<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Bukamata Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/bukamata-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2020 06:35:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2020 06:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4610</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anak sekarang sibuk main gadget melulu, deh!” “Ngapain, sih, kamu tiap detik kerjaannya cuma ngecek chat sama media sosial?&#8221; Eits,,.jangan baper ya. Sebagai orangtua, saya sering dapat keluhan seperti di atas dari ortu yang punya &#160;anak remaja. Nggak cuman ayah dan ibunya, terkadang kakek-nenek, ortu, atau kakaknya juga ikut-ikutan ngomel. Gimana nggak, hari gini remaja &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Anak sekarang sibuk</em></strong></p>



<p><strong><em>main gadget melulu, deh!”</em></strong></p>



<p><strong><em>“Ngapain, sih, kamu tiap detik</em></strong></p>



<p><strong><em>kerjaannya cuma ngecek chat</em></strong></p>



<p><strong><em>sama media sosial?&#8221;</em></strong></p>



<p>Eits,,.jangan baper ya. Sebagai orangtua, saya sering dapat keluhan seperti di atas dari ortu yang punya &nbsp;anak remaja. Nggak cuman ayah dan ibunya, terkadang kakek-nenek, ortu, atau kakaknya juga ikut-ikutan ngomel.</p>



<p>Gimana nggak, hari gini remaja dan gadget itu ibarat dua sejoli. Kemana aja selalu barengan. Kalo udah gitu, yang lain dicuekin. Makanya kalo ortu pada bete.&nbsp; Lagi diajakin ngomong, kepalanya nunduk bukan lantaran hormat.</p>



<p>Tapi lagi asyik updet status. Hadeuuh..! Ya emang gitulah potret kecil ukuran 2 x 3 dari generasi millenial. Sebagian besar hidup mereka dihabiskan di dunia maya daripada dunia nyata. Eksistensi mereka begitu massif dengan mengupload puluhan <em>selfie</em>, foto makanan, dan lokasi liburan eksotis di sosmed mereka setiap minggu.</p>



<p>Eksis abis! <em>Btw, </em>udahtahu generasi millenial kan? Hah, belum?! Hadeuh&#8230;#tepokjidat. Kalo gitu kita kenalan dulu deh dengan generasi millenial. Biar bacanya nyambung. Yuk! <strong>Generasi</strong></p>



<p><strong>Millenial adalah&#8230;</strong></p>



<p>Ada banyak definisi tentang &nbsp;karakter Generasi Millenial yang biasa disebut millenials, tetapi yang dipakai dalam tulisan ini adalah definisi versi Strauss dan Howe (2004). Menurut definisi Strauss dan Howe, Generasi Millenial adalah mereka yang lahir tahun 1982-2004 (milenium), sehingga menjadi remaja dan dewasa di era 2000-an.</p>



<p>Termasuk kamu dong, ya? ± Pada tahun 2014, lembaga Crowd DNA mengadakan survei <em>online</em> terhadap 1,000 anak muda usia 13-24 tahun di Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa teknologi benar-benar merevolusi cara anak muda saling terhubung. Sekitar 90% dari anak muda yang disurvei tersebut mengaku menggunakan teknologi untuk terhubung dengan teman-temannya dan 78% mengaku menggunakan media sosial tiap hari.</p>



<p>Pastinya! Anak-anak muda Indonesia terbukti memakai <em>smartphone</em> seharian dan 84% dari mereka mengaku nggak bisa keluar rumah tanpanya. Mereka lebih suka “nongkrong” di dunia maya (55%) daripada di mall (47%) atau kafe (42%) dan mereka punya rasa <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) alias takut nggak update atau ketinggalan &nbsp;informasi kalau nggak terhubung dengan internet. &nbsp;</p>



<p>Masih menurut sebuah studi yang dilakukan Crowd DNA untuk Facebook di 2014, pada 11.000 remaja dari 13 negara, termasuk Indonesia ditemukan bahwa remaja Indonesia dapat dibagi menjadi tiga kelompok Generasi Millenial yaitu <em>HyperConnected, Architects, dan Explorers</em>.</p>



<p>Kehidupan generasi <em>HyperConnected</em> (usia 13-15 tahun) berkisar antara keluarga dan teman-teman dan teknologi terjalin dalam setiap bidang tunggal kehidupan mereka. Kelompok ini menempatkan nilai tertinggi pada media sosial dan perannya dalam kehidupan&nbsp; mereka.</p>



<p>Sementara kelompok <em>Architects</em> (usia 16-19 tahun) adalah kelompok yang bergairah tentang pendidikan dan mulai berpikir tentang masa depan dan tujuan hidup mereka. Mereka adalah kelompok yang paling terbuka untuk berbagi rincian kehidupan sehari-hari mereka. Sedangkan Explorers (usia 20-24 tahun) yang menggunakan teknologi lebih dari sekedar sarana untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga, tetapi juga sebagai jalan untuk belajar tentang penyebab dan budaya global saat mereka memasuki usia dewasa.</p>



<p>Mereka paling banyak terlibat dengan brand dan konten dari brand. Nggak heran kalo Millenials selalu dicari dan didambakan oleh para pemasar &nbsp;dan brand. Lantaran generasi ini selalu terhubung, berubah-ubah tetapi memberi pengaruh sebagai penentu tren yang dapat membuat atau menghancurkan brand. Kebayang kan kalo mereka udah pada nyerocos di dunia maya tentang pengalaman buruknya pakai sebuah brand, viral!</p>



<p><strong>Konsumtif, Digital, Anti Sosial</strong></p>



<p>Millenials hidup di era digital &nbsp;dengan segala kecanggihan teknologinya. Dari urusan pertemanan hingga pekerjaan, mereka sangat mengandalkan gadget dan internet untuk tetap terhubung satu sama lain. Sayangnya, generasi yang lebih tua sering mencap para millennials dengan <em>stereotype</em> yang sama, yaitu malas dan narsis! Benarkah? Mendingan kita intip yuk ciri-cirinya.</p>



<p><em>Gaya Hidup Digital </em>Millenials memiliki karakteristik &nbsp;yang khas. Lahir di zaman TV sudah berwarna, flat, LED, dan memakai <em>remote </em>dengan sajian siaran tv berlangganan dengan bejibun channel informasi, olahraga dan hiburan. Sejak masa sekolah, mereka juga sudah terbiasa menggunakan <em>handphone</em>.</p>



<p>Bahkan tiap keluar edisi terbaru, mupeng pengen ganti <em>smartphone </em>yang super canggih dan mumpuni. &nbsp;Internet menjadi kebutuhan pokok Millenials. Mereka berusaha untuk selalu terkoneksi di manapun dan kapanpun. Eksistensi sosial ditentukan &#8216;prestasinya&#8217; di dunia maya. Mulai dari jumlah <em>follower</em> dan <em>like</em>, punya tokoh idola, hingga ikut latah cantumin <em>#hashstag</em> yang lagi viral.</p>



<p>Pokokya updet banget! Wajar kalo generasi <em>millennial</em> juga menghabiskan hidupnya hampir senantiasa <em>online</em> 24/7. Menurut riset Social Lab, 58 &nbsp;persen generasi <em>millennial</em> lebih rela &nbsp;kehilangan indra penciuman, dari pada akses terhadap teknologi. Generasi <em>millennial</em> lebih suka mendapat informasi dari ponselnya, dengan mencarinya ke Google atau perbincangan pada forum-forum, yang diikuti untuk selalu <em>up-to-date</em> dengan keadaan sekitar.</p>



<p>Mereka akan lebih memilih tidak memiliki akses ke TV, dibandingkan akses ke ponsel. Komunikasi yang berjalan pada orang-orang generasi <em>millennial</em> sangatlah lancar. Namun, bukan berarti komunikasi itu selalu terjadi dengan tatap muka, tapi justru sebaliknya.</p>



<p>Banyak dari kalangan <em>millennial</em> melakukan semua komunikasinya melalui <em>text messaging </em>atau juga <em>chatting</em> di dunia maya, dengan membuat akun yang berisikan profil dirinya, seperti Twitter, Facebook, hingga Line. Akun media sosial juga dapat dijadikan tempat untuk aktualisasi diri dan ekspresi, karena apa yang ditulis tentang dirinya di situ adalah apa yang akan semua orang baca.</p>



<p>Jadi, hampir semua generasi <em>millennial</em> dipastikan memiliki akun media sosial sebagai tempat berkomunikasi dan berekspresi. <em>Konsumtif </em>Kepercayaan yang &nbsp;amat tinggi terhadap tingkat keamanan bertransaksi di dunia maya—plus menjamurnya <em>online shop</em>—bikin Millenials lebih konsumtif. Kadang-kadang, konsumtif BANGET.</p>



<p>Apalagi dengan kemudahan pembayaran non tunai alias cashless, mereka makin terhanyut dalam gaya hidup sophaholic. Tinggal pilih barang yang mau dibeli, gesek di kasir, beres. Praktis! Terbukti, menurut survei CROWD DNA, metode pembayaran favorit Millenials adalah kartu debit (38%). Pokoknya kartu debit menjadi pilihan utama, dibandingkan <em>e-bankin</em>g (5%), <em>mobile banking</em> (7%), ataupun &nbsp;uang elektronik (4%). <em>Egosentris </em>Millenials terbiasa mengutarakan &nbsp;pendapatnya di publik dengan bebas, entah itu pendapat positif, negatif, mendukung, ataupun menyerang. Cek aja komen di akun sosial media artis yang lagi kena kasus.</p>



<p>Dijamin rame komentar pro dan kontra. Mereka memang nggak ragu untuk ngeluarin uneg-unegnya dengan memuji, mencela, termasuk spammer alias jualan di publik, hihihi. Millennials dinilai cenderung cuek pada keadaan sosial, mengejar kebanggaan akan merk/<em>brand</em> tertentu padahal orangtuanya makan dua kali sehari saja sudah bersyukur. Pulang kuliah/ kerja nongkrong di Starb*cks, padahal di kosan hanya makan mie instan. Cuek aja, yang penting gaya. Yang penting eksis di media sosial.</p>



<p>Yang penting <em>follower</em>-nya banyak. Sekolah atau kuliah cuma jadi ajang pamer harta orang tua (untuk yang berpunya), dan jadi perjuangan untuk yang tipe BPJS.</p>



<p>Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita! Generasi kita juga dikenal cenderung idealis, egosentris, terlampau optimis dan tidak realistis. Saat terbentur masalah cenderung berpikir pendek, cari &nbsp;jalan pintas dan lari dari kenyataan sambil bernyanyi “lumpuhkanlah ingatanku&#8230;”</p>



<p><strong>Kontribusi Millenials</strong></p>



<p>Internet tidak hanya mengubah &nbsp;gaya hidup, tapi juga peradaban dan generasi. Melalui teknologi digital, generasi <em>millennial </em>tumbuh kreatif, berinovasi, dan membentuk ekonomi Indonesia.</p>



<p>Apalagi saat ini segala aktivitas selalu bersentuhan dengan internet. Mereka menemukan caranya sendiri untuk terhubung dan terkoneksi dengan orang lain lewat media sosial, seperti Twitter, Facebook, Path dan sebagainya.</p>



<p>Tidak ada lagi jarak, dan semua saling terkoneksi. Mereka merubah tatanan nilai dan gaya hidup selama ini menjadi serba digital. Dengan adaptasi teknologi, ide kreatif dan orisinil untuk mengakomodir semua aktivitas mereka jadi lebih mudah.</p>



<p>Muncullah berbagai inovasi gaya hidup digital yang revolusioner dan melahirkan sejumlah <em>startup</em> di Indonesia. Nadiem Makarim, yang juga merupakan bagian dari generasi millenial, membangun <em>startup</em> ojek <em>online </em>yang menjadi sebuah solusi di tengah macetnya ibukota Jakarta.</p>



<p>Tidak hanya itu, Gojek yang juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para supir ojek, telah menciptakan tren baru di Indonesia, yang mana para <em>millennial</em> berlomba-lomba untuk menciptakan karya yang berdampak bagi masyarakat luas.</p>



<p>William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia, adalah salah satu yang menggerakkan perubahan di dunia <em>ecommerce</em>. Dimulai dengan mendapatkan investasi sebesar 100 juta dolar Amerika dari Softbank dan Sequoia, perusahaan investasi yang telah mendukung sejumlah perusahaan teknologi dunia seperti Apple, Google, Whatsapp, lalu William memimpin pasukan <em>millennial</em> di Tokopedia, untuk menciptakan nilai tambah bagi para penjual dan pelanggan Tokopedia.</p>



<p>Tidak hanya di perekonomian. Banyak perubahan yang dibawa oleh <em>millennials</em> menggunakan <em>platform</em> digital. Kitabisa.com yang digagas oleh Alfatih Timur bersama Vikra Ijas, misalnya membawa perubahan di ranah sosial.</p>



<p>Peristiwa pembakaran Masjid Tolikara pada saat shalat berjamaah Idul Fitri 2015, banyak menimbulkan keprihatinan di berbagai lapisan masyarakat. Berkat <em>platform crowdfunding</em> untuk sosial Kitabisa ini, Pandji Pragiwaksono berhasil mengumpulkan dana untuk membangun kembali masjid tersebut sebanyak Rp 300 juta hanya dalam waktu tiga hari. Jadi, nggak ada salahnya &#8216;kan Millenials berkutat dengan Internet dan media sosial? Karena potensi Millenials memang bisa berkembang pesat di sana.<em> Hobi surfing</em> di dunia maya juga nggak bikin Millenials kehilangan &#8220;akar&#8221; di dunia nyata, kok. Setuju?</p>



<p><strong>Saatnya Berkarya dan Berkontribusi!</strong></p>



<p>Nggak bisa dipungkiri,&nbsp; tiap generasi ada plus minusnya. Senior kita yang hidup di era generasi X atau baby &nbsp;boomers, ngerasa &nbsp;generasi mereka yang terbaik dan memandang sebelah mata generasi millenial. Boleh jadi, kita pun bakal melakukan hal yang sama terhadap junior kita kelak. Podo wae! Sebenernya nggak penting generasi mana yang terbaik. Lantaran beda generasi, beda lingkungan dan sarana kehidupan.</p>



<p>Nggak bisa dipukul rata. Yang penting, setiap generasi wajib berkontribusi. Berlomba-lomba jadi pelaku kebangkitan umat Islam di seluruh dunia, bukan hanya jadi penonton yang rusuh berkomentar di dunia maya tanpa kerja nyata. &nbsp;</p>



<p>Dan kita selaku Millenials, nggak usah baper kalo dibilangin generasi malas bin narsis oleh para pendahulu kita. Boleh jadi banyak temen-temen kita yang kelakuannya kaya gitu sebagai bawaan era digital. Nggak perlu kita capek membela diri. Yang harus kita lakukan adalah tunjukkan dengan berkarya dan berkontribusi. <em>Show, dont tell!</em> Lalu, apa yang bisa kita lakukan sekarang? &nbsp;</p>



<p><em>Pertama</em>, mengenal Islam lebih dalam. Buat apa? Ish&#8230;ini penting banget tahu. Biar kita nggak gampang tergoda oleh kemaksiatan digital yang merajalela. Mulai dari content porno yang mudah diakses, upload foto narsis, atau omongan semau gue di sosial media. Kalo lagi sendiri, bisikan setan menemani, dengan kekuatan akidah kita bisa jaga diri. &nbsp;</p>



<p>Terlebih, agar tetap bisa terus berkontribusi untuk kebaikan, perlu mencari dorongan kuat yang bikin kita pantang menyerah. Itu bisa kita dapat dari dorongan akidah. Berkontribusi sampai nanti, sampai mati. Rasul mengingatkan, &nbsp;<em>“..Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.”</em> (HR. Thabrani dan Daruquthni).</p>



<p><em>Kedua</em>, aktif berdakwah di sosial media. Seperti halnya kita, teman-teman sebaya juga pada aktif di sosial media. Ada yang curcol di timeline, narsis, hingga bisnis. Biar aktifititas online mereka nggak sekedar buang waktu, sodorin deh content dakwah yang kita share. Jangan takut kehabisan bahan dakwah. Follow aja akun-akun dakwah yang oke punya. Selain kita dapat ilmu, juga insya Allah banjir pahala juga dengan membagikan nasihat mereka. Oke?</p>



<p><em>Ketiga</em>, gali potensi. Hari gini, gampang banget kita cari ilmu dengan bantuan om google atau kepoin akun-akun bermanfaat di sosial media. Selagi masih muda, banyak kegiatan yang bisa kasih kebaikan buat masa depan kamu. Mulai cari tahu apa yang menjadi <em>passion</em>-mu yang bisa memberikan manfat pada lingkunganmu dan pada orangtuamu. Cari tahu, pelajari ilmunya, pahami polanya, praktekin biar keliatan hasilnya. Kita muda, kita enerjik, dan kita punya banyak ide untuk diwujudkan.</p>



<p>Driser, survei Crowd DNA juga menunjukkan bahwa Millenials adalah anak muda yang optimis. 92% dari anak muda yang disurvei merasa mereka bisa melihat sisi positif dalam setiap situasi, dan 86% yakin generasinya akan mengubah dunia. Karena itu, stop jadi remaja muslim yang labil. Mari mulai berkarya dan berkontribusi! [@Hafidz341]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4610</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngerokok kelar Hidup loe!</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ngerokok-kelar-hidup-loe/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ngerokok-kelar-hidup-loe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2020 09:18:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4552</guid>

					<description><![CDATA[<p>…Aku bukan menakutnakuti kalian. Saya cuma berkata kami adalah contohkorban kenikmatan rokok yang mengisi waktu luang biar kita nggak stres.Dan rasanya mantab setelah habis makan…&#8221; begitu tulisan Robby di lamanakun media sosialnya. Robby, lengkapnya Robby Indra Wahyuda. Cowok kelahiran 12 Oktober 1988 ini mulai aktif ngepulin  asap rokok sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Akibatnya, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ngerokok-kelar-hidup-loe/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ngerokok kelar Hidup loe!</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ngerokok-kelar-hidup-loe/">Ngerokok kelar Hidup loe!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>…Aku bukan menakutnakuti kalian. Saya cuma berkata kami adalah contoh<br>korban kenikmatan rokok yang mengisi waktu luang biar kita nggak stres.<br>Dan rasanya mantab setelah habis makan…&#8221; begitu tulisan Robby di laman<br>akun media sosialnya.</p>



