<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>#indonesiatanpapacaran Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/indonesiatanpapacaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Oct 2019 06:25:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2019 03:41:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4063</guid>

					<description><![CDATA[<p>ngomong-ngomong soal pacaran, ternyata bukan cuma cewek yang di rugikan dalam hubungan tanpa ikatan ini. Tapi cowok juga mesti siap-siap mendapatkan banyak kerugian. Nggak percaya? Ayo kita hitung-hitung dari segi tenaga, waktu, dan uang antara cowok yang masih jomblo dengan yang udah punya boncengan (hhe..hee maksudnya gandengan). Mari kita cek dan ricek&#8230; mulai dari itung-itungan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/">Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ngomong-ngomong soal pacaran, ternyata bukan cuma cewek yang di rugikan dalam hubungan tanpa ikatan ini. Tapi cowok juga mesti siap-siap mendapatkan banyak kerugian. Nggak percaya? Ayo kita hitung-hitung dari segi tenaga, waktu, dan uang antara cowok yang masih jomblo dengan yang udah punya boncengan (hhe..hee maksudnya gandengan).</p>
<p>Mari kita cek dan ricek&#8230; mulai dari itung-itungan waktu setiap minggu. Berapa menit yang kamu habiskan untuk perjalanan ngapel ke rumah doi? Berapa jam yang dihabiskan untuk ngobrol ngalor ngidul bin ngegombal? Berapa jam yang dipake untuk nonton bareng di bioskop atau ngeceng di cafe? Berapa jam yang dialokasikan untuk kirim sms atau cekakak-cekikik via ponsel? Kalo udah, coba kalikan 4 biar ketahuan jumlahnya dalam sebulan.</p>
<p>Lalu, apa yang kamu dapatkan dari semua kegiatan pacaran itu? Semangat hidup? Produktifitas dalam karya? Prestasi? Atau ladang pahala untuk dibawa di hari penghisaban di akhirat kelak? Gini deh. Kalo perjalanan ngapel ke rumah doi habis 20 menit, untuk ngobrol dan ngegombal 2 jam (120 menit), nonton atau nongkrong di cafe 2 jam (120 menit), total keep in touch with ponsel 2 jam (120 menit), berarti dalam seminggu sekitar 380 menit atau 6 jam kamu pake buat pacaran. Kalo sebulan sekitar 24 jam.</p>
<p>Sehari semalam dalam sebulan, waktu hidup kamu dipake buat ngikutin godaan setan. Ini dari sisi waktu. Belon lagi jumlah duit yang dirogoh serta tenaga dan pikiran yang dikerahkan untuk bermaksiat. Modus! Itu saya gunakan standar minimal, realitanya justru lebih loh. Bahkan, ada yang &nbsp;sampai bersama trus, hanya waktu formal aja yang membedakan &nbsp;misalnya beda jam pelajaran dll. Udah sewajarnya kamu sebagai cowok &nbsp;yang masih jomblo bersyukur. Apapun posisi kamu sebagai jomblo entah itu baru maupun bekas, selalu bersyukur dan memanfaatkan masa jomblomu untuk mengukir kesuksesan dan menjadi lebih baik lagi kedepannya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-4064" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?resize=660%2C355" alt="" width="660" height="355" srcset="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?w=715&amp;ssl=1 715w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?resize=300%2C162&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?resize=600%2C323&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Nikmati jomblomu dan tetap enjoy, Men. Dan saya juga yakin kalo kita adu jotos,..(huff nggak boleh). Maksudnya jika kita adu kecepatan meraih cita-cita antara jomblo dan yang pacaran, bagiku jomblo lebih cepat meraih cita-cita dibanding dengan orang yang pacaran. Kenapa? Cukup kita analisis dari segi waktu luang dan biaya hemat yang kita miliki. Belum lagi kalo yang punya pacar ada masalah langsung jadi galau, hingga bisa menghambat&nbsp; segala aktivitas lainnya. Apalagi kalo tahu pacarnya selingkuh, seharian akan nangis&nbsp; bombay di kamar deh, sambil selimutnya digunakan untuk ngelap air mata, air liur, dan ingusnya. Iiih.. jijay!</p>
<p>Sekali lagi, jadilah jomblo yang bersyukur. Tidak perlu melontarkan keluhkesah atas status jomblomu. Kerja sedikit mengeluh, lagi cuci baju mengeluh, lagi rapiin&nbsp; kamar ngeluh. Bergumam dalam hati “coba&nbsp; kalo ada pasangan, pasti ada yang bantu deh” jadi kagak capek-capek kayak gini. Ribet&nbsp; banget dah. Jangan gitu guys!</p>
<p>Tetap jalani aja hidupmu apa adanya, keluh kesah dan ketidak ikhlasan membuat hidupmu&nbsp; terasa&nbsp; berat. Karena sejatinya ketika dijalani dengan&nbsp; ikhlas dan tetap disandarkan pada mengharapkan ridha Allah, insya Allah, yakin&nbsp; dan percaya, hidup yang kamu jalani akan&nbsp; terasa nyaman, tenteram, menyenangkan,&nbsp; tertib, amanl, damai, sentosa dan bersih…haa..haaa..kaya prinsip kelurahan aja. &nbsp;Sebagai cowok jomblo yang selalu beryukur dan ingat kepada Allah, yakin dan percayalah bahwasanya kebaikan yang kita dapatkan adalah tergantung dari prasangka seorang hamba kepada Rabb-nya.</p>
<p>Ketika berprasangka baik kamu akan mendapatkan kebaikan, begitulah sebaliknya. Dalam hal ini terdapat dalam Hadits qudsi riwayat Ahmad &nbsp;dengan sanad Hasan dari Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman: “Aku Tergantung prasangka hamba-Ku kepada Ku. Apabila ia berprasangka baik kepada-Ku, maka kebaikan baginya, dan bila berprasangka buruk maka keburukan baginya.” &nbsp;Tuh kan, sejatinya yang terbaik adalah berprasangka baik pada Allah. Yakinkan pada diri , bahwa kamu akan mendapatkan pasangan yang terbaik. Jadi jomblo mah kagak masalah atuh.</p>
<p>Toh insya Allah pada hari yang tepat akan menemukan sang pujaan hati&nbsp; yang dikirimi oleh Allah untuk menjadi pasangan kita. Yang penting, selagi jomblo optimalkan waktu hidup kamu untuk meraih predikat mulia sebagai seroang muslim.</p>
<p>Asah deh tuh kemampuan kamu yang bisa menghasilkan karya untuk kebaikan umat. Isi deh waktu dengan mengenal Islam lebih dalam, biar punya benteng saat godaan setan datang menghadang. Asyiikkk kan? Karena kita jomblo mulia! [La Ode Munafar]</p>

<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/">Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketika Solusi Hanya Ilusi</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2016 07:14:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[#IndonesiaMilikAllah]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[TABLOID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1726</guid>

