<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Boyli Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/boyli-majalah-remaja-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Oct 2019 06:25:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2019 03:41:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[#indonesiatanpapacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4063</guid>

					<description><![CDATA[<p>ngomong-ngomong soal pacaran, ternyata bukan cuma cewek yang di rugikan dalam hubungan tanpa ikatan ini. Tapi cowok juga mesti siap-siap mendapatkan banyak kerugian. Nggak percaya? Ayo kita hitung-hitung dari segi tenaga, waktu, dan uang antara cowok yang masih jomblo dengan yang udah punya boncengan (hhe..hee maksudnya gandengan). Mari kita cek dan ricek&#8230; mulai dari itung-itungan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/">Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ngomong-ngomong soal pacaran, ternyata bukan cuma cewek yang di rugikan dalam hubungan tanpa ikatan ini. Tapi cowok juga mesti siap-siap mendapatkan banyak kerugian. Nggak percaya? Ayo kita hitung-hitung dari segi tenaga, waktu, dan uang antara cowok yang masih jomblo dengan yang udah punya boncengan (hhe..hee maksudnya gandengan).</p>
<p>Mari kita cek dan ricek&#8230; mulai dari itung-itungan waktu setiap minggu. Berapa menit yang kamu habiskan untuk perjalanan ngapel ke rumah doi? Berapa jam yang dihabiskan untuk ngobrol ngalor ngidul bin ngegombal? Berapa jam yang dipake untuk nonton bareng di bioskop atau ngeceng di cafe? Berapa jam yang dialokasikan untuk kirim sms atau cekakak-cekikik via ponsel? Kalo udah, coba kalikan 4 biar ketahuan jumlahnya dalam sebulan.</p>
<p>Lalu, apa yang kamu dapatkan dari semua kegiatan pacaran itu? Semangat hidup? Produktifitas dalam karya? Prestasi? Atau ladang pahala untuk dibawa di hari penghisaban di akhirat kelak? Gini deh. Kalo perjalanan ngapel ke rumah doi habis 20 menit, untuk ngobrol dan ngegombal 2 jam (120 menit), nonton atau nongkrong di cafe 2 jam (120 menit), total keep in touch with ponsel 2 jam (120 menit), berarti dalam seminggu sekitar 380 menit atau 6 jam kamu pake buat pacaran. Kalo sebulan sekitar 24 jam.</p>
<p>Sehari semalam dalam sebulan, waktu hidup kamu dipake buat ngikutin godaan setan. Ini dari sisi waktu. Belon lagi jumlah duit yang dirogoh serta tenaga dan pikiran yang dikerahkan untuk bermaksiat. Modus! Itu saya gunakan standar minimal, realitanya justru lebih loh. Bahkan, ada yang &nbsp;sampai bersama trus, hanya waktu formal aja yang membedakan &nbsp;misalnya beda jam pelajaran dll. Udah sewajarnya kamu sebagai cowok &nbsp;yang masih jomblo bersyukur. Apapun posisi kamu sebagai jomblo entah itu baru maupun bekas, selalu bersyukur dan memanfaatkan masa jomblomu untuk mengukir kesuksesan dan menjadi lebih baik lagi kedepannya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-4064" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?resize=660%2C355" alt="" width="660" height="355" srcset="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?w=715&amp;ssl=1 715w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?resize=300%2C162&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2019/10/ternyata-pacaran-merugikan-cowok.jpg?resize=600%2C323&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Nikmati jomblomu dan tetap enjoy, Men. Dan saya juga yakin kalo kita adu jotos,..(huff nggak boleh). Maksudnya jika kita adu kecepatan meraih cita-cita antara jomblo dan yang pacaran, bagiku jomblo lebih cepat meraih cita-cita dibanding dengan orang yang pacaran. Kenapa? Cukup kita analisis dari segi waktu luang dan biaya hemat yang kita miliki. Belum lagi kalo yang punya pacar ada masalah langsung jadi galau, hingga bisa menghambat&nbsp; segala aktivitas lainnya. Apalagi kalo tahu pacarnya selingkuh, seharian akan nangis&nbsp; bombay di kamar deh, sambil selimutnya digunakan untuk ngelap air mata, air liur, dan ingusnya. Iiih.. jijay!</p>
<p>Sekali lagi, jadilah jomblo yang bersyukur. Tidak perlu melontarkan keluhkesah atas status jomblomu. Kerja sedikit mengeluh, lagi cuci baju mengeluh, lagi rapiin&nbsp; kamar ngeluh. Bergumam dalam hati “coba&nbsp; kalo ada pasangan, pasti ada yang bantu deh” jadi kagak capek-capek kayak gini. Ribet&nbsp; banget dah. Jangan gitu guys!</p>
<p>Tetap jalani aja hidupmu apa adanya, keluh kesah dan ketidak ikhlasan membuat hidupmu&nbsp; terasa&nbsp; berat. Karena sejatinya ketika dijalani dengan&nbsp; ikhlas dan tetap disandarkan pada mengharapkan ridha Allah, insya Allah, yakin&nbsp; dan percaya, hidup yang kamu jalani akan&nbsp; terasa nyaman, tenteram, menyenangkan,&nbsp; tertib, amanl, damai, sentosa dan bersih…haa..haaa..kaya prinsip kelurahan aja. &nbsp;Sebagai cowok jomblo yang selalu beryukur dan ingat kepada Allah, yakin dan percayalah bahwasanya kebaikan yang kita dapatkan adalah tergantung dari prasangka seorang hamba kepada Rabb-nya.</p>
<p>Ketika berprasangka baik kamu akan mendapatkan kebaikan, begitulah sebaliknya. Dalam hal ini terdapat dalam Hadits qudsi riwayat Ahmad &nbsp;dengan sanad Hasan dari Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman: “Aku Tergantung prasangka hamba-Ku kepada Ku. Apabila ia berprasangka baik kepada-Ku, maka kebaikan baginya, dan bila berprasangka buruk maka keburukan baginya.” &nbsp;Tuh kan, sejatinya yang terbaik adalah berprasangka baik pada Allah. Yakinkan pada diri , bahwa kamu akan mendapatkan pasangan yang terbaik. Jadi jomblo mah kagak masalah atuh.</p>
<p>Toh insya Allah pada hari yang tepat akan menemukan sang pujaan hati&nbsp; yang dikirimi oleh Allah untuk menjadi pasangan kita. Yang penting, selagi jomblo optimalkan waktu hidup kamu untuk meraih predikat mulia sebagai seroang muslim.</p>
