<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Konsul Psikologi Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/konsul-psikologi-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2020 06:08:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Cara Menenangkan Hati</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 06:08:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Mbak, akhir-akhir ini hati saya galau, gelisah tidak tahu kenapa. Saya sudah coba refreshing dengan jalan-jalan, rekreasi, tapi tetap saya merasa gelisah. Gimana menghilangkan kegelisahan ini? (Wafa, Kalsel) Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Wafa yang baik, Hati merupakan karunia yang diberikan &#160;Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Dengannya Kita dapat merasa senang, bahagia, sedih, kecewa, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cara Menenangkan Hati</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb.</em></p>



<p><em>Mbak, akhir-akhir ini hati saya galau, gelisah</em></p>



<p><em>tidak tahu kenapa. Saya sudah coba refreshing</em></p>



<p><em>dengan jalan-jalan, rekreasi, tapi tetap saya</em></p>



<p><em>merasa gelisah. Gimana menghilangkan</em></p>



<p><em>kegelisahan ini? (Wafa, Kalsel)</em></p>



<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb.</p>



<p>Dik Wafa yang baik, Hati merupakan karunia yang diberikan &nbsp;Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Dengannya Kita dapat merasa senang, bahagia, sedih, kecewa, bangga dan lain sebagainya. Dengannya pula kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain.</p>



<p>Dalam kehidupan sehari hari kita sering dilanda rasa gelisah dan cemas akibat tekanan hidup dan berbagai masalah yang menimpa. Saat gelisah berarti hati Kita merasa tidak tentram, merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Kegelisahan terjadi karena adanya keridaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang sesungguhnya. &nbsp;</p>



<p>Kadangkala seseorang dilanda kecemasan dan kekuatiran dengan penyebab yang tidak jelas, tidak diketahui atau tidak disadarinya. Kegelisahan yang meliputi seseorang sering mengganggu aktifitasnya.</p>



<p>Saat ia gelisah, akan menjadikannya tidak bisa konsentrasi sepenuh hati mengerjakan sesuatu, bahkan bisa jadi tugasnya terbengkalai.</p>



<p>&nbsp;Dik Wafa yang baik, Hal pertama ketika Kita mengalami &nbsp;kegelisahan adalah mencari tahu penyebab kegelisahan kita. Jika Kita telah menemukannya, maka hilangkanlah penyebab tersebut. Semisal, Kita gelisah sebab berkata kasar ke orang tua, maka setelah menyadari sebab kegelisahan Kita, segeralah untuk meminta maaf kepada mereka.</p>



<p>Terkadang Kita telah menyadari sebab kegelisahan Kita, akan tetapi terasa tidak kuasa untuk menghadapi dan menyelesaikan cobaan yang menjadi sebab kegelisahan.&nbsp;&nbsp; Dalam kondisi ini bersabarlah. <em>“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”</em> (Qs. Al-Baqarah 153).</p>



<p>Sabar dapat menenangkan hati, dan menstabilkan pikiran akibat beban yang berat. Adukan semua masalah hanya kepada Allah SWT, karena Dialah sebaik-baik penolong bagi hamba-Nya. &nbsp;Dik Wafa yang baik, &nbsp;Senantisalah berpikir positif (<em>positive </em>&nbsp;<em>thinking</em>).</p>



<p>Hal ini akan membantu Kita mengatasi rasa gelisah yang sedang melanda. Dengan berpikir positif, maka segala kesulitan dan masalah yang ada akan lebih mudah untuk dihadapi. Berpikirlah positif,&nbsp; akan selalu ada kemudahan di setiap kesulitan.</p>



<p>Yakinlah bahwa Allah SWT memberikan ujian pada Kita untuk menguji keimanan Kita, dan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya, serta pasti dapat Kita lalui.</p>



<p>&nbsp;<em>“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” </em>(Qs Al-Insyirah 5-6). &nbsp;</p>



<p>Dik Wafa yang baik, Ketika kegelisahan menyelimuti hati, &nbsp;mendekat pada Allah SWT adalah cara yang paling tepat untuk mengatasinya. Mendekat kepada Allah SWT, yang menciptakan Kita dan mengurus seluruh keperluan hamba-Nya. Mendekat kepada-Nya yaitu dengan senantiasa mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, termasuk memperbanyak ibadah ruhiyah.</p>



<p>Bisa dengan meningkatkan kualitas shalat wajib Kita, menambah shalat sunah, membaca Al Qur&#8217;an, membasahi lisan, hati dan perbuatan dengan berdzikir.&nbsp;</p>



<p><em>“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram”</em> (Qs Ar-Ra&#8217;du 28).</p>



<p>Itulah beberapa hal yang bisa Kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan. Semoga hati Kita selalu dalam ketenangan, karena sesungguhnya Allah bersama kita.  Allahumma aamiin.. []</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4615</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lelah Mengingatkan solusinya? (Promosi Kebaikan)</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/lelah-mengingatkan-solusinya-promosi-kebaikan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/lelah-mengingatkan-solusinya-promosi-kebaikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2020 03:42:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4592</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu “alaikum Wr.Wb. Kak, teman-teman banyak yang pergaulannya campur baur. Sudah saya ingatkan tapi tetap &#160;saja, hingga kadang jadi putus asa “promosi &#160;kebaikan” coz tidak ngefek. Gimana ya? (Fiesta, Timika). Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. &#160; Dik Fiesta yang baik, Subhanallah, Alhamdulillah dik Fiesta &#160;menjadi generasai Islam yang peduli terhadap kondisi umat dan tidak tinggal diam. Fenomena di &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/lelah-mengingatkan-solusinya-promosi-kebaikan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Lelah Mengingatkan solusinya? (Promosi Kebaikan)</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/lelah-mengingatkan-solusinya-promosi-kebaikan/">Lelah Mengingatkan solusinya? (Promosi Kebaikan)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu “alaikum Wr.Wb. Kak, teman-teman banyak yang pergaulannya campur baur. Sudah saya ingatkan tapi tetap </em>&nbsp;<em>saja, hingga kadang jadi putus asa “promosi </em>&nbsp;<em>kebaikan” coz tidak ngefek. Gimana ya? (Fiesta, Timika).</em></p>