<p>Robby, lengkapnya Robby Indra Wahyuda. Cowok kelahiran 12 Oktober 1988 ini mulai aktif ngepulin  asap rokok sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Akibatnya, doi divonis mengidap kanker larynk. Kanker tenggorokan akibat ngerokok sejak usia muda. Parahnya, kanker yang diidapnya sudah stadium 3. Sehingga dia terpaksa harus kehilangan pita suaranya. Nggak bisa bicara padahal dia salah satu vokalis band. Ngeri! Robby nggak tinggal diam.</p>



<p>Sejak Oktober 2014, Robby terlibat dalam kampanye anti rokok. Usai menjalani operasi yang meninggalkan lubang di tenggorokan akibat diangkatnya pita suara, Robby kemudian giat berkampanye antirokok. Dia kerap mengunggah fotofotonya di media sosial untuk menunjukkan betapa bahayanya dampak yang ditimbulkan rokok terhadap kesehatan.&nbsp; Sampai akhirnya, kabar duka datang hari Selasa, 23 Juni 2015.</p>



<p>Di usianya yang menginjak 27 tahun, Robby menghembuskan napas terakhir setelah berjuang keras melawan kanker larynk dan paru-paru akibat kebiasaannya merokok. &nbsp;Nggak cuman Robby, dari dulu rokok udah memakan banyak korban. Anggota Tim Monitoring Iklan rokok di sekitar sekolah&nbsp; Hendriyani, mengatakan, sekitar 200 ribu orang di Indonesia meninggal dunia karena sakit yang disebabkan rokok. &nbsp;</p>



<p>Parahnya, Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak ketiga di dunia. Diperkirakan terdapat 66 juta perokok aktif di Indonesia, dan 3,9 juta diantaranya adalah anak berusia 10 sampai 14 tahun. (<em>republika.co.id, 15/06/15</em>) Waduh! &nbsp;</p>



<p><strong>Rokok Kian Menjerat Remaja</strong></p>



<p>Ngerokok alias ngudud bin nyemok &nbsp;udah jadi rutinitas di sekitar kita. Nggak &nbsp;mandang usia, status sosial, status pendidikan, atawa jenis kelamin, rokok &nbsp;temenan ama siapa aja. Nggak di kampus, warteg, sekolah, dalam rumah, atau toilet, asap rokok pun ngebul dimana-mana. Padahal dulu, nggak sembarang orang bisa ngerokok. &nbsp;</p>



<p>Waktu di SMP, temen-temen pada ngumpet di belakang sekolah pas jam istirahat agar bisa ngisep rokok. Satu batang dikeroyok rame-rame biar cepet abis dan irit. Abis itu, pada beli permen penyegar mulut untuk ngilangin bau asbak, eh rokok. Padahal mah, boro-boro wangi. Apalagi kalo dari pagi belon sikat gigi. Rokok + permen + &#8216;bau naga&#8217;. Whueks..!</p>



<p>Menurut data terbaru Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014, 18,3 persen pelajar Indonesia sudah punya kebiasaan merokok, dengan 33,9 persen berjenis lakilaki dan 2,5 persen perempuan. GYTS 2014 dilakukan pada pelajar tingkat SLTP berusia 13-15 tahun. GYTS 2014 juga menunjukkan bahwa sebagian besar perokok pelajar tersebut masih merokok kurang dari lima batang sehari. Tapi, ternyata 11,7 persen perokok pelajar laki-laki dan 9,5 persen pelajar perempuan sudah mulai merokok&nbsp; sejak sebelum usia 7 tahun.</p>



<p>Itu kan setara&nbsp; kelas 2 SD! (cnnindonesia.com, 31/05/2015) Berdasarkan penelitian di Universitas Andalas, motivasi anak merokok di usia dini adalah coba-coba, pengaruh teman, untuk meningkatkan kepercayaan diri ketika bergaul dengan teman, teladan orang tua, dan ingin terlihat lebih gagah kaya dalam iklan <em>( Jambi Online,11/01/03)</em>.</p>



<p>Rupanya tren merokok bagi remaja kian menjadi tuntutan pergaulan. Terutama kalangan anak cowok. Kalo ada temennya yang anti rokok, &nbsp;dibilang banci. Walhasil, ada rasa gengsi dan malu kalo mulut nggak ikut ngebul pas lagi kumpul bareng. Tetep pede meski diselingi batuk-batuk dikit. Maklum pemula!</p>



<p>Nggak cuman anak cowok, remaja putri juga mulai banyak yang deket ama lintingan tembakau. Sebuah riset menemukan, rata-rata remaja merokok agar berat badannya turun dan langsing! Riset ini dirilis oleh Profesor Jenny O&#8217;Dea dari Universitas Sydney, Australia seperti dilansir ABC News Online, Rabu (13/7/2005).</p>



<p>Keinginan ingin langsing itu diakui oleh 3% remaja perokok berusia 11 hingga 14 tahun dan 7% pada gadis muda sekitar 20 tahun yang dirisetnya (Detik.com, 13/07/05). Makin lengketnya remaja dengan rokok banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Lantaran mereka hidup diantara para perokok aktif.</p>



<p>Di rumah, bokap sering keliatan asyik ngepulin asap rokok sehabis makan atau selagi santai. Di sekolah, mulai dari tukang dagang sampe guru pun nggak ketinggalan merokok. Akhirnya, aturan larangan merokok dari guru atau ortu dianggap angin lalu. Ya iyalah, wong yang bikin aturannya sendiri ngerokok.</p>



<p>Masuk akal dong kalo anak didik ikut meniru. Betul? Pancingan untuk jadi perokok bagi remaja juga datang dari industri rokok. Tiap hari remaja dicekokin oleh iklan rokok yang menggoda dengan label keren, macho, en bikin confident. Menurut riset yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan tahun 2006, sebanyak 9.230 iklan rokok terdapat di televisi, 1.780 iklan di media cetak, dan 3.239 iklan di media luar ruang, seperti umbul-umbul, papan reklame, dan baliho <em>(Kompas, 09/11/07)</em>.</p>



<p>Hasilnya, penelitian Komnas Anak Jakarta menunjukan bahwa 99,7% remaja Jakarta terpapar iklan rokok lewat televisi; 36,7% terpapar iklan baliho di jalan dan media cetak; dan 81% pernah menghadiri kegiatan yang diselenggarakan atau disponsori industri rokok. Dan sialnya, justeru kegiatan remaja yang paling banyak didukung sepenuh hati oleh industri rokok. Lantaran bagi produsen rokok, remaja adalah calon pelanggan tetap di hari esok.</p>



<p>Dukungannya juga nggak setengah-setengah, dari promosi acara hingga pembagian rokok gratis di &#8216;TKP&#8217;. Otomatis makin tak ada alasan bagi remaja untuk &#8216;musuhan&#8217; ama rokok. Padahal kalo udah kecantol ngerokok, susah berhentinya.</p>



<p>Awalnya tuntutan pergaulan, terus jadi kecanduan. Lantaran dalam rokok ada kandungan nikotin yang bersifat adiktif alias bikin ketagihan. Bawaannya mulut asem kalo sehari nggak ngerokok. Apalagi rokok dijual bebas. Dengan modal 2000 perak aja bisa dapet sebatang. Atau kalo lagi cekak, banyak temen yang nawarin gratisan. Gimana bisa berhenti kalo kebutuhannya selalu terpenuhi dengan mudah dan murah!</p>



<p><strong>Rokok dan Kesehatan Kita</strong></p>



<p>Label peringatan akan bahaya rokok &nbsp;jelas-jelas tercantum di bungkus rokok meski dengan tulisan kecil. Tapi kayanya, ditemukan pada aki mobil; karbon monoksida yang ditemukan pada asap knalpot mobil; serta toluen yang juga dipakai sebagai pelarut industri. Gile bener, emangnya tubuh kita tempat sampah? Selain kanker paru-paru, kebiasaan ngerokok juga ngasih efek buruk pada kesehatan gigi dan mulut.</p>



<p>Lidah jadi susah ngerasain rasa pahit, asin, dan manis, karena rusaknya ujung sensoris dari alat perasa (tastebuds) akibat tumpukan hasil pembakaran rokok yang berwarna hitam kecoklatan. Jumlah karang gigi yang bisa bikin gusi berdarah pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang bukan perokok.</p>



<p>Gigi dapat berubah warna karena tembakau. Dan perubahan mukosa (selaput lendir) akibat merokok menyebabkan kanker mulut <em>(Gizi.net, 06/03/2003) </em>. Bahkan kebiasaan ngerokok mengancam kesehatan organ seksual. Untuk cowok, bisa mengalami disfungsi ereksi alias impotensi kalo udah tua. Makalah ahli jantung dari RS Jantung Nasional Harapan Kita, Dr. Santoso Karo Karo, SpJP., menyebutkan rokok meningkatkan risiko terkena disfungsi ereksi hingga 50% -terutama berkaitan dengan masalah pada pembuluh darah <em>(Rileks.com, 18/02/03) </em>.</p>



<p>Sementara wanita yang saat remaja diketahui menjadi penghisap rokok dikemudian hari akan mengalami resiko 21% terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan yang tidak pernah merokok. Demikian hasil penelitian Dr Janet E Olson dari Mayo Clinic College of &nbsp;Medicine di Rochester Minnesota (AS) yang dipublikasikan dalam &#8216;the journal, Mayo Clinic Proceedings&#8217; <em>( JakNews.com, 16/12/05)</em>.</p>



<p>Saking banyaknya dampak buruk rokok bagi kesehatan kita, nggak heran kalo setiap tahunnya angka kematian yang diakibatkan berbagai penyakit yang disebabkan rokok, seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung terus meningkat. Di Indonesia sendiri, menurut Demografi Universitas Indonesia, sebanyak 427.948 orang meninggal rata-rata &nbsp;per tahunnya.</p>



<p>Dan angka kematian ini secara keseluruhan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi 10 juta orang di tahun 2030, dengan jumlah korban terbanyak berasal dari negara berkembang. Demikian menurut data Organisasi Paru Internasional (World Lung Foundation/WLF) <em>(Kompas.com, 02/02/03) </em>.</p>



<p>Driser, masa iya sih kita masih anggap omong kosong bahaya rokok terhadap kesehatan kita. Jangan tertipu ama produk rokok rendah tar dan nikotin yang menyesatkan. Bahaya rokok nggak jadi berkurang dengan diturunkannya kadar tar dan nikotin. Yang ada, merokok produk ini cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama. Bisa-bisa kita jadi awet muda alias nggak akan pernah tua lantaran keburu tutup usia selagi belia. Masih ngeyel ngerokok? Kelar hidup loe! [@Hafidz341]</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ngerokok-kelar-hidup-loe/">Ngerokok kelar Hidup loe!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ngerokok-kelar-hidup-loe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4552</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Drise edisi 59 : Bukan &#8216;anak Mami&#8217;</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-59-bukan-anak-mami/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-59-bukan-anak-mami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2020 22:20:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4501</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gadis berkerudung itu tak mampu menahan air matanya saat melihat nilai &#160;UN-nya awal Juni 2013 lalu. Perempuan berkacama itu tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena keberhasilannya mendapatkan nilai tertinggi di daerahnya dan termasuk tiga besar Se-Provinsi. &#160; Bahkan, Ia meraih nilai sempurna UN untuk mata pelajaran matematika. Mata pelajaran yang selama ini menjadi momok bagi &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-59-bukan-anak-mami/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise edisi 59 : Bukan &#8216;anak Mami&#8217;</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-59-bukan-anak-mami/">Majalah Drise edisi 59 : Bukan &#8216;anak Mami&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gadis berkerudung itu tak mampu menahan air matanya saat melihat nilai &nbsp;UN-nya awal Juni 2013 lalu. Perempuan berkacama itu tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena keberhasilannya mendapatkan nilai tertinggi di daerahnya dan termasuk tiga besar Se-Provinsi. &nbsp;</p>



<p>Bahkan, Ia meraih nilai sempurna UN untuk mata pelajaran matematika. Mata pelajaran yang selama ini menjadi momok bagi sebagian besar siswa. Impiannya melanjutkan pendidikan ke salah satu SMA di Ibukota pun terwujud. &nbsp;Kini, siswi berprestasi yang baru saja lulus SMA itu muncul lagi menjadi selebgram. Sayangnya, tak ada kerudung dan kacamata.</p>



<p>Berbusana seksi, rambut pirang dan tato besar di lengan kanannya menghiasi penampilannya. Kontras banget dengan penampilannya tiga tahun lalu. Potret pergaulannya yang hedon, kerap menghiasi akun instagramnya.</p>



<p>Gaya pacaran yang vulgar, merokok, clubbing hingga pesta pora seolah menjadi simbol pergaulan remaja masa kini.&nbsp; &nbsp;Sialnya, banyak remaja en remaji yang mengidolakan putri dari pasangan dokter ini. Kisah cintanya bak telenovela yang menjadi viral di youtube, dianggap remaja sebagai cerminan #relationshipgoal.</p>



<p>Meski endingnya, putus setelah lima bulan melakoni ajang baku syahwat dengan pacarnya. &nbsp;Kamu penasaran siapa orangnya? Cari sendiri aja ya. Yang pasti, meski menuai banyak kecaman di dunia maya dan panen cacian di sosial media, dia tetap remaja. Sebuah potret pencarian jatidiri yang salah kaprah. Gaul, trendy, nakal, <em>bitchy</em>.</p>



<p>Bad example. Ada orang tua yang memaklumi karena pernah mengalami, tak sedikit emak-emak yang menyayangkan karena banyak remaja yang mengidolakan. &nbsp;Padahal, hal-hal nyeleneh yang dia banggakan dan agungkan: body, outfit, gaul, ratu nongkrong, dan asyik &#8211; sama sekali bukan apa-apa. Nggak ada yang bisa dimanfaatkan untuk mengarungi rumah tangga dan jadi ibu.</p>



<p>Semua itu sudah nggak penting sama sekali. Lenyap begitu saja &nbsp;seiring saya menjalani babak dan peran baru dalam hidup. <em>You&#8217;re so young and you still have a long journey ahead of you.</em> Setuju?</p>



<p>&nbsp;<strong>Aku Bukan Anak Mami Lagi..</strong></p>



<p>Nggak papa sih kalo remaja &nbsp;pengen mandiri. Nggak mau dijulukin anak mami. Bagus malah. Biar saat dewasa, udah terbiasa hidup mandiri. Tapi, biar nggak salah kaprah, ada baiknya kita pahami dulu, seperti apa sih remaja mandiri itu? Menurut pakar psikologi, Reber (1985), remaja mandiri diartikan sebagai suatu sikap otonomi , dimana seseorang secara bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain.</p>



<p>Lalu dikuatkan oleh Kartini dan Dali (1987), remaja yang mandiri memiliki hasrat dan keinginan untuk mengerjakan sesuatu bagi diri sendiri. Jadi, remaja mandiri adalah perwujudan dari sikap dan perilaku yang mampu mengatasi hambatan atau masalah serta melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Nggak cuman mandi sendiri, tapi juga dalam beberapa hal berikut. &nbsp;Yang pertama, <em>emosi</em> (perasaan).</p>



<p>Emosi merupakan suatu kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantung kepada emosi orang lain. Sebagai remaja yang mandiri, selayaknya mampu untuk mengendalikan emosi untuk bersikap dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. &nbsp;</p>



<p>Yang kedua, ekonomi. Ekonomi yang dimaksudkan sebagai kemampuan mengatur kebutuhan yang bersifat mandiri &nbsp;dan tidak memiliki ketergantungan kepada keadaan ekonomi orangtuanya.</p>



<p>Yang ketiga, intelektual. Intelektual sebagai upaya perwujudan kemampuan untuk memahami dan mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Kemandirian secara intelektual, tidak bergantung kepada orang lain ketika dihadapkan dengan permasalahan yang dialaminya. Selain itu, sudah memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan. Yang terakhir, kemandirian sosial. Kemampuan&nbsp; melakukan interaksi sosial dengan orang lain dan tidak menunggu reaksi dari orang lain. Hal tersebut, diiringi dengan kreatifitas dan inisiatif dalam perwujudan sikap dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Nah, kebayang kan sekarang. Remaja mandiri bukan semata-mata memenuhi kebutuhan secara fisik (usia), melainkan kemampuan belajar dan berlatih dalam membuat rencana, memilih alternatif, membuat keputusan, bertindak sesuai dengan keputusan sendiri dan bertanggungjawab. &nbsp;</p>



<p>Yang jadi pertanyaan, kalo ada remaja bilang bukan anak mami lagi tapi bertingkah semaunya, nggak peduli dengan omongan orang, bahasanya kasar tak terkendali, emosinya meledak-ledak udah gitu dengan seenaknya mengumbar fotofoto pribadi yang &#8216;vulgar&#8217; di sosial media, beneran mandiri atau lupa diri? Yang kaya gini justru anak mami tulen.</p>



<p><em>Childish</em>.&nbsp; Gimana ortu bisa ngasih kepercayaan untuk hidup mandiri kalo perilakunya kekanak-kanakan? &nbsp;</p>



<p><strong>Jadi Remaja Mandiri? Ini yang Bener!</strong></p>



<p>Kemandirian bagi remaja, emang udah haknya. Nggak boleh dibatasi, tapi dibimbing jangan sampai mereka lupa diri. Apalagi sampai nggak tahu diri. Karena remaja mandiri, justru lebih peduli. Baik terhadap dirinya, lingkungan, dan terutama masa depannya. &nbsp;Bagi remaja muslim, mandiri itu sebuah kepastian. Udah sunatullah kamu pasti dapat giliran. Nggak mesti nunggu lulus SD atau SMP untuk bisa mandiri.</p>



<p>Islam udah jelas ngasih petunjuk kapan kamu harus udah mandiri. Dimulai ketika kamu memasuki usia baligh. Usia baligh dalam islam adalah petunjuk bagi kita untuk lebih bertanggung jawab dengan kehidupan sendiri. Karena sejak saat itu, itung-itungan pahala dan dosa yang dicatat oleh malaikat raqib dan atid udah mulai.</p>



<p>Dari Ali juga dari Nabi shallallaahu &#8216;alaihi wasallam: <em>“Diangkat pena (tidak dikenakan kewajiban) pada tiga orang : orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga ihtilam, dan orang gila hingga berakal”</em> (HR. Abu Dawud).</p>



<p>Udah tahu kan ciri-ciri usia baligh? Untuk anak cowok, ciri-cirinya ihtilam atau mimpi basah keluar air mani. Dalilnya disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an, dimana Allah ta&#8217;ala berfirman:</p>