<p>Asah deh tuh kemampuan kamu yang bisa menghasilkan karya untuk kebaikan umat. Isi deh waktu dengan mengenal Islam lebih dalam, biar punya benteng saat godaan setan datang menghadang. Asyiikkk kan? Karena kita jomblo mulia! [La Ode Munafar]</p>

<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/">Ternyata Pacaran itu merugikan cowok</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ternyata-pacaran-itu-merugikan-cowok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cowok Playboy Di Nanti atau Di benci?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cowok-playboy-di-nanti-atau-di-benci/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cowok-playboy-di-nanti-atau-di-benci/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2018 23:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3698</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau wajahmu seganteng afgan mungkin sedang mimpi Maksudnya, itu adalah anugerah Allah yang kudu kamu syukuri dengan menjaga diri. Bukan malah jadi aktivis tebar pesona yang bikin lawan jenis klepek-kelepek tak berdaya. Karena kalo sudah tebar pesona, banyak remaji yang tak kuasa menahan rasa lalu meminta kamu jadi pacarnya. Sakingnya banyaknya cewek yang terpesona, kamu &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cowok-playboy-di-nanti-atau-di-benci/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cowok Playboy Di Nanti atau Di benci?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-playboy-di-nanti-atau-di-benci/">Cowok Playboy Di Nanti atau Di benci?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau wajahmu seganteng afgan mungkin sedang mimpi Maksudnya, itu adalah anugerah Allah yang kudu kamu syukuri dengan menjaga diri. Bukan malah jadi aktivis tebar pesona yang bikin lawan jenis klepek-kelepek tak berdaya. Karena kalo sudah tebar pesona, banyak remaji yang tak kuasa menahan rasa lalu meminta kamu jadi pacarnya. Sakingnya banyaknya cewek yang terpesona, kamu bisa terjerumus jadi cowok tipe setia alias setiap tikungan ada. Buka cabang dimana-mana persis restoran padang. Inilah jenis cowok playboy yang merajalela mencari mangsa karena beberapa alasan.</p>
<p>Diantaranya: Pertama, ada cowok yang sengaja jadi cowok playboy karena alasan sebuah prestise alias kebanggaan. Apalagi kalo doi dari kalangan the have, maka kegantengannya sekaligus kekayaannya jadi kebanggaan. Ya iyalah, kalo ada cowok dari golongan fukara wal masakin trus pake ngegaya bin pamer, itu cowok belagu namanya. Ngaca bro! hehehe….</p>
<p>Kedua, alasan cowok jadi cowok playboy, karena emang sengaja pengin morotin lawan jenisnya. Lumayanlah kalo bisa &#8216;koleksi&#8217; cewek berduit, alamat kantong nggak pernah bolong. Kalo butuh pulsa tinggal bilang sama si Ani, kalo perlu bensin minta aja sama si Ana, kalo lagi galau karena tugas kuliah bisa minta bantuin si Ane, dan sebagainya.</p>
<p>Ketiga, cowok jadi cowok playboy, katanya sih karena belum menemukan cinta sejatinya. Sehingga gonta-ganti pacar atau punya cabang dimana-mana, katanya buat seleksi yang kira-kira ngeklik dijadiin pasangan hidup. Padahal sebenarnya bukan untuk mencari pasangan hidup, tapi cuman kesenangan hidup alias having fun. Ngaku aja deh! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/13.1.0/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Keempat, cowok jadi cowok playboy karena ingin balas dendam. Wah, kalo ini sih parah pake banget nih. Doi masih punya sakit hati utamanya kepada lawan jenis, entah diputus cinta atau dikhianati selingkuh, maka doi bersumpah serapah, bakal mempermainkan semua wanita. Ngeri bro! Dari keempat alasan di atas, kayanya wajar bin maklum kalo setiap cewek yang masih waras ngerasa jengah dengan tingkah cowok playboy. Tapi, berhubung sekarang zamannya gak wajar, banyak cewek yang malah pdkt dengan cowok playboy.</p>
<p>Karena yang sedang berlaku sistem sekularisme, segalanya diukur dengan nilai kemanfaatan dan materialisme. Jadi bagi cewek yang kegilaan dengan prestise maka bisa ngegaet atau digaet cowok playboy berlimpah materi atau bertampang eye catching adalah sebuah kebanggaan. Begitulah kalo iklim pergaulan di sekitar kita lagi mengagungkan sekularisme, dimana agama (Islam) dipinggirkan. Jadi, hadirnya cowok plaboy justru bukannya dibenci tapi malah dinanti-nati. Heum, prihatin ya. *ngusap dada*</p>
<p>Hai cowok, jadilah Mushab Mushab bin Umair salah seorang sahabat Rasulullah Saw berusia muda yang ganteng, parlente, dan borjuis. Tapi potensi kegantengan, kekayaan Mushab tidak lantas disalahgunakan buat ngegaet kaum hawa yang ada di Mekah maupun Madinah. Justru sebaliknya, Mushab bergabung bersama para sahabat Rasulullah yang lain menjadi pembela Islam, meskipun ibunya tidak merestui. Tapi Mushab bin Umair, ngeyel untuk tetap menjadi pejuang Islam dan ikut berperang bersama Rasulullah Saw.</p>
<p>Mushab bukan hanya cowok macho, beliau juga pintar, terutama pinter dalam berdiplomasi. Sehingga Rasulullah menunjuk Mushab sebagai menjadi duta Islam untuk mengajarkan Islam kepada suku Aus dan Khazraj di Madinah. Berkat jasa Mushab, kota Madinah menjadi lahan subur dakwah Islam, bahkan dijadikan tempat hijrah Nabiullah Muhammad. Meski demikian Mushab tetap rendah hati, hidup dalam kesederhanaan. Bahkan diceritakan menjalang ajalnya, saat itu di Perang Uhud, kain yang dipakai oleh Mushab hampir tak cukup menutupi tubuhnya. Kalo kain itu ditarik ke atas menutupi mukanya, maka tubuh bagian bawahnya kelihatan, demikian pula sebaliknya. Subhanallah, begitulah akhir hidup seorang Mushab, yang terkenal tampan, tapi tidak pernah menyalahgunakan ketampanannya untuk menaklukkan kaum hawa. Cukup bidadari surga yang akan menemaninya di akhirat kelak.</p>
