<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Amazing Islam Archives - Majalah Remaja Islam Drise</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/category/amazing-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2020 02:17:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142086167</site>	<item>
		<title>Islam yang Membebaskan</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/islam-yang-membebaskan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/islam-yang-membebaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2020 02:17:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4533</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibnu katsir dalam karyanya Al-bidayah &#160;wa an an-nihayah menceritakan, mughirah bin Syu&#8217;bah pernah diutus &#160;oleh Panglima Sa&#8217;ad Bin Abi Waqash, untuk mendatangi kerajaan Persia yang masih menganut kerajaan majusi. Rustum adalah panglima Persia yang sangat disegani seperti Gadjah Mada patihnya kerajaan Majapahit. Ketika mughirah tiba di istana, panglima perang Rustum bertanya &#160;”untuk apa kamu datang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/islam-yang-membebaskan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Islam yang Membebaskan</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islam-yang-membebaskan/">Islam yang Membebaskan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ibnu katsir dalam karyanya <strong><em>Al-bidayah </em></strong>&nbsp;<strong><em>wa an an-nihayah </em></strong>menceritakan, mughirah bin Syu&#8217;bah pernah diutus &nbsp;oleh Panglima Sa&#8217;ad Bin Abi Waqash, untuk mendatangi kerajaan Persia yang masih menganut kerajaan majusi. Rustum adalah panglima Persia yang sangat disegani seperti Gadjah Mada patihnya kerajaan Majapahit. Ketika mughirah tiba di istana, panglima perang Rustum bertanya</p>



<p>&nbsp;<em>”untuk apa kamu datang ke kerajaanku, apakah ingin mengusai kerajaan kami?”</em> Seketika Mughirah menjawab:,”<em>Dunia bukanlah tujuan kami. Cita-cita dan tujuan kami adalah akhirat Allah mengutus Rasul dan berkata kepadanya (yang maknanya) : Aku telah memberikan kekuasaan kepada kaum ini (kaum muslim) atas orang-orang yang tidak tunduk pada agama-Ku.”</em></p>



<p>&nbsp;Kemudian Raja bertanya lagi: ”Agama apakah itu ?” Mughirah menjawab,”pilar yang tegak di atasnya kesaksian, bahwa tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, serta pengakuan atas semua yang datang dariNya.” Setelah peristiwa tersebut, panglima Rustum memberi undangan agar panglima Sa&#8217;ad bin Abi Waqash mengutus orang untuk datang sebagai tamu kenegaraan Kemudian salah seorang prajurit muslim bernama Ruba&#8217;I bin Amir, dikirim oleh Sa&#8217;ad bin Abi Waqash untuk menghadap panglima Rustum kembali.</p>



<p>Dengan mengendarai seekor kuda, Ruba&#8217;i melaju cepat menuju perkemahan Rustum di perbatasan. &nbsp;Setibanya di lokasi, Ruba&#8217;i bin Amir berhadapan dengan semua pembesar militer yang berpakaian kenegaraan. Forum mereka di hiasi dengan hamparan karpet merah berbahan sutera, jendral Rustum di podium militernya.</p>



<p>Ia memakai atribut berbahan emas yang dihiasi dengan batu permata yang serba mahal. Sebaliknya, Ruba&#8217;i bin Amir, hanya mengenakan pakaian berbahan kasar dan sederhana. Dari kejauhan, ringkikan suara kuda Ruba&#8217;I sudah menggetarkan setiap yang mendengarnya, dengan berbekal tombak dan perisai umumnya tentara kala itu, Ruba&#8217;i bin Amir masuk ke perkampungan kemah petinggi militer, tanpa menghiraukan penjagaan ketat yang menakutkan.</p>



<p>Ruba&#8217;i terus masuk dengan menunggangi kuda dan membiarkan kaki kuda mengotori hamparan karpet merah symbol kenegaraan. Mendengar ringkikan kuda yang mencirikan kuda istimewa, Rustum tersenyum, utusan panglima Sa&#8217;ad bin Abi Waqash telah tiba, sebab jauh hari dia sudah memerintahkan untuk memasang &nbsp;besi portal setinggi setengah badan.</p>



<p>Dengan memasang portal besi setengah badan ini, Rustum berharap utusan militer muslim ini mau tidak mau berjalan menghadap dirinya dengan membungkuk-kan badan. Namun diplomasi Ruba&#8217;i&nbsp; bin Amir tidak kalah tegas dan cerdik. Menyaksikan fakta&nbsp; di hadapannya, Ruba&#8217;i kemudian membalikan badan, lalu berjalan mundur seraya membungkukan badanya, sehingga pantatnya membokongi rustum sang panglima Persia.</p>



<p>Ruba&#8217;i terus berjalan kedepan dengan posisi membelakangi sambil menyeret&nbsp; tombaknya, dengan demikian seketika itu &nbsp;juga hamparan karpet merah terkoyak-koyak&nbsp; tata-letaknya. Menyaksikan peristiwa itu para jendral militer berseru :</p>



<p><em>“Letakan senjata itu!&#8217;</em> Ruba&#8217;i menjawab, <em>“Aku datang kemari tidak lain hanyalah atas undangan kalian. Jika kalian senang, biarkan aku dalam keadanku, seperti ini, atau kalau tidak , aku akan pulang.”</em> Kemudian Rustum menengahi <em>: “Biarkan ia menghadap!”</em></p>



<p>&nbsp;Akhirnya, Ruba&#8217;i menghadap panglima Rustum dengan tombak masuk ke hamparan karpet merah. Dan seketika itu pula Mereka bertanya<em>,</em></p>



<p><em>”Apakah yang mendorongmu masuk daerah kami?”</em>. <em>“Allah SWT telah mengutus kami untuk membebaskan manusia dari memperhambakan diri kepada selain Allah, dan melepaskan belenggu duniawi menuju dunia bebas, dan dari agama yang sesat menuju keadilan Islam.</em> ………………</p>



<p>Driser, Pernyataan Ruba&#8217;I dalam kisah di atas menegaskan bahwa dorongan penaklukan Islam bukan untuk mendapat materi apalagi buat ngeruk sumberdaya alam satu bangsa. Nggak banget. Patut dicatat bahwa tak satupun negeri yang ditaklukkan Islam kemudian menjadi negeri yang menderita, penduduknya miskin, ekonominya carut marut apalagi sampai dapet julukan Negara gagal. Justru mereka menjadi negeri yang tentram ketika hidup dibawah naungan Islam. &nbsp;</p>



<p>Seperti terukir dalam tinta emas ketinggian peradaban Islam. Kisah masyhur dijaman kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Beliau&nbsp; pernah mengutus Yahya bin Sa&#8217;ad untuk membagi zakat di Habasyah/Ethiopia,dan ternyata?, tadaaa…! Gak ditemukan rakyat yang mau menerima zakat karena memang mereka merasa tidak berhak menerimanya. Saking sejahteranya, gituh. &nbsp;</p>



<p>Catat ya, hanya dengan menerapkan seluruh syari&#8217;ah-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita, manusia akan terbebas dari penghambaan terhadap sesama dan negara akan terbebas dari penjajahan negara adidaya. Kalau syariah udah diterapkan dalam bingkai Negara, amazingnya Islam akan benar-benar terasa. Yakin deh, dengan Islam kita pasti Merdeka!<strong>[ Juanmartin]</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islam-yang-membebaskan/">Islam yang Membebaskan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/islam-yang-membebaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4533</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ayyub yang Perkasa</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/ayyub-yang-perkasa/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/ayyub-yang-perkasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2020 22:29:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4520</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tersebutlah seorang nabi yang terkenal di dalam sejarah yang memiliki kesabaran yang luar biasa. &#160;Ia adalah salah satu dari keturunan Nabi Ibrahim as., namanya Ayyub (dalam khazanah Yahudi dan Nasrani namanya &#8216;Job&#8217;). Imam Ibnu Katsir menuturkan dari Ibnu Asakir bahwa ibu Nabi Ayyub adalah anak dari Nabi Luth, sumber lainnya menyebutkan bahwa ayahnya termasuk ke &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/ayyub-yang-perkasa/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Ayyub yang Perkasa</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ayyub-yang-perkasa/">Ayyub yang Perkasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tersebutlah seorang nabi yang terkenal di dalam sejarah yang memiliki kesabaran yang luar biasa. &nbsp;Ia adalah salah satu dari keturunan Nabi Ibrahim as., namanya Ayyub (dalam khazanah Yahudi dan Nasrani namanya &#8216;Job&#8217;). Imam Ibnu Katsir menuturkan dari Ibnu Asakir bahwa ibu Nabi Ayyub adalah anak dari Nabi Luth, sumber lainnya menyebutkan bahwa ayahnya termasuk ke dalam orang-orang yang beriman kepada Nabi Ibrahim saat ia dibakar oleh Raja &nbsp;Namrudz yang zhalim.</p>