<p><em>“Dan bila anak-anakmu telah sampai hulm (ihtilam), maka hendaklah mereka meminta ijin seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta ijin,”</em> (QS. An Nuur : 59 )</p>



<p>Kalo anak cewek, dapat haidh atau menstruasi. Jangan tanya saya seperti apa rasanya haidh, karena saya belon pernah ngalamin. Hehehe&#8230;yang pasti, kedua ciri di atas menjadi awal kamu untuk belajar menjadi remaja mandiri yang bertanggung jawab atas kehidupannya baik di dunia maupun akhirat. &nbsp;</p>



<p>Jadi, hal pertama yang harus kita pahami kenapa menjadi remaja mandiri karena ini perintah Allah. Agar kita ambil tanggung jawab setiap perkataan dan perbuatan kita di dunia. Nggak pake nyari kambing hitam atas kesalahan yang diperbuat.</p>



<p>Allah swt berfirman, “<em>Tiap-tiap dari (individu) bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya</em>”. (QS. Al-Mudatstsir, 14: 38)</p>



<p>Kedua, istiqomah dalam kebaikan, tegas menolak kemaksiatan. Remaja mandiri punya prinsip dalam bergaul. Remaja sekarang pergaulannya terjangkiti wabah sekuler. Pacaran, busana seksi, merokok, narkoba, hingga seks bebas. <em>It&#8217;s okay to be different</em>. Nggak ikut-ikutan seperti mereka bukan berarti nggak keren. Justru kita lebih mandiri karena punya sikap terbaik. Nggak gampang kehasut omongan orang. Tak mudah kebawa-bawa maksiat. Toh yang kita kejar ridho Allah, bukan ridho teman. &nbsp;</p>



<p>Ketiga, bermanfaat bagi orang lain. Remaja mandiri nggak egois yang cuman mikirin dirinya sendiri. Justru dia aktif membantu orang lain. Usianya yang sudah dewasa memaksa dia untuk berfikir, gimana caranya agar bisa bermanfaat bagi orang lain.</p>



<p>&nbsp;Mungkin dia aktif bergabung di organisasi, baik di sekolah maupun di &nbsp;masyarakat. Nggak mesti jadi ketuanya, yang penting bisa turut berkontribusi untuk kebaikan orang lain. Baik secara sosial kemanusian, maupun untuk mengingatkan dalam kebenaran. &nbsp;</p>



<p>Keempat, bantu ortu. Remaja mandiri itu meringankan beban orang tua. Kalo punya adik, bantu ngurusin adikadiknya. Kalo ekonomi orang tua paspasan, bisa cari sambilan untuk membiayai kehidupannya sendiri. Syukur-syukur bisa bantu biaya anggota keluarga yang lain. Kalo orangtua berkecukupan, belajar mengatur keuangan. Yang pasti, berusaha untuk melepaskan ketergantungan&nbsp; terhadap pihak lain. Terutama anak cowok&nbsp; ya. Kalo anak cewek, bantu ortu dalam rangka memantaskan diri jadi istri dan ibu rumah tangga. &nbsp;</p>



<p>Kelima, <em>create your own future</em>. Masa depan kita, buka orang lain yang nentuin. Tapi diri kita sendiri. Remaja mandiri ngeh banget tuh. Makanya, dia bakal pake waktu hidupnya seoptimal mungkin untuk membentuk masa depannya. Tak pernah berhenti belajar, ngasah skill, dan mengaji. &nbsp;Udah sunatullah kalo masa depan itu akibat dari masa kini.</p>



<p>Dan masa kini adalah akibat dari masa lalu. Itu artinya, kalo semasa muda leha-leha alamat masa depan suram gak karuan. Kalo masa muda foya-foya, bisa jadi masa depan tinggal penyesalan. Kecuali di &nbsp;tengah jalan insaf, terus berbenah diri. Masalahnya, belum tentu kita nyampe tengah jalan. Kalo malaikat ijroil keburu menjemput, cuman dosa yang kita dapat. &nbsp;Makanya, remaja mandiri mulai dari sekarang membangun kebiasaan baik.</p>



<p>Dari sejak tidur hingga tidur lagi. Ibadahya digetolin, demi menjemput masa depan akhirat gemilang. Potensi terus digali biar masa depan dunia sesuai harapan orangtua. Berusaha mengukir prestasi, baik di sekolah atau dalam dakwah. <em>Keep learn, grow, and fun.</em> Teruslah belajar, berkembang, dengan perasaan bahagia. &nbsp;Seperti dicontohkan oleh sahabat Zaid bin Tsabit. Saat zaid berusia 13 tahun, dia pengen ikut berjihad.</p>



<p>Tapi kata Rasul, masih terlalu belia. Akhirnya Rasul menugaskan Zaid untuk belajar bahasa Yahudi dan tulisan Ibrani. Karena kemampuannya, Zaid dipercaya menjadi sekretaris Rasul saw terutama dalam berkomunikasi dengan kaum Yahudi. Josh! Wuiih..ideal banget tuh kriteria remaja mandirinya. Emang ada yang kaya gitu? Ya bisa jadi kamu salah satunya.</p>



<p>Gak susah kok menjadi remaja mandiri, asalkan ada kemauan dibarengi dengan ilmu yang diamalkan. Kalo memang ngerasa udah besar, bukan anak mami lagi, butuh privasi, tetap harus jaga diri. Biar nggak kebablasan dan jadi omongan. Kuncinya, ikut ngaji biar semua aspek kemandirian kamu jadi &nbsp;terasah. Baik emosi, ekonomi, sosial, maupun intelektual.</p>



<p>Semuanya sudah ada dalam Islam. Tinggal kita yang harus siap menjemputnya dengan mengenal Islam lebih dalam dan mengamalkannya. Ayo..kamu pasti bisa menjadi remaja mandiri. #YukNgaji! [@Hafidz341]</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-59-bukan-anak-mami/">Majalah Drise edisi 59 : Bukan &#8216;anak Mami&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-59-bukan-anak-mami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4501</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Drise edisi 58 : Ramadhan Optimizer</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-58-ramadhan-optimizer/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-58-ramadhan-optimizer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2020 06:24:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ramadhan kehadirannya selalu dinanti jutaan umat islam&#160; sedunia. Pahalanya yang diobral habis- habisan bikin bulan suci ini selalu istimewa. Makanya sayang ketika kita dikasih kesempatan untuk tetap bernapas hingga ramadhan tiba, tapi gak ada perubahan &#160;kaya ramadhan-ramadhan sebelumnya. Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A. “Wahai manusia, sungguh &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-58-ramadhan-optimizer/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise edisi 58 : Ramadhan Optimizer</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-58-ramadhan-optimizer/">Majalah Drise edisi 58 : Ramadhan Optimizer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ramadhan kehadirannya selalu dinanti jutaan umat islam&nbsp; sedunia. Pahalanya yang diobral habis- habisan
bikin bulan suci ini selalu istimewa. Makanya sayang ketika kita dikasih kesempatan
untuk tetap bernapas hingga ramadhan tiba, tapi gak ada perubahan &nbsp;kaya ramadhan-ramadhan sebelumnya. </p>



<p>Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan
Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A. “Wahai manusia, sungguh telah datang
kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan
yang paling mulia di sisi Allah. Hariharinya adalah hari-hari yang paling
utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam
demi jamnya adalah jam yang paling utama.</p>



<p>&nbsp;“Lalu Amirulmukminin
Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: &#8216;Ya Rasulullah, amal apa yang paling
utama di bulan ini.&#8217; Rasul yang mulia menjawab, &#8216;Ya Abul Hasan, amal yang
paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”</p>



<p>&nbsp;<em>“Inilah bulan yang
ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan
ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan
doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan
hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca
kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada
bulan yang agung ini. </em>_ </p>



<p><em>“Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya
di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika
kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orangorang yang
dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan
pemeriksaannya di hari kiamat.</em> <em>“Barang siapa yang menahan kejelekannya
di bulan ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. </em></p>



<p><em>Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini,
Allah akan memuliakannya di hari berjumpa denganNya, dan barang siapa yang
menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia
dengan rahmat-Nya&nbsp; pada hari dia berjumpa
dengan-Nya. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi&nbsp; di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.</em>
<em>“Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya
kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran
seperti 70 salat fardu di bulan yang lain.</em></p>



<p><em>&nbsp;“Barang siapa yang
memperbanyak salawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya
pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca
satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di
bulan-bulan yang lain.</em></p>



<p><em>“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan
bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkan-nya
bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak
akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada
Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.</em> </p>



<p>Tuh kan, banyak banget amal sholeh yang berbuah pahala
berlipat di bulan ramadhan. Pertanyaannya, gimana ramadhan kamu, apakah termasuk
salah satu type remaja di bawah ini? </p>



<p><strong>Tiga Type Remaja Ramadhan </strong></p>



<p>Suatu hari disebuah kerajaan &nbsp;islam, raja mengumpulkan tiga prajurit pilihannya.
Raja membagikan tiga buah kantong besar kepada masing-masing prajurit dan
memerintahkan mereka agar mengisinya dengan makanan dan buahbuahan pilihan.
Tiga prajurit itu bergegas&nbsp; pergi untuk
memenuhi apa yang diperintahkan sang raja. Prajurit yang pertama merasa heran
dengan apa yang diperintahkan raja. </p>



<p>” Ah, buat apa aku capek-capek mencari makanan dan
buah-buahan untuk memenuhi kantong ini. Di kerajaan kan sudah banyak makanan
dan buah-buahan. Lebih baik aku isi kantong ini dengan rumput dan daun. Toh
nanti raja juga tidak akan membuka kantong ini dan menanyakan isinya”,
gumamnya. Lalu prajurit ini pergi ke alun-alun kerajaan dan memenuhi kantong
yang dibawanya dengan rumput dan sampah. Beres! </p>



<p>Prajurit yang kedua dengan setengah hati melakukan perintah
rajanya. Kantong yang dibawanya sebagian diisi dengan makanan dan buah-buahan
yang terjatuh yang sudah busuk dan sisa makan kelelawar. Sebagian lagi diisi
dengan rumput dan daun-daun kering agar kantong yang dibawanya kelihatan penuh.
Prajurit yang ketiga dengan sungguh-sungguh berusaha menjalankan perintah raja.
Lalu ia pergi ke hutan untuk mencari buah-buahan pilihan dan masih segar. Ia
memanjat pohon untuk mengambil buah terbaik yang masih segar dan ranum. </p>



<p>Meski harus disengat lebah dan dikerubutin semut merah, ia
berusaha tunaikan amanah sebaik mungkin. Pada hari yang ditentukan tiga prajurit
ini menghadap sang raja. Bener aja, raja cuman ngeliat kantong yang dibawa tiga
prajuritnya telah terisi penuh dan nggak kepo untuk cari tahu apa isinya. Raja lalu
memerintahkan masing-masing prajurit untuk memakan hasil pencariannya. Sekarang.
</p>



<p>Zonk..!!! kebayang dong gimana mimik wajah masing-masing
prajurit. Prajurit yang ketiga mungkin nggak masalah karena dia telah mengisi kantongnya
penuh dengan makanan dan buah-buahan segar. Lahap lah dia makan. Prajurit yang
kedua sedikit menyesal karena dia harus makan buah-buahan yang busuk dan sisa kelelawar.
</p>



<p>Weks…! Dan yang paling menyesal adalah prajurit yang
pertama. Dia harus memaksa dirinya menikmati rumput dan sampah yang
dikumpulkannya. Hueks..!!! Sahabat, kisah raja dan prajurit di atas
mengingatkan kita tentang keseharian remaja di bulan Ramadhan. Perintah sang
raja adalah ayat Allah yang mewajibkan shaum ramadhan. Sementara para prajurit
adalah hamba-Nya termasuk kita selaku remaja yang terkena kewajiban puasa. </p>



<p>Kantong yang diberikan Raja adalah umur / usia manusia di
dunia. Dan hari pengumpulan itu adalah yaumul hisab remaja muslim yang maksimalis.
Selalu teringat khutbah Rasul saw di atas dan berusaha memberikan yang terbaik
untuk mengisi keseharian Ramadhan yang setahun sekali datangnya. &nbsp;Prajurit yang kedua adalah remaja muslim yang
minimalis. Kewajiban yang penting terlaksana nggak meski berikan yang terbaik. Apalagi
sampai ngotot dengan amalan sunah. Pikirnya, yang wajib aja udah alhamdulillah.
</p>



<p>Tambahan pahalanya, kapan-kapan aja. Waktunya habis untuk kegiatan
yang minim manfaat meski bukan maksiat. &nbsp;Sementara
prajurit yang pertama adalah muslim yang formalitas. Apapun yang dikerjainnya
selama ramadhan, biar diliat orang bagus. Ceritanya ikut sahur, tapi giliran
siang ketika terik membakar kulit, mampir ke warung remang-remang dengan
sembunyi-sembunyi untuk sekedar melepas dahaga. Shalat tarawihnya juga unik,
cukup awal dan akhir aja. Tengahtengahnya mundur teratur dari barisan. Terus gabung
kembali nongol pas shalat witir.&nbsp; </p>



<p>Driser, kita punya pilihan mau jadi prajurit yang mana
selama jalanin ramadhan. Apapun pilihannya, masingmasing ada itungannya. Dan
hasilnya bakal kembali sama kita juga nanti di akhirat.&nbsp; Kita sekedar ngingetin aja, kalo jadi
prajurit&nbsp; yang pertama alamat nyesel poll
di yaumul hisab nanti. Kantong pahalanya kosong&nbsp;
melongpong dan kantong dosanya full. Bisa-bisa mendekam di neraka lebih
lama. Ngeri! Sementara kalo jadi prajurit yang kedua, dijamin galau tingkat
dewa. Lantaran kantong pahala dan kantong dosanya imbang atau malah tipis selisihnya
kebanyakan dosa. Merasa cukup dengan tunaikan puasa ramadhan aja. </p>



<p>Tapi untuk kewajiban dakwah atau nutup aurat sempurna lewat
semuanya. Apalagi ibadah sunah, nggak dilirik. Di akhirat cuman ngisep jempol
ngeliat muslim yang lain masuk surga lebih cepat sementara dirinya harus
dibilas dulu di neraka. Ngiler dot kom! Kalo kita mau meraih keberkahan ramadhan,
jadilah prajurit yang ketiga, remaja muslim maksimalis. </p>



<p>Mungpung Allah ngasih kesempatan kita menikmati bulan mulia.
Jadikan ajang untuk memanen pahala mengikis dosa. Mulailah belajar mengerjakan aktivitas
sesuai status hukumnya. Yang wajib segera dilaksanakan. Yang sunnah dimaksimalkan.
Yang makruh dikurangi. Yang haram langsung ditinggalkan. Dan yang mubah pilih
yang berbuah pahala. Dengan begitu, waktu akan membantumu memenuhi kantong
pahala selama hidup di dunia. Bukan malah membunuhmu dengan kegiatan yang minim
manfaat, cenderung maksiat dan berbuah dosa. Nggak lah yauw..! </p>



<p><strong>Ramadhan Optimizer </strong></p>



<p>Agar ramadhan yang kita jalani &nbsp;tahun ini lebih bernilai, kita harus membiasakan
ngerjain amaliyah yang bisa menjadi ladang pahala berlimpah seperti yang&nbsp; dicontohkan Rasulullah saw di bulan Ramadhan:
</p>



<p><strong>1. Berinteraksi dengan Al Quran </strong>Ramadhan adalah bulan
&nbsp;diturunkannya Al Quran (QS.2:185) untuk menjadi
pedoman manusia dari segala macam aktifitasnya di dunia. Rasul lebih sering
membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az Zuhri pernah berkata : <em>“Apabila datang
Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al Quran.”</em>
. Target khatam 30 juz ya! </p>



<p><strong>2. Qiyam Ramadhan (Shalat Terawih) </strong>Ibadah yang sangat
ditekan &nbsp;Rasulullah saw di malam Ramadhan
adalah Qiyamu Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan shalat malam atau yang
biasa dikenal dengan shalat tarawih. Rasulullah bersabda: <em>“ Barang siapa
yang melakukan qiyam Romadon dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni
dosanya yang telah lalu”</em> <strong>(Muttafaqun &#8216;aliahi) </strong>nggak pake bolong ya! </p>



<p><strong>3.&nbsp; Memperbanyak
Dzikir, Do&#8217;a dan Istighfar</strong> Bulan Ramadhan adalah bulan keberkahan dimana
kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu
sia-sia tanpa aktifitas yang berarti. Diantara aktifitas yang sangat penting
dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak
dzikir, do&#8217;a dan istighfar. Bahkan do&#8217;a orang-orang yang berpuasa sangat
mustajab, maka perbanyaklah berdo&#8217;a untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang
lain, khususnya yang sedang ditimpa kesulitan dan musibah. </p>



<p><strong>4. Shadaqah, Infak dan Zakat </strong>Dalam sebuah hadits
disebutkan : &nbsp;<em>“Sebaik-baiknya sedekah
yaitu sedekah di bulan Ramadhan”</em><strong> (HR Al Baihaqi, Al Khatib dan At
Tirmidzi)</strong> Dan salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan
ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orangorang yang berpuasa. Seperti sabda
beliau: <em>“Barangsiapa yang memberi ifthor kepada&nbsp; orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala
senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang
berpuasa tersebut”</em> <strong>(HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).</strong> </p>



<p><strong>5. Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya </strong>Bulan Ramadhan
adalah saat yang &nbsp;paling baik untuk
menuntut ilmu ke-Islaman dan mendalaminya. Banyak kegiatan keislaman dan
biasanya semangat mengaji sedang menggelora. Sambut dan manfaatkan untuk
mengenal islam lebih dalam. &nbsp;</p>



<p><strong>6. I&#8217;tikaf </strong>I&#8217;tikaf adalah puncak ibadah di &nbsp;bulan Ramadhan. Dan I&#8217;tikaf adalah tetap tinggal
di masjid taqqarrub kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala aktifitas keduniaan.
Dan inilah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah pada bulan Ramadhan, disebutkan
dalam hadits : <em>“ Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wa Sallam ketika memasuki sepuluh
hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan
ikat pinggangnya”</em> <strong>(HR Bukhari dan Muslim).</strong> </p>