<p>Nah, buat para cowok playboy, segera insyaf deh. Nggak usah kegeeran kalo ada cewek yang pdkt, itu jebakan yang bisa mengantarkan pada kemaksiatan. Mending gabung dengan barisan dakwah Islam seperti Mushab, balasannya surga dan para bidadari yang cantik jelita. Ayuk, sekarang juga, jangan ditunda! (LBR)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-playboy-di-nanti-atau-di-benci/">Cowok Playboy Di Nanti atau Di benci?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cowok-playboy-di-nanti-atau-di-benci/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ROKOK ITU COWOK</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/rokok-itu-cowok/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/rokok-itu-cowok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2018 08:10:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3636</guid>

					<description><![CDATA[<p>rokok, benda satu ini masih jadi perdebatan sengit, ciee…  perdebatan sengit, kayak acara teve aja. Yup, baik dari sisi  Rkesehatan, hukum agama, hingga identitas yang  menyertainya. Kalangan medis berpendapat, rokok adalah biang  racun. Ulama ada yang berpendapat, merokok itu makruh hingga  haram. Tapi bagi kaum Adam, rokok itu masih ditasbihkan sebagai  simbol kejantanannya. Meski ada &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/rokok-itu-cowok/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">ROKOK ITU COWOK</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/rokok-itu-cowok/">ROKOK ITU COWOK</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>rokok, benda satu ini masih jadi perdebatan sengit, ciee…  perdebatan sengit, kayak acara teve aja. Yup, baik dari sisi  Rkesehatan, hukum agama, hingga identitas yang  menyertainya. Kalangan medis berpendapat, rokok adalah biang  racun. Ulama ada yang berpendapat, merokok itu makruh hingga  haram.</p>
<p><figure id="attachment_3972" aria-describedby="caption-attachment-3972" style="width: 799px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-3972" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2018/06/70902721_2769841653026228_2923009331244826624_n.jpg?resize=660%2C422" alt="" width="660" height="422" srcset="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2018/06/70902721_2769841653026228_2923009331244826624_n.jpg?w=799&amp;ssl=1 799w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2018/06/70902721_2769841653026228_2923009331244826624_n.jpg?resize=300%2C192&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2018/06/70902721_2769841653026228_2923009331244826624_n.jpg?resize=768%2C491&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2018/06/70902721_2769841653026228_2923009331244826624_n.jpg?resize=600%2C384&amp;ssl=1 600w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" data-recalc-dims="1" /><figcaption id="caption-attachment-3972" class="wp-caption-text">#motivasi #inspirasi #katamotivasi #jackma #jackmaquotes #katakatabijak #katabijak #motivasihidup #motivasipengusaha #motivasisukses #sukses #suksesmuda #suksesbutuhproses #pengusahamuda #pengusahasukses #pengusaha #pengusahamuslim #pebisnismuda #pebisnissukses #pebisnis #bisnisonline #bisnis #wirausaha #paytren #semangat #motivation #inspiration #entrepreneur #indonesia</figcaption></figure></p>
<p>Tapi bagi kaum Adam, rokok itu masih ditasbihkan sebagai  simbol kejantanannya. Meski ada kaum hawa yang mungkin  ngasih nilai lebih jika kelak calon suaminya bukan perokok. Karena  yang mereka harapkan dari suaminya kelak adalah konsistensinya  menjaga agar dapur tetep ngebul, bukan mulut yang ngebul!  Wkwkwk….! Rokok itu cowok banget? Mungkin ada yang pernah bersoloroh, kalo cowok nggak  merokok itu banci. Soalnya, opini yang dikampanyekan iklan rokok  selalu menempelkan sifat macho, jantan, petualang, tangguh,  cool, calm, confident dan seabrek sifat kelelakian lainnya.</p>
<p>Walhasil, rokok itu selalu identik dengan makhluk yang berjenis  kelamin cowok. Makanya kalo ada pejantan gak ngebul tuh  bibirnya, dianggap bences. Segitunya ya, padahal mah faktanya  gak juga. Karena sekarang nggak sedikit cewek yang juga merokok.  Bahkan cowok jadi-jadian alias banci atau cewek jelmaan alias  waria, banyak juga yang doyan ngudud. Jadinya jelas banget kalo merokok atau nggak ada kaitannya  dengan gender alias jenis kelamin. Karena merokok itu suatu  perbuatan yang bisa dipilih siapapun untuk dikerjakan atau nggak.</p>
<p>Entah itu oleh cowok atau cewek. Kalo pun sikap kelelakian yang  selalu digambarkan dalam iklan tembakau giling itu seolah milik  cowok, itu cuman kerjaan para produsen dan tukang bikin iklan  aja. Biar produknya laku. Mereka menjual gengsi, bukan produk  rokok yang cenderung kontroversi. Karena nggak setiap perokok  itu cowok jantan bin pemberani. Sebaliknya, cowok yang nggak  merokok bisa jadi lebih jantan dan pemberani. So, rokok itu  cowok banget?</p>
<p>Itu mitos palsu. Apa alasanmu merokok? Sigmund Frued, pakar psikoanalisis Barat ini pernah bilang  “merokok adalah salah satu kesenangan yang paling hebat dan  paling murah dalam hidup” . Pernyataan freud ini perlu dikoreksi,  karena faktanya semakin kesini, harga rokok bukan semakin  murah. Tapi itu pun nggak membuat para perokok jera untuk  menikmati rokok. Dan kalo bener merokok itu salah satu bentuk  kesenangan, maka bisa dipastikan bahwa para perokok itu  merokok just for fun.</p>
<p>Apalagi kalo kita mau jujur, apa sih yang didapatkan dari  rokok? Rokok itu nggak bisa dikategorikan makanan, karena  memang faktanya nggak mengenyangkan. Dia hanya berisi asap  yang dihirup lalu dikeluarkan lewat hidung atau mulut, hanya itu  aja. Kalo pun ada yang membuat puas perokok ketika menikmati  rokok adalah rasa gengsi, keren, gentle, mungkin itu aja alasan  yang tersisa. Maka pertimbangkan dengan baik, apa alasan kita bertahan  menjadi perokok?</p>