<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. &nbsp;</p>



<p>Dik Fiesta yang baik, <em>Subhanallah, Alhamdulillah</em> dik Fiesta &nbsp;menjadi generasai Islam yang peduli terhadap kondisi umat dan tidak tinggal diam. Fenomena di sekeliling kita memang sangat memprihatikan. Mengapa demikian?</p>



<p>karena mengajak kebaikan sungguh lebih sulit daripada mengajak pada kejelekan. Ketika saudara-saudara kita mendengar ada konser tanpa diperintahpun secara spontanitas merespon dan mereka rela pergi ke tempat yang jauh dan sudah mempersiapkan segalanya termasuk bekal dan harga tiket ratusan, bahkan jutaan rupiah jauh hari sebelumnya.</p>



<p>Sebaliknya ketika ada ajakan untuk suatu kebaikan begitu berat merespon. Hanya orang yang Allah SWT pahamkan dalam urusan agamalah yang mampu dengan mudah melakukan suatu kebaikan. “<em>Barangsiapa yang dikehendaki Allah SWT kebaikan pada dirinya, maka Allah SWT akan memahamkan dia dalam urusan agama</em> “ (HR. Bukhari dan Muslim). &nbsp;</p>



<p>Dik Fiesta yang baik, “Promosi kebaikan”, mengajak dan &nbsp;menunjukkan kebaikan pada saudara kita merupakan amal kebaikan yang bermanfaat ganda, yaitu bagi kita sendiri dan juga orang lain. Yang mengajak dapat pahala dan yang diajak pun dapat pahala kebaikan ketika dia melakukannya.</p>



<p>“<em>Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala mereka yang </em>&nbsp;<em>mengikutinya, tanpa mengurangi pahala yang </em>&nbsp;<em>melakukan, sedang barangsiapa yang mengajak e arah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa orang yang melakukannya” (HR Muslim). &nbsp;</em></p>



<p><em>Dik Fiesta yang baik, “Promosi Kebaikan” memang tidak &nbsp;mudah. Akan ada tantangan, dan hambatan yang menghadang. Di balik tantangan, Allah SWT menyiapkan pahala yang juga luar biasa sebagai bonus dari Allah SWT bagi orang yang mau mengajak saudaranya menuju kebaikan. Siapa yang menanam, dia yang akan menuai. Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka ia kelak akan memetik buah kebaikan tersebut.</em></p>



<p><em>&nbsp;Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kebaikan tersebut tidak berhenti dengan apa yang bisa dilakukan diri sendiri secara pribadi, tapi bagaimana kebaikan tersebut juga bisa menebar dan bisa dirasakan oleh orang lain. Ketika suatu kebaikan kita promosikan kepada orang lain, maka akan menuai banyak manfaat khususnya bagi diri kita sendiri dan umumnya bagi orang lain. &nbsp;</em></p>



<p><em>Dik Fiesta yang baik, Allah SWT –lah yang membuka hati &nbsp;tiap hamba-Nya. Kita manusia diserukan untuk “promosi kebaikan” mengajak saudara- saudara kita pada kebaikan, hasilnya Kita serahkan kepada Allah SWT semata.&nbsp;</em></p>



<p><em>Optimis dan teruslah mempromosikan kebaikan, mengajak berbuat ketaatan. “Segeralah dan berlomba-lombalah dalam kebaikan melakukan dakwah, karena kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwamu tenang dan hatimu tentram, sedangkan keburukan adalah sesuatu yang menggelisahkan hati dan menyesakkan dadamu “. (HR Ahmad dan Ad-Darimi).&nbsp; [] </em>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/lelah-mengingatkan-solusinya-promosi-kebaikan/">Lelah Mengingatkan solusinya? (Promosi Kebaikan)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/lelah-mengingatkan-solusinya-promosi-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecanduan Menghayal ?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kecanduan-menghayal/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kecanduan-menghayal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2020 22:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb Saya itu selalu berkhayal menjelang tidur malam, saya bingung&#8230;kenapa saya selalu berkhayal. Truss, apakah berkhayal itu baikk?? Saya harus &#160;bagaimana. (Ajwa, Tulunggagung Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Ajwa yang &#160;baik, Menghayal ialah &#160;aktivitas membayangkan untuk menjadi, memiliki atau melakukan sesuatu. Muncul disebabkan adanya dorongan hati &#160;yang &#160;distimulus faktor eksternal. Menghayal bagi &#160;sebagian orang adalah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kecanduan-menghayal/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Kecanduan Menghayal ?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kecanduan-menghayal/">Kecanduan Menghayal ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb</em></p>



<p><em>Saya itu selalu berkhayal menjelang tidur malam, saya bingung&#8230;kenapa saya selalu berkhayal. Truss, apakah berkhayal itu baikk?? Saya harus &nbsp;bagaimana. (Ajwa, Tulunggagung</em></p>



<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Ajwa yang &nbsp;baik,</p>



<p>Menghayal ialah &nbsp;aktivitas membayangkan untuk menjadi, memiliki atau melakukan sesuatu. Muncul disebabkan adanya dorongan hati &nbsp;yang &nbsp;distimulus faktor eksternal. Menghayal bagi &nbsp;sebagian orang adalah suatu hal yang &nbsp;biasa , karena mudah mereka kendalikan di pikiran mereka. Namun tidak &nbsp;bagi &nbsp;sebagian orang lainnya. Ada tipe individu yang &nbsp;suka berkhayal dan berkhayal mungkin sudah menjadi kebiasaan yang</p>



<p>selalu muncul di setiap aktivitasnya. Berkhayal bagi &nbsp;sebagian orang menjadi sebuah kebiasaan yang &nbsp;amat menarik. Mengkhayal bagaikan zat nikotin, barang siapa mencobanya sekali, &nbsp;maka akan terus-</p>



<p>menerus ketagihan. Dilakukan sekali, &nbsp;diulangi dan terus berulang. Apalagi jika merasa ada kenikmatan yang &nbsp;didapatkan dari &nbsp;aktivitas tersebut. Sehari tanpa berkhayal bagaikan pagi &nbsp;tanpa mentari. Sehari tanpa berkhayal</p>