<p><strong>7. Mencari Lailatul Qadar </strong>Lailatul Qadar (malam
kemuliaan) &nbsp;merupakan salah satu keistimewaan
yang Allah berikan kepada umat Islam melalui Rasulnya saw. Malam ini nilainya
lebih baik dari seribu bulan biasa. Ketika kita beramal di malam itu berarti
seperti beramal dalam seribu bulan. Malam kemuliaan itu waktunya dirahasiakan
Allah swt. </p>



<p>Oleh karena itu  Rasulullah saw menganjurkan untuk mencarinya di 10 maam terakhir sambil itikaf.  Nah driser, udah kebayang khan apa yang mesti dilakukan untuk mengoptimalkan ramadhan. Mari kita sama-sama berlomba dalam berburu pahala dan kebaikan selama bulan Ramadhan untuk meraih predikat takwa. Jadilah muslim maximizer. Yuk ah derr..! [341] </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-58-ramadhan-optimizer/">Majalah Drise edisi 58 : Ramadhan Optimizer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-58-ramadhan-optimizer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Drise Edisi 57 : Yuk Ngaji</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-57-yuk-ngaji/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-57-yuk-ngaji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2020 04:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4361</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bebas euy! Spontan pelajar yang baru aja beres ngikut ujian nasional berhamburan keluar kelas. Lepas &#160;udah tekanan ujian akhir yang selama ini bikin sutris. Meski belum tentu lulus, yang penting udah lewat dulu ujiannya. Urusan bagus atau pas-pasan hasilnya, belakangan aja dipikirinnya. Sekarang mah, happy!  Banyak cara meluapkan kegembiraan untuk merayakan berakhirnya ujian nasional (UN) &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-57-yuk-ngaji/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise Edisi 57 : Yuk Ngaji</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-57-yuk-ngaji/">Majalah Drise Edisi 57 : Yuk Ngaji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bebas euy! Spontan pelajar yang baru aja beres ngikut ujian
nasional berhamburan keluar kelas. Lepas &nbsp;udah tekanan ujian akhir yang selama ini bikin
sutris. Meski belum tentu lulus, yang penting udah lewat dulu ujiannya. Urusan bagus
atau pas-pasan hasilnya, belakangan aja dipikirinnya. Sekarang mah, happy!</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2020/02/majalahdrise-edisi-57-yuk-ngaji.jpg?w=660" alt="" data-recalc-dims="1"/></figure>



<p> Banyak cara meluapkan kegembiraan untuk merayakan berakhirnya ujian nasional (UN) yang dilakukan para siswa. Namun, yang paling banyak diliput media justru yang negatif. Perilaku yang tak mencerminkan karakter pelajar yang terdidik. Bukannya menjadi bagian dari solusi, malah terhanyut dalam euforia dan menjadi bagian dari masalah. Berikut beberapa aksi pelajar yang dianggap ritual pasca ujian nasional. </p>



<p>1.<strong>Corat-coret </strong>Entah siapa yang pertama kali  memulai, budaya corat-coret pelajar pasca UN seolah tak terpisahkan. Saat hari terakhir UN usai, para pelajar tanpa komando langsung berhamburan ke lapangan. Berteriak kegirangan sambil sibuk mencorat-coret baju seragam yang dipakai teman. Siswa siswi berlarian ke sana ke sini membubuhkan tanda tangan secara bergantian dengan spidol atau menyemprot  wajah, rambut, dan seragamnya dengan pylox warna-warni. </p>



<p>Nggak jauh beda dengan supporter bola. Aksi ini dilakukan oleh
banyak pelajar di setiap daerah. Menurut mereka aksi corat-coret ini merupakan
ritual rutin kelulusan para siswa sebagai kenang-kenangan terakhir. Emang abis
lulus mau pada &#8216;pamit&#8217;? </p>



<p><strong>2. Konvoi kendaraan </strong>Tak cukup dengan aksi
corat-coret,&nbsp; &nbsp;para pelajar pun turun ke jalan. Beramairamai ikut
konvoi kendaraan bermotor. Tanpa helm dan seragam penuh coretan,&nbsp; mereka tumpah ruah memenuhi jalan raya.&nbsp; Bunyi &nbsp;klakson saling bersahutan memecah kesunyian jalan.
Tak ketinggalan, suara&nbsp; bising knalpot
racing mengusik kenyamanan para pengguna jalan. </p>



<p>Tak ayal, ada pelajar yang nekat bawa senjata tajam dan melakukan
tindakan kriminal. Mentang-mentang banyakan, berani&nbsp; membajak kendaraan umum hingga kontainer. Bahkan
tak sungkan memicu tawuran dengan pelajar lain yang mereka&nbsp; temui di jalan.</p>



<p>&nbsp;<strong>3. Pesta seks </strong>Ini
perilaku bejat yang tak patut &nbsp;ditiru.
Tahun lalu, puluhan siswa-siswi di &nbsp;Kendal
tertangkap basah berbuat mesum di salah satu tempat wisata yang sering dipake remaja
untuk mojok bareng pacarnya. </p>



<p>Pasca UN berakhir, pasangan pelajar tamasya ke pinggir
Pantai Muara Kencan Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Kamis
(16/4/15) hingga sore. Menjelang malam, mereka lanjut check in dan berbuat
mesum.Salah satu pelajar bernama Luluk mengaku sengaja menyewa kamar hotel usai
UN. </p>



<p>Selain itu, ada pula pelajar yang dengan malu-malu mengaku menyewa
hotel untuk berbuat mesum dan melakukan hubungan layaknya suami isti dengan
alasan untuk melepas ketegangan usai melaksanakan UN. Astaghfirullah! </p>



<p><strong><em>4. Splash after class </em></strong>Luapan kegembiraan pasca
UN &nbsp;seolah jadi legalisasi digelarnya
pesta bagi remaja. Demi mengusir kepenatan, tahun lalu salah satu EO di ibukota
mengundang pelajar tingkat SMA dan sederajat untuk menghadiri &#8216;Splash after
Class&#8217;. Sebuah pesta <em>bikini summer dress</em> yang rencananya digelar di
kolam renang di hotel berbintang di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada 25 April
2015 ini undangannya beredar luas via jaringan youtube dan sosial media. </p>



<p>Meski akhirnya dibatalkan, namun sempat menuai kritiktan
pedas dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pesta bikini, kolam
renang, campur baur cewek cowok plus minumanberalkohol sama dengan memancing
kemaksiatan. Waspadalah! </p>



<p><strong>Buah Pendidikan Sekular </strong></p>



<p>Kita nggak bisa nutup mata kalo &nbsp;sistem pendidikan yang berjalan saat ini adalah
sistem pendidikan yang sekularmaterialistik. Semua bagian dari sistem pendidikan,
steril dari nilai-nilai ruhiyah yang berkaitan dengan aturan agama. Mulai dari penyusunan
kurikulum, mata pelajaran, kualifikasi pengajar, hingga pola pergaulan antar
pelajar. </p>



<p>Sistem pendidikan yang memisahkan aturan agama dari kehidupan
ini mandul dalam melahirkan pelajar shaleh sekaligus melek sains dan teknologi.
Pentingnya pendidikan agama bagi pelajar pun cuman diganjar dua jam pelajaran
dalam satu minggu. Itu pun kalo &nbsp;gurunya
masuk. Giliran berhalangan, cuman ngerjain tugas dan waktu bebas. Cihuuy…! Materi
pendidikan agama yang lebih banyak membahas tentang ibadah ritual, makin
menjauhkan pelajar dari peran agama sebagai solusi masalah kehidupannya. </p>



<p>Itupun sekedar transfer ilmu pengetahuan tanpa mampu
membentuk (transform) katakter anak didik. Aturan Islam dipake cuman untuk
sholat, puasa, berzakat, dan pernikahan plus waris. Diluar itu, pelajar buta
agama dan pake cara apa aja yang penting masalahnya selesai. &nbsp;Pendidikan sekuler materialis tak mampu
membendung pengaruh lingkungan dan media yang mendidik pelajar untuk berbuat
semaunya. Budaya permisif yang serba boleh melakukan apa saja selama tidak
menggangu orang lain tercermin dalam gaya hidup idola remaja dan tayangan
sinetron yang membanjiri layar kata. </p>



<p>Sekolah pun tak peduli dengan keberadaan nilai akidah anak
didiknya. Tak ada upaya untuk mengingatkan, apalagi menguatkan. Walhasil, para
pelajar nggak punya pegangan akidah yang kuat buat menilai benar atau salah
perilaku kesehariannya. Yang ada di otaknya, cuman nilai materi dan kesenangan
dunia. Cara apapun bakal dipake untuk meraihnya. Hawa nafsu pun dijadikan Tuhan
untuk menuntunnya beresin masalah.! </p>



<p><strong>Cuma Taat Kalo Ada yang Liat </strong></p>



<p>Salah satu hasil pendidikan sekuler &nbsp;di kalangan pelajar adalah mental “taat kalo diliat&#8217;.
Kalo nggak ada yang liat, terangterangan bermaksiat. Sikap mental ini tumbuh subur
lantaran empat hal: niat, sanksi, pengawasan, dan kesadaran.&nbsp; </p>



<p><em>Pertama</em>, niat. Kita pasti tau kalo niat selalu ada di
balik setiap perbuatan. Terlepas apa niat itu udah direncanain jauhjauh hari
atau spontan. Untuk ketaatan&nbsp; pada aturan,
nggak semuanya<em>enjoy</em>jalaninnya. Aturan udah kadung dianggap ngebatasin
gerak. Kalo ngadepin aturan, bawaan niatnya jelek mulu. Pikirnya, aturan ada
untuk dilanggar, bukan untuk ditaati. </p>



<p>Walhasil, kalo niat udah kuat, ngelanggar aturan jadi kebiasaan.
Malah perbuatan dosa pun dianggap sepele. Dari sekedar nggak shalat, nggak
nutup aurat, cabut dari sekolah, nongkrong di mall saat jam belajar, mesum
bareng pacar saat weekend, atau nge-fly untuk ngusir rasa penat. Cuma lantaran
nggak ada yang liat. Berabe kan? </p>



<p><em>Kedua</em>, sanksi. Sebuah aturan bakal tegak en punya <em>power</em>
buat ngatur kalo ada sanksi yang tegas. Tanpa itu, pelajar bisa setengah-setengah
taat ama aturan. Pelajar yang bermasalah, terkadang hanya diberi peringatan
atau surat panggilan untuk orang tua. Saat kena razia oleh aparat pun, hanya
dipulangkan setelah dikasih pembinaan. Sanksi model gini sering dianggap sepele
oleh pelajar. Walhasil, nggak ada kapoknya bikin masalah. &nbsp;</p>



<p><em>Ketiga</em>, pengawasan. Ketegasan sanksi nggak punya arti
tanpa pengawasan. Makanya, pengawasan yang kendor baik oleh sekolah, guru, atau
sesama siswa terhadap aturan, memancing pelajar untuk berbuat semaunya. Padahal
itu masih di dalam lingkungan sekolah. Beberapa video pelajar yang beredar di
dunia maya, bikin kita miris. Ada yang melecehkan gerakan shalat yang diiringi
lagu Maroon 5, ada aksi bully secara fisik yang dilakukan pelajar SD, atau
siswi yang merokok di dalam kelas. Kalo saja sesama siswa saling mengingatkan
atau melaporkan kejadian kepada yang berwenang, akan lain ceritanya.
Setidaknya, ada upaya untuk mencegah perilaku negatif dari pelajar. &nbsp;</p>



<p><em>Keempat</em>, kesadaran. Ini gerbang terakhir sebelum
seeorang ngelanggar aturan. Niat udah kuat, sanksi nggak ketat, yang ngawasin
juga nggak ada di tempat, berarti tinggal selangkah lagi. Kalo dia sadar ada
beban moral untuk melanggar atau ngerasa bakal bikin rugi semua pihak, tentu
mikir-mikir lagi untuk nggak taat. Sayangnya, beban moral terlalu lemah untuk
mencegah pelanggaran. Di zaman nafsi-nafsi kayak sekarang, moral udah jadi almarhum.</p>



<p>&nbsp;Yang ada tinggal
kepentingan diri sendiri dan cuek dengan sekitarnya. Nggak asyik tuh! Driser,
dari keempat faktor di atas, yang terakhir kudu dapet perhatiin khusus. Yup,
soalnya kalo kesadaran seseorang dilandasi dorongan yang shahih, tentu nggak gampang
tergoda melanggar aturan. Mesti niat, sanksi, atau pengawasan udah kondusif. Di
sinilah pentingnya kita punya kesadaran shahih yang nggak cuma ngandelin beban moral.
Dan itu ada dalam Islam. Yuk! </p>



<p><strong>Ngaji Bagian dari Solusi </strong></p>



<p>Hanya ada satu cara untuk &nbsp;memperkuat kesadaran pelajar yang dilandasi
dorongan yang bener yaitu dengan ngaji. Yup, dengan mengaji kita selalu diingatkan
akan kebesaran Allah dengan sifat-sifatNya yang mulia, kelengkapan syariatNya
untuk mengatur hidup kita, dan kasih sayang Allah bagi hamba-hambaNya yang
selalu berusaha untuk taat di segala situasi dan kondisi. </p>



<p>Selalu pake ukuran dosa atau pahala sebelum berbuat. Sebagai
seorang muslim, kita udah sering dengar sifat-sifat Allah yang biasa dikenal
dengan sebutan <em>asma&#8217;ul husna</em>. Keyakinan terhadap <em>asma&#8217;ul husna</em>
ini yang mengokohkan keimanan kita kepada Allah Swt. Keimanan yang akan
melahirkan kesadaran akan adanya Allah dalam setiap perilaku kita di dunia.
Penting nih! Salah satu sifat Allah yang mulia itu adalah Maha Melihat dan Maha
Mengetahui. Itu artinya, </p>



<p>Allah bisa melihat dan mengetahui setiap perilaku hambaNya
baik di tempat terang maupun tempat yang tersembunyi. Termasuk mengetahui letak
semut hitam yang berjalan di atas batu hitam &nbsp;di tengah malam yang gelap gulita. Tuh kan, makhluk
kecil yang tak terjangkau penglihatan manusia aja dengan mudah diketahui Allah,
gimana kita yang ukurannya beberapa ratus kali lipat dari ukuran semut. Makanya
aneh kalo kita selaku muslim merasa nggak ada yang ngawasin perbuatan kita saat
berbuat maksiat. </p>



<p>Pengawasan manusia terbatas, namun pengawasan Allah <em>unlimited!</em>
Kita mungkin udah tau celah untuk lolos dari razia polantas. Ada juga yang mahir
ngibulin guru biar bisa cabut tepat waktu. Atau mungkin udah terbiasa menghilangkan
jejak agar tak terdeteksi oleh pengawasan ortu. Tapi siapa yang jamin kamu bisa
sembunyi dari pengawasan Allah? Nggak ada. </p>



<p>Kalo kamu ngerasa aman dan bebas ngelanggar aturan Allah
cuma lantaran Allah nggak terlihat, siap-siaplah menghadapi rasa takutmu yang
menjadi-jadi di akhirat nanti. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., tentang
perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya. Allah berfirman: </p>



<p><em>“Demi kemuliaanKu, aku tidak akan menghimpun dua rasa
takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Jika ia takut kepadaKu di dunia,
maka Aku akan memberikannnya rasa aman di hari kiamat. Jika ia merasa aman dariKu
di dunia, maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di hari kiamat.”</em> <strong>(HR
Ibnu Hibban)</strong> </p>



<p>Karena itu, agar kita nggak ngerasa &nbsp;aman dari Allah di dunia, Allah udah ngasih &nbsp;konsekuensi pahala dan dosa untuk ngukur ketaatan
kita pada syariatNya. Kalo kita &nbsp;senantiasa
taat dan ikhlas dalam ngikutin tuntunan Allah dan RasulNya di hari-hari kita, kita
bisa meraih pahala. Sebaliknya, kalo kita melanggar atau taat setengah hati
terhadap Allah, dosalah yang kita dapetin. </p>



<p>Semuanya bakal diperlihatkan pada kita diakhirat nanti. Disinilah
pentingnya kita ngaji. Biar melek pahala dan dosa serta sadar keberdaan surga dan
neraka yang bakal mengerem perilaku maksiat saat nggak ada yang liat. &nbsp;</p>



<p><strong>Yuk Ngaji Tanpa Tapi </strong></p>



<p>Ngaji itu hukumnya wajib. Rasulullah &nbsp;saw&nbsp;
bersabda,“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR Ibnu Majah).
Dalam hadits ini, Rasulullah saw dengan tegas menyatakan bahwa menuntut ilmu
itu hukumnya wajib atas setiap muslim, bukan bagi sebagian orang muslim saja,
lho. Tuh, catet ya. Yang namanya kewajiban itu untuk dilaksanakan. Bukan malah
dihindari biar nggak jadi beban. Kewajiban ngaji sama dengan wajibnya shalat.
Tanpa tapi. </p>



<p>Dalam kondisi apapun, kita upayakan tetap ngaji. &nbsp;Ngaji bukan hanya sebatas baca alQuran tanpa
ngerti maknanya, bukan sekadar tahu hadits tanpa paham maksudnya. Ngaji juga
berarti terampil&nbsp; membaca fakta dan
menilainya dengan ukuran Islam dan ilmu dunia untuk menunjang utuhnya
pemahaman. Misalnya nih, kenapa sih kasus terorisme selalu dihubungkan dengan
Islam dan umatnya? Di sini kita perlu ngaji banyak hal selain ngaji seputar ajaran
Islam, yakni ilmu komunikasi,&nbsp; ilmu politik,
ilmu sosial, ilmu ekonomi dan sebagainya. </p>



