Mandiri Alangkah Indahnya hidup ini…, Bila kita menjadi Shahibul Qurani. &#160;Alangkah damai hatinya, Alangkah Indah tutur katanya. &#160;Dengungan ayat ayat suci, dari lisan para penata hati. Beruntunglah Ia, sampai sampai Rasul menjanjikannya. “Kelak diakhirat nanti, akan dikatakan pada Shahibul Quran `Bacalah, naiklah &#160;terus dan bacalah dengan tartil sebagaimana &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/shohibul-quran/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Shohibul Quran</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/shohibul-quran/">Shohibul Quran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Zanida Aishabilla<br> siswi SMP Bina Insan Mandiri</p>



<p><strong>Alangkah Indahnya hidup ini…, Bila kita menjadi Shahibul
Qurani. </strong>&nbsp;<strong>Alangkah damai hatinya,
Alangkah Indah tutur katanya. </strong>&nbsp;<strong>Dengungan
ayat ayat suci, dari lisan para penata hati.</strong> <strong>Beruntunglah Ia, sampai
sampai Rasul menjanjikannya.</strong> <strong><em>“Kelak diakhirat nanti, akan dikatakan pada
Shahibul Quran `Bacalah, naiklah </em></strong>&nbsp;<strong><em>terus dan bacalah dengan tartil sebagaimana
engkau telah membaca Al </em></strong>&nbsp;<strong><em>Quran
dengan tartil didunia. Sesungguhnya, tempatmu adalah pada </em></strong>&nbsp;<strong><em>akhir ayat yang engkau baca” (HR. Abu
Dawud dan Tirmidzi) </em></strong>&nbsp;</p>



<p><strong><em>Shahibul Quran</em>, Siapa sih dia? </strong></p>



<p>Iya, siapa sih dia sampe sampe &nbsp;Rasul menyebut-nyebutnya dan menjanjikan
tempat yang tinggi di akhirat nanti. Perasaan, Shahabat Nabi gak ada yang
namanya <em>Shahibul Quran</em>, deh.&nbsp; Atau
jangan jangan dia bukan orang…. Hii. Terus apa dong? Daripada makin gaje
mending jelasin aja ye Jadi, <em>Shahibul Quran itu</em>, menurut kitab <em>Min
Muqowwimat Nafsiyah Islamiyah</em> karya Asy – Syeikh Abdul Qodim Zallum yang disebutkan
pada Bab ke 2 (Versi terjemah Indonesia) </p>



<p><strong>adalah orang yang senantiasa bersama sama dengan Al Quran</strong>.
</p>



<p>Jadi mau seneng, susah, marah, sedih, bingung, galau ya pegangannya
Al Quran. Mau di sekolah, di warung, di toko, di masjid, di jalan pegangannya
Alquran. Asal &nbsp;gak di kamar mandi atau di
tempat najis sih ya.. Alquran, bukan cuma dipegang &nbsp;doang lho ye! </p>



<p>Pegang aja, kitanya sambil bengong ngeliat cover nya. Ntar
disangka orang kuker lagi! wkwk, enggak lah ya.. dipegang maksudnya dibaca.
Dibacanya gak cepet cepet kayak banci dikejar polisi, tapi dengan tartil. <em>Warattilil
quraana tartiilaa…</em>&nbsp; </p>



<p>Dan bakalan sangat lebih bagus lagi kalo dihafalin sampe
lengket di kepala dan tak ada satu huruf pun yang lepas. Duh, kayaknya susah
amat jadi peghafal quran yak? Sebenernya enggak juga kalo udah biasa ngafalin,
murojaahnya aja yang agak susah hehe.&nbsp;
Dan bakalan lebih hebat lagi kalo dapet sanad dan bisa nguasai qiraahnya
dengan baik. And don&#8217;t forget ya Qurannya DI AMALIN! Jangan Cuma jadi bacaan
doang..! itu, yang namanya Shahibul Quran Jiddan (sangat). Eits, wait wait…
Baca Quran gak sekedear pas kita lagi galau, marah, ato sedih doang lho ya. </p>



<p>Pas kita lagi seneng and happy happy, qurannya ditinggalin,
Duuh,, Sedih!&nbsp; Harusnya juga pas kita
lagi hepi n smile qurannya dipegang juga. Mending lah dipegang daripada taruh
di gudang, Nyesek!.&nbsp; Jangan sampe ya kita
jadi orang yang gak full imannya. Butuh Allah pas lagi susah doang, pas musibah
pergi, maksiat lagi wah naudzubillah min dzalik. Jangan sampe ya kita jadi
orang yang tidak menyempurnakan agama alias Muna… Muna.. Munaaa..fik! </p>