<p>bagaikan bernafas tanpa udara. Begitulah, jika seseorang telah kecanduan berkhayal.</p>



<p>Dik Ajwa yang &nbsp;baik,</p>



<p>Khayalan biasanya terjadi dari harapan yang &nbsp;tidak &nbsp;kesampaian. Keinginan yang &nbsp;tidak &nbsp;mungkin atau sulit menjadi kenyataan. Seseorang tidak &nbsp;bisa &nbsp;menerima sepenuh hati apa yang &nbsp;telah terjadi dan ditetapkan Allah SWT untuk dirinya. Jika seseorang telah kecanduan berkhayal, dimana ia tidak &nbsp;bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Apabila &nbsp;sudah tidak &nbsp;bisa membedakan mana realitas dan mana khayalan, maka ini akan</p>



<p>berefek negatif. Kebiasaan mengkhayal akan membuat orang cenderung menjadi pelupa, otak menjadi lemah, dan sulit berkonsentrasi. Maka &nbsp;dari &nbsp;itu hindarilah berkhayal, karena hanya akan melemahkan otak, &nbsp;pikiran jadi lemah, malas berfikir, malas beraktivitas yang berat-berat,dan sangat menyukai sesuatu yang instan-instan. Kebiasaan berkhayal yang berlebihan juga &nbsp;akan mempengaruhi cara seseorang dalam menyikapi masalah. Jika kehidupan nyata tidak &nbsp;sesuai dengan yang diinginkan, kemudian hayalan itu akan bermain, seseorang akan cenderung menikmati kehidupan dalam hayalan yang dibuatnya dan kurang bisa &nbsp;merasakan keadaan yang &nbsp;sedang dihadapi. Akibatnya respon terhadap masalah yang &nbsp;sedang dihadapi pun tidak &nbsp;sesuai.</p>



<p>Dik Ajwa yang &nbsp;baik,</p>



<p>Allah SWT telah mengingatkan hamba- Nya agar tidak &nbsp;berangan-angan kosong alias berkhayal. “Syaitan &nbsp;itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan- angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak &nbsp;menjanjikan kepada mereka selain dari &nbsp;tipuan belaka” (QS. An-nisaa&#8217;:120). Rasulullah saw &nbsp;pun menyatakan “ Sesuatu</p>



<p>yang &nbsp;paling mengkhawatirkan dan aku khawatir atas kamu adalah dua hal: Panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Dan sesungguhnya panjang angan-angan membuat lupa kepada akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran”.</p>



<p>Untuk menghilangkan kecanduan berkhayal, pertama sadari dan pahamilah bahwa berkhayal adalah aktivitas yang &nbsp;tidak disukai Allah SWT. Ia adalah hal yang membuang-buang waktu, serta menghabiskan tenaga dengan percuma. Niatkan dengan kuat untuk menghilangkan kebiasaan ini. Kedua, sibukkan dirimu dengan sesuatu yang &nbsp;positif, sebab hal ini akan membantu mengurangi waktu untuk berkhayal. Lakukan treatment untuk menghilangkan kebiasaan berkhayal dengan membuat target dan langkah untuk merealisasikannya.</p>



<p>Jika biasanya setiap hari sebelum tidur berkhayal, maka buatlah target untuk mengurangi frekuensi setiap minggu, misal dari  tujuh hari,  menjadi lima hari,  tiga hari,  satu hari,  hingga kebiasaan tersebut benar-benar hilang. Langkahnya jika terbersit keinginan berkhayal, segera kendalikan kembali pikiran kita dengan pemahaman yang kita miliki dan sibukkan dengan aktivitas lain, serta jauhkan diri dari  hal yang  bisa menstimulus datangnya keinginan berkhayal. Ketiga, ini hal yang  paling penting dan utama yaitu  berdoa kepada Allah SWT agar menghindarkan diri ini dari  perbuatan yang tidak  bermanfaat. Wallahu &#8216;Alam[]</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kecanduan-menghayal/">Kecanduan Menghayal ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kecanduan-menghayal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4514</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Help Center : Kebiasaan curhat</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/help-center-kebiasaan-curhat/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/help-center-kebiasaan-curhat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2020 06:22:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4486</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Saya punya kebiasaan curhat ke medsos. Gimana menghilangkan kebiasaan ini? (Fara, Batam) Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik&#160; Fara yang baik, &#160;Curhat alias mengeluh menjadi bagian yang dekat dengan keseharian manusia. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang pasti pernah mengeluh. Allah SWT menyatakan manusia adalah sosok yang senang berkeluh kesah. Hanya saja frekuensi masing-masing orang untuk &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/help-center-kebiasaan-curhat/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Help Center : Kebiasaan curhat</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/help-center-kebiasaan-curhat/">Help Center : Kebiasaan curhat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb.</em></p>



<p><em>Saya punya kebiasaan curhat ke medsos.</em></p>



<p><em>Gimana menghilangkan kebiasaan ini?</em></p>



<p><em>(Fara, Batam)</em></p>



<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. </p>



<p>Dik&nbsp; Fara yang baik, &nbsp;Curhat alias mengeluh menjadi bagian yang
dekat dengan keseharian manusia. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang pasti pernah
mengeluh. Allah SWT menyatakan manusia adalah sosok yang senang berkeluh kesah.
Hanya saja frekuensi masing-masing orang untuk mengeluh berbeda-beda dipengaruhi
oleh tingkat pemahaman dan cara pandangnya terhadap masalah yang sedang di
hadapinya. </p>



<p>Sebagian orang merasa puas ketika bisa mencurahkan perasaannya
kepada orang lain (baca medsos). Ketika mengeluh menjadi kebiasaan, maka akan
menjadi karakter seseorang yang terkadang sulit diubah. &nbsp;Dik Fara yang baik, Pribadi yang sering
mengeluh menjadi &nbsp;indikasi kurang
bersyukur atas nikmat Allah SWT. </p>



<p>Padahal Allah SWT berfirman <em>“Dan jika kamu menghitung
nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” </em>(QS
AnNahl:18). </p>