					<description><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Sobat, begitu banyak problematika yang terjadi sekarang, ketika hukum Allah diabaikan, ketika urusan agama di nomor dua-kan. Pergaulan bebas yang semakin marak di kalangan remaja, fenomena pacaran yang sejatinya hanya mengundang murka-Nya, rusaknya aqidah para remaja yang seharusnya menjadi generasi emas, itu semua akibat tidak mengindahkan aturan-Nya, semua hanya berpaku pada kesenangan semata. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ketika Solusi Hanya Ilusi</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/">Ketika Solusi Hanya Ilusi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MajalahDrise.com &#8211; Sobat, begitu banyak problematika yang terjadi sekarang, ketika hukum Allah diabaikan, ketika urusan agama di nomor dua-kan. Pergaulan bebas yang semakin marak di kalangan remaja, fenomena pacaran yang sejatinya hanya mengundang murka-Nya, rusaknya aqidah para remaja yang seharusnya menjadi generasi emas, itu semua akibat tidak mengindahkan aturan-Nya, semua hanya berpaku pada kesenangan semata.</p>
<p>Alih-alih sekarang pemerintah justru membuat pasal yang melegalkan praktik aborsi, apakah itu sebuah solusi? Mungkin iya, menurut mereka yang tak punya rasa belas kasihan terhadap bayi yang dalam fitrahnya tidak memiliki kesalahan ataupun dosa.</p>
<p>Ada juga buku mata pelajaran Pendidikan Jasmani, yang memberikan jalan untuk terhindar dari perilaku seks bebas dengan cara ‘Pacaran Sehat’. Bukannya dari aktivitas pacaran itulahyang justru dapat menimbulkan perilaku seks bebas? Sekali lagi, apakah itu sebuah solusi?</p>
<p>Negeri ini katanya sih hebat, bisa mengatur banyak penduduk dan berbagai keberagaman yang ada. Tapi, apakah bisa dikatakan hebat jika harus menyampingkan aturan-Nya? Hei, please deh <a href="http://majalahdrise.my.id/indonesiamilikallah/">#IndonesiaMilikAllah</a> sob!</p>
<p>O iya sobat, percaya gak sih, kalau orang-orang di negeri kita itu sangat tinggi nilai religinya. Kata guru Sejarah sih, saking tinggi nilai religinya, sampe-sampe rumah yang kosong sekalipun ketika ada orang yang masuk itu memberi salam. Hebat kan?</p>
<p>Tapi sayang, kini sudah banyak virus-virus yang berdatangan bak bibit penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh para kaum muslim secara tiba-tiba. Anehnya mereka justru nerima gitu aja atau mungkin sampe disambut, seperti kedatangan Jepang ke Indonesia.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir, orang yang sakit flu misalnya, pasti bakal nyari obat yang bisa nyembuhin penyakitnya. Mungkin kalau udah sembuh, bisa minum vitamin biar gak cepet keserang virus-virus penyakit tadi. Iya apa iya?</p>
<p>Lalu, kenapa dengan budaya-budaya luar yang masuk tidak ditolak ya? Tapi malah diadopsi baik sengaja maupun tidak sengaja. Bahkan sampai dibangga-banggakan. Katanya budaya luar itu gak sesuai dengan kultur kita? Gimana sih? Hehe.. Contohnya : Hari V-Day yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Coba aja kalau setiap orang mau cari dan mau tahu dulu sejarahnya kayak apa. Pasti deh bakal jijik sama yang katanya Hari Kasih Sayang.</p>
<p>Kembali lagi ke aborsi, sering banget sekarang denger remaja-remaja yang sebenernya belum siap jadi ibu atau belum siap nikah tapi udah berani berbadan dua alias hamil, di luar nikah pula. Beuh, parah tingkat tinggi!</p>
<p>Kita coba berpikir kritis. Yang namanya hamil di luar nikah itu bisa dikategorikan sebagai sebuah problem alias masalah kan? Nah, untuk memecahkan masalah pasti harus diteliti dulu penyebab-penyebabnya sampai ke akar permasalahan.</p>
<p>Penyebab hamil di luar nikah tentu banyak, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Kurangnya perhatian orang tua terhadap pergaulan anak</li>
<li>Terjerumus ke dalam jurang pergaulan bebas tanpa batas</li>
<li>Pengaruh atau sugesti teman</li>
<li>Pacaran</li>
<li>Gaya hidup yang hanya mengutamakan kesenangan dan hawa nafsu semata</li>
</ol>
<p>Oke, dari situ, apa yang bisa disimpulkan? Apa ya? Jadi menurut ane pribadi akar permasalahan dari maraknya kasus hamil di luar nikah di kalangan remaja terutama, yaitu semakin kejamnya pergaulan bebas tanpa batas yang mengancam para generasi muda kita.</p>
<p>Ya, dengan pergaulan bebas, mereka berdalih bahwa <em>“saya berhak bermain dengan siapapun, asal bisa jaga diri.”</em> ditambah lagi adanya HAM, pasti tambah kacau lagi alasannya <em>“lho, ini kan hak saya mau pacaran mau enggak! Ini hidup saya, kenapa kamu yang ribet?” </em>wah ini yang udah kacau beliau, udah gak mau nerima masukkan dari orang lain yang padahal itu berupa <em>warning </em>juga buat dirinya sendiri. Giliran <em>accident</em>udah kejadian aja, nyalahin sana-sini. Ujung-ujungnya, nyari jalan keluarnya lewat aborsi. Beuh, sinetron banget deh ah!</p>
<p>Dari pihak Negara bagus sih udah mau turun tangan buat nanganin masalah hamil di luar nikah. Bukan sok mengkritisi atau sok pinter ya, kalau solusinya dengan membuat pasal yang melegalkan aborsi, yang ada pelaku hamil di luar nikah bukannya berkurang malah tambah banyak lagi. Kan mereka gak usah takut dan khawatir kalo MBA, soalnya kan udah ada pasal yang melegalisasikan aborsi. Itu solusi apa ilusi?</p>
<p>Islam telah mengatur hubungan antar wanita dan pria, melarang adanya campur baur dan berdua-duaan dengan lawan jenis kecuali disertai dengan mahramnya. Dan Islam pun melarang segala perbuatan yang dapat menghantarkan pada perzinahan, seperti pacaran, pemerkosaan, atau bahkan sampai hamil di luar nikah. Islam pun memberikan sanksi yang tegas dan tidak main-main untuk para pezina. Nah, ini yang namanya solusi. Solusi yang bisa menumpas habis segala perbuatan yang berujung pada perzinahan.Dan itu semua hanya bisa kita dapatkan bila adanya penerapan Syari’at Islam dalam bingkai Daulah Khilafah. Maka, solusi bukan lagi ilusi!. []</p>
<p><em>Ika Yelistia – SMAN 1 PALIMANAN</em></p>
<p>di muat di majalah remaja islam Drise Edisi 47</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/">Ketika Solusi Hanya Ilusi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ketika-solusi-hanya-ilusi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Who Am I?!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/who-am-i/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/who-am-i/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2015 09:15:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Girly]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MAWAR IDIOLOGIS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=807</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Only people who have an understanding &#38; awareness of the syari’a of ISLAM alone is capable of looking problems with a deep &#38; brilliant. Hmm!” drise-online.com &#8211; Semua orang memang unik. Ketika kita terlahir di dunia, Allah swt udah ngasih kelebihan dan kekurangan masing-masing yang menjadikan kita punya karakter khas. Otomatis, seiring bertambahnya usia, tiap &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/who-am-i/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Who Am I?!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/who-am-i/">Who Am I?!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Only people who have an understanding &amp; awareness of the syari’a of ISLAM alone is capable of looking problems with a deep &amp; brilliant. Hmm!”</em></p>