<p>Dukungan ilmu tersebut akan membantu menyusun kepingan puzzle
informasi dan opini dan menilainya dari sudut pandang Islam. Sehingga bisa menyimpulkan
dengan benar dan baik. Asik juga ya? Pastinya! Ayo, kapan mau ngaji? Hubungi
rohis di sekolahmu ya! Atau bergabung dengan komunitas lembaga dakwah sekolah
terdekat di kotamu. Jangan sampai hari-harimu kosong dari aktivitas mencari
ilmu. Terutama ilmu agama yang bisa bikin hidupmu penuh makna. Karena bahagia
tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat sana. #YukNgaji sampai nanti, sampai
mati tanpa tapi. Yuk! [@Hafidz341] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-57-yuk-ngaji/">Majalah Drise Edisi 57 : Yuk Ngaji</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-57-yuk-ngaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4361</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Remaja Islam Drise edis 56 : High Quality Jomblowati</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edis-56-high-quality-jomblowati/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edis-56-high-quality-jomblowati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2020 06:24:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa bedanya remaja dulu dengan remaja sekarang? Yup bener banget. Remaja dulu, &#160;sekarang sudah tua. Dan remaja sekarang, dulu belum ada. Hehehe&#8230;. yang pasti, perbedaan mencolok antara remaja dulu dan sekarang adalah pola asuh. Seriusan! Remaja dulu, terutama yang putri, jauhjauh hari udah dibimbing untuk jadi seorang istri, ibu, dan pengatur rumah tangga. Sementara remaji &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edis-56-high-quality-jomblowati/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Remaja Islam Drise edis 56 : High Quality Jomblowati</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edis-56-high-quality-jomblowati/">Majalah Remaja Islam Drise edis 56 : High Quality Jomblowati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Apa bedanya remaja dulu dengan remaja sekarang? Yup bener banget.
Remaja dulu, &nbsp;sekarang sudah tua. Dan
remaja sekarang, dulu belum ada. Hehehe&#8230;. yang pasti, perbedaan mencolok
antara remaja dulu dan sekarang adalah pola asuh. </p>



<p>Seriusan! Remaja dulu, terutama yang putri, jauhjauh hari
udah dibimbing untuk jadi seorang istri, ibu, dan pengatur rumah tangga. Sementara
remaji sekarang,&nbsp; jauh-jauh hari sudah diarahkan
untuk jadi selebriti, penyanyi, atau pekerjaan yang berlimpah materi. Baik
karena&nbsp; dorongan keluarga atau terhanyut oleh
opini media. Selebrity wanna be! </p>



<p><strong>Sadari Fitrahmu Sis! </strong></p>



<p>Driser, sebagai manusia kita nggak &nbsp;akan selamanya remaja. Kalo ada umur, pasti
kita juga bakal jadi orang tua. Tambah dewasa, tambah usia. Dan satu lagi yang
pasti, kita juga nggak selamanya hidup di dunia. Kalo udah waktunya, bakal meninggalkan
dunia fana dan berjumpa dengan-Nya. &nbsp;Selama
hidup di dunia, masa depan ada di tangan kita. </p>



<p>Apa yang kita lakukan sekarang, bakal kita tuai hasilnya suatu
saat ketika jadi orang tua. Mungpung masih remaja, terutama untuk kaum hawa
segera sadari 3 peran yang bakal diemban. Sebagai istri, ibu, dan pengatur
rumah tangga. Ini penting biar hidup kami bernilai dan jelas tujuannya. Sebagai
istri, ini mah nggak perlu diingatkan lagi ya. Kamu pasti udah nyadar sejak
baligh. Rasa cinta pada lawan jenis, bikin hidup penuh warna. </p>



<p>Meski belon kepikiran untuk berkeluarga, tapi udah ngerasa
pengen punya belahan jiwa. Bisa &nbsp;bersama-sama
berbagi suka dan duka. Pacaran not recommended! Peran istri dalam keluarga yang
paling penting berkaitan dengan melanjutkan keturunan alias reproduksi. Kalo
saat ini masih anak-anak, suatu saat ini akan punya anak. Untuk yang satu ini, Rasul
bangga banget kalo umatnya punya anak-banyak. </p>



<p><em>“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga
dengan banyaknya ummatku.”</em> (HR. An Nasa&#8217;I). </p>



<p>Seru banget kayaknya punya anak banyak ^_^ Sebagai ibu, kamu
punya kepentingan untuk melahirkan generasi sholeh dan sholehah. Karena itu
faktor pendidikan sangat berperan dalam menjalankan kewajiban sebagai ibu. Sedari
kecil, udah mesti siap dengan urusan yang ribet dan repot oleh si kecil. Karena
nggak ada ceritanya anak baru lahir terus udah bisa buang air sendiri. Ngeri! Mendidik
anak memang tak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Semuanya bisa kita jalanin
dengan belajar dari orang tua juga teladan shahabiyah. Siapkan waktu lebih
banyak untuk ngikutin perkembangan anak dari hari ke hari. </p>



<p>Itu fitrah seorang ibu. Jangan sampai jadi ibu setengah
tiang, eh ibu setengah hati. Jalanin peran ibu sekedar sambilan. Ngerasa udah
berjasa besar dengan melahirkan. Selanjutnya, sehari-hari biar si bibi aja yang
urus. &nbsp;Padahal, Ibu memiliki peran yang sangat
besar dalam membentuk karakter anak. Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi
anak. </p>



<p>Ibu adalah sosok yang sangat dekat, yang pertama kali berinteraksi
dengan anak. Bagaimana jadinya seorang anak jika ibu lebih memilih karir di
luar rumah? &nbsp;Sebagai pengatur rumah
tangga, kamu punya kuasa agar suasana rumah nyaman dan para penghuninya betah
di rumah. Meski nggak terjun langsung beres-beres rumah, setidaknya bisa mengarahkan
ART untuk merapikan dan membersihkan tempat tinggal. Idealnya sih, kamu banyak
turun tangan ikut mengatur rumah. Biar kecipratan pahala kalo suami dan
anak-anak ngerasa nyaman menghabiskan waktu di dalam rumah. Asyik kan? </p>



<p><strong>Yuk Pantaskan Diri </strong></p>



<p>Driser, Rasul pernah bersabda, &nbsp;Rasulullah Saw. bersabda : <em>Dunia ini adalah
perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.</em> (HR. Muslim).Hadits ini ngingetin kita tentang masa depan. Siapa yang nggak ngiler
dengan perhiasan dunia. Dan ternyata, sebaik-baiknya perhiasan dunia itu wanita
sholehah. Itu kamu sis! &nbsp;Salah satu ciri wanita
sholehah itu memantaskan diri untuk menjadi muslimah sejati. Sadar dengan
perannya di &nbsp;masa depan sebagai istri,
ibu, dan pengatuh rumah tangga. </p>



<p>Makanya dari sekarang ayo pantaskan diri menjadi muslimah
sejati. Biar bisa masuk kategori sebaik-baiknya perhiasan dunia. Yuk! Driserwati,
mulai deh asah beberapa kebiasaan biar masa depan kamu cerah. Ingat, apa yang
terjadi di masa depan itu akibat perilaku kita di masa lalu. Apa yang terjadi
hari ini, akibat kelakuan kita kemarin. Jadi, biar masa depan sebagai muslimah
sejati sukses, beberapa keterampilan mesti kita kuasai. &nbsp;Sebagai istri, kamu harus pandai menyenangkan
suaminya kelak. </p>



<p><em>“Sebaikbaik isteri ialah yang menyenangkan-mu ketika engkau
menatapnya, mematuhi-mu ketika engkau perintah; dan ketika engkau pergi, ia
menjaga kehormatan-mu, yaitu dengan menjaga dirinya dan juga hartamu”. (H.R.
Ath-Thabrânî. Lihat Al-FathulKabîr juz III hal. 126 no.: 3294)</em> </p>



<p>Untuk urusan dandan, kayanya kamu lebih paham ya. Gimana berpenampilan
menarik di hadapan suami. Tidak apa mengasah kemampuan untuk tampil menawan
dengan balutan fashion yang nyaman dipandang namun tetap ngikutin kaidah syara.
Nggak berlebihan. &nbsp;</p>



<p>Oh ya, jangan sepelekan juga &nbsp;kemampuan memasak untuk orang-orang &nbsp;tercinta lho. Jangan sampai udah merit, disuruh
masak lauk pauk harus tanya mbah google dulu. Giliran suami minta masakan yang
enak, langsung ngibrit ke restoran terdekat. &nbsp;Jadi, mulailah belajar masak dari sekarang. Recokin
ibu di dapur saat lagi masak. Kalo perlu, bantu-bantu siapin bumbu. Sesekali,
buat masakan spesial untuk orangtua atau saudara. Semakin banyak berlatih,
semakin piawai kita menyajikan hidangan istimewa untuk suami tercinta. Urusan
rasa, biar juri chef yang menentukan. </p>



<p>Eh.. ^_^ &nbsp;Sebagai ibu,
kedekatan dengan anak jadi hal mutlak. Targetnya, setiap anak-anaknya yang
lahir ke dunia ingin menjadi anak shalih shalihah dan generasi yang baik. Untuk
itu, mulailah belajar mengenali karakter anak sedari lahir, balita, batita,
abg, remaja, hingga dewasa dan bagaimana mendidik mereka sesuai tahapan
usianya. Ya, meski sebatas informasi karena belum punya anak, tak ada salahnya
mulai nabung wawasan. Syukur-syukur kamu bisa ikut rembug ngajarin anak-anak
ngaji atau ngajar di PAUD. </p>



<p>Jadi mulai mengenal dunia anak. Ingat, mendidik anak adalah investasi
akhirat. Catat! Sebagai gambaran hasil didikan ibu yang sholeh, tercermin dari
kisah shahabiyah Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan
mengembangkan potensi anaknya. Saat itu anaknya masih remaja, Usianya baru 13
tahun. Dengan pedenya, itu anak datang membawa pedang yang panjangnya melebihi
panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah menolaknya karena saat
itu syarat usia &nbsp;anak laki-laki untuk
perang adalah 15 tahun.&nbsp; </p>



<p>Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih. Namun sang ibu
mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan
potensinya yang lain. Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya,
kepandaiannya menulis dan menghafal Qur&#8217;an. Beberapa tahun berikutnya, ia
terkenal sebagai sekretaris wahyu. Dia adalah Zaid bin Tsabit r.a. Keren! Terakhir,
sebagai pengatur rumah tangga kamu bisa mulai membiasakan diri bersih-bersih
ruang keluarga, kamar tidur hingga pekarangan rumah. Rasulullah saw. memuji
seorang istri yang pandai merapikan rumah dengan mengatakan, </p>



<p>“<em>Ia tidak memenuhi rumah kita dengan sarang burung.”</em>
(Muttafaqun &#8216;alaihi). </p>



<p>Jangan lupakan juga untuk belajar ngelola keuangan. Soalnya,
nanti kamu bakal terima nafkah dari suami untuk kebutuhan sehari-hari. Mesti
pandai mengatur pengeluaran biar cukup. Karena bisa jadi penghasilan suami tak seberapa
besar. Dari sekarang bisa mulai membiasakan diri menyusun daftar rencana
pemasukan dan pengeluaran dalam satu bulan, dengan prioritas pengeluaran yang
dianggap paling penting. Good luck sis! </p>



<p><strong>Jadi High Quality Jomblowati </strong></p>



<p>Driserwati, kalo kamu sudah &nbsp;nyadar peran sebagai ibu dan pengatur rumah
tangga kelak, plus getol memantaskan diri menjadi muslimah sejati, tinggal
tunggu datangnya sang buah hati. Ini yang lumayan perlu kesabaran. Tak ada yang
tahu kapan datangnya. Masih menjadi sebuah misteri. &nbsp;Menyiapkan diri untuk menyambut masa depan
bisa dilakuan setiap remaja putri. Belajar memasak, berdandan, atau bantu-bantu
ibu rapikan rumah. </p>



<p>Itu standar banget kalo mau jadi pasangan yang baik kelak.
Namun, ada nilai lebih yang bikin kualitas jomblowati kamu tinggi tak
tertandingi. &nbsp;Kuncinya ada dalam pemaman Islam
kamu. Yup, Rasul udah ngingetin kaum adam dalam sabdanya kalo nyari pasangan
hidup. Dari Abu Hurairah – <em>rhadiyallahu anhu</em> – dari Nabi Muhammad SAW,
beliau berkata:</p>



<p>&nbsp;“<em>Seorang perempuan
dinikahi karena empat perkara</em>, <em>karena hartanya, karena kedudukannya,
karena kecantikannya, (atau) karena agamanya</em>. <em>Pilihlah yang beragama,
maka kau akan </em>&nbsp;<em>beruntung, (jika
tidak, semoga kau) menjadi miskin</em>”. </p>



<p>Hadits di atas jelas-jelas ngasih tahu kita kalo high quality
jomblowati itu dilihat dari agamanya. Bukan sekedar Islam KTP. Tapi pemahaman
terhadap Islam yang akan memberikan kebaikan pada dirinya, keluarganya,
lingkungan sekitar dan kelak keluarga kecilnya. &nbsp;Jomblowati yang paham agama nggak akan
mengumbar aurat dengan dandanan menor bin seksi. Dia akan berusaha menjaga
kemuliaannya dalam balutan busana muslimah yang sempurna. </p>



<p>Nggak pake parfum yang bikin jakun kaum adam naik turun
ketika mencium wanginya yang menggoda. Nggak juga memamerkan foto selfie yang sok
imut bin kiyut khas alay semaput. &nbsp;Jomblowati
yang paham agama nggak akan tinggal diam dengan kondisi umat yang tengah
terpuruk. Belajar agama bukan semata untuk perbaikan diri dan pembekalan
menjadi istri. Tapi sebagai bagian dari aktifitas dakwah. Menyeru umat pada
kebaikan dan &nbsp;mencegah mereka dari kemunkaran.
&nbsp;</p>



<p>Mulai dari sekarang, ayo kejar predikat jomblowati berkualitas
tinggi. Ikut ngaji, demi mengejar ridho illahi. Ketika keluar rumah berbusana
syar&#8217;i. Tak lupa menjaga jarak pergaulan dengan laki-laki. Plus menjaga diri
dari virus merah jambu yang menyerang hati. Biar tak terjerumus dalam budaya
pacaran meski dikasih label islami. &nbsp;Phew!..Berat
banget ya? Hehehe&#8230;.itu pilihan sis. Pilihan terbaik yang tak boleh kamu lewatkan.
Itu juga kalo kamu mau jadi high quality jomblowati. Yang disayang Allah dan
penduduk bumi. Bonusnya, Insya Allah bakal dijemput pujaan hati sholeh yang kelak
jadi suami. Mau? #YukNgaji! [@Hafidz341] </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edis-56-high-quality-jomblowati/">Majalah Remaja Islam Drise edis 56 : High Quality Jomblowati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-remaja-islam-drise-edis-56-high-quality-jomblowati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Drise edisi 55 : LGBT buruan tobat</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-55-lgbt-buruan-tobat/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-55-lgbt-buruan-tobat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2019 07:14:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama lengkapnya Samuel David Alexander Brodie. Pria nashrani kelahiran Medan 14 Maret 1987 ini &#160;terlahir sebagai laki-laki tulen. Pada usia 11 tahun, orangtua Sam membawanya hijrah ke Inggris. Ketika memasuki usia 12 tahun, Sam Brodie memutuskan menjadi perempuan setelah sebelumnya mengalami kekerasan seksual. Samantha, itu nama yang dipilih. Hal inilah yang membuat dia tidak diterima &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-55-lgbt-buruan-tobat/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise edisi 55 : LGBT buruan tobat</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-55-lgbt-buruan-tobat/">Majalah Drise edisi 55 : LGBT buruan tobat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Nama lengkapnya Samuel David Alexander Brodie. Pria nashrani
kelahiran Medan 14 Maret 1987 ini &nbsp;terlahir
sebagai laki-laki tulen. Pada usia 11 tahun, orangtua Sam membawanya hijrah ke
Inggris. Ketika memasuki usia 12 tahun, Sam Brodie memutuskan menjadi perempuan
setelah sebelumnya mengalami kekerasan seksual. </p>



<p>Samantha, itu nama yang dipilih. Hal inilah yang membuat dia
tidak diterima oleh keluarganya. &nbsp;Kisah
Sam di atas, melengkapi pemberitaan seputar LGBT yang lagi marak belakangan
ini. Sejak mencuatnya kiprah Kelompok <em>Support Group and Resource Center On
Sexuality Studies</em> (SGRC) di Universitas Indonesia (UI), isu LGBT bergulir bak
bola salju. Opini pro dan kontra silih berganti menghiasi media massa. Komunitas
LGBT dan para pendukungnya seolah dapat angin surga dengan makin merebaknya isu
LGBT. Mereka mulai berani nongol ke permukaan. Nggak lagi gerilya biar nggak
dikejar tramtib. &nbsp;</p>



<p><strong>LGBT Memangsa Remaja </strong></p>



<p>Sudah sejak tahun 90-an organisasi &nbsp;yang mewadahi kaum LGBT kian menjamur. Di
awali Lamda Indonesia pada tahun 1982, Ikatan Persaudaraan Orang-orang Sehati (IPOS)
di Jakarta; Gaya Dewata di Bali; Komunitas Pelangi dan PLUSH (People Like Us
Satu Hati) di Yogya; Gaya Priangan di Bandung; atau Gaya Nusantara di Surabaya;
Di Lampung ada GayLam (Gaya Lentera &nbsp;04 d’rise
#55 maret 2016 Muda Lampung). </p>



<p>Kaum lesbiannya banyak yang gabung di Koalisi Perempuan
Indonesia (KPI), Swara Srikandi, Jaringan Kerja WarnaWarni, atau Persatuan
Lesbian Indonesia. Semua institusi di atas mengadakan advokasi, seminar,
pendidikan tentang hakhak politik dan sosial, kampanye anti narkoba&nbsp; dan bahaya HIV, pemberian beasiswa, hingga kegiatan
pengajian. &nbsp;</p>



<p>Keberadaan komunitas LGBT so pasti bikin resah masyarakat.
Kehadirannya bukan sekedar kumpul bareng. Tapi juga ngadain aktifitas kampanye
dibarengi dengan edukasi kalo LGBT itu dianggap normal dan nggak perlu risau
untuk tunjukkan jati diri. Walhasil, remaja yang labil dan latah trendi gampang
banget terpengaruh. Apalagi kalo sudah diiming-imingi dengan duit, gadget, atau
fasion model baru. </p>



<p>Nggak pake lama mikir dan akhirnya bergabung dengan
komunitas. Ngeri! Buktinya, sekitar 3.000 pelajar di Kota Batam Kepulauan Riau
diketahui sebagai lelaki penyuka lelaki (LSL). Selain di Batam, anak dengan
perilaku LSL juga banyak terdapat di Tanjungpinang dan Bintan. Berdasarkan
hasil survei AUSAID yang diterimanya, 700 anak usia 16-20 tahun di &nbsp;Tanjungpinang dan Bintan berperilaku LSL. &nbsp;<em>(Okezone.com, 12/02/16)</em></p>