<p>Jika itu sebuah perbuatan, maka para ulama  juga sudah banyak mengkategorisasikan hukum rokok dalam  Islam. Ada ulama yang menghukumi mubah ada juga yang  makruh, bahkan ada yang mengatakan haram.  Tidak perlu bicara lagi untung-rugi dari merokok. Sebagai  muslim pertimbangan kita adalah hukum atau syariat. Jika sudah  ada yang menghukumi haram, atau makruh, maka segera saja  tinggalkan. Kalo pun merokok itu bersatus sebagai sebuah  perbuatan mubah, maka merokok adalah perbuatan yang sia-sia.  Dan kalo itu perbuatan yang sia-sia, perhatikan sabda Nabi saw.</p>
<p>“Di antara ciri kebaikan seseorang adalah meninggalkan perkara  yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Tapi ingat ya, kalo pun kita meninggalkan rokok bukan  karena ada untungnya, biar disukai cewek, itu salah besar. Bagi  kaum cowok ninggalin merokok bukan karena cewek, bisa batil  niatnya. Tapi meninggalkan atau tidak merokok, bener-bener  karena Allah. Kalo masih aja ada yang ngeyel, sambil bilang “mana  bisa ninggalin rokok”. Maka dengan berani bin tegas, kita katakan  bahwa ini hanya soal pilihan saja. Mau atau tidak, bukan bisa atau  tidak. Catet itu! [LBR] *</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/rokok-itu-cowok/">ROKOK ITU COWOK</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/rokok-itu-cowok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3636</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ANAK MAMI</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/anak-mami/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/anak-mami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 22:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=3586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anak mami mau mandiri Tapi masih nodong papi Dikit-dikit nyari mami Anak mami pulang lagi Ini adalah penggalan syair dari lagu &#160;&#8216;Anak Mami&#8217; yang dinyanyiin group Slank. &#160;Yang ngerasa anak mami boleh tunjuk &#160;hidung. Menurut psikolog Tika Bisono, &#160;konotasi anak mami sampai saat ini &#160;memang buruk, yakni pria manja, tidak &#160;mandiri, segala sesuatu berorientasi pada &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/anak-mami/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">ANAK MAMI</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/anak-mami/">ANAK MAMI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Anak mami mau mandiri Tapi masih nodong papi Dikit-dikit nyari mami Anak mami pulang lagi</p>
<p>Ini adalah penggalan syair dari lagu &nbsp;&#8216;Anak Mami&#8217; yang dinyanyiin group Slank. &nbsp;Yang ngerasa anak mami boleh tunjuk &nbsp;hidung. Menurut psikolog Tika Bisono, &nbsp;konotasi anak mami sampai saat ini &nbsp;memang buruk, yakni pria manja, tidak &nbsp;mandiri, segala sesuatu berorientasi pada &nbsp;ibunya. Nah, menurut Tika, cowok &#8216;anak &nbsp;mami&#8217; ada 3 tipe:</p>
<ol>
<li>Cowok &#8216;anak mami&#8217; tipe pertama: cowok yang memang sangat perhatian pada sang ibu, tapi masih bisa &nbsp;bertanggung jawab secara individu, &nbsp;alias masih bisa mandiri.</li>
<li>Cowok &#8216;anak mami&#8217; tipe kedua: cowok yang tidak hanya berorientasi pada sang ibu dalam hal pemenuhan domain &nbsp;needs, tapi juga sudah sampai pada &nbsp;urusan pekerjaan.</li>
<li>Cowok &#8216;anak mami&#8217; tipe ketiga: cowok yang out of proportion. Cowok jenis ini amat tergantung pada persetujuan &nbsp;ibunya, baik untuk keperluan pribadi, &nbsp;urusan sekolah, sampai pada &nbsp;hubungannya dengan orang lain.</li>
</ol>
<p>Heum, tentu kalo Driser sepakat &nbsp;maka cowok &#8216;anak mami&#8217; tipe yang ketiga &nbsp;itulah yang pantas untuk tidak diingini &nbsp;siapapun, termasuk lawan jenisnya, dan itu &nbsp;yang akan kita bahas disini. Karena jujur &nbsp;aja, tipe cowok yang seperti itu masih ada, &nbsp;bahkan bisa jadi tambah banyak seiring &nbsp;dengan cara mendidik atau mengasuh yang &nbsp;salah. Jangan salah asuh “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. &nbsp;Kedua orang tuanya lah yang &nbsp;menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau &nbsp;Majusi” (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Pada faktanya memang seseorang &nbsp;yang masih kanak-kanak nggak bisa &nbsp;menentukan arah hidupnya kecuali atas &nbsp;bimbingan orang tuanya. Cara orang tua &nbsp;mengasuh anak ketika masih kecil yang &nbsp;akan menentukan perilaku anaknya &nbsp;dikemudian hari. Sementara itu, pada &nbsp;umumnya porsi yang lebih banyak &nbsp;mengasuh anak adalah seorang ibu &nbsp;dibanding ayahnya. Nah, pada kasus anak cowok yang &nbsp;jadi &#8216;anak mami&#8217; ini pun begitu. Tapi hal ini &nbsp;terjadi nggak serta merta ataupun sebagai &nbsp;sebuah sebab-akibat. Artinya, nggak setiap &nbsp;anak cowok yang selalu diasuh ibunya akan &nbsp;otomatis jadi &#8216;anak mami&#8217;. Sekali lagi, &nbsp;tergantung cara mengasuh dan &nbsp;mendidiknya. Kalo si ibu sudah semacam ibu &nbsp;diktator memaksakan cara mendidiknya &nbsp;yang cenderung feminim, ditambah lagi &nbsp;dengan porsi memanjakan si anak yang &nbsp;terlalu berlebihan, maka bisa jadi anak &nbsp;cowoknya akan jadi anak mami. Karena &nbsp;memang cowok itu mahluk maskulin, tentu &nbsp;sifat kelelakiannya ditunjukkan dengan &nbsp;kemandiriannya. Nah, kalo cara mengasuh &nbsp;anaknya model begituan berlangsung &nbsp;sampe anak gedhe bahkan dewasa, maka &nbsp;peluang anak cowok untuk jadi anak mami &nbsp;kayak lagunya Slank, jadi lebih besar. Cowok yang menyandang predikat &nbsp;anak mami sudah jelas menghabiskan &nbsp;waktunya lebih banyak dengan ibunya. &nbsp;Sejak kecil dia terbiasa bercerita dan &nbsp;mendengar banyak cerita dari ibunya. &nbsp;Fenomena ini akan lebih parah di era &nbsp;kapitalisme sekarang ini, ketika orang tua &nbsp;khususnya ayah, lebih banyak sibuk bekerja &nbsp;diluar, dan menyerahkan sepenuhnya &nbsp;urusan anak kepada ibunya. Pun &nbsp;keadaannya akan sama, kalo ternyata si ibu &nbsp;juga sibuk diluar rumah, entah bekerja atau &nbsp;aktivitas sosial, sementara urusan anak &nbsp;diserahkan kepada pembantu, maka segala &nbsp;fasilitas dan keinginan anak akan dipenuhi. &nbsp;Saat itulah peluang jadi anak manja yang &nbsp;merupakan ciri dari anak mami, jadi makin &nbsp;terpenuhi. Cowok Harus Bisa Diandalkan “Kan bagus, kalo dekat dengan &nbsp;mami, berarti menghormati mami, apalagi &nbsp;sama pasangannya nanti”. Iya, kalo pada &nbsp;sisi itu bisa jadi ada positifnya. Tapi jika &nbsp;porsi ibu terlalu dominan memperhatikan &nbsp;detil pada persoalan anak cowoknya, dan &nbsp;lebih terkesan mendikte, maka si anak &nbsp;cowoknya akan jadi anak mami. Akibatnya, &nbsp;si anak merasa tidak mandiri atau tidak &nbsp;pernah belajar berdikari. Segalanya &nbsp;ditentukan oleh ibunya, bahasa ekstremnya &nbsp;&#8216;pokoke apa kata ibu&#8217;. Nah, sebagai anak cowok, tentu &nbsp;Driser nggak pengin dan nggak boleh jadi &nbsp;anak mami seperti yang diuraikan tadi. &nbsp;Kenapa?</p>
<p>Pertama: Secara umum, cowok &nbsp;ataupun cewek, akan dimintai &nbsp;pertanggungjawaban atas perbuatannya &nbsp;sendiri-sendiri. Tidak ada dosa warisan &nbsp;dalam Islam, sehingga segala perbuatan &nbsp;kita yang melakukan, kita yang harus &nbsp;mempertanggungjawabkan. &nbsp;</p>
<p>Kedua: Apa yang kita lakukan dalam &nbsp;hidup ini adalah karena hasil pilihan kita, &nbsp;bukan pilihan orang lain, pun juga orang &nbsp;tua kita.</p>
<p>Ketiga: Laki-laki dalam pandangan &nbsp;Islam adalah pemimpin. Bukan sebagai &nbsp;bentuk dominasi cowok kepada &nbsp;perempuan, tapi ini sebagai sebuah &nbsp;kewajiban dan kefitrahan. &nbsp;</p>
<p>Keempat: Anak cowok adalah calon &nbsp;penanggungjawab pemimpin bagi &nbsp;keluarganya, pencari nafkah buat anak &nbsp;istrinya, maka anak cowok kudu belajar &nbsp;mandiri.</p>
<p>Kelima: Secara pandangan fikih, &nbsp;ketika anak cowok sudah baligh maka &nbsp;pertangungjawaban mencari nafkah sendiri &nbsp;ada ditangannya. Berbeda dengan anak &nbsp;cewek, yang akan ditanggung nafkahnya &nbsp;ketika dia menikah. Makanya dalam Islam &nbsp;kewajiban bekerja itu ada di pihak laki-laki, &nbsp;sedangkan bagi perempuan tidak harus &nbsp;alias mubah-mubah saja. So, jadi cowok itu kudu bisa &nbsp;diandelin. Kalo emang sayang sama ibu, &nbsp;nggak harus jadi anak cupu. Kalo deket &nbsp;sama mama, tak perlu jadi anak manja. Be &nbsp;gentle! Catet! [LBR]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/anak-mami/">ANAK MAMI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/anak-mami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tawuran itu Cowok Bangets</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/tawuran-itu-cowok-bangets/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/tawuran-itu-cowok-bangets/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2015 11:41:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Twuran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=668</guid>

					<description><![CDATA[<p>drise-online.com &#8211; Tawuran adalah fenomena yang sudah mewabah dan menjadi penyakit masyarakat. Ciri teman-teman kita yang sok jagoan, bisa dilihat isi dalam tasnya. Bulpen bisa berganti obeng, ikat pinggang bisa dilengkapi gear motor pada ujungnya. Miris ya. Jika di masa pelajar aja mereka sudah kehilangan karakternya sebagai kaum terpelajar, wajar jika kemudian lahir generasi preman. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/tawuran-itu-cowok-bangets/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Tawuran itu Cowok Bangets</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tawuran-itu-cowok-bangets/">Tawuran itu Cowok Bangets</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>drise-online.com</strong> &#8211; Tawuran adalah fenomena yang sudah mewabah dan menjadi penyakit masyarakat. Ciri teman-teman kita yang sok jagoan, bisa dilihat isi dalam tasnya. Bulpen bisa berganti obeng, ikat pinggang bisa dilengkapi gear motor pada ujungnya. Miris ya. Jika di masa pelajar aja mereka sudah kehilangan karakternya sebagai kaum terpelajar, wajar jika kemudian lahir generasi preman. Kebanyakan, memang kaum ada yang jadi aktivis tawuran. Tapi apa bener, tawuran itu udah fitrahnya cowok? Kalo cowok nggak tawuran, apa bisa dibilang cemen?</p>
<p><strong>Pemicu Tawuran</strong></p>
<p>Dr. Arief Rachman, pakar pendidikan menyebutkan empat penyebab utama pemicu tawuran. Pertama, karena remaja berkarakter labil. Sikap pelajar yang demikian cepat marah dan reaktif. Bahkan emosinya tidak seimbang dengan penggunaan nalarnya, dan imannya sangat rendah.</p>
<p>Kedua, karena keluarganya bermasalah. Boleh dibilang nggak cocok untuk perkembangan kepribadian anak. Seringkali orang tua menerapkan pola asuh yang represif alias melakukan penekanan terus menerus. Ketiga, karena manajemen sekolah yang amburadul. Tidak hanya pelajarnya, tapi pelajarannya yang tidak membekas, atau bahkan pelajaran yang tidak membentuk etika kesopanan, ataupun norma agama. Keempat, karena tayangan televisi yang menyajikan sadism, vulgarisme, dan hedonisme yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan fisik. (diolah dari sumbernya: Media Indonesia)</p>
<p>Menyimak dari apa yang disampaikan oleh Dr. Arif di atas, tidak didapati ciri yang menunjukkan kalo tawuran adalah cowok bangets. Hal itu juga terbantahkan, ketika fakta menyuguhkan fenomena gank cewek Nero, yang tawuran juga jadi ciri khasnya. Karena memang apapun pemicu tawuran itu, bisa menghinggapi siapa saja, entah cowok atau cewek.</p>