<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Semua orang memang unik. Ketika kita terlahir di dunia, Allah swt udah ngasih kelebihan dan kekurangan masing-masing yang menjadikan kita punya karakter khas. Otomatis, seiring bertambahnya usia, tiap orang dituntut secara alamiah untuk mengenali jati dirinya. Who am i?!</p>
<p>Tak jarang, remaja en remaji bilang; <em>“Aku nggak tau siapa diriku!”, “Aku juga nggak ngerti aku mau apa setelah lulus nanti?”</em> atau <em>“Sepertinya aku memang masih dalam tahap pencarian jati diri?” </em>en ungkapan-ungkapan lainnya yang ikut mengekor di belakang, mempertanyakan jati dirinya yang tercecer entah ada dimana.</p>
<p>Bagi manusia yang pengen hidup bahagia, menemukan jati diri adalah harga mati. Coz, jati diri bisa diibaratkan bahan bakar yang memaksanya untuk bergerak meraih kebahagiaan hidup. Kita akan sanggup merengkuh upaya dengan mantap, jika jati diri kita pun mantap, sejati. So, kebutuhan pokok bagi kita selaku manusia menemukan jati diri.</p>
<p>Hmm! Pastinya D’RISEr sering berkelana di dalam angan yang berwujud rancangan gerak or target-target. Punya agenda harian, bulanan, tahunan, en seterusnya. Pengen jadi apa kita sekian tahun ke depan. Lulus sekolah, berpenghasilan demi menopang hidup plus dakwah, membahagiakan en membanggakan orangtua, menikah, punya anak en keturunan yang banyak untuk kita didik dengan cara Islam, punya keluarga dakwah yang nantinya bisa menjadi jantung revolusi! Kemudian kita mati, en berharap masuk ke dalam surgaNYA. Lolos dari jilatan api neraka.</p>
<p>Kita nggak main-main memperlakukan diri kita demi meraih kesuksesan hidup! Coz, kita berharap kita adalah mawar ideologis layaknya khadijah binti khuwailid, sumayyah binti khubath, asma’ binti abu bakar ash-shiddiq, asma’ binti yazid al-anshariyah, khaulah binti malik bin tsa’labah, ummu sulaym binti milhan, fathimah az-zahra binti rasulullah, nusaibah ummu imarah, en shahabiyat-shahabiyat lainnya. Apakah ukhtii sudah membaca semua kisah-kisah inspiring mereka? Mereka mampu juga jadi tangguh, jadi ‘alim, jadi shalehah, en pemberani. Berarti kita juga bisa kawan!</p>
<p>Kuncinya, pahami akan hakikat hidup kita. Kita berasal dari ALLAH, kita hidup hanya untuk beribadah kepada ALLAH, en akan kembali kepada ALLAH. Normalnya, pemahaman ini akan menghasilkan karakter en jati diri yang selalu takut kepada ALLAH. That’s d’True Identity!</p>
<p>Ngeri kalau telat shalat, ngeri kalau nggak jujur, ngeri kalau pacaran, ngeri kalau ikut-ikutan teman menyontek, en serenceng perbuatan maksiat lainnya. Kita jadi diri sendiri. Jadi muslimah yang selalu pede karena tolok ukur kita adalah syariat. Kita bakal mikir berjuta kali kalau diajak mabal (bolos), diajak nongkrong di mall nggak karu-karuan, atau diajak cowok cakep nge-date. Semua bakal dibayar lunas sama ALLAH kalau kita tetap TEGUH membela ISLAM! Sama SURGA! Original! So, mari kita tekadkan bersama, en membenturkan do’a permohonan kepada ALLAH. Angkat kedua tanganmu kawan, Hmm!;</p>
<p><em>“Wahai ALLAH, bagikanlah kepadaku rasa takut kepadaMu yang bisa menghalangi antara kami dan maksiat kepadaMu. Bagikanlah kepada kami ketaatan yang bisa menyampaikan kami ke surgaMu. Bagikanlah kepada kami keyakinan yang bisa meringankan musibah dunia bagi kami. Berikanlah kenikmatan kepada kami dengan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami, selama kami hidup di dunia ini. Jadikanlah semua itu menjadi warisan bagi kami. Jadikanlah pembalasan kami menimpa orang yang berbuat zhalim kepada kami. Tolonglah kami atas orang yang memusuhi kami. Jangan jadikan musibah bagi kami dalam agama kami. Jangan Engkau jadikan dunia menjadi kebingunagn kami yang paling besar dan tujuan dari ilmu kami. Jangan Engkau kuasakan kepada kami orang-orang yang tidak menyayangi kami.” </em>(diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibn Umar ra.). Aamiin. So, Tetap SEMANGAT berjati diri MUSLIM! Yeahhh! <strong>[Hikari Inqilabi]</strong></p>
<p><strong>STAY IN THE LINE!</strong></p>
<h2><strong>(Hidupku HANYA Untuk DAKWAH!)</strong></h2>
<p>Khusus buat D’RISEr yang D’RISE cintai karena ALLAH:</p>
<p>Jadilah pribadi-pribadi yang selalu takut kepada ALLAH SWT. Jadilah mawar ideologis! Pribadi-pribadi yang harum karena ideologi ISLAM yang mentajasad (mendarah daging) dalam diri.</p>
<p>Jangan kau alihkan dirimu dari perjuangan. Jangan kau tetapkan hatimu pada kekalahan. Karena semua pasti mutlak terbayarkan. Maka selesaikan!</p>
<p>Bersama kami rombongan para pembela ISLAM. Yang bergerak serempak dan terus melaju tanpa karam. Meski keram, namun geram kami pada kekufuran lebih seram. Didihkan ‘azzam!</p>
<p>Dan biarkan ia bergolak menggelegak menantang malam. O no bara… hitobito wa, anata ga shitte iru matte iru no ka? Kore ijou no fuman, naite, daun o jikkou mashiteya! Anata wa yogen-sha nou souzoku-jindesu. Jiman no sensou bara! Hmm!</p>
<p>(Wahai MAWAR! Umat menunggumu kau tahu? Jangan lagi menangis, mengeluh, lari, apalagi jatuh! Kau adalah PEWARIS NABI! Sekumtum MAWAR ideologis yang membanggakan! Hmm!)”</p>
<p>Domo arigato gozaimas n_n <strong>[Hikari Inqilabi]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Muat Di <a href="https://www.facebook.com/MajalahRemajaIslamDRise">Majalah Remaja Islam Drise</a> Edisi #11</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/who-am-i/">Who Am I?!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/who-am-i/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pacaran islami, emang ada?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pacaran-islami-emang-ada/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pacaran-islami-emang-ada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2015 10:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=785</guid>

					<description><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; D’riser, kisah kasih remaja, identik dengan budaya pacaran. Bahkan pacaran kadung jadi identitas pergaulan modern yang banyak menyita waktu hidup remaja. Di mana aja dan kapan aja, tema pacaran selalu jadi obrolan hangat. Remaja seolah tak punya pilihan untuk menyalurkan rasa cintanya kecuali dengan pacaran. Seperti apa sih kegiatan orang pacaran itu? Pertama, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pacaran-islami-emang-ada/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pacaran islami, emang ada?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pacaran-islami-emang-ada/">Pacaran islami, emang ada?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; D’riser, kisah kasih remaja, identik dengan budaya pacaran. Bahkan pacaran kadung jadi identitas pergaulan modern yang banyak menyita waktu hidup remaja. Di mana aja dan kapan aja, tema pacaran selalu jadi obrolan hangat. Remaja seolah tak punya pilihan untuk menyalurkan rasa cintanya kecuali dengan pacaran. Seperti apa sih kegiatan orang pacaran itu?</p>
