<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Drise Online Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/drise-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jun 2020 02:46:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Penderitaan Anneliese Michel</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/penderitaan-anneliese-michel/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/penderitaan-anneliese-michel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2020 02:46:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anneliese Michel, atau lengkapnya Anna Elisabeth &#160;Michel, dilahirkan pada 21 September 1952, di Leiblfing, Bavaria, Jerman sebelah barat, di dalam sebuah keluarga Katolik yang sangat taat. Dia tumbuh di dalam suasana relijius Katolik dan bahkan bercita-cita menjadi seorang guru agama Katolik. Saking taatnya, kalau orang-orang biasa melakukan misa seminggu sekali, dia menjalankan misa dua kali &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/penderitaan-anneliese-michel/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Penderitaan Anneliese Michel</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/penderitaan-anneliese-michel/">Penderitaan Anneliese Michel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Anneliese Michel, atau lengkapnya Anna Elisabeth &nbsp;Michel, dilahirkan pada 21 September 1952, di Leiblfing, Bavaria, Jerman sebelah barat, di dalam sebuah keluarga Katolik yang sangat taat. Dia tumbuh di dalam suasana relijius Katolik dan bahkan bercita-cita menjadi seorang guru agama Katolik. Saking taatnya, kalau orang-orang biasa melakukan misa seminggu sekali, dia menjalankan misa dua kali dalam seminggu.</p>



<p>Ketika dia masih kecil, orang sudah bisa melihat bahwa dia akan tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Dia suka menolong, sangat murah hati, suka menyanyi, pintar, baik dan tidak sombong, dan mungkin saja rajin menabung.</p>



<p>Anneliese kemudian menderita sakit dan segera dilarikan ke sebuah rumah sakit di Mittelberg, Jerman. Rumah sakit ini ternyata sebuah sanatorium untuk para penderita TBC, sebab Anneliese terjangkit TBC.</p>



<p>Selama perawatan di Mittelberg, Anneliese berdoa setiap hari dan menguatkan keyakinan imannya, dia sungguh-sungguh ingin menjadi seorang guru agama Katolik. Hari-hari berlalu, Anneliese pun akhirnya sembuh dari penyakitnya. Setelah sembuh dari penyakitnya, Anneliese melanjutkan sekolah di Aschefenburg, setingkat SMA. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya, hingga menjelang kelulusannya semua berubah. Dia mulai menderita kesulitan bicara, tubuhnya sulit digerakkan, dia mulai kesulitan berjalan dan tubuhnya mesti ditopang.</p>



<p>Lebih parah lagi, dia mulai mengalami kejang-kejang, yang di kemudian hari didiagnosa sebagai <em>Temporal Lobe Epilepsy</em> (semacam ayan). Saat kondisinya semakin parah, Anneliese dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Berbagai obat dan terapi dijalani oleh Anneliese.</p>



<p>Dia minum obat antikejang, obat penenang, dan berbagai obat &nbsp;lainnya, namun semua itu tidak juga meredakan penderitaannya. Dia mulai tidak toleran dengan berbagai ikon relijius seperti salib, lukisan Yesus, dan yang semacamnya. Lebih parah lagi, dia mulai mengaku melihat wajah-wajah Iblis di dinding dengan tanduknya yang amat menyeramkan. Ada suara-suara aneh dan menyeramkan, yang menurut pengakuannya, menyatakan bahwa dia “telah dikutuk”, dan dia “akan membusuk di neraka.”&nbsp; Rosemary Ellen Guiley, dalam ensiklopedinya tentang hantu dan roh, menjelaskan lebih lanjut bahwa tindaktanduk Anneliese semakin kasar dan keras.&nbsp;</p>



<p>Dia kerap kali mengamuk dan membanting berbagai benda di sekitarnya, bahkan dia cenderung menyakiti dirinya sendiri juga orang lain. Dia pun mulai menolak makanan karena katanya setan-setan itu melarangnya makan. Sebagai gantinya, Anneliese malah makan serangga dan potongan-potongan batu bara.</p>



<p>Untuk &nbsp;melegakakn dahaganya, dia minum air kencingnya sendiri. Semua yang dilakukannya sudah tidak masuk akal. Berbagai upaya medis semuanya gagal, dan keluarganya, serta Anneliese sendiri, meyakini bahwa setan sudah campur tangan mengerjai dirinya. Maka diupayakanlah eksorsisme (exorcism, ritual Katolik untuk mengusir setan), dari pihak Gereja.</p>



<p>Pada 24 September 1975, sesi pertama ritual eksorsisme pun dilaksanakan, dan seluruh upaya medis untuk mengobati Anneliese dihentikan. Keluarganya hanya menggantungkan keselamatan Anneliese pada ritual eksorsisme. Saat ritual itu dilaksanakan, sebenarnya, penderitaan Anneliese sedang mencapai puncaknya.</p>



<p>Anneliese meraung-raung dan mengamuk seperti orang kerasukan. Suaranya parau dan serak, seolah-olah bukan suaranya sendiri, dan para pendeta itu mulai mengajukan pertanyaan, sementara orangtua Anneliese hanya bisa terpaku. Terungkaplah, setidaknya ada 6 setan yang bersemayam di dalam tubuh Anneliese, dan mereka mengaku sebagai: Judas Iscariot, Lucifer, Hitler, pendeta sesat Fleischmann, Nero, dan Qabil. Atas izin Gereja, ritual-ritual eksorsisme ini pun direkam.</p>



