<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Drise Digital Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/drise-digital-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2020 04:39:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Asyiknya Ngaji</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2020 06:15:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Drise sebelum kamu memutuskan ikut ngaji ada baiknya &#160;baca dulu beberapa keuntungan kalo kita ngaji dan ikut gabung dengan anak ngaji yang kami kutip dari buletin remaja Gaul Islam berikut: &#160; Mengajarkan makna hidup Kalo kita ngaji tentang Islam, nanti &#160;bakalan diajarkan tuh tentang keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Asyiknya Ngaji</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/">Asyiknya Ngaji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Drise sebelum kamu memutuskan ikut ngaji ada baiknya &nbsp;baca dulu beberapa keuntungan kalo kita ngaji
dan ikut gabung dengan anak ngaji yang kami kutip dari buletin remaja Gaul Islam
berikut: &nbsp;</p>



<p><strong>Mengajarkan makna hidup </strong></p>



<p>Kalo kita ngaji tentang Islam, nanti &nbsp;bakalan diajarkan tuh tentang keberadaan kita
di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dunia (sekaligus dengan
cara apa ngisinya), dan akan kemana kita setelah kehidupan dunia ini.Nah, kalo kita
nggak ngaji atau ogah belajar, nggak bakalan tahu tentang makna hidup ini. </p>



<p>Itu sebabnya, kalo kita udah tahu bahwa kita adalah makhluk
Allah dan diminta untuk menyembahNya sekaligus bertakwa, maka dijamin kita
nggak bakalan bete dalam hidup ini. &nbsp;Jadi,
yuk kita ngaji biar tambah cerdas. Nggak usah ditunda-tunda lho, takut keburu
meninggal dan nggak sempet lagi beramal baik. Nyesel deh nantinya. Itu sebabnya,
Rasulullah saw. telah bersabda: </p>



<p><em>“Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena,
saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap
gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman,
di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih
beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual </em>&nbsp;<em>agamanya dengan komoditas dunia.” </em><strong>(HR
Imam </strong>&nbsp;<strong>Bukhari dan Muslim)</strong> </p>



<p><strong>Memberikan ketenangan </strong></p>



<p>Komunitas anak ngaji &nbsp;memungkinkan
kita kagak nyeleweng dari ajaran Islam. Aktivitas seks bebas dijauhi, dengan
narkoba nggak bakalan coba-coba make, termasuk malu berbuat kriminal. Dalam
komunitas ini, kamu pun bisa menjalin hubungan baik dengan guru agama, dengan
kakak pembina pengajian, dengan teman sebaya, keluarga, bahkan dengan kawan
yang bukan berasal dari sekolah kita. Kawan kita jadi banyak dan hubungan yang
terjalin di antara kita dihiasi dengan semangat kebersamaan dalam Islam. </p>



<p>Asyik bukan? Coba, gimana nggak tenang hidup ini. Sayang
banget kalo sampe dilewatkan begitu saja. Jadi mulai sekarang, buat kamu yang
belum ikutan ngaji ada baiknya memutuskan untuk segera ikut ngaji dan gabung
dengan komunitas anak ngaji. Insya Allah akan memberikan ketenangan yang berarti.
</p>



<p>Pikiran tenang, karena informasi yang masuk semuanya
bermanfaat, nggak bakalan membuat bingung dan nggak takut muncul pernyataan
atau melakukan perbuatan yang melanggar aturan masyarakat, apalagi aturan Allah
Swt. Hati pun ikut tenang karena nggak dikotori dengan perasaan-perasaan
murahan macam hasad, dengki, iri hati, sombong. &nbsp;Kalo pun tiba-tiba muncul penyakit hati itu, insya
Allah akan ada penawarnya. Kita bisa menyembuhkan sendiri, atau minta bantuan
teman lain. Kita bisa berbagi waktu dan perhatian untuk saling menasihati. Semoga
ya. </p>



<p><strong>Menumbuhkan kreativitas </strong></p>



<p>Nah, dengan gabung di komunitas &nbsp;anak ngaji, kita bakalan bisa mengukur dan menilai
peran apa yang bisa kita berikan untuk komunitas ini. Kita bisa ikut berpartisipasi
dalam aktivitas-aktivitas penuh arti dan memainkan peran penting. Percaya atau
tidak, sambil jalan kamu bakalan bisa ambil hikmahnya. Salah satunya, bisa
mempelajari dan mempraktikkan cara-cara menyelesaikan masalah, mengambil
keputusan, dan menentukan sasaran hidup. </p>



<p>Bener lho, bergaul bersama dengan komunitas anak ngaji dan
ikut serta dalam beragam kegiatan yang digelar, bikin kita bisa lebih kreatif
dalam mengatasi persoalan hidup. Maklumlah, yang namanya ngurus kegiatan itu
berarti rela mencurahkan segala upaya kita untuk kemajuan dan kepentingan
bersama. Di sinilah kreativitas akan tumbuh. Bahkan bisa lebih mendewasakan
kita dalam bersikap. Nggak percaya? Ayo gabung dengan komunitas anak ngaji!
Insya Allah nggak bakalan nyesel. Pasti! </p>



<p><strong>Memupuk jiwa sosial </strong></p>



<p>Jiwa sosial kita kian terlatih bagus &nbsp;dengan ikut ngaji dan gabung dengan &nbsp;komunitas anak ngaji. Karena apa? Karena kita
diajarkan dalam pengajian itu untuk peduli dengan sesama. Sikap seperti ini akan
terus tumbuh manakala kita langsung mengaplikasikannya dengan benar dan baik.
Ketika mengetahui teman ngaji sakit, kita nggak sekadar mendoakan kesembuhannya.
Tapi sebisa mungkin hadir di sampingnya untuk membantunya. Minimal adalah
menghiburnya supaya ia kembali semangat dan tidak terbebani dengan rasa
sakitnya. Selain dengan anak ngaji, jiwa sosial kita ditampilkan juga di
masyarakat secara umum. </p>



<p>Misalnya, kalo kebetulan di sekolah ada temen-temen dari
kalangan keluarga miskin, maka bisa kita coba bantu mereka. Bisa kita sendiri
turun dengan memberikan dana, bisa pula kita melobi ke pihak sekolah untuk
meringankan biaya pendidikan temen-temen kita itu. Bahkan bila perlu mencari
donatur lain yang bisa mengucurkan dananya bagi temen-temen kita. </p>