<p><em>&nbsp;</em>Sementara di
Ciamis, ketua LSM Wisma, &nbsp;Deni Wahyu,
mengungkupakan, saat pihaknya melakukan pembinaan HIV/AIDS ke komunitas LSL
(Lekaki Suka Lelaki), sempat terkejut ketika melihat komunitas itu di dominasi
usia remaja. Dari 1440 komunitas LSL di Ciamis, ujar dia, 70 persennya &nbsp;berumur 15-24 tahun. <em>(harapanrakyat.com, 17/01/2015)</em>
Keadaan di Cirebon pun tak jauh beda. Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS
(KPA) Kota Cirebon, Sri Maryati, jumlah gay yang beraktivitas di Kota Cirebon setidaknya
tercatat 900 orang. </p>



<p>Dari jumlah tersebut sebanyak 70 persennya merupakan gay
berusia muda. Salah satu faktor yang bikin remaja dekat dengan perillaku LGBT
adalah kemudahaan mereka mengakses info seputar LGBT via sosial media atau
aplikasi gadget. Awal cuman pengen tahu, lalu penasaran, temenan, akhirnya
ketularan. &nbsp;</p>



<p><strong>Jangan Dibiarin..</strong></p>



<p><strong>&nbsp;</strong>Sebagai seorang
muslim, kita wajib &nbsp;ngeliat masalah LGBT
pakai kacamata Islam. Biar jelas penyebabnya dan ketemu solusi jitunya. Jangan
terjebak oleh opini pendukung LGBT yang menghalalkan segala cara dan mengobral
alasan demi membela perilaku kaumnya nabi Luth itu. Berikut beberapa hal yang
bisa dilakukan untuk mengembalikan pelaku LGBT ke jalan yang benar. </p>



<p>&nbsp;<em>Pertama</em>,
pelaku, masyarakat, keluarga, dan negara mesti menyadari bahwa LGBT itu menyalahi
syariah, tak sesuai fitrah, dan bakal menuai banyak masalah. Itu berarti,
perilaku menyukai sesama jenis yang berorientasi seksual seperti hombreng atau
lesbong termasuk maksiat. Allah swt berfirman: &nbsp;</p>



<p><em>“(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya).
(Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, &#8216;Mengapa kamu mengerjakan perbuatan
fahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia
ini) sebelummu? Sesungguhnya, kamu melampiaskan syahwatmu kepada sesama
lakilaki, bukan kepada perempuan. Kamu benarbenar kaum yang melampaui batas&#8217;.”
(<strong>al-A&#8217;raf:&nbsp; 80-81</strong>)</em> </p>



<p>Bagi aktivis LGBT yang mendapat julukan waria, bencis,
bencong, lekong, pewong, hunter, butch, stoone dan sejenisnya, rasul saw
mengingatkan, &nbsp;</p>



<p><em>“Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam melaknat kaum
laki-laki yang menyerupai wanita dan melaknat pula kaum wnaita yang menyerupai
laki-laki.”</em><strong> (HR. Al-Bukhari) </strong>&nbsp;</p>



<p>Kalo perbuatan udah terkategori maksiat, udah pasti menuai
mafsadat alias &nbsp;musibah. Allah swt nggak
main-main lho untuk mengingatkan hambanya kalo tetep ngeyel bermaksiat. Seperti
kejadian pada kaumnya nabi Luth yang melakukan penyimpangan. Allah timpakan
azab yang sangat besar dan dahsyat, membalikan tanah tempat tinggal mereka, dan
diakhiri hujanan batu yang membumihanguskan mereka, sebagaimana dijelaskan
dalam surat Al-Hijr ayat 74. </p>



<p>Kalo udah gitu, yang kena getahnya bukan cuman pelaku dan pendukungLGBT,
tapi semua masyarakat. Ngeri! <em>Kedua</em>, kalo udah paham dahsyatnya musibah
yang bakal terjadi akibat maraknya perilaku LGBT, kita nggak boleh berdiam
diri. Bukan untuk ngerecokin urusan pribadi. Tapi sebagai bentuk peduli untuk
kebaikan bersama. Makanya jangan berhenti menyuarakan penolakan terhadap LGBT biar
para pelaku dan pendukungnya mikir dan dapat hidayah. Kalo kita mundur karena dianggap
melanggar HAM, cuekin aja. </p>



<p>Ingat perkataan Rasulullah saw: &nbsp;<em>“Perumpamaan orang-orang yang mencegah
berbuat maksiat dan yang melanggarnya adalah seperti kaum yang menumpang kapal.
Sebagian dari mereka berada di bagian atas dan yang lain berada di bagian
bawah. Jika orang-orang yang berada di bawah membutuhkan air, mereka harus melewati
orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata: &#8216;Andai saja kami
lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akan menyakiti orang-orang
yang berada di atas kami&#8217;. Tetapi jika yang demikian itu dibiarkan oleh
orang-orang yang berada di atas (padahal mereka tidak menghendaki), akan
binasalah seluruhnya. Dan jika dikehendaki dari tangan mereka keselamatan, </em>&nbsp;<em>maka akan selamatlah semuanya”.</em> &nbsp;<strong>(HR. Bukhari) </strong></p>



<p><em>Ketiga</em>, kalo perilaku LGBT udah marak &nbsp;maka mesti ada tindakan tegas untuk mengatasinya.
Di sini&nbsp; peran negara sangat diperlukan
untuk terus membina keimanan dan memupuk ketakwaan rakyat. Hal itu akan menjadi
kendali diri dan benteng yang menghalangi muslim terjerumus pada perilaku LGBT.
</p>



<p>Negara akan menghilangkan rangsangan seksual dari publik
termasuk pornografi dan pornoaksi. Nggak ketinggalan segala bentuk tayangan dan
sejenisnya yang menampilkan perilaku LGBT juga akan dihilangkan. Tak lupa,
Islam juga menetapkan aturan berupa hukuman berbentuk siksaan/deraan yang
bersifat menyembuhkan, menghilangkan homoseksual dan memutus siklusnya dari
masyarakat dengan menerapkan hukuman mati bagi pelaku sodomi baik subyek maupun
obyeknya. Rasulullah bersabda : </p>



<p><em>“Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth
(homoseksual) maka bunuhlah pelaku (yang menyodomi) dan pasangannya (yang disodomi).”
</em><strong>(HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad, al-Hakim, al-Baihaqi).</strong>
</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/12/majalah-drise-edisi-55-lgbt-buruan-tobat.jpg?w=660" alt="" data-recalc-dims="1"/></figure></div>



<p>Dengan tiga hal di atas, umat akan bisa diselamatkan dari
perilaku LGBT dan bahayanya. Kehidupan umat pun akan dipenuhi oleh kesopanan,
keluhuran, kehormatan sebagai manusial. Dan semuanya hanya bisa terwujud jika
Syariah Islam diterapkan secara total di bawah naungan institusi Khilafah.
Catet! </p>



<p><strong>Buruan Tobat Selagi Sempat </strong></p>



<p>Untuk remaja yang terjerumus dalam &nbsp;komuntias LGBT atau terjerat opini sesat LGBT,
buruan tobat selagi sempat. Sebelum masalah bertambah gawat. Atau ajal keburu mendekat.
Caranya, mulailah dengan mengaji. Kenali Islam lebih dalam. Pahami gimana Islam
ngatur pergaulan dengan lawan jenis. Yakinkan diri kalo Allah bakal bantu nunjukkin
jalan keluarnya. &nbsp;Seperti yang dialami
oleh Sam Brodie. Meski tenar dan memiliki uang banyak, Brodie merasa hidupnya
kosong. Seperti ada sesuatu yang hilang. Kegelisahan ini menuntunnya dalam
pencarian jati diri lagi. Saat itulah, ia berkenalan dengan al-Quran, sekitar
tahun 2009. </p>



<p>Saat membaca isinya, Brodie tertegun karena merasa ditegur.
&#8220;Saya buka Al Qur&#8217;an, ada sesuatu yang kayak bilang bahwa hidup saya
selama ini tuh dosa.&#8221; Setahap demi setahap, Brodie mulai melazimkan
dirinya sebagai pria. Dia meninggalkan perilaku seperti wanita. Hingga akhirnya
Sam Brodie pun menikah pada tahun 2010, usai bersyahadat. Masuk Islam, menjadi
muallaf. &#8220;Islam itu luar biasa, pelanpelan saya berubah. Saya merasa lengkap
sekarang. <em>I have family</em> dan nggak kekurangan. Alhamdulillah.&#8221; Driser,
kisah Brodie bisa meyakinkan kita bahwa semua orang bisa berubah. Dia bisa
kembali berubah mendekat pada Allah Swt. Kata Sam Brodi, &#8220;Tidak ada kata terlambat
untuk kembali,&#8221;. LGBT, buruan tobaat! [@Hafidz341] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-55-lgbt-buruan-tobat/">Majalah Drise edisi 55 : LGBT buruan tobat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-55-lgbt-buruan-tobat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Drise Edisi 36 Cewek cenat cenut (kemuliaan wanita dalam islam)</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-36-cewek-cenat-cenut-kemuliaan-wanita-dalam-islam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-36-cewek-cenat-cenut-kemuliaan-wanita-dalam-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2019 22:47:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4124</guid>

					<description><![CDATA[<p>kemuliaan wanita dalam islam Gliat kaum hawa tak ayal selalu menyita perhatian media. Jumlahnya yang melebihi kaum adam, so pasti banyak ditemui di dunia nyata  maupun dunia maya dengan segudang tingkahnya yang menarik. Apalagi pihak media paling getol nyari berita yang berkaitan dengan sensasi wanita. Pasti laku dijual dan layak jadi headline media massa. Sialnya, &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-36-cewek-cenat-cenut-kemuliaan-wanita-dalam-islam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise Edisi 36 Cewek cenat cenut (kemuliaan wanita dalam islam)</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-36-cewek-cenat-cenut-kemuliaan-wanita-dalam-islam/">Majalah Drise Edisi 36 Cewek cenat cenut (kemuliaan wanita dalam islam)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>kemuliaan wanita dalam islam</strong> Gliat kaum hawa tak ayal selalu menyita perhatian media. Jumlahnya yang melebihi kaum adam, so pasti banyak ditemui di dunia nyata  maupun dunia maya dengan segudang tingkahnya yang menarik. Apalagi pihak media paling getol nyari berita yang berkaitan dengan sensasi wanita. Pasti laku dijual dan layak jadi headline media massa. </p>



<p>Sialnya, cerita perempuan yang naik ke permukaan, lebih
banyak mengurai air mata. Ada berita TKW yang disiksa, pelecehan seksual di
ibukota, atau korban kekerasan rumah tangga. Fisiknya yang lemah, seolah menakdirkan
perempuan jadi objek penderita. Masa sih? Bisa jadi…bisa jadi..! lantaran dari
dulu, tiap bangsa seolah punya kesepatakan yang sama dengan memandang sebelah
mata terhadap wanita. </p>



<p>Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma,
kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan
sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.&nbsp;
Mereka menganggap perempuan yang lemah itu nggak produktif. Cuman jadi
beban kaum laki-laki aja. </p>



<p>Prof &nbsp;Will Durrant
bilang <em>“..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma.
Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan,
sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”. </em>&nbsp;Waduh! Sementara dalam peradaban Yunani, tempat
wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat.&nbsp; </p>



<p>Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang
tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus
ngomong kasar pada Tuhannya. &nbsp;<em>“Wahai
Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami
dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?”</em> Deeu..segitunya?
Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap
suami. </p>



<p>Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti
dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra.
Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut
Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum
perempuan dalam posisi yang rendah”. Kasian banget ya nasib kaum hawa. Zaman
dulu selalu jadi objek penderita. Gimana nasibnya di era modern ya? </p>



<h2><strong>Pelecehan Perempuan di Sekitar Kita</strong> </h2>



<p>Memasuki peradaban modern, &nbsp;ternyata nasib kaum wanita masih gelap bin &nbsp;kelabu. Segelap jaman jahiliyah dulu. Prostitusi
dan pornografi plus pornoaksi yang jelas-jelas merendahkan martabat wanita malah
dilegalisasi. Para aktivisnya pun berlindung dibalik profesi pekerja seni atau Pekerja
Seks Komersil. Belon lagi fenomena aborsi akibat gaya hidup seks bebas yang mengancam
kehidupan wanita dan janin &nbsp;yang
dikandungnya. Nggak ketinggalan kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual di tempat
kerja yang sering menimpa wanita jadi langganan berita. &nbsp;Yang lebih parah, ketika kaum hawa kehilangan
harga dirinya. Upayanya untuk menepis anggapan sebagai makhluk lemah, malah
menjerumuskannya dalam gaya hidup yang menginjak-injak martabatnya. Berikut beberapa
gaya hidup kaum hawa yang terekspos oleh media. Yuk simak! </p>



<p><em>1. Cewek cabe-cabean.</em> Fenomena kehadiran cewek
cabecabean banyak diberitakan media. Tingkah&nbsp;
polahnya yang nakal dan liar tentu bikin gak&nbsp; nyaman penduduk sekitar. Usia mereka yang&nbsp; masih belia dihabiskan untuk bersenangsenang menggoda
lawan jenisnya. Kesan&nbsp; genit dan seksi seolah
jadi bagian dari setiap&nbsp; penampilannya. </p>



<p>Atasan tank top dan bawahan hot pants jadi busana kebangsaannya.
Satu sama lain berlombalomba mengumbar aurat dan berperilaku&nbsp; alay. Biar cowok-cowok pada melongo dan ngiler
ngelamun jorok. Demi laki-laki, sampe rela &#8216;menjual diri&#8217;. Ngenes! </p>



<p><em>2. Cewek selfish.</em> Cewek selfish doyannya foto-foto sendiri
pake smartphone. Sesuai dengan sifatnya yang cinta banget ama diri sendiri, gak
kenal tempat dan waktu asyik aja dengan dunianya sendiri. Berfoto dengan
berbagai pose dan penampilan. </p>



<p>Gak papa sih kalo mau narsis untuk konsumsi pribadi.
Masalahnya, cewek selfish suka banget mengupload foto selfishnya yang sok imut
di sosial media. Dari yang wajar sampe yang terkesan exhibisionist. Berpose
dengan menonjolkan daya tarik seksualnya demi menuai pujian dari cowok gatelan.
Merendahkan harga diri, demi sebuah sensasi. Waduh! </p>



<p><em>3. Tukang asongan cantik.</em> Tukang asongan yang biasa
nawarin rokok di perempatan lampu merah sepertinya bakal dapat saingan.
Lantaran belakangan banyak ditemui tukang asongan rokok cantik yang turun ke jalan.
</p>



<p>Ya, SPG rokok yang biasanya cuman nawarin produknya di
pameran atau stand pusat perbelanjaan, kini banyak bekeliaran di perkantoran dan
pusat keramaian. Dengan seragam seksi, cewek-cewek bening ini aktif menawarkan sebungkus
rokok kelas kakap ke karyawan, &nbsp;06 tukang
jualan, atau siapa saja yang ditemuinya. Rayuannya yang menggoda kaum pria jadi
senjata andalannya demi mengejar target penjualan.&nbsp; &nbsp;</p>



<p><em>4. Caleg perempuan minim pengalaman.</em> Kursi di gedung senayan
banyak diperebukan menjelang pemilu legislatif mendatang. Dari masyarakat bawah
hingga &nbsp;kalangan selebritis yang biasa
hidup wah juga pengen ngerasain empuknya kursi legislatif. </p>



<p>Jatah 30% anggota legislatif perempuan banyak dimanfaatkan
artis idola dan cewek belia untuk ambil bagian. Meski karir politiknya
pas-pasan, yang penting bisa jadi anggota dewan. Kesan asal comot caleg perempuan
yang dilakukan parpol untuk memenuhi kuota terlihat dari kapasitas calegnya
yang buta politik. Kebanyakan bermodal popularitas atau kecantikan, giliran ditanya
visi dan misi jika terpilih pada gelagapan. &nbsp;</p>



<p><em>5. Cewek dan lingkaran korupsi.</em> Kasus korupsi yang
terjadi di negeri ini seringkali melibatkan kaum hawa. Mulai dari anggota Dewan
yang terlibat langsung hingga &nbsp;cewek-cewek
cantik dan selebriti yang kena seret lantaran ikut &#8216;menikmati&#8217; uang hasil
korupsi. Seperti kasus Tb. </p>



<p>Chaeri Wardana alias Wawan yang mengalirkan uang hasil korupsinya
ke beberapa selebriti di balik bisnis production house sebagai kedoknya. Begitu
juga dengan berbagai kasus skandal anggota dewan dengan cewek panggilan sebagai
gratifikasi seks biar kejahatan korupsinya berjalan mulus. Parah! </p>



<p>Driser, beberapa fakta di atas yang terkait dengan kondisi kaum
hawa pantas bikin kepala cenat-cenut mikirinnya. Gimana nggak, wanita yang
sejatinya punya kedudukan mulia malah banyak yang terhanyut dalam gaya hidup
sekuler dengan &#8216;menjual&#8217; harga dirinya demi materi. Semuanya berlombalomba untuk
eksis semampunya. Dari kelas&nbsp; bawah model
cabe-cabean hingga kelas atas&nbsp; yang ikut audisi
anggota dewan. Duuh.. bener-bener bikin cenat-cenut mikirinnya.&nbsp; Gimana nasibnya bangsa ini kalo wanita yang&nbsp; jadi tulang punggung peradaban malah terhanyut
dalam gaya hidup hedonis. Miris! </p>



<h2><strong>Janji Manis Kaum Feminis</strong> </h2>



<p>Siapa sih yang betah hidup tertindas? Dipandang sebelah
mata? Dinjak-injak martabatnya? Pastinya nggak ada dong. Kucing aja bakal
berteriak kalo buntutnya nggak sengaja kita injak. Gitu juga dengan kaum
perempuan. Meski wanita dikenal akan kelembutannya, bukan berarti mereka nggak punya
kekuatan untuk berontak. </p>



<p>Yap, itulah yang pengen ditunjukkin oleh aktivis feminisme.
Bergerak melawan dominasi lakilaki. Tapi nggak pake acara tomboytomboyan lho. &nbsp;Feminisme menurut kamus wikipedia online
berati suatu gerakan perempuan yang menuntut kesamaan dan keadilan hak dengan
pria. Aktivisnya disebut feminis. Feminisme pertama kali lahir di Eropa yang dipelopori
oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. </p>