<p>Ritual eksorsisme bukanlah ritual yang menyenangkan. Kerap kali Anneliese diharuskan berlutut dalam waktu yang lama walaupun tubuhnya sudah kelihatan sangat lelah. Karena tindakan berlutut inilah, Anneliese harus mengalami keretakan tempurung lutut.</p>



<p>Dia pun sering sekali terjatuh dan tehempas dengan kepala membentur dinding atau lantai, maka tak aneh jika dia menderita bengkak dan memar-memar berat seperti maling ayam yang dikeroyok massa. Keadaannya sangat memprihatinkan. Jeritan-jeritannya memilukan, dan terkadang muncul suarasuara parau yang mengeluarkan kata-kata kotor dan semua itu menyeramkan.</p>



<p>Ada 67 sesi eksorsisme yang dijalani Anneliese, dalam seminggu dijalankan satu atau dua sesi, masing-masing sesi berlangsung selama 4 jam, sebanyak 10 bulan dari tahun 1975 hingga 1976, dan pada akhirnya Anneliese harus menyerah kalah. Anneliese yang malang tewas pada 1 Juli 1976 di rumahnya.</p>



<p>Mayatnya diotopsi, dan dari hasil otopsi itulah didapat keterangan bahwa Anneliese tewas karena malnutrisi dan dehidrasi, sebab selama hampir setahun dia selalu berada pada titik hampir kelaparan pada saat ritual eksorsisme itu dijalankan. Saat dia tewas, berat badannya hanya 30 kg, mengalami kerusakan lutut, dan menderita pneumonia (radang paru). &nbsp;</p>



<p>Terang sekali kita saksikan, bahwa setan tetap tidak akan melepaskan seseorang dari godaannya walaupun dia telah kafir kepada Allah. Setan sangat senang melihat manusia menderita, dan memang itulah yang dia janjikan sejak jauhjauh hari. Ritual eksorsisme pun tidak akan sanggup menyembuhkan Anneliese, sebab agama Kristen pun adalah agama yang telah menyimpang karena godaan setan.</p>



<p>Bagaimana mungkin kita menggunakan agama yang telah disimpangkan setan untuk mengusir setan? Kalau saja Anneliese menjalani proses ruqyah syar&#8217;iyyah seperti yang diajarkan Rasulullah Muhammad Saw., mungkin saja kisahnya akan berbeda. Semoga kita bisa mengambil pelajaran.[]</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/penderitaan-anneliese-michel/">Penderitaan Anneliese Michel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/penderitaan-anneliese-michel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Asyiknya Ngaji</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2020 06:15:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Drise sebelum kamu memutuskan ikut ngaji ada baiknya &#160;baca dulu beberapa keuntungan kalo kita ngaji dan ikut gabung dengan anak ngaji yang kami kutip dari buletin remaja Gaul Islam berikut: &#160; Mengajarkan makna hidup Kalo kita ngaji tentang Islam, nanti &#160;bakalan diajarkan tuh tentang keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Asyiknya Ngaji</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/">Asyiknya Ngaji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Drise sebelum kamu memutuskan ikut ngaji ada baiknya &nbsp;baca dulu beberapa keuntungan kalo kita ngaji
dan ikut gabung dengan anak ngaji yang kami kutip dari buletin remaja Gaul Islam
berikut: &nbsp;</p>



<p><strong>Mengajarkan makna hidup </strong></p>



<p>Kalo kita ngaji tentang Islam, nanti &nbsp;bakalan diajarkan tuh tentang keberadaan kita
di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dunia (sekaligus dengan
cara apa ngisinya), dan akan kemana kita setelah kehidupan dunia ini.Nah, kalo kita
nggak ngaji atau ogah belajar, nggak bakalan tahu tentang makna hidup ini. </p>



<p>Itu sebabnya, kalo kita udah tahu bahwa kita adalah makhluk
Allah dan diminta untuk menyembahNya sekaligus bertakwa, maka dijamin kita
nggak bakalan bete dalam hidup ini. &nbsp;Jadi,
yuk kita ngaji biar tambah cerdas. Nggak usah ditunda-tunda lho, takut keburu
meninggal dan nggak sempet lagi beramal baik. Nyesel deh nantinya. Itu sebabnya,
Rasulullah saw. telah bersabda: </p>



<p><em>“Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena,
saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap
gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman,
di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih
beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual </em>&nbsp;<em>agamanya dengan komoditas dunia.” </em><strong>(HR
Imam </strong>&nbsp;<strong>Bukhari dan Muslim)</strong> </p>



<p><strong>Memberikan ketenangan </strong></p>



<p>Komunitas anak ngaji &nbsp;memungkinkan
kita kagak nyeleweng dari ajaran Islam. Aktivitas seks bebas dijauhi, dengan
narkoba nggak bakalan coba-coba make, termasuk malu berbuat kriminal. Dalam
komunitas ini, kamu pun bisa menjalin hubungan baik dengan guru agama, dengan
kakak pembina pengajian, dengan teman sebaya, keluarga, bahkan dengan kawan
yang bukan berasal dari sekolah kita. Kawan kita jadi banyak dan hubungan yang
terjalin di antara kita dihiasi dengan semangat kebersamaan dalam Islam. </p>



<p>Asyik bukan? Coba, gimana nggak tenang hidup ini. Sayang
banget kalo sampe dilewatkan begitu saja. Jadi mulai sekarang, buat kamu yang
belum ikutan ngaji ada baiknya memutuskan untuk segera ikut ngaji dan gabung
dengan komunitas anak ngaji. Insya Allah akan memberikan ketenangan yang berarti.
</p>