<p>Insya Allah, pelajaran ini bisa sangat berharga. Apalagi
karena jiwa sosial kita bukan untuk mencari pujian dari manusia, tapi pujian
langsung dari Allah Swt. Sehingga insya Allah lebih bernilai dan berharga. Oke
deh, mulai sekarang, nggak ada alasan untuk ogah bin malas ikut ngaji dan
gabung dengan komunitas anak ngaji. Kita tunggu deh partisipasi kamu bersama komunitas
anak ngaji. Insya Allah nggak bakalan bete. Yuk, marii..! [@Hafidz341] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/">Asyiknya Ngaji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/asyiknya-ngaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4364</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Be your self aja</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 01:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Driser bentar lagi kita bakal sampe di ujung tahun itu artinya bakalan rema tayangan media &#160;yang gencar mengajak remaja en remaji untuk ngerayain tahun baru masehi yang udah jelas dan tegas budaya kufur. Dengan dukungan sumber informasi, musuh-musuh Islam menyeru dan mempublikasikan hari-hari besarnya ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Be your self aja</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/">Be your self aja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Driser bentar lagi kita bakal sampe di ujung tahun itu artinya bakalan rema tayangan media &nbsp;yang gencar mengajak remaja en remaji untuk ngerayain tahun baru masehi yang udah jelas dan tegas budaya kufur.</p>
<p>Dengan dukungan sumber informasi, musuh-musuh Islam menyeru dan mempublikasikan hari-hari besarnya ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum, populer, tren, dan bisa diperingati oleh siapa saja. Padahal ini merupakan salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya. Hati-hati ya&#8230; Sialnya, banyak dari kita yang nggak menyadari serangan budaya ini.</p>
<p>Terlena oleh acara malam tahun baru yang dikemas secara apik dan menarik. Rasul dengan tegas melarang umatnya untuk meniru-niru budaya atau tradisi agama atau kepercayaan lain. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabuh) suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan athThabrani)</p>
<p>Hadits di atas mengajarkan kita untuk menghindari syiar dan ibadah orang kafir baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Meski itu dalam rangka beribadah kepada Allah. Sebab hal itu sama aja turut menghidupkan syi&#8217;arsyi&#8217;ar mereka.</p>
<p>Driser, kita pasti bisa mengerem keinginan untuk berpartisipasi dalam perayaan tahun baru atau hari-hari besar umat lain. Kecuali kalo kita mau digolongkan ke dalam penganut agama selain Islam. Tahu dong, konsekuensinya kalo Allah menggolongkan kita ke dalam golongan orang-orang kafir. Kita bakal kekal &#8216;nginep&#8217; di neraka selamanya. Iih, nggak lah yauw..! Jadi, be your self aja. Be proud as a moslem. Caranya?</p>
<p>Pertama, kita nggak perlu malu bin segan saat menolak ajakan sohib untuk hura-hura di malam tahun baru. Di hadapan temen-temen boleh jadi kitadianggap sombong atau malah dikira alien alias makhluk asing karena &#8216;beda&#8217;. Tapi di hadapan Allah, kita bisa termasuk golongan para penghuni surga. Amiin.</p>
<p>Kedua, nggak ngikut tahun baruan bukan berarti nggak peduli dengan pergantian tahun lho. Tetep kita nyadar kalo pergantian tahun merupakan bagian dari perubahan waktu. Saking sadarnya, kita mencoba mensikapi sang waktu bukan dengan euforia bergelimang maksiat, tapi sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kemajuan diri kita. Rasulullah saw. bersabda: “Sebaikbaiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)</p>
<p>Kita perlu sadari bahwa waktu yang telah kita lewati nggak akan bisa diputar ulang. Tapi akan terus ngotot lari dan pergi. Kita nggak akan selamanya muda. Jika usia kita panjang, mau nggak mau, waktu bakal nganterin kita memasuki kehidupan orang dewasa dengan segudang permasalahannya. Apa yang kita harapkan di masa depan jika sekarang kita lebih doyan hura-hura dibanding memanfaatkan waktu untuk mengasah keterampilan, pola sikap, dan pola pikir kita. Bisa-bisa otak kita sampai meninggal masih orisinil karena jarang dipake buat nyari pemecahan masalah. Walah! Suatu saat juga kita akan sampai di ujung waktu. Satu masa dalam hidup saat kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat.</p>
<p>Masihkah kita memimpikan kesenangan surgawi di kala kita sibuk mengejar materi dan popularitas dengan mengorbankan aturan Ilahi. Karena itu, mari kita sama-sama sambut kesempatan yang Allah berikan dengan memperbanyak amal saleh dan mengurangi amal salah. Kita luruskan niat dalam berperilaku semata-mata mengharap ridho Allah Swt. Kita ringankan langkah kaki menuju tamantaman surga tempat mengkaji, memahami, meyakini semua aturan Allah Swt. Kita kuatkan pijakan kaki kita di atas akidah Islam di tengah serangan budaya dan pemikiran Barat. Kita padati hari-hari kita untuk siapkan perbekalan dalam menghadapi masa tua dan masa persidangan yaumul hisab kelak.</p>
<p>Terakhir, kita semayamkan dalam diri kita semangat perjuangan Rasulullah saw., para shahabat dan para mujahid di medan perang untuk mengembalikan izzah Islam wal Muslimin. Allahu akbar! [341]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/">Be your self aja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/be-your-self-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>#SavePalestina</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/savepalestina/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/savepalestina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2018 22:52:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3194</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ocehan Donal Trump di gedung putih yang mengakui Yerussalem alias Al-quds sebagai ibukota negara penjajah Israel memancing amarah umat Islam di seluruh dunia. Gimana nggak, kehadiran negara teroris zionis di Palestina aja udah bermasalah. Lha ini, dengan pogahnya hendak memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv Yerusalem. Sama aja menguatkan penjajahan Israel di Palestina. Nggak lah &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/savepalestina/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">#SavePalestina</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/savepalestina/">#SavePalestina</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ocehan Donal Trump di gedung putih yang mengakui Yerussalem alias Al-quds sebagai ibukota negara penjajah Israel memancing amarah umat Islam di seluruh dunia. Gimana nggak, kehadiran negara teroris zionis di Palestina aja udah bermasalah. Lha ini, dengan pogahnya hendak memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv Yerusalem. Sama aja menguatkan penjajahan Israel di Palestina. Nggak lah yauw!</p>