<p>ngambil yang enak buang yang susah. Back to hadits, kalo
kita liat balik hadits tadi, maka kita akan mendapati kalimat “ tempatmu adalah
pada akhir ayat yang engkau baca” maksudnya apa lagi yak?! Jadi gini guys,,
maksudnya kelak waktu di akhirat nanti tempatnya di syurga itu tergantung
sedikit banyaknya ayat yang kita baca. Makin dibaca, makin tinggi, makin mulia
pula diri ini.. </p>



<p><strong>Satu Diganjar Sepuluh. </strong></p>



<p>Al Quran emang kitab paling &nbsp;keren dan paling asli sepanjang masa, diturunkan
oleh Allah untuk hamba hambanya yang beriman.&nbsp;
Kenapa paling keren? Gimana enggak, kita baca aja udah dapet derajat
yang tinggi, syurga yang mulia, hikmah yang banyak, ampunan yang gak ada habis
habisnya, dan pahala yang lebih dari bumi dan seisinya. Ada hadist shahih yang
menggembirakan nih, bagi para Shahibul Quran, gini bunyinya. </p>



<p><em>“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah
(Al Quran), maka dia akan </em>&nbsp;<em>mendapat
satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat, Aku </em>&nbsp;<em>(Rasulullah SAW) tidak mengatakan bahwa
Alif Lam Mim itu satu huruf, melainkan Alif satu </em>&nbsp;<em>huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf pula.
(HR. Tirmidzi).</em> </p>



<p>Haaa…! Gimana gimana? Kebanyang gak sih berapa kebaikan yang
kita dapetin kalo kita baca satu ayat aja! Baca doang itu, belum dihafalin.
Menurut banyak orang, kalo kita mau menghafal satu ayat, minimal ayatnya dibaca
25 kali. Kebayang dong satu ayat kali 25 kali dikali sepuluh perhuruf ayatnya.
Buanyak banget tuh! </p>



<p>Emang ya, Allah itu mencintai Hamba hamba Nya, bahkan Allah
sangat memudahkan kita untuk mencari kebaikan. Itu baru satu amalan yaitu baca
quran, belum amalan amalan yang lain, sholat Tahajjud, Dhuha Witir, Shaum senin
khamis, dan lain lain. </p>



<p>Maka, mumpung masih muda, belum sakit yang aneh aneh, belum ubanan, belum banyak lupa. Ayo,segera beramal!!.  #MariBacaQuran[]  </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/shohibul-quran/">Shohibul Quran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/shohibul-quran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemulyaan ada di hatimu</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-ada-di-hatimu/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-ada-di-hatimu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2019 02:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4104</guid>

					<description><![CDATA[<p>aya teringat ketika masih di bangku Sekolah Dasar (SD) ada seorang teman saya, sebut aja namanya Shinta –tapi bukan nama sebenarnya—yang mendapat perlakuan kurang mengenakan dari teman-teman saya terutama anak-anak cowok. Persoalannya mungkin sepele hanya karena fisik Shinta yang mungkin di mata mereka kurang menarik. Sorry, gigi Shinta agak nongol sehingga Shinta selalu diperolok dengan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-ada-di-hatimu/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Kemulyaan ada di hatimu</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-ada-di-hatimu/">Kemulyaan ada di hatimu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>aya teringat ketika masih di bangku Sekolah Dasar (SD) ada
seorang teman saya, sebut aja namanya Shinta –tapi bukan nama sebenarnya—yang
mendapat perlakuan kurang mengenakan dari teman-teman saya terutama anak-anak
cowok. Persoalannya mungkin sepele hanya karena fisik Shinta yang mungkin di
mata mereka kurang menarik. </p>



<p>Sorry, gigi Shinta agak nongol sehingga Shinta selalu diperolok
dengan sebutan “Boneng”. Tiap hari lihat Shinta diperolok, jujur saya merasa
sedih, saya ikut berempati dengan apa yang dialami Shinta. Meski terlihat
selalu tegar dan cuek, saya yakin pasti di lubuk hatinya yang terdalam dia merasakan
sakit. Betapa tidak, giginya yang nongol bukanlah kehendak dia. Bukan pula
kemauan dia. </p>



<h2>Kemulyaan ada di hatimu</h2>



<p>Ini adalah ketetapan Allah atasnya, tapi mengapa dia harus
mendapatkan perlakuan rasis dari teman-temannya? Hari ini, ketika saya mengajar
anakanak SMK—saya masih melihat hal serupa. Ada seorang murid cowok saya yang
selalu jadi bulan-bulanan dan bahan olokan teman yang lain. Juga karena hal sepele,
gara-gara dia tidak lancar dalam melafalkan huruf “R” atau orang Sunda bilangnya
dengan istilah “cadel”.&nbsp; </p>