<p>Pikiran tenang, karena informasi yang masuk semuanya
bermanfaat, nggak bakalan membuat bingung dan nggak takut muncul pernyataan
atau melakukan perbuatan yang melanggar aturan masyarakat, apalagi aturan Allah
Swt. Hati pun ikut tenang karena nggak dikotori dengan perasaan-perasaan
murahan macam hasad, dengki, iri hati, sombong. &nbsp;Kalo pun tiba-tiba muncul penyakit hati itu, insya
Allah akan ada penawarnya. Kita bisa menyembuhkan sendiri, atau minta bantuan
teman lain. Kita bisa berbagi waktu dan perhatian untuk saling menasihati. Semoga
ya. </p>



<p><strong>Menumbuhkan kreativitas </strong></p>



<p>Nah, dengan gabung di komunitas &nbsp;anak ngaji, kita bakalan bisa mengukur dan menilai
peran apa yang bisa kita berikan untuk komunitas ini. Kita bisa ikut berpartisipasi
dalam aktivitas-aktivitas penuh arti dan memainkan peran penting. Percaya atau
tidak, sambil jalan kamu bakalan bisa ambil hikmahnya. Salah satunya, bisa
mempelajari dan mempraktikkan cara-cara menyelesaikan masalah, mengambil
keputusan, dan menentukan sasaran hidup. </p>



<p>Bener lho, bergaul bersama dengan komunitas anak ngaji dan
ikut serta dalam beragam kegiatan yang digelar, bikin kita bisa lebih kreatif
dalam mengatasi persoalan hidup. Maklumlah, yang namanya ngurus kegiatan itu
berarti rela mencurahkan segala upaya kita untuk kemajuan dan kepentingan
bersama. Di sinilah kreativitas akan tumbuh. Bahkan bisa lebih mendewasakan
kita dalam bersikap. Nggak percaya? Ayo gabung dengan komunitas anak ngaji!
Insya Allah nggak bakalan nyesel. Pasti! </p>



<p><strong>Memupuk jiwa sosial </strong></p>



<p>Jiwa sosial kita kian terlatih bagus &nbsp;dengan ikut ngaji dan gabung dengan &nbsp;komunitas anak ngaji. Karena apa? Karena kita
diajarkan dalam pengajian itu untuk peduli dengan sesama. Sikap seperti ini akan
terus tumbuh manakala kita langsung mengaplikasikannya dengan benar dan baik.
Ketika mengetahui teman ngaji sakit, kita nggak sekadar mendoakan kesembuhannya.
Tapi sebisa mungkin hadir di sampingnya untuk membantunya. Minimal adalah
menghiburnya supaya ia kembali semangat dan tidak terbebani dengan rasa
sakitnya. Selain dengan anak ngaji, jiwa sosial kita ditampilkan juga di
masyarakat secara umum. </p>



<p>Misalnya, kalo kebetulan di sekolah ada temen-temen dari
kalangan keluarga miskin, maka bisa kita coba bantu mereka. Bisa kita sendiri
turun dengan memberikan dana, bisa pula kita melobi ke pihak sekolah untuk
meringankan biaya pendidikan temen-temen kita itu. Bahkan bila perlu mencari
donatur lain yang bisa mengucurkan dananya bagi temen-temen kita. </p>