<p>Umat Islam nggak bisa tinggal diam. Selain kutukan, kecaman, dan dukungan terh<span class="text_exposed_show">adap resolusi PBB yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibukota negara Israel, mesti ada solusi praktis bin jitu yang bikin ngeper zionis. Karena kaum penghianat itu hanya memahami bahasa perang, bukan perundingan kesepakatan damai atau solusi two state nation (dua negara). Seperti apa solusi jitunya, simak uraiannya di rubrik Bukamata drise terbaru, edisi Januari 2018.</span></p>
<div class="text_exposed_show">
<p>#SavePalestina</p>
<p>Bagi kamu yang penasaran kelanjutan sejarah seru legenda Si Pitung, jangan lewatkan ya. Termasuk kisah inspiratif catatan muslimah di negeri Sakura yang lebih asyik. Begitu juga dengan epik Perempuan dan Peluru yang semakin seru.</p>
<p>Biar tambah lengkap wawasan seputar Palestina, kamu bisa simak rubrik tambahan seputar zionis si amerika kecil dan salah satu bangunan istimewa di Yerusalem, kubah batu.</p>
<p>Masih banyak rubrik lain yang nggak kalah seru, asyik, inspiratif dan so pasti wajib kamu baca. Terutama kiriman driser yang terpilih berupa opini share your mind dan monogatari. Siapa tahu tulisan kamu. Lumayan honornya buat nambah infak.</p>
<p>Biasanya, driser harap-harap cemas nunggu kehadiran drise terbaru. Makanya, segera hubungi pengedar terdekat yang udah jadi langganan untuk order atau kirim pesan via WA ke 085814771511. Kamu bisa pesan satuan atau borongan untuk dikirim ke tempat lain. Jangan sampai kehabisan kaya yang udah-udah. Yuk pesan sekarang! [@hafidz341]</p>
<p>Tak perlu minta izin untuk share info bermanfaat ini. semoga semakin banyak remaja muslim yang tercerahkan&#8230; <span class="_47e3 _5mfr" title="kiki emoticon"><img class="img" role="presentation" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f7f/1/16/1f60a.png" alt="" width="16" height="16"></span></p>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/savepalestina/">#SavePalestina</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/savepalestina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3194</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2017 12:50:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Gemes. Berita “seksi” terus aja jadi trending topic. Lagi-lagi soal prostitusi artis. Kali ini melibatkan Nikita Mirzani dan Puty Revita yang diduga nyambi jadi pezina komersial. Tapi, si duo artis –yang entah “prestasi” keartisannya apa&#8211; itu malah dibebaskan. Cuma ditanya-tanya di Dinas Sosial, habis itu dilepas. Sedangkan dua mucikarinya, Onet dan Ferry sampai &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/">PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211;  Gemes. Berita “seksi” terus aja jadi trending topic. Lagi-lagi soal prostitusi artis. Kali ini melibatkan Nikita Mirzani dan Puty Revita yang diduga nyambi jadi pezina komersial. Tapi, si duo artis –yang entah “prestasi” keartisannya apa&#8211; itu malah dibebaskan. Cuma ditanya-tanya di Dinas Sosial, habis itu dilepas. Sedangkan dua mucikarinya, Onet dan Ferry sampai tulisan ini dibuat, udah status tersangka. Kita sih gak kaget. Dunia artis emang dekat dengan pergaulan bebas, gaya hidup permisif dan hedonis.</p>
<p>Aktivitas mereka juga nggak jauh-jauh dari hiburan malam. Remang-remang. Bahkan lembah hitam. Emang nggak semua begitu, tapi yang gitu hampir semua. Ini aja baru episode tiga. Sekadar mengingatkan, episode 1 waktu mucikari Robby Abbas ketangkep lagi menjual Amel Alvi. Lalu model pria dewasa Anggita Sari yang kepergok melayani hidung belang di Surabaya. Otak mereka udah diracuni dengan ideologi kapitalisme yang menuhankan materi.</p>
<p>Merasa bahagia kalo punya banyak harta. Apalagi di dunia hiburan. Penampilan nomor satu. Harta pun diburu. Barang musti branded. Pamer foto liburan ke ujung dunia. Nah, untuk membiayai hidupnya yang supermahal itulah, menjual diripun dilakukan. Bayangin aja, konon tarifnya sekali melayani pelanggan bisa mencapai Rp. 65 juta. Wow! Jangan tergiur ya, dear! Amit-amit. Zina itu termasuk dosa besar. Sangat besar. Para wanita yang menjual diri itu, mungkin mereguk kesenangan sesaat di dunia. Tapi kelak di neraka, bakal abadi. Mereka akan digantung bagian dadanya. <em>Na&#8217;uzubillahi minzalik. </em></p>
<p><strong>Tak Pernah Mati </strong></p>
<p>Prostitusi emang nggak pernah mati. Gitu kata yang pesimis. Habis, nggak ada yang bener-bener serius memberantas prostitusi. Cuma dikiiit banget, yang punya nyali menutupnya. Tepatnya, yang masih punya setitik iman. Seperti Walikota Surabaya yang menutup pusat pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly. Lalu Pemkot Jambi menutup lokalisasi perzinaan Payo Sigadung (arrahmah.com). Zaman dulu, tahun 1970, lokalisasi pertama di Jakarta, Kramat Tunggak resmi berdiri. Lalu 1999 lokasi itu bisa ditutup. Artinya, sebenernya kalo pemerintah niat, pelacuran itu bisa diberantas. Minimal nggak dilegalisasi. Namun begitu, prostitusi bisa tuntas dibabat jika diterapkan sistem Islam. Soalnya, hanya sistem Islam yang bakal ngasih sanksi berat pada pelaku zina dan semua yang terlibat di dalamnya.</p>
<p><strong>Hukum Sekuler </strong></p>
<p>Saat ini, orang berzina nggak akan dihukum. Menurut hukum sekuler yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), kedua pezina nggak bisa dipidana kecuali ada yang melaporkan. Yaitu, pihak yang merasa dirugikan. Misal suami atau istri pasangan yang berzina itu. Jadi kalau suka sama suka, ya ga dihukum. Apalagi kalau yang berzina samasama belum nikah, ga ada hukuman sama sekali. Bebas bas bas. Makanya, pasangan pacaran yang kebablasan zina, nggak dihukum, kan? Malah kebanyakan dikawinkan. Hadeuh!</p>
<p>Demikian pula pelacur, dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dikategorikan korban. Walaupun aslinya secara sah dan meyakinkan, sadar sesadarsadarnya emang niat menjual diri. Mereka nggak dihukum. Makanya, kalo ada kasus pelacuran, yang ditangkap polisi hanya mucikarinya. Ancaman hukumannya juga ringan. Seperti mucikari kasus Amel Alvi kemarin, yakni Robby Abbas, hanya divonis 1 tahun 5 bulan. Bagaimana dengan pemakai jasa atau pelanggan para pelacur itu? Hohoho&#8230;aman damai sentosa. Tidak ada delik hukum apapun yang bisa menyentuhnya. Bebas bas bas. Walaupun menurut UU Trafficking katanya bisa dihukum, tapi faktanya belum pernah ada yang dihukum.</p>
<p><strong>Islam Solusinya</strong></p>