<p>Ketika seseorang senantiasa mengeluh dalam berbagai situasi
dan masalah yang menimpanya, maka ia tidak mensyukuri atas nikmat yang
diberikan Allah SWT. Hatinya tertutup dari mengingat nikmat Allah SWT yang
tiada terbatas. Sering mengeluh menjadikan suasana tidak nyaman bagi lingkungan
dan orang disekitarnya. </p>



<p>Kebiasaan mengeluh tanpa memandang apakah pihak yang dia
ceritakan bisa menolong atau tidak, maka sejatinya juga merendahkan nilai diri
sendiri. Boleh jadi malah hanya merepotkan orang lain. Mengeluh yang melebihi
proporsi membawa efek buruk. Seseorang akan lebih terpuruk, kehilangan keberanian,
kehilangan harga diri, tidak mampu berpikir sehat, kehilangan daya juang dan
optimisme. </p>



<p>Terlalu banyak mengeluh juga sangat buruk bagi kesehatan.
Bahkan bisa membuat tubuh terkena penyakit. Mengeluh tanda tidak bersyukur,
bahkan akan menjauhkan pelakunya dari pintu surga. &nbsp;Dik Fara yang baik, Islam mengajarkan kita
untuk bersikap &nbsp;tenang, tegar dan sabar
dalam menyingkapi suatu kondisi atau masalah. Jikalau ingin curhat, dan
mengeluh, maka curhatlah hanya kepada Allah SWT.</p>



<p>&nbsp;<em>“Maka sesungguhnya
bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan itu ada
kemudahan” </em>(QS. Al Insyiroh: 6-7). </p>



<p>Ini adalah janji Allah SWT kepada manusia bahwa di balik
setiap musibah yang di hadapi manusia, Allah SWT akan memberikan kemudahan.
Maka Allah SWT memerintahkan manusia untuk mengadu kepada-Nya saja dalam setiap
masalah. Hanya Allah lah satusatunya yang mampu memberikan solusi dari setiap permasalahan
yang di hadapi hambahamba-Nya. </p>



<p>Hanya Dia yang bisa menjaga rahasia, kejelekan dan aib hamba-Nya. Berbeda jika berkeluh kesah lewat sosial media atau kepada sesama manusia. Jika Adik ingin bantuan seseorang atas masalah yang dihadapi, maka berceritalah kepada seseorang  yang benar-benar terpercaya dan sekiranya  bisa membantu atas izin Allah SWT. Dan semoga Adik  dijauhkan dari kebiasaan sering mengeluh. <em>Aamiin ya robal alamin[]</em> </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/help-center-kebiasaan-curhat/">Help Center : Kebiasaan curhat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/help-center-kebiasaan-curhat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4486</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2020 02:38:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb. Saya siswi SMP, di kelas saya berupaya untuk dakwah pada teman, namun lama-kelamaan saya menjadi di asingkan atau terasingkan, teman semua memandang saya “sebelah mata”, tapi saya berusaha sabar dan mengambil hikmahnya. Bagaimana cara menyikapi orang yang mengejek kita, apakah hanya dengan diam saja? (Nisa, Bajarmasin) &#160;Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik&#160; Nisa yang baik, Alhamdulillah, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/">Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb. </em></p>



<p><em>Saya siswi SMP, di kelas saya berupaya untuk dakwah pada
teman, namun lama-kelamaan saya menjadi di asingkan atau terasingkan, teman
semua memandang saya “sebelah mata”, tapi saya berusaha sabar dan mengambil hikmahnya.
Bagaimana cara menyikapi orang yang mengejek kita, apakah hanya dengan diam saja?
(Nisa, Bajarmasin)</em></p>



<p><em>&nbsp;Wa&#8217;alaikumussalam
Wr.Wb. </em></p>



<p>Dik&nbsp; Nisa yang baik, <em>Alhamdulillah,</em>
di usia Adik yang masih &nbsp;muda sudah ikut
serta berdakwah, menyerukan Islam kepada teman-teman. Dakwah adalah aktivitas
mulia, amanah dari Allah SWT untuk seluruh kaum muslimin. Para Nabi dan Rasul mulia
dikarenakan amanah dakwah ini, begitu pula kaum muslimin yang melaksanakannya akan
diberikan kemuliaan sebagaimana mereka. Berdakwah, menyeru kepada Islam adalah
sebaik-baik perkataan. </p>



<p><em>“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebaikan dan berkata “Sungguh aku
termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Fushilat ( 41) :33).</em> </p>



<p>Allah SWT menjanjikan balasan yang besar bagi mereka yang
melakukan aktivitas dakwah. &nbsp;Dik Nisa
yang baik, &nbsp;Saya bisa merasakan apa yang
Adik rasakan. Merasa sedih dan kecewa dengan sikap teman-teman.&nbsp; Rasulullah saw bersabda Islam pertama kali
datang dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya,
maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut. </p>



<p>Sosok mulia Rasulullah pun tidak lepas dari ejekan saat mendakwahkan
Islam. &nbsp;Sudah menjadi <em>Sunatullah</em>
ketika kita mengajak pada kebaikan, maka akan ada respon yang beragam dari
orang. Sebagian menerima, dan sebagian lainnya menolak dan menganggap apa yang
kita sampaikan asing alias “aneh”, sebab Islam memang sudah sangat jauh dari
benak dan kehidupan kaum muslimin saat ini. Saat diejek, tentu ada perasaan
kita yang tidak rela dan tidak terima. Ini adalah hal yang wajar, dikarenakan
manusia mempunyai perasaan (naluri) mempertahankan diri ketika ada sesuatu yang
mengusiknya. &nbsp;</p>



<p><em>Subhanallah,</em> selama ini Adik sudah berusaha untuk
bersabar dan mengambil hikmah dari sikap teman tersebut. Itulah sikap terbaik
seorang muslim. Ketika diejek tidak terpancing emosi, tidak membalas, tetapi bersabar
menghadapinya<em>.</em> Allah SWT memerintahkan kita untuk bersabar dan&nbsp; tidak menghiraukan sikap mereka&nbsp; </p>