<p>Insya Allah, pelajaran ini bisa sangat berharga. Apalagi
karena jiwa sosial kita bukan untuk mencari pujian dari manusia, tapi pujian
langsung dari Allah Swt. Sehingga insya Allah lebih bernilai dan berharga. Oke
deh, mulai sekarang, nggak ada alasan untuk ogah bin malas ikut ngaji dan
gabung dengan komunitas anak ngaji. Kita tunggu deh partisipasi kamu bersama komunitas
anak ngaji. Insya Allah nggak bakalan bete. Yuk, marii..! [@Hafidz341] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/">Asyiknya Ngaji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4364</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Drise-094. BORN TO BE LEADER, DNA REMAJA MUSLIM</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/drise-094-born-to-be-leader-dna-remaja-muslim/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/drise-094-born-to-be-leader-dna-remaja-muslim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 14:02:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Krisis kepemimpinan dan calon pemimpin tengah melanda negeri khatulistiwa. Peringatan sumpah pemuda setiap tahunnya seolah hanya seremonial belaka. Generasi muda yang diharapkan jadi andalan pemegang tongkat estafet kepemimpinan, masih banyak yang ogah-ogahan.Asyik dengan dunianya sendiri berselancar di dunia maya, sibuk ngurusin sosial media atau hanyut dalam cerita cinta drama Korea.Bagaimana dengan remaja muslim? Sepertinya tak &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/drise-094-born-to-be-leader-dna-remaja-muslim/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Drise-094. BORN TO BE LEADER, DNA REMAJA MUSLIM</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/drise-094-born-to-be-leader-dna-remaja-muslim/">Drise-094. BORN TO BE LEADER, DNA REMAJA MUSLIM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Krisis kepemimpinan dan calon pemimpin tengah melanda negeri khatulistiwa. Peringatan sumpah pemuda setiap tahunnya seolah hanya seremonial belaka. Generasi muda yang diharapkan jadi andalan pemegang tongkat estafet kepemimpinan, masih banyak yang ogah-ogahan.Asyik dengan dunianya sendiri berselancar di dunia maya, sibuk ngurusin sosial media atau hanyut dalam cerita cinta drama Korea.Bagaimana dengan remaja muslim? Sepertinya tak jauh beda kondisinya. Hidup dalam lingkungan yang jauh dari nilai-nilai Islam, bikin mereka makin terasing dengan keislamannya. Kebanyakan mereka jadi follower alias pengikut trend remaja yang berkiblat pada kehidupan masyarakat Barat.</p>
<p>Padahal sejatinya, remaja muslim itu seorang leader bukan follower.Seputar itulah tema utama @MajalahDrise terbaru edisi Oktober 2019</p>
<p>BORN TO BE LEADER, DNA REMAJA MUSLIM</p>
<p>Selain tema utama, rubrik lain juga nggak kalah serunya.</p>
<p>Redaksi turut berduka atas kepergianBapak Dirgantara Indonesiayang kita kupas pada _Catatan Redaksi_.</p>
<p>Nggak ketinggalan, kita pompa semangat generasi muda Islam dengan meneladani*Sa&#8217;ad bin Abi Waqash*,</p>
<p>idealismi seorang *Singa Hikma Sanggala* pada _Media Watch_, atau*Cewek Vokalis Keren Abis* pada _Female Corner_.</p>
<p>Jangan lewatkan bahasan *Cara Mudah Transfer Data*pada _Ngoprek Dumay_. Simak juga serunya catatan perjalanan *Qatar in Memorian*</p>
<p><img class=" aligncenter" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/majalahdrise_201910062059312041825507220508959.png?resize=559%2C559" width="559" height="559" data-wpid="123" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>pada _Kabar Dari Luar_. Serta rubrik _Parenting Ananda_ yang mengingatkan*Jangan Membesarkan Anak Tanpa Tujuan*. Pantengin juga bahasan asyik lainnya *Tragedi Inses* pada rubrik _Sejarah Seru_, *Haji Terkaya* pada _The Most_, atau *Cowok Begadang*</p>
<p>pada _Male Corner_.Dan pastinya, cari tahu deh tulisan siapa aja yang nangkring di rubrik _Share Your Mind_ dan _Monogatari_. Keren bin inspiratif tulisannya.Sama inspiratifnya dengan bahasan *Menulislah! Lillah, Fillah till (hingga) Jannah*pada _Writepreneur_.</p>
<p>So, segera hubungi pengedar drise terdekat. Atau*kontak kami via WA ke sini  untuk info agen terdekat.Jangan sampai kehabisan ya&#8230;!</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/drise-094-born-to-be-leader-dna-remaja-muslim/">Drise-094. BORN TO BE LEADER, DNA REMAJA MUSLIM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/drise-094-born-to-be-leader-dna-remaja-muslim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4051</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PlayerUnknown&#8217;s Battlegrounds susah susah gampang</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/playerunknowns-battlegrounds-susah-susah-gampang/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/playerunknowns-battlegrounds-susah-susah-gampang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 06:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3871</guid>

					<description><![CDATA[<p>tak heran game ini buming karena permainanya susah &#8211; susah gampang terbukti ini permainan bukan mengandalkan uang saja tapi juga keahlian pesaran gak pengen nyoba? tapi harus di perhaikan karena game ini cukup berat bisa menghabiskan 2 giga memori hp kami bagaimana menurut kamu?</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/playerunknowns-battlegrounds-susah-susah-gampang/">PlayerUnknown&#8217;s Battlegrounds susah susah gampang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>tak heran <a href="http://majalahdrise.my.id/hati-hati-kecanduan-games-online/">game</a> ini buming karena permainanya susah &#8211; susah gampang terbukti ini permainan bukan mengandalkan uang saja tapi juga keahlian pesaran gak pengen nyoba?</p>



<p>tapi harus di perhaikan karena game ini cukup berat bisa menghabiskan 2 giga memori hp kami bagaimana menurut kamu? </p>



<p></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/playerunknowns-battlegrounds-susah-susah-gampang/">PlayerUnknown&#8217;s Battlegrounds susah susah gampang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/playerunknowns-battlegrounds-susah-susah-gampang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3871</post-id>	</item>
		<item>
		<title>valentine days Menjajah Aqidah</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/valentine-days-menjajah-aqidah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/valentine-days-menjajah-aqidah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2019 21:48:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3808</guid>

					<description><![CDATA[<p>Driser tak hanya virus hedonisme yang memangsa remaja dibalik perayaan valentine days. Ada bahaya lain yang tak kalah dahsyatnya. Sekedar mengingatkan kalo valentine days bukan perayaan biasa. Remaja muslim nggak boleh lengah. Karena hari valentines day merupakan salah satu hari besar non muslim. Sebagaimana tercantum dalam penjelasan The World Book Encyclopedia (1998) yang melukiskan banyaknya &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/valentine-days-menjajah-aqidah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">valentine days Menjajah Aqidah</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/valentine-days-menjajah-aqidah/">valentine days Menjajah Aqidah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Driser tak hanya virus hedonisme yang memangsa remaja dibalik
perayaan valentine days. Ada bahaya lain yang tak kalah dahsyatnya. Sekedar mengingatkan
kalo valentine days bukan perayaan biasa. Remaja muslim nggak boleh lengah.
Karena hari valentines day merupakan salah satu hari besar non muslim.
Sebagaimana tercantum dalam penjelasan <em>The World Book Encyclopedia</em> (1998)
yang melukiskan banyaknya versi mengenai sejarah Valentine&#8217;s Day. </p>



<p>driser, tak hanya virus hedonisme yang memangsa remaja
dibalik &nbsp;Valentine days ada kaitannya
dengan perayaan Lupercalia, rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno
(13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (<em>queen
of feverish love</em>) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi
nama–nama gadis di dalam kotak. </p>