<p><strong> </strong>Dalam memberantas kemaksiatan, hukum Islam jelas, tegas, ringkas, preventif dan solutif. Orang berzina, jika sudah menikah dirajam sampai mati. Jadi cukup sekali dia berzina, kan. Udah, langsung dimatikan aja. Biar nggak keenakan terus menerus berzina. Yang akhirnya merebak seks bebas dan penyakit menular seksual. Selesai. Efeknya, orang lain yang mau zina keder. Mikir-mikir dong. Emang mau nyari mati? Nah, kalo belum pernah nikah, okelah nggak langsung dimatikan. Dihukum cambuk aja 100 kali, lalu diasingkan. Dikasih kesempatan tobat.</p>
<p>Maklum, belum pernah merasakan, jadi mungkin memang pas khilaf. Tapi dengan dicambuk di depan umum dan diasingkan, mosok nggak kapok? Kebangetan. Untuk kasus pelacuran, ya sama, dihukumi berzina. Karena kan suka sama suka, walaupun berbayar. Yang cewek suka karena dapat duit, yg cowok suka karena tersalurkan syahwatnya. Ya udah, hukumi sebagai pelaku zina. Dua-duanya: pelacur dan pelanggannya. Mucikarinya?</p>
<p>Sebagai orang yang memperlicin kemaksiatan, dihukum juga dong. Bisa dipenjara 5 tahun dan dijilid. Negara juga kudu membubarkan tempattempat perzinaan. Lebih dari itu, juga musti mencegah mencuatnya syahwat di ruang publik. Negara wajib membredel mediamedia yang menjadikan kepornoan. Mencegah tayangan-tayangan yang mengarahkan pada seks bebas. Melarang warganya mengumbar syahwat.</p>
<p>So, jelas, kan, bagaimana bedanya cara pandang sekuler dan Islam terhadap persoalan prostitusi ini. Sudah waktunya hukum sekuler kapitalis direvisi, diganti dengan hukum berbasis Islam. Bahkan bukan hanya UU-nya, juga sistemnya secara menyeluruh. Apalagi mayoritas umat ini adalah muslim. Wajar saja, kan, kalau maunya diatur dengan ideologi Islam? Katanya mau mati dalam keadaan Islam. Tapi waktu hidup kok menolak diatur dengan aturan Islam? Mikir!(*)</p>
<p>Di muat di majalh remaja islam drise edisi 53</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/">PROSTITUSI ARTIS EPISODE 3</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/prostitusi-artis-episode-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2421</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2017 07:54:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Writepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[drise online]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2302</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kini, saya mo berbagi tips agar kita ngerti soal penerbitan ini, sekaligus kita mafhum kedudukan kita sebagai penulis yang dibutuhkan penerbit, istilah dari sononya adalah simbiosis mutualisme alias saling membutuhkan gitu, lho: 1 kamu biasa nulis apaan? tema apaan? siapa pembaca yang kamu bidik? kalo dah segmented, ayo cari tau penerbit yang sesuai. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/">ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Kini, saya mo berbagi tips agar kita ngerti soal penerbitan ini, sekaligus kita mafhum kedudukan kita sebagai penulis yang dibutuhkan penerbit, istilah dari sononya adalah simbiosis mutualisme alias saling membutuhkan gitu, lho:</p>
<p>1 kamu biasa nulis apaan? tema apaan? siapa pembaca yang kamu bidik? kalo dah segmented, ayo cari tau penerbit yang sesuai. So, jangan nyari penerbit soal peternakan en perkebunan kalo kamu nulis soal teknologi en strategi militer;</p>
<p>2 kalo dah nemu penerbit yang sesuai, ayo bergaol ria and sok akrab sama redaksinya, sapatau dapet jodoh! Eit&#8217;s jangan ge-er duluan, maksudnya adalah&#8230; kamu berjodoh sama penerbit tadi yang siap nerbitin tulisanmu;</p>
<p>3 kalo dah berjodoh, jangan sungkan usul ide-ide kreatif tuk nunjang performa bukumu, pastiin juga kamu siap bantu jika mereka minta kreativitasmu. So, jangan lempar batu sembunyi tangan, geto!;</p>
<p>4 kamu pun harus siap jika dibutuhin penerbit untuk nunjang performa promo and marketing bukumu. Bilang aja, kita siap road show ke seluruh Indonesia untuk ajang launching and diskusi bukunya. Asyik dunk, keliling Indonesia gratisan&#8230;;</p>
<p>5 kamu tetep seorang penulis, so selidikilah naskah apa yang dibutuhin penerbit, sangat dibutuhin en sangat mendesak bagi penerbit. Kalo dah dapet, eksekusi segera&#8230; ayo nulis, nulis dan nulis&#8230;.[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/">ANTARA PENULIS DAN PENERBIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/antara-penulis-dan-penerbit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2302</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MAJALAH DRISE EDISI #53 – JADILAH BUNGA DAKWAH</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-53-jadilah-bunga-dakwah/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-53-jadilah-bunga-dakwah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2017 07:03:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahderise.com &#8211; Asyiik… pantun awal tahun ini dipersembahkan buat kamu-kamu yang mau jalanin tahun masehi. Pentingnya punya resolusi agar kita bisa berkontribusi. Untuk kebaikan umat dan diri sendiri. Oh ya, kalo belum tahu, resolusi itu semacam impian yang mau dicapai di tahun ini. Sebagai penyemangat dan arah kegiatan selama setahun ke depan. Biar waktu kita &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-53-jadilah-bunga-dakwah/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MAJALAH DRISE EDISI #53 – JADILAH BUNGA DAKWAH</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-53-jadilah-bunga-dakwah/">MAJALAH DRISE EDISI #53 – JADILAH BUNGA DAKWAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahderise.com &#8211; Asyiik… pantun awal tahun ini dipersembahkan buat kamu-kamu yang mau jalanin tahun masehi. Pentingnya punya resolusi agar kita bisa berkontribusi. Untuk kebaikan umat dan diri sendiri. Oh ya, kalo belum tahu, resolusi itu semacam impian yang mau dicapai di tahun ini. Sebagai penyemangat dan arah kegiatan selama setahun ke depan. Biar waktu kita lebih optimal.</p>
<p>Hidup kita penuh manfaat. Mungkin ada diantara kamu yang tahun ini punya target lulus sekolah dengan nilai terbaik. Atau bisa masuk perguruan tinggi favorit. Atau pengen ngasih kado istimewa buat ortu di hari spesialnya. Atau mulai terjun ke dunia bisnis. Buka usaha kecil-kecilan dengan hasil yang besarbesaran. Apapun resolusi kamu tahun ini, kita cuman pesan jadilah bagian dari solusi. Bukan bagian dari masalah. Setuju?</p>
<p><strong>From nothing to something </strong></p>