<p>Tertawa ngakak, puas sampai terpingkal-pingkal adalah
ekspresi teman-temannya saat Idam –bukan nama sebenarnya—mulai melafalkan kata
atau kalimat yang mengandung huruf “R”. Lihat kejadian itu saya mengurut dada,
menggelengkan kepala, dan tidak habis pikir kenapa mereka tega berbuat seperti
itu pada temannya. Akhirnya separo pelajaran saya dipake buat &nbsp;S teman saya, sebut aja namanya Shinta –tapi
bukan nama sebenarnya—yang mendapat perlakuan kurang mengenakan dari
teman-teman saya terutama anak-anak cowok. </p>



<p>Persoalannya mungkin sepele hanya karena fisik Shinta yang
mungkin di mata mereka kurang menarik. Sorry, gigi Shinta agak nongol sehingga
Shinta selalu diperolok dengan sebutan “Boneng”. &nbsp;aya teringat ketika masih di bangku Sekolah
Dasar (SD) ada seorang &nbsp;Tiap hari lihat
Shinta diperolok, jujur saya merasa sedih, saya ikut berempati dengan apa yang
dialami Shinta. Meski terlihat selalu tegar dan cuek, saya yakin pasti di lubuk
hatinya yang terdalam dia merasakan sakit. Betapa tidak, giginya yang nongol
bukanlah kehendak dia. </p>



<p>Bukan pula kemauan dia. Ini adalah ketetapan Allah atasnya,
tapi mengapa dia harus mendapatkan perlakuan rasis dari teman-temannya? Hari
ini, ketika saya mengajar anakanak SMK—saya masih melihat hal &nbsp;28 nasehatin mereka semua. Hadeuuh, cape deeh!
Oke sobat, yuk berfikir lebih realistis. Sebenarnya, jika kita mau belajar berempati
pada orang lain, tentu aksi bulying yang merendahkan teman tidak akan terjadi.
Kita andaikan saja jika hal itu menimpa kita, menimpa saudara kita, adik atau
kakak kita. Perasaan apa yang kirakira muncul? Relakah jika hal tersebut&nbsp; dialami oleh orang-orang yang kita kasihi?&nbsp; </p>



<p>Mampukah kita bertahan untuk tidak marah, atau bersikap biasa
aja, atau&nbsp; bahkan cuek? &nbsp;Marilah mulai saat ini kita lebih menghargai
orang lain. Sadarilah bahwa untuk menilai kemuliaan seseorang sesungguhnya
Allah Swt tidak akan melihat kepada tampak muka dan harta kita. Tetapi justru
Allah Swt melihat kepada hati dan pikiran serta amal-amal kita. </p>



<p>Lebih spesifik lagi Allah hanya akan melihat ketakwaan kita.
&nbsp;Kita tidak akan menduga mungkin suatu
hari nanti entah kapan, siapa tahu orang-orang yang kita hina, kita lecehkan, &nbsp;dan kita rendahkan itu, justru akan menjadi orang
yang paling berjasa dan memberi pertolongan kepada kita di saat-saat yang kita
butuhkan. Siapa yang menebar benih energi negatif maka akan menuai keburukannya
di masa mendatang. Sebaliknya, siapa saja yang menanam benih energi positif
maka akan menuai kebaikannya di masa yang akan datang. Allah Swt telah
berfirman:&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p>



<p>&nbsp;“Barangsiapa yang
mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.
Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan
melihat (balasan)nya pula” (TQS Al Zalzalah: 7-8). </p>



<p>Kalau belum cukup juga, hadist berikut mungkin akan mengerem
kebiasaan buruk kamu-kamu yang ngga bisa menjaga lisannya. Rasul bersabda
“Mencaci maki seorang muslim adalah perbuatan fasik, sedang membunuh seorang
muslim adalah tindak kekufuran.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi masih tetep
berani menghina dan melecehkan sodara se-muslim? Nggak dong![] </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-ada-di-hatimu/">Kemulyaan ada di hatimu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-ada-di-hatimu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketika Minder Meneror</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ketika-minder-meneror/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ketika-minder-meneror/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 06:55:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sobat islam apa yang kita rasakan ketika orang &#8211; orang yang ada di sekeliling kita adalah orang hebat, genius, konglomerat, hafidz qur&#8217;an, dan orang-orang yang berasal dari keluarga terpandang? Kemungkinan terbesar dari hasil analisis yang akurat menghasilkan jawaban MINDER. Ya, Minder,tapi sebenarnya apa sih Minder itu sendiri? MINDER, satu kata penuh makna yang sebenernya merupakan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ketika-minder-meneror/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ketika Minder Meneror</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ketika-minder-meneror/">Ketika Minder Meneror</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sobat islam apa yang kita rasakan ketika orang &#8211; orang yang
ada di sekeliling kita adalah orang hebat, genius, konglomerat, hafidz qur&#8217;an,
dan orang-orang yang berasal dari keluarga terpandang? Kemungkinan terbesar
dari hasil analisis yang akurat menghasilkan jawaban MINDER. </p>