<p>Imam Ibnu Katsir mengisahkan bahwa Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang kaya raya. Hartanya amat berlimpah dalam berbagai bentuknya. Tanahnya luas membentang dari Tsaniyah sampai Hauran. &nbsp;Ia juga memiliki banyak anak dan istri . Namun, harta kekayaan yang melimpah ruah seperti itu tidak membuatnya sombong dan tinggi hati. Ia sadar benar bahwa semua itu hanyalah titipan dari Allah yang mesti ia syukuri.</p>



<p>Maka kemudian setan melancarkan konspirasi untuk menggodanya dengan menghancurkan segala hal yang dimilikinya. Anak-anaknya tewas satu persatu, begitu pula istriistrinya. Tidak berhenti sampai di situ, harta-bendanya habis, hewan ternaknya mati bergelimpangan, dan tubuhnya yang tadinya tegap dan sehat kini dihinggapi berbagai penyakit. Hampir seluruh anggota badan Nabi Ayyub disinggahi penyakit.</p>



<p>Tinggallah dua bagian saja pada tubuhnya yang masih sehat, yakni qalbu dan lidah. Dengan qalbu dan lidah yang masih sehat itulah Nabi Ayyub terus menyebut-nyebut nama Allah setiap waktu. Imam Thabari mengutip dari as-Suddi yang menuturkan bahwa daging-daging di tubuh Nabi Ayyub berguguran.</p>



<p>Diriwayatkan pula dari Mujahid bahwa Nabi Ayyub adalah orang yang pertama kali terkena penyakit cacar. Penyakit fisik yang sudah parah itu menjadi lebih berlipat ganda dengan cibiran dari orang-orang di sekitarnya. Penyakit-penyakit di tubuhnya sudah mengeluarkan bau yang menyengat, sehingga orang-orang di negerinya mengusirnya. Karena sudah tidak punya rumah, Nabi Ayyub pun tinggal di tempat pembuangan.</p>



<p>Namun setan masih harus menahan kekesalan karena Nabi Ayyub tetap berbaik sangka kepada Allah dan tetap bersabar dengan semua ujian itu. Ia sudah benar-benar tidak berdaya, tetapi keperkasaan di dalam lisan dan hatinya saat menghadapi godaan setan tidak pernah tergoyahkan. Iblis pasti datang &nbsp;kepadanya untuk membisikkan agar ia membenci Allah Swt., tetapi Nabi Ayyub tetap kokoh dan teguh.</p>



<p>Tidak ada satu orang pun yang mau dekat-dekat kepada Nabi Ayyub, kecuali istrinya. Istrinya inilah, yang namanya tidak disebutkan dalam sejarah, yang tetap dengan sabar dan ikhlas merawat suaminya yang sedang ditimpa ujian itu. Sudah sepantasnya kaum wanita meneladani kesabaran istri Nabi Ayyub ini, dan semoga ampunan serta surga dianugerahkan Allah Swt. kepadanya.</p>



<p>Istri Nabi Ayyub menghabiskan semua hartanya untuk membiayai suaminya yang sudah tidak berdaya. Ia pula yang selalu hadir untuk menemani suaminya yang lemah itu memenuhi hajatnya. Seperti dituturkan Imam Thabari, saat semua hartanya sudah habis, wanita ini membanting tulang sebagai pembantu agar tetap bisa memenuhi kebutuhan suaminya.</p>



<p>Sebuah bentuk kesabaran dan kegigihan tiada tara. Hingga datanglah suatu hari di mana tidak ada lagi orang yang mau menerima jasanya, karena mereka tahu bahwa wanita ini adalah istri Nabi Ayyub. Mereka khawatir tertular penyakit-penyakit menjijikkan yang ada di tubuh Nabi Ayyub. Habislah sudah, apalagi yang mesti dilakukan?!</p>



<p>Imam Ibnu Katsir mengisahkan bahwa istri Nabi Ayyub dengan terpaksa harus menjual salah satu kuncir rambutnya kepada salah seorang putri pembesar di negerinya. Dengan cara itulah ia kembali berhasil membawakan makanan untuk suaminya. Mungkin untuk ukuran zaman itu, kedua kuncir tadi adalah benda yang sangat penting bagi seorang wanita yang telah menikah.</p>



<p>Nabi Ayyub pun merasa terpukul, dan saat itulah ia berdoa kepada-Nya. Allah Swt. berkehendak untuk menolong Nabi Ayyub dan mengangkat semua penyakit dan bencana yang menimpanya. Allah Swt. berfirman di dalam Alquran: “<em>Entakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum</em>,” (Shaad: 42).</p>



<p>Dengan perantaan air dari rahmat Allah itulah, Nabi Ayyub minum dan mandi, dan semua penyakit serta bencana pada tubuhnya pun luruh. Tubuhnya kembali sehat dan bugar seperti sediakala, dan bahkan jauh lebih tegap dan tampan dari sebelumnya.</p>



<p>Sampai-sampai ketika istrinya datang lagi untuk memberikan makanan, istrinya itu tidak mengenalinya lagi karena ia sudah berubah total. Seluruh anugerah yang telah hilang dari tangan Nabi Ayyub dikembalikan oleh Allah swt.</p>



<p>Masya Allah&#8230; Driser, nggak ada ruginya kita bersabar ketika mengalami musibah atau cobaan. Berbaik sangka pada Allah menjadikan kita kuat jalani hidup. Semoga kita termasuk pribadi yang perkasa seperti nabi Ayyub.[Isa]</p>



<p>1. &nbsp;Qashashul Anbiya&#8217;, Ibnu Katsir, hal. 424.</p>



<p>2.  Ibid, hal. 425.</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/ayyub-yang-perkasa/">Ayyub yang Perkasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/ayyub-yang-perkasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4520</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Marhaban Ya Ramadhan</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/marhaban-ya-ramadhan/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/marhaban-ya-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 05:18:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4477</guid>

					<description><![CDATA[<p>hari terakhir dari Bulan Sya&#8217;ban, Rasulullah SAW berdiri di hadapan para sahabat yang berkumpul, dan &#160;bersabda, “Hai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah (yakni Bulan Romadhon), di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan (yakni, Lailatul Qadr). Allah mewajibkan puasa di dalamnya, dan bangun malamnya hanyalah sunnah. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/marhaban-ya-ramadhan/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Marhaban Ya Ramadhan</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/marhaban-ya-ramadhan/">Marhaban Ya Ramadhan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>hari terakhir dari Bulan Sya&#8217;ban, Rasulullah SAW berdiri di
hadapan para sahabat yang berkumpul, dan &nbsp;bersabda, “Hai manusia, telah datang kepada
kalian bulan yang agung dan penuh berkah (yakni Bulan Romadhon), di dalamnya
terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan (yakni, Lailatul Qadr).
Allah mewajibkan puasa di dalamnya, dan bangun malamnya hanyalah sunnah. </p>



<p>Dan barang siapa berbuat kebaikan di dalamnya (yang sifatnya
sunnah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka (pahalanya) bagaikan
mengerjakan yang fardhu di bulan lainnya. Barang siapa yang mengerjakan amalan
fardhu, maka (pahalanya) bagaikan mengerjakan tujuhpuluh amalan fardhu di bulan
lainnya….” &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kemudian Nabi SAW meneruskan sabda beliau, bahwa Bulan
Romadhon itu adalah bulan kesabaran, dan pahala dari kesabaran adalah syurga.
Ia juga bulan bantuan / pertolongan dan bulan bertambahnya rezeki. Barang siapa
yang memberikan makanan berbuka untuk orang lain yang berpuasa, maka ia akan mendapat
maghfirah atas dosa-dosanya, yang akan melepaskan dirinya dari api neraka. Ia
juga akan memperoleh pahala orang yang berpuasa (yang diberinya makanan
berbuka) itu, tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Salah seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak
semua dari kami yang bisa memberikan makanan untuk berbuka itu” &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Nabi SAW bersabda, “Allah akan memberi pahala kepada orang
yang memberi makanan untuk berbuka, walau hanya berupa sebutir kurma, seteguk
air, atau hanya se-isapan air susu…!!” Rasulullah SAW meneruskan sabdanya lagi,
bahwa Bulan Ramadhan itu permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan
(maghfirah) Allah, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. </p>



<p>Barang siapa yang memberikan keringanan beban kerja kepada
budak-budak (atau pembantupembantu)-nya pada bulan itu, maka Allah akan mengampuninya
dan membebaskannya dari siksaan api neraka. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Nabi SAW juga berpesan, agar kita memperbanyak (ucapan atau
dzikr) dari empat macam, dua macam yang akan mengundang keridhaan Allah kepada
kita, dan dua macam lainnya yang kita sangat berhajad atau memerlukannya. Dua
macam (ucapan/dzikr) untuk keridhaan Allah adalah : Asyhadu allaa ilaaha
illallaah (Saya bersaksi &nbsp;bahwa tidak ada
Tuhan selain Allah) dan Astaghfirullah (Saya mohon ampunan kepada Allah). </p>