<p>Driser, mari kita mulai berfikir kalo hidup kita pasti bisa ngasih manfaat bagi orang lain. Sesuai kemampuan kita. Seperti kata rasul, <strong><em>Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. </em></strong>(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni) Keberadaan kita bikin lingkungan sekitar senang. Bukan malah bikin risau gak karuan. <em>Lets make a resolution. From nothing to something! </em>Soichiro bukan berasal dari keluarga konglomerat. Bukan juga keturunan juragan angkot atau bos ojeg. Dia cuman lahir dan besar di tengah keprihatinan keluarga miskin. Ayahnya hanya seorang pandai besi.</p>
<p>Di sekolah pun prestasinya biasa aja. Malah doi suka bolos dan nggak doyan baca (Kalo yang ini jangan ditiru ya). Ketertarikannya pada mesin memaksa dia untuk betah melototin cara kerja mesin penggiling padi, nonton pesawat terbang, sampe buka-buka lembaran majalah otomotif. Dia sempet kerja di bengkel sebagai tukang bersih-bersih dan pengasuh bayi sebelum jadi montir. Usia 12 tahun dia sukses bikin sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampe akhirnya mendirikan perusahaan Honda Motor Company dengan filosofi yang cukup populer. <em>“The Power of The Dream” </em>Thomas Alfa Edison. Dunia mengenalnya sebagai penemu lampu pijar. Padahal waktu kecil, doi termasuk anak yang lemot alias lemah otak lho.</p>
<p>Sampesampe cuman sekolah tingkat dasar selama 3 bulan. Dan parahnya, nggak ada yang mau nerima dia sebagai siswa. Dengan gigih, ibunya yang pernah jadi guru, mendidik Thomas di rumah. Siapa sangka, <em>home schooling </em>alias sekolah di rumah justru mendongkrak intelektualnya. Thomas jadi maniak baca. Semua buku dari ekonomi sampe teknologi dilahapnya setiap hari. Usia 12 tahun dia jadi penjual koran asongan di gerbong kereta biar bisa baca gratisan. Usia 15 tahun bikin koran sendiri. Ditulis sendiri, dicetak sendiri, dan dijual sendiri. Hasilnya dia kumpulin untuk bikin sebuah laboratorim pribadi yang menghabiskan dua pertiga waktu hidupnya. Sampe akhirnya berhasil menemukan bahan yang cocok untuk menyalakan lampu bohlam setelah percobaannya yang ke 9.999 kali! Kisah inspiratif dari kehidupan Soichiro Honda dan Thomas alfa edison banyak ngasih kita pelajaran. Salah satu yang terpenting, berawal dari sebuah mimpi mereka bisa berkontribusi.</p>
<p>Dari keterbatasan, mereka sukses menorehkan prestasi tak terlupakan. From nothing to something. Bagaimana dengan kamu? Iya kamu! Setiap diri kita punya kelebihan. Itu berarti, pasti ada yang bisa kita berikan ke lingkungan sekitar manfaat keberadaan kita. Udah nggak jamannya lagi hidup cuman mikirin diri sendiri. Karena kita makhluk sosial, perlu orang lain agar bisa berkembang dan hidup wajar. Kalo kita asyik sendiri, cuman ngurusin kesenangan sendiri, patut dicek ke dokter. Bisa jadi ada kelainan kaya orang autis gitu. Hati-hati ah! Selama tahun 2015, banyak pelajar negeri kita yang sukses mengukir prestasinya. Baik di lingkungan sekolah, tingkat nasional, hingga olimpiade internasional. Terutama mereka yang terjun dalam karya ilmiah remaja.</p>
<p>Temuan-temuan mereka bisa menjawab masalah yang tengah dihadapi masyarakat. Contohnya, mahasiswa dari Univeristas Sumatera Utara (USU) berhasil memodifikasi sebuah kendaraan bermotor sehingga bisa berjalan denganbahan baka air. Tepatnya campuran ethanol dan air. Keren banget. Bisa mengurangi konsumsi bbm yang harganya terus menerus naik. Buat kita, yang penting gimana caranya kita bisa ngasih manfaat positif yang menjawab permasalahan orang lain. Itu aja.</p>
<p>Nggak lebih. Semata-mata bisa menjadi bagian dari golongan yang disebutkan rasul dalam haditsnya. Nggak mesti karya yang spektakuler. Cukup hal-hal sederhana sesuai kemampuan kita. Sebagai seorang muslim, sebelum mencapai resolusi kita bangun dulu pondasinya. Biar impian yang kita target ngasih kebaikan dunia akhirat. Tak hanya bermanfaat bagi manusia, tapi juga diridhoi Sang Pencipta. Setuju?</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-53-jadilah-bunga-dakwah/">MAJALAH DRISE EDISI #53 – JADILAH BUNGA DAKWAH</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-53-jadilah-bunga-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2289</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MELAWAN DENGAN PENA</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/melawan-dengan-pena/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/melawan-dengan-pena/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2016 23:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomended]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah.  Jika kamu ingin dikenal dunia, maka  menulislah. Nah, mungkin kita pernah dengar  kata-kata bijak tersebut. Salah satu aksi kreatif di  muka bumi ini ialah menuliskan sebuah karya  yang membangkitkan peradaban dan  menginspirasi orang untuk terus maju. Buku di  rubrik rekomendit kali ini akan mengangkat tema  seputar dunia &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/melawan-dengan-pena/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MELAWAN DENGAN PENA</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/melawan-dengan-pena/">MELAWAN DENGAN PENA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah.  Jika kamu ingin dikenal dunia, maka  menulislah. Nah, mungkin kita pernah dengar  kata-kata bijak tersebut. Salah satu aksi kreatif di  muka bumi ini ialah menuliskan sebuah karya  yang membangkitkan peradaban dan  menginspirasi orang untuk terus maju. Buku di  rubrik rekomendit kali ini akan mengangkat tema  seputar dunia tulis-menulis. Siap-siap melahap  banyak tips di dalamnya ya! Buku berukuran sedang ini diberi judul  “Melawan Dengan Pena”, yang ditulis dengan  gaya tulisan khas dari penulisnya, Abay Abu  Hamzah. Mungkin dari kita sudah pernah  membaca beberapa karya ustadz Abay ini ya.  Alhamdulillah, sekarang muncul gebrakan buku  ini yang memberikan inspirasi dan konsep untuk  menjadi penulis yang mendobrak peradaban. Di bagian pendahuluan buku, kita coba  digugah dengan sebuah kutipan pesan dan  narasi berikut ini :</p>
<p>“Kakekku, jangan salahkan cucumu jika  hanya mengenalmu sebatas nama dan  statusmu sebagai kakekku. Tidak lebih dari  itu. Maafkan aku jika lebih mengenal Karl  Marx, Lenin dan Stalin daripada kakekku  sendiri. Bukan karena aku tidak ingin  mengenalmu, tapi karena tidak ada tulisan  yang bisa kubaca tentangmu” Kebayang ya, jadi cucu bisa tidak mengenal kakeknya sendiri lantara semasa hidup kakeknya  tidak pernah menulisnya karya nyata maupun  karya tulis. Jadi, upaya kita untuk menulis bukan  hanya untuk dikenal dan naik pamor.</p>
<p>Namun  menjaga kelestarian umat manusia dan melukis  sejarah dengan sebaik-baiknya. Lalu pertanyaannya, apa menulis itu  sembarang nulis? Tentu tidak ya. Ngga semua  tulisan enak dibaca, belum tentu sarat makna  dan padat informasi. Walau kita memiliki banyak  ilmu, tapi tidak menguasai teknik menulis dengan  benar, bisa-bisa informasi yang diberikan tidak  membekas di hati para pembaca. Nah, sayang  banget tuh !</p>