<p><em>Pertama</em>, ungkapan cinta. Boleh dibilang, ‘aksi penembakan’ ini adalah saat-saat menegangkan bagi para aktivis pacaran. Soalnya, penting banget buat kelanjutan hubungan kasihnya dengan pujaan hati. Kalo ditolak, hubungan cukup sampe level teman (atau TTM?). Kalo diterima, yes! Hubungan bisa lanjut ke yang lebih serius. Maksudnya, serius menuju pelaminan? Eits, jangan asal nuduh dong. Maksudnya, serius merhatiin isi dompet pacar. Dan pastinya, serius ngenal pacar luar dalam. Nah lho? Kaya servis mobil aja luar dalam. Hoeks!</p>
<p><em>Kedua</em>, <em>body contact</em>. Bagi orang pacaran, seolah ada aturan tak tertulis yang ’mengizinkan’ mereka untuk saling bersentuhan secara fisik. Mulai dari ’kegiatan biasa’ seperti pegangan tangan, hingga yang mendekati zina seperti pelukan, saling membelai, <em>kissing</em>, <em>necking</em>, atau <em>petting</em>.</p>
<p>Aktivitas body contact orang pacaran udah masuk kategori mendekati zina. Meski nggak selalu berujung pada zina hakiki (coitus), bukan berarti kegiatan fisik itu dianggap aman. Tetep aja dibenci Allah. Dalam kitab Shahih Muslim bi Syarah an-Nawawi, dijelaskan ada manusia yang melakukan zina hakiki, ada juga yang melakukan ’zina’ melalui indera mereka. Termasuk diantaranya dengan cara menyentuh tangan <em>ajnabiyah</em> (bukan mahram) dengan tangannya. Tuh kan?</p>
<p><em>Ketiga</em>, berdua-duaan. So pasti orang pacaran selalu pengen berduaan dengan pasangannya. Dimana saja, kapan aja. Dengan pengawasan, apalagi kalo nggak diawasi. Biar bisa ngobrol lebih bebas dan intim diselingi canda tawa mesra yang kian mendekatkan hubungan cinta mereka. Pihak ketiga yang mau ikutan nimbrung, mesti izin dulu. Kecuali setan kali yaa. Soalnya setan kan nggak keliatan, jadi bisa dengan mudah menyelinap diantara mereka dan menggoda hati keduanya untuk mendekati zina. Kondisi inilah yang dalam Islam dikenal dengan istilah khalwat. Dan nggak ada satu ulama pun yang menolak keharaman khalwat. Catet tuh!</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Pacaran Islami = Legalisasi Pacaran!</strong></h3>
<p>Opini pacaran Islami kian menguat ketika ada pihak yang gencar mengkampanyekannya disertai dalil-dalil syar’i untuk membenarkan aktivitas pacaran versi Islam. Seperti boleh berkhalwat asal diawasi, boleh berpegangan tangan seperlunya tanpa nafsu, boleh boncengan dengan menjaga jarak biar tak bersentuhan, atau boleh mengobral cinta, dan tetep menjauhi zina. Saking ngototnya, pengusung ide pacaran Islami ini juga ngulik beberapa buku penghujat pacaran kemudian menghujat balik opini yang tertulis di dalamnya. Lantas, untuk apa pacaran diislamisasi?</p>
<p>Untuk ngasih kemudahan bagi para aktivis dan simpatisan pacaran islami dalam menjalin percintaan sebelum menikah. Selain itu, dengan pacaran Islam bisa turut memperbaiki citra Islam yang sering dihubungkan dengan terorisme dan kekerasan. Begitulah pernyataan tertulis pengusung ide pacaran Islami diakhir seruannya. Hmm&#8230;dengan tanpa mengurangi rasa hormat akan perbedaan pendapat, ada hal yang mengganjal membaca tujuan islamisasi pacaran.</p>
<p><em>Pertama</em>, kalo untuk memudahkan, bukankah Islam juga udah ngasih kemudahan dengan aturan khitbah (pinangan) yang jelas dan tegas sebelum menikah. Sehingga tetep bisa kenal lebih dekat satu sama lain sebelum ke jenjang pernikahan. Apa ketegasan aturan khitbah yang mulia dianggap menyulitkan sehingga harus mengadopsi ide pacaran dan dikasih label ‘islami’ biar syar’i? Atau malah ngikutin ‘selera pasar’ yang lebih familier dengan istilah ‘pacaran’ dibanding ‘khitbah’ sehingga masyarakat lebih mudah menerima Islam dengan sedikit ‘rekayasa’? <em>wallahu a’lam</em>.</p>
<p><em>Kedua</em>, kalo dikaitkan dengan terorisme dan kekerasan, selain gak nyambung, konsep pacaran Islami lebih terlihat seperti bentuk pembelaan diri agar terlepas dari tuduhan miring terhadap Islam. Padahal, yang ngasih cap negatif terhadap Islam adalah musuh-musuh Islam. Kalo kita yakin Islam nggak seperti yang dituduhkan, untuk apa cemas dan takut untuk menyuarakan kebenaran Islam apa adanya. Dan untuk memperbaiki citra Islam harusnya dengan membongkar makar dan fitnah musuh-musuh Islam. Bukan malah merasa terpojok lalu bersikap defensif apologetik. Eits, apaan tuh?</p>
<p>Defensif apologetik adalah upaya pembelaan diri dengan menggunakan pola pikir pihak penyerang karena takut dianggap berbeda dengan orang lain. Misalnya, ketika dinilai aturan Islam tuh kaku dan nggak bisa ngikutin zaman. Terus kita bilang, <em>“eits, kata siapa? Aturan Islam fleksibel kok. Busana muslimah aja bisa trendy bin fashionable. Yang penting kan menutup aurat.”</em> Niatnya menjelaskan, eh malah menjatuhkan. Orang yang bersikap defensif apologetik biasanya akan terseret untuk terjebak dalam alur pemikiran pihak penyerang. Jadi nggak pede dengan dirinya. Berabe tuh!</p>
<p>D’riser, dari penjelasan di atas, dengan sangat ’menyesal’ kita mau bilang kalo pacaran itu nggak ada dalam aturan Islam dan nggak dicontohin oleh Rasul saw. So, kalo ngotot pengen pacaran, merit dulu kali yaaa. Berani?![341]</p>
<p>Di Muat Di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #10</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pacaran-islami-emang-ada/">Pacaran islami, emang ada?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pacaran-islami-emang-ada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pacaran itu budaya Nashrani&#8230;!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/pacaran-itu-budaya-nashrani/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/pacaran-itu-budaya-nashrani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2015 00:54:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Ust. Shiddiq al-Jawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=769</guid>