<p>“<em>Dan, janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka
dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukup Allah sebagai pelindung ”</em><em>(QS.
Al-Ahzab: 48). </em></p>



<p>Kesabaran membuahkan pahala yang besar dari Allah SWT. Jadikan
sikap teman yang negatif sebagai ujian untuk meningkatkan derajat kemuliaan
Adik di hadapan Allah SWT. &nbsp;Dik Nisa yang
baik, Allah SWT melarang mengejek, mencela &nbsp;orang lain. <em>“Janganlah mencela karena bisa
jadi yang dicela lebih baik dari yang mencela” (Q.S. AlHujaraat ayat 11</em>). </p>



<p>Saat teman mengejek, jawablah dengan bahasa yang positif dan
cobalah secara&nbsp; khusus mengajaknya
berbincang untuk mencari informasi penyebab ia mengejek kita, dan meluruskan pemahamannya
yang salah terhadap aktivitas dakwah yang kita lakukan. &nbsp;Berilah pemahaman bagaimana pandangan Allah
SWT terhadap aktivitas mengejek, bisa berbincang secara langsung, memberinya
buku Islam atau menjelaskan lewat medsos. </p>



<p>Nasihat kita diterima atau tidak, tetaplah bersikap baik
pada mereka. &nbsp;Do&#8217;akanlah orang yang mengejek
kita dengan kebaikan. Dengan begitu, bukan mustahil orang yang tadinya menghina
akan berbalik menjadi sahabat yang setia. </p>



<p><em>“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah
(kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa
permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia” (QS. Fushilat :
34)</em> </p>



<p>Wallahu&#8217;alam&#8230; </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/">Cara Menyikapi Orang yang mengejek Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cara-menyikapi-orang-yang-mengejek-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sindrom Nomophobia</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/sindrom-nomophobia/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/sindrom-nomophobia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jan 2020 02:06:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4307</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Mbk, kemana – mana sy bawa ponsel. Pernah sy ketinggalan ponsel di rumah, selama di kelas sy cemas, resah, alias tidak tenang. Kenapa ya, sy jadi sangat tergantung dengan handphone? (Rossa, Bulukumba)&#160; Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wr. &#160;Dik Rossa yang baik, &#160;Saat ini, handphone (ponsel) memang menjadi benda yang hampir setiap orang punya dan selalu &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/sindrom-nomophobia/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Sindrom Nomophobia</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/sindrom-nomophobia/">Sindrom Nomophobia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Mbk, kemana – mana sy bawa
ponsel. Pernah sy ketinggalan ponsel di rumah, selama di kelas sy cemas, resah,
alias tidak tenang. Kenapa ya, sy jadi sangat tergantung dengan handphone?
(Rossa, Bulukumba)&nbsp; </em></p>



<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wr.</p>



<p>&nbsp;Dik Rossa yang baik, &nbsp;Saat ini, handphone (ponsel) memang menjadi
benda yang hampir setiap orang punya dan selalu membawanya. Selain sebagai alat
komunikasi, ia juga berfungsi sebagai sarana hiburan apalagi dengan semakin
beragamnya media sosial yang ada. Suatu benda jika digunakan sesuai keperluan,
maka akan memberikan banyak manfaat pada kita, termasuk ponsel. </p>



<p>Ponsel adalah alat yang dapat membantu kehidupan kita
menjadi semakin mudah dan cepat. Namun jika ponsel sampai menjadikan kita hanya
terpaku dan asyik dengannya (facebook, twitter, chatting, dan nonton youtube,
dll) dan melupakan hal-hal lain, maka kita harus berhati &#8211; hati. Teknologi mampu
memberikan manfaat, tetapi jika kita berlebihan, malah akan membawa dampak buruk
bagi kita. Berlebih-lebihan dalam segala sesuatu adalah tercela dan dilarang. </p>



<p>“&#8230;..<em>Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang
berlebih-lebihan.” (QS. Al-A&#8217;raf: 31). </em></p>



<p>Dik Rossa yang baik, &nbsp;Jika
Adik merasa resah, gelisah saat tidak bersama handphone, ada kemungkinan Adik
terserang sindrom nomophobia. Sindrom nomophobia adalah perasaan takut,
gelisah, cemas ketika seseorang berada jauh dari ponselnya. Saat handpone tidak
bersamanya ada sesuatu yang hilang, tidak semangat, merasa serba &nbsp;salah, bahkan stress. Selain panik, cemas saat
ponsel tidak ada di dekatnya, tanda nomophobia lainnya yaitu merasa cemas saat baterai
handphone hampir habis atau kesal saat tidak ada sinyal. </p>



<p>Biasanya orang – orang nomophobia menggunakan handphone dimanapun,
termasuk di tempat yang tidak biasa, seperti kamar mandi, saat menyetir mobil
atau motor. Mereka memakai handphone dari bangun tidur hingga tidur lagi. Saat
tidurpun handphone di sisi mereka. Suka selfie atau update status. Sebagian
besar waktu mereka dihabiskan bersama ponsel. Mereka tidak&nbsp;&nbsp; mematikan handphone kecuali saat kehabisan
baterai. Handphone mereka selalu on 24 jam, 7 hari seminggu, 356 hari setahun. </p>



<p>Dik Rossa yang baik, _ Nomophobia adalah efek negatif dari smartphone
dan media sosial, yang membuat orang selalu ingin mengecek media sosial, mengecek
E-mail, atau ber “hahahihi” chating di instant messenger. </p>



<p>Orang menjadi sulit menahan keinginan melakukan kontak
dengan dunia maya. Nomophobia memiliki efek buruk pada sosialisasi di dunia
nyata. Ia menjadikan seseorang lebih suka menggunakan handphone untuk
berhubungan dengan orang lain, daripada bertemu <em>face to face</em> . </p>