<p>Sedangkan dua macam (ucapan/dzikr) yang kita sangat memerlukannya
adalah : Nas&#8217;alukal jannata (Kami meminta kepada-Mu surga) dan Wa na&#8217;uudzubika
minan naar (Dan kami berlindung kepada-Mu dari neraka). &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Dalam riwayat lainnya, dua hal yang kita memerlukan itu
adalah : Nas&#8217;aluka ridhooka wa jannata (Kami meminta kepadaMu keridhoan-Mu dan
surga) dan Wa&nbsp; na&#8217;uudzubika min
sakhootika wan naar (Dan kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaanMu dan
neraka). &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Beliau juga bersabda, bahwa barang siapa yang memberikan
minuman (untuk berbuka) pada orang-orang yang berpuasa, maka Allah akan
memberinya minuman dari telaga Rasulullah SAW (Al Haudh, al Kautsar). Siapa
yang memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa dari hasil yang halal,
maka para malaikat akan mendoakannya pada semua malam-malam di Bulan Ramadhan,
dan ia akan berjabat tangan dengan malaikat Jibril di (malam) Lailatul Qadr. </p>



<p>Barang siapa yang telah berjabat tangan dengan malaikat
Jibril, hatinya akan menjadi lunak dan deras air &nbsp;matanya. Maksudnya, ia akan mudah &nbsp;menangis atau terenyuh karena takut kepada Allah
atau karena menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah …… </p>



<p>Driser, Ramadhan adalah bulan penuh berkah, dari semua sisi
kebaikan. &nbsp;Oleh karena itu, umat Islam
kudu mengambil keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan
Islam dan umat Islam. Remaja muslim mesti getol dongkrak amal sholeh selama
bulan Ramadhan antara lain; peningkatan tsaqofah Islam, peningkatan dalam
tilawah Al-Qur&#8217;an, hafalan, pemahaman dan tentu saja pengamalan. </p>



<p>Selain itu, kudu juga ada Peningkatan dalam aktifitas
sosial, seperti: infak, memberi makan kepada fakir-miskin, santunan terhadap
anak yatim, dan meringankan beban saudara Muslim lainnya. &nbsp;So Driser, Semoga Allah SWT senantiasa
menerima puasa kita dan amal shaleh lainnya di bulan penuh berkah ini dan
mudah-mudahan ramadhan kali ini &nbsp;dapat
membangkitkan semangat untuk kita &nbsp;berubah.
Gak hanya di ramadhan ini ya?, setelah ramadhan, jaga semangat ibadah kalian
agar tetap on the track.&nbsp; </p>



<p>Camkan bahwa ramadhan ini adalah momentum tepat untuk kita
berubah dan waktu yang mantab untuk ,ikut terlibat melakukan perubahan melalui
aktivitas dakwah dengan Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan
kemaksiatan. &nbsp;</p>



<p>Yuk, sebarkan syiar Islam dan ramaikan masjid dengan aktifitas ta&#8217;lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, Pokoke ruamme! Ramadhan emang gak hanya bulan yang special bagi ahli ibadah, tapi juga bulan yang nunjukin betapa amazingnya Islam ketika difahami oleh Ummatnya, terlebih jika  jika diterapkan secara Kaaffah. Betul?? Betul dong ah!! <strong>[Ukhti Juan]</strong> </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a href="https://majalahdrise.my.id/cara-menenangkan-hati/">Cara Menenangkan Hati</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/plus-minus-generasi-milenial/">Majalah Remaja Islam Drise edisi 61 : Plus Minus Generasi Milenial</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/tolakpemimpinkafir-dianggap-sara/">#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/pernikahan-dua-negara/">Pernikahan Dua Negara</a></li>
<li><a href="https://majalahdrise.my.id/menjadi-muslimah-negarawan/">Menjadi Muslimah Negarawan</a></li>
</ul><p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/marhaban-ya-ramadhan/">Marhaban Ya Ramadhan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/marhaban-ya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4477</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangga Menjadi Muslim</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2020 22:35:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4396</guid>

					<description><![CDATA[<p>Abu Dzar Al-Ghifari r.a. beliau hidup bersama suku Ghifar yang tinggal di &#160;lembah Waddan, sebuah area penting yang terletak antara Mekkah dan Syam, dan merupakan jalur perlintasan kafilah dagang yang strategis.Ketika berita pengangkatan Muhammad sebagai Rasul sampai kepada Abu Dzar, dia berkata kepada adiknya, Unais; &#8220;Berangkatlah kamu menuju lembah (Mekkah) itu, dan kabarkan kepadaku tentang &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Bangga Menjadi Muslim</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/">Bangga Menjadi Muslim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Abu Dzar Al-Ghifari r.a. beliau hidup bersama suku Ghifar
yang tinggal di &nbsp;lembah Waddan, sebuah
area penting yang terletak antara Mekkah dan Syam, dan merupakan jalur
perlintasan kafilah dagang yang strategis.Ketika berita pengangkatan Muhammad
sebagai Rasul sampai kepada Abu Dzar, dia berkata kepada adiknya, Unais; </p>



<p>&#8220;Berangkatlah kamu menuju lembah (Mekkah) itu, dan
kabarkan kepadaku tentang laki-laki yang mengaku sebagai Nabi yang membawa
berita dari langit, dengarkanlah ucapannya kemudian kembalilah kepadaku&#8221;.
Maka saudaranya berangkat hingga sampai di Mekkah dan mendengarkan apa yang
diucapkan laki-laki yang dimaksud (Nabi).</p>



<p>Setelah beberapa lama, Unais pun kembali kepada Abu Dzar, dan
berkata; &#8220;Aku melihatnya mengajak kepada keluhuran perilaku dan ucapan yang
bukan sya&#8217;ir &#8220;. Abu Dzar berkata; &#8220;Kamu belum bisa memuaskan apa yang
aku cari&#8221;. Maka Abu Dzar berkemas menyiapkan bekal perjalanan. &nbsp;Abu Dzar pun tiba di Mekkah, dan mencari orang
yang paling lemah di antara mereka, lalu ia bertanya, </p>



<p>&#8220;Di manakah orang yang kamu katakan sebagai pembawa
agama (Rasulullah SAW) itu?&#8221; mendengar perkataan Abu Dzar, maka penduduk
Mekkah itu langsung memukuli dan melemparinya dengan batu dan tulang sehingga
Abu Dzar jatuh pingsan. Ketika terbangun, Abu Dzar mendapati dirinya mengeluarkanbanyak
darah. </p>



<p>Abu Dzar tidak bertanya lagi melainkan hanya mencuri dengar
tentang Rasulullah. Abu Dzar duduk seharian di ka&#8217;bah, namun tak jua melihat
Nabi Muhammad &nbsp;SAW. Hingga beliau bertemu
dengan Ali bin Abi Thalib dan membawanya kepada Rasulullah. Abu Dzar bertemu
Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepadanya dengan salam Islam,
&#8220;As-Salamu `alaika, ya Rasulallah!'&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Wa
`alaika wa rahmatullah.&#8221; </p>



<p>Kemudian Rasulullah bertanya, &#8220;darimana Anda
berasal?&#8221; Abu Dzar menjawab, &#8220;Dari Ghifar.&#8221;&nbsp; Rasulullah SAW pun merasa kagum karena telah difahami
bahwa daerah suku Ghifar itu sangat jauh jaraknya dengan Mekkah. Rasulullah
mengangkat kepalanya seraya bertanya, &#8220;Sejak kapan kamu berada di
sini?&#8221; Abu Dzar menjawab, &#8220;Sejak 30 hari 30 malam yang lalu.&#8221; Beliau
bertanya, &#8220;Siapa yang memberimu makan?&#8221; </p>



<p>Abu Dzar menjawab, &#8220;Aku tidak pernah memakan makanan
kecuali air Zam-zam. Aku menjadi gemuk sehingga lekukan perutku hilang, dan aku
tidak pernah lemah karena kelaparan.&#8221; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda,
&#8220;Air Zam-zam itu memberikan keberkahan. Ia adalah makanan yang
mengenyangkan&#8221;. </p>



<p>Kemudian Abu Dzar mendengarkan penjelasan Rasulullah SAW,
hingga ia langsung masuk Islam seketika itu juga. Nabi Muhammad SAW berkata
kepada Abu Dzar: &#8220;Pulanglah ke kaummu dan sampaikanlah ajaran Islam kepada
mereka hingga kamu mendapatkan kemenangan agama Islam.&#8221; Abu Dzar berkata;
&#8220;Demi Allah yang menguasai diriku, sungguh akan aku sampaikan Islam kepada
mereka dengan sejelas mungkin.&#8221; &nbsp;</p>



<p>Kemudian Abu Dzar keluar dari rumah Rasulullah SAW pergi
menuju Masjid Haram. Sesampainya di sana ia berseru dengan sekuat tenaganya
mengucapkan; &#8220;Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang hak selain
Allah semata dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah utusan
Allah.&#8221; Mendengar seruan itu, maka para penduduk kota Mekkah terkejut dan saling
berdatangan ke tempat sumber suara tersebut. </p>