<p>Mereka bikin Perkumpulan perempuan pertama di Middelburg,
sebuah kota di selatan Belanda &nbsp;pada
tahun 1785 yang memperjuangkan kesamaan hak perempuan. Soalnya waktu itu, kaum
perempuan (feminin) dirugikan oleh kaum laki-laki (maskulin) di semua bidang.
Mulai dari pekerjaan, pendidikan, politik, sampe agama. Gimana nggak bete coba.
Dalam perjalanannya, gerakan feminisme banyak melahirkan aliran-aliran baru.
Ada feminisme liberal, radikal, post modern, marxis, sosialis, hingga
postkolonial. </p>



<p>Masing-masing aliran ini punya ciri khas dalam kegiatannya.
Ada yang menuntut kebebasan total bagi perempuan (liberal); memperjuangkan hak
pribadi perempuan termasuk lesbianisme (radikal); penyetaraan gender (post
modern); menghancurkan dominasi laki dalam kursi pemerintahan (anarkis); anti
kapitalisme (marxis); menghapusken &#8216;kepemilikan&#8217; pria atas perempuan
(sosialis); menggugat penjajahan fisik yang bikin kaum perempuan di dunia ketiga
hidup nelangsa (post kolonial). &nbsp;</p>



<p>Nikmati aja kalo kamu mengernyitkan dahi ngunyah bahasan
feminisme ini. Yang penting kamu tahu. Soalnya, hari gini feminisme nongol ke
permukaan dengan penampilan yang menawan. Dalam kesehariannya, para feminis
getol menyuarakan ide-ide emansipasi agar perbedaan jenis kelamin nggak
dijadikan alasan untuk melecehkan perempuan. Kalo laki bisa jadi presiden,
perempuan juga dong. Kalo cowok bisa berlagak di panggung politik, cewek juga
harus punya kesempatan yang sama. Kalo pria boleh poligami, mestinya perempuan
juga boleh poliandri. Nah lho? Emangnya kucing! </p>



<h2><strong>Be Carefull Sis!</strong> </h2>



<p>Driser, kita turut prihatin dengan nasib perempuan yang
hidupnya sering jadi bulanbulanan. Seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga yang
gencar menghiasi layar&nbsp; kaca. Siapa sih
yang nggak terusik dengan&nbsp; berita-berita menyedihkan
itu. Cuman masalahnya, apa bener gerakan feminisme&nbsp; layak kita jadikan kendaraan buat&nbsp; memperbaiki hidup kaum hawa? Atau kamu&nbsp; yang cewek ngerasa &#8216;kurang beruntung&#8217;&nbsp; dilahirkan sebagai wanita? Hmm… kayanya&nbsp; kita mesti jeli nih. Coba tengok, dari
sejarahnya udah keliatan kalo gerakan feminisme lahir dan berkembang di Eropa
yang hidup dengan prinsip sekuler. </p>



<p>Nggak ngasih ruang bagi aturan agama dalam kesehariannya. Otomatis,
standar yang mereka pake&nbsp; dalam perjuangannya
adalah untung rugi dalam kacamata manusia. Jauh dari pertimbangan akherat.
Hasilnya, mereka bakal ngotot untuk melabrak setiap aturan yang dianggap bisa merendahkan
wanita. Termasuk aturan Islam. Nah lho? Feminisme menganggap banyak aturan Islam
yang berat sebelah terhadap perempuan. </p>



<p>Soalnya, Islam cuman ngasih &nbsp;08 kesempatan ama laki-laki untuk duduk di kursi
kepemimpinan negara. Kewajiban wanita untuk taat pada suami dan menjalani perannya
sebagai Ibu sekaligus pengurus rumah tangga dinilai memasung produktifitas kaum
hawa. Pada akhirnya, feminisme getol mengajak muslimah untuk keluar dari kerangkeng
aturan Islam, hidup bebas sesuai keinginannya, dan melepaskan ketergantungannya
pada pria. </p>



<p>Waduh bahaya tuh! Padahal, banyaknya penindasan terhadap
kaum hawa justru akibat sistem kapitalis sekuler yang ngatur hidup kita. Bukan
lantaran aturan Islam yang sangat memuliakan wanita. Kalo aturan Islam diterapkan
dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat.
</p>



<p>Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—<em>Eastern
Mail. </em>&nbsp;ia menyebutkan <em>&#8220;Kita
harus iri kepada bangsabangsa Arab yang telah mendudukkan&nbsp; wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu
jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya
bekerja bersama laki-laki di kilangkilang minyak—yang tidak saja menyalahi&nbsp; kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehormatannya.&#8221;</em>&nbsp; </p>



<p>Satu lagi yang mesti kita inget baikbaik. Kalo perlu,
dicatat dalam reminder&nbsp; smartphone. Biar
nggak lupa. Allah swt nggak&nbsp; akan menjebloskan
kita ke neraka cuman &nbsp;karena kita wanita.
Asli, nggak bo&#8217;ong. Karena jenis kelamin itu kodrat, udah dari sononya sesuai kehendak
Allah. Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama cowok. Justru mesti
bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya.
Allah swt berfirman: &nbsp;</p>



<p><em>&nbsp;“Dan janganlah
kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas
sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka
usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan,
mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.”</em> (An-Nisa`: 32) </p>



<p>Ibnu &#8216;Abbas radhiyallahu &#8216;anhuma berkata: Seorang wanita
datang kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan berkata: “Ya
Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan,
dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/cever-majalahdrise-edisi-36-ewek-cenatcenut.jpg?resize=421%2C562" alt="" class="wp-image-4125" width="421" height="562" srcset="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/cever-majalahdrise-edisi-36-ewek-cenatcenut.jpg?w=478&amp;ssl=1 478w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/cever-majalahdrise-edisi-36-ewek-cenatcenut.jpg?resize=225%2C300&amp;ssl=1 225w" sizes="(max-width: 421px) 100vw, 421px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>&nbsp;Apakah dalam perkara
amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah
dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa
Ta&#8217;ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah
berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini
adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462) </p>



<p>So, buat driser cewek yang cantik bin imut hati-hati ya
dengan ide feminis. Jangan mau dikibulin harus eksis, narsis bin selfish &nbsp;biar setara dengan anak cowok. Itu cuman akal-akalan
musuh Islam biar remaji muslim terjerumus dalam gaya hidup hedonis yang bikin
masa depan dunia akhirat kita suram. Secara gitu lho, cewek dan cowok udah dari
sononya lahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. </p>



<p>Nggak usah minder dengan perbedaan jenis kelamin atau paras
yang pas-pasan. Yakin deh, Allah nggak menilai kita dari penampilan fisik. Tapi
ketakwaan. Rasul saw bersabda: &nbsp;“<em>Sesungguhnya
Allah tidak memandang rupa/fisik dan harta kalian, tetapi Allah memandang hati
dan amal kalian.</em>” [HR. Muslim] Allah swt juga berfirman: <em>“Sesungguhnya
orang yang paling </em>&nbsp;<em>mulia di sisi
Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” </em>(QS. Al-Hujurat [49]: 13). </p>



<p>Cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti
diubah. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga emang kudu dilawan.
Sikap &nbsp;diskriminasi yang dialami wanita
di luar rumah juga wajib dihilangkan. </p>



<p>Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Biar cewek cenatcenut pada cabut. Mulia bersama  Islam. Yuk![341] </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-36-cewek-cenat-cenut-kemuliaan-wanita-dalam-islam/">Majalah Drise Edisi 36 Cewek cenat cenut (kemuliaan wanita dalam islam)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-36-cewek-cenat-cenut-kemuliaan-wanita-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4124</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Edisi # 35 Politik Milenial atau Politik bagi remaja (Remaja Ngompol -ngomong Politik)</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/edisi-35-politik-milenial-atau-politik-bagi-remaja-remaja-ngompol-ngomong-politik/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/edisi-35-politik-milenial-atau-politik-bagi-remaja-remaja-ngompol-ngomong-politik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Sep 2019 22:27:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat dengerin lagu &#8216;Sumbang&#8217;di atas, boleh jadi tanpa disadari kepala kita mengangguk-angguk tanda setuju. Yup, lagu lawas debutan musisi legendaris, &#160;Iwan Fals ini emang pas banget gambarin kondisi politik dalam negeri. Politik Milenial atau Politik bagi remaja di maknai Perebutan kursi kekuasaan menjadi ajang pertarungan antar partai dan politikus. Saling sikut, membongkar skandal hingga menebar &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/edisi-35-politik-milenial-atau-politik-bagi-remaja-remaja-ngompol-ngomong-politik/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Edisi # 35 Politik Milenial atau Politik bagi remaja (Remaja Ngompol -ngomong Politik)</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/edisi-35-politik-milenial-atau-politik-bagi-remaja-remaja-ngompol-ngomong-politik/">Edisi # 35 Politik Milenial atau Politik bagi remaja (Remaja Ngompol -ngomong Politik)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Saat dengerin lagu &#8216;Sumbang&#8217;di atas, boleh jadi tanpa
disadari kepala kita mengangguk-angguk tanda setuju. </p>



<p>Yup, lagu lawas debutan musisi legendaris, &nbsp;Iwan Fals ini emang pas banget gambarin kondisi
politik dalam negeri. Politik Milenial atau Politik bagi remaja di maknai Perebutan
kursi kekuasaan menjadi ajang pertarungan antar partai dan politikus. Saling
sikut, membongkar skandal hingga menebar fitnah seolah jadi hal yang lumrah
dilakukan mereka yang bermain di panggung politik. </p>



<p>Korban pun berjatuhan. Mulai dari yang bunuh diri, jadi korban &nbsp;tindakan kriminal, berurusan &nbsp;dengan <a href="https://www.kpk.go.id">KPK</a> hingga menyandang predikat narapidana. &nbsp;Wajar kalo masyarakat banyak yang alergi dengan dunia politik. Kalo ngomongin &nbsp;politik (ngompol), kulit langsung terasa gatal. Kepala pusing. Perut mual dan mata berkunang-kunang. Apalagi remaja. </p>



<h2>Politik Milenial atau Politik bagi remaja</h2>



<p>Kayanya nggak penting banget remaja ikut nimbrung ngobrolin
soal politik. Masih dianggap bau kencur bin minim pengalaman. Akibatnya, nggak
ada kamus politik dalam otak remaja. Politik Milenial atau Politik bagi remaja
ngompol dinilai sok tahu bin belagu. Masa sih?! Politik Itu Kejam! Kata Siapa? </p>



<figure class="wp-block-image"><img width="482" height="639" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/09/majalahdrise.com-cover-majalah-remaja-islam-drise-edisi-35.jpg?resize=482%2C639" alt="" class="wp-image-3970" srcset="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/09/majalahdrise.com-cover-majalah-remaja-islam-drise-edisi-35.jpg?w=482&amp;ssl=1 482w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/09/majalahdrise.com-cover-majalah-remaja-islam-drise-edisi-35.jpg?resize=226%2C300&amp;ssl=1 226w" sizes="(max-width: 482px) 100vw, 482px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Politik Milenial atau Politik bagi remaja </figcaption></figure>



<p>Dunia politik itu kaya arena tinju ala smackdown. Kalo udah
di dalam ring, nggak peduli dia kawan atau sodara pasti bakal jadi lawan.
Lantaran politik penuh rekayasa dan intrik. Orang baik-baik selagi belum terjun
dalam dunia politik, bisa tiba-tiba diciduk KPK karena terlibat korupsi. Orang
yang sholeh aja bisa berubah seratus delapan puluh derajat perilakunya setelah
masuk dunia politik. Entah lantaran fitnah atau emang bermasalah. </p>



<p>Yang pasti, kalo terjun ke dunia politik harus siapin dana,
tenaga dan energi ekstra. Bahkan mempertaruhkan nyawa. &nbsp;Bukannya kita mau nakut-nakutin lho ya.
Faktanya politik itu emang kejam. Nggak &nbsp;ada
lagi toleransi atau persahabatan, yang ada adalah kepentingan. Banyak pihak
yang bakal menghalalkan segala cara agar kepentingannya tetap terjaga. </p>



<p>Kalo ada penguasa atau birokrat yang mengusik bisnisnya,
urusannya bisa perang. Baik lewat jalur hukum atau gunakan jasa preman. &nbsp;Seperti cerita Ibu Risma, Walikota Surabaya
yang lagi buah bibir lantaran hendak membubarkan Gang Dolly, sebuah lokalisasi
terbesar di Asia Tenggara. Dalam sebuah wawancara stasiun televisi swasta, Ibu
Risma bilang dia udah pamitan dan minta keluarganya ikhlas jika terjadi apa-apa
dengan dirinya. </p>



<p>Jika dia mati, jangan ada yang menuntut. Bayangin aja,
banyak pihak yang berkepentingan dengan keberadaan gang dolly. Mulai dari
mucikari, preman, PSK, hingga tukang jualan. Tak heran jika Ibu Tri Rismaharini
kerap mendapat ancaman dan teror jika programnya membebaskan kota pahlawan dari
prostitusi tetap berjalan. &nbsp;</p>



<p>Kekejaman dunia politik kerap meminta korban nyawa. Seperti
dialami oleh Munir Said Thalib (1965 – 2004) aktivis HAM Indonesia yang tewas
dalam pesawat perjalanan Jakarta – Amsterdam. Atau Marsinah (1969 – 1993),
seorang aktivis dan buruh pabrik PT. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo,
Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah
menghilang selama tiga hari. &nbsp;</p>



<p>Kekejaman dunia politik nggak cuman fisik. Tapi juga mental.
Nggak sedikit politikus atau caleg yang stress bahkan gila lantaran nggak
kesampaian duduk di kursi senayan. &nbsp;Bayangin
aja, jumlah kursi legislatif yang bakal direbutkan bulan April mendatang jumlahnya
secara nasional adalah 19.699 unit kursi. Sementara caleg yang terdaftar lebih dari
200 ribu. Artinya, udah pasti 180 ribu caleg bakal tereliminasi sambil gigit
jari. </p>



<p>Ngenes! Padahal, untuk biaya kampanye dana yang kudu dirogoh
nggak sedikit. Untuk jadi caleg DPR, mesti siap minimal 1 Miliar rupiah bagi
mereka yang belum dikenal publik. Untuk kalangan selebritis, minimal 600 juta udah
bisa kampanye dibantu popularitasnya. Kebayang, kalo ternyata nggak kepilih.
Tuh duit bakal hangus. </p>



<p>Masih mending kalo duit sendiri. Lah kalo tuh dana boleh
minjem ke rentenir atau dari kucuran sponsor yang nuntut balas budi, dijamin
stress tuh para caleg gagal mikirin cara balikin modal kampanyenya.
#tepokjidat! Terus kalo ternyata kepilih, dana kampanye tetap harus balik
modal. Waktu menjaring simpati pemilih berbicara demi rakyat, giliran sudah
duduk di kursi kekuasaan bicaranya demi modal. Kalo nggak bisa nutup dari gaji
bulanan, mesti pinter cari obyekan. Korupsi berjamaah pun dijabanin. </p>



<p>Hasilnya, kementerian Dalam Negeri mencatat sebanyak 309
kepala daerah di Tanah Air terjerat kasus korupsi sejak pemilihan kepala daerah
secara langsung pada 2005, baik berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana.
Ngeri! &nbsp;Driser, kejamnya dunia politik
bukan bawaan lahir lho. Tapi disebabkan aturan yang dipake buat jalanin
aktivitas politiknya bermasalah. Ibaratnya sebuah pisau, bisa dipake buat
motong bawang merah. Bisa juga buat bunuh orang. </p>



<p>Tergantung siapa yang pake itu pisau. Seperti itulah
politik, sebagai alat bantu buat ngurus rakyat. Kalo yang pakenya bener,
politik jadi dambaan. Sebaliknya, kalo yang pakenya error, hasilnya seperti
lirik lagu Sumbang di atas. Politik itu kejam! Pengertian Politik Biar nggak
salah persepsi tentang politik, ada baiknya kita pahami dulu maknanya. Politik
berasal dari bahasa Yunani politeia, yang artinya kesatuan masyarakat yang
berdiri sendiri. </p>



<p>Polis artinya negara, teia artinya urusan. &nbsp;Dalam bahasa Inggris, politics adalah suatau
rangkaian asa atau prinsip, keadaan, cara dan alat untuk mencapai cita-cita dan
tujuan tertentu. Secara garis besar, politik itu adalah proses pembentukan dan
pembagian kekuasaan dalam masyarakat. &nbsp;</p>



<p>Sementara dalam <a href="http://majalahdrise.my.id/revolusi-suriah-revolusi-islam/">Islam</a>, disebutkan dalam kamus Al-Muhit bahwa As-Siyasah (politik) berasal dari kata: Sasa –Yasusu – Siyasatan bi ma&#8217;na ra&#8217;iyatan (pengurusan). Dalam kitab Mafahim Siyasiyah dijelaskan bahwa politik adalah ri&#8217;ayatusy syu&#8217;unil ummah, alias pengaturan urusan ummat berdasarkan suatu aturan tertentu yang tentu berupa perintah dan larangan. </p>



<p>&nbsp;Rasulullah SAW
menggunakan kata siyasah (politik) dalam sabdanya: “Adalah Bani Israil, urusan
mereka diatur (tasusuhum) oleh para Nabi. Setiap seorang Nabi wafat, digantikan
oleh Nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku, dan akan ada para
khalifah yang banyak” (HR. Bukhari). </p>



<p>Politik dalam Islam nggak ngasih kesempatan bagi penguasa
dan umat untuk saling berebut kekuasaan. Sebab, dalam Islam, kekuasaan itu
sendiri ditujukan untuk melayani umat. Artinya, penguasa Islam (khalifah)
sesungguhnya adalah pelayan/pengurus umat, bukan gila hormat. Karena itu,
politik dalam Islam begitu mulia lantaran bagian dari ajaran Islam yang sempurna.
Pertanyaannya, kalo emang politik itu mulia seperti ajaran Islam, kenapa yang terjadi
sebaliknya? &nbsp;Jawabannya tentu lantaran
bukan ajaran Islam yang dipake buat ngatur negeri ini. Tapi aturan sekuler yang
justru steril dari aturan agama. </p>



<p>Jadinya, sistem politik yang dipake seperti ajarannya
Machiavelli. Eits, sapa tuh? Niccolo Machiavelli (1469-1527) adalah filsuf dan
ahli politik dari Italia. Salah satu teorinya yang terkenal adalah bagaimana
cara merebut dan mempertahankan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.
Machiavelli menginginkan negara yang kuat, sehat, dan &nbsp;tidak korup. </p>