<p>Untuk mencegah nomophobia berpikirlah bahwa ponsel bukan
segalanya, kontrolah diri dalam menggunakan ponsel, gunakan sesuai keperluan,
matikan ponsel saat tidak dibutuhkan, matikan semua notifikasi yang tidak
penting, cobalah seminggu sekali (1 x 24 jam) puasa handphone (<em>phone free
day</em>), sibukkan diri dengan banyak aktifitas (olahraga, pengajian, dll),
serta banyaklah bergaul di dunia nyata. Semoga ponsel yang kita miliki menjadi
wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan&#8230;.[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/sindrom-nomophobia/">Sindrom Nomophobia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/sindrom-nomophobia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sulit menerima kritikan</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/sulit-menerima-kritikan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/sulit-menerima-kritikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2019 09:32:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Mbak, sy orang yang sulit menerima kritikan. Sy memilih menjauh dari bergaul dengan orang agar tidak sakit hati. Bagaimana caranya agar kita bisa menerima kritikan? (Keysa, Gowa)&#160; Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Keysa yang baik, &#160;Memang tidak mudah untuk menerima kritikan dari orang lain. Sebagian orang bisa menerima dengan lapang dada dan menjadikan kritik &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/sulit-menerima-kritikan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Sulit menerima kritikan</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/sulit-menerima-kritikan/">Sulit menerima kritikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Mbak, sy orang yang sulit menerima kritikan.
Sy memilih menjauh dari bergaul dengan orang agar tidak sakit hati. Bagaimana
caranya agar kita bisa menerima kritikan? (Keysa, Gowa)&nbsp; </p>



<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. </p>



<p>Dik Keysa yang baik, &nbsp;Memang
tidak mudah untuk menerima kritikan dari orang lain. Sebagian orang bisa
menerima dengan lapang dada dan menjadikan kritik sebagai pelecut untuk lebih
memperbaiki diri. Sebagian lainnya tidak senang jika mendapatkan kritik. </p>



<p>Ada yang menjadi marah, dan tersinggung, bahkan sakit hati
dan akhirnya membatasi pergaulan. Perasaan tidak senang saat mendapatkan
kritikan adalah sesuatu yang wajar, sebab setiap orang punya naluri untuk mempertahankan
diri. </p>



<p>Jika ada sesuatu yang mengusik harga dirinya, maka akan
bangkit naluri tersebut. Dik Keysa yang baik, &nbsp;Manusia sebagai makhluk sosial, pasti
senantiasa perlu berhubungan dengan orang lain dalam kesehariannya. Tidak mungkin
kita selamanya menghindari pergaulan. </p>



<p>Orang yang berinteraksi mengajak kebaikan pada orang lain
dan mendapatkan respon negatif lebih baik, daripada seseorang yang memilih
menjauh dari pergaulan, karena takut mendapat respon negatif yang tidak
diinginkannya. Ketika berinteraksi dengan orang lain, hal yang wajar jika
timbul beda pendapat dan adanya umpan balik atau kritikan yang ditujukan kepada
kita. </p>



<p>Dik Keysa yang baik, &nbsp;Islam mengajarkan kepada kita bagaimana
memposisikan kritikan dari orang lain. Allah SWT menyeru kita untuk melakukan
introspeksi atau muhasabah terhadap diri sendiri, tidak melupakan kesalahan dan
tidak ujub, membanggakan kebaikan yang pernah dilakukan. Kritikan dari orang
lain bisa menjadi masukan untuk muhasabah diri jika itu adalah kebenaran. </p>



<p>Sejatinya orang yang mengkritik dalam rangka mengingatkan
dan menegur kita adalah seseorang yang menyayangi kita. Jika ada kritikan
cobalah meluangkan waktu untuk mendengarkan, mempertimbangkannya, dan jika
kritikan tersebut tidak benar, jangan sampai terbawa emosi dalam menanggapinya.
</p>



<p>“Dan hendaklah mereka mema&#8217;afkan dan berlapang dada. Apakah
kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur :22).</p>



<p>&nbsp;“Dan orang-orang yang
menahan amarahnya dan mema&#8217;afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang
yang berbuat kebajikan “(QS. Ali &#8216;Imran:134).</p>



<p>&nbsp;Dik Keysa yang baik, &nbsp;Tak ada gading yang tidak retak. Manusia biasa
tidak luput dari salah, maka terbukalah menerima teguran, masukan dan bahkan
kritikan. Pandanglah kritik secara positif. Jadikan ia sebagai umpan balik
untuk mendapatkan pengetahuan tentang diri kita. Seseorang yang ingin sukses
dalam kehidupannya harus mau menerima kritikan. </p>



<p>Kita memerlukan umpan balik untuk memberitahukan bagaimana
Kita telah tumbuh, berkembang dan mengalami kemajuan, serta dimana kita berada
sekarang. Umpan balik dari orang lain pada umumnya diterima jika menimbulkan
kebahagiaan dan biasanya tidak diterima jika tidak enak didengar. Pandai
mengambil hikmah atau pelajaran dari orang lain, akan sangat menunjang kemajuan
perbaikan diri Kita. </p>



<p>So, jika ada yang memberi kritik membangun yang jujur, jangan cepat tersinggung. Terimalah sebagai pendorong Kita ke arah kebaikan. InsyaAllah Kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Allahumma aamiin&#8230;[] </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/sulit-menerima-kritikan/">Sulit menerima kritikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/sulit-menerima-kritikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4269</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Help center : Ngikutin Gaya Artis</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/help-center-ngikutin-gaya-artis/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/help-center-ngikutin-gaya-artis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2019 23:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aslm wr.wb. Mbk, bolehkan kita berubah karena &#160;memfigurkan kakak mentor? &#160;(Aldi, Mlng) &#160;Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Aldi yang baik, Secara alami, setiap manusia pasti &#160;akan mengalami perubahan dalam hidupnya. Ada perubahan yang mengarah pada hal positif atau sebaliknya mengarah pada sesuatu yang negatif.&#160; Sebaik-baik orang adalah yang tiap detik harinya selalu lebih baik dari sebelumnya. Saat seseorang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/help-center-ngikutin-gaya-artis/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Help center : Ngikutin Gaya Artis</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/help-center-ngikutin-gaya-artis/">Help center : Ngikutin Gaya Artis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Aslm wr.wb. Mbk, bolehkan kita berubah karena </em>&nbsp;<em>memfigurkan kakak mentor? </em>&nbsp;<em>(Aldi, Mlng)</em></p>