<p>Setelah mengetahui bahwa yang mengumandangkan suara itu
adalah orang asing dan bukan penduduk Mekkah, maka mereka pun langsung
memukulinya hingga ia terjatuh. &nbsp;Tak lama
kemudian Abbas bin Abdul Muththalib datang melindunginya &nbsp;seraya berkata; &#8220;Celaka kalian ini! Tidak
tahukah kalian bahwa &nbsp;orang yang kalian pukuli
itu adalah dari suku Ghifar? Dan tidak sadarkah &nbsp;kalian bahwa jalur perdagangan kalian &nbsp;ke negeri Syam pasti akan melalui wilayah suku
Ghifar?&#8221; Lalu Abbas pun langsung menyelamatkan &nbsp;Abu Dzar dari amukan orangorang Quraisy.&nbsp; </p>



<p>Keesokan&nbsp; harinya Abu Dzar
tetap melakukan&nbsp; perbuatan&nbsp; seperti itu, hingga orangorang Quraisyy&nbsp; Mekkah&nbsp;
berdatangan&nbsp; untuk&nbsp; memukulinya. Kemudian &nbsp;Abbas pun datang &nbsp;untuk &nbsp;melindungi
dan menyelamatkannya dari amukan mereka. Abu Dzar kembali ke suku Ghifar dan
mengabarkankepada Unais dan sang Ibu bahwa ia telah masuk Islam dan beriman,
maka Unais dan Ibunya berkata, &#8220;Aku tidak membenci agamamu. Sebab aku sudah
masuk Islam dan beriman&#8221;. Kemudian mereka berangkat hingga datang pada
kaumnya, Ghifar. </p>



<p>Maka, sebagian dari suku Ghifar masuk Islam.Sementara separuh
dari suku Ghifar lainnya mengatakan, &#8220;Jika kelak Rasulullah telah sampai
di Madinah, maka kami akan masuk Islam.&#8221; Setelah Rasulullah shallallahu
&#8216;alaihi wasallam tiba di Madinah, separuh dari suku Ghifar yang tersisa masuk
ke dalam Islam. </p>



<p>Maa Syaa Allaah Driser, kita layak malu kepada para sahabat.
Mereka yang baru memeluk Islam begitu bersemangat mendakwahkan sekaligus
menunjukkan identitas kemusliman mereka. Mereka tak sungkan menampakkan kepada
khalayak, meski taruhannya adalah nyawa. Seperti kisah Abu Dzar di atas. Semoga
kita juga bangga jadi seorang muslim. Mulai dari cara berpakaian, berperilaku
keseharian, hingga aktif dakwahmenyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Tunjukkan identitasmu!<strong>[ Juanmartin]</strong> &nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/">Bangga Menjadi Muslim</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bangga-menjadi-muslim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Miracle of Badr</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2020 08:34:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah drise]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<category><![CDATA[MAJALAH REMAJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perang Badr adalah sebuah perang besar pertama yang terjadi dalam sejarah perjuangan Islam. Perang &#160;ini terjadi pada 13 Maret 624 Masehi, bertepatan dengan 17 Ramadhan 2 Hijriyah. Sebagaimana yang sudah samasama kita ketahui, pasukan Islam berjumlah jauh lebih sedikit daripada pasukan kafir Quraisy. Pasukan Islam sekitar tiga ratusan orang, sementara&#160; pasukan Quraisy berjumlah seribuan orang. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">The Miracle of Badr</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/">The Miracle of Badr</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Perang Badr adalah sebuah perang besar pertama yang terjadi
dalam sejarah perjuangan Islam. Perang &nbsp;ini
terjadi pada 13 Maret 624 Masehi, bertepatan dengan 17 Ramadhan 2 Hijriyah.
Sebagaimana yang sudah samasama kita ketahui, pasukan Islam berjumlah jauh
lebih sedikit daripada pasukan kafir Quraisy. </p>



<p>Pasukan Islam sekitar tiga ratusan orang, sementara&nbsp; pasukan Quraisy berjumlah seribuan orang. Jelas
saja, secara matematis, pasukan Islam pasti akan dengan mudah dikalahkan. Rasulullah
Saw. sendiri, dikisahkan dalam berbagai riwayat, merasa khawatir kepada pasukan
Islam berhubung jumlah pasukan Islam yang jauh lebih sedikit. </p>



<p>Beliau tidak hentihentinya berdoa kepada Allah di dalam tendanya,
memohon kemudahan,&nbsp; pertolongan, dan
kemenangan. Bahkan saat itu, beliau menyampaikan doa yang terkesan &#8216;agak maksa&#8217;
kepada Allah. </p>



<p>Begini doa beliau: “Ya Allah, tunaikanlah apa yang telah
Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, seandainya sekelompok umat Islam ini
musnah, maka Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi selamanya.” Maka
Allah Swt. memenuhi janjiNya, dengan mengirimkan angkatan perang dari langit,
pasukan malaikat berjumlah seribu personel dan bersenjata lengkap. Di dalam
Alquran,&nbsp; 18 d’rise </p>



<p>Allah berfirman: “(Ingatlah) ketika kalian meminta
pertolongan kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankannya bagi kalian,
&#8216;Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu
malaikat yang datang berturut-turut,&#8217;” (Al-Anfal: 9). Berbagai riwayat yang
dikisahkan oleh para veteran Perang Badr ini memperlihatkan bagaimana pasukan malaikat
turut bertempur bersama pasukan Islam. </p>



<p>Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra., dia mengatakan: “Ketika seseorang
dari kaum Muslimin melawan seseorang dari kaum musyrikin di depannya, tiba-tiba
dia mendengar pukulan dengan cambuk dari atasnya dan suara pasukan berkuda yang
mengatakan, &#8216;Majulah Hayazum.&#8217; Kemudian dia melihat orang musyrik di depannya
ternyata sudah tergeletak. </p>



<p>Dia kemudian menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah
Saw. dan beliau bersabda: &#8216;Engkau benar, itu adalah bantuan dari langit
ketiga.&#8217;” Selain pasukan malaikat, Allah swt juga menurunkan pertolongannya
dalam bentuk rasa Kantuk dan Turunnya Hujan. Allah telah mengaruniakan rasa
kantuk kepada pasukan mukminin sebelum pertempuran, sehingga mata mereka tertidur,
fisik mereka beristirahat, dan jiwa mereka menjadi tenang. </p>



<p>Ketika bangun seolah-olah mereka baru diciptakan dengan
kejiwaan yang baru,mantap,tenang dan bersemangat &nbsp;menyala-nyala. Tentang nikmat rasa kantuk ini
Allah berfirman mengingatkan karuniaNya kepada kaum mukminin <em>“(Ingatlah)
ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman dariNya”</em>
(QS Al Anfal ayat 11) Sedangkan musuh mereka telah menghabiskan waktu mereka
sebelum peperangan dengan senantiasa berjaga, letih dan lesu, sehingga mereka
menjadi tegang, lemas, labil, loyo fisik dan tidak tenang. Hal ini semua
menyebabkan kemampuan berperang mereka menjadi lemah. &nbsp;</p>



<p>Saat perang Badar, pasukan mukminin tidak memiliki
persediaan air padahal mereka sangat memerlukannya untuk berwudhu dan
menunaikan shalat yang diwajibkan atas mereka. Kebutuhan mereka terhadap air
semakin terasa ketika sebagian mereka bangun dalam keadaan junub dan tidak
mendapatkan air untuk bersuci. </p>



<p>Kemudian syaitan pun mulai membisikkan kepada sebagian
mereka, bagaimana kamu akan shalat dalam keadaan junub tanpa mandi? Tetapi
Allah memuliakan para hambaNya yang beriman dan berjihad, dengan menghapuskan
bisikan keraguan dari jiwa mereka lalu Allah menurunkan hujan kepada mereka
sehingga mereka bisa wudhu, mandi, minum, dan memenuhi tempat-tempat air
mereka. </p>



<p>“<em>Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk
mensucikan kamu dengan </em>&nbsp;<em>hujan itu
dan menghilangkan dari kamu gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan
memperteguh dengannya telapak kaki(mu)</em> (QS Al Anfal ayat 11).</p>



<p>&nbsp;Allah menurunkan
hujan dalam ukuran sedang kepada kaum mukminin lalu membuat tanah semakin rekat
dan gerak langkah mereka menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga mereka bisa sampai
ke Badar mendahului kaum musyrikin lalu memilih posisi yang cocok dan mengatur
pertahanan di tempat tersebut. </p>



<p>Sedangkan hujan yang turun pada pihak Musyrikin sangat lebat
lalu membuat tanah becek sehingga gerak langkah mereka menjadi lamban dan sulit.
Hal ini menimbulkan pengaruh pada jiwa pasukan yang berperang. Karena pada saat
ia kesulitn untuk bergerak ketempat yang di inginkan, ia melihat musuhnya
bergerak dengan mudah dan cepat lalu memilih posisi yang diinginkannya. Allah
memang berkehendak atas segala sesuatu, dan kepada Dia kita serahkan
segala-galanya. </p>