<p>Dan pemicu tawuran itu semakin banyak berkembang, ketika suasana sekularisme makin dipelihara. Dimana Islam dipinggirkan untuk mengatur kehidupan. Sehingga mulai dari pribadi, keluarga, masyarakat dan negara bisa memicu munculnya tawuran. Seorang pelajar yang berkepribadian nggak jelas alias nggak punya idealisme, lahir dari keluarga yang tak pernah mengajarkan Islam sebagai pondasi hidupnya. Kemudian didukung oleh pendidikan sekolah yang tidak membentuk karakter, dan sistem negara yang seakan cuek terhadap problem masyarakat. Klop, jika tawuran tidak pernah terselesaikan secara serius, dan itu bisa dilakukan oleh cowok maupun cewek.</p>
<p><strong>Berani Tawuran? Mending jihad!</strong></p>
<p>Hai boys, ini penting buat kalian. Jika kalian merasa sok jago, coba perhatikan dan bacalah sejarah-sejarah Islam. Bacalah biografi para sahabat Rasulullah Saw. Contohlah Ali bin Abi Thalib yang pada umur 7 tahun beliau sudah masuk Islam. Beberapa tahun kemudian, dia sudah berani ikut berperang. Ingat lho ya perang bukan tawuran.</p>
<p>Jelas beda banget antara tawuran dan perang. Kalo tawuran bisa dipicu oleh keburukan yang terjadi, seperti yang dijelaskan di atas tadi. Tapi tidak dengan perang, apalagi perang fi sabilillah, perang membela Islam.</p>
<p>Dari Abu Qubail berkata: <em>Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.</em>(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)</p>
<p>Hadits di atas yang menginspirasi seorang Muhammad Al Fatih kecil hingga dia dewasa untuk menaklukkan Konstantinopel. Al-Fatih sudah menyiapkan diri sejak kecil dengan memantaskan diri menjadi pemimpin pasukan yang akan menaklukkan Konstantinopel tersebut. Ia sejak kecil dididik oleh para ulama, sejak usia aqil baligh tidak pernah meninggalkan Salat Rawatib dan Tahajjud. Ia juga menghindari kemaksiatan serta sudah hapal Quran sejak kecil.</p>
<p>Jadi, inspirasi penaklukan atau perang adalah dari Hadist. Sementara tawuran inspirasinya bisa hanya karena rebutan cewek, masalah sepele dua pele, yang nggak level dengan Inspirasi para sahabat dan generasi terbaik Islam.</p>
<p>Boys, perhatikan nasib saudaramu saat ini di Palestina, Suriah atau Mesir. Mereka disana dibantai, dibunuh, dan dizhalimi dengan keji. Nah, kalo emang kamu cowok dan ngakunya punya jiwa seorang jagoan. Salurkan pada jalur yang benar. Tapi sebelum menyalurkan pada jalur yang benar, terlebih dulu kalian harus memahami Islam. Biar nggak cuman modal semangat, tapi ‘isi’nya juga harus ada ibarat ‘tong kosong nyaring bunyinya’. Kalo ‘isi’ otakmu sudah benar, maka inspirasi seperti yang dimiliki Muhammad Al Fatih, Salahaduin Al Ayyubi, Sayfudin Qutus, Thariq bin Ziyad, dan para pahlawan Islaam lainnya, akan menjadi inspirasi kamu. Mending berjihad daripada tawuran. Berani? <strong>[LBR]</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/tawuran-itu-cowok-bangets/">Tawuran itu Cowok Bangets</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/tawuran-itu-cowok-bangets/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">668</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cowok Anak Mami</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cowok-anak-mami/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cowok-anak-mami/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2013 08:29:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<category><![CDATA[anak mami]]></category>
		<category><![CDATA[anak manja]]></category>
		<category><![CDATA[cowok manja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anak mami mau mandiri Tapi masih nodong papi Dikit-dikit nyari mami Anak mami pulang lagi [DRise-#030] Ini adalah penggalan syair dari lagu ‘Anak Mami’ yang dinyanyiin group Slank. Yang ngerasa anak mami boleh tunjuk hidung. Menurut psikolog Tika Bisono, konotasi anak mami sampai saat ini memang buruk, yakni pria manja, tidak mandiri, segala sesuatu berorientasi pada &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cowok-anak-mami/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cowok Anak Mami</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-anak-mami/">Cowok Anak Mami</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><i><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/06/cowok-anak-mami.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-381" alt="cowok anak mami" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/06/cowok-anak-mami.jpg?resize=300%2C177" width="300" height="177" data-recalc-dims="1" /></a>Anak mami mau mandir</i><i>i</i></p>
<p><i>Tapi masih nodong pap</i><i>i</i></p>
<p><i>Dikit-dikit nyari mam</i><i>i</i></p>
<p><i>Anak mami pulang lagi</i></p>
<p><strong><span id="more-380"></span><em>[DRise-#030] </em>Ini adalah penggalan syair dari lagu ‘Anak Mami’ yang dinyanyiin group <i>Slank</i>. Yang ngerasa anak mami boleh tunjuk hidung. </strong><strong>Menurut</strong><strong> </strong>psikolog Tika Bisono, konotasi anak mami sampai saat ini memang buruk, yakni pria manja, tidak mandiri, segala sesuatu berorientasi pada ibunya.</p>
<p>Nah, menurut Tika, cowok ‘anak mami’ ada 3 tipe:</p>
<ol>
<li><strong>Cowok ‘a</strong>nak mami’ tipe pertama: cowok yang memang sangat perhatian pada sang ibu, tapi masih bisa bertanggung jawab secara individu, alias masih bisa mandiri.</li>
<li>Cowok ‘anak mami’ tipe kedua: cowok yang tidak hanya berorientasi pada sang ibu dalam hal pemenuhan <em>domain needs</em>, tapi juga sudah sampai pada urusan pekerjaan.</li>
<li>Cowok ‘anak mami’ tipe ketiga: cowok yang <em>out of proportion</em>. Cowok jenis ini amat tergantung pada persetujuan ibunya, baik untuk keperluan pribadi, urusan sekolah, sampai pada hubungannya dengan orang lain.</li>
</ol>
<p>Heum, tentu kalo Driser sepakat maka cowok ‘anak mami’ tipe yang ketiga itulah yang pantas untuk tidak diingini siapapun, termasuk lawan jenisnya, dan itu yang akan kita bahas disini. Karena jujur aja, tipe cowok yang seperti itu masih ada, bahkan bisa jadi tambah banyak seiring dengan cara mendidik atau mengasuh yang salah.</p>