<p>Ya, Minder,tapi sebenarnya apa sih Minder itu sendiri? MINDER,
satu kata penuh makna yang sebenernya merupakan cikal bakal keputusasaan alias
futur bin galau. MINDER itu sendiri biasa hadir saat kita mengukur diri dengan
orang yang lebih daripada kita. &nbsp;</p>



<p>Mungkin lebih keren, lebih jago, lebih pinter, lebih shalih,
de el el. Minder bisa diartikan dengan perasaan rendah diri atawa nggak PD
dengan apa-apa yang kita punya atau kita nggak punya apa-apa. Padahal orang
lain belum tentu mandang rendah kita, iya kan? &nbsp;Dan dari sikap Minder itu sendiri manusia jadi
sombong en kufur nikmat. </p>



<p>Kenapa jadi sombong? Karena untuk menghilangkan rasa Minder
itu kebanyakan kita malah menyombongkan kelebihan di atas kekurangan kita, yang
tujuannya sih untuk menutupi kekurangan en kita makin PD. Sobat Islam, cara
basi yang kebanyakan orang pilih itu bukan bikin kita PD, tapi malah bikin
orang lain yang kemampuannya mungkin di bawah kita jadi Minder, dan bisabisa kita
termasuk sebagai seorang&nbsp; pengecut. </p>



<p>Nah lho! Seseorang bernama Jacques Audiberti mengatakan&nbsp; <em>“Kepengecutan yang paling besar adalah ketika
kita membuktikan kekuatan kita </em>&nbsp;<em>kepada
kelemahan orang lain.”</em> Dengan begitu juga kita bisa jadi Kufur Nikmat, tentu
saja, karena berawal dari MINDER itulah kita nggak nyadar kalau setiap manusia
punya kelebihan yang berbeda, &nbsp;en
jatuhnya malah jadi nggak besyukur. </p>



<p>Sobat, setiap manusia pasti punya &nbsp;kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun
terkadang kita nggak nyadar dengan kelebihan yang kita punya, padahal kita semua
itu multitalent lho! Thomas Alva Edison aja pernah bilang “Keberhasilan dicapai
dengan 1% bakat dan 99% kerja keras.” Yang jadi permasalahan sebenarnya bukan
kerena kita nggak berbakat, tapi kemauan kita dalam mengolah bakat yang kecil
menjadi besar itu yang bikin kita males &nbsp;dan
melahirkan Si Minder, en merasa diri ini nggak bisa apa-apa. Kalau bicara soal
MINDER, sebetulnya Minder juga ada pembagiannya lho. Ada Minder Statis (pasif),
ada juga Minder Dinamis (aktif). </p>



<p>Minder Statis atau minder pasif yakni minder yang hanya
jalan di tempat alias nggak ada kemauan dalam mengasah bakat menjadi luar
biasa. Contoh, ketika kita belum bisa membaca Al-Qur&#8217;an dengan baik, kita jadi
enggan datang ke acara-acara kajian karena merasa nggak sepadan dengan orang-orang
shalih yang ada di dalamnya. </p>



<p>Dan MINDER itu akhirnya bersarang terus dalam diri kita
tanpa kita alirkan menjadi motivasi. Itu namanya Minder Statis, yang biasanya
dimiliki oleh orang-orang NATO (no action talk only). Dalam Al-Qur&#8217;an
dijelaskan secara gamblang. &nbsp;<em>&#8216;…
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka
mengubah keadaan diri mereka sendiri. …”</em><strong> (TQS Ar-Ra&#8217;d : 11).</strong> </p>



<p>Yang kedua yakni Minder Dinamis atau minder aktif adalah
minder yang dapat mengalirkan arus motivasi. Atau bisa juga diartikan, bahwa
perasaan MINDER tersebut telah dapat menerapkan hukum sebab akibat (kaidah
kausalitas) dengan benar. </p>



<p>Kayak contoh tadi, kalau kita menggunakan Minder Dinamis
maka kita harus terlebih dahulu memperhatikan akan sebab dan akibatnya. Karena
nggak ada akibat yang kagak ada sebabnya, dan juga sebaliknya. Jadi nggak ada
juga orang yang bisa membaca Al-Qur&#8217;an dengan baik hanya dengan simsalabim
abracadabra. </p>



<p>Hey, life isn&#8217;t a movie! Kalau sekiranya belum bisa membaca
Al-Qur&#8217;an dengan baik,maka kita harus mempelajarinya terus,bisa juga dengan
misalnya minta ajarkan ke teman yang bisa. Dan yang muncul dari Minder Dinamis
adalah sikap ingin memantaskan diri untuk berkumpul dengan orang-orang shalih ,bukan
malah memelihara MINDER tersebut sampe busuk. </p>