<p>Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang
namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan
obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia
dari &nbsp;gangguan srigala. Selama upacara
ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk
dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. </p>



<p>Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi
upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti
nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya
adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: <em>The Encyclopedia
Britannica</em>, sub judul: <em>Christianity</em>). </p>



<p>Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M
Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja
dengan nama Saint Valentine&#8217;s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan
mati pada 14 Februari (lihat: <em>The World Book Encyclopedia</em> 1998). <em>The
Catholic Encyclopedia</em> Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama
Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai
yang mati pada masa Romawi. </p>



<p>Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine”
termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujungpangkalnya karena
tiap sumber mengisahkan&nbsp; cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan
St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak
menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka
persekutukan. </p>



<p>Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu &nbsp;menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar &nbsp;Claudius
II &nbsp;menganggap tentara muda bujangan
lebih tabah dan kuat &nbsp;dalam medan
peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk
menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda
sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: <em>The
World Book Encyclopedia</em>, 1998). </p>



<p>Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada
kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans
dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine
14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. </p>



<p>Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya
dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica,
Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998). Lalu bagaimana dengan
ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians
Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin
yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata
ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. </p>



<p>Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita
meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan
yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan
menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik,
artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala. </p>



<p>Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan &nbsp;panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa
Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia
pun berzina dengan ibunya sendiri! </p>



<p>Driser, itulah sejarah Valentine&#8217;s Day yang sebenarnya tidak
lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan
penghormatan pada pastor. Rasul mengingatkan, kalo kita ikut-ikutan hari besar
agama lain kita bisa dimasukkan golongan mereka. “<em>Barangsiapa menyerupai suatu
kaum, maka ia termasuk golongan mereka.</em>”(HR. Abu Dawud). &nbsp;</p>



<p>Meski nggak ikut ngerayain, jangan sampe deh latah ikut
ngasih ucapan selamat. Karena sama saja meridhoi kesesatan budaya kufur. Ulama
Ibnu Qayim mengingatkan, </p>



<p><em>&#8220;Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang
khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. <strong>Bagi
yang mengucapkannya, berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka
yang menyekutukan Allah</strong>. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di
sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum
khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam
suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang
memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid&#8217;ah atau kekufuran
maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.“
</em><strong>(Ibnul Qayyim )</strong> </p>