<p><b>Jangan salah asuh</b></p>
<p><i>“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi</i><i>” </i>(HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Pada faktanya memang seseorang yang masih kanak-kanak nggak bisa menentukan arah hidupnya kecuali atas bimbingan orang tuanya. Cara orang tua mengasuh anak ketika masih kecil yang akan menentukan perilaku anaknya dikemudian hari. Sementara itu, pada umumnya porsi yang lebih banyak mengasuh anak adalah seorang ibu dibanding ayahnya.</p>
<p>Nah, pada kasus anak cowok yang jadi ‘anak mami’ ini pun begitu. Tapi hal ini terjadi nggak serta merta ataupun sebagai sebuah sebab-akibat. Artinya, nggak setiap anak cowok yang selalu diasuh ibunya akan otomatis jadi ‘anak mami’. Sekali lagi, tergantung cara mengasuh dan mendidiknya.</p>
<p>Kalo si ibu sudah semacam ibu diktator memaksakan cara mendidiknya yang cenderung feminim, ditambah lagi dengan porsi memanjakan si anak yang terlalu berlebihan, maka bisa jadi anak cowoknya akan jadi anak mami. Karena memang cowok itu mahluk maskulin, tentu sifat kelelakiannya ditunjukkan dengan kemandiriannya. Nah, kalo cara mengasuh anaknya model begituan berlangsung sampe anak gedhe bahkan dewasa, maka peluang anak cowok untuk jadi anak mami kayak lagunya <i>Slank</i>, jadi lebih besar.</p>
<p>Cowok yang menyandang predikat anak mami sudah jelas menghabiskan waktunya lebih banyak dengan ibunya. Sejak kecil dia terbiasa bercerita dan mendengar banyak cerita dari ibunya. Fenomena ini akan lebih parah di era kapitalisme sekarang ini, ketika orang tua khususnya ayah, lebih banyak sibuk bekerja diluar, dan menyerahkan sepenuhnya urusan anak kepada ibunya. Pun keadaannya akan sama, kalo ternyata si ibu juga sibuk diluar rumah, entah bekerja atau aktivitas sosial, sementara urusan anak diserahkan kepada pembantu, maka segala fasilitas dan keinginan anak akan dipenuhi. Saat itulah peluang jadi anak manja yang merupakan ciri dari anak mami, jadi makin terpenuhi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Cowok Harus Bisa Diandalkan</b></p>
<p><i>“Kan bagus, kalo dekat dengan mami, berarti menghormati mami, apalagi sama pasangannya nanti”.</i> Iya, kalo pada sisi itu bisa jadi ada positifnya. Tapi jika porsi ibu terlalu dominan memperhatikan detil pada persoalan anak cowoknya, dan lebih terkesan mendikte, maka si anak cowoknya akan jadi anak mami. Akibatnya, si anak merasa tidak mandiri atau tidak pernah belajar berdikari. Segalanya ditentukan oleh ibunya, bahasa ekstremnya ‘pokoke apa kata ibu’.</p>
<p>Nah, sebagai anak cowok, tentu Driser nggak pengin dan nggak boleh jadi anak mami seperti yang diuraikan tadi. Kenapa?</p>
<p><b>Pertama</b>: Secara umum, cowok ataupun cewek, akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya sendiri-sendiri. Tidak ada dosa warisan dalam Islam, sehingga segala perbuatan kita yang melakukan, kita yang harus mempertanggungjawabkan. <i></i></p>
<p><b>Kedua</b>: Apa yang kita lakukan dalam hidup ini adalah karena hasil pilihan kita, bukan pilihan orang lain, pun juga orang tua kita.</p>
<p><b>Ketiga</b>: Laki-laki dalam pandangan Islam adalah pemimpin. Bukan sebagai bentuk dominasi cowok kepada perempuan, tapi ini sebagai sebuah kewajiban dan kefitrahan. <i></i></p>
<p><b>Keempat</b>: Anak cowok adalah calon penanggungjawab pemimpin bagi keluarganya, pencari nafkah buat anak istrinya, maka anak cowok kudu belajar mandiri.</p>
<p><b>Kelima</b>: Secara pandangan fikih, ketika anak cowok sudah baligh maka pertangungjawaban mencari nafkah sendiri ada ditangannya. Berbeda dengan anak cewek, yang akan ditanggung nafkahnya ketika dia menikah. Makanya dalam Islam kewajiban bekerja itu ada di pihak laki-laki, sedangkan bagi perempuan tidak harus alias mubah-mubah saja.</p>
<p>So, jadi cowok itu kudu bisa diandelin. Kalo emang sayang sama ibu, nggak harus jadi anak cupu. Kalo deket sama mama, tak perlu jadi anak manja. Be gentle! Catet! <b>[LBR]</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-anak-mami/">Cowok Anak Mami</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cowok-anak-mami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cowok Nangis, Tabu?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2013 14:03:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Boyli]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[banci]]></category>
		<category><![CDATA[boyli]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[drise]]></category>
		<category><![CDATA[nangis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=218</guid>

					<description><![CDATA[<p>[D&#8217;Rise-#029] Cowok pada umumnya terkesan maskulin bin gentle gitu, jadi kalo cowok nangis itu kesannya feminis binti cemen gitu. Apalagi, di kehidupan umum, nangis itu dianggap hanya jadi hak paten kaum hawa, yang terkenal sensitive. Wajar kalo cowok jadi tengsin kalo ketahuan nangis. Boys, nangis itu bahasa universal bin manusiawi sebagai salah satu bentuk pengungkapan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Cowok Nangis, Tabu?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu/">Cowok Nangis, Tabu?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><a href="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/04/air-mata-pria1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-220" alt="Cowok nangis" src="https://i0.wp.com/majalahdrise.my.id/wp-content/uploads/2013/04/air-mata-pria1-300x203.jpg?resize=300%2C203" width="300" height="203" data-recalc-dims="1" /></a><strong>[D&#8217;Rise-#029]</strong> Cowok pada umumnya terkesan maskulin bin gentle gitu, jadi kalo cowok nangis itu kesannya feminis binti cemen gitu. Apalagi, di kehidupan umum, nangis itu dianggap hanya jadi hak paten kaum hawa, yang terkenal sensitive. Wajar kalo cowok jadi tengsin kalo ketahuan nangis.</p>