<p>Nah, Minder Dinamis lah yang biasa dimiliki oleh orang-orang
Mustanir atau orang yang berpikir cemerlang. Kalau memang ingin menerapkan Minder
Dinamis meski ngerasa banyak kekurangan, semuanya pasti bisa! Man jadda wajada.
</p>



<p>Sekarang, kalau kita merasa kekurangan kita banyak, berarti
banyak juga &nbsp;dong benih-benih kelebihan
yang kita punya. Toh, sebatang pohon yang rindang pun awalnya hanya sebiji
benih. Dan bisa jadi Allah member kita kekurangan tersebut untuk menguji kita,
apakah kita mau memperbaiki keadaan atau malah mengambil sikap fatalisme
(pasrah secara total dengan keadaan). Allah swt mengingatkan, </p>



<p><em>“… Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupanya.
…”</em> (TQS. Al-A&#8217;raf : 42) </p>



<p>So, sekarang mulailah menerapkan Minder Dinamis yang
sejatinya bisa membuang perasaan MINDER itu sendiri en jadilah seorang muslim
yang PD! PD untuk berprestasi, PD menjadi diri sendiri, dan tentunya harus PD
menjadi seorang PD alias Pengemban Dakwah! Are you ready?![] &nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ketika-minder-meneror/">Ketika Minder Meneror</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ketika-minder-meneror/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3843</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Di Cari Bukan Di tunggu</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/di-cari-bukan-di-tunggu/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/di-cari-bukan-di-tunggu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2019 09:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3749</guid>