<p>Jadi, tak ada alasan bagi seorang muslim untuk ikut ambil
bagian atau bersukacita dalam perayaan valentine days. Jauh-jauh deh![341] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/valentine-days-menjajah-aqidah/">valentine days Menjajah Aqidah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/valentine-days-menjajah-aqidah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3808</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Be your self aja</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 01:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Driser bentar lagi kita bakal sampe di ujung tahun itu artinya bakalan rema tayangan media &#160;yang gencar mengajak remaja en remaji untuk ngerayain tahun baru masehi yang udah jelas dan tegas budaya kufur. Dengan dukungan sumber informasi, musuh-musuh Islam menyeru dan mempublikasikan hari-hari besarnya ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Be your self aja</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/">Be your self aja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Driser bentar lagi kita bakal sampe di ujung tahun itu artinya bakalan rema tayangan media &nbsp;yang gencar mengajak remaja en remaji untuk ngerayain tahun baru masehi yang udah jelas dan tegas budaya kufur.</p>
<p>Dengan dukungan sumber informasi, musuh-musuh Islam menyeru dan mempublikasikan hari-hari besarnya ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum, populer, tren, dan bisa diperingati oleh siapa saja. Padahal ini merupakan salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya. Hati-hati ya&#8230; Sialnya, banyak dari kita yang nggak menyadari serangan budaya ini.</p>
<p>Terlena oleh acara malam tahun baru yang dikemas secara apik dan menarik. Rasul dengan tegas melarang umatnya untuk meniru-niru budaya atau tradisi agama atau kepercayaan lain. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabuh) suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan athThabrani)</p>
<p>Hadits di atas mengajarkan kita untuk menghindari syiar dan ibadah orang kafir baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Meski itu dalam rangka beribadah kepada Allah. Sebab hal itu sama aja turut menghidupkan syi&#8217;arsyi&#8217;ar mereka.</p>
<p>Driser, kita pasti bisa mengerem keinginan untuk berpartisipasi dalam perayaan tahun baru atau hari-hari besar umat lain. Kecuali kalo kita mau digolongkan ke dalam penganut agama selain Islam. Tahu dong, konsekuensinya kalo Allah menggolongkan kita ke dalam golongan orang-orang kafir. Kita bakal kekal &#8216;nginep&#8217; di neraka selamanya. Iih, nggak lah yauw..! Jadi, be your self aja. Be proud as a moslem. Caranya?</p>
<p>Pertama, kita nggak perlu malu bin segan saat menolak ajakan sohib untuk hura-hura di malam tahun baru. Di hadapan temen-temen boleh jadi kitadianggap sombong atau malah dikira alien alias makhluk asing karena &#8216;beda&#8217;. Tapi di hadapan Allah, kita bisa termasuk golongan para penghuni surga. Amiin.</p>
<p>Kedua, nggak ngikut tahun baruan bukan berarti nggak peduli dengan pergantian tahun lho. Tetep kita nyadar kalo pergantian tahun merupakan bagian dari perubahan waktu. Saking sadarnya, kita mencoba mensikapi sang waktu bukan dengan euforia bergelimang maksiat, tapi sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kemajuan diri kita. Rasulullah saw. bersabda: “Sebaikbaiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)</p>
<p>Kita perlu sadari bahwa waktu yang telah kita lewati nggak akan bisa diputar ulang. Tapi akan terus ngotot lari dan pergi. Kita nggak akan selamanya muda. Jika usia kita panjang, mau nggak mau, waktu bakal nganterin kita memasuki kehidupan orang dewasa dengan segudang permasalahannya. Apa yang kita harapkan di masa depan jika sekarang kita lebih doyan hura-hura dibanding memanfaatkan waktu untuk mengasah keterampilan, pola sikap, dan pola pikir kita. Bisa-bisa otak kita sampai meninggal masih orisinil karena jarang dipake buat nyari pemecahan masalah. Walah! Suatu saat juga kita akan sampai di ujung waktu. Satu masa dalam hidup saat kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat.</p>
<p>Masihkah kita memimpikan kesenangan surgawi di kala kita sibuk mengejar materi dan popularitas dengan mengorbankan aturan Ilahi. Karena itu, mari kita sama-sama sambut kesempatan yang Allah berikan dengan memperbanyak amal saleh dan mengurangi amal salah. Kita luruskan niat dalam berperilaku semata-mata mengharap ridho Allah Swt. Kita ringankan langkah kaki menuju tamantaman surga tempat mengkaji, memahami, meyakini semua aturan Allah Swt. Kita kuatkan pijakan kaki kita di atas akidah Islam di tengah serangan budaya dan pemikiran Barat. Kita padati hari-hari kita untuk siapkan perbekalan dalam menghadapi masa tua dan masa persidangan yaumul hisab kelak.</p>
<p>Terakhir, kita semayamkan dalam diri kita semangat perjuangan Rasulullah saw., para shahabat dan para mujahid di medan perang untuk mengembalikan izzah Islam wal Muslimin. Allahu akbar! [341]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/">Be your self aja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>REVOLUSI SURIAH, REVOLUSI ISLAM</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/revolusi-suriah-revolusi-islam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/revolusi-suriah-revolusi-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 May 2018 23:41:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Revolusi di Suriah emang beda banget dengan revolusi yang terjadi di &#160;Negara-negara muslim yang lain seperti di Mesir, Libya, dan Tunisia. &#160;RRevolusi di Suriah udah berlangsung lama dan alot kaya sendal jepit. &#160;Seruan-seruan yang dilontarkan kaum revolusioner Suriah juga keliatan &#160;bedanya dibanding negeri-negeri Islam lainnya yang tengah berkecamuk. Di &#160;Negara lain, Revolusi berhenti hanya sebatas &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/revolusi-suriah-revolusi-islam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">REVOLUSI SURIAH, REVOLUSI ISLAM</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/revolusi-suriah-revolusi-islam/">REVOLUSI SURIAH, REVOLUSI ISLAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Revolusi di Suriah emang beda banget dengan revolusi yang terjadi di &nbsp;Negara-negara muslim yang lain seperti di Mesir, Libya, dan Tunisia. &nbsp;RRevolusi di Suriah udah berlangsung lama dan alot kaya sendal jepit. &nbsp;Seruan-seruan yang dilontarkan kaum revolusioner Suriah juga keliatan &nbsp;bedanya dibanding negeri-negeri Islam lainnya yang tengah berkecamuk.</p>
<p>Di &nbsp;Negara lain, Revolusi berhenti hanya sebatas pergantian wajah orang yang &nbsp;memimpin. Partai-partai Islam pemenang pemilu pun gentar menyatakan &nbsp;keinginannya menerapkan syariat Islam oleh negara. Mereka tetap tunduk &nbsp;pada sistem sekular yang ada dalam bingkai sistem demokrasi. Para pemimpin kaum muslim yang lain yang naik setelah revolusi &nbsp;menjalar di Timur Tengah hanya bisa bermanis muka dengan Amerika dan &nbsp;Israel.</p>
<p>Apa yang terjadi di Suriah nggak kayak gitu. Yang terjadi di Suriah adalah &nbsp;seruan penerapan syariah Islam yang nyaring terdengar di penjuru kota. &nbsp;Seluruh rakyat dan angkatan perang mujahidin menggulirkan revolusi melawan &nbsp;La&#8217;natullah rezim Bassar Assad. Secara tegas rakyat suriah dan para mujahidin &nbsp;memperjuangkan tegaknya pemerintahan Khilafah Islamiyah yang akan &nbsp;menaungi kehidupan mereka. Bukan bentuk Negara lain yang hanya membuat &nbsp;sengsara. Fenomena ini membuat musuh-musuh Islam ketar-ketir. Karena &nbsp;itulah mereka segera mengerahkan angkatan perangnya ke wilayah sekitar &nbsp;perbatasan Suriah.</p>
<p>Terutama Amerika dan Rusia yang telah mengirimkan kapal &nbsp;induknya di perairan Suriah dan mengirimkan ribuan tentaranya ke sana. &nbsp;Mereka bersiap-siap kalau syariah dan Khilafah berhasil didirikan mereka akan &nbsp;langsung menghancurkannya. Namun apapun yang mereka rencanakan, &nbsp;mereka tidak akan bisa menghalangi semua kepastian dari Allah bahwa &nbsp;Khilafah dan syariah pasti bakal tegak juga. &#8220;Mereka memikirkan tipu daya dan &nbsp;Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.&#8221; &nbsp;(Qs. Al-Anfal [08]: 30). Allahu Akbar…!!! [Isa]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/revolusi-suriah-revolusi-islam/">REVOLUSI SURIAH, REVOLUSI ISLAM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/revolusi-suriah-revolusi-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>#HeForShe, Corong Emansipasi!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/heforshe-corong-emansipasi/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/heforshe-corong-emansipasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2018 10:24:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3471</guid>