					<description><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; Yang doyan nyari artikel islam di dunia maya boleh jadi nggak asing dengan nama Shiddiq al-Jawi. Dosen tetap STEI Hamfara Yogyakarta ini aktif menulis di berbagai media Islam. Apalagi kalo kita mampir ke webnya, http://khilafah1924.org, isinya mayoritas tulisan beliau yang mencerahkan. Dan Alhamdulillaah&#8230;kang Hafidz341 dapat kesempatan untuk ngobrol dengan beliau via email. Berikut &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/pacaran-itu-budaya-nashrani/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pacaran itu budaya Nashrani&#8230;!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pacaran-itu-budaya-nashrani/">Pacaran itu budaya Nashrani&#8230;!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Yang doyan nyari artikel islam di dunia maya boleh jadi nggak asing dengan nama Shiddiq al-Jawi. Dosen tetap STEI Hamfara Yogyakarta ini aktif menulis di berbagai media Islam. Apalagi kalo kita mampir ke webnya, <a href="http://khilafah1924.org">http://khilafah1924.org</a>, isinya mayoritas tulisan beliau yang mencerahkan. Dan Alhamdulillaah&#8230;kang Hafidz341 dapat kesempatan untuk ngobrol dengan beliau via email. Berikut petikannya. Monggo!</p>
<h3><strong><em>Tiap tahun </em></strong><strong><em>remaja muslim banyak yang ngerayain V</em></strong><strong><em>alentine D</em></strong><strong><em>ays. </em></strong><strong><em>Padahal jelas-jelas bukan budaya Islam. Gimana menurut ustadz?</em></strong></h3>
<p>Menurut saya itu karena kita hidup dalam masyarakat sekuler. Yaitu masyarakat yang tak menggunakan hukum agama dalam mengatur urusan kehidupan. Masyarakat semacam ini sebenarnya hanya membebek masyarakat kafir penjajah, seperti AS dan Eropa. Agama hanya diamalkan secara sempit dan picik dalam urusan ibadah saja. Sedang soal budaya, pergaulan, apalagi politik, dianggap tak perlu diatur dengan agama. Maka, perayaan Valentine tak pernah surut, walaupun sudah banyak fatwa ulama yang mengharamkannya.</p>
<h3><strong><em>Sebagian remaja muslim ngerayain VD hanya sebatas makan malam, nonton bareng, nongkrong di cafe, berbagi hadiah, coklat, atau ngasih ucapan selamat. Kalo gitu gimana tadz?</em></strong></h3>
<p>Itu tetap tak boleh. Mengapa? Begini. Kita sudah tahu perayaan Valentine itu budaya Nashrani, bukan budaya Islami. Padahal umat Islam haram hukumnya mengikuti budaya kaum kafir. Sabda Nabi SAW,”<em>Barangsiapa menyerupai suatu kaum (kafir) maka ia termasuk golongan mereka</em>.” <strong>(HR Abu Dawud)</strong>. Hadits ini berlaku umum, meliputi segala bentuk perayaan Valentine. Maka segala bentuk dan cara perayaan Valentine, hukumnya tetap haram, walaupun hanya sebatas ngasih ucapan selamat Valentine.</p>
<h3><strong><em>Dalam urusan cinta, remaja ngerasa penting untuk mengekspresikannya dengan pacaran. </em></strong><strong><em>Menurut ustadz?</em></strong></h3>
<p>Pacaran itu budaya Nashrani, bukan budaya Islami. Karena dalam agama Nashrani, suami isteri itu tak boleh bercerai. Menurut ajaran Nashrani, “apa yang disatukan Tuhan tak boleh dipisahkan oleh manusia.” Maka wajar dalam masyarakat Nashrani muncul budaya pacaran. Tujuannya supaya calon suami isteri bisa saling mengenal sedalam-dalamnya dan seintim-intimnya, sehingga tak bercerai. Islam tak demikian. Islam menghalalkan cerai, sehingga apa yang disebut “pacaran” tak ada dan tak diperlukan dalam Islam. Cukup calon pasangan suami isteri saling mengenal secukupnya, dalam batas-batas yang dibolehkan syara’, misal kalau ngobrol berdua wajib disertai pihak ketiga yaitu mahram si wanita. Tak perlu jalan-jalan berdua, mojok, apalagi berciuman dan seterusnya. Jadi wajar di jaman Rasul tak ada budaya pacaran. Ekspresi cinta diungkapkan dengan khitbah (melamar), bukan pacaran.</p>
<h3><strong><em>Saya </em></strong><strong><em>pernah buka web yang menjelaskan kalo pacaran diperbolehkan dalam islam. Emang bener tadz ada &#8216;pacaran islami&#8217;?</em></strong></h3>
<p>Saya sudah membuka situs itu. Saya peringatkan, situs itu ngaco dan menjerumuskan. Karena hanya mendefiniskan pacaran secara sempit dalam arti “saling mengenal sebagai persiapan nikah”. Padahal faktanya, pacaran bukan hanya sebatas itu. Pacaran juga meliputi duduk berduaan (mojok), berciuman, berangkulan, <em>petting</em>, dan (<em>nauzhu billah</em>) termasuk berhubungan seks. Apakah semua ini dibolehkan? Tidak bukan? Jadi, meski mungkin situs itu niatnya baik, tapi ia telah mendefinisikan “pacaran” secara naif dan parsial, sehingga pembacanya dapat saja mengalami <em>misleading</em> (sesat dalam memahami).</p>
<h3><strong><em>Remaja sering jadi kambing hitam kalo udah ngomongin masalah remaja. Gimana dengan keluarga? Sekolah? Negara?</em></strong></h3>
<p>Remaja memang salah. Harus diakui, tak boleh diingkari. Namun bukan hanya mereka yang salah. Keluarga juga turut andil jika lemah pengawasannya. Sekolah juga salah, karena sekolah kita kan bagian sistem pendidikan sekuler yang anti agama tatkala agama hendak diterapkan dalam kehidupan bernegara dan bermasyakat. Apalagi negara, jelas sekali salahnya. Karena negara kita ini sekuler. Mencontek kafir penjajah. Anti agama. Agama dipenjara hanya dalam sektor sempit, yaitu ibadah.</p>
<h3><strong><em>Bagaimana Islam menyelesaikan masalah remaja?</em></strong></h3>
<p>Menurut saya harus ada penanganan pada 4 level. <em>Pertama</em>, pada level inidividu, remaja secara individu wajib dibina kepribadiannya agar menjadi invividu yang saleh. Caranya dengan ngaji. <em>Kedua</em>, level keluarga, yaitu keluarga wajib menanamkan nilai-nilai Islam dan mengawasi remaja secara ketat. <em>Ketiga</em>, level masyarakat, yaitu hendaknya di masyarakat tumbuh tradisi amar ma’ruf nahi mungkar. Kalau ada remaja yang pacaran, tak boleh didiamkan. <em>Keempat</em>, pada level negara, yakni negara wajib menerapkan syariah baik secara preventif atau kuratif untuk mengatasi masalah remaja. Misalnya larangan khalwat (berduaan), atau sanksi cambuk 100 kali bagi pezina yang belum nikah.</p>
<h3><strong><em>Apa masih mungkin lahir remaja berprestasi seperti Thariq bin Ziyad</em></strong><strong><em> atau Muhammad al-Fatih, di masa sekarang ini? </em></strong></h3>
<p>Masih mungkin. Hanya saja, mengingat kita terpenjara dalam masyarakat sekuler, tentu hambatan dan kesulitannya cukup tinggi. Ibarat kita mau menebar benih padi, kita sekarang tak menebarnya di sawah yang cukup airnya, tapi di sawah yang sedang kekeringan. Masih tumbuh sih, tapi kendalanya memang tak ringan. Caranya, ngajilah dengan benar, sehingga Islam kita pahami sebagai ideologi. Setelah itu lakukan <em>tafaqquh fiddien</em> (pendalaman agama), dengan berguru kepada ulama-ulama yang terpercaya, atau mengkaji karya-karya mereka yang gemilang.</p>
<h3><strong><em>Terakhir, apa pesan ustadz untuk para pembaca D’Rise?</em></strong></h3>
<p>Jadilah kalian generasi pembebas, generasi yang berjuang untuk menegakkan syariah dan Khilafah. Hanya dengan syariah dan Khilafah sajalah, manusia akan terbebas dari penjara sekulerisme yang amat destruktif ini.[341]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><u>Biodata </u></strong></p>
<p>Nama                    : Muhammad Shiddiq Al-Jawi</p>
<p>T/TL                       : Grobogan (Jateng), 31 Mei 1969</p>