<p>Buku ini terdiri dari 5 bab  utama, mulai  dari motivasi menulis hingga upaya menerbitkan  buku atau karya yang telah kita tulis tersebut. Isi  yang full energy terdapat pada bab 3, yaitu ENAM  TAHAPAN MENULIS. Buat yang selama ini merasa  berat dalam memulai dan menuntaskan tulisan,  insyaallah pada bab ini akan dibimbing supaya  masalah itu tidak lagi jadi penghalang. Mulai dari  tips-tips mendapatkan inspirasi, menuangkan  dalam bentuk tulisan, mempercantik dan  menajamkan isinya. Wah, panjang juga ya  prosesnya. Iya dong, kan kita ingin tulisannya  berkualitas.</p>
<p>Tak ketinggalan yaitu bagaimana  mendapatkan gaya bahasa yang ngga  menjemukan. Karena konsep menulis tidak sama  dengan cara berbicara. Butuh memilih kata dan  susunan. Di buku ini pun diberi tips yang  memudahkan kita mendapatkan gaya menulis  secara alami maupun buatan. Nah, menarik ya  kisi-kisi buku ini. Semoga seperti judul bukunya, yaitu  melawan dengan pena.</p>
<p>Semoga abis baca buku  ini, kita punya tambahan bentuk perlawanan  baru terhadapa kebodohan dan kekufuran. Yaitu  melalui tulisan yang membangun spirit, dan  insyaallah menjadi amal jariyah yang kelak kita  bawa ke akhirat. Yuk nulis ! [Alga Biru]</p>
<p>PROFIL BUKU</p>
<p>Judul  : Melawan Dengan Pena</p>
<p>Penulis  : Abay Abu Hamzah</p>
<p>Penerbit  : Mabda</p>
<p>Harga  : Rp.46.000</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/melawan-dengan-pena/">MELAWAN DENGAN PENA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/melawan-dengan-pena/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Macam Macam Ojek Online &#124; JEMPUT BOLA DI DUNIA MAYA</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/macam-macam-ojek-online-jemput-bola-di-dunia-maya/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/macam-macam-ojek-online-jemput-bola-di-dunia-maya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2016 05:56:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Ngoprek Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2207</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com – Macam Macam Ojek Online “Udah hujan, becek, gak ada ojek..”!  gerutu Cinta Laura pas musim hujan tiba.  Jadwal dah mepet, jalanan macet, udah gitu  hujan lagi. Lengkap sudah penderitaan yang  sering dialami penduduk ibukota seperti  Cinta Laura. Tapi itu duluu… Sekarang, udah era digital. Informasi  ada dalam genggaman tangan. Seolah  menjawab masalah kemacetan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/macam-macam-ojek-online-jemput-bola-di-dunia-maya/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Macam Macam Ojek Online &#124; JEMPUT BOLA DI DUNIA MAYA</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/macam-macam-ojek-online-jemput-bola-di-dunia-maya/">Macam Macam Ojek Online | JEMPUT BOLA DI DUNIA MAYA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com – Macam Macam Ojek Online “Udah hujan, becek, gak ada ojek..”!  gerutu Cinta Laura pas musim hujan tiba.  Jadwal dah mepet, jalanan macet, udah gitu  hujan lagi. Lengkap sudah penderitaan yang  sering dialami penduduk ibukota seperti  Cinta Laura. Tapi itu duluu… Sekarang, udah era digital. Informasi  ada dalam genggaman tangan. Seolah  menjawab masalah kemacetan dan  minimnya moda (jenis) transportasi yang  gampang dicari, hadirlah layanan ojek  online. Di mana saja, kapan saja, tukang  ojek bisa dipanggil dan antar kita ke tempat  tujuan. Tinggal pesan via aplikasi mobile.  Cepat, mudah, murah. Mantabs!</p>
<p>Berbagai Jenis Layanan &#8216;<a href="http://majalahdrise.my.id/gara-gara-gila-bola/">Jemput Bola</a>&#8216;</p>
<p>Ketinggalan jaman kalo hari gini  jalanin bisnis tunggu konsumen datang.  Lantaran persaingan bisnis semakin ketat.  Saatnya cari terobosan biar usaha selalu  ada pemasukan. Salah satunya dengan  layanan menjemput bola. Para pengusaha  berlomba-lomba mendatangi konsumen.  Nggak nunggu order datang, tapi dijemput.  Apalagi dengan bantuan aplikasi gadget,  layanan jemput bola makin oke punya. Jadi  lebih joss omzetnya. Berikut beberapa  layanan &#8216;jemput bola&#8217; berbasis aplikasi.</p>
<p>TRASPORTASI</p>
<p>a.Go-jek</p>
<p>Perusahaan ojek online bernama PT Go-Jek  Indonesia ini sudah didirikan sejak 2010 di  Jakarta. Saat ini, CEO dijabat oleh Nadiem  Makarim, pemuda Indonesia jebolan Harvard  Business School, Universitas Harvard,  Amerika Serikat. Go-Jek menawarkan layanan  transportasi ojek, kirim makanan dan, atau  kurir dengan tarif berbasis kilometer yang  terjangkau. Sejauh ini perusahaan lokal ini  memiliki 10.000 mitra pengendara ojek.  Semua pengendara itu tersebar di  Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali dan  Makassar.</p>
<ol>
<li>Grabtaxi</li>
</ol>
<p>Layanan pesan taksi asal Malaysia ini mulai  masuk ke Indonesia sejak Juni 2014. Dalam  operasinya, GrabTaxi menggandeng  beberapa mitra sopir dan perusahaan taksi  yang sudah beroperasi di Jakarta dan  sekitarnya.</p>
<ol>
<li>Ojek syari</li>
</ol>
<p>Didirikan oleh dua mahasiswa asal Surabaya  Evilita Adriani dan Reza Zamir, ojek syar&#8217;i  merupakan layanan ojek berbasis aplikasi di  ponsel pintar Android. Ojek Syar&#8217;i merupakan  layanan ojek yang dikendarai perempuan  dan konsumennya adalah perempuan  muslim.</p>
<ol>
<li>Bajaj</li>
</ol>
<p>App Ini merupakan aplikasi layanan transportasi  baru yang hadir di Jakarta. Bajaj App lahir  berkat inisiasi dari Organisasi Angkutan Darat  (Organda) DKI Jakarta. Bajaj App  menawarkan konsep sama dengan layanan  pemesanan angkutan transportasi online  lainnya. Calon penumpang bisa memesan  bajaj biru berbahan bakar gas (BBG) melalui  aplikasi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ekspedisi(jasa antar barang)</p>
<p>a.Go-Box</p>
<p>GO-JEK menambahkan aplikasi baru pada  layanan antar jemputnya yang diberinama  GO-BOX, untuk menjawab kebutuhan  masyarakat dalam jasa layanan angkut dan  antar barang dalam jumlah yang lebih  besar.</p>
<ol>
<li>Wheel Line Jakarta</li>
</ol>
<p>Adalah layanan personal kurir. Menangani  pengiriman barang dengan motor Soopy.  Resminya sudah beroperasi sejak tahun  2012 lalu.  Layanan pengiriman barang ini  dari sistem cargo delivery box, motor box,  cooler box, sampai barang yang bisa  dibawah dengan ransel.</p>
<ol>
<li>Handy Mantis Jakarta</li>
</ol>
<p>Handy Mantis adalah layanan pengambilan  barang. Layanan pengiriman barang  ditangani oleh motor, pengambilan barang  oleh kurir dari toko online bisa diantar ke  rumah pada hari yang sama. Uniknya, ada  layanan jasa antri misalnya malas antri di  bioskop bisa meminta jasa mereka  mengantikan anda.</p>