<p><em>&nbsp;</em>Wa&#8217;alaikumussalam
Wr.Wb. Aldi yang baik, </p>



<p>Secara alami, setiap manusia pasti &nbsp;akan mengalami perubahan dalam hidupnya. Ada
perubahan yang mengarah pada hal positif atau sebaliknya mengarah pada sesuatu
yang negatif.&nbsp; Sebaik-baik orang adalah
yang tiap detik harinya selalu lebih baik dari sebelumnya. </p>



<p>Saat seseorang berubah, berarti&nbsp; ia berusaha menjadi sosok baru, berbeda
dengan sebelumnya. Perubahan ada yang bertahan menetap, atau sebaliknya hanya sementara.
Semua tergantung apa motivasi yang menjadikannya berubah. &nbsp;</p>



<p>Aldi yang baik, Seseorang memang dapat berubah &nbsp;dikarenakan motivasi dari luar dirinya, semisal
karena sosok figur kakak mentor. &nbsp;Akan
tetapi harus diingat, perubahan diri yang bukan berasal dari dalam diri
sendiri, tapi sebab ikut-ikutan orang lain, atau &nbsp;ingin meniru orang lain, sifat perubahannya
sesaat &nbsp;saja. </p>



<p>Tidak bertahan lama. Ia bisa hilang, seiring memudarnya pesona
sosok yang kita figurkan, jika &nbsp;suatu
saat tampak kesalahan, dan keburukannya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;
&nbsp;Aldi yang baik, Kita hendaklah
bergantung kepada &nbsp;kebenaran dan
meninggalkan ketergantungan kepada figuritas. Menjadikan seseorang sebagai
teladan boleh saja, tapi harus memandang dengan objektif, bahwa manusia tidak
pernah luput dari salah dan khilaf. </p>



<p>Saat sosok yang kita figurkan melakukan kebaikan, maka kita
menirunya, menjadikan motivator kebaikan. Akan tetapi jika suatu saat ia salah,
maka kewajiban kita menasehatinya, bukan membencinya atau bahkan meninggalkan
kebaikan yang telah kita lakukan. &nbsp;Aldi
yang baik, Sebagai hamba Allah, misi hidup &nbsp;seorang muslim adalah meraih ridha Allah SWT.
Termasuk dalam merubah diri kita ke arah yang lebih baik. </p>



<p>Untuk itu, perubahan diri kita seharusnya diniatkan hanya karena
Allah, bukan karena uang, teman atau kakak mentor. Perubahan juga harus dilakukan
dengan cara-cara yang telah ditentukan Allah SWT. Dengan niat karena Allah dan
caranya benar menurut Allah, maka akan menjadikan perubahan yang kita lakukan
sebagai amal yang baik. </p>