<p>Alamat : Jl Mangkuyudan 30 Yogyakarta</p>
<p>Status                   : Menikah, 1 isteri dengan 4 anak</p>
<p>Pekerjaan           : Dosen Tetap STEI Hamfara &amp; Pimpinan Pondok Pesantren Hamfara Yogyakarta</p>
<p>Prestasi                : Juara III Siswa Teladan Tingkat SMA se Propinsi Jawa Tengah tahun 1988.</p>
<p>Jabatan di HTI    : Dewan Pimpinan Pusat HTI</p>
<p>Karya tulis           : 6 buku, di antaranya berjudul <em>Malapetaka Akibat Hancurnya Khilafah</em>,</p>
<p>dan <em>Aborsi Dalam Pandangan Hukum Islam, </em></p>
<p>di Muat Majalah Remaja Islam Drise Edisi #10</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/pacaran-itu-budaya-nashrani/">Pacaran itu budaya Nashrani&#8230;!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/pacaran-itu-budaya-nashrani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">769</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cara Menolak Pacaran?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cara-menolak-pacaran/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cara-menolak-pacaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2015 10:13:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Mbak, gimana caranya ngejelasin ke temen lelaki yang menyatakan cinta dan mengajak pacaran. Sementara saya tidak mau menyakiti hatinya dengan menyatakan sikap kalo saya nggak mau pacaran. Makasih mbak sebelumnya. Akhwat di bumi Allah. Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Adik yang dimulyakan Allah           drise-online.com &#8211; Alhamdulillah, diantara banyaknya generasi muda Islam &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menolak-pacaran/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cara Menolak Pacaran?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menolak-pacaran/">Cara Menolak Pacaran?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum</p>
<p>Mbak, gimana caranya ngejelasin ke temen lelaki yang menyatakan cinta dan mengajak pacaran. Sementara saya tidak mau menyakiti hatinya dengan menyatakan sikap kalo saya nggak mau pacaran. Makasih mbak sebelumnya. Akhwat di bumi Allah.</p>
<p>Wa’alaikumussalam Wr.Wb.</p>
<p>Adik yang dimulyakan Allah</p>
<p><em>          <strong>drise-online.com &#8211;</strong> Alhamdulillah,</em> diantara banyaknya generasi muda Islam adik merupakan salah satu yang diberikan Allah cermin hati yang masih bersih hingga mampu digunakan bercermin dan berpegang pada kebenaran dengan menjauhi aktivitas pacaran yang diharamkan Allah SWT. Cinta adalah fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia, namun jika tidak berhati-hati cinta akan memperdaya yang tampaknya indah padahal bisa menjerumuskan, kecuali cinta di jalan Allah. Islam agama yang sempurna, sangat memahami adanya rasa cinta, suka pada diri sesorang. Untuk itu Islam memberikan tata aturan agar rasa tersebut terjaga dalam ketaatan kepada Allah, dengan menikah bagi yang sudah siap.</p>
<p>Seorang teman yang baik akan mengajak berbuat taat dan melarang berbuat maksiat. Aktivitas mengingatkan adalah wujud kasih sayang sesama muslim sebagai seorang saudara seiman. Kita tidak rela teman kita masuk dalam lubang maksiat pacaran dan mendapatkan balasan siksa Allah. Saat menyampaikan kebenaran, terkadang seseorang berat untuk menerimanya, akan tetapi kebenaran memang harus disampaikan meskipun pahit bagi yang diingatkan, serta terkadang kita yang mengingatkanpun merasa segan. Hapuslah rasa segan, tidak enak mengingatkan, khawatir menyakiti hati. Itu hanyalah perasaan kita saja. Niatkanlah karena Allah saat mengingatkan teman karena kita mengharapkan kebaikan baginya “<em>Siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru ke jalan Allah</em>” (FQS. Fushilat (41) :33).</p>
<p>Adik, bisa menjelaskan kepada teman yang mengajak pacaran tersebut dengan bertemu langsung (tentunya tidak hanya berduan, tapi mengajak juga teman lain) atau  via SMS/telp/menulis surat. Awalilah dengan mengucapkan terima kasih atas perasaannya kepada adik, dan sampaikan maaf karena adik tidak bisa menerimanya karena Allah melarang aktivitas pacaran. Sampaikan kebenaran dengan hikmah dan nasehat yang baik. Melalui hikmah yaitu dengan menyampaikan dalil (landasan) yang jelas tentang hukum pacaran, sehingga menampakkan kebenaran dan menghilangkan kesamarannya. Pacaran adalah aktivitas mendekati zina, dan Allah melarangnya <em>”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”</em> (Al Israa:17). Sampaikan dengan nasehat yang mampu menyentuh akal dan hati (perasaan). Ajak berpikir, bahwa aktivitas pacaran menyebabkan banyak kerugian di dunia maupun di akhirat. Selain diajak berpikir, sentuhlah perasaanya misalnya dengan memberi dorongan berupa balasan pahala atas kebaikan yang dilakukan dan memberi peringatan celaka ketika melakukan kemaksiatan. Adik bisa juga  memberikan buku atau majalah yang membahas pergaulan dalam Islam. Selamat mengajak teman pada kebaikan, semoga Allah senantiasa mengistiqomahkan.</p>
<p>Di muat majalah remaja islam Drise Edisi #10</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cara-menolak-pacaran/">Cara Menolak Pacaran?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cara-menolak-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">759</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Novel Islami Bikin Keki?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/novel-islami-bikin-keki/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/novel-islami-bikin-keki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2015 10:26:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Share Your Mind]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[novel islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=727</guid>

					<description><![CDATA[<p>oleh : Fakhirah Robbaniy drise-online.com &#8211; Saya suka sekalee novel! Apalagi kalau lihat novel nganggur mata nggak bisa ditahan buat nggak baca, pokoknya baca deh… Nah, novel Islami juga termasuk yang gemar saya baca, mulai dari yang bahasanya renyah sampai yang bikin mengkerut dahi saya lahap deh. Apalagi temen saya suka banget beli novel yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/novel-islami-bikin-keki/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Novel Islami Bikin Keki?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/novel-islami-bikin-keki/">Novel Islami Bikin Keki?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>oleh : Fakhirah Robbaniy</strong></p>