<p>Pesan Belanja</p>
<ol>
<li><a href="http://Kulineran.com">Kulineran.com</a> Kulineran.com merupakan bisnis pengiriman makanan khas Yogyakarta yang  digagas oleh Ferry Wiharsasto dan Mariana  Ros Afianti. Bisnis yang mulai dijalankan  sejak 4 Maret 2014 ini awalnya dibentuk  karena banyak sekali tempat-tempat kuliner  di Yogyakarta yang belum menyediakan  layanan pesan antar. Hal ini kemudian  memunculkan ide segar untuk membuka  bisnis layanan antar khusus makanan dan  oleh-oleh khas Yogyakarta.</li>
<li><a href="http://www.go-mart.co.id/">Go-Mart Go-Mart</a>, sebuah layanan yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang seperti kebutuhan sehari-hari  melalui smartphone mereka. Go-Mart  menyediakan sekitar 25.000 produk yang  siap dipesan dari 20 lebih toko di seluruh  Jabodetabek, termasuk minimarket,  supermarket, dan toko alat tulis.</li>
</ol>
<p>Growing or Dying! Beberapa layanan jemput bola di atas  menunjukkan bahwa layanan bisnis harus  terus berkembang ngikutin perkembangan  zaman. Kalo tetap bertahan dengan cara  jualan yang minim inovasi, siap-siaplah  tersingkir. Seperti yang dialami Nokia yang  keluar dari gelanggang persaingan  produsen gadget dunia dan setuju  diakuisisi Microsoft. CEO Nokia, Jorma Ollila  mengatakan sebuah kalimat terakhir: “Kami  tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya  tidak tahu mengapa kami kalah.” Nokia memang perusahaan yang  keren abis. Tumbangnya Nokia bukan  karena telah melakukan kesalahan, tapi  dunia berubah terlampau cepat. Nokia pun  terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan  perubahan, hingga akhirnya kehilangan  kesempatan! Nokia bukan saja melewatkan  kesempatan untuk menghasilkan  keuntungan, tetapi juga kesempatan untuk  bertahan hidup.</p>
<p>Drise, acungi jempol untuk para  pengusaha pemula yang komitmen  menggandeng teknologi demi  meningkatkan layanan pada pembeli.  Growing or dying! [@Hafidz341]</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 45</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/macam-macam-ojek-online-jemput-bola-di-dunia-maya/">Macam Macam Ojek Online | JEMPUT BOLA DI DUNIA MAYA</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/macam-macam-ojek-online-jemput-bola-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2207</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MENEMUKAN POTENSI DIRI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/menemukan-potensi-diri/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/menemukan-potensi-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2016 14:15:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Konsul Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1996</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb. Sy bingung, apa potensi diri saya &#8230;Gimana cara mengetahuinya? (Tia, Medan) Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. Dik Tia yang baik, Potensi  merupakan  kekuatan  atau  kemampuan yang  ada dalam diri seseorang yang  sedang menunggu untuk dimanfaatkan.  Potensi  akan  berkembang  baik  pada  orang  yang  mengetahui kemampuannya dan berkeinginan  kuat  untuk  mengembangkannya.  Sebaliknya,  potensi akan terkubur jika  pemiliknya &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/menemukan-potensi-diri/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">MENEMUKAN POTENSI DIRI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/menemukan-potensi-diri/">MENEMUKAN POTENSI DIRI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb.</p>
<p>Sy bingung, apa potensi diri saya &#8230;Gimana cara mengetahuinya?</p>
<p>(Tia, Medan)</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb.</p>
<p>Dik Tia yang baik,</p>
<p>Potensi  merupakan  kekuatan  atau  kemampuan yang  ada dalam diri seseorang yang  sedang menunggu untuk dimanfaatkan.  Potensi  akan  berkembang  baik  pada  orang  yang  mengetahui kemampuannya dan berkeinginan  kuat  untuk  mengembangkannya.  Sebaliknya,  potensi akan terkubur jika  pemiliknya berdiam  diri  dan  tidak  perduli  dengan  potensi    yang  dimilikinya.  Setiap  orang  mempunyai  potensi.  Apakah berupa kecerdasan berpikir, fisik  yang  sehat,   pandai   berkomuni kasi ,   j i wa  kepemimpinan,  keuletan,  kesabaran  dan  lain  sebagainya.  Hanya  saja,  banyak  orang  belum  menyadari  potensinya  hingga  menjadikan  aktifitasnya berjalan tidak all out. Jika  potensi  tersembunyi seseorang sudah diketahui, tergali  dan  termanfaatkan  secara  maksimal,  maka  segala sesuatu yang dilakukannya akan berjalan  dengan lebih efektif. Usaha dan energi diarahkan  pada  sesuatu  yang  benar-benar  merupakan  kelebihannya.  Saat  melakukan  aktivitas  atau  pekerjaan tidak akan merasa berat atau malas,  melainkan  benar-benar  merasa  sedang  menjalani hidup. Hidup yang ringan, seimbang  dan menyenangkan.</p>
<p>Dik Tia yang baik</p>
<p>Agar mengetahui potensi kita, maka kita  harus  mengenal  siapakah  diri  kita.  Kita  bisa  menemukan potensi kita dengan mengenali apa  yang kita sukai atau mencari tahu dari orang lain.   Kenalilah aktivitas apa yang paling kita sukai.  Aktivitas yang selalu ingin  kita lakukan  dalam  keadaan lapang atau sempit. Kenalilah aktivitas  apa  yang  paling  membuat  kita  begitu  asyik.  Seolah tanpa bosan melakukan berlama-lama.  Begitu  enjoy  dan  tanpa  beban  ketika  sedang  mengerjakannya.  Kenalilah  aktivitas  apa  yang  paling mudah dan cemerlang yang biasa kita  lakukan. Biasanya jika kita melakukan aktivitas itu  akan bersemangat dan merasa tidak kesulitan.  Kenalilah  aktivitas  yang  menjadi  impian  sejak  lama.  Sebuah  potensi  terkadang  berasal  dari  impian  masa kecil yang mendorong seseorang  untuk mewujudkannya. Kenalilah aktivitas yang  paling cepat kita pelajari atau lakukan. Misal suatu  keterampilan yang mudah sekali kita mengerti  setel ah  di pel aj ari ,   kemudi an  ki ta  bi sa  menekuninya  sepenuh  hati.  Agar  penilaian  tentang diri kita lebih bersifat objektif, kita bisa  juga  bertanya pada orang lain  tentang  potensi  yang  sebenarnya  kita  miliki,  sebab  terkadang  orang  lain  atau  orang  terdekat  kita  lebih  mengetahui kemampuan kita ketimbang diri kita  sendiri.</p>
<p>Dik Tia yang baik,</p>