					<description><![CDATA[<p>#HeForShe, Corong Emansipasi! &#160; Masalah cewek, ngggak melulu soal jerawat, badan bertambah berat, atau kulit keriput yang mulai terlihat. Menurut Emma Watson alias pemeran Hermione Granger dalam film Harry Potter, ada yang lebih penting dari pada sekedar berpenampilan blink-blink. Yaitu, Kesetaraan Gender. Makanya dia aktif dalam kampanye global pemberdayaan wanita, HeForShe. &#160; Emang sih, di &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/heforshe-corong-emansipasi/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">#HeForShe, Corong Emansipasi!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/heforshe-corong-emansipasi/">#HeForShe, Corong Emansipasi!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>#HeForShe, Corong Emansipasi!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masalah cewek, ngggak melulu soal jerawat, badan bertambah berat, atau kulit keriput yang mulai terlihat. Menurut Emma Watson alias pemeran Hermione Granger dalam film Harry Potter, ada yang lebih penting dari pada sekedar berpenampilan blink-blink. Yaitu, Kesetaraan Gender. Makanya dia aktif dalam kampanye global pemberdayaan wanita, HeForShe.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Emang sih, di kalangan remaja isu kesetaraan gender nggak begitu santer. Lantaran biasanya isu yang dikampanyekan aktifis feminis ini berkaitan dengan masalah KDRT, pelecehan seksual, atau diskriminasi gender. Tapi bukan berarti nggak penting buat remaja. Justru harus tahu dan paham biar nggak keliru mengartikan kedudukan wanita karir, ibu rumah tangga, dan kemuliaan perempuan dalam Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk itu, jangan lewatkan Majalah Drise terbaru yang terbit April 2018 dengan mengangkat tema &#8216;HeForShe, CORONG EMANGSIPASI!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain bahasan seputar emansipasi for teens, kamu juga bisa nikmti obrolan redaksi dengan penulis buku The Power of Istri. Dan pembahasan skin hunger, ketika remaja kurang kasih sayang dalam rubrik parenting.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seru juga menikmati cerita liburan musim dingin di negeri Sakura sambil membaca tips bikin artikel remaja yang oke punya. Ditambah amazingnya Islam dengan nilai astitek seni pola Islam dan syakal pertama dalam mushaf Al-qur&#8217;an.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oh ya, pantengin deh kelanjutan epik perempuan dan peluru, serta kiriman driser di rubrik share your mind dan monogatari. Asyik!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buruan ambil gadget kamu, lalu hubungi para pengedar drise langganannya. Jangan sampai kehabisan lagi kaya yang udah-udah. Atau kami bisa order langsung via WA ke sini &gt;&gt; http://bit.ly/pesandrisedong mau satuan atau borongan untuk dikirim ke tempat lain, insya Allah kita bantu. Semoga makin banyak remaja yang terinspirasi dan tak jadi korban emansipasi!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sent by:</p>
<p>@hafidz341 | MajalahDrise.Com</p>
<p>Redaksi Majalah Remaja Islam Drise</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak perlu minta izin untuk share info bermanfaat ini. semoga semakin banyak remaja muslim yang tercerahkan&#8230; ^_^</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>#MajalahDrise #MajalahRemaja #BacaanRemaja #PergaulanRemaja</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/heforshe-corong-emansipasi/">#HeForShe, Corong Emansipasi!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/heforshe-corong-emansipasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3471</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DI BALIK HARI AIDS SEDUNI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/di-balik-hari-aids-seduni/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/di-balik-hari-aids-seduni/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2018 22:49:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3420</guid>