<p>So, jadikan motivasi berubah kita hanya karena Allah SWT.
Selamat berubah menjadi pribadi luar biasa dan istimewa dihadapan-Nya.
Allahumma amiin&#8230; [] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/help-center-ngikutin-gaya-artis/">Help center : Ngikutin Gaya Artis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/help-center-ngikutin-gaya-artis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Agar Semangat Berdakwah</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/agar-semangat-berdakwah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/agar-semangat-berdakwah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2018 13:37:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3713</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum. Sya mau bertanya. bagaiman sih cara kita untuk lebih berani mengingatkan teman2 kita atw org lain agar tidk lari atw melanggar dri syariat islam. soalnya kalo kita ngingatin teman biasanya dibilngin sok jdi ustad. trus klo ngingatin tman yg lbih tua sperti kk kelas pasti dibilangin sok menggurui.mohon solusinya. (Risaldy, kendari) Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb Dik &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/agar-semangat-berdakwah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Agar Semangat Berdakwah</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/agar-semangat-berdakwah/">Agar Semangat Berdakwah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.</p>
<p>Sya mau bertanya. bagaiman sih cara kita untuk lebih berani mengingatkan teman2 kita atw org lain agar tidk lari atw melanggar dri syariat islam. soalnya kalo kita ngingatin teman biasanya dibilngin sok jdi ustad. trus klo ngingatin tman yg lbih tua sperti kk kelas pasti dibilangin sok menggurui.mohon solusinya. (Risaldy, kendari)</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb Dik Risaldy, Subhanallah, saya bangga atas kepedulian Adik mengingatkan teman yang melakukan kesalahan. Mengajak pada kebaikan menjadi bukti bahwa Kita benar-benar mencintai teman-teman Kita. Yang hakekatnya mereka adalah saudara Kita sesama muslim. Saat mengajak pada kebenaran berbagai respon akan Kita dapatkan. Diterima atau ditolak, bahkan bisa jadi diejek dan diledek.</p>
<p>Interaksi menyampaikan kebaikan lebih baik daripada keterdiaman Kita saat melihat kemaksiatan di depan mata. Pengemban dakwah yang berinteraksi dengan umat dan dakwah yang diam dan tidak melakukan interaksi (Al Hadist).</p>
<p>Dik Risaldy, Keberanian berdakwah mengajak kepada kebenaran Islam harus senantiasa dijaga. Memperjuangkan kebenaran akan berhadapan dengan hambatan, dan tantangan. Niat baik dibalas sikap sinis. Hal pertama yang harus selalu ada pada Kita sejak awal adalah meniatkan semata karena Allah ketika mengingatkan teman-teman, dan berlandaskan rasa sayang Kita yang tidak rela jika temanteman Kita bermaksiat. Kedua, cari waktu yang tepat untuk mengingatkan, serta sampaikan dengan cara yang baik. Pakailah kata-kata yang halus tanpa terkesan menggurui.</p>
<p>Ajak mereka berpikir untuk memahami apa yang Kita sampaikan. Sentuh perasaannya, tunjukkan bahwa Kita mengingatkan karena mencintainya. Ketiga, menyerahkan semuanya pada Allah atas hasilnya. Apakah teman Kita menerima dengan baik, atau sebaliknya. Selalulah berpikir positif, jadikan respon negatif teman sebagai ladang pahala bagi Kita. Karena tiada ucapan yang lebih baik daripada ucapan seseorang yang mendakwahkan Islam (QS Fushshilat : 33).</p>
<p>Sering-seringlah mengingat balasan Allah bagi siapa saja yang berdakwah. Siapa saja yang menyeru (manusia) pada petunjuk baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang dia tunjukki itu (HR Muslim). Tidak lupa, iringi dengan do&#8217;a, semoga Allah melembutkan hati seseorang yang Kita ajak pada kebaikan.</p>
<p>Dik Risaldy, itu beberapa tips yang bisa dicoba. Tetap semangat dakwah. Semoga Allah SWT memudahkan. Allahumma amiin&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/agar-semangat-berdakwah/">Agar Semangat Berdakwah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/agar-semangat-berdakwah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TEMAN NAKAL</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/teman-nakal/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/teman-nakal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2018 08:19:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3649</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb Mbk, saya punya teman yang nakal. Sering mengolok-olok, menyerobot giliran, menyembunyikan barang orang lain, bahkan memukul jika marah. Padahal ia rajin shalat dan puasa. Gimana ya cara agar ia tidak seperti itu lagi karena saya dan teman-teman sekelas merasa terganggu jika ada dia. (Marlen, Mlng) Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Marlen yang baik, sungguh &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/teman-nakal/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">TEMAN NAKAL</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/teman-nakal/">TEMAN NAKAL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb</p>
<p>Mbk, saya punya teman yang nakal. Sering mengolok-olok, menyerobot giliran, menyembunyikan barang orang lain, bahkan memukul jika marah. Padahal ia rajin shalat dan puasa. Gimana ya cara agar ia tidak seperti itu lagi karena saya dan teman-teman sekelas merasa terganggu jika ada dia. (Marlen, Mlng)</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb.</p>
<p>Dik Marlen yang baik, sungguh &nbsp;menyenangkan jika kita memiliki teman-teman &nbsp;yang selalu bersikap baik pada Kita. Sebaliknya &nbsp;Kita akan merasa sedih, marah dan merasa &nbsp;terganggu dengan perilaku teman yang nakal. &nbsp;Sebagai teman yang baik, saudara sesama &nbsp;muslim tentu Kita tidak akan membiarkan teman &nbsp;Kita memiliki sikap nakal dan dibenci Allah SWT.&nbsp;&nbsp; &nbsp;</p>
<p>Dik Marlen, Islam mengajarkan saat &nbsp;melihat teman Kita nakal dan melakukan dosa, &nbsp;maka sikap Kita adalah menasehatinya agar ia &nbsp;berubah. Cobalah mendekati dan &nbsp;menasehatinya. Ajaklah ia memahami apa akibat &nbsp;dari perbuatannya selama ini. Apakah &nbsp;perbuatannya yang mengganggu orang lain, &nbsp;menyakitinya, ingin menang sendiri menjadikan &nbsp;banyak orang menyukai atau membencinya. Ajak &nbsp;ia memahami, bukankah ia juga tidak mau jika &nbsp;diganggu orang lain. Tunjukkan padanya bahwa &nbsp;sikap yang baik akan menjadikan Allah SWT suka &nbsp;dan banyak orang juga menyukainya. Selain itu &nbsp;Allah SWT akan memberi pahala atas sikap baik, &nbsp;dan memasukkan orang baik ke dalam surga. &nbsp;Sebaliknya sikap buruk dibenci Allah SWT, serta &nbsp;menjadikan seseorang masuk ke neraka. &nbsp;</p>
<p>Dik Marlen yang baik, ingatkan ia &nbsp;bahwa orang yang suka nakal adalah seseorang &nbsp;yang bangkrut. Orang bangkrut adalah &nbsp;seseorang yang tidak memiliki akhlak baik. Ia &nbsp;melakukan ketidakadilan, merampas hak orang &nbsp;lain, dan banyak menyakiti hati orang lain.&nbsp; &nbsp;Rasulullah saw menyampaikan “Sesungguhnya &nbsp;orang yang bangkrut dari umatku adalah &nbsp;orang yang datang pada hari kiamat &nbsp;dengan membawa pahala shalat, puasa, &nbsp;dan zakat. Namun ia juga datang &nbsp;membawa dosa kedzaliman. Ia pernah &nbsp;mencerca si ini, menuduh tanpa bukti &nbsp;terhadap si itu, memakan harta si anu, &nbsp;menumpahkan darah orang ini dan &nbsp;memukul orang itu.</p>
<p>Maka sebagai tebusan &nbsp;atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah &nbsp;diantara kebaikannya kepada si ini, si anu &nbsp;dan si itu. Hingga apabila kebaikannya &nbsp;telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum &nbsp;semua perbuatan kedzalimannya tertebus, &nbsp;diambillah kejelekan/kesalahan yang &nbsp;dimiliki oleh orang lain yang didzaliminya &nbsp;lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia &nbsp;dicampakkan ke dalam neraka” ( HR. &nbsp;Muslim). &nbsp;</p>
<p>Dik Marlen, jika ternyata nasehat &nbsp;Kita tidak bisa merubah sikapnya, maka &nbsp;laporkan kepada guru. Selama di sekolah &nbsp;Bapak dan Ibu guru yang bertanggung &nbsp;jawab menjadikan para siswa berperilaku &nbsp;baik. Dengan Kita melaporkan akan ada &nbsp;upaya Bapak/Ibu guru untuk merubah sikap &nbsp;teman Kita tersebut. Tidak lupa selipkan &nbsp;do&#8217;a untuk teman Kita agar ia berubah &nbsp;menjadi anak baik, dan berakhlak mulia. &nbsp;InsyaAllah dengan niat tulus Allah SWT akan &nbsp;mengabulkan do&#8217;a Kita. “Do&#8217;anya seorang &nbsp;muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya pasti dikabulkan “(Al &nbsp;Hadist). Demikian dik, semoga Allah &nbsp;SWT menjadikan dik Marlen dan teman-teman sekelas sebagai remaja Islam &nbsp;yang berakhlak mulia, selalu &nbsp;mendapatkan keridhaan dan kecintaan &nbsp;Allah SWT. Allahumma amiin&#8230;.[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/teman-nakal/">TEMAN NAKAL</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/teman-nakal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3649</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