					<description><![CDATA[<p>by Amilatun Sakinah SMAN 1 Palimanan Di cari, bukan ditunggu! Pasti pernah dengar kalimat di atas, kan? Biasanya kalimat di atas identik dengan hidayah yang sering disindir-sindirkan bagi yang masih bikin gemez untuk diajak bener. Ketika yang diajak berkata, “Maaf, gue belum dapet hidayah. Ini juga lagi nunggu. ” Lantas kita berkata, “Bro, sist, hidayah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/di-cari-bukan-di-tunggu/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Di Cari Bukan Di tunggu</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/di-cari-bukan-di-tunggu/">Di Cari Bukan Di tunggu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>by Amilatun Sakinah SMAN 1 Palimanan</p>
<p>Di cari, bukan ditunggu! Pasti pernah dengar kalimat di atas, kan? Biasanya kalimat di atas identik dengan hidayah yang sering disindir-sindirkan bagi yang masih bikin gemez untuk diajak bener. Ketika yang diajak berkata, “Maaf, gue belum dapet hidayah. Ini juga lagi nunggu.</p>
<p>” Lantas kita berkata, “Bro, sist, hidayah ntu dicari, bukan ditunggu! Tapi, sobat, kali ini yang akan dibahas bukan tentang hidayah, melainkan sesuatu yang lain yang sama pentingnya bagi diri kita agar tetap istiqomah patuhi perintah Allah.</p>
<p>Kalo ini ga ada, wah, bisa gaswat! Emangnya apaan, sih? apa, ya? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/13.1.0/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Sesuatu yang penting ini adalah sesuatu &nbsp;yang juga ada di lingkungan olahraga, terutama kalo sedang mengadakan pertandingan. Apa coba tebak? Support! Yeah, support! Alias Dukungan!</p>
<p>Banyak sekali fenomena-fenomena unik yang dialami oleh &#8216;challenger&#8217; kita&nbsp; dalam hidupnya, terutama jika ia tinggal di tempat yang tak ada dukungan sama sekali baginya untuk tetap patuh pada aturan Allah, entah itu dalam bentuk lingkungan rumah, sekolah atau lingkungan kerja.</p>
<p>Kita bisa bayangkan, gimana sih rasanya memakai jilbab dan kerudung bagi perempuan yang tinggal di daerah orang yang tak mengenal apa itu pakaian muslimah sebenarnya. Apalagi kalau daerahnya itu memiliki suhu yang tinggi. Wah, kalau nggak ada dukungan, bisa-bisa tanggal tuh pakaian dari tubuh si perempuan, diganti dengan pakaiannya kaum primitif.</p>
<p>Atau yang lagi happy-happy puasa sunah, eh, kiri-kanan orang pada nyeruput teh dalam gelas yang dikasih es dingin. Atau ketika sedang menyebarkan undangan kajian di antara penyebar undangan pernikahan, eh, maksudnya undangan konser dan sebagainya, yang bikin kita makin terasingkan. Nggak ada yang dukung sama sekali. Hingga akhirnya muncul ketertarikan atas &nbsp;rayuan dan &#8216;mantra&#8217; dari makhluk yang dekat &nbsp;dengan kita namun tak dapat terdefinisikan.</p>
<p>“Udah, nggak usah tutup aurat lagi, kan bisa pakai alasan karena kamu sendirian. Mau, nggak punya teman? Mau dijauhi?” atau “Hei? Masih aja nyebarin undangan kajian! Yang ada malah sakit hati karena nggak ada yang dateng, kan? Kasian deh! Udah, berhenti aja. Ayo tinggalin kajian. Maen aja dengan temantemanmu.”</p>
<p>Dan rayuan lainnya yang nggak&nbsp; kalah ampuhnya. Sampai akhirnya kita&nbsp; bergumam, “Iya, gue sendiri, nggak ada dukungan. Gue berhenti aja deh. Gimanapun gue butuh dukungan. Nanti aja kalo udah pada dukung, baru gue taat lagi.” Padahal, kalo kita analogikan ini pada acara kontes seperti mencari bakat atau nyanyi dan sebagainya, mereka itu, para peserta, mencari dukungan atau menunggu dukungan? Sekali lagi, mencari dukungan atau menunggu dukungan? Sob, kita bisa tahu apa yang akan terjadi kalo mereka hanya diam menunggu dukungan. Apa hasilnya? Ya, kalah! Sehingga akhirnya mereka bekerja keras mencari dukungan, dan salah satu caranya adalah, meningkatkan talenta yang dipunya agar menarik banyak dukungan.</p>
<p>Nah, dari analogi ini, kalo kita ingin lingkungan kita berubah menjadi lingkungan yang mendukung kita dalam menaati aturan Allah, kita harus tetap menaati Allah, bukan malah menjauh. Kalo kita berhenti, gimana orang mau mendukung? Wong yang didukung aja nggak ada. Tul gak? Kalo kita pengen orang kenal dengan jilbab dan kerudung agar nanti pakaian ini juga dipakai oleh teman-teman kita n mendukung kita. Tapi kitanya sendiri nggak pakai pakaian itu. kira-kira orang bakalan tahu nggak seperti apa jilbab n kerudung itu? pikirkan sendiri.. So, nggak ada alasan untuk &nbsp;nggak taat. Kalo mau dukungan, ya, cari. Bukan ditunggu! Sepakat? []</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/di-cari-bukan-di-tunggu/">Di Cari Bukan Di tunggu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/di-cari-bukan-di-tunggu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3749</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PTN atau PTS</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ptn-atau-pts/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ptn-atau-pts/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2018 07:14:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ini bukan soal ptn atau pts biasa pasca kita lulus sma ini sial pilihan ptn dan pts yang sering kali lupakan bahkan terabaikan sob, kita udah menyadari kalau waktu itu terasa sangat cepat dan selama itu banyak