<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Saya suka sekalee novel! Apalagi kalau lihat novel nganggur mata nggak bisa ditahan buat nggak baca, pokoknya baca deh… Nah, novel Islami juga termasuk yang gemar saya baca, mulai dari yang bahasanya renyah sampai yang bikin mengkerut dahi saya lahap deh. Apalagi temen saya suka banget beli novel yang hampir mirip-mirip judulnya. Kayak misalnya, ‘Air mata Bidadari, Senyum Bidadari, Bidadaripun Menangis’, dan masih banyak judul bidadari lainnya…(eits…ini judul hanya karangan saya aseli, jadi fiktif belaka. Tapi, kalau ada yang nemuin judul yang sama, itu tanpa kesengajaan yak…hehehehe ) karena saya tipe pembaca omnivora super alias gak pilih-pilih kalau baca. Jadi novel begitu biasanya saya lahap juga.</p>
<p>Sebel…sebel…sebel….Tahu nggak kenapa? Karena kebanyakan novel Islami yang saya baca, isinya bikin enek bin senep. Nih, pengarang ngerti nggak sih tentang apa yang dia tulis? Atau penerbitnya yang nggak ngerti! Sebab banyak novel yang embel-embelnya Islami, tapi bikin hati nyeri. Dan kebanyakan (eits…bukan semua lho!) ditulis begini  ‘Novel Islami Inspiratif’ ada juga yang begini, ‘Novel Islami Penggugah Spiritual’ dan juga ada ‘Novel Islami yang benar-benar mencerminkan nilai Islam,” dan banyak lainnya deh. Apalagi kalau endorsemennya  (komentar di cover buku) ditulis oleh salah seorang  kyai pesantren terkemuka, tokoh politik Islam, Dai yang sering nongkrong di tipi, penulis novel Islami lain, petinggi Universitas Islam, atau mantan santripun jadi, asal  endorsemennya  menarik. Nah, dari endorsemen berbagai tokoh inilah yang kadang-kadang bisa menipu konsumen. Soalnya, biasanya endorsemen itu isinya yang baik–baik aja, jarang <em>kan</em> endorsemen itu isinya maki-maki tuh novel. Coz, bisa diedit ma editornya kalau bahasanya agak negatif dan miring buat karya itu, terus nggak sedikit yang endorsemennya terlalu berbunga-bunga padahal isinya juga, hufh…sesak napas saya, silahkan kira-kira sendirilah!.</p>
<p>Pernah saya baca novel, cerita singkatnya kira-kira begini. Ada gadis cantik, sholihah, pinter,  baik, bla..bla..bla..(dan segala karakter malaikatnya deh) tapi dia miskin, terus akhirnya dia terpaksa membanting tulang ke kota  dan nebeng di rumah keluarga tantenya yang seorang misionaris. Nah, jendela kamar dia berhadapan sama jendela rumah sebelah, yang ternyata kamar seorang cowok yang diceritakan gaul tapi alim (coz parameternya rajin adzan di mushola komplek yang sepi dan si cewek juga rajin ke mushola gitu deh…). Nah, gaswatnya karena si cewek ini sering ngaji malem-malem dipinggir jendela yang kebuka, si cowok jadi betah ngeliatin secara diem-diem, truz… akhirnya mereka diceritakan sering berdiskusi dan mendalami masalah agama berdua. Gubrak banget, kan!</p>
<p>Yaelah…bung pengarang, itu namanya berkholwat, saya aja ngerti kalau berduaan malem-malem meski nggak duduk berdampingan itu termasuk berkhalwat. Jangankan malam, pagi-pagipun kalau cuma ngobrol berdua di suatu tempat dan nggak ada oranglain lagi namanya juga khalwat. Apalagi disitu juga diceritakan,  istilah pengarang ‘minta solusi’, tapi istilah saya ‘curhat’, jadi gini si cewek itu sering disiksa ma tantenya yang misionaris, lalu dia suka curhat ke cowok itu setiap malem dan si cowok yang terenyuh jadi setia menyupport dia. Sekali lagi GUBRAK banget!!! Disana aja udah kelihatan nggak Islaminya… dari tingkah mereka yang setiap hari berbagi cerita, dalih si pengarang mungkin karena masih dianggap Islami selama bukan pacaran, lhah..lhah…lhah…nggak ngerti apa kalau aktivitasnya sama aja kalau gitu… dan banyak lagi deh cerita yang saya temuin bikin geleng-geleng kepala terus. Kalau gini cerita, bisa bikin sesat yang baca kalau si pembaca nggak tahu mana yang bener, nanti bisa-bisa karena dianggap si pengarang melek Islam dan dianggap apa yang ditulisnya itu juga suatu kebenaran. Hiy…serem banget kalau banyak yang sesat gara-gara baca begituan.</p>
<p>Bukan cuma satu dua buku <em>deh</em> yang embel-embelnya Islami tapi dalemnya hoeks…nggak Islami! Banyak banget <em>plend</em>! Dan itu tersebar di berbagai pelosok negri. Ya Allah, saya sempat ingin menyalahkan pengarang dan penerbit serta pemberi endorsemennya. Kalau pengarang nggak ngerti Islam yang bener gimana, ditambah editornya cukup asal ngedit, terus pimpinan redaksi malah buta Islam, diperparah pemberi endorsemennya cuma muji–muji aja, dan penerbitannya hanya ngejar pangsa pasar yang lagi ngetren. Semua itu bikin isi dan mutu dijamin oleh orang yang nggak ngerti. <em>Parahkan?!</em></p>
<p>Disaat-saat beginilah saya menjadi sedih dan berandai-andai. Seandainya pengarangnya mengerti, penerbit juga mengerti, pemberi endorsemen juga mengerti bagaimana Islam itu memenuhi segala aspek termasuk pergaulan karena Islam bukan sekedar ritual doang. Nah, seandainya lagi negara juga peduli dengan erosi mutu novel Islami begini, pasti novel yang terbit akan sesuai dengan yang seharusnya. Hiks…hiks…hiks…disaat begini kerinduan akan negara Islam yang melindungi mulai dari hal-hal besar hingga hal kecil seperti tentang mutu dan isi buku yang sesuai dengan syariat apa nggak?!,  jadi memuncak. Rindu Khilafah banget deh… Kalau negara peduli, mungkin novel-novel fiksi remaja yang beredar adalah novel yang inspiratif pembangkit keimanan, ketakwaan dan semangat juang. Bukan melulu tentang roman picisan yang bikin syahwat kita dimanja… hiks..hiks..hiks&#8230;khilafah segeralah tegak, saya rinduu sekaleee……khilafah!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Muat di Majalah Remaja Islam <a href="https://www.facebook.com/MajalahRemajaIslamDRise">Drise</a> Edisi#9</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/novel-islami-bikin-keki/">Novel Islami Bikin Keki?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/novel-islami-bikin-keki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">727</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta Sejati Untuk Pujaan Hati</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/surat-cinta-sejati-untuk-pujaan-hati/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/surat-cinta-sejati-untuk-pujaan-hati/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2014 12:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[#‎IndonesiaTanpaPacaran‬]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mawar tertunduk lesu dengan menggenggam sebuah surat dari Tetranychus, pacarnya. Mawar tidak bisa menahan pilu dan tangisnya. Surat Tetranychus berbunyi “ My Dear, semoga kamu masih dalam perlindungan Allah Sang Pencipta Alam Semesta, sholawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. &#8220;Dik Mawar, selama setahun lebih kita jalan bareng, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/surat-cinta-sejati-untuk-pujaan-hati/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Surat Cinta Sejati Untuk Pujaan Hati</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/surat-cinta-sejati-untuk-pujaan-hati/">Surat Cinta Sejati Untuk