<p>Sepanjang sejarah perjuangan Islam, pasti telah banyak
pasukan langit yang langsung diterjunkan untuk membantu kaum Muslimin. Semoga
pertolongan itu turun juga kepada aktifitas dakwah kita demi tegaknya hukum
syariah di bumi Allah ini. [] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/">The Miracle of Badr</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/the-miracle-of-badr/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Islam Memuiakan Wanita</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/islam-memuiakan-wanita/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/islam-memuiakan-wanita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2020 03:37:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wanita itu mulia. Bukan basa basi lho. Tapi memang kenyataannya &#160;seperti itu. Kemuliaan wanita tercermin dari perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Nggak ada yang bisa membalas ketulusan seorang ibu dan kasih sayangnya terhadap anak. Tugasnya nggak gampang untuk membina anak-anak mereka, menggelorakan semangat mereka, menanamkan kepada mereka kecintaan kepada Allah, Rasul dan al-Quran &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/islam-memuiakan-wanita/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Islam Memuiakan Wanita</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islam-memuiakan-wanita/">Islam Memuiakan Wanita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Wanita itu mulia. Bukan basa basi lho. Tapi memang
kenyataannya &nbsp;seperti itu. Kemuliaan wanita
tercermin dari perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Nggak ada yang
bisa membalas ketulusan seorang ibu dan kasih sayangnya terhadap anak. </p>



<p>Tugasnya nggak gampang untuk membina anak-anak mereka,
menggelorakan semangat mereka, menanamkan kepada mereka kecintaan kepada Allah,
Rasul dan al-Quran serta menempa kepemimpinan mereka. Dari sinilah bakal lahir
generasi umat terbaik. Makanya, Islam peduli banget dengan kedudukan seorang
wanita. &nbsp;Baginda Nabi saw. bersabda, </p>



<p>“Sesungguhnya orang yang terbaik di antara &nbsp;kalian adalah yang paling baik perlakuannya
terhadap istrinya.&nbsp; Aku adalah yang
terbaik perlakuannya terhadap istri di &nbsp;antara
kalian.” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban). </p>



<p>Pernah ada seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, “Ya,
Rasulullah, saya hendak ikut berperang.” Beliau lalu bertanya, “Apakah kamu
punya ibu?”&nbsp; Dia menjawab, “Ya.” Beliau
pun segera bersabda, “Tetaplah bersama ibumu karena surga itu ada di bawah
kedua kakinya.” (HR an-Nasa&#8217;i, hadis hasan shahîh). </p>



<p>Selain sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, wanita juga
punya hak untuk berperan di luar rumah.&nbsp;
Dengan keahliannya, wanita bisa terjun dalam bidang pertanian, industri,
bisnis, pendidikan, kesehatan, dakwah, partai, dan sebagainya. Pada zaman Nabi
saw., kemah Rufaidah al-Aslamiyah merupakan rumah sakit pertama yang dibangun
pada zaman Rasulullah saw. Kemah ini dibangun oleh seorang perempuan bernama
Rufaidah binti Kaab al-Aslamiyah. </p>



<p>Beliau mempunyai ilmu pengobatan dan telah mewakafkan
dirinya untuk membantu umat Islam yang memerlukan, terutama bagi para tentara yang
mengalami cedera pada saat pertempuran.&nbsp;
Pekerjaan beliau dibantu oleh beberapashahabiyah lain. Khilafah, kepala
negara Islam, pun memberikan jaminan bagi perempuan di tempat umum. Seperti
Khilafah tercatat dengan baik dalam sejarah. Sebut saja Syifa binti Sulaiman
yang pernah diangkat oleh Khalifah Umar ra. </p>



<p>Sebagai qadhi hisbah (hakim yang mengurusi pelanggaran &nbsp;terhadap peraturan yang membahayakan hak
masyarakat). Perempuan mendapat hak yang sama dengan laki-laki tanpa harus mengembor-gemborkan
ide emansipasi. Dalam pendidikan, Rasulullah saw. mengabulkan permintaan hari
khusus bagi para perempuan untuk belajar dari beliau. </p>



<p>Aisyah ra. dan istri-istri Rasulullah saw. mengajarkan agama
kepada para sahabat. &nbsp;Ash-Shiwa binti
Abdullah pernah bertugas sebagai guru yang mengajar wanita-wanita Islam membaca
dan menulis ketika Baginda Nabi Muhammad saw. masih hidup.&nbsp; Pada masa Kekhilafahan telah didirikan
sekolahsekolah khusus perempuan yang terkenal&nbsp;
dengan kemajuan ilmu dan teknologinya. Salah satunya, Universitas khusus
kaum hawa di Puncak Gunung Fasiyun, Damaskus yang didirikan oleh Rabi&#8217;ah Khatun
binti Ayyub.</p>



<p>Bahkan Raja Inggris pernah mengirim putri-putri Kerajaan untuk
bersekolah di Negara Khilafah. Perlindungan dan penjagaan kehormatan perempuan
oleh Negara Khilafah telah banyak dibuktikan dalam sejarah pemerintahan Islam.
Tidak dijumpai pada masa Khilafah berbagai tindak kekerasan dan pelecehan,
apalagi kepada perempuan.&nbsp; Ketika&nbsp; seorang Muslimah berbelanja di pasar Bani
Qainuqa, seorang Yahudi mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui sehingga
ketika berdiri aurat perempuan tersebut tersingkap diiringi derai tawa
orang-orang Yahudi di sekitarnya. </p>



<p>Perempuan&nbsp; tersebut
berteriak. Kemudian salah seorang Sahabat datang menolong dan langsung membunuh
pelakunya. Namun kemudian, orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuh Sahabat tersebut.
Ketika berita ini sampai kepada Nabi Muhammad saw., beliau langsung mengumpulkan
tentaranya. Pasukan Rasulullah saw. mengepung mereka dengan rapat selama 15
hari hingga akhirnya Bani Qainuqa menyerah karena ketakutan. &nbsp;</p>



<p>Begitu juga yang terjadi pada masa Khalifah al-Mu&#8217;tashim
Billah berkaitan dengan pembelaan Khilafah terhadap kehormatan perempuan. Ketika
seorang &nbsp;perempuan menjerit di Negeri
Amuria karena dianiaya dan dia memanggil nama Al-Mu&#8217;tashim, jeritannya didengar
dan diperhatikan. Dengan serta-merta Khalifah al-Mu&#8217;tashim mengirim surat untuk
Raja Amuria “…Dari Al Mu&#8217;tashim Billah kepada Raja Amuria. Lepaskan wanita itu
atau kamu akan berhadapan dengan pasukan yang kepalanya sudah di tempatmu
sedang ekornya masih di negeriku. Mereka mencintai mati syahid seperti kalian
menyukai khamar…!</p>



<p>”Singgasana Raja Amuria bergetar ketika membaca surat itu.
Lalu perempuan itu pun segera dibebaskan. Kemudian Amuria ditaklukan oleh
tentara kaum Muslim. &nbsp;Driser, demikianlah
sekelumit gambaran ketika syariah Islam diterapkan oleh negara bakal membawa
keberkahan dan ketinggian kehormatan bagi perempuan. </p>



<p>Jadi nggak ada ceritanya kampanye emansipasi yang digawangi kaum
feminis untuk menyuarakan persamaan hak perempuan. Itu cuman rekayasa musuh
Islam yang malah bikin kaum hawa terhina, kedudukannya dilecehkan dan melupakan
perannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Catet![] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/islam-memuiakan-wanita/">Islam Memuiakan Wanita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/islam-memuiakan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4338</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Nabi orang Arab ?</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/mengapa-nabi-orang-arab/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/mengapa-nabi-orang-arab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2020 10:49:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4325</guid>

					<description><![CDATA[<p>Drises pernah nggak bertanya, kenapa sih kok Nabi kita orang Arab? Kenapa bukan orang Sunda &#160;atau orang Jawa? Kalau Nabi kita orang Sunda atau orang Jawa kayaknya bakalan lebih enak deh, kita bisa memahami wahyu Allah pake bahasa Sunda atau bahasa Jawa. Pokoknya pake bahasa yang langsung bisa kita ngerti. Hehehe, tapi itu cuma khayalan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/mengapa-nabi-orang-arab/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Mengapa Nabi orang Arab ?</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mengapa-nabi-orang-arab/">Mengapa Nabi orang Arab ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Drises pernah nggak bertanya, kenapa sih kok Nabi kita orang
Arab? Kenapa bukan orang Sunda &nbsp;atau
orang Jawa? Kalau Nabi kita orang Sunda atau orang Jawa kayaknya bakalan lebih
enak deh, kita bisa memahami wahyu Allah pake bahasa Sunda atau bahasa Jawa. Pokoknya
pake bahasa yang langsung bisa kita ngerti. </p>