sesuatu yang udah kita jalani. Setiap yang kita jalani pasti ada awalnya dan akhirnya, contohnya saja saat kita &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ptn-atau-pts/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">PTN atau PTS</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ptn-atau-pts/">PTN atau PTS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan soal ptn atau pts biasa pasca kita lulus sma ini sial pilihan ptn dan pts yang sering kali lupakan bahkan terabaikan sob, kita udah menyadari kalau waktu itu terasa sangat cepat dan selama itu banyak sesuatu yang udah kita jalani. Setiap yang kita jalani pasti ada awalnya dan akhirnya, contohnya saja saat kita masuk SD, kita berawal dari kelas 1 dan berakhir di kelas 6. Betul nggak? Nah, begitupun dengan hidup kita Sob, pasti akan ada akhirnya, sebagaimana Firman Allah dalam Q.S. Al Ankabut ayat 57 yang artinya “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati&#8230;” Lantas, apakah setelah hidup kita berakhir alias mati bin meninggal, semuanya berakhir begitu saja? Nggak sob, setelah kita mati, semuanya nggak berakhir begitu saja, tapi semuanya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT.</p>
<p>Seluruh tubuh kita akan menjadi saksi atas setiap perbuatan yang udah dilakukan, pada hari itu nggak ada yang bisa menolong kita kecuali amal kebaikan kita sendiri dan kita nggak akan bisa berbohong sedikitpun. Catet tuh! Setelah semua amalan kita dipertanggung jawabkan, maka tibalah Allah menentukan kita menuju PTN kah? Tempat siksa yang sangat pedih, disediakan bagi mereka yang durhaka kepada Allah, tidak mau menjalankan syariatNya, dan melaksanakan apaapa yang dilarangNya. Ataukah PTS?</p>
<p>Tempat segala kenikmatan dan rahmat Allah, di dalamnya terdapat bidadari-bidadari yang bermata jeli dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, disediakan bagi mereka yang beriman kepada Allah dan senantiasa bertakwa kepadaNya dimanapun dan kapanpun. Banyak pemuda dan pemudi yang ingin masuk PTS, tapi rela menggadaikan masa mudanya untuk sesuatu yang tidak menghantarkan dirinya kepada PTS, seperti rajin pacaran, rajin ninggalin shalat, nggak mau mengkaji islam, nggak mau dakwah de el el. Kalo begitu kenyataannya akankah kita sampai ke PTS? Sedangkan para pemuda yang menggadaikan masa mudanya untuk sesuatu yang menghantarkan dirinya kepada PTS saja, nggak ada yang tau nyampe atau nggak.</p>
<p>Namun Insyaallah, jika kita sungguh-sungguh ingin masuk ke PTS dan berusaha semaksimal yang kita bisa mengarungi jalanan yang akan menghantarkan kita menju PTS, seperti berbuat kebajikan, melakukan amar ma&#8217;ruf nahyi munkar, bertakwa kepada Allah, de el el. maka Insyaallah kita akan sampe juga. Allah SWT berfirman di dalam Q.S. Al Kahfi ayat 107 yang artinya</p>
<p>“Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal.” Kemudian di dalam Q.S. Al Hijr ayat 45 yang artinya “Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).” Nah,</p>
<p>Sob, saya ingatkan bahwa seleksi menuju PTN dan PTS ini dilaksanakan sepanjang masa. setiap detik yang kita lalui, sebenarnya kita sedang melaksanakan seleksi. Kita nggak pernah tau kapan kita berakhir alias mati bin meninggal, tapi pertanggung jawaban itu pasti adanya, dan setelah kita berakhir maka nggak ada pilihan lagi memilih PTN atau PTS.</p>
<p>Ketika kita berakhir di jalan yang menghantarkan menuju PTS, maka itulah balasan atas setiap jerih payah saat kita berusaha bertakwa kepadaNya. Namun jika kita berakhir di jalan yang menghantarkan menuju PTN, maka terimalah adzab yang pedih dari Allah SWT. Kalo kita bersungguh-sungguh ingin sampai ke PTS, maka kita harus mengarungi jalanan yang menghantarkan menuju PTS, menjalaninya dengan bersungguh-sungguh, apapun kerikil yang ada di jalan itu takkan pernah menyurutkan langkah, hingga keakhirnya kapanpun waktu kematian itu, kita akan senantiasa siap. Karena perjalanan menuju PTS bukanlah sesuatu yang mudah, kita harus memupuk iman sekuat-kuatnya, dan selalu bersiaga sepanjang masa agar tak keluar jalur. Hanya Islamlah sebagai satu-satunya agama yang Allah Ridhoi yang bisa menghantarkan kita munuju PTS dengan selamat.</p>
<p>Maka hal yang musti alias kudu kita lakukan adalah hidup sesuai aturan islam. Betul apa betul? Kalo belum mengenal islam lebih dalam, gimana? Wah bisa cacat tuh pemahamannya, and bisa-bisa kita keluar jalur lagi, Maka solusinya adalah mengenalinya lebih dalam dengan mengkajinya secara sungguh-sungguh dan intensif, kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nggak cukup untuk diri sendiri doang sob, kita juga harus berbagi wawasan Islam dengan yang lainnya dalam bentuk dakwah, yup dakwah.</p>