Pujaan Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" alt="" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2014/05/surat-cinta-copy-675x318.jpg?w=300" data-recalc-dims="1" /> Mawar tertunduk lesu dengan menggenggam sebuah surat dari Tetranychus, pacarnya. Mawar tidak bisa menahan pilu dan tangisnya. Surat Tetranychus berbunyi “ My Dear, semoga kamu masih dalam perlindungan Allah Sang Pencipta Alam Semesta, sholawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p><span id="more-551"></span>&#8220;Dik Mawar, selama setahun lebih kita jalan bareng, suka duka dalam pacaran telah kita lalui. dan sekarang atau akhir-akhir ini akau menjauh darimu bukan karena kebencianku padamu tapi ada cinta lain yang tumbuh di hati yaitu cintaku kepada Allah dan RasulNya, kuharap kamu juga begitu. Aku sekarang sedang aktif dalam pembinaan Islam Intensif (halaqoah), dari halaqoh ini aku sedikit banyak mengenal Islam yang benar. Tanpa kita sadari (karena kebodohan kita) banyak aktifitas kita dalam pacaran yang melanggar syariat Allah. Aku sungguh menyesal pernah memegang tanganmuu, memelukmu bahkan mencium pipimu padahal kamu belum menjadi istriku. Aku menyesal pernah berdua-duaan denganmu, karena Allah Dan RasulNya mengharamkan semua itu.</p>
<p>Dik, bukankah kita ini orang Islam yang beriman, yang mengimani adanya Allah Yang Esa, Muhammad adalah Rasulullah, Al Qur’an firman Allah, Malaikat-malaikat Allah, adanya hari kiamat dan pembalasan serta taqdir baik buruknya dari Allah SWT. tapi mengapa ketika Allah membuat aturan kita masih tidak menturutiNya??? katanya ingin selamat dunia akhirat tapi mengapa memilih jalan kesesatan bukan malah jalan yang diridhoi Allah yaitu syariat Islam?</p>
<p>Dik, aku sekarang ingin menjadi orang yang bertaubat, orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, bukan iman dengan embel-embel “tapi”. Islam telah mengatur hubungan pria dan wanita secara sempurna :</p>
<ol>
<li>Islam memerintahkan kepada manusia baik pria maupun wanita untuk menundukkan pandangan (lihat TQS. AnNur 30-31).</li>
<li>Islam memerintahkan kaum wanita untuk mengenakan pakaian secara sempurna ketika keluar rumah dengan memakai kerudung (Khimar) dan jilbab (baju terusan/baju kurung). lihat surat AnNur 31 dan Al Ahzab 59.</li>
<li>Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan)dari satu tempat ke tempat lain selama sehari semalam kecuali disertai mahram.</li>
<li>Islam melarang pria dan wanita untuk berlkhalwat (berdua-duaan) kecuali wanita itu disertai mahramnya. Rasulullah bersabda ‘ tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat kecuali wanita itu disertai mahramnya’.</li>
<li>Islam melarang wanita untuk keluar rumah kecuali seizin suaminya. Dari Anas ra. disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang bepergian seraya melarang istrinya keluar rumah. kemudian dikabarkan bahwa ayah wanita itu sakit. wanita itu lantas meminta izin kepada Rasulullah SAW agar dibolehkan menjenguk ayahnya.Rasulullah menjawab ‘Hendaklah engkau takut kepada Allah dan janganlah engkau melanggar pesan suamimu’. Tidak lama kemudian, ayahnya meninggal. Wanita itu pun kembali meminta izin kepada Rasulullah SAW agar dibolehkan melayat jenazah ayahnya. Beliau kembali bersabda :’Hendaklah engkau takut kepada Allah SWT, kemudian menurunkan wahyu kepada Nabi SAW ‘Sungguh, Aku telah mengampuni wanita itu karena ketaatan dirinya kepada suaminya’.</li>
<li>Islam sangat menjaga agar dalam kehidupan khusus hendaknya jamaah (komunitas) kaum wanita terpisah dari jamaah kaum pria;begitu juga di mesjid, di sekolah dsb. Seorang wanita hendaknya hidup ditengah-tengah kaum wanita, begitu juga pria hidup di tengah-tengah kaum pria. meski demikian dalam Islam seorang wanita dapat melakukan aktifitas yang bersifat umum seperti jual beli dsb.</li>
<li> Islam sangatlah menjaga agar hubungan kerjasama antara pria wanita hendaknya bersifat umum dalam urusan-urusan muamalat; bukan hubungan yang bersifat khusus seperti saling mengunjungi anatara wanita dengan pria yang bukan mahramnya atau jalan-jalan bersama. Sebab, kerjasama antar keduanya bertujuan agar wanita mendapatkan apa yang menjadi hak-haknya dan kemaslahatannya, disamping agar mereka melaksanakan apa yang menjadi kewajiban-kewajibannya.</li>
</ol>
<p>Dik Mawar, itulah yang kupahami dan kuimani bahkan sekarang kuperjuangkan agar bisa mengentaskan diri dan masyarakat dari kerusakan. Coba lihat kasus-kasus perzinaan akibat pacaran, kehamilan diluar nikah, aborsi, bahkan pembunuhan akibat pergaulan bebas. Aku tidak ingin mengotori cinta suci yang diberi Allah kepada manusia. Aku ingin membina keluarga yang sakinah, mawadah, wa rohmah.</p>
<p>Dik, sekali lagi maafkan aku, bukan karena wanita lain aku memutuskanmu tapi karena iman yang tertanam di dada. karena aku menyayangimulah maka aku tak ingin kamu rusak. ku ingin cinta dan benciku karena Allah.</p>
<p>Dik, kita putus pacaran bukan berarti putus persaudaraan. kamu adalah saudara seaqidah dan semuslim. kuharap kamu menjadi wanita sholihah yang akan melahirkan generasi pejuang-pejuang Islam. jika pun kita berjodoh pasti akan dipertemukan tapi aku tidak ingin dengan cara pacaran atau cara-cara yang dimurkai Allah. kuingin ketemu jodoh di jalan yang diridhoi Allah (sesuai syariat Islam).</p>
<blockquote><p><em>Dunia adalah ladang amal</em><br />
<em> Ku tanam kebaikan ku petik buah kebaikan</em><br />
<em> Ku tanam keburukan ku tuai keburukan</em><br />
<em> yang pasti ladang ini akan musnah</em><br />
<em> hanya satu kehidupan yang kekal</em><br />
<em> kehidupan yang hanya ada dua pilihan</em><br />
<em> neraka atau surga. itulah kampung akhirat</em><br />
<em> please forgive me,</em><br />
<em> Memories never die.</em></p></blockquote>
<p>Dari saudaramu,<br />
Tetranycus”</p>
<p>Mawar pun termenung dalam kesendirian dengan seribu tanya sesak di dada, pemahaman apa yang bisa merubah tetranycus dan keimanan sepperti apa yang ia miliki sekarang hingga mampu mengorbankan cinta yang terbina bertahun-tahun. Jalan Islam, ya Islam yang merubah itu semua hingga kemuliaan menghampiri Tetranycus. pemikiran Mawar berkecamuk, tetpai hatinya sangat kuat untuk mencoba mengikuti halaqoh mengikuti jejak Tetranycus.</p>
<p><em><strong><span style="color: #ff0000;">Cerita Surat Cinta Sejati untuk Pujaan Hati ini kupersembahkan untuk saudaraku yang berani mengambil keputusan untuk meninggalkan maksiat.</span></strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/surat-cinta-sejati-untuk-pujaan-hati/">Surat Cinta Sejati Untuk Pujaan Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/surat-cinta-sejati-untuk-pujaan-hati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">551</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
