Sebuah penelitian BBC menyebutkan, wanita kulit putih tidak tertarik untuk memberi lebih banyak ASI bagi Sbayinya. Memang, 69 % kaum wanita bersedia memberi ASI. Namun, 21 % di antara mereka berhenti pada malam keempat dan 36 % berhenti pada minggu keenam. Hanya 67 % wanita kulit putih yang bersedia memberi ASI. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan perempuan Asia atau Afrika, tepatnya kulit hitam.
Pemberian ASI pada perempuan Asia mencapai 87 %, sementara kulit hitam 95 %. Padahal, tak ada yang meragukan lagi dengan keunggulan dari air susu ibu alias ASI. Komposisi air susu ibu yang di hasilkan sampai minggu pertama berbeda dengan yang di hasilkan setelah itu. Juga air susu yang di hasilkan oleh ibu yang melahirkan Prematur (sebelum waktu kelahiran normal) beda dengan yang melahirkan normal. Asi mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan serta perkembangan bayi dan anak plus mencegah terjadinya keadaan gizi salah (marasmus, kelebihan makan dan obesitas).
ASI juga mengandung zat-zat yang dapat melindungi bayi terhadap penyakit infeksi seperti diare. Ketika Janin dalam kandungan, Allah melindunginya melalui plasenta sang ibu. Maka Setelah lahir, zat pelindung itu terhenti tetapi bayi tidak dibiarkan tanpa perlindungan. Perlindungan kali ini beralih ke ASI, yang merupakan sumber gizi sempurna dan mengandung aneka zat protektif yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, yang di sebabkan oleh bekteri virus atau jamur. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa bayi yang mendapat ASI menjadi lebih cepat berjalan dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Semakin banyak ASI yang diperoleh bayi, semakin nampak pula perbedaannya.
Perkembangan pisikomotorik dan kongnitif bayi pun berbeda antara yang memperoleh ASI dengan yang tidak. Mungkin inilah salah satu hikmah yang di sebut Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 233 yang artinya “ibu-ibu (hendaklah) menyusukan anaknya selama dua tahun bagi siapa yang hendak menyempurnakan penyususn” Selain mengandung manfaat perlindungan bagi bayi, ternyata ASI juga turut memperkokoh hubungan emosional antara ibu dan anak.
Bayi yang berada dalam dekapan ibu bukan saja merasakan kehangatan kulit yang lembut tapi juga kehangatan rangkulan dan suara detak jantung ibu yang selama dalam kandungan dialami sang bayi. Ikatan perasaan yang begitu kuat ini akhirnya membuat hubungan batin ibu dengan si bayi terjalin secara alamiah. Selain itu, kondisi ini juga memungkinkan terjadinya rasa saling memahami meski keduanya menggunakan “bahasa” yang berbeda. Pada tahap ini pula komunikasi antara ibu dan anak akan tercipta dengan lebih baik.
Driser, inilah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah sudah mendesain sedemikian rupa bahwa Susu Ibu sangat baik buat bayi sama baiknya Susu sapi untuk bayi sapi. Jangan sampai kebalik. Bisa berabe nantinya. So, anjuran program ASI eksklusif selama minimal 6 bulan, bukan cuman slogan dari Bidan. Tapi emang tokcer buat menjaga kesehatian Bayi dan ibunya. Setuju dong? Pasti![Ridwan]
Nutrisi ASI
- Kolostrum : Cairan kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan pada sel alveolipayudara ibu. Sesuai untuk kapasitas pencernaan bayi dan kemampuan ginjal baru lahir yang belum mampu menerima makanan dalam volume besar.
- Protein : Protein dalam ASI terdiri dari casein (yang sulit dicerna) dan whey (protein yang mudah dicerna). Berkebalikan dengan susu sapi, protein dalam ASI lebih banyak mengandung whey daripada casein, sehingga protein ASI lebih mudah dicerna.
- Lemak : Lemak ASI adalah penghasil kalori (energi) utama dan merupakan komponen zat gizi yang sangat bervariasi. Lebih mudah dicerna karena sudah dalam bentuk emulsi. Penelitian Osborn membuktikan, bayi yang tidak mendapat Air Susu Ibu, lebih banyak menderita penyakit jantung koroner di usia muda.
- Laktosa : Merupakan karbohidrat utama pada ASI. Fungsinya sebagai energi. Fungsi lainnya meningkatkan absorsi kalsium dan merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.
- Vitamin A : Konsentrasi berkisar pada 200 IU/dl.
- Zat Besi : Meskipun ASI mengandung sedikit zat besi (0.5-1.0 mg/liter), bayi yang menyusui jarang kekurangan zat besi (anemia). Hal ini dikarenakan zat besi pada ASI lebih mudah diserap.
- Taurin : Berupa asam amino dan berfungsi sebagai neurotransmitter, berperan penting dalam maturasi otak bayi.
- Laktobasilus : Berfungsi menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E. Coli yang sering menyebabkan diare pada bayi.
- Laktoferin : Bermanfaat menghambt bakteri stafilolkokus dan jamur kandida.
10.Lisozim : Dapat mencegah dinding bakteri sekaligus mengurangi insiden Karies Dentis danMaloklusi (kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.