<p><span id="more-218"></span>Boys, nangis itu bahasa universal bin manusiawi sebagai salah satu bentuk pengungkapan perasaan. Berhubung cowok juga manusia, pastinya gak bisa dicegah tuh airmata jatuh kalo udah mendung di pelupuk mata. Apalagi saat ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya. Wajar banget kalo cowok menangis sebagai bentuk ungkapan perasaannya.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Pemicu cowok</span> menangis bisa macem-macem. Bisa karena terinjak roda kereta api yang melintas di depan mata, kelilipan sepatu, tertipu bisnis online, atau ditinggal orang-orang tercinta. Tapi dari semua keadaan yang membuat kita menangis, menangis karena Allah itu yang paling joss! Nah, apa yang terkategori menangis karena Allah itu?</p>
<p><i>1. Menangis karena ingat dosa</i></p>
<p>Putus dari pacar atau berniat memutuskan untuk tidak pacaran lagi, dan kemudian tobat, itu menangis yang manis. Dalam islam, dosa bagaimanapun bentuknya besar atau kecil banyak ataupun sedikit selagi yang mengerjakan dosa memiliki kemauan untuk bertaubat Insya Allah akan diampuni.</p>
<p><i>2. Menangis karena ingat akhirat</i></p>
<p>Pada saat sendirian di malam hari pas saat sholat tahajud, kemudian ingat akhirat, trus ditambah belum banyak amal sholih yang kita lakukan, saat itulah menangis yang dianjurkan. Dari Abu Hurairah, di berkata, Rasulullah bersabda, “Tujuh macam orang yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungannya … dan seorang yang mengingat Allah dalam kesendiriannya, lalu kedua matanya berlinangan air mata.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p><i>3. Menangis karena amanah yang khawatir tidak tertunaikan</i></p>
<p>Ketika kita dapat amanah apalagi yang terkait dengan jabatan, maka kebanyakan dari kita bersuka ria, tapi tidak dengan yang sadar kalo amanah itu pertanggujawaban, pasti akan menangis karenanya. Seperti yang terjadi ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah.</p>
<p><i>4. Menangis karena dibacakan ayat-ayat Allah</i></p>
<p>Seringlah banyak membaca Alquran, apalagi jika mau memahami arti dan maknanya, karena itu yang bisa bikin kita nangis. Seperti layaknya para sahabat Rasulullah Saw. “Wahai Rasulullah Saw, sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh hatinya. Apabila ia membaca al-Qur’an, maka ia tidak akan bisa menahan air matanya.” (Mutafaq ‘alaih).</p>
<p><i>5. Menangis karena khawatir ‘terjebak’ dunia</i></p>
<p>Abdurrahman bin Auf menangis karena kekayaannya, ia iri dengan Mushab begitu miskinnya hingga kain kafan Mush&#8217;ab tak cukup menutupi seluruh tubuhnya. Salman al Farisi menangis jelang wafatnya, ia takut tak bisa penuhi nasehat Nabi untuk zuhud padahal harta Salman saat itu hanya ember untuk mencuci dan mandi.</p>
<p><i>6. Menangis karena bersedih atas nasib kaum muslimin</i></p>
<p>Dan yang cukup membuat kita harusnya juga menangis adalah ketika melihat nasib kaum muslimin yang terpuruk bin terzhalimi saat ini. Umat muslim di Palestina, Rohingnya, Syiria dan sebagainya saat ini mengalami pembantaian yang tiada henti. Belum permasalahan negeri kita sendiri yang notabene negeri muslim terbesar, tapi kemaksiatan macam pornografi, seks bebas, prostitusi masih marak di negeri ini.</p>
<p>Jadi boys, <strong>sebagai cowok</strong> silahkan menangis sebelum menangis itu dilarang. Menangis koq dilarang? Iya, nanti ketika sudah mati, maka menangis tentu tidak bisa dan tidak ada gunanya. Perawakan boleh gagah layaknya gatotkaca, tapi hati kalo bisa seperti arjuna J. Menangislah selagi bisa dan menangis hanya untuk Allah. Jangan nangis bombay cuman karena ditinggal pacar yang aduhai. Yuk berlindung kepada Allah dari hati yang mengeras, agar kita dibisakan menangis karena Allah. Yuuk! <b>[LBR]</b></p>
<p><b> </b></p>
<p><b>BOX:</b></p>
<p>Menangis itu manusiawi sekali. Malah banyak manfaatnya. Mau tahu<strong>? Silahkan nangis! Hehehe….Cekidot:</strong></p>
<p><strong><i>1. </i></strong><strong><i>Membantu Penglihatan</i></strong><strong><i></i></strong></p>
<p>Setelah menangis biasanya penglihatan kita justru akan lebih jernih. Hal ini dikarenakan air mata yang keluar saat menangis mencegah dehidrasi pada membran mata yang dapat menyebabkan pengelihatan mata menjadi kabur (bukan diculik yaa hehehe..).</p>
<p><strong><i>2. Pereda</i></strong><strong><i> Stress</i></strong><strong><i></i></strong></p>
<p>Menangis juga efektik mengurangi stress. Air mata yang keluar ternyata mengandung hormon stress yang terdapat dalam tubuh yaitu <i>endorphin leucine</i>&#8211; <i>enkaphalin</i> dan <i>prolactin</i>. Dengan begitu, datangnya beberapa penyakit yang disebabkan karena stress seperti darah tinggi pun bisa diminimalisir.</p>
<p><strong><i>3. Pemicu</i></strong><strong><i> Mood</i></strong><strong><i></i></strong></p>
<p>Saat kita sedang sedih, mungkin sedang tidak mood, biasanya menangis menjadi luapan emosi kita. Dan setelahnya, apa yang kita rasakan? Sedikit lega? Yupz, pantas memang, hal ini dikarenakan menangis dapat memicu mood seseorang. Sebab air mata yang keluar karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berfungsi untuk meregulasi sistem metabolisme tubuh dibandingkan dengan air mata yang dihasilkan karena iristasi mata.</p>
<p><strong><i>4. </i></strong><strong><i>Penghilang Bakteri</i></strong><strong><i></i></strong></p>
<p>Menangis juga bisa membunuh bakteri? Bener bangt, karena air mata memiliki antibakteri alami. Adalah <i>lisozom</i>, antibakteri alami yang berguna membunuh bakteri 90-95% hanya dalam kurun waktu 5 menit saja.[]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu/">Cowok Nangis, Tabu?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/cowok-nangis-tabu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