<p>Lucunya, untuk mewujudkan negara yang tidak korup, ajaran
Machiavelli justru menawarkan cara-cara manipulatif. Jika perlu dengan
menggunakan kekuatan senjata dan uang. Bahkan demi stabilitas negara raja boleh
melalukan kekejaman, asal dilakukan dengan tepat. Tuh kan, persis seperti yang
terjadi di negeri kita. &nbsp;Jangan salahkan
politik kalo tampil dalam wujud yang menyeramkan. &nbsp;Remaja Ngompol? Siapa Takut! </p>



<p>Driser, kalo kata bang Iwan politik itu kejam itu lantaran
aturan sekular machiavelis yang dipake. Tapi kalo aturan Islam yang dipake buat
ngatur urusan umat, dijamin aman dan nyaman. Ini bukan kampanye lho. Sekedar
ngasih kabar gembira buat kawula muda. Bahwa ngomongin Politik Milenial atau
Politik bagi remaja justru ngasih banyak kebaikan. Simak nih! Pertama,
merangsang daya pikir. Remaja yang membiasakan diri peduli dunia politik, cara
berpikirnya lebih maju dan matang. </p>



<p>Nggak cuman mikirin diri sendiri, tapi juga urusan umat.
Otomatis daya pikirnya lebih terasah lantaran sering dipake buat mikirin
masalah umat dan solusinya. Berpikir lebih panjang sebelum ngasih suaranya di
ajang pemilu. Rasul saw bersabda: &#8221;Barang siapa bangun di pagi hari, tapi
tidak memikirkan nasib kaum Muslimin, maka dia bukan termasuk golonganku.&#8221;
(H.R Ahmad) Kedua, solving problem. Politik Milenial atau Politik bagi remaja
yang terbiasa ngomongin politik jadi terlatih untuk selalu berusaha memecahkan
setiap masalah &nbsp;yang dihadapi. </p>



<p>Bukan malah menghindari atau malah lari. Lantaran politik
adalah solusi, bukan cuman mengkritisi masalah. Tak hanya pandai mengkritisi kebobrokan
penguasa, tapi juga piawai menawarkan solusi yang oke punya. &nbsp;Ketiga, bertanggung jawab. Remaja yang
terbiasa ngomong politik nggak akan lari dari tanggung jawab. Dia sadar, setiap
perkataan maupun perbuatannya bakal ada itungannya di akhirat nanti. Bukan
hanya di hadapan manusia. Jadinya, lebih berhati- hati dalam mengkritisi dan
menawarkan solusi. </p>



<p>Termasuk nggak asal nyoblos atau ikut-ikutan masuk bilik
suara. &nbsp;Keempat, awareness/kepedulian. Politik
Milenial atau Politik bagi remaja yang terbiasa ngomong politik otomatis rasa
pedulinya terhadap lingkungan dan urusan umat lebih terasah. Sikap egp alias
egois bin individualis nggak ada dalam kamus hidupnya. Dia peduli dengan pilihannya
saat pemilu apakah bisa memberikan maslahat bagi umat atau malah menjadi
mudharat. &nbsp;Kelima, agent of change. </p>



<p>Remaja yang ngomong politik memantaskan diri menjadi agen
perubahan. Sebagaimana Mushab bin Umar, Thariq bin Ziyad atau Muhammad Al-Fatih
yang menjadi ujung tombak penyebaran Islam di usia mudanya. &nbsp;Ngomong politik bukan berarti ngoceh tentang
penguasa dan kekuasaan semata. Tapi lebih luas dan lengkap mencakup kepedulian
terhadap masalah mahalnya biaya pendidikan, krisis ekonomi, seks bebas remaja,
hingga gonjang-ganjing perebutan kursi kekuasaan di ajang pemilu legislatif. </p>



<p>Nggak perlu takut bin minder mentang-mentang masih pemula.
Cukuplah Allah yang menilai sikap kita, bukan manusia. &nbsp;Jadi, nggak ada alasan bagi kita untuk alergi
ngomongin politik. Kalo ngerasa belum pantas, ayo sama-sama pantaskan diri dengan
ikut ngaji. Bukan ngaji yang cuman membenahi akhlak pribadi tapi dilengkapi dengan
kajian Islam sebagai ideologi. Islam sebagai solusi masalah pribadi,
masyarakat, dan juga negara. Remaja ngomong politik, siapa takut![341 </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/edisi-35-politik-milenial-atau-politik-bagi-remaja-remaja-ngompol-ngomong-politik/">Edisi # 35 Politik Milenial atau Politik bagi remaja (Remaja Ngompol -ngomong Politik)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/edisi-35-politik-milenial-atau-politik-bagi-remaja-remaja-ngompol-ngomong-politik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Majalah Drise Edisi 33 : Hedonisme Valentine day</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-33-hedonisme-valentine-day/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-33-hedonisme-valentine-day/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Aug 2019 23:58:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukamata]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi remaja muslim kebanyakan, hari raya mereka bukan cuman idul fitri dan idul adha. Tapi juga di bulan &#160;Januari dan februari. Ya, euforia yang biasanya gencar ditunjukkan generasi muda muslim menjelang hari raya Islam, juga keliatan banget menjelang tahun baru dan valentine days. Nggak pake ribet, semua terhanyut oleh tayangan media yang menggiring remaja ikut &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-33-hedonisme-valentine-day/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Majalah Drise Edisi 33 : Hedonisme Valentine day</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-33-hedonisme-valentine-day/">Majalah Drise Edisi 33 : Hedonisme Valentine day</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bagi remaja muslim kebanyakan, hari raya mereka bukan cuman
idul fitri dan idul adha. Tapi juga di bulan &nbsp;Januari dan februari. Ya, euforia yang biasanya
gencar ditunjukkan generasi muda muslim menjelang hari raya Islam, juga keliatan
banget menjelang tahun baru dan valentine days. </p>



<p>Nggak pake ribet, semua terhanyut oleh tayangan media yang menggiring
remaja ikut perayaan tahun baru dan valentinan. &nbsp;Prihatin deh ngeliat fakta remaja yang gampang
kebawa oleh kehidupan pesta pora. Terutama dalam perayaan &#8216;hari besar&#8217; yang dimeriahkan
seluruh penduduk dunia. Lintas negara bahkan lintas agama. Menjelang pergantian
kalender, remaja sibuk bikin rencana perayaan tahun baru yang unforgetable. </p>



<p>Hang out bareng berbekal petasan, kembang api, dan tentunya
ditemani pujaan hati. Kini memasuki bulan Februari, remaja juga banyak yang
sibuk berburu pernakpernik valentine. Gelisah kalo pas hari H nggak ngasih persembahan
spesial buat&nbsp; pacar. </p>



<p>Dari sekedar bingkisan cinta yang&nbsp; dibungkus kertas kado merah muda bergambar hati
hingga <em>candle light dinner</em> di &nbsp;cafe
bersama pujaan hati. Biar kata keuangannya masih disubsidi, pantang menyerah
merengek ke ortu biar dapet uang lebih. Malah ada remaja yang bela-belain mencuri
biar punya duit buat nraktir pacar dihari valentine. Waduh! </p>



<p><strong>Apa Itu Hedonisme? </strong></p>



<p>Perayaan hari kasih sayang yang identik &nbsp;dengan pesta pora bin hura-hura menjadi media
efektif untuk menanamkan virus hedonisme di kalangan remaja. Lantaran <em>having
fun</em> seolah sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Padahal, virus
hedonisme bakal bikin kehidupan remaja mati suri. Masa depan dunia akhiratnya
suram tak berarti. Sayangnya, banyak remaja yang nggak ngeh dengan gaya hidup
hedonis. Ikut aja kaya sapi kena hipnotis. </p>



<p>Catet nih penjelasannya! &nbsp;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi
sebagai tujuan utama dalam hidup. Sedangkan menurut kamus online wikipedia,
hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi
bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin
menghindari perasaan-perasaan &nbsp;yang
menyakitkan. Seo rang penganut paham hedonisme akan melakukan halhal yang dianggapnya&nbsp; menyenangkan seperti hidup dengan glamour, seks&nbsp; bebas, clubbing, pesta pora.&nbsp; </p>



<p>Kalo kita ulik dari sejarahnya, hedonisme adalah sebuah
aliran filsafat Yunani yang dicetuskan oleh Aristipos dan Epikuros. Hedonisme
bertujuan menghindari kesengsaraan dan penderitaan dengan menikmati kebahagiaan
hidup duniawi sebanyak mungkin. Ketika kekaisaran Romawi menguasai Eropa dan
Afrika, muncullah semboyan baru hedonisme, yaitu <em>carpe diem</em>, yang
berarti &#8216;raihlah kenikmatan sebanyak mungkin selagi engkau hidup&#8217;. Sejak itu
dalam hedonisme kebahagiaan dimaknai sebagai kenikmatan duniawi semata-mata. </p>



<p>Intinya, hedonisme berarti menjadikan kesenangan dan
kenikmatan dunia sebagai tujuan hidup yang utama. Bagi para penganut paham ini,
kehidupannya dijejali oleh kegiatan senang-senang, pesta-pora bin hurahura, seks
bebas, atau hingar-bingar konser&nbsp; musik. Perduli
amat dengan pandangan orang&nbsp; lain. Yang dipikirin
cuman kebahagiaan dirinya&nbsp; sendiri aja.
Apapun kata orang, yang penting&nbsp; happy!&nbsp; </p>



<p><strong>Generasi Pemuja Syahwat</strong> </p>



<p>Remaja penganut hedonisme hidup dalam kendali hawa nafsu.
Apa pun yang dikerjain, tujuannya untuk mengejar kesenangan dunia. Euforia
dalam perayaan valentine days pastinya nggak lepas dari jeratan hawa nafsu.
Tanda cinta &nbsp;hari kasih sayang cuman
kedok untuk menutupi akal bulusnya. Padahal isi kepalanya udah dijejali rencana
ekspresi cinta yang mengarah pada perilaku seks bebas. Bilangnya cinta suci
pada si doi, nggak tahunya yang diumbar nafsu hewani. Jijay deh! Inilah
sepenggal kisah seorang gadis yang telah kehilangan keperawannnya usai merayakan
Valentine&#8217;s Day tahun 2010 lalu. </p>



<p>Sebut saja Bunga (15), warga Kampung Simpar Kabupaten
Subang, yang diperkosa oleh empat remaja. Peristiwa yang menimpa siswi kelas II
SMP di Subang itu, terjadi saat korban berencana merayakan Valentine Day bersama
pacarnya. Setelah dipaksa pacarnya menenggak miras, korban merasakan pusing &nbsp;kepala. Kondisi seperti itu rupanya malah
dimanfaatkan pacar dan teman-temannya yang ikut merayakan valentine untuk
melampiaskan nafsu hewannya. Setelah puas mereka langsung pergi dan membiarkan
korban tergeletak di pinggir gang. Tahun 2013, fenomena sex on valentine malah
kian tak tak terkendali. </p>



<p>Seperti kejadian di kota pahlawan. Remaja di Surabaya dan sekitarnya
sudah salah &nbsp;kaprah memaknai hari kasih
sayang (valentine day) yang dirayakan, Kamis (14/2/13). Berdalih membuktikan
cinta, mereka malah &#8216;menghalalkan&#8217; seks bebas. Buktinya, belasan pasangan mesum
di Jombang dan Bojonegoro berhasil diciduk aparat. Pelakunya mulai mahasiswa,
guru hingga pegawani negeri sipil (PNS). Sementara sejumlah hotel kelas melati atau
hotel short time di Surabaya sudah dipenuhi pasangan tak resmi. </p>



<p>Tak terkecuali pasangan muda-mudi yang masih bau kencur. Tak
ada filter di hotel yang melayani check in per enam jam ini. Ironisnya lagi,
penjualan kondom di beberapa mini market mengalami kenaikan.<em> (suaralamongan.blogspot.com/2013/02)</em>.
Yang mengejutkan, temuan Yayasan Hotline Pendidikan. Sebuah lembaga yang bergerak
di bidang pendidikan ini menemukan sebanyak 20% pelajar Surabaya yang hamil
sebelum nikah, ternyata melakukan hubungan seks ketika perayaan valentines day.
</p>



<p>Ini dibenarkan Isa Ansori, Ketua Yayasan Hotline Pendidikan.
Ia menjelaskan selama tahun 2012 lalu, yayasan yang dia pimpin menerima
sebanyak 84 kasus pelajar SMP hingga SMA di Surabaya yang mengalami hamil
sebelum nikah. </p>



<p>Dari jumlah itu, kata Isa, sekitar 15 anak mengaku berhubungan
saat valentine day. &#8220;Mereka &nbsp;ngakunya
hanya sekali saja berhubungan saat merayakan valentine day dan langsung hamil,&#8221;
(idem). Perayaan valentine days yang jorjoran dikampanyekan media massa turut membidani
lahirnya generasi pemuja syahwat. </p>



<p>Perayaan VD dengan pacar seolah menjadi legalisasi remaja
untuk mengekpresikan cinta sesuai petunjuk setan. Dari sekedar jalan bareng,
dilanjut kissing, necking, petting, hingga intercourse alias tidur bareng.
Naudzubillah! Masihkah kita berdiam diri dengan gencarnya perayaan VD? </p>



<p><strong>Jauhi VD, Ikut Ngaji!</strong> </p>



<p>Gencarnya serangan pemikiran dan budaya yang menggempur
remaja tak lagi terelakkan. Remaja muslim udah kaya cemilan aja yang
dihidangkan di hadapan anak kost yang kelaparan. Dicomot dari segala arah sampe
ludes tak bersisa. Sehingga remaja muslim kehilangan jati dirinya. Nggak kenal
lagi dengan identitasnya sebagai muslim. Cara berpikir dan berperilakunya udah
berkiblat pada kehidupan masyarakat barat yang sekuler. &nbsp;</p>



<p>Perayaan valentine days seolah lumrah. No hard feeling.
Meski udah jelas bukan budaya muslim, tetep aja dijabanin lantaran provokasi
media yang menganggapnya biasa. Ditambah lagi sohibnya pada ngajakin. Kayanya
kuper kalo nggak ikut ngerayain. Padahal, kalo remaja muslim terhanyut dalam gelombang
kehidupan hedonis, bisa-bisa masa depan Islam tinggal batu nisan. Kebangkitan
Islam di tangan para pemuda islam tinggal angan-angan. Ngenes! Karenanya
masalah remaja nggak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi oleh mata kaki.
Negara harus segera bergerak menyelamatkan remaja. Benahin deh tuh aturan
tayangan media yang dijejali oleh acara gak jelas. </p>



<p>Joget sepanjang hari, banyolan gak bermutu, lawakan
slapstik, sinetron pengumbar syahwat, talent search yang menjadi jalan pintas
meraih popularitas hingga hingar-bingar pesta musik yang menghanyutkan remaja
dalam kesenangan dunia. Jangan tunggu teguran KPAI atau &nbsp;gebrakan dari ormas Islam untuk mencekal tayangan
bengal. </p>



<p>Kewajiban negara untuk menjaga akidah dan mental rakyatnya
dari sumber informasi menyesatkan seperti tayangan liberal yang memadati siaran
televisi. &nbsp;Lebih joss lagi kalo nggak
cuman tayangan media yang dibenahi. Kebijakan pemerintahnya juga sekalian
dipermak. Aturan sekuler dalam balutan demokrasi, bikin negara nggak punya
nyali. Mau aja diatur oleh negara adidaya untuk meliberalisasi sumber daya alam
dan dipaksa ngutang ke lembaga keuangan dunia. Akibatnya, kas negara tekor
setiap tahun diporotin utang riba. Subsidi rakyat dalam bidang pendidikan,
kesehatan, dan migas dicabut. Hasilnya, kualitas SDM merosot. </p>



<p>Setiap tahun lahir pelajar sekuler bin materialis dengan
minim skill tapi maksi gengsi. Inilah yang menjadi sasaran empuk terjangkiti
virus hedonis. &nbsp;Masyarakat juga mesti
ikut ambil bagian. Perilaku remaja yang nyeleneh nggak boleh didiemin aja.
Kemaksiatan mesti dicegah dengan dakwah. Lantaran, akibatnya bukan cuman mereka
yang rasain. Masyarakat juga bakal kena batunya. Rasul mengingatkan, </p>



<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum
karena perbuatan orangorang tertentu, hingga masyarakat umum melihat kemunkaran
di hadapan mereka&nbsp; sedang mereka mampu
mengingkarinya&nbsp; tapi mereka tidak mengingkarinya.
Jika mereka&nbsp; berbuat demikian, maka&nbsp; Allah akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang
tertentu itu.”</em><strong> [HR. </strong>&nbsp;<strong>Ahmad
dan Ath-Thabrani, dalam Al-Awsath] </strong></p>



<p>Nah buat remaja en remaji, biar nggak &nbsp;jadi korban sapuan gelombang hedonis, perkuat
benteng pertahanan kita. Virus hedonis akan menjangkiti remaja yang lemah iman.
Remaja yang cuman mikirin mikirin diri sendiri sepanjang hidupnya. Remaja yang maunya
hidup senang, nggak mau ribet, dan serba boleh ngapain aja. Cara memperkuat benteng
pertahanan kita dengan mengenal Islam lebih dalam. Mesti ada anti virus yang akan
melawan pemikiran liberal yang sesat. Biar nggak latah ngikutin budaya sekuler barat
dan ritual keyakinan orang kafir. </p>



<p>Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: <em>“Dan janganlah kamu
mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya”</em> <strong>(QS.
Al Isra&#8217; : 36).</strong> </p>



<p>Driser, sejatinya kita hidup untuk beribadah. Bukan cuman
shalat, puasa, zakat atau pergi haji. Tapi mencakup setiap aktifitas kita dalam
keseharian. Belajar, bekerja, berteman, dan berdakwah akan menjadi ibadah kalo
niatnya ikhlas dan caranya ngikutin teladan Rasul saw. Kenapa kita mesti ngotot
pake aturan Islam dalam sehari-hari? Lantaran kebahagiaan hidup paling mentok seorang
muslim adalah ketika ridho Allah selalu menyertai. Selamat di dunia, aman di akhirat.
Dan bisa menangkal virus hedonis yang menjadikan kesenangan materi dan
kenikmatan dunia sebagai tujuan hidup utama. So, jauhi ViDi, ikut ngaji. Yuk!
[341] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-33-hedonisme-valentine-day/">Majalah Drise Edisi 33 : Hedonisme Valentine day</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/majalah-drise-edisi-33-hedonisme-valentine-day/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3804</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