<p>Dengan dakwah, bukan hanya kita saja yang akan menuju PTS, tapi bersama teman-teman kita yang lain juga. Nah, kalo udah begitukan makin mantap, Sob. Setuju? PTN yang saya maksud disini adalah akronim dari Persinggahan Terakhir Neraka, dan PTS adalah akronim dari Persinggahan Terakhir Surga. Ini dia PTN dan PTS yang saya maksudkan. Inget-inget ya.. :). So, mau pilih PTN atau PTS? Tentukan dari sekarang![</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ptn-atau-pts/">PTN atau PTS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ptn-atau-pts/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3684</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KERITIS TAPI ROMANTIS BY AMILATUN SAKINAH</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/keritis-tapi-romantis-amilatun-sakinah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/keritis-tapi-romantis-amilatun-sakinah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2018 08:08:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kelingking terpaut dengan kelingking lainnya. “Kita &#160;temenan selamanya. Sampai mati.” Ucap dua orang &#160;Kyang terikat persahabatan. Mungkin ini kali ya, yang kadang populer di kalangan &#160;anak-anak sampai remaja dalam pertemanan. Janji setia &#160;bakal bersama selamanya, tanpa ada saling sakit-menyakiti &#160;(ciee&#8230;), tanpa ada pengkhianatan, saling terbuka dan jadi &#160;pundak curhatan. So sweet.. ^^ Sejak kecil, kemana-mana &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/keritis-tapi-romantis-amilatun-sakinah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">KERITIS TAPI ROMANTIS BY AMILATUN SAKINAH</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/keritis-tapi-romantis-amilatun-sakinah/">KERITIS TAPI ROMANTIS BY AMILATUN SAKINAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kelingking terpaut dengan kelingking lainnya. “Kita &nbsp;temenan selamanya. Sampai mati.” Ucap dua orang &nbsp;Kyang terikat persahabatan. Mungkin ini kali ya, yang kadang populer di kalangan &nbsp;anak-anak sampai remaja dalam pertemanan.</p>
<p>Janji setia &nbsp;bakal bersama selamanya, tanpa ada saling sakit-menyakiti &nbsp;(ciee&#8230;), tanpa ada pengkhianatan, saling terbuka dan jadi &nbsp;pundak curhatan. So sweet.. ^^ Sejak kecil, kemana-mana berdua. Jajan satu, jajan &nbsp;semua. Nggak jajan satu, nggak jajan semua meskipun air liur &nbsp;sudah di pinggir bibir. Saling mengukir nama di hati masing-masing. Serasa dunia Cuma ada milik berdua. Itu yang orang &nbsp;bilang teman sejati.</p>
<p>Selalu mendukung apapun keadaannya. Itulah yang sedang terjadi di dunia nyata sekarang. &nbsp;Teman menjadi bagian penting dalam hidup. Rasanya belum &nbsp;hidup kalo belum punya teman. Secara, manusia juga adalah &nbsp;makhluk sosial, yang kerjanya pasti bersosialisasi dengan &nbsp;orang lain.</p>
<p>Terutama dengan makhluk yang namanya teman &nbsp;ini. Menurut kalian, teman itu apa sih? Teman, orang yang ada di sekitar hidup kita. Teman &nbsp;itu adalah orang yang sayang sama kita. Sayang berarti &nbsp;menjaga. Sepakat? &nbsp;Di masa sekolah, apalagi masa esempe dan esema, &nbsp;teman menjadi bagian yang akan dikenang.</p>
<p>Jika punya &nbsp;masalahpun, teman adalah salah satu sandaran untuk &nbsp;berkabung, eh, maksudnya untuk bersandar. Karena, dengan &nbsp;usia yang ngga beda jauh, rasa saling mengerti akan mudah &nbsp;hadir. Pengertian menjadi hal yang pasti ada pada seorang &nbsp;teman. Tapi sobat, nggak semua orang bisa menjadi teman &nbsp;seperti yang kita inginkan. Betul? Pasti setiap insan &nbsp;menginginkan karakter teman masing-masing.</p>
<p>Tapi maaf-maaf saja, Allah nyiptain manusia dengan karakter-karakter &nbsp;yang berbeda. Namun jangan khawatir. Di antara 1000 atau bahkan 1 &nbsp;triliun karakter teman, Cuma ada dua tipe yang mendominasi &nbsp;di dunia ini. Serius Cuma dua? Iya, serius! Tipe teman yang pertama, dia selalu ada buat kita &nbsp;(sebenarnya ngga juga sih, masa tiap detik ada mulu), kalo &nbsp;kita ada masalah, dia hadir sebagai sandaran. Apapun yang &nbsp;terjadi, sekalipun kita salah, dia tetap dukung kita.</p>
<p>Mengusap &nbsp;pundak kita. Ia akan mengatakan, lakukan apa yang kita mau, &nbsp;apa yang ada di hati kita. Pokoknya ia bikin kita nyaman &nbsp;dengan segala keiyaannya. Ia akan ada di pihak kita. &nbsp;Sekalipun kita melakukan pelanggaran terhadap aturan Allah. &nbsp;Kita nggak sholat, dibiarin. Kita pacaran, misalnya, atau nggak &nbsp;nutup aurat, nggak disentil. Tipe teman yang kedua, dia kritis. Bukan kritis lagi &nbsp;sakit ya! Kadang-kadang seiya sekata, kadang-kadang &nbsp;setidakiya setidaksekata.</p>
<p>Saat kita ingin melakukan sesuatu, &nbsp;dia ngecek dulu, sesuai dengan aturan Allah nggak, ya? Kalo &nbsp;iya, lanjut, kalo nggak, ya bisa batal. Nah, dari dua tipe tersebut, kira-kira, tipe mana yang &nbsp;lebih disukai? Yang pertama, atau yang kedua? Ibaratnya seorang ibu deh. Kira-kira, ibu yang baik itu &nbsp;yang selalu membolehkan apapun kepada anaknya, atau ibu &nbsp;yang pilih-pilih dan berpikir dulu sebelum anaknya &nbsp;mendapatkan apa yang dia inginkan?</p>
<p>Pikir saja sendiri. Karena, sia-sia sekali kalo kita berteman tapi kita tidak &nbsp;mendapatkan kebaikan apapun. Hanya menjalani rutinitas &nbsp;pertemanan, atau bahkan menjerumuskan tentu kita nggak &nbsp;mau. Maka dari itu, yuk kita jadi teman super, yang bawel &nbsp;namun ngangenin. Yang kritis tapi&nbsp; romantis tis tis. ^^[] Ayo</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/keritis-tapi-romantis-amilatun-sakinah/">KERITIS TAPI ROMANTIS BY AMILATUN SAKINAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/keritis-tapi-romantis-amilatun-sakinah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3633</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
