<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: BAHASA MASA DEPAN ALAY	</title>
	<atom:link href="https://majalahdrise.my.id/bahasa-masa-depan-alay/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://majalahdrise.my.id/bahasa-masa-depan-alay/</link>
	<description>Majalah Remaja Islam Drise</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2016 12:40:40 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.10</generator>
	<item>
		<title>
		By: sariserat		</title>
		<link>https://majalahdrise.my.id/bahasa-masa-depan-alay/#comment-107</link>

		<dc:creator><![CDATA[sariserat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2016 12:40:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahdrise.my.id/?p=2200#comment-107</guid>

					<description><![CDATA[PR kita bukan mencari tahu kepanjangan tak jelas dari singkatan-singkatan yang tak jelas pula.

Sayang, tulisan di atas pun Anda tuangkan dalam bahasa tulisan yang belum &quot;ramah&quot; teracu pada panduan berbahasa tulisan yang baku, baik, dan benar. Demi menarik pembaca yang lebih muda? Justru pembaca yang lebih muda malah akan melihat dan meniru tulisan yang dituangkan &quot;menarik&quot; itu sebagai panduan &quot;resmi&quot; dalam menulis dan bertutur. *sigh

Maaf, tolong luputkan saja tanggapan di atas. Artikel yang bagus, ia menarik ke luar semua kegelisahan dan kekhawatiran saya perihal masa depan bahasa nusantara.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PR kita bukan mencari tahu kepanjangan tak jelas dari singkatan-singkatan yang tak jelas pula.</p>
<p>Sayang, tulisan di atas pun Anda tuangkan dalam bahasa tulisan yang belum &#8220;ramah&#8221; teracu pada panduan berbahasa tulisan yang baku, baik, dan benar. Demi menarik pembaca yang lebih muda? Justru pembaca yang lebih muda malah akan melihat dan meniru tulisan yang dituangkan &#8220;menarik&#8221; itu sebagai panduan &#8220;resmi&#8221; dalam menulis dan bertutur. *sigh</p>
<p>Maaf, tolong luputkan saja tanggapan di atas. Artikel yang bagus, ia menarik ke luar semua kegelisahan dan kekhawatiran saya perihal masa depan bahasa nusantara.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