<p>Potensi  yang  telah  kita  temukan  harus  dikembangkan.  Pengembangan  potensi  diri  sebagai tanda syukur kepada Allah SWT yang telah  memberikan  potensi  yang  besar  kepada  Kita.  Sungguh tidak baik jika  kita mengabaikan dan  justru malah mengeluhkan kekurangan. Padahal  potensi diri kita sangat luar biasa, namun masih  terpendam  sebab  tidak  pernah  kita  gunakan.  Mengembangkan <a href="http://majalahdrise.my.id/mempersiapkan-masa-depan/">potensi diri</a> sebagai salah satu  bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan.  Barangsiapa yang bersyukur maka Allah SWT akan  menambah nikmat padanya, dan barangsiapa yang  tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan  Allah SWT, maka kemurkaan-Nya sangat pedih.</p>
<p>Dengan mengembangkan potensi diri, kita  akan  menggali  potensi  kita  sehingga  bisa  digunakan untuk kepentingan dan kemajuan diri  kita untuk melakukan  hal luar biasa, bukan saja  untuk diri sendiri tetapi memberikan manfaat  yang besar bagi banyak orang. Dik Tia yang baik,  semoga  segera  menemukan  potensi  diri  dan  mengembangkannya untuk menjadi pribadi yang  banyak menebarkan manfaat. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi  orang lain?(HR. Ahmad). Allahumma aamiin..[]</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 50</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/menemukan-potensi-diri/">MENEMUKAN POTENSI DIRI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/menemukan-potensi-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Celah Liberalisasi Budaya</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/celah-liberalisasi-budaya/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/celah-liberalisasi-budaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2016 03:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Drise Online]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah online]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=1985</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; nyambung dari yang kemarin Namanya budaya, pastinya nggak  bebas nilai. Gitu juga dengan gencarnya J-Pop Culture. Tanpa sadar, nilai-nilai budaya  sekuler yang dijajakan lewat manga dilahap  dengan rakus oleh remaja. Kemasannya gue  banget. Padahal bisa bikin keimanan kita  seret. Berikut beberapa bahaya yang  mengintai remaja akibat digempur J-Pop  Culture.  Pertama, mengikis akidah. Banyak  &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/celah-liberalisasi-budaya/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Celah Liberalisasi Budaya</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/celah-liberalisasi-budaya/">Celah Liberalisasi Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Majalahdrise.com &#8211; nyambung dari <a href="http://majalahdrise.my.id/budaya-jepang-kian-meradang/">yang kemarin</a> Namanya budaya, pastinya nggak  bebas nilai. Gitu juga dengan gencarnya J-Pop Culture. Tanpa sadar, nilai-nilai budaya  sekuler yang dijajakan lewat manga dilahap  dengan rakus oleh remaja. Kemasannya gue  banget. Padahal bisa bikin keimanan kita  seret. Berikut beberapa bahaya yang  mengintai remaja akibat digempur J-Pop  Culture.  Pertama, mengikis akidah. Banyak  cerita Manga yang diadopsi dari ajaran  keyakinan Shinto tentang adanya dewa yang</p>
<p>mereka anggap Tuhan.  Seperti dalam serial Naruto  Uzumaki karangan Masashi  Kishimoto. Musuh Naruto  bernama Pain Akatsuki  –misalnya-, diyakini sebagai  dewa, yang mampu  menghidupkan orang mati  dan menciptakan sesuatu  yang mengikuti  kehendaknya. Malah si Pain  ini, bisa menghentikan hujan  di Amekagure. Padahal  kemampuan menghidupkan  dan mematikan, serta  menghentikan Hujan hanya  dimiliki oleh Maha Kuasa, Allah swt.</p>
<p>Kisah Naruto juga menyisipkan  paham reinkarnasi. Seperti digambarkan  pada sosok Kabuto Yakushi buronan dari  warga Konoha dan pembela Orochimaru.  Kabuto diyakini memiliki jutsu yang bisa  menghidupkan kembali orang yang telah  mati. Begitu juga dengan paham manusia  kekal abadi yang nggak bisa mati. Seperti  tampak pada diri Madara Uchiha (Tobi).  Seorang tokoh antagonis utama Akatsuki  mampu meregenerasi sel-selnya yang rusak  sehingga ia mampu hidup seterusnya.  Meskipun kesannya biar ceritanya lebih  seriu, selipan pemahanan ajaran diluar  Islam bisa bikin akidah kita goyah. Apalagi  kalo nggak dibentengi dengan ilmu agama  yang mumpuni. Bisa-bisa murtad. Hati-hati! Kedua, mengajarkan kekerasan  dalam menyelesaikan masalah.</p>
<p>Ada jagoan  dan penjahat dalam cerita manga emang  wajar. Tapi kalo setiap penggalan cerita diisi  dengan adegan kekerasan, itu yang mesti  dicekal. Seperti manga Death Note alias  Dunia Dewa Kematian karya Tsugumi Ohba  dan ilustrasi oleh Takeshi Obata yang kenal  dengan kekerasan dan pembunuhan sadis  oleh Yagami Raito. Begitu juga dengan serial  Inuyasha alias anjing siluman karya Rumiko  Takahashi atau serial One Piece yang  diciptakan oleh Eiichiro Oda.  Ketiga, pornografi. Sebagian besar  busana kaum hawa dalam manga, anime,  atau game selalu vulgar mengumbar aurat.  Serba mini dan ketat membungkus setiap  lekuk tubuhnya.</p>
<p>Daya tarik seksual bagian dada dan paha yang dieksploitasi bikin  jakun kaum adam yang baca naik turun.  Kondisi ini yang bisa membuai remaja  dalam fantasi seksual yang liar. Parahnya,  cosplayer banyak yang memvisualisasikan  busana vulgar itu dalam kompetisi atau  sekedar cari sensasi. Obral harga diri! Keempat, gaul bebas.</p>
<p>Pergaulan  bebas dengan lawan jenis tanpa batas  dalam manga jadi menu utama. Kemasan  yang romantis yang mengisahkan kisah  asmara melambungkan remaja ekpresi  cinta yang steril dari aturan agama. Bahkan  seringkali menjadikan seks bebas sebagai  ekspresi cinta remaja. Sehingga  menempatkan kaum hawa sebagai objek  seksual seperti banyak digambarkan dalam  kisah cinta manga dewasa. Berabe tuh  urusannya! Kelima, pemisif alias serba boleh  dalam berbusana. Harajuku style bisa  menjerumuskan remaja dalam gaya hidup  tasyabuh bil kuffar alias menyerupai orang-kafir.</p>
<p>Lantaran bagi aktivis harajuku, bebas  pake simbol apapun sebagai pelengkap  aksesorinya tanpa harus terikat dengan  pandangan agama tertentu. Pake salib,  bintang david, tengkorak, yin yang atau  simbol ghotik yang mencerminkan  pemujaan terhadap setan, ngerasa pantas  aja yang penting rame. Padahal itu semua  bisa menjerumuskan pada aktifitas  tasyabuh alias menyerupai gaya hidup  orang kafir yang dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasul saw bersabda: &#8220;Barangsiapa menyerupai suatu kaum  maka dia termasuk dari  golongan mereka&#8221;( HR  Abu Daud dan Imam  Ahmad dari Ibnu  Umar).</p>
<p>di muat di majalah remaja islam drise edisi 50</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/celah-liberalisasi-budaya/">Celah Liberalisasi Budaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/celah-liberalisasi-budaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1985</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