<p>Hehehe, tapi itu cuma khayalan kita doang, karena
kenyataannya Nabi kita, Rasulullah Muhammad Saw., adalah orang Arab. Dan
kenyataan bahwa Nabi kita berasal dari Arab ternyata memiliki hikmah yang
sangat banyak lho. Apa aja sih hikmahnya? Let&#8217;s cekidot! Pertanyaan, kenapa sih
Nabi kita orang Arab, sebenernya udah dijawab oleh Allah Swt. sendiri melalui
firman-Nya di dalam Alquran surah al-An&#8217;am ayat 124. </p>



<p>Ayat itu menyatakan: “Allah lebih mengetahui dimana Dia
menempatkan tugas kerasulanNya.” Nah, jadi jawaban atas pertanyaan tadi adalah,
wallahu a&#8217;lam, hanya Allah yang mengetahui. Tetapi tentu saja nggak sembarangan
Allah mengutus Nabi-Nya di tanah Arab dan nggak sembarangan juga kenapa Allah
menjadikan Nabi-Nya yang pamungkas berasal dari bangsa Arab. Kalo ada orang
nyari pegawai buat perusahaannya, pastinya nggak mau dong orang sembarangan.
Nah tentunya nggak sembarangan juga kenapa Nabi kita orang Arab. </p>



<p>Para ulama dan sejarahwan Muslim menelusuri jawaban tentang
mengapa Nabi kita orang Arab. Di dalam Alquran surah at-Taubah ayat 97 Allah
Swt. menjelaskan: “Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan
kemunafikannya dan sangat wajar mereka tidak mengetahui hukum-hukum yang
diturunkan Allah kepada Rasul-Nya.” Terus apa hubungannya fakta tentang orang
Arab Badui ini dengan pertanyaan kenapa Nabi kita orang Arab? </p>



<p>Di dalam ayat itu, Allah sendiri yang mengabarkan bahwa
masyarakat tempat diutusnya Rasulullah Saw. adalah masyarakat yang sangat kafir
dan sangat munafik. Jangankan mengenal hukumhukum Allah, bahkan mereka hampir
nggak punya peradaban. Untuk hal-hal paling sederhana saja bahkan mereka harus
diajari. Misalnya, tersenyum, orang-orang Arab&nbsp;
Badui sangat jarang tersenyum. Kebayang banget gimana sepetnya tu muka,
dan Rasulullah Saw. datang kepada mereka&nbsp;
kemudian mengajarkan bahwa tersenyum itu adalah sedekah. Contoh lain,
orang Arab Badui bahkan harus diajarkan mencium anak-anak mereka. </p>



<p>Padahal kalau di sini kita kan udah biasa banget mencium
anak atau adik kita. Suatu kali, ada seorang dari Arab Badui yang datang kepada
Rasulullah Saw. Saat itu, Rasulullah sedang bermain dengan cucunya. Terlihatlah
canda tawa mereka, dan Rasulullah mencium cucu-cucunya itu. orang Arab Badui
ini terlihat heran saat menatap Rasulullah mencium cucu-cucunya. Dia kemudian
bertanya: </p>



<p>“Apakah engkau juga melakukan ini wahai Rasulullah?” (maksudnya
mencium anak kecil). Nabi pun heran dengan pertanyaan model begini, lha wong
orang nyium anak kok ditanya. Maka Rasulullah pun balik bertanya: “Apakah engkau
tidak punya anak?” </p>



<p>Si Arab Badui ini &nbsp;menjawab:
“Aku punya sepuluh orang anak dan aku tidak pernah sekali pun menciumnya.” Maka
Rasulullah segera menyuruh orang itu pulang ke rumahnya dan mencium anaknya.
Beliau bersabda: “Aku takut rahmat akan dicabut dari hatimu.” </p>



<p>Begitulah keras dan bengisnya masyarakat tempat pertama kali
Rasulullah diutus. Dari sini bisa kita ambil kesimpulan, apabila Islam sanggup
mengubah masyarakat yang kasar dan keras ini menjadi masyarakat yang indah,
yang dari mereka terlahir para pemimpin luar biasa, dan lahir sebuah negara
besar yang juga luar biasa, tentunya Islam pasti akan bisa mengubah bentuk
masyarakat di luar jazirah Arab yang tidak serusak orangorang Arab Badui. </p>



<p>Islam telah diujicoba dalam sebuah masyarakat yang disebut
oleh Allah sangat kafir dan sangat munafik, dan Islam berhasil mengubah mereka
menjadi masyarakat baru. </p>



<p>Tentunya hanya Islam pula yang sanggup untuk mengubah negeri
ini dari keadaan yang rusak dan bobrok, menuju keagungan dan kemuliaan. Perjuangan
dan perubahan terletak di dalam genggaman tangan kita, generasi Islam.[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/mengapa-nabi-orang-arab/">Mengapa Nabi orang Arab ?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/mengapa-nabi-orang-arab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4325</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulan sabit di medan perang</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bulan-sabit-di-medan-perang/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/bulan-sabit-di-medan-perang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 04:17:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4252</guid>

					<description><![CDATA[<p>islam punya orang-orang hebat yang &#160;amat menakjubkan di sepanjang sejarahnya. Di bidang militer, sosok yang &#160;paling menonjol adalah, tak lain dan tak bukan, Khalid bin Walid. Ia adalah seorang jenderal besar yang telah membawa pasukan Islam memenangkan berbagai pertempuran. Sehingga Rasulullah menggelarinya “Pedang Allah yang Terhunus” (Sayfullah al-Maslul), dan gelar ini bukan gelar omong kosong. &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/bulan-sabit-di-medan-perang/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Bulan sabit di medan perang</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bulan-sabit-di-medan-perang/">Bulan sabit di medan perang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>islam punya orang-orang hebat yang &nbsp;amat menakjubkan di sepanjang sejarahnya. Di
bidang militer, sosok yang &nbsp;paling
menonjol adalah, tak lain dan tak bukan, Khalid bin Walid. Ia adalah seorang jenderal
besar yang telah membawa pasukan Islam memenangkan berbagai pertempuran. </p>



<p>Sehingga Rasulullah menggelarinya “Pedang Allah yang Terhunus”
(Sayfullah al-Maslul), dan gelar ini bukan gelar omong kosong. &nbsp;Prestasi besar Khalid bin Walid bukan cuma
dikagumi oleh kaum Muslim, tetapi juga oleh orang kafir. Zahid Ivan Salam,
dalam sebuah karyanya, mengatakan bahwa seorang Jenderal Nazi Jerman, Erwin
Rommel, mencontek strategi perang Khalid dan itu membuatnya selalu menang dalam
pertempuran melawan sekutu di front Afrika. </p>



<p>Di edisi ini D&#8217;Rise pengen ngebahas salah satu strategi
perang Khalid bin Walid yang diterapkannya di Perang Walaja melawan Persia.
Strategi ini biasa disebut taktik &#8216;Bulan Sabit&#8217;. Perang Walaja terjadi pada
bulan Mei 633 Masehi di sebuah daerah bernama Walaja (sekarang Irak). Waktu itu
jumlah pasukan Islam hanya 15.000 prajurit, sementara jumlah pasukan Persia
lebih banyak tiga kali lipatnya. Pasukan Persia dipimpin oleh seorang jenderal
bernama Andarzaghar, pasukan Islam tentu saja dipimpin oleh Khalid bin Walid. </p>



<p>Andarzaghar dengan pongah sesumbar bahwa dia akan
mengalahkan pasukan Islam. Dia menetapkan sasaran &nbsp;untuk tiba di Walaja lebih dahulu daripada pasukan
Islam. Sayangnya, pasukan Persia bergerak amat lambat karena membawa peralatan
perang yang berat. Pasukan Islam mendahului pasukan Persia tiba di Walaja. </p>



<p>Berdasar informasi dari agen rahasia yang disebar oleh
Khalid bin walid, diketahuilah bahwa pasukan Persia berjumlah lebih banyak dari
pasukan Islam, maka Khalid pun memasang strategi. Ia memerintahkan pasukannya
berkemah di sekitar Walaja sambil terus mengawasi medan. Akhirnya terlihatlah
pasukan Persia datang berduyun-duyun dengan seluruh peralatan perang mereka
yang berat. Lokasi perang Walaja ini adalah sebuah padang rumput yang luas,
yang berada di antara dua lereng bukit yang tingginya 20 sampai 30 kaki. </p>



<p>Saat Khalid melihat pasukan Persia sudah memasuki medan
perang, ia menyaksikan bahwa kebanyakan pasukan Persia adalah infanteri
(pasukan jalan kaki), dan jumlah kavaleri (pasukan berkuda) Persia jauh lebih
sedikit daripada pasukan kavaleri Muslim. Jumlah kavaleri Muslim adalah 5.000
personil, dan Khalid membagi pasukan ini menjadi dua detasemen. &nbsp;Pada malam sebelum pertempuran, Khalid
memerintahkan kedua pasukan berkuda ini untuk bergerak ke belakang lereng bukit
itu. </p>



