
Menurut peneliti matahari, dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Clara Yono Yatini, badai matahari yang terjadi Senin sore, 23 Januari 2012, termasuk tipe II. “Tipe itu menandakan adanya gelombang kejut karena ada partikel matahari yang meloncat,” katanya, Rabu, 25 Januari 2012. Dari hasil pengamatan Lapan, dampak badai itu sudah sampai ke Bumi dan terasa di Indonesia. “Lapisan ionosfera terganggu sehingga menimbulkan gangguan komunikasi radio pada 23 Januari sore.
Dari tadi ngomongin badai matahari. Kayak yang ngeh aja pengertianya. Hehehe.. Nih, biar obrolannya nyambung, badai matahari adalah peristiwa yang berkaitan dengan bagian atmosfer. Badai matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer Matahari. Ini adalah siklus 11 tahunan matahari serta mempunyai kekuatan 10 kali lipat lebih besar dibanding ‘angin matahari’ biasa. Plasma Matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi mendekati kecepatan cahaya. Total energi yang dilepaskan setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton.
Jumlah dan kekuatan badai Matahari bervariasi. Ketika Matahari aktif dan memiliki banyak bintik, badai Matahari lebih sering terjadi bersamaan dengan luapan massa korona. Korona merupakan lapisan terluar dari Matahari. Lapisan ini berwarna putih, namun hanya dapat dilihat saat terjadi gerhana karena cahaya yang dipancarkan tidak sekuat bagian Matahari yang lebih dalam. Saat gerhana total terjadi, korona terlihat membentuk mahkota cahaya berwarna putih di sekeliling Matahari. Lapisan korona memiliki suhu yang lebih tinggi dari bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat Fahrenheit, namun di beberapa bagian bisa mencapai suhu 5 juta derajat Fahrenheit.
Badai Matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronot, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi. Tapi sebenarnya kejadianya bisa lebih parah jika bumi tidak memiliki daya magnet yang berfungsi sebagai perisai dari dampak badai matahari.
Sempet beredar berita hoax terkait badai matahari yang menyebar di BBM atau pesan singkat seperti “Pengumuman..PENTING!!! tepat jam 11 nti mlm adalah puncak BADAI Matahari paling tinggi yg pernah trjd dr thn 2005 silam..suhu bumi meningkat ckp signifikan mulai malam ini sampai bsk mlm, jadi yg mau keluar rumah tolong lindungin kulit..yg pake hape jgn pake tlp kalo bs krn radiasi ckp bsr.” ” tulis pesan berantai itu, yang okezone kutip Rabu (25/1/2012).
Padahal yang bener, bagi kita yang berada di permukaan Bumi, relatif aman terlindungi oleh medan magnetik Bumi. Pengaruh langsung dari badai matahari ini hanya dialami oleh binatang-binatang yang peka terhadap medan magnetik Bumi. Misalnya burung-burung, lumba-lumba, dan paus, yang menggunakan medan magnetik Bumi untuk menentukan arah, untuk sesaat ketika badai matahari terjadi, mereka akan kehilangan arah.
Driser, ketika ada fenomena semacam badai matahari, kita nggak perlu panik dan terjebak dalam kepercayaan yang menyesatkan. Tenang dulu terus kaji lebih dalam faktanya. Please deh…! Hari gini kan informasi bisa didapat secepat kilat. Tinggal koneksi internet terus tanya mbak google. Tadaaa…! keluar deh informasinya. Yang penting, kita tahu kalo badai matahari adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang harus kita yakini untuk menambah keimanan. Sip! [Ridwan]
BOX:
Beberapa peristiwa yang berkaitan dengan badai matahari yang terjadi dalam abad ke-20 dan 21:
[starlist]
- 13 maret 1989. Badai geomagnetik menghasilkan arus listrik induksi eksesif hingga ribuan ampere pada sistem interkoneksi kelistrikan Ontario Hydro (Canada). Arus induksi eksesif ini menyebabkan sejumlah trafo terbakar. Akibat dari terbakarnya trafo tsb, jaringan listrik di seluruh Quebec (Canada) putus selama 9 jam. Guncangan magnetik badai sekitar seperempat Carrington event, (sekitar 400 nT). Aurora teramati sampai di Texas.
- Januari 1994 : 2 buah satelit komunikasi Anik milik Canada rusak akibat digempur elektron-elektron energetik dari Matahari. Satu satelit bisa segera pulih dalam waktu beberapa jam, namun satelit lainnya baru bisa dipulihkan 6 bulan kemudian. Total kerugian akibat lumpuhnya satelit ini disebut mencapai US $ 50 – 70 juta.
- November 2003 : Mengganggu kinerja instrumen WAAS berbasis GPS milik FAA AS selama 30 jam.
- Januari 2005: Berpotensi mengakibatkan black-out di frekuensi HF radio pesawat, sehingga penerbangan United Airlines 26 terpaksa dialihkan menghindari rute polar (kutub) yang biasa dilaluinya.
[/starlist]