					<description><![CDATA[<p>DI BALIK HARI AIDS SEDUNI James W. Bunn dan Thomas Netter. Dua pejabat informasi masyarakat untuk  Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia (UNAIDS) di Geneva,  JSwiss inilah yang pertama kali mencetuskan peringatan hari AIDS sedunia pada  Agustus tahun 1987. Kenapa dipilih tanggal 1 Desember? Terserah mereka dong.  Emang itu masalah buat loe?! Hehehe&#8230; Yang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/di-balik-hari-aids-seduni/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">DI BALIK HARI AIDS SEDUNI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/di-balik-hari-aids-seduni/">DI BALIK HARI AIDS SEDUNI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DI BALIK HARI AIDS SEDUNI</strong> James W. Bunn dan Thomas Netter. Dua pejabat informasi masyarakat untuk  Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia (UNAIDS) di Geneva,  JSwiss inilah yang pertama kali mencetuskan peringatan hari AIDS sedunia pada  Agustus tahun 1987.</p>
<p>Kenapa dipilih tanggal 1 Desember? Terserah mereka dong.  Emang itu masalah buat loe?! Hehehe&#8230; Yang pasti, pemilihan tanggal 1 Desember  ada kaitannya dengan suhu politik di negeri Paman Sam saat itu, tahun 1988, yang  lagi pemilu. Dan kebetulan tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita  jadinya pas buat Hari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/AIDS">AIDS</a> Sedunia.</p>
<p>Gitchu! Sementara pita Merah (Red Ribbon) yang didaulat sebagai lambang  internasional untuk kepedulian terhadap HIV/AIDS dicetuskan pada April 1991 oleh  suatu kelompok dermawan kecil yang bernama Visual AIDS yang berpusat di New  York.</p>
<h2>DI BALIK HARI AIDS SEDUNI</h2>
<p>Di Inggris, Pita Merah pertama kali dipakai oleh 700.000 penggemar lagu pop  saat konser musik memperingati Freddy Mercury yang diselenggarakan di stadion  Wembley pada April 1992. Perpaduan tanggal 1 Desember dan pita merah melahirkan berbagai  kampanye anti AIDS di seluruh dunia. Awal desember dihiasi oleh pita merah  dengan berbagai bentuk dan variasi di berbagai tempat. Wabah AIDS sudah jadi  musuh bersama seluruh dunia.</p>
<p>Sehingga peringatan AIDS tak pernah luput dari  incaran media. Berbagai acara digelar mulai dari seminar, pawai, bakti sosial,  tayangan televisi, hingga konser musik kemanusiaan. Dengan satu tema yang sama,  hentikan AIDS! Namun dibalik hingar bingar perayaan hari AIDS sedunia, ada sejumlah  agenda yang coba disusupkan dalam benak masyarakat dunia. Agenda kapitalis  yang berlindung dibalik peringatan AIDS. Seiring bertambahnya  jumlah kasus  HIV/AIDS di setiap negara, UNAIDS dengan leluasa menjajakan ide-ide sesatnya  dalam penanggulangan AIDS. Mulai dari safe sex pake kondom, pembagian jarum  suntik steril pagi pecandu IDU, dan metode substitusi bagi pengkonsumsi narkoba.  </p>
<p>Keliatannya mulia, padahal bikin merana. Karena yang diembat bukan akar masalah  penyebaran HIV, tapi malah gejalanya yang terus dipelihara. Akibatnya fatal.  Bukannya turun, angka kasus HIV/AIDS terus menanjak dari tahun ke tahun. Kata  Bang Rhoma, Ter&#8230;la..lu&#8230;![]</p>

<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/di-balik-hari-aids-seduni/">DI BALIK HARI AIDS SEDUNI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/di-balik-hari-aids-seduni/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3420</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KPK VS POLRI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kpk-vs-polri/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kpk-vs-polri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2018 00:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3362</guid>

					<description><![CDATA[<p>bumi Indonesia lagi gonjang-ganjing karena ulah dua institusi di negeri ini &#160;yang terlibat konflik. Padahal keduanya sama-sama penegak hukum tapi kok &#160;berantem? Negeri yang aneh! Nah, di situlah keanehannya. Kedua lembaga &#160;ini terlibat saling serang dan saling sandera karena yang satu berusaha &#160;mengungkap korupsi di tubuh yang lain. Karena yang satu merasa diusik, maka dia &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kpk-vs-polri/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">KPK VS POLRI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kpk-vs-polri/">KPK VS POLRI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>bumi Indonesia lagi gonjang-ganjing karena ulah dua institusi di negeri ini &nbsp;yang terlibat konflik. Padahal keduanya sama-sama penegak hukum tapi kok &nbsp;berantem? Negeri yang aneh! Nah, di situlah keanehannya. Kedua lembaga &nbsp;ini terlibat saling serang dan saling sandera karena yang satu berusaha &nbsp;mengungkap korupsi di tubuh yang lain.</p>
<p>Karena yang satu merasa diusik, maka dia &nbsp;cari-cari kesalahan dan kekeliruan yang lain. Ujung-ujungnya yang koprol lalu bilang &nbsp;wow adalah para koruptor. Hehehe… Korupsi di negeri ini emang udah sampai pada stadium 5 saking &nbsp;parahnya. Malahan ada anekdot yang populer: kalau era orde lama pejabat korupsi &nbsp;di bawah meja, pada periode orde baru selanjutnya pejabat korupsi di atas meja &nbsp;(karena udah nggak tahu malu), dan pada masa reformasi pejabat korupsi sama &nbsp;meja-mejanya. Bener-bener ngenes banget! Tindak pidana korupsi hakikatnya adalah akibat langsung dari penerapan &nbsp;sistem demokrasi oleh negara. Iya dong, karena demokrasi itulah yang secara &nbsp;sistemik menyuburkan korupsi di mana-mana. Coba lihat, dalam sistem demokrasi &nbsp;yang namanya kekuasaan politik itu kan seperti perlombaan. Setiap periode &nbsp;pemilihan orang-orang berlomba untuk&nbsp; menduduki kursi pemerintahan mulai dari &nbsp;Presiden, anggota DPR, hingga kepala daerah.</p>
<p>Nah untuk ikut perlombaan dapetin &nbsp;kursi kekuasaan, modalnya mesti kuat bin bejibun. Tak heran kalo ongkos &nbsp;persaingan untuk mendapatkan jabatan itu bisa sampai ratusan milyar. Kalo dari &nbsp;awal aja udah kaya gini, nggak aneh kalau nanti pas udah menjabat yang dikejar &nbsp;duluan itu adalah gimana caranya ngembaliin modal besar yang udah keluar pas &nbsp;masa-masa perlombaan dulu. Urusan Rakyat? Pending dulu kaleee…! Untuk menghentikan fenomena korupsi yang semakin mengganas, &nbsp;demokrasi yang jadi biang keladinya itulah yang harus dihancurkan.</p>
<p>Dan diganti &nbsp;dengan sistem lain yang menjamin terwujudnya pemerintahan yang bersih dan &nbsp;baik (clean and good government) . Sistem apa itu? Pastinya sistem Islam dong! &nbsp;The one and only…[Isa]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kpk-vs-polri/">KPK VS POLRI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kpk-vs-polri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3362</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