<p>satu detasemen di belakang bukit sebelah kanan, dan sisanya
di belakang lereng bukit sebelah kiri. Khalid menempatkan pasukan berkudanya di
belakang barisan pasukan Persia tanpa sepengetahuan mereka. Khalid memerintahkan
mereka untuk tetap bersembunyi di belakang kedua lereng bukit itu dan hanya
menyerang jika diberi tanda. Pertempuran pun dimulai. Andarzhagar menerapkan
strategi bertahan pada awal peperangan itu. </p>



<p>Dia amat percaya diri dengan kekuatan pasukannya, dan dia berharap
pasukan Islam akan cepat kehabisan tenaga dan kelelahan. Barulah setelah itu
dia akan melancarkan serangan balasan dan menghancurkan pasukan Islam sekaligus.
Khalid memerintahkan pasukannya untuk berhadap-hadapan dengan pasukan Persia
dan menyerang dengan sengit. </p>



<p>Mereka berjihad di jalan Allah dengan gigih. Benar saja,
pasukan Persia punya pertahanan yang cukup kuat, walaupun pasukan Islam terus
menekan, mereka tetap bisa bertahan. Maka tiba-tiba Khalid memerintahkan
pasukannya untuk mundur perlahan-lahan. </p>



<p>Bagian tengah pasukan Islam pun mundur, dan terus mundur,
hingga perlahan-lahan bentuk barisan pasukan Islam jadi melengkung seperti
bulan sabit (karena yang diperintahkan mundur hanya bagian tengah saja, pasukan
sayap diperintakan untuk tetap mempertahankan posisinya, dan bahkan meluaskan
jangkauan). Andarzaghar melihat pasukan Islam mundur, dan dia seolah
menyaksikan kesempatan emas. Dia melancarkan serangan umum untuk mengejar
pasukan &nbsp;Islam dan menghancurkannya
sekaligus. </p>



<p>Pasukan Persia pun mengejar pasukan Islam. Saat itulah
pasukan Persia masuk ke dalam jebakan pasukan Islam. Dengan semakin dalam
mengejar pasukan Islam, Pasukan Persia makin terjebak di dalam lengkungan
berbentuk bulan sabit yang dibuat pasukan Islam, sehingga mereka hampir
terkepung oleh pasukan Islam. Saat itulah Khalid memberi tanda kepada pasukan
kavaleri yang berada di balik kedua bukit itu. </p>



<p>Sekonyong-konyong pasukan kavaler Muslim bergerak dengan
sangat cepat dari balik bukit dan memukul bagian belakang pasukan Persia.
Formasi bulan sabit itu pun ditutup dengan datangnya pasukan kavaleri Muslim
dari balik bukit, membuat pasukan Persia terjebak dalam lingkaran pasukan
Muslim. Mereka dikelilingi pasukan Muslim dan tidak ada lagi tempat melarikan
diri. </p>



<p>Saat itulah pasukan Persia digempur dan dihabisi. Dan kemenangan
pun kembali diraih para kesatria Muslim. Khalid bin Walid kembali berhasil
membawa pasukan Islam pada kemenangan, namun mereka yakin bahwa semua ini
adalah karunia Allah &#8216;azza wajalla.[] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/bulan-sabit-di-medan-perang/">Bulan sabit di medan perang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/bulan-sabit-di-medan-perang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4252</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kiat islam usir penyakit</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kiat-islam-usir-penyakit/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kiat-islam-usir-penyakit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 10:11:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4237</guid>

					<description><![CDATA[<p>sakit. Kondisi ini paling dihindari banyak orang. Bukan tanpa sebab sih, karena sakit sedikit banyak &#160;menghambat aktivitas kita. Kalau sakit, berasa enggan melakukan apa-apa. Bawaannya pengen istirahat mulu. Tidur seharian. Lidah terasa pahit ketika mencicipi makanan yang disajikan. Atau malah baru ngeliat makanannya aja udah mual duluan. Apalagi kalau udah divonis mengidap penyakit setelah diperiksa &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kiat-islam-usir-penyakit/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Kiat islam usir penyakit</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kiat-islam-usir-penyakit/">Kiat islam usir penyakit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>sakit. Kondisi ini paling dihindari banyak orang. Bukan
tanpa sebab sih, karena sakit sedikit banyak &nbsp;menghambat aktivitas kita. Kalau sakit, berasa
enggan melakukan apa-apa. Bawaannya pengen istirahat mulu. Tidur seharian.
Lidah terasa pahit ketika mencicipi makanan yang disajikan. Atau malah baru ngeliat
makanannya aja udah mual duluan. Apalagi kalau udah divonis mengidap penyakit
setelah diperiksa dokter. Wih makin nggak nyaman aja. &nbsp;</p>



<p><strong>Pola munculnya Penyakit </strong></p>



<p>Secara teori, ada fakta hal yang &nbsp;menyebabkan munculnya penyakit. </p>



<p><strong>Pertama</strong>, adanya faktor risiko, misalnya nih faktor
risiko AIDS adalah seks bebas, maka yang ngelakuin seks bebas adalah kelompok
yang jelas2 berisiko terkena HIV/AIDS. Yang </p>



<p><strong>kedua</strong>, adanya keterpaparan. Terpapar oleh penyebab &nbsp;penyakit, bisa disebabkan oleh virus,bakteri
dll dari &nbsp;penderita penyakit tertentu. &nbsp;Ada dua hal yang kudu dilakukan untuk &nbsp;menghindari munculnya penyakit. &nbsp;</p>



<p><strong>Pertama</strong>: jauhi faktor risiko. Kalau udah tau &nbsp;bahwa penyebab HIV/AIDS adalah &nbsp;seks bebas, maka jauhi seks bebas sebagai &nbsp;faktor risiko. </p>



<p><strong>Kedua</strong>, hindari keterpaparan. Hindarkan diri dari
terpapar penyebab penyakit, atau berhati-hati dalam melakukan interaksi dengan
orang yang udah terkena penyakit. Misalnya nih, ada penderita TB, maka cara
menghindarinya adalah menjaga interaksi dengan penderita menggunakan berbagai
sarana agar terhindar dari kuman TB. Dua hal inilah yang disebut tindakan
preventif. Ok? &nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Kunci Hidup Sehat Zaman Now - dr Zaidul Akbar" width="660" height="371" src="https://www.youtube.com/embed/0WV9Pb1wzhI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Jurus Islam,cegah penyakit </strong></p>



<p>Driser, kalau mau ngelirik cara &nbsp;mengatasi masalah kesehatan saat ini, umumnya
fokus pada upaya pengobatan, bukan pencegahan. Padahal kita sering bilang,
mencegah lebih baik daripada mengobati. Nah, inilah yang dilakukan syariah
Islam dalam menyelesaikan penyakit. Yakni aspek preventif (pencegahan), dan aspek
kuratif (pengobatan). </p>



<p><strong><em>Preventif (Pencegahan) </em></strong>Semua tata cara hidup
sehat ala Rasulullah merupakan tindakan preventif yang beliau ajarkan kepada
umatnya. Diantaranya: </p>



<ol><li><strong>Ibadah,
</strong>ini meliputi ·</li></ol>



<p>_ <strong>Shalat tahajud </strong><em>“Hendaklah kalian bangun malam.
Sebab hal </em>&nbsp;<em>itu merupakan kebiasaan
orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT,
penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. </em>(HR atTirmidzi). Jika
melakukan shalat tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusuk niscaya
(dengan seijin Allah SWT) akan &nbsp;terbebas dari
penyakit. &nbsp;Shalat tahajud dapat meningkatkan
daya tahan tubuh kita sehingga tidak mudah terkena penyakit serta menenangkan
hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup yang dialami.. ·</p>



<p>_ <strong>Puasa sunnah </strong><em>Puasa menjaga kesehatan pencernaan,
</em>&nbsp;<em>perbaikan tubuh dan otak,
menyehatkan jantung, menurunkan berat badan, memelihara kesehatan jiwa,
meredakan rasa sakit,serta terhindar dari ” jet lag”</em> yaitu suatu sindrom berupa
rasa tidak nyaman pada pencernaan, pikiran, kelelahan disertai gangguan tidur, akibat
bepergian melintasi zona waktu yang berbeda. </p>



<p><strong>b.&nbsp;&nbsp; Menjaga
kebersihan dan kesucian</strong> ·</p>



<p>_ <strong>Kebersihan tubuh </strong>“<em>Abu Hurairah radhiyallahu
&#8216;anhu </em>&nbsp;<em>meriwayatkan bahwa Nabi
Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: “Fitrah ada lima atau lima
perkara dari fitrah; berkhitan, menghabiskan bulu kemaluan, memotong kuku,
mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis.</em>” (HR. Bukhari dan Muslim). ·</p>



<p>_ <strong>Kebersihan Lingkungan </strong>Menutup tempat makanan dan
minuman &nbsp;yang terisi juga merupakan
tindakan perventif (pencegahan) “Jabir <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> meriwayatkan
bahwa Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda: “<em>Tutuplah tempat-tempat
makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam
yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan
atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan
turun di </em>&nbsp;<em>dalamnya dari wabah
penyakit tersebut.</em>” (HR. Muslim). </p>



<p><strong>c.&nbsp;&nbsp; Pola dan Tata
Cara Makan </strong>Pastikan makanan yang didapatkan adalah halal dan baik (thayyib)
serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram. Makan sesudah lapar dan berhenti
sebelum kenyang, Mencuci kedua tangan sebelum makan, serta Makan dengan tenang,
tidak tergesa-gesa, dan dengan tempo sedang. </p>



<p><strong>B.&nbsp;&nbsp; Kuratif
(Pengobatan) </strong>Selain mencegah, pengobatan &nbsp;juga kudu dilakukan kalau udah menderita. Sabda
Rasulullah SAW: <em>“Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia
turunkan penyembuhnya.” </em>(HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah) </p>



<p><strong>Macam Pengobatan ala Nabi SAW: </strong></p>



<p>1._ Spiritual Illahiyah (do&#8217;a dan dzikir &nbsp;dikenal dengan istilah Ruqyah Syar&#8217;iyah) </p>



<p>2._ Materi Natural (obat alamiah seperti &nbsp;madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda&#8217;,
talbinah, kurma, dll) </p>



<p>3._ Bersifat Terapi (Hijamah atau bekam)<em>“Sebaik-baik
sesuatu yang kalian gunakan untuk berobat adalah hijamah (bekam)”</em>. Bekam
merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi
toksin (racun) atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. </p>



<p>Toksin atau racun adalah endapan racun/ zat kimia &nbsp;yang tidak bisa diurai oleh tubuh dan
berpotensi &nbsp;nyumbat peredaran darah,
bakal dikeluarkan melalui bekam ini. &nbsp;</p>



<p>Driser, sudah jelas kan kalo Islam punya &nbsp;konsep menyelesaikan masalah penyakit, baik preventif
maupun kuratif. Tinggal kamu aja nih yang mesti praktekin kalo mau tetep sehat.
Siap? Yuk!<strong>[ Juanmartin]</strong> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kiat-islam-usir-penyakit/">Kiat islam usir penyakit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kiat-islam-usir-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4237</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahkota Kemulyaan ( kemulyaan wanita dalam islam )</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-mahkota-kemulyaan-wanita-dalam-islam/</link>
					<comments>https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-mahkota-kemulyaan-wanita-dalam-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majalah Drise]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2019 05:43:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Amazing Islam]]></category>
		<category><![CDATA[majalah islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=4130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam sebuah hikayat dikisahkan bahwa salah seorang raja Arab yang dijuluki dengan Abu Hamzah menikah dengan seorang perempuan. Sang raja sangat ingin memiliki seorang anak lelaki, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Sang istri melahirkan anak perempuan. Abu Hamzah sangat marah, sehingga ia meninggalkan istrinya dan tinggal di tempat lain. Sekitar setahun kemudian, Abu Hamzah berjalan-jalan &#8230; <a href="https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-mahkota-kemulyaan-wanita-dalam-islam/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Mahkota Kemulyaan ( kemulyaan wanita dalam islam )</span></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-mahkota-kemulyaan-wanita-dalam-islam/">Mahkota Kemulyaan ( kemulyaan wanita dalam islam )</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam sebuah hikayat dikisahkan bahwa salah seorang raja
Arab yang dijuluki dengan Abu Hamzah menikah dengan seorang perempuan. Sang raja
sangat ingin memiliki seorang anak lelaki, tapi ternyata Allah berkehendak
lain. Sang istri melahirkan anak perempuan. Abu Hamzah sangat marah, sehingga
ia meninggalkan istrinya dan tinggal di tempat lain. Sekitar setahun kemudian,
Abu Hamzah berjalan-jalan dan tanpa sengaja melewati rumah sang istri. Ketika
itu, istrinya sedang menimang anak perempuannya, sambil mengucapkan beberapa
syair. </p>



<p><em>Mengapa Abu Hamzah tidak datang </em>&nbsp;<em>kepada kami, Dia hilang dari rumah yang
kami </em>&nbsp;<em>tempati. Marah karena kami
tidak melahirkan </em>&nbsp;<em>seorang anak
laki-laki, Padahal kami tidak punya kehendak </em>&nbsp;<em>dalam urusan kami. </em></p>



<p><em>Akan tetapi, kami hanya mengambil </em>&nbsp;<em>apa yang diberikan kepada kami, kami
bagaikan tanah, bergantung </em>&nbsp;<em>yang
menanami, kami tumbuhkan apa yang telah </em>&nbsp;<em>mereka tanam pada diri kami. </em></p>



<p><em>&nbsp;</em>Abu Hamzah
tertegun. Ia bergegas &nbsp;masuk ke dalam
rumahnya, lalu mencium kepala istri dan anaknya. Akhirnya, timbullah rasa kasih
sayang di dalam hatinya, hingga perasaan benci itu berubah menjadi cinta. </p>



<p>10 Kisah di atas adalah salah satu kisah yang menggambarkan
betapa pentingnya anak laki-laki bagi bangsa Arab di zaman jahiliyah dulu.
Mereka menganggap anak laki-laki lebih penting karena mereka adalah kaum yang
fanatik dan gemar berperang. Kelahiran anak laki-laki adalah anugerah, sementara
anak perempuan adalah musibah. </p>



<p>Anak perempuan dianggap tidak berguna, tidak berharga, dan
diperlakukan dengan semena-mena. Anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup,
ditenggelamkan, disembelih, ataupun dijual. Sadiz! &nbsp;</p>



<p>Alhamdulillah, Islam kemudian datang dengan cahayanya yang
menyinari seluruh dunia. Perbuatan yang menistakan perempuan pun dihilangkan.
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Umar bin Khattab ra. Dia berkata bahwa Qais bin
&#8216;Ashim datang menemui Rasulullah Saw. dan berkata, </p>



<p>“Wahai Rasulullah, pada zaman jahiliyah, aku &nbsp;pernah mengubur hidup-hidup anak-anak perempuanku.”
</p>



<p>&nbsp;“Merdekakanlah
(sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu budak” kata Rasulullah Saw. &nbsp;“Ya Rasulullah, aku punya banyak unta,” lanjut
Qais. &nbsp;</p>



<p>“Sembelihlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu
unta,” jawab Rasulullah Saw. </p>



<p>Begitu Islam datang, perempuan dikembalikan ke kedudukannya
yang mulia. Kehadiran Islam telah menghancurkan kekufuran, kebodohan, dan
kekejaman yang dilakukan terhadap perempuan. Hak-hak perempuan yang hilang
dikembalikan pada tempatnya, dan mereka memperoleh kemuliaan yang tidak bisa
didapatkan di tempat lainnya. &nbsp;</p>



<p>Mari kita perhatikan perbuatan Ummul Mukminun Aisyah ra.
berikut ini. &nbsp;“Datang kepadaku seorang
wanita miskin dengan kedua anak perempuannya. Lalu kuberi dia tiga kurma dan
dia memberikan kepada kedua anaknya masingmasing satu butir kurma. Ketika dia
ingin memakan kurma yang masih tersisa, kedua&nbsp;
anaknya memintanya, sehingga perempuan&nbsp;
itu membagi dua kurma tersebut dan memberikannya kepada kedua anaknya. </p>



<p>Aku&nbsp; sangat kagum dengan
sikapnya itu. Lalu kuberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah Saw., maka beliau
bersabda, <em>&#8216;Sesungguhnya&nbsp; Allah telah mewajibkan
wanita tersebut&nbsp; masuk surga dan
membebaskannya dari api neraka.&#8217;</em>” Kalo kita lihat di jaman sekarang saat ideologi
Kapitalisme-sekular merajalela, &nbsp;kaum
wanita diperlalukan seolah-olah seperti &#8216;bidadari&#8217;. </p>



<p>Mereka didandanin sampe kayak Barbie dan digiring ikut
kontes-kontes kecantikan untuk menyematkan mahkota kemuliaan di atas kepala mereka.
Padahal sebenernya yang terjadi adalah sebaliknya. </p>



<p>Kaum wanita justru direndahkan serendahrendahnya. Kecantikan
dan kemolekan tubuh mereka hanya dijadikan alat untuk menarik pelanggan dan
melariskan barang dagangan.&nbsp; Miris! Islam
memperlakukan wanita selayaknya bidadari. </p>



<p>Aturan Islam telah memuliakan wanita sebagaimana fitrahnya sebagai
Ibu dan pengatur rumah tangga. Islamlah yang paling mengerti kebaikan bagi wanita.
So, berbahagialah menjadi muslimah yang taat syariah. Karena, mahkota kemuliaan
bakal tersemat di atas kepalanya. Di dunia hidup berkah, di akhirat jadi penghuni
jannah. Mau?[Isa] </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-mahkota-kemulyaan-wanita-dalam-islam/">Mahkota Kemulyaan ( kemulyaan wanita dalam islam )</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://majalahdrise.my.id">Majalah Remaja Islam Drise</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://majalahdrise.my.id/kemulyaan-mahkota-kemulyaan-wanita-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4130</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
